Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN 2685-5607 Vol. 3 No. Desember 2019 . THE EFFECTS OF CR. DR. EPS. AND ROA ON STOCK PRICES OF TELECOMMUNICATION COMPANIES LISTED ON INDONESIA STOCK EXCHANGE Kevin1. Harry Patuan Panjaitan2 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pelita Indonesia Email : kevincoffin46@yahoo. id1 , harry. patuan@lecturer. ABSTRACT This study aimed to determine the effects of Current Ratio (CR). Debt Ratio (DR). Earning Per Share (EPS), and Return On Assets (ROA) on stock prices of telecommunication companies listed on Indonesia Stock Exchange (IDX) 2010 Ae 2017. This study used a non-partisipant observation method by access and analyze financial statements published on the official website of the Indonesia Stock Exchange . The sampling method used in this study was purposive sampling method with 4 companies sample. The data analysis technique used was multiple linear regression and SPSS Programme. The result of this study indicated that DR and ROA partially positive and significant impact on stock prices, while CR and EPS partially negative and insignificant impact on stock prices of telecommunication companies listed on Indonesia Stock Exchange 2010 Ae 2017. Keywords : Current ratio, debt ratio, earning per share, return on assets, stock prices. PENGARUH CR. DR. EPS. DAN ROA TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN TELEKOMUNIKASI YANG TERDAFTAR DI BEI ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Current Ratio (CR). Debt Ratio (DR). Earning Per Share (EPS), dan Return On Assets (ROA) terhadap harga saham pada perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2010 Ae 2017. Penelitian ini menggunakan metode observasi non partisipan yaitu dengan mengakses dan mempelajari laporan keuangan yang dipublikasikan pada situs resmi Bursa Efek Indonesia . Metode pengambilan sampelyang digunakan adalah metode purposive sampling dengan sampel sebanyak 4 perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah Regresi Linear Berganda dengan program SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel DR dan ROA secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham, sedangkan CR dan EPS secara parsial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap harga saham pada perusahaan telekomunikasi di BEI periode 2010 Ae 2017. Kata Kunci : Current ratio, debt ratio, earning per share, return on assets, harga saham. Pengaruh CR. DR. EPS, dan ROA terhadap Harga Saham Perusahaan Telekomunikasi yang Terdaftar di BEI (Kevin dan Harry Patuan Panjaita. http://w. id/ojs32/index. php/BILANCIA/index Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN 2685-5607 PENDAHULUAN Telekomunikasi adalah teknik pengiriman atau penyampaian informasi, dari suatu tempat ke tempat lain, menurut Wikipedia. Dalam dunia globalisasi dan digitalisasi zaman sekarang, telekomunikasi telah mengalami perkembangan yang sangat pesat, dimana pada awalnya masih menggunakan kabel telepon, hingga penggunaan GSM dan CDMA, hingga jaringan 3G dan 4G yang marak digunakan oleh masyarakat sekarang. Sektor telekomunikasi dipilih sebagai objek penelitian, karena perkembangan industri telekomunikasi dewasa ini semakin meningkat pesat, banyaknya permintaan konsumen akan sarana operator telekomunikasi sangat tinggi, ditandai dengan semakin banyaknya sarana operator telekomunikasi bermunculan dengan beragam jenis dan fitur-fitur penunjang serta promosi dan iklan besar-besaran sebagai keunggulan produk mereka. Melihat perkembangan dunia telekomunikasi tersebut, maka memberikan peluang bagi para investor untuk melakukan investasi di bidang industri telekomunikasi tersebut. Perkembangan industri telekomunikasi di Indonesia pada akhir tahun 90-an, keberadaan alat telekomunikasi sederhana mulai digantikan dengan teknologi nirkabel. Jaringan operator seluler GSM, kartu prabayar, dan CDMA mulai masuk ke Indonesia. Pergeseran tersebut terjadi karena teknologi terbaru ini dianggap lebih fleksibel dan bermanfaat bagi orang-orang dengan mobilitas tinggi. Penggunaan layanan panggilan dan pesan singkat (SMS) tersebut kemudian perlahan-lahan berkurang pada era tahun 2017 kemarin, digantikan dengan penggunaan internet. Jaringan media sosial yang ada dan data internet sekali lagi mengubah sistem telekomunikasi di Indonesia. Adanya perkembangan teknologi yang canggih memberikan peluang kepada industri telekomunikasi di Indonesia untuk berkembang dan saling bersaing dengan paket Ae paket internet dan komunikasi yang murah. Tabel 1. Pertumbuhan Pengguna Internet di Indonesia Tahun Jumlah Pengguna . uta oran. 143,26 Sumber : http://isparmo. id (Diola. Berdasarkan data pada tabel 1 diatas, diketahui bahwa pertumbuhan pengguna internet di Indonesia meningkat sangat pesat sepanjang tahun, terjadi kenaikan yang sangat signfikan dari tahun 2015 menuju tahun 2016 sebesar 22,5 juta penduduk. Untuk tahun 2017, jumlah penduduk pengguna internet di Indonesia mencapai 143,26 juta penduduk, meningkat tiga kali lipat dari tahun 2010 dan dua kali lipat dari tahun 2012. Hal ini membuktikan bahwa kemajuan perkembangan teknologi dan komunikasi, mendorong setiap penduduk untuk ikut beradaptasi dengan perkembangan yang ada. Perkembangan industri telekomunikasi ini sangat menarik minat para investor untuk menanamkan investasinya ke dalam industri telekomunikasi. Para investor menilai bahwa industri telekomunikasi merupakan salah satu sektor investasi yang mempunyai prospek bagus ke depan dan mampu memberikan return yang maksimal terhadap investasinya. Hal ini dapat dilihat dari semakin meningkatnya penggunaan sarana telekomunikasi yang sangat diperlukan oleh semua kalangan. Besarnya peluang pasar yang menjanjikan bagi perkembangan industri telekomunikasi ini juga merupakan alasan mengapa para investor tertarik untuk melakukan investasi pada industri ini. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019 e-ISSN 2685-5607 Dalam hal berinvestasi saham, harga saham merupakan faktor yang sangat penting dan harus diperhatikan oleh investor dalam melakukan investasi karena harga saham menunjukkan prestasi emiten. Pergerakan harga saham searah dengan kinerja emiten, apabila emiten mempunyai prestasi yang semakin baik maka keuntungan yang didapat dan dihasilkan dari operasi usaha semakin besar (Tandelilin, 2. Harga saham juga menunjukkan nilai suatu perusahaan dan merupakan indeks yang tepat untuk efektivitas perusahaan. Dengan semakin tinggi harga saham, maka semakin tinggi pula nilai perusahaan tersebut dan sebaliknya (Jogiyanto, 2. Harga saham yang terlalu rendah sering diartikan bahwa kinerja perusahaan kurang baik. Namun bila harga saham terlalu tinggi mengurangi kemampuan investor untuk membeli saham tersebut. Ada banyak hal yang mempengaruhi fluktuasi harga saham. Menurut Brigham dan Houston . harga saham dipengaruhi oleh beberapa faktor utama yaitu faktor internal dan fakor eksternal. Faktor internal disebut juga faktor fundamental adalah faktor yang berasal dari dalam perusahaan, faktor internal ini berkaitan dengan pemasaran, pendanaan, perubahan direksi managemen perusahaan, dan sebagainya yang merupakan kejadian yang berubah di dalam perusahaan itu sendiri. Selain itu, rasio keuangan juga mempengaruhi harga saham yang terdiri dari rasio likuiditas, rasio solvabilitas, dan rasio profitabilitas. Faktor eksternal merupakan faktor yang mempengaruhi harga saham dari luar, biasanya bersifat makro seperti hukum dan kondisi politik, naik turunnya nilai suku bunga, serta inflasi. Faktor - faktor ini yang akan mempengaruhi fluktuasi harga saham. Saham menjadi salah satu alternatif investasi di pasar modal yang paling banyak digunakan oleh para investor karena keuntungan yang diperoleh lebih besar dan dana yang dibutuhkan investor untuk melakukan investasi tidak begitu besar jika dibandingkan dengan obligasi. Tujuan perusahaan melakukan investasi saham adalah untuk memaksimalkan kesejahteraan pemegang saham dengan cara memaksimalkan nilai saham perusahaan yang pada akhirnya akan mencerminkan harga saham tersebut. Investasi dalam bentuk saham sebenarnya memiliki resiko yang tinggi sesuai dengan prinsip investasi yaitu low risk low return, high risk high Seorang investor hendaknya benar-benar memahami tentang harga saham dan kerap melakukan analisis harga saham terlebih dahulu agar tidak salah berinvestasi karena pergerakan harga suatu saham tidak dapat diperkirakan secara pasti. Seiring dengan banyaknya perusahaan yang terdaftar di BEI, tentu akan menyulitkan para investor untuk memilih emiten mana yang akan memberikan imbal yang baik. Investor harus mampu mengambil keputusan untuk memberikan investasi kepada perusahaan yang membutuhkan dana. Oleh karena itu, dalam mengambil keputusan tersebut, investor harus mengetahui data dan informasi yang akurat mengenai perusahaan Data yang dibutuhkan adalah Laporan Keuangan. Menurut Wikipedia. Laporan Keuangan merupakan catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Supaya keputusan dapat diambil dengan tepat, maka informasi yang berasal dari Laporan Keuangan harus dianalisis dengan menggunakan Analisis Rasio Keuangan. Analisis Rasio Keuangan merupakan suatu alat analisa yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan suatu perusahaan berdasarkan data yang terdapat di dalam laporan keuangan. Beberapa analisis rasio keuangan yang dapat digunakan yaitu Rasio Likuiditas yaitu rasio yang untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kemampuan finansial dalam jangka waktu pendek. Salah satunya adalah Current Ratio yaitu rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek dengan menggunakan aktiva lancarnya. Rasio yang lain yaitu Rasio Solvabilitas, yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan suatu perusahaan memenuhi kewajiban jangka panjangnya. Salah satunya yaitu Debt to Asset Ratio/ Debt Ratio yaitu rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan salam menjamin hutang- hutangnya dengan sejumlah aktiva yang Sedangkan Rasio Profitabilitas adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan nilai pernjualan, aktiva, dan modal sendiri. Rasio Return On Asset dapat dipakai untuk mengetahui seberapa efisien sebuah perusahaan dalam mengelola asetnya untuk menghasilkan laba dalam suatu periode tertentu. Selain itu. Earning Per Share juga dapat dipakai untuk mencerminkan pendapatan yang akan diterima untuk setiap 1 lembar saham yang dibeli. Naik turunnya harga saham di pasar modal menjadi sebuah fenomena yang menarik untuk dibicarakan berkaitan dengan isu naik turunnya nilai perusahaan itu sendiri. Fluktuasi harga saham juga terjadi pada perusahaan telekomukasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sektor telekomunikasi tergolong ke dalam sektoral Infrastruktur. Utilitas, dan Transportasi yang merupakan salah satu dari jenis indeks harga saham. Indeks harga saham merupakan indikator atau cerminan pergerakan harga saham. Indeks harga saham dapat digunakan oleh para investor sebagai pedoman dalam berinvestasi saham. Berdasarkan data indeks sektoral JKINFA (Infrastruktur. Utilitas, dan Transportas. yang diperoleh dari situs w. com dapat ditampilkan pada grafik berikut ini: Pengaruh CR. DR. EPS, dan ROA terhadap Harga Saham Perusahaan Telekomunikasi yang Terdaftar di BEI (Kevin dan Harry Patuan Panjaita. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN 2685-5607 Sumber : w. com (Diola. Gambar 1. Grafik Indeks Harga Saham Sektoral Infrastruktur. Utilitas, dan Transportasi (JKINFA) Tahun 2010-2018 Dari Gambar 1 diatas, dapat dilihat bahwa pergerakan indeks harga saham pada perusahaan sektoral Infrastruktur. Utilitas, dan Transporasi yang terdaftar di BEI terus mengalami fluktuasi naik turun setiap Di tahun 2010 harga saham mengalami kenaikan, sedangkan di tahun 2011 harga saham kembali Pada tahun 2012 harga saham mulai mengalami peningkatan signifikan, hingga akhir tahun 2013 sempat mengalami penurunan. Pada tahun 2014 harga saham kembali meningkat tajam hingga posisi 1. 184, dan megalami penurunan yang cukup signifikan pada tahun 2015. Pada tahun 2016 harga saham mengalami kenaikan di pertengahan tahun dan penurunan di akhir tahun. Pada tahun 2017, harga saham mengalami peningkatan hingga mencapai posisi tertinggi dan kembali turun di tahun 2018. Pergerakan harga saham inilah yang akan memberikan keuntungan bagi investor. Adanya perbedaan hasil penelitian terdahulu yang diteliti oleh Dadrasmoghada dan Akbari . meneliti bahwa Current Ratio have a significant effect on stock prices / Current Ratio berpengaruh signifikan positif terhadap harga saham dan hasil penelitian oleh Asmirantho dan Somantri . meneliti bahwa Current Ratio positive effect on stock prices rejected / Current Ratio tidak berpengaruh secara signifikan terhadap harga Adanya perbedaan hasil penelitian terdahulu yang diteliti oleh Warrad . meneliti bahwa the study concluded that there is no significant effect of earnings per share on a bankAos stock prices / Earning Per Share tidak berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham dan hasil penelitian oleh Asmirantho dan Somantri . meneliti bahwa It shows that Earning Per Share (EPS) has a positive and significant effect on stock prices of Pharmaceutical subcompanies listed on the BEI period 2012-2016 / Earning Per Share berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham. Adanya perbedaan hasil penelitian terdahulu yang diteliti oleh Dadrasmoghada dan Akbari . meneliti bahwa Return On Assets ratio have a significant effect on stock prices / ROA berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham sementara penelitian menurut Saragih . meneliti bahwa The Return On Assets has a negative partial effect that is not significant on the Stock Return of Wholesale and Retail Trade companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2010-2011 / ROA berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap harga saham. Adanya perbedaan hasil penelitian terdahulu yang diteliti oleh Dadrasmoghada dan Akbari . meneliti bahwa Debt Ratio have a significant effect on stock prices / Debt Ratio berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham sementara penelitian menurut Mahadewi dan Candraningrat . meneliti bahwa Debt Ratio berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap harga saham. Dari uraian yang dikemukakan sebelumnya, dapat dilakukan penelitian lebih lanjut yang menghubungkan variabel Ae variabel yang mempengaruhi harga saham yaitu : Current Ratio (CR). Debt Ratio (DR). Earning Per Share (EPS), dan Return On Asset (ROA) pada perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di BEI pada tahun 2010 Ae 2017. Adapun tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Current Ratio (CR). Debt Ratio (DR). Earning Per Share (EPS), dan Return On Asset (ROA) secara parsial terhadap harga saham pada perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2017. Serta manfaat penulisan ini bagi perusahaan adalah sebagai informasi dari pihak manajemen perusahaan untuk melihat kondisi kinerja perusahaan yang dicapai. Bagi investor sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019 e-ISSN 2685-5607 Bagi Akademik dan Peneliti selanjutnya sebagai bahan rujukan dalam melakukan penelitian TINJAUAN PUSTAKA Current Ratio (CR) Rasio lancar atau (Current Rati. merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan. Dengan kata lain, seberapa banyak aktiva lancar yang tersedia untuk menutupi kewajiban jangka pendek yang segera jatuh Rasio lancar dapat pula dikatakan sebagai bentuk untuk mengukur tingkat keamanan . argin of safet. suatu perusahaan. (Kasmir, 2008 : . Semakin tinggi rasio lancarnya, semakin likuid perusahaannya. Hasil Current Ratio atau Rasio Lancar yang diterima pada umumnya adalah 2 kali. Rasio Lancar sebesar 2 kali ini dianggap sebagai posisi nyaman dalam keuangan bagi kebanyakan perusahaan. Namun pada dasarnya. Rasio Lancar yang dapat diterima ini bervariasi antara satu industri dengan industri lainnya. Bagi kebanyakan industri. Rasio Lancar sebesar 2 kali sudah dianggap dapat diterima atau AuAcceptableAu. Nilai rendah pada Rasio Lancar . ilai yang kurang dari 1 kal. menunjukan bahwa perusahaan mungkin mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajiban lancarnya. Curent Ratio dihitung dengan rumus (Kasmir, 2008:. Debt Ratio (DR) Menurut Sawir . Debt Ratio merupakan rasio yang memperlihatkan proposi antara kewajiban yang dimiliki dan seluruh kekayaan yang dimiliki. Rasio Hutang ini dapat menunjukan proporsi hutang perusahaan terhadap total aset yang dimilikinya. Para Investor dapat menggunakan Rasio Hutang atau Debt Ratio ini untuk mengetahui berapa banyak hutang yang dimiliki oleh perusahaan dibandingkan dengan asetnya. Kreditur juga dapat mengukur seberapa tinggi risiko yang diberikan kepada suatu perusahaan. Semakin tinggi rasionya, semakin besar pula risiko yang terkait dengan operasional perusahaan. Sedangkan rasio utang yang rendah mengindikasikan pembiayaan konservatif dengan kesempatan untuk meminjam di masa depan tanpa risiko yang signifikan. Rendahnya Rasio Hutang juga memiliki arti hanya sebagian kecil aset perusahaan yang dibiayai dari Hutang. Debt Ratio dapat dihitung dengan rumus : Earning per Share (EPS) Pengertian Earning per Share (EPS) menurut Kasmir . 8 : . merupakan AuRasio untuk mengukur keberhasilan manajemen dalam mencapai keuntungan bagi pemegang saham. Ay Semakin tinggi nilai EPS tentu saja menggembirakan pemegang saham karena semakin besar laba yang disediakan untuk pemegang saham. Rasio laba menunjukkan dampak gabungan dari likuiditas serta manajemen aktiva dan kewajiban terhadap kemampuan perusahaan menghasilkan laba. Jadi, disimpulkan bahwa EPS merupakan suatu rasio yang menunjukkan jumlah laba yang didapatkan dari setiap lembar saham yang ada. Selanjutnya Syamsuddin . mengatakan bahwa pada umumnya para pemegang saham tertarik dengan Earning per Share (EPS) yang besar karena hal tersebut merupakan salah satu indikator keberhasilan Earning per Share dihitung dengan rumus (Kasmir, 2008 : . Return on Asset (ROA) Syamsuddin . mengemukakan bahwa AuReturn on Assets (ROA) merupakan pengukuran kemampuan perusahaan secara keseluruhan di dalam menghasilkan keuntungan dengan jumlah keseluruhan aktiva yang tersedia di dalam perusahaanAy. Artinya, tingkat pengembalian investasi menggunakan rasio pengukuran laba yang diterima dari modal yang diinvestasikan. Rasio pengukuran ini digunakan untuk mengevaluasi kinerja perusahaan. Tingkat pengembalian investasi merupakan jenis tingkat pengembalian modal, rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk memberikan laba bagi yang menyediakan dana jangka panjang dan menarik penyedia jangka panjang di masa akan datang. Berdasarkan definisi menurut para ahli tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa Return on Assets (ROA) merupakan rasio profitabilitas yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan aktiva yang dimilikinya. Menurut Kasmir . dapat dirumuskan sebagai berikut: Pengaruh CR. DR. EPS, dan ROA terhadap Harga Saham Perusahaan Telekomunikasi yang Terdaftar di BEI (Kevin dan Harry Patuan Panjaita. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN 2685-5607 Harga Saham Menurut Brigham dan Houston . Harga saham menentukan kekayaan pemegang saham. Maksimalisasi kekayaan pemegang saham diterjemahkan menjadi maksimalkan harga saham perusahaan. Harga saham pada satu waktu tertentu akan bergantung pada arus kas yang diharapkan diterima di masa depan oleh investor Aurata Ae rataAy jika investor membeli saham. Sedangkan, harga pasar saham adalah nilai pasar sekuritas yang dapat diperoleh investor apabila investor menjual atau membeli saham, yang ditentukan berdasarkan harga penutupan atau closing price di bursa pada hari yang bersangkutan. Jadi, harga penutupan atau closing price merupakan harga saham terakhir kali pada saat berpindah tangan di akhir perdagangan. Perubahan harga pasar saham menjadi perhatian penting bagi para investor dalam melakukan investasi pada pasar modal. Harga saham yang digunakan dalam melakukan transaksi di pasar modal merupakan harga yang terbentuk dari mekanisme pasar yaitu permintaan dan penawaran pasar. Pengertian harga saham menurut Jogiyanto . , adalah harga saham yang terjadi di pasar bursa pada saat tertentu yang ditentukan oleh pelaku pasar dan ditentukan oleh permintaan dan penawaran saham yang bersangkutan dipasar modal. Menurut Brigham dan Houston . , ada beberapa faktor yang mempengaruhi pergerakan harga saham atau indeks harga saham, antara lain 1. Faktor Internal (Lingkungan mikr. yaitu a. Pengumuman tentang pemasaran, produksi, penjualan seperti pengiklanan, rincian kontrak, perubahan harga, penarikan produk baru, laporan produksi, laporan keamanan produk, dan laporan penjualan, b. Pengumuman pendanaan . inancing announcement. , seperti pengumuman yang berhubungan dengan ekuitas dan hutang, c. Pengumuman badan direksi manajemen . anagement board of director announcement. seperti perubahan dan pergantian direktur, manajemen, dan struktur organisasi, d. Pengumuman pengambilalihan diversifikasi, seperti laporan merger, investasi ekuitas, laporan take over oleh pengakuisisian dan diakuisisi, laporan divestasi dan lainnya, e. Pengumuman investasi . nvestment annuncement. , seperti melakukan ekspansi pabrik, pengembangan riset dan, penutupan usaha lainnya, f. Pengumuman ketenagakerjaan . abour announcement. , seperti negoisasi baru, kontrak baru, pemogokan dan lainnya, dan g. Pengumuman laporan keuangan perusahaan, seperti peramalan laba sebelum akhir tahun fiskal dan setelah akhir tahun fiskal. Earning Per Share (EPS) dan Deviden Per Share (DPS). Price Earning Ratio. Net Profit Margin. Return On Assets (ROA), dan lain-lain. Faktor eksternal (Lingkungan makr. yaitu a. Pengumuman dari pemerintah seperti perubahan suku bunga tabungan dan deposito, kurs valuta asing, inflasi, serta berbagai regulasi dan deregulasi ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah, b. Pengumuman hukum . egal announcement. , seperti tuntutan karyawan terhadap perusahaan atau terhadap manajernya dan tuntutan perusahaan terhadap manajernya, c. Pengumuman industri sekuritas . ecurities announcement. , seperti laporan pertemuan tahunan, insider trading, volume atau harga saham perdagangan, pembatasan/penundan trading, d. Gejolak politik dalam negeri dan fluktuasi nilai tukar juga merupakan faktor yang berpengaruh signifikan pada terjadinya pergerakan harga saham di bursa efek suatu negara, dan e. Berbagai isu baik dari dalam negeri dan luar negeri. Penelitian Terdahulu Dadrasmoghada dan Akbari . dengan judul penelitian Relationship between Financial Ratios in the Stock Prices of Agriculture-Related Companies Accepted On the Stock Exchange for Iran (Pengaruh Rasio Keuangan terhadap Harga Saham pada Perusahaan Agrikultural yang Terdaftar di Bursa Efek Ira. Hasil penelitiannya menyatakan bahwa Debt Ratio. Current Ratio, dan ROA mempengaruhi harga saham signifikan positif. Rasio Aktivitas berpengaruh negatif signifkan terhadap harga saham. ROE tidak berpengaruh terhadap harga saham. Warrad . dengan judul penelitian The Effect of Market Valuation Measures on Stock Price: An Empirical Investigation on Jordanian Banks. (Pengaruh Pengukuran Pasar terhadap Harga Saham : Penelitian Empiris pada Bank di Jorda. Hasil penelitiannya menyatakan bahwa DPS berpengaruh signifikan positif terhadap harga saham. EPS. Price/ Earning Ratio, dan Stock Turnover tidak mempengaruhi harga saham. Asmirantho dan Somantri . dengan judul penelitian The Effect of Financial Performance On Stock Price at Pharmaceutical Subsector Company Listed In Indonesia Stock Exchange (Pengaruh Rasio Keuangan terhadap Harga Saham pada Perusahaan Farmasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesi. Hasil penelitiannya menyatakan bahwa CR. DER. TATO, dan ROE tidak berpengaruh terhadap harga saham. EPS berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham. Saragih . dengan judul penelitian The Effects of Return On Assets (ROA). Return on Equity (ROE), and Debt to Equity Ratio (DER) on Stock Returns in Wholesale and Retail Trade Companies Listed in Indonesia Stock Exchange (Pengaruh ROA. ROE, dan DER terhadap Harga Saham pada Perusahaan Dagang Grosir dan Eceran yang terdaftar di BEI). Hasil penelitiannya menyatakan bahwa ROA dan DER berpengaruh tidak signifikan negatif terhadap harga saham. ROE berpengaruh tidak signifikan positif terhadap harga saham. Mahadewi dan Candraningrat . dengan judul penelitian Pengaruh Return On Asset. Earning Per Share, dan Debt Ratio Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Indeks LQ-45 Di Bursa Efek Indonesia. Hasil Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019 e-ISSN 2685-5607 penelitiannya menyatakan bahwa ROA dan EPS berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham. berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap harga saham. Fatmawati. Wahono, dan Priyono . dengan judul penelitian Pengaruh Return On Equity (ROE). Debt Ratio (DR). Debt To Equity Ratio (DER) Earning Per Share (EPS) Dan Price Earning Ratio (PER) Terhadap Harga Saham (Studi kasus Pada Perusahaan Food And Beverages Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2012-2. Hasil penelitiannya menyatakan bahwa DR dan EPS secara parsial berpengaruh terhadap harga saham. Sementara ROE. DER, dan PER secara parsial tidak berpengaruh terhadap harga saham. Pratama dan Erawati . dengan judul penelitian Pengaruh Current Ratio. Debt To Equity Ratio. Return On Equity. Net Profit Margin dan Earning Per Share Terhadap Harga Saham (Study Kasus Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2008-2. Hasil penelitiannya menyatakan bahwa CR. DER, dan EPS berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham. Sementara ROE dan NPM berpengaruh tidak signifikan terhadap harga saham. Hipotesis H1 : Current Ratio (CR) berpengaruh signifikan terhadap harga saham pada perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2017 H2 : Debt Ratio (DR) berpengaruh signifikan terhadap harga saham pada perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2017 H3 : Earning per Share (EPS) berpengaruh signifikan terhadap harga saham pada perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2017 H4 : Return on Asset (ROA) berpengaruh signifikan terhadap harga saham pada perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2017. Kerangka Pemikiran Berdasarkan uraian sebelumnya, kerangka pemikiran dalam penelitian ini dapat dijabarkan dalam skema berikut CURRENT RATIO (X. DEBT RATIO (X. HARGA SAHAM (Y) EARNING PER SHARE (X. RETURN ON ASSET (X. Sumber : Data Olahan . Gambar 2. Kerangka Pemikiran METODE PENELITIAN Objek. Tempat, dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan terhadap perusahaan Ae perusahaan Telekomunikasi yang terdaftar di BEI untuk periode 2010 Ae 2017 dengan memperoleh informasi dari unduhan data yang diakses dari w. com dan Yahoo Finance. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2018 sampai Desember Populasi dan Sampel Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. (Sugiyono, 2012 : . Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan Ae perusahaan sub sektor Telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode 2010 -2017, dan jumlah perusahaan di dalam populasi tersebut adalah sebanyak 6 perusahaan. Sampel adalah bagian atau jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan diberlakukan untuk populasi. Untuk itu, sampel yang dipilih harus benar benar representatif atau dapat mewakili populasi tersebut. (Sugiyono, 2. Teknik pengambilan yang dilakukan dalam penelitian ini untuk menentukan sampel adalah Non Probability Sampling yaitu metode purposive sampling, yaitu teknik sampling dengan berdasarkan pertimbangan dan batasan tertentu, dengan tujuan untuk mendapatkan sampel yang relevan dengan tujuan penelitian dan representatif sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Pengaruh CR. DR. EPS, dan ROA terhadap Harga Saham Perusahaan Telekomunikasi yang Terdaftar di BEI (Kevin dan Harry Patuan Panjaita. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN 2685-5607 Berdasarkan kriteria pengambilan sampel, diperoleh empat . perusahaan yang memenuhi syarat untuk dijadikan sampel dalam penelitian ini. Adapaun perusahaan Ae perusahaan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 2. Daftar Sampel Perusahaan Kode Perusahaan Nama Perusahaan Tanggal Terdaftar di BEI EXCL XL AxiataTbk 29 September 2005 FREN Smartfren Telecom Tbk 29 November 2006 ISAT IndosatTbk 19 Oktober 1994 TLKM Telekomunikasi Indonesia Tbk 14 November 1995 Sumber : w. com (Diola. Definisi Operasional Variabel Definisi operasional variable adalah pengertian variable . ang diungkap dalam definisi konse. tersebut, secara operasional, secara praktik, secara nyata dalam lingkup obyek penelitian/obyek yang diteliti. Variabel yang digunakan dalam penelittian ini ada 2 yaitu 1. Variabel Bebas (Independent Variabl. yaitu variabel yang mempengaruhi atau menjadi penyebab. Variabel bebas dalam penelitian ini terdiri dari Current Ratio (CR). Debt Ratio (DR). Earning Per Share (EPS), dan ROA (Return On Asse. Variabel Terikat (Dependent Variabl. yaitu variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat. Variabel Terikat dalam penelitian ini adalah Harga Saham. Jenis & Sumber Data Berdasarkan jenis data, pada penelitian ini digunakan data sekunder, yaitu data yang dinyatakan dalam bentuk angka yang diperoleh dari unduhan data yang diakses dari w. com dan w. Data sekunder yang digunakan yaitu data laporan keuangan perusahaan sub sektor Telekomunikasi yang terdaftar di BEI periode 2010 Ae 2017 serta harga sahamnya. Teknik Analisis Data Pengolahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS (Statistic Product for Service Solutio. Analisis yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Regresi Linear Berganda. Pada dasarnya regresi linear berganda adalah model prediksi atau peramalan dengan menggunakan data berskala interval atau rasio serta terdapat lebih dari satu variabel bebas. Rumusnya adalah : Y = a b1X1 b2X2 b3X3 b4X4 e Keterangan: = Variabel Terikat (Harga Saha. = Debt Ratio (DR) = Konstanta = Earning Per Share (EPS) b1 - b4 = Koefisien Regresi = Return On Asset (ROA) = Current Ratio (CR) = Error HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Regresi Linear Berganda Pengolahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS (Statistic Product for Service Solutio. Analisis yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Regresi Linear Berganda. Pada dasarnya regresi linear berganda adalah model prediksi atau peramalan dengan menggunakan data berskala interval atau rasio serta terdapat lebih dari satu variabel bebas. Tabel 3. Hasil Uji Analisis Regresi Linear Berganda Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. -5893,904 3022,353 -17,730 14,139 159,531 40,538 EPS -2,068 1,431 ROA 317,172 52,398 Sumber : Data Olahan SPSS, 2018 Berdasarkan hasil uji pada tabel 3, diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut : Y = -5893,904 -17,730 X1 159,531X2 - 2,068X3 317,172X4 Persamaan regresi di atas dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Konstanta sebesar -5893,904. artinya jika Current Ratio (X. Debt Ratio (X. Earning Per Share (X. , dan Return On Assets (X. nilainya adalah 0, maka Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019 e-ISSN 2685-5607 Harga Saham (Y) nilainya adalah -5893,904, b. Koefisien regresi variabel Current Ratio (X. sebesar -17,730. artinya jika variabel independen lain nilainya tetap dan Current Ratio mengalami kenaikan 1%, maka Harga Saham (Y) akan mengalami penurunan sebesar 17,730. Koefisien bernilai negatif artinya terjadi hubungan negatif antara Current Ratio dengan Harga Saham, semakin naik Current Ratio maka semakin menurun Harga Saham, c. Koefisien regresi variabel Debt Ratio (X. sebesar 159,531. artinya jika variabel independen lain nilainya tetap dan Debt Ratio mengalami kenaikan 1%, maka Harga Saham (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 159,531. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara Debt Ratio dengan Harga Saham, semakin naik Debt Ratio maka semakin meningkat Harga Saham, d. Koefisien regresi variabel Earning Per Share (X. sebesar -2,068. artinya jika variabel independen lain nilainya tetap dan Earning Per Share mengalami kenaikan 1%, maka Harga Saham (Y) akan mengalami penurunan sebesar 2,068. Koefisien bernilai negatif artinya terjadi hubungan negatif antara Earning Per Share dengan Harga Saham, semakin naik Earning Per Share maka semakin menurun Harga Saham, serta e. Koefisien regresi variabel Return On Assets (X. sebesar 317,172. artinya jika variabel independen lain nilainya tetap dan Return On Assets mengalami kenaikan 1%, maka Harga Saham (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 317,172. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara Return On Assets dengan Harga Saham, semakin naik Return On Assets maka semakin meningkat Harga Saham. Uji Asumsi Klasik Asumsi Klasik merupakan salah satu pengujian prasyarat pada regresi linear berganda. Menurut Kuncoro . Suatu model regresi yang valid harus memenuhi kriteria BLUE (Best. Linear. Unbiased, and Estimate. Untuk dapat mengetahui apakah model regresi yang kita gunakan dalam penelitian telah memenuhi kriteria BLUE, maka dilakukan uji prasyarat regresi linear berganda, yaitu uji Asumsi Klasik. Uji Normalitas Uji Normalitas data merupakan pengujian asumsi klasik paling utama yang harus dilakukan oleh peneliti. Tujuan uji normalitas adalah untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel dependen dan variabel independen mempunyai distribusi normal atau tidak. Menurut Ghozali . Salah satu cara untuk mengetahui apakah data penelitian berdistribusi normal atau tidak dapat melihat normal probability plots. Pengujian ini dilakukan dengan cara melihat titik-titik penyebaran data terhadap garis diagonal pada grafik. Sumber : Data Olahan SPSS, 2018 Gambar 3. Grafik P-P Plot Berdasarkan grafik P-P Plot tersebut, dapat disimpulkan bahwa data yang diuji bersifat normal karena secara keseluruhan titik-titik diatas membentuk suatu garis lurus. Apabila titik-titik tersebut mendekati garis diagonal, data semakin normal, sedangkan jika semakin menjauhi garis diagonal, data semakin tidak normal. Uji Heterokedastisitas Uji Heterokedastisitas adalah uji untuk menilai apakah ada ketidaksamaan varian dari residual untuk semua pengamatan pada model regresi linear. Pengaruh CR. DR. EPS, dan ROA terhadap Harga Saham Perusahaan Telekomunikasi yang Terdaftar di BEI (Kevin dan Harry Patuan Panjaita. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN 2685-5607 Sumber : Data Olahan SPSS, 2018 Gambar 4. Grafik Scatterplot Berdasarkan output Scatterplot diatas diketahui bahwa titik Ae titik data penyebar di atas dan di bawah angka nol, dan titik Ae titik tidak mengumpul di sekitar angka nol, serta penyebaran titik Ae titik tidak berpola. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah heteroskedastisitas, sehingga model regresi yang baik dan ideal dapat terpenuhi. Uji Multikolinearitas Multikolinearitas merupakan suatu situasi yang menunjukkan adanya korelasi atau hubungan kuat antara dua variabel bebas atau lebih dalam sebuah model regresi berganda. Tabel 4. Hasil Uji Multikolinearitas Model Zero-order Correlations Partial ,127 -,070 ,035 ,401 -,235 ,604 -,268 ,759 (Constan. EPS ROA Part -,156 ,489 -,179 ,752 Collinearity Statistics Tolerance VIF ,351 ,186 ,562 ,183 2,851 5,363 1,778 5,465 Sumber : Data Olahan SPSS, 2018 Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa seluruh variabel independen dalam penelitian ini memiliki tolerance> 0,10 dan VIF < 10 sehingga dapat diartikan bahwa tidak terjadi multikolinearitas dalam penelitian. Uji Autokorelasi Uji Autokorelasi digunakan untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antara kesalahan pengganggu . dalam model regresi yang digunakan. Model regresi yang baik adalah bebas dari autokorelasi. Tabel 5. Hasil Uji Autokorelasi dengan Run Test Unstandardized Residual Test Valuea 74,45449 Cases < Test Value Cases >= Test Value Total Cases Number of Runs -1,617 Asymp. Sig. -taile. ,106 Sumber: Data Olahan SPSS, 2018 Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019 e-ISSN 2685-5607 Berdasarkan tabel diatas, hasil uji run test menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,106 yang artinya 0,106 > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat gejala autokorelasi dalam penelitian ini. Uji Kelayakan Model (Uji F) Uji F merupakan pengujian yang dilakukan untuk mengetahui apakah seluruh variabel independen bersama sama mempunyai perngaruh yang signifikan terhadap variabel dependen (Harga Saha. Tabel 6. Hasil Uji F Model Sum of Squares Regression 82074979,816 Residual 58600650,059 Total 1,407E8 Mean Square 20518744,954 2170394,447 9,454 Sig. ,000a Sumber : Data Olahan SPSS, 2018 Berdasarkan data diatas diketahui bahwa nilai Fhitung diatas adalah 9,454. Sementara nilai Ftabel = 2,73. (Alpha=0,05 , df1 = 4 , df2 = n-k = 32-5 = . Karena Fhitung >Ftabel . ,454 < 2,. , maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara Current Ratio (X. Debt Ratio (X. Earning Per Share (X. , dan Return On Assets (X. secara simultan terhadap Harga Saham (Y). Uji Koefisien Determinasi Uji Koefisien Determinasi dilakukan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel Current Ratio. Debt Ratio. Earning Per Share, danReturn On Assetsterhadap Harga Saham. Hasil Determinasi ini ditunjukkan untuk menggambarkan seberapa jauh variabel Ae variabel independen yang digunakan dalam persamaan regresi menjelaskan variabel dependen. Tabel 7. Hasil Uji Koefisien Determinasi Model R Square Adjusted R Square ,764a ,583 ,522 Std. Error of the Estimate 1473,22586 Sumber : Data Olahan SPSS, 2018 Berdasarkan tabel di atas diperoleh angka R2 (R Squar. sebesar 0,522 atau . ,2%). Hal ini menunjukkan bahwa presentase sumbangan pengaruh variabel independen (Current Ratio. Debt Ratio. Earning Per Share, dan Return On Asset. terhadap variabel dependen (Harga Saha. sebesar 52,2%. Sedangkan sisanya sebesar 47,8% dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini. Uji Parsial (Uji . Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi, variabel independen (Current Ratio. Debt Ratio. Earning Per Share, dan Return On Asset. secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Harga Saha. Tabel 8. Hasil Uji Parsial Standardized Coefficients Model Beta (Constan. -,263 1,132 EPS -,239 ROA 1,758 -1,950 -1,254 3,935 -1,445 6,053 Sig. ,062 ,221 ,001 ,160 ,000 t tabel Hasil 2,051 2,051 2,051 2,051 TidakSignifikan Signifikan TidakSignifikan Signifikan Sumber : Data Olahan SPSS, 2018 Tingkat signifikansi menggunakan Alpha = 5% : 2 = 2,5% . ji 2 sis. dengan derajat kebebasan . nk-1 atau 32-4-1 = 27, sehingga t tabel diperoleh sebesar 2,051. Pengaruh CR terhadap Harga Saham Berdasarkan nilai t pada uji parsial, diperoleh bahwa nilai t hitung lebih kecil dari t tabel yaitu -1,254 < 2,051 dan nilai signifikansi 0,221 > 0,05. Artinya Current Ratio secara parsial tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Harga Saham. Dalam penelitian ini, nilai Current Ratio sebagai salah satu Rasio Likuiditas untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek, tidak selamanya mempengaruhi naik Pengaruh CR. DR. EPS, dan ROA terhadap Harga Saham Perusahaan Telekomunikasi yang Terdaftar di BEI (Kevin dan Harry Patuan Panjaita. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN 2685-5607 turunnya harga saham. Walaupun nilai Current Ratio yang rendah menunjukkan terjadi masalah likuidasi pada perusahaan, dan nilai Current Ratio yang tinggi menandakan ada dana yang mengganggur sehingga menurunkan efisiensi perusahaan, tidak mempengaruhi Harga Saham pada perusahaan sub sektor telekomunikasi yang terdaftar di BEI. Hal ini sependapat dengan penelitian Asmirantho dan Somantri . yang meneliti bahwa Current Ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham dan tidak sependapat dengan penelitian Dadrasmoghada dan Akbari . yang meneliti bahwa Current Ratio berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham. Perbedaan hasil penelitian diindikasikan karena perbedaan tahun penelitian dan objek yang diteliti oleh masing Ae masing peneliti. Pengaruh DR terhadap Harga Saham Berdasarkan nilai t pada uji parsial, diperoleh bahwa nilai t hitung lebih besar dari t tabel yaitu 3,935 > 2,051 dan nilai signifikansi 0,001 < 0,05. Artinya Debt Ratio secara parsial berpengaruh positif terhadap Harga Saham. Hasil ini menunjukkan semakin tinggi hutang terhadap total aktiva maka semakin tinggi pula Harga Saham perusahaan. Hasil ini tidak sesuai dengan teori menurut Sawir yang menyatakan semakin tinggi Debt Ratio semakin besar resiko terkait operasional perusahaan. Hal ini dikarenakan sektor telekomunikasi sangat padat modal, sehingga dibutuhkan juga modal hutang yang besar untuk kegiatan operasional perusahaan seperti pendirian tower, peralatan telekomunikasi, sumber daya manusia, kantor cabang, dan perizinan. Hal ini sependapat dengan penelitian Asmirantho dan Somantri . yang meneliti bahwa Debt Ratio berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham dan tidak sependapat dengan penelitian Mahadewi dan Candraningrat . yang meneliti bahwa Debt Ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham. Perbedaan hasil penelitian diindikasikan karena perbedaan tahun penelitian dan objek yang diteliti oleh masing Ae masing peneliti. Pengaruh EPS terhadap Harga Saham Berdasarkan nilai t pada uji parsial, diperoleh bahwa nilai t hitung lebih kecil dari t tabel yaitu -1,445 < 2,051 dan nilai signifikansi 0,16 > 0,05. Artinya Earning Per Share secara parsial tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Harga Saham. Dalam penelitian ini, nilai Earning Per Share sebagai salah satu Rasio Profitabilitas untuk mengukur laba yang diterima oleh pemegang saham per lembar saham, tidak selamanya mempengaruhi Harga Saham. Nilai Earning Per Share walaupun mengalami naik atau turun, positif maupun negatif teruji tidak mempengaruhi Harga Saham pada perusahaan sub sektor telekomunikasi yang terdaftar di BEI. Hal ini sependapat dengan penelitian Asmirantho dan Somantri . yang meneliti bahwa Earning Per Share tidak berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham dan tidak sependapat dengan penelitian Warrad . yang meneliti bahwa Earning Per Share berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham. Perbedaan hasil penelitian diindikasikan karena perbedaan tahun penelitian dan objek yang diteliti oleh masing Ae masing peneliti. Pengaruh ROA terhadap Harga Saham Berdasarkan nilai t pada uji parsial, diperoleh bahwa nilai t hitung lebih besar dari t tabel yaitu 6,053 > 2,051 dan nilai signifikansi 0,00 < 0,05. Artinya Return On Assets secara parsial berpengaruh positif terhadap Harga Saham. Dalam penelitian ini, nilai Return On Assets sebagai salah satu Rasio Profitabilitas untuk mengukur kemampuan perusahaan secara keseluruhan di dalam menghasilkan keuntungan dengan jumlah aktiva yang tersedia di dalam perusahaan, teruji mempengaruhi naik turunnya Harga Saham. Semakin tinggi nilai ROA menandakan bahwa semakin besar tingkat keuntungan perusahaan dan semakin baik perusahaan menggunakan aset perusahaan, teruji mempengaruhi Harga Saham pada perusahaan sub sektor telekomunikasi yang terdaftar di BEI. Hal ini sependapat dengan penelitian Dadrasmoghada dan Akbari . serta penelitian Mahadewi dan Candraningrat . yang meneliti bahwa Return On Assets berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham dan tidak sependapat dengan penelitian Asmirantho dan Somantri . yang meneliti bahwa Return On Assets tidak berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham. Perbedaan hasil penelitian diindikasikan karena perbedaan tahun penelitian dan objek yang diteliti oleh masing Ae masing peneliti. PENUTUP Penelitian ini dilakukan untuk menguji apakah variabel rasio keuangan yang terdiri dari Current Ratio. Debt Ratio. Earning Per Share, dan Return On Assets secara parsial mempengaruhi Harga Saham pada perusahaan sub sektor telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2010 - 2017. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan dan pembahasan yang telah dijabarkan, maka hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut a. Variabel Current Ratio tidak berpengaruh terhadap Harga Saham. Hal ini menunjukkan bahwa investor tidak melihat Current Ratio sebagai variabel yang diperhatikan di dalam membuat keputusan investasi di sektor telekomunikasi, b. Variabel Debt Ratio mempengaruhi secara signifikan Harga Saham pada perusahaan sub sektor telekomunikasi. Oleh karena itu, variabel Debt Ratio dapat dijadikan Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019 e-ISSN 2685-5607 acuan dalam memprediksi perubahan Harga Saham, c. Variabel Earning Per Share tidak berpengaruh terhadap Harga Saham. Hal ini menunjukkan bahwa investor tidak melihat Earning Per Share sebagai variabel yang diperhatikan di dalam membuat keputusan investasi di sektor telekomunikasi, d. Variabel Return On Assets mempengaruhi secara signifikan Harga Saham pada perusahaan sub sektor telekomunikasi. Oleh karena itu, variabel Return On Assets dapat dijadikan acuan dalam memprediksi perubahan Harga Saham. Adapun keterbatasan penulis dalam penelitian ini adalah data Harga Saham yang digunakan adalah data Harga Saham sebenarnya. Dengan memperhatikan kesimpulan dan penelitian yang telah dilakukan, maka terdapat beberapa saran yang diharapkan dapat berguna bagi pihak Ae pihak tertentu, yakni bagi investor, diharapkan kepada para investor agar lebih jeli dan teliti dalam memperhatikan variabel Ae variabel yang mempengaruhi Harga Saham pada pasar saham, di samping itu, diharapkan menggunakan rasio Ae rasio yang tepat untuk menilai kinerja suatu perusahaan sebelum melakukan investasi berupa saham, bagi perusahaan go public, diharapkan dapat memberikan laporan keuangan yang akurat, sehingga tidak memberikan kesimpulan yang keliru baik bagi pemakai laporan keuangan, investor, maupun peneliti, serta bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat melakukan penelitian menggunakan variabel Ae variabel yang berbeda baik bagi sektor telekomunikasi maupun sektor lainnya yang tidak dikaji dalam penelitian ini. DAFTAR RUJUKAN Agnes. Sawir. Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama Asmirantho. Edhi and Oktiviani Kusumah Somantri. The Effect of Financial Performance On Stock Price at Pharmaceutical Subsector Company Listed In Indonesia Stock Exchange. JIAFE (Jurnal Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonom. Volume 3. Nomor 2. Tahun 2017, pp. Brigham dan Houston. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan Buku 1 (Edisi . Jakarta : Salemba Empat Dadrasmoghada. Amir and Seyed Mohammad Reza Akbari. Relationship between Financial Ratios in the Stock Prices of Agriculture-Related Companies Accepted On the Stock Exchange for Iran. AENSI Publisher. Open Access Journal. Fatmawati dkk. Pengaruh Return On Equity (ROE). Debt Ratio (DR). Debt To Equity Ratio (DER) Earning Per Share (EPS) Dan Price Earning Ratio (PER) Terhadap Harga Saham (Studi Kasus Pada Perusahaan Food And Beverages Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2012-2. Fakultas Ekonomi Unisma Ghozali. Imam. Aplikasi Analisi Multivariate dengan Program SPSS. Edisi Ketujuh. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro Hartono. Jogiyanto. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Yogyakarta : BPFE UGM. Kasmir, 2008. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Rajawali Pers Kuncoro. Mudrajad. Metode Riset untuk Bisnis dan Ekonomi Edisi 4. Jakarta: Erlangga. Mahadewi. I Gusti Agung Ayu Bintang dan Ica Rika Candraningrat. Pengaruh Return On Asset. Earning Per Share, dan Debt Ratio Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Indeks LQ-45 Di Bursa Efek Indonesia. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana (Unu. Bali Ae Indonesia Pratama. Aditya & Teguh Erawati. Pengaruh Current Ratio. Debt To Equity Ratio. Return On Equity. Net Profit Margin Dan Earning Per Share Terhadap Harga Saham (Study Kasus Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2008-2. Volume 2. Nomor 1. Juni 2014, pp. Saragih. Joanna L. The Effects of Return On Assets (ROA). Return on Equity (ROE), and Debt to Equity Ratio (DER) on Stock Returns in Wholesale and Retail Trade Companies Listed in Indonesia Stock Exchange. IJSRM (International Journal of Science and Research Methodolog. Volume 8. Nomor 3. Sugiyono. Metode Penelitian Bisnis. Bandung : Alfabeta Syamsuddin. Lukman. Manajemen Keuangan Perusahaan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Tandelilin. Eduardus. Portofolio dan Investasi Teori dan Aplikasi. Edisi Pertama. Yogyakarta : Kanisius Warrad. Lina Hani. The Effect of Market Valuation Measures on Stock Price: An Empirical Investigation on Jordanian Banks. International Journal of Business and Social Science. Volume 8. Nomor 3. March 2017, pp. http://isparmo. http://w. http://w. http://w. http://w. http://w. http://w. Pengaruh CR. DR. EPS, dan ROA terhadap Harga Saham Perusahaan Telekomunikasi yang Terdaftar di BEI (Kevin dan Harry Patuan Panjaita.