Jurnal Farmasi & Sains Indonesia. April 2018 p-ISSN 2621-9360 e-ISSN 2686-3529 Vol. 1 No. SIFAT FISIK DAN INDEKS IRITASI SEDIAAN SHOOTING GEL KOMBINASI LIDAH BUAYA DAN BUAH RAMBUTAN Lilies Wahyu Ariani. Ririn Suharsanti. Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi AuYAYASAN PHARMASI SemarangAy . Email : lilieswahyuariani@gmail. com atau lilieswahyu@stifar. ABSTRAK Shooting gel merupakan kosmetika yang sekarang ini menjadi trend di masyarakat untuk perawatan kulit terutama untuk kulit kering. Pada penelitian ini dibuat formulasi sediaan shooting gel dengan kombinasi lidah buaya (Aloe ver. dan buah rambutan (Nephelium lappaceu. dimana merupakan tanaman yang banyak dikonsumsi masyarakat dan digunakan untuk Tanaman tersebut dapat digunakan sebagai bahan pelembap kulit dan bersifat sebagai antioksidan. Variasi kombinasi konsentrasi formulasi sediaan shooting gel yang digunakan yaitu FI . %). FII . %) dan Fi . %). Pengujian yang dilakukan antara lain : karakteristik fisik meliputi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya lekat, daya sebar dan indeks iritasi pada kulit menggunakan tikus secara in vitro. Data dianalisis dengan SPSS 16,0 dengan Oneway anova dan Uji t berpasangan untuk mengetahui perbedaan yang bermakna pada tiap formula. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sediaan shooting gel dengan kombinasi lidah buaya dan buah rambutan semua sediaan homogen dan pada uji statistik terhadap pengujian daya lekat tidak ada perbedaan yang signifikan . >0,. tetapi berbeda signifikan dengan pH, viskositas dan daya sebar . <0,. Pada uji daya iritasi menunjukkan pada semua konsentrasi formula sediaan shooting gel tidak menimbulkan iritasi pada kulit tikus. Kata Kunci : Shooting gel. Lidah buaya. Buah rambutan , karakteristik fisik, indeks iritasi PENDAHULUAN Kebutuhan kosmetika saat ini menjadi kebutuhan primer yang digunakan untuk menunjang penampilan salah satunya untuk perawatan kulit kering. Kulit kering menjadi permasalahan yang ada di Indonesia yang dimana beriklim tropis. Kulit mengandung lapisan lemak tipis yang berfungsi untuk melindungi dari kelebihan penguapan air yang menyebabkan Pada lapisan kulit stratum corneum terdapat kandungan air hanya 10% tetapi sangat penting peranannya untuk mengetahui kelembutan dan elastisitas kulit bukan pada kandungan lemaknya. Lapisan stratum corneum yang sering terkena udara kering menjadi keras, kering, berisik dan tidak dapat dilunakkan kembali hanya dengan pemberian lemak seperti lanolin, olive oil, dan petrolatum. Stratum corneum bisa menjadi lunak kembali dengan pemberian air (Tranggono dan Latifah. Kulit kering yang berkelamaan akan menimbulkan gangguan kulit yang serius dapat terjadi iritasi dan peradangan atau keratinisasi abnormal yang melemahkan Untuk itu diperlukan suatu kosmetika pelembab kulit yang dapat mencegah terjadinya dehidrasi kulit atau bisa dengan melembabkan kulit misalnya buah rambutan. Buah rambutan adalah bahan alam yang dapat digunakan sebagai bahan pelembap kulit dan bersifat sebagai antioksidan (Rosahdi et al. , 2. Buah rambutan mengandung karbohidrat, protein, lemak, fosfor, besi, kalsium dan vitamin C (Setiawan, 2. Pada lidah buaya biasa digunakan untuk antidiabetes, penyakit hepatoprotektif, gastrointestinal, antiarthritik, penyembuhan luka, hidrasi kulit, melindungi kulit dari sinar UV dan radiasi gamma (Maan et al. , 2. Lidah buaya bisa digunakan sebagai bahan dasar dalam produk makanan dan kosmetik setelah diproses dalam bentuk gel dan jus. Sediaan Jurnal Farmasi & Sains Indonesia. April 2018 p-ISSN 2621-9360 e-ISSN 2686-3529 Vol. 1 No. perawatan kulit semakin beragam dan terus berkembang. Sediaan shooting gel merupakan sediaan yang baru trend di masyarakat yang diproduksi di Korea digunakan untuk mengembalikan hidrasi kulit. Sediaan shooting gel ini mengandung bahan aktif dengan konsentrasi yang tinggi sehingga diharapkan mampu bekerja semaksimal mungkin mengembalikan kelembapan kulit. Tujuan penelitian ini membuat sediaan shooting gel menggunakan bahan aktif kombinasi bahan pelembab alami dari sari lidah buaya dan buah rambutan dengan menggunakan parameter yang digunakan adalah kemungkinan timbulnya iritasi pada kulit dan karakteristik fisik pada sediaan. Sifat fisik sediaan yang baik akan berpengaruh terhadap efek farmakologi. Iritasi yang terjadi ditandai dengan timbulnya eritema atau kemerahan pada kulit yang disebabkan karena terjadi dilatasi pembuluh Iritasi juga bisa terjadi udema yang diamati dengan terjadinya perbesaran plasma yang membeku pada daerah yang terluka dan dipercepat dengan adanya jaringan fibrosa yang menutupi daerah tersebut (Latifah et al. , 2. Dari penelitian ini diharapkan dapat mengetahui pengaruh konsentrasi kombinasi lidah buaya dan buah rambutan sediaan shooting gel pada sifat fisik dan indeks dengan bagian kulit buahnya. gel lidah buaya dan daging buah anggur dihaluskan dan disaring sehingga menyerupai gel. Basis gel dibuat dengan cara mengembangkan karbopol dan HPMC dengan aqua panas lalu dicampur dengan bahan lain seperti gliserin. TEA, aquadest sedikit demi sedikit sampai membentuk basis gel. Kombinasi lidah buaya dan buah anggur ditambahkan basis gel sesuai masing-masing konsentrasi sampai dengan homogen. METODE PENELITIAN Alat dan bahan penelitian Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah gel lidah buaya, daging buah rambutan, aquadest dan bahan dasar shooting gel dengan derajat farmasetis meliputi karbopol. HPMC, propilenglikol, gliserin. TEA, nipagin, alcohol, essens dan Alat yang digunakan meliputi kompor listrik, seperangkat alat glass, mortir stamper, timbangan analitik . , alat uji daya sebar, alat uji daya lekat, pemanas air, pH meter (Hanna Instrumen. , dan Viskosimeter (Brookfield DV II Pr. Formulasi shooting gel kombinasi lidah buaya dan buah rambutan Formula sediaan shooting gel dilihat pada tabel 1. Shooting gel dibuat dengan memisahkan bahan gel lidah buaya dari kulit daun dan bagian daging buah rambutan Tabel 1. Formulasi shooting gel lidah buaya konsentrasi 85%, 90% dan 95% Bahan FI. FII . Fi. Bahan aktif LB* BR** Basis Karbopol HPMC Propilenglikol Gliserin TEA Nipagin Alkohol Essens Aquadest Total . Total (%) *LB = Lidah buaya, **BR = Buah rambutan Evaluasi Sifat Fisik shooting gel kombinasi lidah buaya dan buah Pemeriksaan Homogenitas Pemeriksaan homogenitas dilakukan dengan menggunakan gelas objek. Sejumlah tertentu sediaan jika dioleskan pada sekeping kaca atau bahan transparan lain yang cocok, sediaan harus menunjukkan susunan yang homogen dan tidak terlihat adanya butiran kasar (Ditjen POM, 1. Uji Viskositas Viskositas shooting gel ditentukan dengan Viskosimeter Brookfield dengan spindle 63 Jurnal Farmasi & Sains Indonesia. April 2018 p-ISSN 2621-9360 e-ISSN 2686-3529 Vol. 1 No. dan 10 rpm kemudian dicatat hubungan antara beban dan rpm (Sinko, 2. Uji Daya Sebar Sebanyak 0,5 g shooting gel diletakkan diatas kaca yang berdiameter 7 cm, kaca lainnya diletakkan diatasnya dan dibiarkan selama 1menit. Diameter sebar shooting gel diukur setelah 1 menit. ditambahkan beban 50 g, 100 g, 150 g, 200 g dan 250 g dan didiamkan selama 1 menit kemudian diukur diameter yang konstan (Safriani et al. , 2. Uji Daya Lekat Ditimbang shooting gel 0,5 g diletakkan di atas gelas obyek. Diletakkan gelas obyek yang lain di atasnya. Diberi beban 50 g selama 1menit. Kemudian ditarik dengan beban seberat 80 g. Dicatat waktunya hingga kedua gelas obyek tersebut terlepas (Latifah et al. , 2. Uji pH Sebanyak 0,5 g shooting gel dicek pH dengan pH meter (Bhinge et al. , 2. Uji Iritasi Dalam uji iritasi, rancangan percobaan yang Rancangan Acak Lengkap. Pada penelitian ini terdapat 3 perlakuan, masing-masing perlakuan 3 ekor Gel yang diuji yaitu gel yang mengandung basis . FI. FII. Fi. Tikus yang telah diaklimatisasi masing-masing dicukur rambutnya pada bagian punggung dengan luas 3x3 cm sisi kanan dan kiri, kemudian dioleskan krim depilatori (VeetA Cream Hair Remova. untuk membersihkan rambut tikus yang tersisa. Selanjutnya, tepat di tengah bagian punggung yang dicukur dibuat tanda kotak sebagai area pengolesan dengan luas 2x2 cm untuk tiap daerah uji. Setelah 24 jam, bahan uji dioleskan pada bagian yang bertanda kotak sebanyak 0,5 gram, ditutup kasa dan plester, lalu didiamkan selama 24 Setelah 24 jam, dibuka dan dibilas dengan air. Pengamatan dilakukan setelah 40 menit. Parameter yang diamati adalah terjadinya eritema dan oedema. Permukaan kulit diamati untuk setiap perubahan yang terlihat seperti eritema . dan oedema . setelah 24, 48 dan 72 jam dari aplikasi formulasi (Bachhav and Patravale, 2. Data yang diperoleh dianalisis untuk memperoleh indeks iritasi primer kulit . rimary irritation index/PII) dengan rumus sebagai berikut : Nilai PII digunakan untuk menentukan tingkat iritasi tersaji dalam tabel 2. Kategori nilai kulit setelah pengamatan dilihat berdasarkan tabel 3 (Kuncari et al. , 2. Tabel 2. Kategori Respon dan Iritasi Kategori Indeks iritasi primer Tidak berarti 0 Ae 0,4 Iritasi ringan 0,5 Ae 1,9 Iritasi sedang 2 Ae 4,9 Iritasi parah 5,0 Ae 8,0 Tabel 3. Kategori Nilai Keadaan Kulit Eritema Oedema Jenis Nilai Jenis Nilai Tidak ada oedema Oedema sangat ringan Eritema tampak jelas Oedema ringan . epi & pembesaran Eritema sedang sampai kuat Oedema sedang . etebalan A 1 m. 3 Eritema parah Oedema parah . etebalan > 1 m. Tidak ada eritema Sedikit eritema . amper HASIL DAN PEMBAHASAN Pada penelitian ini dibuat sediaan shooting gel karena sediaan tersebut mengandung komponen bahan aktif yang tinggi sehingga diharapkan efek yang ditimbulkan akan cepat tepat pada sasaran sehingga kulit dapat terhidrasi Jurnal Farmasi & Sains Indonesia. April 2018 p-ISSN 2621-9360 e-ISSN 2686-3529 Penentuan Mutu Fisik Sediaan Homogenitas dan organoleptis Semua formula sediaan shooting gel dihasilkan berupa gel yang jernih dan tidak diperolehnya butiran-butiran kasar, maka semua formula sediaan shooting gel dikatakan homogen. Data organoleptis shooting gel pada formula I (FI), formula II (FII) dan formula i (F. tersaji dalam tabel 4 dan gambar 1. Vol. 1 No. Tabel 4. Organoleptis shooting gel Organoleptis FI FII Fi Bentuk Gel Gel Gel Bau Khas Khas Khas rambuta Rambut rambut Warna Kuning Kuning Jernih Jernih Kuning Jernih Gambar 1. Sediaan shooting gel kombinasi lidah buaya dan buah rambutan Penentuan pH Hasil pengujian pH sediaan semua formula bersifat asam sehingga dapat dikatakan sediaan memenuhi kriteria sediaan kulit dimana sebaiknya memiliki pH yang kurang lebih sama dengan pH kulit sehingga tidak mudah mengiritasi kulit yaitu berkisar antara 4,5-7 (Swastika et all. , 2. Hal ini juga dapat didukung dari uji iritasi tidak timbul iritasi pada kulit tikus. Hasil pH dapat dilihat pada gambar 2. Gambar 2. Grafik hasil uji pH Gambar 3. Grafik hasil uji viskositas Penentuan Uji Viskositas Dari hasil uji viskositas menunjukkan bahwa semakin meningkatnya konsentrasi bahan aktif . ombinasi lidah buaya dan buah rambuta. menjadi menurunnya viskositas Hal disebabkan karena semakin meningkatnya konsentrasi bahan aktif semakin sedikit basis gel yang digunakan dalam formulasi sediaan shooting gel. Data tersebut dapat dilihat pada gambar 3. Penentuan Uji Daya Lekat Uji daya lekat yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui kemampuan sediaan shooting gel melekat pada kulit. Hasil uji daya lekat bisa dilihat pada gambar 4. Jurnal Farmasi & Sains Indonesia. April 2018 p-ISSN 2621-9360 e-ISSN 2686-3529 Vol. 1 No. Gambar 4. Grafik hasil uji daya lekat Persyaratan daya lekat untuk sediaan topical tidak kurang dari 4 detik (Ulaen et al. Pada penelitian ini daya lekat sediaan shooting gel belum memenuhi ketentuan yang ada karena masih kurang dari 4 detik. Peningkatan konsistensi semakin encer sehingga daya lekat juga turun hal ini sebanding dengan viskositas sediaan. Penentuan uji daya sebar Penentuan daya sebar pada sediaan topikal dilakukan untuk melihat kemampuan menyebar pada kulit. Hasil uji daya sebar sediaan shooting gel dapat dilihat pada Syarat daya sebar untuk sediaan topical adalah 5-7 cm (Ulaen et al. , 2. Pada penelitian ini daya sebar yang di dapat memenuhi syarat yang di tentukan. Semakin tinggi konsentrasi semakin besar daya sebarnya. Hal ini dikarenakan komponen air yang berasal dari bahan aktif lidah buaya dan buah rambutan dalam shooting gel semakin tinggi pada konsentrasi yang semakin besar. Data tersebut dapat dilihat pada gambar 5. Gambar 5. Grafik Hasil Daya Sebar Penentuan Uji Daya Iritasi Pada penelitian ini dilakukan uji keamanan sediaan shooting gel dengan perlakuan uji iritasi pada kulit tikus putih jantan galur wistar. Dari hasil analisis indeks iritasi primer (PII) pada tabel 2 menunjukkan angka 0 yang berarti keempat formulasi gel tidak terlihat adanya efek samping berupa Hal kombinasi lidah buaya dan buah rambutan tidak menimbulkan efek iritasi pada kulit sehingga aman dalam penggunaannya. Hal tersebut kemungkinan disebabkan karena pH sediaan shooting gel dibuat sesuai dengan derajat keasaman kulit sehingga penggunaannya tidak mengakibatkan iritasi. Data penentuan indeks iritasi tersaji pada KESIMPULAN Sediaan shooting gel dengan variasi konsentrasi kombinasi bahan aktif lidah mempengaruhi sifat fisik shooting gel yang Semakin tinggi konsentrasi bahan aktif, maka didapatkan semakin kecil viskositas sehingga semakin besar daya sebarnya dan sebanding dengan daya lekat yang turun. Sedangkan nilai pH bervariatif, setelah naik pada konsentrasi 90%, pH sediaan turun kembali pada konsentrasi Shooting gel konsentrasi kombinasi lidah buaya dan buah rambutan 85%, 90% Jurnal Farmasi & Sains Indonesia. April 2018 p-ISSN 2621-9360 e-ISSN 2686-3529 dan 95% memiliki indeks iritasi 0 yang artinya shooting gel pada masing-masing konsentrasi tidak menyebabkan iritasi pada kulit tikus jantan wistar . DAFTAR PUSTAKA