Original Research HIJP : HEALTH INFORMATION JURNAL PENELITIAN Hubungan Kadar Hemoglobin Dengan Tingkat Kelelahan Pada Pasien Kanker Payudara Yang Melakukan Kemoterapi Correlation Between Hemoglobin Levels and Fatigue Severity in Breast Cancer Patients Undergoing Chemotherapy Heltty1*. Sitti Masriwati2. Dedi Krismiadi3. Ari Nofitasari4 Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Mandala Waluya. Kendari. Indonesia *Korespondensi e-mail: helttyheltty75@gmail. 1,2,3,4 Kata kunci: Hemoglobin. Kanker payudara. Kelelahan. Kemoterapi. Keywords: Hemoglobin. Breast cancer. Fatigue. Chemotherapy Poltekkes Kemenkes Kendari. Indonesia ISSN : 2085-0840 ISSN-e : 2622-5905 Periodicity : Bianual vol. 17 no. jurnaldanhakcipta@poltekkes-kdi. Received : 14 Agustus 2025 Accepted : 31 Desember 2025 Funding source : DOI : 10. 36990/hijp. URL : https://myjurnal. id/index. php/hijp/index Contract number : - Ringkasan: Latar belakang: Prevalensi kanker payudara terus meningkat dengan kelelahan sebagai gejala debilitating yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk penurunan kadar hemoglobin akibat Tujuan: Menganalisis hubungan antara kadar hemoglobin dengan tingkat kelelahan pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain korelasional menggunakan total sampling terhadap 34 pasien kanker payudara di RSUD Bahteramas Kendari pada AgustusSeptember 2024. Kadar hemoglobin diukur menggunakan Easy Touch GCHb terkalibrasi, sedangkan kelelahan dinilai dengan Brief Fatigue Inventory versi Indonesia. Data dianalisis menggunakan uji Pearson Correlation (=0,. Hasil: Ditemukan korelasi negatif kuat antara kadar hemoglobin dengan tingkat kelelahan . =-0,675. p<0,. , menunjukkan semakin rendah hemoglobin, semakin berat kelelahan yang dialami. Simpulan: Kadar hemoglobin berkorelasi signifikan dengan tingkat kelelahan pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Saran: Monitoring hemoglobin rutin sebagai bagian manajemen kelelahan pasien kanker payudara perlu dipertimbangkan dalam praktik ilmu keperawatan onkologi. Abstrack: Background: The prevalence of breast cancer continues to increase with fatigue as a debilitating symptom affected by a variety of factors, including decreased hemoglobin levels due to Objective: To analyze the relationship between hemoglobin levels and fatigue levels in breast cancer patients undergoing chemotherapy. Methods: Quantitative research with a correlational design used total sampling of 34 breast cancer patients at Bahteramas Kendari Hospital in August-September 2024. Hemoglobin levels were measured using a calibrated Easy Touch GCHb, while fatigue was assessed with the Indonesian version of the Brief Fatigue Inventory. Data were analyzed using the Pearson correlation test (=0. Results: A strong negative correlation was found between hemoglobin levels and fatigue levels . =-0. p<0. , indicating that the lower the hemoglobin, the more severe Health Information: Jurnal Penelitian, 2025, vol. 17, no. September Ae Desember. ISSN: 2085-0840/2622-5905 Page | 407 the fatigue experienced. Conclusion: Hemoglobin levels are significantly correlated with fatigue levels in breast cancer patients undergoing chemotherapy. Suggestion: Routine hemoglobin monitoring as part of breast cancer patient fatigue management needs to be considered in oncology nursing practice. PENDAHULUAN Kanker merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat di Indonesia (Rahayu et al. , 2. Kanker payudara termasuk jenis kanker dengan tingkat mortalitas yang cukup tinggi serta menjadi keganasan yang paling sering menyerang wanita (Sofa et al. , 2. Indonesia sendiri, prevalensi kanker payudara tercatat sebanyak 65. 858 kasus pada tahun 2022 dan menempati peringkat kedua setelah kanker serviks (Kemenkes, 2. Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, persentase kanker payudara pada perempuan berusia 30Ae50 tahun yang melakukan skrining mengalami fluktuasi dalam beberapa tahun terakhir. Tahun 2020 tercatat sebesar 0,13%, meningkat menjadi 1,6% pada 2021, naik kembali menjadi 3,13% pada 2022, lalu turun menjadi 0,5% pada 2023 (Dinkes Provinsi Sultra, 2. Menurut World Health Organization . jumlah kasus kanker payudara sejumlah 2,21 juta kasus dan angka kematian akibat kanker secara global mencapai 10 juta jiwa (WHO, 2. Kanker payudara adalah keganasan tumor pada payudara yang paling sering menyerang wanita (Smolarz et al. , 2. Gejala spesifik meliputi benjolan abnormal, benjolan ketiak, cairan kuning, dan perubahan bentuk puting (Susilawati & Nurhayati, 2. Kemoterapi merupakan modalitas terapi utama kanker payudara (Heny Purwati et al. , 2. Meskipun efektif membunuh sel kanker, kemoterapi memiliki efek samping signifikan: menginduksi anemia . enurunan hemoglobi. yang mengakibatkan fatigue debilitating, sehingga menurunkan kualitas hidup pasien (Krisdianto, 2. Salah satu modalitas terapi utama bagi penderita kanker adalah kemoterapi, meskipun prosedur ini sering menimbulkan berbagai masalah, salah satunya adalah rasa lelah yang dialami pasien Kelelahan juga dapat ditimbulkan langsung oleh kanker itu sendiri (Zetzl et al. , 2. Namun Selain terapi kemoterapi, pasien kanker payudara juga dapat melakukan terapi hormonal atau radioterapi (A. Digambiro & Parwanto, 2. Mayoritas pasien kanker dalam masa pengobatan mengalami fatigue yang disebabkan oleh anemia. Anemia didefinisikan sebagai kondisi rendahnya kadar hemoglobin (Domenica Cappellini & Motta, 2015. Indrajaya et al. , 2. Hemoglobin merupakan protein dalam sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh (Sera, 2023. Acharya & Singh, 2. Apabila kadar hemoglobin menurun, distribusi oksigen dalam tubuh ikut berkurang sehingga menimbulkan kelelahan. Keadaan ini umum terjadi pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi, sebab kemoterapi dapat memengaruhi produksi sel darah merah (Nurfainul et al. , 2. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Sawant Dessai et al. menyatakan bahwa Anemia berhubungan dengan tingkat kelelahan dan kinerja pada pasien dengan kanker. Penelitian tersebut sejalan pulan dengan penelitian yang dilakukan oleh Efendi and Meria . didapatkan hasil bahwa ada hubungan hemoglobin dengan kejadian fatigue pada pasien kanker payudara. Kadar hemoglobin yang rendah akan menyebabkan kelelahan. Karena hemoglobin berguna untuk metabolisme dalam tubuh yang merupakan protein dalam sel darah merah yang berfungsi akan membawa oksigen ke seluruh tubuh. Maka jika kadar hemoglobin rendah akan mengakibatkan pasokan oksigen keseluruh tubuh berkurang sehingga menyebabkan kelelahan pada pasien kanker. Hasil observasi serta wawancara pada tanggal 4 Juni 2024 dengan pasien kanker payudara yang sedang menjalani kemoterapi menunjukkan adanya keluhan pusing, nyeri pada seluruh tubuh, kesulitan berjalan akibat rasa lemas, terganggunya aktivitas harian karena penurunan energi fisik, perubahan Health Information: Jurnal Penelitian, 2025, vol. 17, no. September Ae Desember. ISSN: 2085-0840/2622-5905 Page | 408 suasana hati, gangguan tidur, hingga hilangnya nafsu makan. Kondisi ini secara nyata memengaruhi kualitas hidup pasien kanker payudara yang sedang menjalani terapi. Kadar hemoglobin yang rendah dapat menyebabkan kelelahan atau fatigue. Hemoglobin adalah protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Jika kadar hemoglobin rendah, maka pasokan oksigen ke seluruh tubuh akan berkurang, sehingga menyebabkan kelelahan. Manifestasi kelelahan meliputi: perasaan lemah, kesulitan berjalan atau berjalan pendek dan terhambat melakukan aktivitas sehari-hari (Narayanan & Koshy, 2009. Liu et al. , 2. Pada pasien kanker payudara yang melakukan kemoterapi manifestasi kelelahan yang dirasakan berupa perasaan lemah diseluruh tubuh, perasaan lemah tidak hilang dengan istirahat, penurunan energi, kurangnya motivasi dalam beraktivitas (Athbi et al. , 2. Kondisi ini dapat terjadi pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi, karena kemoterapi dapat mempengaruhi produksi sel darah merah di dalam tubuh. Kadar hemoglobin (HB) dalam darah dapat memberikan informasi mengenai kondisi kesehatan seseorang (Hajj et al. Yuliastutik et al. Penelitian mengenai hubungan kadar hemoglobin dengan kelelahan pasien kanker payudara, masih Berdasarkan latar belakang yang telah peneliti uraikan, maka peneliti tertarik untuk meneliti tentang AuHubungan Hemoglobin dengan Kelelahan Pada Pasien Kanker Mammae di RSUD Bahteramas Kota KendariAy. METODE Jenis penelitian Penelitian kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional untuk mengukur hubungan Hemoglobin dengan fatigue atau kelelahan pada waktu tertentu. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai September 2024 di Ruangan Kemoterapi RSUD Bahteramas Kendari. Populasi dan Sampel Sampel pada penelitian ini adalah pasien kanker mammae yang sedang menjalani kemoterapi di RSUD Bahteramas Kendari. Penelitian ini menggunakan teknik Total Sampling dalam pengambilan Sebanyak 34 responden yang dilibatkan dalam penelitian ini. Dengan kriteria inklusi adalah berusia Ou 18 tahun, berjenis kelamin perempuan, merupakan pasien kanker mammae di RSUD Bahteramas, sedang menjalani perawatan minimal pada kunjungan kedua dan dapat berpartisipasi dalam penelitian. Sedangkan pada kriteria eksklusi yaitu: pasien yang memiliki keterbatasan fisik yaitu tuna wicara dan tuna rungu, berjenis kelamin laki laki, pasien yang memiliki penyakit tambahan . seperti diabetes mellitus dan jantung dan pasien yang mengundurkan diri dari penelitian. Peneliti tidak menggunakan rumus karena menggunakan total sampling, pasien berusia >18 tahun karena merujuk pada usia dewasa sesuai ranah keperawatan medikal bedah. Pengumpulan Data Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh langsung peneliti yang berasal dari subjek penelitian melalui lembar Data primer yang dicatat dalam penelitian ini adalah data karakteristik responden yang berupa usia, jenis kelamin, riwayat pengobatan, durasi pengobatan, hasil pengukuran kadar hemoglobin menggunakan Easy Touch GCHB dan hasil pengukuran tingkat kelelahan pasien melalui kuisioner Brief Fatigue Inventory (BFI). Sedangkan pada data sekunder yang terdapat dalam penelitian ini adalah data Health Information: Jurnal Penelitian, 2025, vol. 17, no. September Ae Desember. ISSN: 2085-0840/2622-5905 Page | 409 profil rumah sakit dan jumlah pasien kanker mammae yang melakukan perawatan di RSUD Bahteramas Kota Kendari. Bahan dan Alat Pengukuran hemoglobin dilakukan dengan cara pengambilan darah pada satu jari tangan responden dengan menggunakan alat easy touch GCHb. Sebelum digunakan, alat ini telah dikalibrasi dengan menggunakan chip kuning kalibrasi. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir risiko kesalahan Pengukuran ini dilakukan oleh asisten peneliti yang telah terampil dalam pemeriksaan Pemeriksaan ini hanya dilakukan satu kali untuk setiap respsonden penelitian. Interpretasi hasil pemeriksaan kadar hemoglobin: Normal: 12,0 Ae 16,0 g/dL dan Anemia: <12,0 g/dL. Instrumen Brief Fatigue Inventory (BFI) versi Indonesia digunakan untuk mengukur kelelahan responden dalam penelitian ini. Intrumen BFI ini digunakan untuk mengukur kelelahan pasien kanker. BFI mengukur efek kelelahan terhadap mood, hubungan dengan orang lain, kemampuan dalam melakukan kegiatan sehari- hari, dan kenikmatan hidup. Skor 1-3 menunjukkan adanya kelelahan ringan, 4-6 menunjukkan adanya kelelahan sedang dan 7-10 menunujukkan adanya kelelahan berat. BFI juga mengevaluasi tingkat fatigue yang dirasakan dalam 24 jam terakhir dan tingkat kelelahan yang dirasakan saat ini (Paramita et al. , 2. Pada penelitian tersebut kuesioner Instrumen Brief Fatigue Inventory (BFI) telah dilakukan uji validitas dengan nilai Cronbach,s alpha 0. 542 sampai 0. 939 (Paramita. Pengolahan dan Analisis Data Analisis dilakukan dengan menggunakan program computer SPSS . tatistical package for the social scienc. versi 27 for windows. Analisis univariat dilakukan terhadap masing-masing variabel penelitian, meliputi karakteristik responden penelitiaan dalam distribusi frekuensi. Analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji pearson corellation. Pada penelitian ini, sebelum dilakukan uji pearson correlation terlebih dahulu dilakukan uji normalitas data dan didapatkan hasil bahwa p > 0,05, maka data dinyatakan berdistribusi normal. Penelitian ini telah mendapatkan persetujuan kelayakan etik dari Universitas Mandala Waluya dengan nomor 32/KEP/UMW. 01/V/2024. Setelah RSUD Bahteramas 142/Litbang/IP/RSUD/Vi/2024. kemudian peneliti melakukan penelitian dengan memperhatikan etika penelitian. HASIL Berdasarkan penelitian yang telah peneliti lakukan, distribusi karakteristik responden disajikan pada tabel dibawah ini: Tabel 1. Karakteristik Responden Di RSUD Bahteramas Kota Kendari Karakteristik Responden Kelompok Umur Dewasa tengah (<. Dewasa tua (Ou. Tingkat pendidikan SMP SMA Perguruan Tinggi Jumlah Health Information: Jurnal Penelitian, 2025, vol. 17, no. September Ae Desember. ISSN: 2085-0840/2622-5905 Page | 410 Tingkat keganasan Rendah Sedang Tinggi Status Nutrisi Baik Kurang Lama kemoterapi >4 Bulan < 4 Bulan Kadar Hemoglobin Normal 15 . Anemia 19 . Kelelahan Ringan 9 . Sedang 13 . Berat 12 . Mean ASD Pada tabel 1. menunjukkan bahwa dari 34 responden pasien kanker mammae di RSUD Bahteramas Kota Kendari berdasarkan mayoritas responden berumur lebih dari 45 tahun . 9%), mayoritas pendidikan terakhir responden tamat SMA . 1%), derajat keganasan sedang paling banyak . , status nutrisi baik . 8%), telah menjalani kemoterapi lebih dari 4 bulan . 3%). Sedangkan pada kadar hemoglobin paling banyak anemia . ,3%) (Hb 14. ASD 0. dengan nilai paling banyak responden mengalami tingkat kelelahan sedang . (BFI 5. 33 A SD 0. Pearson r=-0. <0. Semakin rendah Hemoglobin maka semakin berat fatigue. Rata-Rata Skor Hb & Kelelahan Grafik Hubungan Kadar Hemoglobin Dengan Tingkat Kelelahan Pada Pasien Kanker Payudara Yang Melakukan Kemoterapi !"#" !$#%& *#!) )#%% $# *' !"#$%! $#*& &%G!()!"#$%! &#'( $#) (#*#*! !")H%"-!" $012 $#')! (#*#*! !"). #G!"- $# *( (#*#*! !")I#H!& Gambar 1. Kadar Hemoglobin Dan Tingkat Kelelahan Pasien Kanker Payudara Yang Melakukan Kemoterapi Health Information: Jurnal Penelitian, 2025, vol. 17, no. September Ae Desember. ISSN: 2085-0840/2622-5905 Page | 411 Tabel 3. Hubungan Hemoglobin Dengan Kelelahan Pada Pasien Kanker Payudara Di RSUD Bahteramas Kota Kendari Kadar Hemoglobin Kelelahan Pasien Total Ringan Sedang Berat Normal Anemia Jumlah Nilai p Berdasarkan Tabel 3, dari 34 responden pasien kanker payudara di RSUD Bahteramas Kota Kendari, 15 responden . 1%) memiliki kadar hemoglobin dalam kategori normal, sedangkan 19 responden . 9%) memiliki kadar hemoglobin dalam kategori anemia. Pada kelompok responden dengan kadar hemoglobin normal . , distribusi tingkat kelelahan menunjukkan pola yang didominasi oleh kelelahan ringan. Sebanyak 7 responden . 7%) mengalami kelelahan ringan, 6 responden . 0%) mengalami kelelahan sedang, dan hanya 2 responden . 3%) yang mengalami kelelahan berat. Sebaliknya, pada kelompok responden dengan kadar hemoglobin anemia . , pola distribusi tingkat kelelahan berbeda secara signifikan. Kelelahan ringan hanya dialami oleh 2 responden . 5%), kelelahan sedang dialami oleh 7 responden . 8%), dan mayoritas yaitu 10 responden . mengalami kelelahan berat. Hasil analisis statistik menggunakan uji Pearson correlation menunjukkan korelasi negatif yang sangat kuat antara kadar hemoglobin dengan tingkat kelelahan pasien . = -0. p = 0. Nilai p < 0. 05 mengindikasikan hubungan yang sangat signifikan. Korelasi negatif ini menunjukkan bahwa semakin rendah kadar hemoglobin . , semakin berat tingkat kelelahan yang dialami oleh pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. PEMBAHASAN Kelelahan yang berkaitan dengan kanker merupakan kondisi rasa lelah yang terus menerus, yang muncul akibat kanker itu sendiri maupun akibat pengobatan atau terapi yang dilakukan (Duan et al. Athbi et al. , 2. Kelelahan berkelanjutan ini dapat memengaruhi fungsi normal individu sehingga menimbulkan keterbatasan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari Kondisi ini berdampak pada penurunan kualitas hidup. Rendahnya kadar hemoglobin menjadi salah satu penyebab melemahnya kondisi tubuh dan berperan sebagai faktor risiko utama terjadinya kelelahan (Nur et al. Maetzler et al. , 2. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kadar hemoglobin dengan kelelahan pada pasien kanker payudara. Temuan ini sejalan dengan studi yang dilakukan oleh Yanti & Ratnasari, . serta Yuliastutik et al. , . yang melaporkan bahwa kadar hemoglobin pasien kanker payudara berpengaruh nyata terhadap tingkat kelelahan pada pasien yang menjalani kemoterapi. Hasil penelitian ini juga menegaskan bahwa hubungan kadar hemoglobin dan kelelahan bersifat negatif, yang artinya semakin rendah kadar hemoglobin . , semakin berat kelelahan yang dirasakan oleh Penurunan kadar hemoglobin pada pasien kanker berhubungan dengan kerusakan pada sumsum tulang, di mana obat kemoterapi dapat merusak sumsum tulang sehingga menghambat pembentukan sel darah. Hemoglobin adalah molekul yang terdiri dari empat unsur yang mengandung zat besi serta Health Information: Jurnal Penelitian, 2025, vol. 17, no. September Ae Desember. ISSN: 2085-0840/2622-5905 Page | 412 empat rantai globin, yaitu alfa, beta, gamma, dan delta, yang berada di dalam eritrosit dengan fungsi utama mengangkut oksigen. Hemoglobin memiliki peran penting dalam pertukaran oksigen dengan karbondioksida pada jaringan tubuh, menyalurkan oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh, serta membawa karbondioksida hasil metabolisme dari jaringan ke paru-paru untuk dikeluarkan. Pada kondisi anemia berat, viskositas darah dapat menurun hingga 1,5 kali lipat dibanding viskositas air. Situasi ini menurunkan hambatan terhadap aliran darah di pembuluh perifer sehingga memicu peningkatan curah jantung akibat volume darah yang melewati jaringan dan kembali ke jantung melebihi kondisi normal (Aqilla et al. , 2025. Hermawati et al. , 2. Anemia pada pasien kanker dapat timbul akibat efek samping kemoterapi yang memengaruhi siklus sel normal dalam penyerapan nutrisi, sehingga proses pembentukan sel darah terganggu, termasuk produksi sel darah merah yang membawa hemoglobin dan berfungsi dalam distribusi oksigen (Natalucci et al. , 2021. Miglietta et al. , 2. Selain itu, anemia juga dapat disebabkan oleh rendahnya asupan zat besi dalam makanan, buruknya penyerapan zat besi, serta adanya faktor penghambat yang membuat zat besi tidak terserap optimal sehingga kebutuhan tubuh tidak tercukupi . e la CruzGyngora et al. , 2018. Silalahio et al. , 2. Anemia pada pasien kanker payudara merupakan komplikasi yang sering terjadi yang apabila tidak segera diatasi akan menimbulkan kelelahan bahkan kematian bagi pasien (Muthanna et al. , 2. Jika penurunan hemoglobin terjadi secara drastis, hal ini dapat menurunkan kapasitas darah dalam mengangkut oksigen ke jaringan, mengganggu metabolisme otot, serta menyebabkan penumpukan asam laktat yang memicu kelelahan (Faradilla & Sholihah, 2. Kelelahan yang berat pada pasien kanker akan berpengaruh terhadap penurunan kualitas hidup, dan kualitas hidup yang rendah dapat menimbulkan gangguan psikologis seperti kecemasan. Masalah fisik yaitu seperti nyeri otot, mual dan muntah serta gangguan fisiologis yaitu meningkatkan risiko penyakit jantung, yang pada akhirnya dapat memperparah kondisi pasien (Fata, 2015. Deraya & Retnaningsih, 2. Selain perubahan metabolisme, gangguan nutrisi pada pasien kanker juga dapat dipicu oleh efek samping dari prosedur maupun obat-obatan yang diberikan untuk menangani gejala. Beberapa agen kemoterapi seperti vinkristin dan vinblastin diketahui dapat menimbulkan anoreksia. Gejala mual dan muntah yang berat sangat membatasi kemampuan pasien untuk mencerna nutrisi, sehingga mengakibatkan peningkatan pengeluaran energi, kehilangan cairan dan elektrolit, serta berkurangnya asupan kalori. Kondisi tersebut berkontribusi terhadap terjadinya penurunan hemoglobin . Dengan demikian, anemia dan kanker payudara memiliki hubungan erat yang saling memengaruhi satu sama lain. KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini menunjukkan bahwa kadar hemoglobin pada pasien kanker payudara memiliki kontribusi yang signifikan terhadap tingkat kelelahan. Kelelahan yang tidak segera ditangani pada penderita kanker payudara dapat memperburuk kondisi penyakit serta menurunkan kualitas hidup Oleh sebab itu, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi tenaga kesehatan dalam memberikan intervensi keperawatan yang tepat kepada pasien kanker payudara guna mempertahankan sekaligus meningkatkan derajat kesehatan pasien. Disarankan untuk meneliti lebih lanjut mengenai variable lain seperti status nutrisi, atau lama Dalam penelitian ini, tidak dijumpai bias walaupun tidak dilakukan random sampling karena tidak ada intervensi yang diberikan kepada pasien. Dalam penelitian ini jumlah sampel masih terbatas disarankan untuk penelitian berikutnya melibatkan sampel yang lebih banyak. Pada penelitian berikutnya untuk memonitoring hemoglobin mingguan jika hb <10 mg/dl Health Information: Jurnal Penelitian, 2025, vol. 17, no. September Ae Desember. ISSN: 2085-0840/2622-5905 Page | 413 REKOMENDASI Penelitian longitudinal dengan ukuran sampel lebih besar dan perhitungan power analysis yang memadai sangat diperlukan untuk mengkonfirmasi hubungan kausal antara penurunan hemoglobin dengan progresivitas kelelahan pada pasien kanker payudara. Penggunaan desain kohort prospektif memungkinkan peneliti melacak perubahan kadar hemoglobin dan tingkat kelelahan seiring waktu, serta mengidentifikasi titik kritis penurunan hemoglobin yang memicu kelelahan bermakna klinis. PERNYATAAN Ucapan Terimakasih Penulis mengucapkan limpah terimakasih kepada RSUD Bahteramas Kota Kendari yang telah memfasilitasi penulis dalam melakukan penelitian. Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada Program studi keperawatan Universitas Mandala Waluya yang telah memfasilitasi penulisan artikel penelitian ini. Pendanaan Pendanaan penelitan dilakukan oleh Universitas Mandala Waluya Kontribusi Setiap Penulis Dalam penulisan artikel penelitian ini, semua penulis terlibat dan berkontribusi dalam penyusunan penulisan artikel penelitian ini. Pernyataan Konflik Kepentingan Tidak ada konflik kepentingan. DAFTAR PUSTAKA