Effendy dan Dewi: Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Profitabilitas FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PROFITABILITAS Angela Effendy* dan Sofia Prima Dewi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tarumanagara Jakarta *Email: angelaeffendy@gmail. Abstract: This study aims to obtain empirical evidence regarding the effect of liquidity, leverage, and company size on profitability. The subjects in this study were manufacturing companies in the primary consumer goods sector that were consistently listed on the Indonesia Stock Exchange for 4 years, namely the 2019-2022 period. This study used 29 manufacturing companies in the primary consumer goods sector which had been selected through a purposive sampling method with a total of 116 data for four years. The data processing technique uses multiple regression analysis which is processed using the Eviews version 12 program. The results of this study indicate that liquidity and firm size do not have a positive effect on profitability, and leverage has a negative effect on profitability. Keywords: Profitability. Liquidity. Leverage. Company Size Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti secara empiris mengenai pengaruh likuiditas, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap profitabilitas. Subyek dalam penelitian ini merupakan perusahaan manufaktur sektor barang konsumen primer yang terdaftar secara konsisten di Bursa Efek Indonesia selama 4 tahun yaitu periode 20192022. Penelitian ini menggunakan 29 perusahaan manufaktur sektor barang konsumen primer yang telah diseleksi melalui metode purposive sampling dengan total 116 data selama empat tahun. Teknik pengolahan data menggunakan analisis regresi berganda yang diolah menggunakan program Eviews versi 12. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa likuiditas dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh positif terhadap profitabilitas, serta leverage berpengaruh negatif terhadap profitabilitas. Kata kunci: Profitabilitas. Likuiditas. Leverage. Ukuran Perusahaan Pendahuluan Kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi yang pesat dalam era society 5. ini membuat persaingan antar perusahaan menjadi semakin ketat. Hal ini menyebabkan persaingan antara industri yang sejenis maupun keseluruhan menjadi sangat kompetitif. Perusahaan manufaktur dari sektor barang konsumen primer juga tidak luput terkena imbas dari ketatnya persaingan ini. Upaya perusahaan untuk mempertahankan perusahaannya dan menjadi yang terbaik, memotivasi perusahaan untuk menyusun strategi dan melakukan berbagai inovasi agar perusahaan dapat bertahan dan terhindar dari kebangkrutan. Salah satu tujuan fundamental perusahaan adalah memaksimalkan laba (Supitriyani et al. , 2. Terlebih dalam situasi perekonomian sekarang. Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 897-906 Effendy dan Dewi: Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Profitabilitas perusahaan semakin didorong untuk terus memperhatikan dan meningkatkan profit Menurut Sunarta and Kurniawan . , profitabilitas menjadi faktor utama dalam mengukur kemampuan perusahaan untuk meraih keuntungan dan mengelola kebijakan keuangan serta keputusan operasional secara efisien. Profitabilitas dapat diukur menggunakan Return on Asset (ROA). Zaitoun dan Alqudah . mendeskripsikan ROA sebagai sebuaah indikator pengukur profitabilitas yang menghitung rasio laba perusahaan terhadap total aset perusahaan. ROA digunakan untuk mengukur bagaimana perusahaan memanfaatkan aset yang dimiliki perusahaan untuk menghasilkan laba. Return on Asset (ROA) memiliki kelebihan yaitu dapat dengan mudah dipahami dan diperhitungkan sebagai parameter kinerja perusahaan dalam memanfaatkan aset yang dimiliki perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Return on Asset (ROA) dapat juga menjadi bahan evaluasi terhadap implementasi kebijakan atau strategi yang telah dijalankan perusahaan. Zaitoun dan Alqudah . melakukan penelitian mengenai pengaruh likuiditas dan leverage terhadap profitabilitas pada perusahaan industri manufaktur di Yordan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa likuiditas dan leverage berpengaruh positif terhadap profitabilitas. Penelitian yang membahas mengenai faktor-faktor yang memengaruhi profitabilitas sebenarnya telah banyak dilakukan, namun setiap hasil penelitian menunjukkan ketidakkonsistenan. Maka dari itu perlu dilakukanlah penelitian kembali untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi profitabilitas. Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian Zaitoun dan Alqudah . namun terdapat perbedaan dimana pada penelitian ini ditambahkan satu variabel independen yaitu ukuran perusahaan. Alasan peneliti menambahkan ukuran perusahaan sebagai faktor yang memengaruhi profitabilitas adalah karena ukuran perusahaan memengaruhi minat pembeli untuk berbelanja pada perusahaan tersebut dan biasanya pada perusahaan yang besar produk yang dihasilkan lebih dapat dipercaya. Hal ini berdampak pada penjualan yang meningkat sehingga laba yang dihasilkan perusahaan tersebut juga akan meningkat. Laba yang meningkat akan meningkatkan rasio profitabilitas perusahaan. Berdasarkan masalah diatas dan ketidakkonsistenan peneliti sebelumnya, peneliti melakukan penelitian ini yang diberi judul AuPENGARUH LIKUIDITAS. LEVERAGE. DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PROFITABILITASAy. Kajian Teori Signaling Theory. Besley dan Brigham . 8: . mendeskripsikan signaling theory sebagai sebuah kegiatan untuk memberikan informasi dan pandangan kepada investor oleh manajemen perusahaan mengenai prospek perusahaan. Jika informasi yang dipublikasi bersifat baik, maka pasar diharapkan juga dapat bereaksi secara positif terhadap informasi tersebut. Sinyal yang diberikan perusahaan dapat berupa sinyal positif maupun negatif dan inilah yang kemudian akan menjadi dasar pengambilan keputusan para investor. Informasi dapat menjadi sinyal positif bagi para investor jika menunjukkan bahwa perusahaan tersebut terlihat memiliki prospek yang baik di masa depan, sehingga menarik minat investor dalam bertransaksi saham. Agency Theory. Menurut Jensen dan Meckling . , agency theory merupakan hubungan kontraktual keagenan di mana terdapat satu atau lebih orang yang merupakan principal mempekerjakan orang lain sebagai agent untuk melakukan beberapa layanan Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 897-906 Effendy dan Dewi: Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Profitabilitas tertentu atas nama mereka, yang berarti bahwa agen diberikan otoritas pengambilan Pihak principal atau pemilik memberikan agent pertanggungjawaban dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan operasional perusahaan, sehingga dapat juga diartikan bahwa principal mempercayakan agent untuk menjalankan tugas-tugas tertentu berdasarkan perjanjian kontrak kerja yang telah disetujui. Irwansyah et al. menyatakan bahwa agency theory mengasumsikan bahwa masing-masing pihak, yaitu pemilik . ataupun manajer . , bertindak sesuai kemauannya untuk mencapai kepentingan mereka sendiri. Kedua pihak berusaha mengoptimalkan keperluannya sendiri sehingga manajer sebagai agen tidak selalu akan melakukan apa yang sesuai dengan kepentingan pemegang saham, sehingga akan terjadi konflik kepentingan . onflict of interes. Selain itu, konflik juga dapat terjadi akibat adanya informasi asimetri . symmetric informatio. , dimana pihak agent secara umum mempunyai informasi yang lebih lengkap mengenai posisi keuangan perusahaan yang sebenarnya, serta mengetahui lebih banyak mengenai posisi operasi perusahaan dibandingkan pihak principal. Pecking Order Theory. Pecking order theory menyatakan bahwa manajer lebih memilih pendanaan internal daripada eksternal, dan ketika dana dari luar diperlukan, perusahaan akan lebih memilih hutang daripada ekuitas karena biaya informasinya yang lebih rendah (Guizani, 2. Teori ini menyarankan agar perusahaan seharusnya mendanai investasi atau operasional perusahaan dengan menggunakan retained earnings atau pendanaan internal terlebih dahulu karena memiliki risiko yang paling rendah, kemudian apabila pendanaan internal dirasa kurang, dapat menggunakan utang yang memiliki risiko terendah ke tertinggi, dan akhirnya dengan penerbitan ekuitas atau Penerbitan ekuitas atau saham merupakan alternatif terakhir dalam teori ini. Hal ini dilakukan untuk menghindari transfer kekayaan ke pihak luar, meminimalkan biaya informasi asimetri, dan menghindari kesulitan keuangan. Profitabilitas. Kegunaan rasio profitabilitas menurut Siswanto . 1: . adalah untuk mengevaluasi kapasitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya, seperti aset, modal, atau pendapatan penjualan. Rasio profitabilitas digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan (Masyitah dan Harahap, 2. Hidayat . menyatakan bahwa profitabilitas juga digunakan untuk mengukur apakah para pemegang saham dapat memperoleh keuntungan yang wajar dari investasinya, sehingga profitabilitas dapat dikatakan sebagai salah satu matriks penting yang dapat digunakan untuk menilai seberapa baik kinerja perusahaan untuk menghasilkan profit. Likuiditas. Likuiditas mengukur kemampuan perusahaan terutama ketersediaan kas dalam membayar kewajiban yang jatuh tempo (Endri et al. , 2. Hidayat . juga mendefinisikan likuiditas sebagai kapabilitas perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan memadai. Likuiditas juga menggambarkan sejauh mana suatu aktiva dalam perusahaan dapat dengan mudah diubah menjadi kas tanpa mengalami penurunan nilai. Leverage. Siswanto . 1: . mendefinisikan rasio leverage sebagai rasio untuk mengukur seberapa besar penggunaan utang dalam pembelanjaan perusahaan. Sumardi dan Suharyono . 0: . juga menyatakan bahwa rasio leverage menggambarkan/memperlihatkan sampai seberapa besar perusahaan tersebut dibelanjai dengan modal asing, sehingga leverage dapat diartikan juga sebagai pinjaman modal atau utang yang digunakan dalam kegiatan perusahaan untuk meningkatkan return atau Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 897-906 Effendy dan Dewi: Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Profitabilitas keuntungan bagi suatu perusahaan maupun investasi, dimana dalam menggunakannya perusahaan harus membayar biaya tetap. Ukuran Perusahaan. Ukuran perusahaan merupakan suatu ukuran dari besar kecilnya suaru perusahaan (Sari, 2. Ukuran perusahaan dapat menjadi tolok ukur untuk menilai kinerja perusahaan, karena kinerja perusahaan yang baik akan berdampak pada naiknya total aset yang dimiliki sehingga meningkatkan ukuran perusahaan tersebut (Widiastari dan Yasa, 2. Yang mana berarti bahwa ukuran pendapatan, total aktiva, dan total ekuitas yang semakin besar akan menggambarkan semakin kuatnya kondisi perusahaan tersebut. Kaitan Antar Variabel Likuiditas dan Profitabilitas. Hasil penelitian Zaitoun dan Alqudah . dan Goso . menyimpulkan bahwa likuiditas berpengaruh positif terhadap Likuiditas yang semakin tinggi, mencerminkan pengelolaan keuangan yang baik sehingga akan menimbulkan dana yang cukup bagi perusahaan untuk menjalankan kegiatan operasionalnya, yang mana akan memperlancar kinerja perusahaan dalam menghasilkan pendapatan dan akan meningkatkan profitabilitas Hasil penelitian Sukmayanti dan Triaryati . menyimpulkan bahwa likuiditas berpengaruh negatif terhadap profitabilitas. Penempatan dana yang terlalu besar ke dalam aktiva lancar akan berdampak pada semakin tingginya likuiditas perusahaan, namun menyebabkan dana yang seharusnya digunakan untuk investasi yang menguntungkan bagi perusahaan hanya menumpuk untuk memenuhi likuiditas perusahaan sehingga menyebabkan profitabilitas menurun. Hasil penelitian Gunawan et . menyimpulkan bahwa likuiditas tidak berpengaruh terhadap profitabilitas. Likuiditas tidak akan dapat berpengaruh terhadap profitabilitas apabila aset lancar perusahaan tersebut tidak digunakan secara maksimal untuk menghasilkan pendapatan dari kegiatan operasionalnya. Leverage dan Profitabilitas. Hasil penelitian Lusy et al. menyimpulkan bahwa leverage berpengaruh positif terhadap profitabilitas. Semakin meningkatnya hutang perusahaan juga meningkatkan motivasi perusahaan untuk menghasilkan profit agar perusahaan dapat memenuhi kewajibannya membayar hutang. Hasil penelitian Kelvin dan Nariman . menyimpulkan bahwa leverage berpengaruh negatif terhadap profitabilitas. Pada saat perusahaan melakukan pinjaman dari pihak eksternal lebih banyak, maka beban bunga yang harus ditanggung oleh perusahaan juga semakin besar, sehingga menyebabkan terjadinya penurunan terhadap profitabilitas. Hasil penelitian Sunarta dan Kurniawan . menyimpulkan bahwa leverage tidak berpengaruh terhadap profitabilitas. Hal ini dapat terjadi karena ekuitas yang dimiliki perusahaan masih dapat melunasi hutangnya, sehingga perusahaan tidak perlu menggunakan aset perusahaan untuk melunasi hutang. Aset perusahaan tersebut tetap dapat digunakan maksimal untuk mendapatkan profit. Ukuran Perusahaan dan Profitabilitas. Hasil penelitian Endri et al. menyimpulkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap profitabilitas. Semakin besar suatu perusahaan maka aset yang dimiliki juga cenderung semakin besar, sehingga perusahaan dapat dengan efisien mengelola produksi dan operasionalnya sehingga menghasilkan penjualan dan keuntungan yang lebih tinggi. Hasil penelitian Simbolon et al. dan Sukmayanti dan Triaryati . menyimpulkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap profitabilitas. Semakin besar Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 897-906 Effendy dan Dewi: Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Profitabilitas perusahaan juga dapat berarti jumlah pinjaman hutang yang diperlukan akan lebih tinggi untuk keperluan kegiatan operasionalnya. Penggunaan hutang perusahaan yang tinggi namun tidak diimbangi dengan meningkatnya tingkat pengembalian atas modal akan berdampak pada menurunnya profitabilitas. Hasil penelitian Abeyrathna dan Priyadarshana . dan Goso . menyimpulkan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap profitabilitas. Peningkatan penjualan dalam perusahaan besar bukan selalu berarti profitabilitas perusahaan ikut meningkat karena biaya perusahaan juga akan ikut meningkat seiring dengan penjualannya sehingga laba yang diperolehnya lebih kecil dari yang seharusnya. Pengembangan Hipotesis Likuiditas merupakan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban atau hutang jangka pendeknya. Likuiditas yang tinggi berarti perusahaan tersebut memiliki kemampuan yang baik dalam mengonversikan asetnya menjadi kas untuk membayar Hal ini menggambarkan pengaturan keuangan atau kemampuan finansial pada perusahaan tersebut baik. Apabila kemampuan finansial perusahaan baik maka perusahaan akan mempunyai dana yang cukup untuk menjalankan kegiatan operasionalnya, sehingga profit yang dihasilkanpun akan tinggi. Berdasarkan penjelasan tersebut, maka dirumuskanlah hipotesis Ha1: Likuiditas memiliki pengaruh positif terhadap profitabilitas. Leverage merupakan pinjaman dana atau hutang dalam aktivitas bisnis yang digunakan untuk menghasilkan keuntungan. Leverage yang tinggi artinya perusahaan memiliki hutang yang besar, yang mana hal ini berdampak pada beban yang tinggi karena harus membayarkan kewajibannya ditambah lagi dengan bunganya. Beban yang tinggi ini dapat mengurangi profit yang diterima perusahaan sehingga profitabilitas perusahaan tersebut akan menurun. Berdasarkan penjelasan tersebut, maka dirumuskanlah hipotesis Ha2: Leverage memiliki pengaruh negatif terhadap Ukuran perusahaan merupakan pengukuran yang menggambarkan besar kecilnya Perusahaan yang besar cenderung lebih memiliki nama yang dikenal dan anak cabang yang banyak sehingga cakupan pendapatannya lebih luas dan banyak. Ukuran perusahaan yang besar juga mencerminkan bahwa perusahaan tersebut memiliki pengalaman dan strategi yang baik dalam mengelola bisnisnya. Selain itu, perusahaan besar umumnya juga akan memiliki aset yang besar, yang dapat digunakan untuk menghasilkan profit yang lebih tinggi. Dari penjelasan tersebut tersimpulkan bahwa semakin besar suatu perusahaan cenderung meningkat pula profitabilitas perusahaan tersebut. Berdasarkan penjelasan tersebut, maka dirumuskanlah hipotesis Ha3: Ukuran perusahaan memiliki pengaruh positif terhadap profitabilitas. Penelitian ini dapat disusun kerangka pemikiran seperti gambar yang ada dibawah Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 897-906 Effendy dan Dewi: Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Profitabilitas Likuiditas Leverage Ukuran Perusahaan Ha1 ( ) Ha2 (-) Profitabilitas Ha3 ( ) Gambar 1. Kerangka Pemikiran Metodologi Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif menggunakan data sekunder yang diambil dari Bursa Efek Indonesia pada periode 2019-2022. Purposive sampling menjadi teknik pemilihan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah, dengan persyaratan: perusahaan-perusahaan yang menyajikan laporan keuangan yang berakhir pada tanggal 31 Desember. Jumlah keseluruhan sampel dalam penelitian ini adalah sebesar 29 perusahaan sektor barang konsumen primer periode 2019-2022. Penelitian ini menggunakan operasionalisasi variabel dan alat ukur sebagai berikut: Variabel Profitabilitas Likuiditas Leverage Tabel 1. Operasionalisasi Dan Pengukuran Variabel Ukuran Skala Sumber Rasio Zaitoun dan Alqudah Rasio Zaitoun dan Alqudah Rasio Zaitoun dan Alqudah Ukuran Perusahaan Nominal Goso . Hasil Uji Statistik dan Kesimpulan Uji asumsi klasik perlu untuk dilakukan terlebih dahulu sebelum masuk dalam uji Dalam penelitian ini, uji asumsi klasik yang digunakan terdiri dari uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi. Pada penelitian ini, uji normalitas dapat dilakukan dengan uji normalitas Jarque-Bera. Dalam uji normalitas Jarque-Bera, data dapat dinyatakan berdistribusi normal apabila nilai probabilitas Jarque-Bera > 0,05. Nilai probabilitas Jarque-Bera dalam penelitian ini menunjukkan angka 0,481065 atau > 0,05, yang dapat disimpulkan bahwa data yang digunakan dalam penelitian ini sudah berdistribusi normal dan layak untuk digunakan. Uji Harvey digunakan sebagai alat ukur pengujian heteroskedastisitas dalam penelitian Nilai signifikansi yang diterapkan adalah 0,05, yang artinya model penelitian dapat disimpulkan terjadi heteroskedastisitas apabila nilai probabilitas Chi-Square berada di bawah 0,05. Nilai probabilitas Chi-Square dalam penelitian ini adalah senilai 0,2590 atau lebih besar dibandingkan dengan nilai signifikansi 0,05 sehingga dapat Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 897-906 Effendy dan Dewi: Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Profitabilitas disimpulkan bahwa model penelitian ini tidak mengalami masalah heteroskedastisitas. Untuk melihat apakah terdapat korelasi antara satu variabel independen dengan yang lainnya, maka perlu dilakukan pengujian multikolinearitas. Batas tolerasi nilai korelasi dalam uji multikolinearitas adalah 0,80. Hasil uji yang dilakukan menunjukkan bahwa seluruh variabel independen dalam uji multikolinearitas memiliki nilai koefisien korelasi < 0,80 sehingga tidak terjadi multikolinearitas. Uji autokorelasi dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji Durbin-Watson, yaitu dengan melihat nilai Durbin-Watson (DW) yang diperoleh. Suatu model dikatakan tidak terdapat autokorelasi apabila nilai Durbin-Watson yang diperoleh berada di antara -2 sampai 2. Dalam penelitian ini. Durbin-Watson stat menunjukkan nilai sebesar 1,636065 sehingga membuktikan tidak adanya autokorelasi dalam model penelitian ini. Uji parsial atau uji t merupakan uji hipotesis yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari variabel independen secara parsial atau masing- masing terhadap variabel Batas nilai pada p-value dalam pengujian ini adalah sebesar 0,05 atau 5%. Jika nilai p-value < 0,05 membuktikan H0 ditolak dan Ha diterima, yang artinya variabel bebas tersebut berpengaruh secara parsial terhadap variabel terikat. Tabel 2 dibawah ini merupakan hasil uji pengaruh . Tabel 2. Hasil Uji Model (Uji . Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. -0,246289 0,180398 1,365255 0,1758 0,008203 0,009892 0,829239 0,4093 DER -0,054076 0,008304 -6,512155 0,0000 SIZE 0,004923 0,005963 Variable Berdasarkan pada hasil pengujian yang ada dalam tabel 2, dapat terlihat bahwa profitabilitas tidak dipengaruhi secara positif oleh likuiditas. Pernyataan ini dibuktikan dari didapatkannya nilai p-value CR sebesar 0,4093 dengan nilai koefisien regresi yang positif sebesar 0,008203. Hasil tersebut tidak sejalan dengan Ha1 dimana likuiditas berpengaruh secara positif terhadap profitabilitas, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha1 tidak diterima. Dapat terlihat juga dari hasil yang didapat bahwa profitabilitas dipengaruhi secara negatif oleh leverage. Pernyataan ini dibuktikan dari didapatkannya nilai p-value DER sebesar 0,0000 dengan nilai koefisien regresi yang negatif sebesar 0,054076. Hasil tersebut sejalan dengan Ha2 dimana leverage memiliki pengaruh secara negatif terhadap profitabilitas, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha2 diterima. Yang terakhir juga dapat terlihat bahwa profitabilitas tidak dipengaruhi secara positif oleh ukuran perusahaan. Pernyataan ini dibuktikan dari didapatkannya nilai p-value SIZE sebesar 0,4114 dengan nilai koefisien regresi yang positif sebesar 0,004923. Hasil tersebut tidak sejalan dengan Ha3 dimana ukuran perusahaan memilliki pengaruh secara positif terhadap profitabilitas, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha3 tidak diterima. Diskusi Berdasarkan hasil uji hipotesis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa likuiditas tidak memiliki pengaruh positif terhadap profitabilitas. Likuiditas hanya mencerminkan kemampuan perusahaan untuk mengubah aset menjadi uang tunai. Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 897-906 Effendy dan Dewi: Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Profitabilitas sedangkan profitabilitas mengukur sejauhmana perusahaan menghasilkan laba dari kegiatan operasionalnya. Likuiditas tidak akan dapat berpengaruh terhadap profitabilitas apabila aset lancar perusahaan tersebut tidak digunakan dengan maksimal untuk menghasilkan pendapatan dari kegiatan operasionalnya. Hasil penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian Supitriyani et al. Endri et al. Frederick dan Dewi . Sunarta dan Kurniawan . Simbolon et al. Syahputri et al. serta Kelvin dan Nariman . yang menyatakan bahwa likuiditas tidak berpengaruh positif terhadap profitabilitas. Hasil uji yang dilakukan menunjukkan bahwa leverage memiliki pengaruh negatif terhadap profitabilitas. Ketika perusahaan menggunakan utang untuk membiayai operasional atau investasi, perusahaan juga harus membayar bunga atas utang tersebut. Beban bunga ini dapat mengurangi laba perusahaan secara Semakin tinggi tingkat utang perusahaan, semakin besar beban bunga yang harus ditanggung, sehingga pada akhirnya dapat mengurangi profit perusahaan. Hasil penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian Endri et al. Fauziyah dan Djamaluddin . Frederick dan Dewi . Goso . , dan Kelvin dan Nariman . yang menyatakan bahwa leverage berpengaruh negatif terhadap profitabilitas. Hasil uji yang dilakukan menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak memiliki pengaruh positif terhadap profitabilitas. Profitabilitas perusahaan tidak dapat dilihat berdasarkan ukurannya, baik itu perusahaan besar maupun perusahaan kecil. Perusahaan besar cenderung memiliki beban yang lebih besar yang dapat mengurangi Sementara perusahaan kecil mungkin memiliki beban yang lebih kecil, tetapi pendapatannya belum tentu sebesar perusahaan besar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ukuran perusahaan tidak dapat menjadi faktor penentu dalam memengaruhi profitabilitas. Hasil penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian Goso . yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh positif terhadap Penutup Penelitian ini memiliki keterbatasan, antara lain: dalam penelitian ini hanya dilakukan pada periode yang terbatas selama 2019-2022 saja dan hanya menggunakan tiga variabel independen yaitu likuiditas, leverage, dan ukuran perusahaan. Saran dari