Jurnal AGRIFOR Volume 24 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 IDENTIFIKASI PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DI AREAL IZIN PINJAM PAKAI KAWASAN HUTAN DENGAN MENGGUNAKAN CITRA SATELIT Rohaya Gani1. Ali Suhardiman2, dan Sumaryono3 Kehutanan. Fakultas Kehutanan. Universitas Mulawarman. Jl Ki Hajar Dewantara Kampus Gunung Kelua. Samarinda. Kalimantan Timur. Indonesia 75119. Indonesia. E-Mail: aya_unhas95@yahoo. 1, 2, 3 Submit: 25-10-2025 Revisi: 04-02-2025 Diterima: 11-02-2025 ABSTRAK Identifikasi Perubahan Tutupan Lahan Di Areal Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan Dengan Menggunakan Citra Satelit. Pesatnya pembangunan di sektor pertambangan mengakibatkan banyaknya penggunaan kawasan hutan yang dilakukan melalui Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan. Pengawasan pemenuhan kewajiban Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan dilakukan melalui kegiatan evaluasi yang memerlukan dana yang besar. Penelitian ini dilakukan untuk menghitung luas perubahan tutupan lahan di areal izin pinjam pakai kawasan hutan dengan menggunakan Citra Satelit serta menganalisis pelaksanaan reklamasi atau revegetasi kewajiban pemegang izin dengan dokumen matriks baseline dan peta perkembangan kemajuan Areal penelitian berada pada PT. Singlurus Pratama. Berdasarkan hasil interpretasi visual pada citra, penambahan luas tutupan lahan pada areal PT. Singlurus Pratama terjadi pada klasifikasi Tanah Terbuka Campur Semak dengan luas 256,35 ha . ,35%). Sedangkan pengurangan luas tutupan lahan pada PT Singlurus Pratama dengan luas sebesar 961,07 ha . ,04%). Berdasarkan hasil analisis perubahan tutupan lahan dan matriks baseline luas reklamasi atau revegetasi sebesar 322,29 ha . ,85%) dan 327,29 ha . ,26%). Kata kunci : Citra Satelit. Evaluasi Pemenuhan kewajiban. Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan. Perubahan Tutupan Lahan. ABSTRACT Identification of Changes in Land Cover in the Area of a Loan to Use a Forest Area Using Satellite Imagery. The rapid development in the mining sector has resulted in the use of forest areas through a Borrowing and Using Forest Area Permit. Monitoring the fulfillment of the Forest Zone Use Loan obligation is carried out through evaluation activities that require large funds. This study was conducted to calculate the extent of land cover change in the area of the borrowing permit using the forest area by using Satellite Imagery and analyzing the implementation of reclamation/revegetation of the obligations of the permit holders with the document of the baseline matrix and map of the progress of mine progress. The research area is at PT. Singslurus Pratama and PT. Semoi Prima Lestari. Based on the results of the visual interpretation of the image, the addition of land cover area in the area of PT. Singlurus Pratama in the Open Land Mixed Campaign classification with an area of 256. 35 ha . 35%) and PT. Semoi Prima Lestari in the Open Land classification with an area of 73 ha . 68%). While the reduction in land cover area at PT Singlurus Pratama and PT. Semoi Prima Lestari in the classification of Secondary Forests was 961. 07 ha . 04%) and 23. 90 ha . 96%) respectively. Based on the results of the analysis there are differences in plant area/revegetation between the results of image interpretation with the company's baseline matrix. Key words : Borrowing License Using Forest Areas. Changes in Land Cover. Evaluation of Fulfillment of obligations. Satellite Imagery. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Identifikasi Perubahan Tutupan Lahan A Gani et al. PENDAHULUAN Potensi batubara di Kalimantan Timur mencapai 37 Miliar ton dengan produksi 148 juta ton pada tahun 2010 dan merupakan 60 % dari total produksi batubara nasional (Ishak, 2. Pada tahun 2011 jumlah kawasan tambang telah mencapai 5,2 juta hektar atau 24,1% dari total luas wilayah propinsi Kalimantan Timur (Jatam. Hal lingkungan yang sangat besar. Kerusakan lingkungan akibat aktivitas penambangan batubara termasuk dalam kategori berat dan sangat berat. Kerusakan ini dapat berupa pemadatan tanah, longsor, sedimentasi, erosi, hilangnya kandungan mikroorganisme tanah, menurunnya kualitas dan kuantitas ketersediaan air, perubahan iklim mikro dan gangguan kesehatan masyarakat sekitar tambang (Yassir & Omon, 2. Selain terjadinya degradasi pada Daerah Aliran Sungai, perubahan bentuk lahan dan terlepasnya logam-logam berat yang dapat (Rahmawaty, 2002. Suprapto, 2008. Gunawan, 2. Akibat kerusakan tersebut, perlu dilakukan suatu upaya untuk memperbaiki kondisi lahan akibat aktivitas pertambangan yaitu melalui kegiatan reklamasi. Sejalan perkembangan pembangunan di sektor pertambangan, maka banyak kawasan hutan yang diperlukan untuk mendukung kepentingan pembangunan di luar kehutanan baik kepentingan strategis maupun untuk kepentingan umum Pada kawasan hutan kegiatan pemberian izin pinjam pakai kawasan hutan dengan mempertimbangkan batasan luas dan jangka waktu tertentu serta kelestarian lingkungan (Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur, 2. Jumlah izin pinjam pakai kawasan hutan untuk kegiatan eksploitasi wilayah Provinsi Kalimantan Timur sampai dengan Juni 2018 pemegang izin yang terdiri dari izin pertambangan, izin jalan umum dan angkutan, izin rumah sakit, izin pembangkit listrik, izin jalan tol (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 2. Sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Kehutanan Republik Indonesia Nomor 27/Menlhk/Setjen/Kum. 1/7/2018 tentang Pinjam Pakai Kawasan Hutan terdapat beberapa kewajiban yang harus dipenuhi oleh pemegang izin, salah satunya adalah reklamasi/ revegetasi Untuk itu diperlukan monitoring yang dilaksanakan 1 kali dalam 1 tahun dan evaluasi izin pinjam pakai yang dilaksanakan 2 kali dalam 5 tahun untuk menilai pemenuhan kewajiban yang tercantum dalam izin pinjam pakai kawasan hutan serta pelaksanaan penggunaan kawasan hutan (Dinas Kehutanan, 2. Berdasarkan Dinas Kehutanan, evaluasi IPPKH dilakukan dengan pemeriksaan lapangan oleh tim gabungan dengan pendanaan bersumber dari APBN. APBD dan pihak pemegang izin sehingga tidak semua izin pinjam pakai kawasan hutan dapat di evaluasi (Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur, 2. PT. Singlurus Pratama mendapatkan 2 . izin pinjam pakai kawasan hutan yakni seluas 1. 209,40 ha sesuai dengan SK. Menhut No. 380/Menhut-II/2008 tanggal 28 Oktober 2008 yang kemudian di ubah dengan SK. Menhut No. 421/Menhut-II/20014 dan terakhir diubah dengan Keputusan KBKPM An. MenLHK Nomor SK. 4/1/IPKKH-PB/PMA/2016 tanggal 22 Desember 2016 dengan luas menjadi This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 24 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. 948,77 ha serta SK. Menhut No. 775/Menhut-II/2014 September 2014 seluas 251,5 Ha. Sejak terbitnya izin pinjam pakai kawasan hutan PT. Singlurus Pratama, evaluasi hanya dilakukan sebanyak 2 . kali (Dinas Kehutanan, 2. Dengan mempertimbangkan hal tersebut di atas, penelitian ini dilakukan dengan maksud memberikan alternatif baru metode evaluasi izin pinjam pakai mengambil lokasi contoh di PT. Singlurus Pratama menggunakan penginderaan jauh pemenuhan kewajiban, pelaksanaan reklamasi yang berpotensi tidak dilaksanakan . Secara umum penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan mengidentifikasi pelaksanaan kewajiban Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan. Tujuan umum tersebut di atas dapat diuraikan menjadi beberapa sub tujuan yaitu : Menghitung perubahan tutupan lahan di areal Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan PT. Singlurus Pratama dengan menggunakan citra satelit Landsat TM. 5 liputan 2008. Citra SPOT 6 Tahun 2017 dengan teknik klasifikasi digitasi on screen. Menganalisis pelaksanaan kewajiban pemegang izin pinjam pakai kawasan pendekatan informasi tutupan lahan selama Tahun 2017 dengan dokumen penggunaan/pinjam pakai kawasan Hasil yang di harapkan dalam penelitian ini antara lain : Peta dan data pemenuhan kewajiban pemegang izin pinjam pakai kawasan hutan khususnya pelaksanaan reklamasi berdasarkan perubahan tutupan lahan ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 sebelum dan setelah adanya izin pada PT. Singlurus Pratama. Teridentifikasinya izin pinjam pakai melaksanakan kewajiban reklamasi sehingga areal pinjam pakai tersebut berpotensi menjadi terlantar. Sebagai bahan referensi tambahan tentang kemampuan citra satelit sebagai prediktor terhadap kegiatan evaluasi pemenuhan kewajiban izin pinjam pakai kawasan hutan khususnya pelaksanaan reklamasi. METODA PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan di PT. Singlurus Pratama Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian dilakukan pada bulan Februari - April 2019. Objek Penelitian Objek Penelitian adalah areal pinjam pakai kawasan hutan pelaksanaan reklamasi/r evegetasi terhadap bekas bukaan tambang yang berpotensi diterlantarkan oleh pemegang izin. Pada penelitian ini, dilakukan analisis tutupan lahan dengan metode klasifikasi digitasi on screen dan menggunakan citra Landsat TM. liputan tahun 2008 . ebelum terbitnya IPPKH) dan SPOT 6 tahun 2017 . etelah terbitnya IPPKH) untuk mengetahui perubahan tutupan lahan sebelum dan setelah terbitnya izin pinjam pakai kawasan hutan. Bahan dan Alat Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Citra Satelit Landsat TM. 5 liputan tahun 2008 dan spot 6 Liputan 2017. Peta Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan PT. Singlurus Pratama. Baseline Rencana Penggunaan/ Pinjam Pakai Kawasan This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Identifikasi Perubahan Tutupan Lahan A Gani et al. Hutan PT. Singlurus Pratama. Data Spasial Kemajuan Tambang PT. Singlurus Pratama. Sedangkan alat yang digunakan adalah Alat Tulis Kantor. Kamera. GPS. Sofware ArcGIS 10. 3 dan Erdas Imagine 9. Prosedur Penelitian 1 Persiapan Pada tahapan persiapan ini dilakukan kegiatan sebagai berikut : Pengunduhan dan pengambilan data citra satelit Citra satelit Landsat 5 liputan tahun https://w. sedangkan citra SPOT 7 didapat dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) pada bulan April Pra pengolahan data citra Kegiatan ini terdiri dari : Koreksi radiometrik Koreksi diterapkan kepada semua citra yang telah diseleksi. Koreksi radiometrik kesalahan pada intensitas nilai spektral yang terekam sensor akibat kesalahan pantulan permukaan atau faktor lain seperti kelengkungan bumi, arah sinar matahari, kondisi cuaca dan kondisi atmosfer (Mukhaiyar, 2. Danoedoro radiometrik juga diperlukan untuk memperbaiki kualitas visual citra yang mengalami kesalahan pada mengakibatkan adanya baris atau kolom yang kosong. Pramaditya radiometrik citra penginderaan jauh dibagi menjadi dua macam yakni umum . oreksi radiometrik absolut dan relati. dan khusus. Metode koreksi absolut memerlukan input dari header citra dan mencakup beberapa konversi, mulai dari nilai DN . igital Numbe. Ae> nilai sensor spectral radiance Ae> nilai top of atmospheric (TOA) reflectance Ae > surface Metode menggunakan cara yaitu menggeser histogram menuju nilai pixel minimum yang kemudian nilai minimum tersebut dianggap sebagai offset . Metode ini memiliki kelemahan-kelemahan, diantaranya ialah . tidak selalu terpenuhinya asumsi bahwa ada objek pada area rekaman citra yang menyerap energi dengan sempurna. Hal tersebut terjadi karena ketika citra dipaksa agar terkoreksi menjadi offset yang mempunyai nilai spektral 0 . itam sempurn. proses koreksi membutuhkan waktu yang lebih lama apabila dilakukan secara manual karena harus mengurangkan setiap nilai pantulan spektral dengan nilai piksel minimum yang menjadi offset. Sedangkan radiometric khusus jenisnya sangat banyak, tergantung penggunaannya. Sebagai contoh adalah koreksi bayangan akibat pengaruh topografi dan koreksi pantulan sinar matahari pada permukaan air (Hadley et al. Wicaksono 2. Metode digunakan adalah LUT Strech. Koreksi Erdas Imangine. Cropping citra (Pemotongan citr. Pemotongan citra . ropping citr. merupakan cara pengambilan area tertentu yang akan diamati dalam citra, yang bertujuan untuk mempermudah penganalisaan citra This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 24 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. penyimpanan citra. Dalam proses pengolahan citra, biasanya tidak secara keseluruhan Scence dari citra Untuk mendapatkan daerah yang kita inginkan kita dapat memotong . citra tersebut (Arhatin. Pemotongan citra dapat digunakan untuk data spasial maupun data spektral. Pemotongan citra dapat dilakukan berdasarkan titik koordinat, jumlah pixel atau hasil zooming daerah tertentu. Pemotongan citra dilakukan penelitian dengan maksud untuk dapat melakukan pengolahan data yang lebih terfokus, terinci dan Dengan Pemotongan citra memiliki nilai utilitas lainnya, yaitu memperkecil daerah yang akan dikaji sesuai dengan lokasi yang ingin diamati. Pemotongan citra ini menggunakan software ArcGis 10. Composite Citra/Composite band Komposit citra adalah citra baru hasil penggabungan 3 saluran keunggulan dari saluran saluran (Sigit. Digunakan komposit citra ini dikarenakan oleh keterbatasan mata yang kurang mampu dalam membedakan gradasi lama dan lebih pemberian warna. Susunan band yang digunakan pada langkah ini adalah natural color composite yakni band 1. 3 untuk spot 6 dan ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 2 untuk citra landsat. Composite citra ini dilakukan dengan menggunakan sofware ArcGis 10. Image Sharpening (Penajaman Penajaman citra digunakan dalam meningkatkan kontras warna dan cahaya pada suatu citra. Proses ini dilakukan untuk mempermudah dalam proses interpretasi dan analisis citra. Penajaman kontras dalam citra merupakan cara untuk memperbaiki tampilan dengan memaksimumkan kontras antara pencahayaan dan penggelapan atau menaikkan dan merendahkan harga suatu data citra. Proses penajaman mempermudah pengguna dalam menginterpretasikan obyek obyek yang ada pada tampilan citra. Proses penajaman citra ini menggunakan software ArcGis 10. 2 Pembuatan Peta Tutupan Lahan Pembuatan peta tutupan lahan diinterpretasikan dari citra satelit landsat 5 dan spot 7 menggunakan software ArcGIS Pembuatan peta tutupan lahan ini dilakukan untuk tahun 2008 dan 2017 dengan menggunakan metode klasifikasi on screen digitizing atau digitasi pada layar komputer dengan skala 1 : 3. Klasifikasi ini dipilih karena citra memiliki karakteristik objek yang dapat dikenali berdasarkan 7 . kunci interpretasi yaitu bentuk, ukuran, pola, bayangan, rona/warna, tekstur dan hubungan (Mukhaiyar, 2. Berdasarkan kunci interpretasi tersebut, penulis mencoba membuat hasil Interpretasi sebagai berikut: This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Identifikasi Perubahan Tutupan Lahan A Gani et al. Tabel 1. Kunci Interpretasi Citra Satelit oleh Peneliti. Hasil Interpretasi Toponimi Keterangan Hasil Interpretasi Keterangan Hutan Semak Tanaman Tanah Tanah Semak Kebun Sumber : Data Tahun 2019 Tubuh air Source: 2019 data 3 Analisis Perubahan Tutupan Peta Tutupan lahan yang telah dibuat kemudian dilakukan proses tumpang susun . verlay ) dan intersect sehingga akan terlihat perubahan tutupan lahan pada areal IPPKH PT. Singlurus Pratama, untuk periode waktu 2008 dan Untuk analisis perubahan tutupan lahan ini akan menggunakan software ArcGIS 10. 4 Pengecekan Lapangan dan Uji Ketelitian Citra Satelit Pengecekan lapangan dilakukan selain pengambilan data sekunder/data penunjang juga untuk mengetahui keakurasian hasil klasifikasi di lapangan serta untuk melengkapi hasil interpretasi citra satelit, apabila dalam interpretasi ada objek yang meragukan yang perlu dibuktikan kebenarannya. Secara lapangan meliputi kegiatan antara lain : Penentuan objek. Toponimi Pengecekan kebenaran hasil klasifikasi tutupan lahan dari objek yang telah 5 Analisis Pelaksanaan Kewajiban Pemegang IPPK Pelaksanaan kewajiban pemegang izin pinjam pakai kawasan hutan dianalisis informasi tutupan lahan tahun 2017 dan dokumen matriks baseline rencana penggunaan / pinjam pakai kawasan hutan serta data perkembangan kegiatan revegetasi bagi IPPKH. Untuk analisis menggunakan dokumen matriks baseline, kelas tutupan lahan yang ditahun 2017 yang yang paling berpotensi berubah menjadi areal revegetasi di tahun 2019 adalah kelas tutupan semak dan semak Untuk kedua kelas tutupan lahan ini akan dihitung sebagai areal revegetasi dan selanjutnya dibandingkan dengan didalamnya memuat rencana kegiatan revegetasi di areal IPPKH. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 24 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 CITRA SATELIT LANDSAT TM. CITRA SPOT 6 TAHUN ANALISIS ON SCREEN ANALISIS ON SCREEN KLASIFIKASI TUTUPAN LAHAN DIBANDINGKAN KLASIFIKASI TUTUPAN LAHAN PERUBAHAN PENUTUPAN LAHAN TAHUN 2008 - 2017 PENGECEKAN LAPANGAN UJI AKURASI KETELITIAN ANALISIS Gambar 1. Diagram Alur Penelitian HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN DAN Analisis Citra Satelit Data citra satelit yang digunakan adalah citra landsat liputan tahun 2008 yang digunakan sebelum adanya IPPKH dan citra SPOT 6 liputan 2017 yang telah Penggabungan band (Composite ban. dan penajaman citra dilakukan untuk memudahkan visualisasi citra dilayar komputer sekaligus memudahkan proses analisis lebih jauh dengan menggunakan software ArcGIS. Proses pemotongan citra dilakukan untuk mendapatkan wilayah studi yang akan diamati. Selain itu juga memudahkan interpretasi citra dengan memperkecil cakupan luas citra sesuai kebutuhan serta mempercepat kinerja pemrosesan data menggunakan Hasil Interpretasi citra berupa peta tutupan lahan seperti terlihat pada Gambar 2 dan Gambar 3. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Identifikasi Perubahan Tutupan Lahan A Gani et al. Gambar 3. Peta Tutupan Lahan PT. Singlurus Pratama dengan menggunakan citra SPOT 6 Tahun Gambar 2. Peta Tutupan Lahan PT. Singlurus Pratama dengan menggunakan citra landsat tahun Perhitungan Akurasi Untuk akurasi/ketelitian membandingkan hasil analisis data citra SPOT 7 Tahun 2017 dengan kondisi lapangan sebanyak 35 titik pengamatan yang dipilih secara acak . Hasil perhitungan akurasi tersaji pada tabel 2 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 24 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 Tabel 2. Perhitungan Akurasi Tutupan Lahan di Citra Satelit SPOT 6 2017 dengan pengecekan lapangan pada PT. Singlurus Pratama. Tutupan Lahan di Lapangan Hsm Jumlah Hsm Tutupan Lahan di Citra Komisi Akurasi Produser (%) Akurasi Total (%) Sumber: Data Tahun 2019 Dari tabel di atas, diketahui bahwa tingkat akurasi/ketelitian analisis citra adalah sebesar 80 %, yang berarti hasil interpretasi secara visual . igitasi on scree. terhadap citra adalah sangat baik klasifikasi analisis citra (Anonim, 2. Jml Omisi Akurasi Penggun Luas dan Perubahan Tutupan Lahan Perubahan tutupan lahan untuk masing masing klasifikasi dapat dilihat dengan mengoverlaykan . umpang susu. dan intersect antara peta tutupan lahan tahun 2008 dengan peta tutupan lahan Hasil perubahan tutupan lahan dapat dilihat pada Tabel 3 berikut : This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Identifikasi Perubahan Tutupan Lahan A Gani et al. Tabel 3. Perubahan Tutupan Lahan Untuk Masing Masing Klasifikasi PT. Singlurus Pratama untuk periode Tahun 2008 dan Tahun 2017. Perubahan Tutupan Lahan Klasifikasi Tutupan Lahan Hutan sekunder Tahun 2008 Tahun 2017 Luas (H. 1,046. Semak Belukar Tanah terbuka Total 200,75 Klasifikasi Tutupan Lahan Tubuh air Tanah terbuka Hutan Sekunder semak belukar Pelabuhan tanah terbuka campur semak Kebun Bangunan Hutan sekunder muda Tanah terbuka Semak Belukar Tubuh Air Hutan sekunder Kebun Tanah terbuka campur Semak Hutan sekunder muda Tanaman Semak belukar 100,00 Luas (H. 200,75 Sumber: Data Tahun 2019 Berdasarkan tabel di atas, terlihat adanya perubahan luasan pada masing masing tutupan lahan, baik luasan yang bertambah maupun berkurang. Hasil perbandingan luas perubahan tutupan lahan pada masing masing lokasi penelitian disajikan pada Tabel berikut : Tabel 4. Perbandingan Luas Perubahan Tutupan Lahan PT. Singlurus Pratama periode Tahun 2008 dan Tahun 2017. No. Klasifikasi Tutupan Lahan Perubahan Bertambah Luas . Berkurang Bangunan 4,18 0,35 Hutan Sekunder Hutan Sekunder Muda 174,59 14,54 Pelabuhan Semak 6,84 0,57 113,80 Semak Belukar 61,13 9,48 5,09 Tanah Terbuka 196,28 16,35 Tanah Terbuka Campur Semak 256,35 21,35 Tanaman 11,35 0,94 Tubuh Air 31,83 2,65 Kebun Luas . 961,07 80,04 Sumber : Data tahun 2019 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 24 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. Berdasarkan Tabel 4 perubahan tutupan lahan periode tahun 2008- 2017 Penambahan luas terbesar dialami pada tanah terbuka campur semak sebesar 246,70 ha ( 20,56%) , sedangkan penurunan luas dialami pada kelas hutan sekunder sebesar 958,37 ha . ,85%). Dari perubahan tutupan lahan yang terjadi dapat dianalisis bahwa dari tahun 2008 sampai 2017 lokasi penelitian mengalami ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 pengurangan luas hutan sekunder yang cukup banyak disebabkan adanya kegiatan penambangan batubara terus selama kurun waktu tersebut. Untuk mengetahui pelaksanaan revegetasi di PT. Singlurus Pratama, membandingkan antara peta tutupan lahan 2017 dengan peta kemajuan tambang . tahun 2019 disajikan pada Tabel 5 berikut : Tabel 5. Perubahan Tutupan Lahan Untuk Masing Masing Klasifikasi berdasarkan Citra SPOT 6 Tahun 2017 dengan Peta Kemajuan Tambang Khususnya Revegetasi di PT. Singlurus Pratama. Citra SPOT 6 Klasifikasi Tutupan Lahan Perkembangan Revegetasi saat Tahun 2017 luas . (%) luas . Bangunan Hutan Sekunder Hutan Sekunder Muda Kebun Sawit Pelabuhan Semak Semak Belukar Tanah Terbuka Tanah Terbuka Campur Semak Tubuh Air Void 1,200. Jumlah Sumber . Data tahun 2019. Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa pada tahun 2017 luas revegetasi berada pada tutupan lahan tanaman, semak dan semak belukar adalah sebesar 322,29 ha . ,85%). Jika dibandingkan pada matriks baseline PT. Singlurus Pratama luas revegetasi sebesar 327,29 ha . ,26 %) dan terdapat perbedaan luas A 5,00 ha . ,42%) dan pada tahun 2019, luas revegetasi bertambah menjadi 619,27 ha . ,57 %) sehingga dapat dikatakan bahwa PT. Singlurus Pratama telah melaksanakan pemenuhan kewajiban reklamasi/revegetasinya. KESIMPULAN Selama kurun waktu tahun 2008 2017. PT. Singlurus telah mengalami perubahan luas tutupan lahan yang terjadi di semua klasifikasi dengan penambahan luas terbesar dialami pada kelas tanah terbuka campur semak sebesar 246,70 ha . ,56%), sedangkan penurunan luas dialami pada kelas hutan sekunder sebesar 958,37 ha . ,85%). Berdasarkan analisis citra SPOT6 tahun 2017 luas revegetasi di PT. Singlurus Pratama adalah sebesar 322,29 ha . ,85%) dari luas rencana yang This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Identifikasi Perubahan Tutupan Lahan A Gani et al. tercantum dalam matriks baseline perusahaan di tahun 2009 sebesar 327,29 ha . ,26 %) sehingga dapat dikatakan bahwa PT. Singlurus Pratama telah melaksanakan pemenuhan kewajiban reklamasi/revegetasi. Untuk dibutuhkan citra satelit resolusi tinggi liputan tahun yang sama dengan pengecekan lapangan serta keahlian dan kehati-hatian pengguna menginterpretasi citra satelit resolusi tinggi secara visual . n scree. sehingga metode identifikasi ini dapat membantu kegiatan evaluasi Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan. UCAPAN TERIMA KASIH Penyusunan karya ilmiah ini mendapat banyak bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak H. Anwar Saleh. Sos. ,MP selaku Kepala Bidang Perencanaan dan Pemanfatan Hutan dan Ibu Ir. Hj. Kasmiyatie selaku Kepala Seksi Perencanaan dan Tata Hutan. Pimpinan PT. Singlurus Pratama terkhusus Bapak Agus Tandri dan Bapak Hendra. Rekanrekan di Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur. Rekan- rekan seperjuangan S2 Ilmu Kehutanan UNMUL angkatan 2015 dan semua pihak yang telah membantu dan tidak dapat disebutkan satu persatu. DAFTAR PUSTAKA