Jurnal Pendidikan. Bahasa dan Budaya Volume 5. Nomor 2. Juni 2026 e-ISSN: 2962-1143. p-ISSN: 2962-0864. Hal. DOI: https://doi. org/10. 55606/jpbb. Tersedia: https://journal. id/index. php/jpbb Hubungan Minat Belajar dan Lingkungan Belajar dengan Prestasi Siswa pada Mata Pelajaran Instalasi Penerangan Listrik Sukarman Purba1*. Sadat Zulgani2. Joan Emanuella Sitorus3. Kevin Stefhani Telaumbanua4. Putri Kaylana Pasyah5 Universitas Negeri Medan. Indonesia Email: arman_prb@yahoo. com1, sdaat. 5231131005@mhs. id2, joanimanuella88@gmail. 5233131003@mhs. id4, kaylapasyah66@gmail. *Penulis Korespondensi: arman_prb@yahoo. Abstract. This study aims to determine the relationship between learning interest and learning environment with student achievement in the Electrical Lighting Installation subject at SMKS Sinar Husni 2 TR Labuhan Deli. The study used a quantitative approach with a correlational design. The study population was 45 students of class X Electrical Power Installation Engineering (TITL), while the research sample was 20 students selected using a random sampling technique. Data on learning interest and learning environment were collected through a questionnaire, while student achievement data were obtained from the documentation of Electrical Lighting Installation subject scores. Data analysis was carried out using Pearson Product Moment correlation to test partial relationships and multiple correlations to test simultaneous relationships between variables with the help of SPSS version 27. The results showed that learning interest had a positive relationship with student achievement with a correlation coefficient of 0. 680 which is included in the strong category. The learning environment also had a positive relationship with student achievement with a correlation coefficient of 0. which is included in the strong category. Simultaneously, learning interest and learning environment had a positive relationship with student achievement. These findings indicate that the increase in student achievement in the Electrical Lighting Installation subject is influenced by internal factors in the form of learning interest and external factors in the form of the learning environment. Therefore, increasing interest in learning and creating a conducive learning environment are essential for improving student achievement. Keywords: Electrical Lighting Installation. Interest in Learning. Learning Environment. Student Achievement. Vocational Education. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan minat belajar dan lingkungan belajar dengan prestasi siswa pada mata pelajaran Instalasi Penerangan Listrik di SMKS Sinar Husni 2 TR Labuhan Deli. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 45 siswa kelas X Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), sedangkan sampel penelitian sebanyak 20 siswa yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Data minat belajar dan lingkungan belajar dikumpulkan melalui angket, sedangkan data prestasi siswa diperoleh dari dokumentasi nilai mata pelajaran Instalasi Penerangan Listrik. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Product Moment Pearson untuk menguji hubungan parsial dan korelasi ganda untuk menguji hubungan simultan antarvariabel dengan bantuan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar memiliki hubungan positif dengan prestasi siswa dengan koefisien korelasi sebesar 0,680 yang termasuk kategori kuat. Lingkungan belajar juga memiliki hubungan positif dengan prestasi siswa dengan koefisien korelasi sebesar 0,718 yang termasuk kategori kuat. Secara simultan, minat belajar dan lingkungan belajar memiliki hubungan positif dengan prestasi siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan prestasi siswa pada mata pelajaran Instalasi Penerangan Listrik dipengaruhi oleh faktor internal berupa minat belajar dan faktor eksternal berupa lingkungan belajar. Oleh karena itu, peningkatan minat belajar dan penciptaan lingkungan belajar yang kondusif perlu menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan prestasi siswa. Kata Kunci: Instalasi Penerangan Listrik. Lingkungan Belajar. Minat Belajar. Pendidikan Kejuruan. Prestasi Siswa. Naskah Masuk: 02 Mei 2026. Revisi: 27 Mei 2026. Diterima: 16 Juni 2026. Terbit: 27 Juni 2026 Hubungan Minat Belajar dan Lingkungan Belajar dengan Prestasi Siswa pada Mata Pelajaran Instalasi Penerangan Listrik LATAR BELAKANG Pendidikan merupakan komponen penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan memberikan kepada siswa pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan untuk menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tuntutan dunia kerja (Dewi, 2. Dalam sistem pendidikan nasional. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki peran penting dalam membentuk lulusan yang memiliki keterampilan dan siap bekerja di bidang yang mereka kuasai. Pendidikan kejuruan dibuat agar lulusannya tidak hanya paham soal teori, tetapi juga punya kemampuan tangan yang cocok dengan kebutuhan perusahaan dan industri (Cahyani dkk. , 2. Keberhasilan pembelajaran di SMK bisa dilihat dari hasil belajar yang dicapai oleh para Prestasi belajar mencerminkan sejauh mana siswa berhasil memahami dan menguasai materi pelajaran yang sudah ditentukan setelah mengikuti proses belajar mengajar. Prestasi belajar seseorang bisa baik atau buruk karena berbagai hal yang berasal dari dalam diri mereka sendiri atau dari lingkungan di sekitar mereka (Nabillah & Abadi, 2. Maka dari itu, mengenali faktor-faktor yang memengaruhi hasil belajar sangat penting dilakukan agar kualitas proses belajar mengajar di sekolah bisa ditingkatkan. Dalam pendidikan kejuruan, keberhasilan seseorang belajar tidak hanya bergantung pada kemampuan akademiknya saja, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain yang memperkuat partisipasi siswa dalam proses belajar. Faktor-faktor tersebut menjadi semakin penting karena karakteristik pembelajaran di SMK menuntut keseimbangan antara penguasaan teori dan keterampilan praktik yang harus dikuasai siswa (Yahya & Mahande. Salah satu mata pelajaran yang bermanfaat dan penting dalam Program Keahlian Teknik Ketenagalistrikan adalah Instalasi Penerangan Listrik. Mata pelajaran ini meminta siswa untuk mengerti konsep teoritis dan bisa menerapkannya dalam kegiatan praktik dengan mematuhi standar keselamatan kerja serta ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu, keberhasilan pembelajaran pada mata pelajaran ini memerlukan keterlibatan aktif siswa serta dukungan kondisi belajar yang memadai. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan di SMKS Sinar Husni 2 TR Labuhan Deli. Kabupaten Deli Serdang, terlihat bahwa prestasi siswa dalam mata pelajaran Instalasi Penerangan Listrik masih menunjukkan perbedaan yang cukup beragam. Beberapa siswa berhasil mencapai pemahaman yang baik, sedangkan beberapa siswa lain masih merasa kesulitan dalam memahami materi atau melakukan praktik yang diberikan. Variasi itu Jurnal Pendidikan. Bahasa dan Budaya - VOLUME 5. NOMOR 2. JUNI 2026 e-ISSN: 2962-1143. p-ISSN: 2962-0864. Hal. menunjukkan bahwa kemajuan belajar siswa mungkin dipengaruhi oleh berbagai hal selain kemampuan akademik saja. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa faktor-faktor dari dalam dan luar memiliki kaitan dengan hasil belajar siswa. Namun demikian, kebanyakan penelitian itu dilakukan di mata pelajaran umum dan belum banyak yang melibatkan mata pelajaran produktif dalam pendidikan kejuruan, yang memiliki ciri khas pembelajaran berbasis praktik. Selain itu, penelitian yang mempelajari hubungan antara minat belajar dan lingkungan belajar secara bersamaan terhadap pencapaian prestasi siswa dalam mata pelajaran Instalasi Penerangan Listrik masih tergolong sedikit, terutama di SMK yang ada di Kabupaten Deli Serdang. Berdasarkan penjelasan tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara minat belajar dan lingkungan belajar dengan hasil prestasi siswa dalam mata pelajaran Instalasi Penerangan Listrik di SMKS Sinar Husni 2 TR Labuhan Deli. Penelitian ini diharapkan bisa memberikan informasi nyata tentang hal-hal yang mempengaruhi kemampuan belajar siswa, sehingga bisa dijadikan acuan oleh sekolah, guru, dan pihak-pihak terkait dalam merancang cara mengajar yang lebih baik. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas proses belajar dan hasil belajar siswa dalam bidang ketenagalistrikan. KAJIAN TEORITIS Minat Belajar Minat belajar adalah salah satu faktor dari dalam diri seseorang yang mempengaruhi bagaimana proses belajarnya berjalan dengan baik. Minat belajar adalah perasaan seseorang yang suka, ingin, dan termotivasi untuk terlibat aktif dalam proses belajar. (Iliza dkk. , 2. Siswa yang suka belajar dengan semangat biasanya lebih fokus pada materi yang diajarkan, termotivasi untuk mendapatkan hasil yang memuaskan, dan lebih rajin dalam mengikuti semua kegiatan belajar. Minat belajar yang rendah bisa membuat siswa kurang aktif dalam kegiatan belajar, sehingga mempengaruhi hasil belajar yang tidak maksimal. (Sermatan dkk. , 2. Oleh karena itu, minat belajar dipandang sebagai salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi keberhasilan siswa dalam mencapai prestasi belajar. Lingkungan Belajar Selain hal-hal dari dalam diri sendiri, hasil belajar juga bisa terpengaruh oleh faktor di luar diri, salah satunya adalah suasana belajar. Lingkungan belajar mencakup semua kondisi di sekitar siswa yang bisa memengaruhi cara mereka belajar, termasuk keluarga, sekolah, dan masyarakat (Asriani dkk. , 2. Hubungan Minat Belajar dan Lingkungan Belajar dengan Prestasi Siswa pada Mata Pelajaran Instalasi Penerangan Listrik Lingkungan keluarga yang baik, perhatian orang tua terhadap pendidikan anak, dan adanya fasilitas belajar yang cukup bisa membantu siswa dalam meraih keberhasilan belajar. Selain itu, lingkungan sekolah yang nyaman, hubungan guru dan siswa yang baik, serta adanya fasilitas belajar yang memadai juga bisa menciptakan suasana belajar yang lebih efektif (Suhadi dkk. , 2. Sebaliknya, lingkungan belajar yang kurang mendukung dapat mengurangi konsentrasi, motivasi, dan semangat belajar siswa sehingga berdampak pada pencapaian prestasi yang kurang maksimal (Cahyani dkk. , 2. Dalam Program Keahlian Teknik Ketenagalistrikan, lingkungan belajar yang baik sangat penting karena pembelajaran tidak hanya terjadi di dalam kelas, tetapi juga di laboratorium dan bengkel praktik. Oleh karena itu, lingkungan belajar yang nyaman diharapkan dapat membantu meningkatkan hasil belajar siswa, terutama pada mata pelajaran Instalasi Penerangan Listrik. Mata pelajaran Instalasi Penerangan Listrik adalah salah satu mata pelajaran yang mengajarkan kemampuan dalam merencanakan, memasang, mengoperasikan, serta merawat instalasi penerangan listrik sesuai dengan standar keselamatan kerja dan Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) (Efronia & Ahyanuardi, 2. Penguasaan kemampuan tersebut membutuhkan partisipasi aktif siswa dalam kegiatan belajar teori dan praktik, sehingga faktor minat belajar serta lingkungan belajar dipercaya memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan belajar siswa (Inggerid dkk. , 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional untuk menganalisis hubungan minat belajar (XCA) dan lingkungan belajar (XCC) dengan prestasi siswa (Y) pada mata pelajaran Instalasi Penerangan Listrik. Data tentang minat belajar dan lingkungan belajar didapat melalui kuesioner, sedangkan data prestasi siswa didapat dari catatan nilai mata pelajaran Instalasi Penerangan Listrik. Seluruh data dianalisis dengan bantuan program SPSS versi 27. Hipotesis pertama dan kedua diuji dengan metode analisis korelasi Product Moment Pearson agar dapat mengetahui hubungan antara setiap variabel bebas dengan prestasi siswa. Koefisien korelasi dihitung menggunakan Persamaan . ycycuyc = ycuOcycuycOe(Ocyc. (Ocy. Oo. cuOcycu 2 Oe(Ocyc. 2 }. cuOcyc 2 Oe(Ocy. 2 } . Jurnal Pendidikan. Bahasa dan Budaya - VOLUME 5. NOMOR 2. JUNI 2026 e-ISSN: 2962-1143. p-ISSN: 2962-0864. Hal. Nilai rxy menunjukkan koefisien korelasi antara variabel X dan Y, dengan n sebagai jumlah responden. Besarnya kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikat ditentukan menggunakan koefisien determinasi sebagaimana ditunjukkan pada Persamaan . KD = r2 x 100% . Hipotesis diuji dengan menganalisis hubungan antara minat dan suasana pembelajaran secara bersamaan dengan pencapaian siswa. Nilai koefisien korelasi ganda dihitung dengan menggunakan Persamaan . yc 2 ycycu1 yc 2 ycycu2Oe2ycycycu1 ycycycu2 ycycu1ycu2 ycIycycu1ycu2 = Oo 1Oeyc2ycu1ycu2 Dengan RyxCAxCC merupakan koefisien korelasi ganda antara variabel minat belajar, lingkungan belajar, dan prestasi siswa. ryxCA merupakan koefisien korelasi antara minat belajar dan prestasi siswa. ryxCC merupakan koefisien korelasi antara lingkungan belajar dan prestasi serta rxCAxCC merupakan koefisien korelasi antara minat belajar dan lingkungan belajar. Signifikansi hubungan kedua variabel bebas terhadap prestasi siswa diuji menggunakan analisis regresi linear berganda melalui uji F pada taraf signifikansi 5%, sedangkan besarnya kontribusi kedua variabel bebas terhadap prestasi siswa ditentukan berdasarkan nilai koefisien determinasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Deskriptif Variabel Penelitian Analisis deskriptif dilakukan untuk menyajikan gambaran umum tentang keadaan ketertarikan belajar, suasana belajar, dan pencapaian siswa dalam pelajaran Instalasi Penerangan Listrik. Deskripsi data mencakup sebaran frekuensi, nilai rata-rata, nilai tengah . , nilai . , deviasi standar dari setiap variabel yang diteliti. Minat Belajar Hasil analisis menunjukkan bahwa skor minat belajar siswa berada pada rentang 30Ae40 dengan nilai rata-rata sebesar 35,35, median 35, modus 40, dan standar deviasi 3,602. Distribusi frekuensi minat belajar disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Distribusi Frekuensi Minat Belajar. Interval Skor 30Ae31 32Ae33 34Ae35 36Ae37 38Ae40 Total Frekuensi Persentase (%) Hubungan Minat Belajar dan Lingkungan Belajar dengan Prestasi Siswa pada Mata Pelajaran Instalasi Penerangan Listrik Sebagian besar siswa berada pada interval skor 34Ae35 . %) dan 38Ae40 . %). Distribusi ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa menunjukkan ketertarikan yang cukup besar terhadap pelajaran Instalasi Penerangan Listrik. Ketertarikan yang tinggi ini menandakan adanya perhatian, rasa ingin tahu, dan partisipasi siswa dalam proses belajar, yang bisa berkontribusi pada peningkatan prestasi akademik yang lebih baik. Lingkungan Belajar Variabel lingkungan belajar memiliki skor terendah 30 dan skor tertinggi 40 dengan nilai rata-rata sebesar 34,75, median 35, modus 35, dan standar deviasi 2,573. Distribusi frekuensi lingkungan belajar disajikan pada Tabel 2. Tabel 2. Distribusi Frekuensi Lingkungan Belajar. Interval Skor Frekuensi Persentase (%) 30Ae31 32Ae33 34Ae35 36Ae37 38Ae40 Total Berdasarkan Tabel 2, sebagian besar siswa berada pada interval skor 34Ae35 . %). Distribusi nilai yang cukup seimbang di setiap interval menunjukkan bahwa situasi belajar siswa ada dalam keadaan yang cukup positif. Lingkungan pendidikan yang mendukung, baik dari pihak keluarga maupun institusi pendidikan, mampu menciptakan suasana yang baik untuk siswa dalam proses belajar serta meningkatkan kinerja akademis mereka. Prestasi Siswa Variabel prestasi siswa memiliki rentang skor 13Ae28. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memperoleh skor pada interval 25Ae28 dan 21Ae24. Distribusi frekuensi prestasi siswa disajikan pada Tabel 3. Tabel 3. Distribusi Frekuensi Prestasi Siswa. Interval Skor 13Ae16 17Ae20 21Ae24 25Ae28 29Ae32 Total Frekuensi Persentase (%) Berdasarkan Tabel 3, sebagian besar siswa berada pada interval skor 25Ae28 . %), diikuti interval 21Ae24 . %). Hasil tersebut menunjukkan bahwa prestasi siswa pada mata pelajaran Instalasi Penerangan Listrik cenderung berada pada kategori sedang hingga tinggi. Variasi skor yang diperoleh siswa mengindikasikan adanya perbedaan tingkat penguasaan Jurnal Pendidikan. Bahasa dan Budaya - VOLUME 5. NOMOR 2. JUNI 2026 e-ISSN: 2962-1143. p-ISSN: 2962-0864. Hal. kompetensi yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk minat belajar dan lingkungan belajar. Uji Prasyarat Analisis Uji prasyarat analisis dilakukan sebelum melakukan pengujian hipotesis guna memastikan bahwa data yang digunakan sesuai dengan asumsi yang dibutuhkan dalam analisis parametrik. Uji syarat awal yang diterapkan mencakup uji normalitas dan uji Uji Normalitas Uji Kolmogorov-Smirnov mengetahui apakah data setiap variabel penelitian berdistribusi normal. Data dinyatakan berdistribusi normal apabila nilai signifikansi . lebih besar dari 0,05. Hasil uji normalitas disajikan pada Tabel 4. Tabel 4. Hasil Uji Normalitas. Variabel Minat Belajar Lingkungan Belajar Prestasi Siswa Sig. 0,060 0,184 0,075 0,05 0,05 0,05 Keterangan Normal Normal Normal Berdasarkan Tabel 4, seluruh variabel memiliki nilai signifikansi lebih besar dari 0,05. Variabel minat belajar memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,060, lingkungan belajar sebesar 0,184, dan prestasi siswa sebesar 0,075. Dengan demikian, seluruh data penelitian berdistribusi normal sehingga memenuhi asumsi normalitas dan layak digunakan untuk analisis statistik parametrik. Uji Linearitas Uji linearitas dilakukan untuk menentukan apakah ada hubungan linier antara variabel independen dan variabel dependen. Pengujian ini dilakukan dengan memeriksa nilai signifikansi pada Deviation from Linearity. Hubungan antarvariabel dianggap linier jika nilai signifikansi melebihi 0,05. Hasil dari uji linearitas dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5. Hasil Uji Linearitas. Hubungan Variabel Minat Belajar Ae Prestasi Siswa Lingkungan Belajar Ae Prestasi Siswa Fhitung 3,599 0,622 Sig. 0,280 0,710 0,05 0,05 Keterangan Linear Linear Hasil uji menunjukkan bahwa ada nilai signifikansi sebesar 0,280 untuk hubungan antara ketertarikan belajar dan pencapaian siswa. Di sisi lain, hubungan antara lingkungan belajar dan pencapaian siswa menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,710. Kedua angka ini lebih dari 0,05, yang memungkinkan kita untuk menyimpulkan bahwa terdapat hubungan linear antara variabel independen dan variabel dependen. Dengan terpenuhinya asumsi Hubungan Minat Belajar dan Lingkungan Belajar dengan Prestasi Siswa pada Mata Pelajaran Instalasi Penerangan Listrik mengenai normalitas serta linearitas, data penelitian diakui memenuhi kriteria untuk melakukan pengujian hipotesis melalui analisis korelasi Pearson dan korelasi ganda. Hubungan Minat Belajar dengan Prestasi Siswa pada Mata Pelajaran Instalasi Penerangan Listrik Pengujian hipotesis yang pertama kali dilakukan bertujuan untuk mengeksplorasi keterkaitan antara ketertarikan belajar dan hasil akademik siswa dalam pelajaran Instalasi Penerangan Listrik. Analisis menggunakan korelasi Pearson menunjukkan bahwa ketertarikan belajar berhubungan positif dengan hasil akademik siswa, dengan koefisien korelasi mencapai 0,680. Angka koefisien ini mengindikasikan bahwa keterkaitan antara ketertarikan belajar dan hasil akademik siswa tergolong dalam kategori yang kuat. Temuan dari pengujian hipotesis yang pertama dapat dilihat pada Tabel 6. Tabel 6. Hasil Uji Korelasi Minat Belajar dengan Prestasi Siswa. Variabel Minat Belajar Ae Prestasi Siswa Koefisien Korelasi . 0,680 Kategori Kuat Berdasarkan hasil penelitian, koefisien korelasi yang menunjukkan nilai positif menandakan bahwa ketertarikan dalam belajar berkaitan langsung dengan hasil belajar siswa. Dalam perspektif lain, semakin besar minat belajar yang ada pada siswa, semakin besar pula kemungkinan untuk meraih prestasi yang lebih baik. Di sisi lain, jika minat belajar siswa rendah, hal ini biasanya diikuti dengan hasil yang tidak memuaskan dalam pelajaran Instalasi Penerangan Listrik. Temuan ini mengindikasikan bahwa ketertarikan untuk belajar adalah salah satu elemen internal yang memiliki peran signifikan dalam kegiatan belajar. Ketertarikan yang besar membuat siswa lebih berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran, lebih fokus pada pemaparan guru, menyelesaikan tugas dengan baik, serta memiliki motivasi yang lebih tinggi untuk memahami materi yang diajarkan. Situasi ini pada akhirnya berpengaruh positif terhadap peningkatan prestasi belajar siswa. Dalam pelajaran Instalasi Penerangan Listrik, ketertarikan untuk belajar memainkan peran yang sangat signifikan karena sifat proses belajar tidak hanya fokus pada pemahaman konsep, tapi juga pada penguasaan keterampilan praktis. Siswa yang memiliki minat besar di bidang kelistrikan biasanya lebih bersemangat dalam mempelajari cara kerja instalasi listrik, mengenali kegunaan komponen, memahami diagram rangkaian, dan melaksanakan praktik pemasangan instalasi sesuai dengan prosedur dan standar keselamatan kerja. Aktivitas partisipatif dalam teori dan praktik ini memberi kesempatan bagi siswa untuk mendapatkan Jurnal Pendidikan. Bahasa dan Budaya - VOLUME 5. NOMOR 2. JUNI 2026 e-ISSN: 2962-1143. p-ISSN: 2962-0864. Hal. pemahaman yang lebih mendalam sehingga berdampak positif terhadap peningkatan hasil Hasil penelitian ini sejalan dengan pandangan Harjun dkk. yang menyatakan bahwa motivasi belajar adalah kecenderungan individu untuk memberikan perhatian dan partisipasi yang tinggi dalam aktivitas belajar. Para siswa yang memiliki motivasi belajar yang kuat cenderung menunjukkan kegembiraan, ketertarikan, dan keinginan yang besar untuk terus belajar, sehingga pengalaman pembelajaran menjadi lebih efektif. Temuan ini juga memperkuat sejumlah penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa motivasi belajar memiliki hubungan positif dengan pencapaian akademis siswa di berbagai tingkat pendidikan dan area studi. Hubungan Lingkungan Belajar dengan Prestasi Siswa pada Mata Pelajaran Instalasi Penerangan Listrik Pengujian hipotesis kedua dilaksanakan untuk mengidentifikasi keterkaitan antara lingkungan pembelajaran dengan keberhasilan siswa dalam mata pelajaran Instalasi Penerangan Listrik. Hasil analisis korelasi Pearson menunjukkan bahwa lingkungan pembelajaran memiliki koefisien korelasi sebesar 0,718 terhadap keberhasilan siswa. Angka tersebut mengindikasikan bahwa hubungan antara lingkungan pembelajaran dan keberhasilan siswa termasuk dalam kategori yang kuat. Temuan dari pengujian hipotesis kedua dapat dilihat pada Tabel 7. Tabel 7. Hasil Uji Korelasi Lingkungan Belajar dengan Prestasi Siswa. Variabel Lingkungan Belajar Ae Prestasi Siswa Koefisien Korelasi . 0,718 Kategori Kuat Hasil studi menunjukkan bahwa suasana belajar berkaitan baik dengan hasil yang diperoleh siswa. Kaitan baik ini menunjukkan bahwa semakin baik suasana belajar yang dimiliki oleh siswa, maka semakin tingginya kemungkinan hasil belajar yang berhasil Di sisi lain, suasana belajar yang tidak mendukung dapat menghambat proses pembelajaran sehingga berakibat pada rendahnya prestasi akademik siswa. Lingkungan pendidikan adalah salah satu elemen eksternal yang berkontribusi pada keberhasilan akademik siswa. Lingkungan edukatif tidak hanya melibatkan keadaan fisik lokasi belajar, tetapi juga mencakup dukungan dari keluarga, atmosfer di sekolah, relasi dengan guru, interaksi bersama teman-teman, serta akses terhadap fasilitas dan infrastruktur Suasana yang mendukung dapat membangun kondisi belajar yang nyaman, memungkinkan siswa untuk fokus dan mengikuti proses pembelajaran dengan maksimal. Hubungan Minat Belajar dan Lingkungan Belajar dengan Prestasi Siswa pada Mata Pelajaran Instalasi Penerangan Listrik Dalam proses pembelajaran Instalasi Penerangan Listrik, keberadaan lingkungan belajar yang sesuai berperan krusial karena penguasaan kompetensi teori dan praktik perlu seimbang. Tersedianya laboratorium, alat praktik, media ajar, serta bimbingan guru dalam kegiatan praktik merupakan elemen yang dapat memfasilitasi siswa untuk memahami material dengan lebih baik. Di samping itu, dukungan dari keluarga dalam menyediakan waktu untuk belajar, sarana pendidikan, dan motivasi akademis juga dapat memperkuat kesiapan siswa untuk mengikuti proses pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini mengungkap bahwa lingkungan belajar memiliki keterkaitan positif yang kuat dengan prestasi siswa dalam mata pelajaran Instalasi Penerangan Listrik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin baik lingkungan belajar, maka akan didapat peningkatan dalam prestasi siswa yang berusaha mencapai kompetensi yang diharapkan. Hubungan Lingkungan Belajar dengan Prestasi Siswa pada mata Pelajaran Instalasi Penerangan Listrik Pengujian hipotesis yang kedua diadakan untuk mengevaluasi hubungan antara kondisi belajar dengan keberhasilan siswa dalam pelajaran Instalasi Penerangan Listrik. Analisis dengan menggunakan korelasi Pearson menghasilkan koefisien korelasi 0,718 terhadap keberhasilan siswa. Angka ini mengindikasikan bahwa hubungan antara kondisi belajar dan keberhasilan siswa termasuk dalam kategori yang kuat. Temuan pengujian hipotesis yang kedua dapat dilihat pada Tabel 7. Tabel 7. Hasil Uji Korelasi Lingkungan Belajar dengan Prestasi Siswa. Variabel Koefisien Korelasi . Kategori Lingkungan Belajar Ae Prestasi Siswa 0,718 Kuat Hasil penelitian memperlihatkan bahwa suasana belajar memiliki korelasi yang baik dengan hasil belajar siswa. Korelasi yang baik ini menunjukkan bahwa semakin optimal suasana belajar yang dihadapi siswa, maka semakin besar juga kemungkinan pencapaian hasil belajar yang diraih. Sebaliknya, suasana belajar yang tidak mendukung dapat berfungsi sebagai penghalang dalam proses belajar yang mengakibatkan pencapaian akademik siswa menjadi rendah. Salah satu faktor eksternal yang berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa adalah lingkungan belajar. Lingkungan ini mencakup banyak hal, seperti kondisi tempat belajar secara fisik, dukungan keluarga, suasana sekolah, hubungan dengan guru, interaksi dengan teman sebaya, dan ketersediaan sarana dan prasarana belajar. Lingkungan belajar yang nyaman membuat siswa merasa nyaman dan dapat berkonsentrasi untuk mendengarkan pembelaja mereka. Jurnal Pendidikan. Bahasa dan Budaya - VOLUME 5. NOMOR 2. JUNI 2026 e-ISSN: 2962-1143. p-ISSN: 2962-0864. Hal. Dalam pembelajaran Instalasi Penerangan Listrik, lingkungan belajar yang mendukung sangat penting karena proses pembelajaran menuntut penguasaan pengetahuan teori dan praktik secara proporsional. Siswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang materi dengan bantuan laboratorium, peralatan praktik, media pembelajaran, dan dukungan guru untuk kegiatan praktik. Selain itu, kesiapan siswa untuk belajar juga dapat ditingkatkan dengan dukungan keluarga dalam menyediakan waktu belajar, tempat belajar, dan motivasi Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa yang berada dalam lingkungan belajar yang baik cenderung memperoleh prestasi yang lebih baik dibandingkan siswa yang berada dalam lingkungan belajar yang kurang mendukung. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa lingkungan belajar yang kondusif memungkinkan siswa untuk belajar secara lebih terarah, disiplin, dan berkelanjutan, sedangkan lingkungan belajar yang kurang mendukung dapat mengurangi konsentrasi siswa, mengurangi motivasi mereka untuk belajar, dan memungkinkan mereka untuk Teori Wardani dkk. menyatakan bahwa lingkungan belajar adalah salah satu faktor penting yang memengaruhi hasil belajar siswa. Lingkungan yang mendukung akan mendorong perkembangan akademik siswa, sedangkan lingkungan yang tidak mendukung dapat menghalangi pembelajaran. Selain itu, temuan ini mendukung temuan penelitian sebelumnya yang menunjukkan hubungan positif antara lingkungan belajar siswa dan prestasi belajar mereka. Dengan demikian, koefisien korelasi yang diperoleh menunjukkan bahwa lingkungan belajar berkontribusi secara signifikan terhadap prestasi siswa. Oleh karena itu, baik sekolah maupun keluarga harus berkomitmen untuk meningkatkan lingkungan belajar. Sekolah harus menyediakan fasilitas pembelajaran yang memadai dan menciptakan lingkungan akademik yang nyaman, dan keluarga harus memberikan dukungan moral dan materi untuk mendukung aktivitas siswa. KESIMPULAN DAN SARAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar memiliki hubungan positif dengan prestasi siswa pada mata pelajaran Instalasi Penerangan Listrik. Semakin tinggi minat belajar siswa, semakin besar kemungkinan mereka berhasil dalam pelajaran. Lingkungan belajar juga berkorelasi positif dengan kinerja siswa. Lingkungan belajar yang baik dapat mendukung proses pembelajaran dan berkontribusi terhadap prestasi siswa. Pada saat yang sama, minat belajar dan lingkungan belajar berkorelasi positif dengan prestasi siswa dalam Instalasi Hubungan Minat Belajar dan Lingkungan Belajar dengan Prestasi Siswa pada Mata Pelajaran Instalasi Penerangan Listrik Penerangan Listrik. Hasil ini menunjukkan bahwa keberhasilan belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor: faktor internal, yang mencakup minat belajar siswa, dan faktor eksternal, yang mencakup lingkungan belajar siswa. Akibatnya, peningkatan prestasi siswa harus dicapai melalui penguatan minat belajar dan pembentukan lingkungan belajar yang mendukung baik di sekolah maupun di rumah. DAFTAR REFERENSI Asriani. , & Pewangi. Pengaruh Minat Belajar dan Lingkungan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di UPT SPF SD Inpress Panaikang II/1 Kota Makassar. DIMAR: Jurnal Pendidikan Islam, 7. , 98106. Ayudia. Pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi siswa di sekolah. Jurnal Pendidikan, 2. , 1Ae6. Cahyani. , & Wadjdi. Hubungan lingkungan belajar dan disiplin belajar dengan hasil belajar siswa mata pelajaran instalasi penerangan listrik program keahlian teknik instalasi tenaga listrik kelas XII SMK Karya Guna Jakarta. Jurnal Pendidikan Teknik Elektro, 1. , 1Ae10. Dewi. Pengembangan kurikulum di Indonesia dalam menghadapi tuntutan abad As-Salam: Jurnal Studi Hukum Islam & Pendidikan, 8. , 1-22. Dewi. Pengembangan kurikulum di Indonesia dalam menghadapi tuntutan abad As-Salam: Jurnal Studi Hukum Islam & Pendidikan, 8. , 1Ae22. Efronia. , & Ahyanuardi. Evaluasi Program Pembelajaran Produktif Bidang Ketenagalistrikan Sekolah Menengah Kejuruan. Mimbar Ilmu, 27. , 20-26. Harjun. Halim. Wulandari. Ananta. Andriani. Nuraeni. , . & Sari. Hubungan Antara Gaya Belajar Terhadap Minat Belajar Mahasiswa. Jurnal Ilmiah Literasi Indonesia, 2. , 01-13. Iliza. , & Hanif. Membangun minat dan motivasi belajar peserta didik. AlIlmiya: Jurnal Pendidikan Islam, 1. , 700-708. Inggerid. Wadjdi. , & Sunawar. Hubungan hasil belajar gambar teknik dan motivasi kerja siswa dengan hasil belajar instalasi penerangan listrik dalam program keahlian teknik instalasi tenaga listrik kelas XI di SMK Negeri 55 Jakarta tahun ajaran 2019/2020. Jurnal Pendidikan Teknik Elektro, 9. , 1Ae9. Nabillah. , & Abadi. Faktor penyebab rendahnya hasil belajar Prosiding Sesiomadika, 2. Purba. Tambunan. Sihotang. , & Limbong. Hubungan disiplin belajar dengan minat siswa SMK N 5 Medan terhadap instalasi tenaga listrik. Jurnal Pendidikan dan Teknologi, 3. , 894Ae901. Sermatan. Sangi. , & Sanger. Hubungan minat dan motivasi dengan hasil belajar teknik instalasi penerangan listrik siswa SMKN 2 Tanimbar Selatan. Jurnal Pendidikan Teknik Elektro, 1. , 1Ae8. Jurnal Pendidikan. Bahasa dan Budaya - VOLUME 5. NOMOR 2. JUNI 2026 e-ISSN: 2962-1143. p-ISSN: 2962-0864. Hal. Suhadi. Sari. , & Nawaji. Pengaruh Lingkungan Keluarga dan Fasilitas Belajar terhadap Hasil Belajar Siswa di SDN 5 Kalirejo. CENDEKIA: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah, 1. , 739-752. Wardani. Nugroho. Sabekti. Murtiyasa. , & Setyaningsih. Pengaruh lingkungan belajar terhadap hasil belajar pembelajaran matematika SDN Nglorog 3. Jurnal Riset Dan Inovasi Pembelajaran, 4. , 534-546. Yahya. , & Mahande. Belajar dan Pembelajaran Kejuruan. Indonesia Emas Group.