Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol. 10 No. : Januari - Juni 2025 Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol. No. : Januari - Juni 2025 ISSN 2528-3391 (Prin. ISSN 2776-3153 (Onlin. DOI: http://doi. org/10. Tersedia online di https://jurnalassyifa. Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pemenuhan Nutrisi Selama Masa Kehamilan The Description Of Pregnant Women's Knowledge About The Fulfillment Of Nutrition During Pregnancy In Aceh Besar Regency Mutia Gustari1. Mira Rizkia2. Mariatul Kiftia2 Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh Bagian Keilmuan Keperawatan Maternitas. Fakultas Keperawatan. Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh Corespondensi : mutiagustari17@gmail. ABSTRAK Prevalensi risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada wanita hamil usia 15Ae49 tahun di Aceh tercatat sebesar 20%, dengan proporsi kasus di Aceh Besar mencapai 5,0%. Asupan nutrisi yang memadai sangat penting untuk menunjang kesehatan ibu dan janin, sementara status gizi yang kurang dapat meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan. Pengetahuan yang baik mengenai pemenuhan nutrisi membantu ibu hamil dalam memilih makanan yang tepat selama masa kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang pemenuhan nutrisi di Kabupaten Aceh Besar. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional study. Populasi penelitian berjumlah 3. 113 ibu hamil, dengan sampel sebanyak 107 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive Penilaian pengetahuan nutrisi dilakukan menggunakan kuesioner dari Wakwoya . Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ibu hamil memiliki pengetahuan yang baik mengenai nutrisi, yaitu sebanyak 74,8%. Pengetahuan yang baik tentang nutrisi dapat membantu ibu hamil memenuhi kebutuhan nutrisi selama kehamilan, sehingga mengurangi risiko komplikasi Kata Kunci: Pengetahuan. Nutrisi. Kehamilan ABSTRACT The prevalence of Chronic Energy Deficiency (CHD) risk among pregnant women aged 15-49 years in Aceh was recorded at 20%, with the proportion of cases in Aceh Besar reaching 5. Adequate nutritional intake is essential to support maternal and fetal health, while poor nutritional status can increase the risk of complications during pregnancy. Good knowledge about nutritional fulfillment helps pregnant women to choose the right food during pregnancy. This study aims to describe the level of knowledge of pregnant women about nutritional fulfillment in Aceh Besar District. The method used was descriptive Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol. 10 No. : Januari - Juni 2025 quantitative with a cross-sectional study approach. The study population amounted to 3,113 pregnant women, with a sample of 107 people selected using purposive sampling technique. Assessment of nutritional knowledge was carried out using a questionnaire from Wakwoya . The results showed that the majority of pregnant women had good knowledge about nutrition, which was Good knowledge about nutrition can help pregnant women meet nutritional needs during pregnancy, thereby reducing the risk of pregnancy Keyword: Knowledge. Nutrition. Pregnancy PENDAHULUAN Nutrisi yang tepat merupakan kunci kesehatan ibu dan janin yang berpengaruh secara signifikan terhadap perkembangan dan pertumbuhan janin (Suwandewi et al. , 2. Jika terjadi gizi kurang dapat berdampak terhadap Pertumbuhan Janin Terhambat (PJT). Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), kecil, pendek, kurus, daya tahan tubuh rendah dan risiko meninggal pada janin (Alfarisi et al. , 2. Ketidakcukupan gizi pada ibu hamil menyebabkan Kekurangan Energi kronis (KEK) (Heryunanto et al. , 2. , anemia (Nurrohmah et al. , 2. dan kenaikan berat badan yang tidak sesuai selama kehamilan (Kurniati et al. dimana hal tersebut dapat membahayakan kondisi ibu dan janin. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa prevalensi KEK selama kehamilan berkisar 35-75% di seluruh dunia. Negara berkembang seperti Bangladesh. India. Myanmar. Nepal. Sri Lanka, dan Thailand, memiliki persentase KEK antara 15% - 47% dan 40% kematian ibu di negara berkembang disebabkan oleh KEK (WHO, 2. Ketidakcukupan gizi pada ibu hamil juga dapat menyebabkan anemia. WHO melaporkan sekitar 32,4 juta ibu hamil menderita anemia. Anemia banyak terjadi di negara berkembang, terutama di kawasan Afrika dan Asia Tenggara (WHO, 2. Berdasarkan riset Riskesdas 2018, persentase ibu hamil yang mengalami anemia meningkat hingga 48%. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang masih menghadapi permasalahan gizi selama bertahun-tahun. Masalah gizi di Indonesia masih tinggi termasuk masalah gizi pada ibu hamil. Hal ini tergambar dari angka kejadian anemia dan Kekurangan Energi Kronis (KEK) (Sari. Widiasih. Hendrawati, 2. Berdasarkan data Riskesdas pada tahun 2018, menunjukkan bahwa prevalensi gizi kurang pada ibu hamil sebesar 17,3% dan 48,9 % anemia. Penelitian yang dilakukan oleh Puspitaningrum pada tahun 2018 menyatakan sebesar 65 - 75% kematian perinatal disebabkan oleh bayi BBLR dan 2,3% Ibu hamil yang tidak mendapatkan gizi lengkap seperti berbagai zat gizi mikro dan energi protein seimbang (Puspitaningrum, 2. Kebutuhan nutrisi dilihat bukan hanya dalam porsi yang dimakan tetapi harus ditentukan pada mutu zat-zat gizi yang terkandung dalam makanan yang dikonsumsi (Sari & Pitri, 2. Asupan nutrisi yang cukup selama kehamilan akan meningkatkan derajat kesehatan ibu dan janin. Pada trimester II dan i ibu hamil memerlukan lebih banyak nutrisi untuk pertumbuhan janin dan kenaikan berat badan yang lebih dibandingkan dengan trimester I, dikarenakan ibu hamil pada trimester I lebih sering mengalami morning sickness selama kehamilan. Nutrisi yang cukup dapat Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol. 10 No. : Januari - Juni 2025 mencegah terjadinya komplikasi seperti obesitas selama kehamilan. (Manurung et , 2. Pengetahuan berperan penting bagi ibu hamil dalam pemenuhan nutrisi selama kehamilan, rendahnya tingkat pengetahuan seorang ibu menyebabkan ibu sulit memahami cara pemenuhan nutrisi yang benar selama hamil (Tindaon et al. Kurangnya pengetahuan dan perilaku ibu hamil tentang gizi akan meningkatkan risiko ibu mengalami Kurang Energi Kronis (KEK) dan anemia (Skolmowska et al. , 2. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Tindaon di Sumatra Utara dengan responden berjumlah 31 orang terdapat 14 . ,16%) responden memiliki pengetahuan baik dan sebanyak 17 . ,84%) responden memiliki pengetahuan kurang. Kurangnya pengetahuan berarti ibu tidak memahami cara memberikan nutrisi yang dibutuhkan selama masa kehamilan (Tindaon et al. , 2. Provinsi Aceh memiliki prevalensi risiko KEK pada wanita hamil usia 1549 tahun sebanyak 20% (Dinkes Aceh, 2. Berdasarkan indikator Lingkar Lengan Atas (LILA) didapatkan hasil 4,1% wanita usia subur di Aceh berisiko menderia KEK, dengan proporsi Aceh Besar sebanyak . ,0%) (Dinkes Aceh. Dinas Kesehatan Aceh Besar pada tahun 2023 mencatat setidaknya terdapat 257 kasus ibu hamil dengan KEK yang tersebar di 28 Puskesmas di Kabupaten Aceh Besar. Menurut hasil wawancara dengan 5 ibu hamil di Kabupaten Aceh Besar terkait jenis dan porsi makanan yang dikonsumsi ibu sehari- hari didapatkan data bahwasannya 4 dari 5 ibu hamil mengatakan belum sepenuhnya mengerti tentang menu seimbang yang harus dikonsumsi selama kehamilan, sedangkan 2 dari 5 ibu hamil mengatakan tidak mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) yang diberikan karena merasa mual, jantung berdebar dan sulit tidur di malam hari. 1 dari 5 ibu hamil juga mengatakan sulit dalam mengonsumsi buah-buahan selama masa kehamilan. Berdasarkan fenomena tersebut penelitian ini perlu dilakukan untuk mengidentifikasi pengetahuan ibu hamil tentang pemenuhan nutrisi selama masa kehamilan di Kabupaten Aceh Besar. METODE Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deksriptif kuantitatif dengan desain cross sectional (Pradono. Hapsari & Supardi. , 2. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 107 ibu hamil di 3 Wilayah Puskesmas Kabupaten Aceh Besar yaitu puskesmas Kuta Baro, puskesmas Krueng Barona Jaya dan puskesmas Baitussalam yang dipilih menggunakan metode Stratified Random Sampling. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria sampel ibu hamil dengan trimester II dan i serta bersedia menjadi responden. Pengukuran pengetahuan dilakukan dengan wawancara terpimpin pada ibu hamil dengan kuesioner sebanyak 16 pertanyaan tentang nutrisi dari penelitian Wakwoya. Belachew & Girma . Kuesioner yang digunakan telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Peneliti telah mendapatkan surat lulus uji etik dari Komite Etik Penelitian Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala. Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat gambaran pengetahuan ibu hamil. HASIL Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol. 10 No. : Januari - Juni 2025 Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil sebagai Tabel 1. Data Demografi Responden Demografi Usia ibu Tidak Berisiko . - 35 tahu. Berisiko (< 20 dan > 35 tahu. Usia Kehamilan Trimester II Trimester II Paritas Primipara Multipara Suku Aceh Pendidikan Terakhir Rendah Sedang/Menengah Tinggi Pekerjaan Bekerja Tidak Bekerja Pendapatan Keluarga Ou UMR < UMR Total Frekuensi . Persentase (%) Berdasarkan hasil uraian pada tabel 1 menunjukkan mayoritas responden dalam penelitian ini berada pada kelompok usia tidak berisiko . -35 tahu. yaitu sebanyak 62 responden . ,9%), usia kehamilan mayoritas berada di trimester II sebanyak 55 responden . ,4%), dengan mayoritas kehamilan multipara sebanyak 86 responden . ,4%), pendidikan terakhir mayoritas Menengah (SMA) sebanyak 64 responden . ,8%). Pekerjaan IRT . idak bekerj. sebanyak 80 responden . ,8%), suku aceh sebanyak 107 responden . %) dan penghasilan mayoritas responden < UMR Aceh Besar 2024 (< Rp. sebanyak 86 responden . ,4%). Tabel 2. Pengetahuan Ibu Hamil Pengetahuan Baik Kurang Total Frekuensi . Persentase (%) Berdasarkan tabel 2 menunjukkan bahwa mayoritas ibu hamil memiliki pengetahuan yang baik mengenai pemenuhan nutrisi selama masa kehamilan Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol. 10 No. : Januari - Juni 2025 sebanyak 80 orang . ,8%) dan memiliki pengetahuan yang kurang mengenai pemenuhan nutrisi selama masa kehamilan sebanyak 27 orang . ,2%). PEMBAHASAN Pengetahuan merupakan hasil penginderaan atau pemahaman informasi tentang subjek yang didapatkan melalui pengalaman maupun studi yang diketahui baik oleh satu orang atau lebih. Pengetahuan sangat penting untuk pembentukan perbuatan seseorang yang diterapkan dalam bentuk perilaku (Triyawati & Yuliani. Menurut Husnah & Karuniawati . terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pengetahuan ibu hamil mengenai nutrisi yaitu umur, paritas, pendidikan, pekerjaan, informasi dan motivasi. Pada penelitian ini mayoritas ibu hamil berusia 20-35 tahun memiliki pengetahuan yang baik, dimana semakin bertambahnya usia maka semakin meningkat pula pola pikir ibu hamil sehingga pengetahuan yang diperoleh semakin baik. Penelitian yang dilakukan (Chandra. Yunita. Fatmawati, 2. menyebutkan bahwa Ibu hamil dengan pengetahuan gizi baik dapat memilih asupan makanan yang bernilai gizi baik dan seimbang bagi dirinya sendiri beserta janin dan keluarga, dengan pengetahuan gizi yang cukup dapat membantu ibu hamil belajar bagaimana menyimpan, mengolah serta menggunakan bahan makanan yang berkualitas untuk dikonsumsi menurut Mayoritas ibu hamil dalam penelitian ini multipara, artinya ibu hamil sudah melahirkan lebih dari satu anak, semakin banyak anak yang dimiliki semakin besar pengalaman dan pengetahuan langsung yang dialami ibu hamil. Pernyataan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan (Rinata & Andayani, 2. menyatakan bahwa ibu hamil dengan paritas multigravida mayoritas sudah memiliki gambaran atau pengetahuan mengenai kehamilan dan proses persalinan dari kehamilan sebelumnya. Sehingga saat hamil cenderung lebih mempersiapkan kebutuhan nutrisi, mental dan psikologi. Pada penelitian ini mayoritas ibu hamil berada pada kategori pendidikan menengah atas (SMA), dimana pendidikan mempengaruhi tingkat pemahaman terhadap makanan yang akan dikonsumsi dalam pemenuhan nutrisi saat hamil, hal tersebut dikarenakan tingkat pendidikan dapat meningkatkan kesadaran, memengaruhi proses berpikir, dan membentuk pola pikir, sehingga ibu hamil dapat dengan mudah memperoleh informasi tentang nutrisi yang baik dan akan berpengaruh terhadap pemilihan bahan makan dan pemenuhan kebutuhan nutrisi (Devi. Lumentut & Suparman, 2. Selanjutnya jika dilihat dari segi pekerjaan, mayoritas ibu hamil tidak bekerja (IRT) dengan pengetahuan baik 61 orang. Mayoritas ibu hamil tidak bekerja namun, memiliki pengetahuan yang baik. Hal ini dapat disebabkan karena mayoritas ibu hamil memiliki tingkat Pendidikan menengah yaitu Sekolah Menengah Atas (SMA) serta pemberian edukasi mengenai nutrisi yang didapatkan ibu hamil setiap bulan melalui kegiatan posyandu dimana hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Metasari & Kasmiati . yang menyatakan bahwa walaupun tingkat pendapatan keluarga rendah, tetapi jika ibu hamil memiliki pengetahuan yang cukup tentang makanan bergizi maka terjadi keseimbangan antara masukan makanan dengan kebutuhan makanan yang diperlukan tubuh. Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol. 10 No. : Januari - Juni 2025 Pendapatan keluarga juga berperan dalam menentukan status kesehatan ibu hamil. Dalam penelitian ini, mayoritas ibu hamil memiliki pendapatan keluarga < UMR Kabupaten Aceh Besar (< Rp. sebanyak 86 responden . ,4%) dengan pengetahuan baik 64 orang. Namun, kategori status ekonomi ibu hamil cukup sejahtera untuk memenuhi kebutuhan nutrisi selama kehamilan di dukung dengan PMT yang diberikan berupa telur, sayur, kacang hijau, tempe dan buah yang diberikan setiap bulannya dengan variasi berbeda pada kegiatan posyandu. Berdasarkan penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas ibu hamil di Kabupaten Aceh Besar memiliki pengetahuan yang baik tentang pemenuhan nutrisi selama masa kehamilan di Kabupaten Aceh Besar. Hal ini didukung dengan pemberian edukasi rutin setiap bulan terkait pemenuhan nutrisi selama masa kehamilan pada kegiatan posyandu. SIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan kepada 107 ibu hamil di Kabupaten Aceh Besar didapati pengetahuan ibu hamil tentang pemenuhan nutrisi selama masa kehamilan berada pada kategori baik. SARAN