Health Community Service (HCS) Pengabdian Kesehatan Masyarakat . Volume : 1 | Nomor 1 | Nopember 2023 | E-ISSN : 3026-6912 DOI: https://doi. org/10. 47709/hcs. Penyuluhan Kanker Pada Remaja Desi Meliana Gultom Institut Teknologi dan Kesehatan Sumatera Utara desimelianagultom@gmail. Histori Naskah: Diajukan: 15-10-2023 Disetujui: 20-10-2023 Publikasi: 23-10-2023 Abstrak Kanker merupakan salah satu penyakit yang banyak menimbulkan kesengsaraan dan kematian pada manusia. Upaya pencegahan kanker antara lain meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya kanker, memahami pola hidup sehat, minat deteksi dini kanker, pengobatan berdasarkan hasil penelitian, serta keikutsertaan dalam Jaminan Kesehatan Nasional agar semua kasus dapat tertangani. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan informasi kepada remaja tentang pentingnya pencegahan kanker dan diharapkan kegiatan ini bermanfaat bagi remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan dan banyak keingintahuan, banyak petualang dan cenderung berani tanpa memikirkan resiko terhadap diri sendiri dan kesehatan. Kegiatan persiapan pertama yang dilakukan adalah penentuan lokasi yaitu di SMA N 7 Padangsidimpuan. Kemudian pengiriman surat permohonan pelaksanaan kegiatan ditujukan kepada Kepala Sekolah. Kegiatan dilaksanakan pada hari Kamis, 01 Desember 2022 Pukul 08. 00 s. 45 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh 88 orang siswa kelas X. XI dan XII SMA Negeri 7 Padangsidimpuan dengan metode Kegiatan berlangsung secara lancar adanya dukungan dari guru dalam kegiatan penyuluhan. Kata Kunci : Penyuluhan, kanker Pendahuluan Kanker merupakan salah satu penyakit yang banyak menimbulkan kesengsaraan dan kematian pada Saat ini kanker menempati peringkat kedua penyebab kematian setelah penyakit jantung. Data World Health Organization (WHO) yang diterbitkan pada 2014 menyebutkan bahwa Kanker merupakan penyebab kematian nomor 1 . kemudian penyakit kardiovaskuler. Di Amerika terdapat 178. 000 orang mengidap kanker payudara (Utami et al. , 2. Pada tahun 2030 diperkirakan akan terjadi lonjatan penderita kanker di Indonesia sampai tujuh kali lipat. Hal ini dikarenakan banyaknya perempuan usia produktif dan pola hidup yang sudah beralih dari pertanian menjadi perindustrian, sehingga hal ini mengakibatkan tingginya risiko kanker payudara pada perempuan (Heldi, 2. Ada berbagai faktor risiko kanker antara lain makanan yang tidak sehat. Indeks Masa Tubuh (IMT) yang tinggi, konsumsi buah dan sayuran yang rendah, aktivitas fisik yang tidak memadai, paparan polusi udara dan karsinogen, merokok, dan konsumsi alkohol. Berkenaan dengan faktor risiko kanker payudara pada wanita, antara lain usia pertama kali menstruasi di bawah 12 tahun, belum menikah, menikah tanpa anak, melahirkan anak pertama di atas usia 30 tahun, tidak menyusui, menggunakan kontrasepsi hormonal, atau terapi hormonal selama kehamilan. menopause lebih dari 55 tahun, riwayat kanker dalam keluarga, stres berat, dan perokok aktif atau pasif. Intervensi faktor risiko kanker bertujuan untuk mengurangi kasus baru kanker, termasuk mengurangi kemungkinan berkembangnya penyakit lain yang disebabkan oleh faktor Merokok, kelebihan berat badan, kurangnya aktivitas fisik, konsumsi alkohol, polusi udara, dan karsinogen di tempat kerja merupakan faktor risiko penting yang dapat dimodifikasi (Surtimanah et al. Kanker menduduki urutan ke dua penyakit terbesar di dunia. Tahun 2015 WHO menjelaskan bahwa informasi jumlah pengidap kanker di dunia saat ini sebanyak 14 juta kasus sedangkan angka mortalitas sebesar 8,2 juta setiap tahunnya (Marthasari et al. , 2. Data menurut Global Burden of Cancer (GLOBOCAN) yang diterbitkan oleh World Health Organization (WHO) sampai dengan tahun 2018 Penyuluhan Kanker Pada Remaja Health Community Service (HCS) Pengabdian Kesehatan Masyarakat . Volume : 1 | Nomor 1 | Nopember 2023 | E-ISSN : 3026-6912 DOI: https://doi. org/10. 47709/hcs. terdapat 18,1 juta kasus dan 9,6 juta kematian diakibatkan oleh kanker. Diperkirakan peningkatan menjadi 13,1 juta atau lebih terjadi pada tahun 2030. Kanker payudara adalah kanker kedua yang paling umum di dunia yaitu 2. 089 juta kasus baru dan 627. 000 kematian (Farlina et al. , 2. Tingginya prevalensi kanker di Indonesia perlu diwaspadai dengan kewaspadaan dan deteksi dini yang telah dilakukan oleh fasilitas layanan kesehatan. Kasus kanker yang ditemukan pada stadium dini, dan mendapat penanganan yang cepat serta tepat akan memberikan kemungkinan kesembuhan dan harapan hidup yang lebih lama. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan secara rutin dalam upaya pencegahan dan deteksi dini kanker (Surtimanah et al. , 2. Di Indonesia, lebih dari 80% kasus ditemukan berada pada stadium yang lanjut, dimana upaya pengobatan sulit dilakukan. Oleh karena itu perlu pemahaman tentang upaya pencegahan, diagnosis dini, pengobatan kuratif maupun paliatif serta upaya rehabilitasi yang baik, agar pelayanan pada penderita dapat dilakukan secara optimal (Muhartono . Sofyan Musyabiq W, 2. Penatalaksanaan yang dapat dilakukan dalam penegndalian kanker payudara ada tiga. Pertama, pencegahan primer . Kedua, penatalaksanaan sekunder . dan Ketiga, penatalaksanaan tertier . (Aesthetica Islamy, 2. Upaya pencegahan antara lain meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya kanker, memahami pola hidup sehat, minat deteksi dini kanker, pengobatan berdasarkan hasil penelitian, serta keikutsertaan dalam Jaminan Kesehatan Nasional agar semua kasus dapat tertangani (Surtimanah et al. , 2. Remaja merupakan kelompok usia 10 sampai dengan 19 tahun (Ratnasari & Rozafya, 2. Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak ke masa dewasa. Remaja mempunyai rasa keingintahuan yang besar, menyukai petualangan dan tantangan serta cenderung berani menanggung resiko atas perbuatannya tanpa didahului oleh pertimbangan yang matang. Apabila remaja tidak mendapat arahan atau informasi yang tepat dapat memungkinkan remaja melakukan perilaku yang berisiko terhadap dirinya dan kesehatannya, misalnya : melakukan perilaku seksual di usia dini, merokok dan lainnya. Dimana perilaku tersebut dapat meningkatkan resiko terkena kanker serviks pada remaja tersebut. Sehingga diperlukan penanganan untuk mengatasi permasalahan ini, salah satunya yaitu dengan meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang kanker. Pengetahuan merupakan hasil tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Pengetahuan yang baik tentang kanker diharapkan dapat meningkatkan kesadaran remaja untuk melakukan perilaku pencegahan penyakit tersebut (Harwati, 2. Penyuluhan kesehatan adalah suatu kegiatan promosi kesehatan berupa pemberian informasi atau pesan kesehatan untuk memberikan atau meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang kesehatan agar memudahkan dalam terjadinya perilaku sehat (Novelia & Carolin, 2. Tujuan Dan Manfaat Tujuan Tujuan kegiatan ini untuk memberikan informasi kepada remaja tentang pentingnya pencegahan kanker untuk meningkatkan derajat kesehatan. Manfaat Diharapkan kegiatan ini bermanfaat bagi remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan dan banyak keingintahuan, banyak petualang dan cenderung berani tanpa memikirkan resiko terhadap diri sendiri dan Pelaksanaan Kegiatan Berdasarkan rumusan masalah diatas pemecahan masalah yang dapat di berikan yaitu : Persiapan Program Persiapan merupakan langkah awal yang dilakukan sebelum pelaksanaan program secara langsung. Adapun persiapan yang dilakukan yaitu persiapan segala keperluan yang akan digunakan seperti penentuan lokasi yang akan digunakan, perizinan dan persiapan administrasi. Penyuluhan kanker Penyuluhan Kanker Pada Remaja Health Community Service (HCS) Pengabdian Kesehatan Masyarakat . Volume : 1 | Nomor 1 | Nopember 2023 | E-ISSN : 3026-6912 DOI: https://doi. org/10. 47709/hcs. Kegiatan penyuluhan merupakan salah satu alternative pemecahan masalah dengan cara melakukan pemberian informasi secara kognitif untuk membuat remaja memahami tentang kanker Pembuatan Laporan Proses pembuatan laporan merupakan proses terakhir setelah program kegiatan ini sudah selesai di Pembuatan laporan dilakukan sebagai pertanggung jawaban segala kegiatan yang telah Hasil Kegiatan Kegiatan persiapan pertama yang dilakukan adalah penentuan lokasi kegiatan pengabdian masyarakat penyuluhan tentang kanker. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di SMA N 7 Padangsidimpuan. Setelah penentuan lokasi kegiatan, dilakukan penjajagan kesediaan pelaksanaan kegiatan dengan pengiriman surat permohonan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang ditujukan kepada Kepala Sekolah. Berdasarkan surat tersebut. Kepala Sekolah memberikan ijin untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di sekolah tersebut pada tanggal 01 Desember 2022. Kegiatan pengabdian kepada Masayarakat Penyuluhan tentang Kanker Pada Remaja telah dilaksanakan pada hari Kamis, 01 Desember 2022 Pukul 08. 00 s. 45 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh 88 orang siswa kelas X. XI dan XII SMA Negeri 7 Padangsidimpuan. Secara umum kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan dengan metode ceramah tentang kanker sebagai upaya meningkatkan pengetahuan remaja tentang kanker dan agar remaja dapat mencegah secara primer untuk meningkatkan derajat kesehatan. Kesimpulan Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang kanker dapat disimpulkan : Kegiatan berlangsung secara lancar dengan sambutan antusiasme para siswa yang mengikuti kegiatan dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh peserta penyuluhan menanyakan lebih mendalam tentang kanker menunjukkan rasa ingin tahu para siswa dan peserta menerima penjelasan dengan baik. Adanya dukugan dari guru dalam kegiatan penyuluhan ini sehingga penyuluhan dapat diikuti hamper seluruh siswa di SMA Negeri 7 Padangsidimpuan Ucapan Terima Kasih Terimakasih penulis ucapka kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam pelaksanaan dan penyusunan laporan pengabdian kepada Masyarakat ini. Semoga laporan ini bermanfaat bagi sleuruh Referensi