Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 Indonesian Journal of Health and Medical ISSN: 2774-5244 (Onlin. Journal Homepage: http://ijohm. org/index. php/ijohm CARA MENYIKAT GIGI PADA SISWA KELAS I-II MI SENDANG DRAJAT KECAMATAN JAMBON KABUPATEN PONOROGO TAHUN 2022 Nesa Nur Rahmi Hapsari*1. Imam Sarwo Edi 2. Endang Purwaningsih 3 1,2,3 1,2,3 Jurusan Kesehatan Gigi. Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya e-mail co Author: *1nesanurrahmi@gmail. ABSTRAK Karies gigi adalah penyakit pada gigi yang merusak gigi dimulai dari permukaan gigi meluas hingga ke pulpa. Karies gigi berhubungan erat dengan kebersihan gigi dan mulut karena kebersihan gigi dan mulut yang tidak dijaga akan menimbulkan penumpukan plak yang apabila tidak dilakukan pembersihan terutama dengan menyikat gigi. Menyikat gigi merupakan tindakan preventif untuk mencegah terjadinya karies gigi Masalah penelitian ini adalah tingginya rata-rata angka karies gigi sulung . pada siswa kelas I-II MI Sendang Drajat Kec. Jambon Kab. Ponorogo Tahun 2021. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya cara menyikat gigi pada siswa kelas I-II MI Sendang Drajat, yang meliputi cara penggunaan pasta gigi dan bentuk sikat gigi, durasi dalam menyikat gigi, gerakan dalam menyikat gigi. Metode penelitian ini bersifat deskriptif dengan melibatkan 33 siswa sebagai resonden. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa cara menyikat gigi pada siswa dalam kategori kurang Kata Kunci : Cara menyikat gigi. Karies gigi. Siswa sekolah dasar PENDAHULUAN Berdasarkan WHO (World Health Organizatio. tahun 2019 mendefinisikan Kesehatan gigi serta mulut ialah Aukeadaan terbebas dari sakit mulut dan wajah kronis, kanker mulut dan tenggorokan, infeksi dan luka mulut, penyakit periodontal . , kerusakan gigi, kehilangan gigi, serta penyakit dan gangguan lain yang membatasi kapasitas individu dalam menggigit, mengunyah, tersenyum, berbicara, dan kesejahteraan psikososialAy (Marthinu L. , 2. Karies gigi, penyakit kronis pada jaringan keras gigi yang disebabkan oleh demineralisasi email oleh bakteri yang ditemukan dalam plak, merupakan salah satu gangguan kesehatan gigi dan mulut yang paling umum. Pada tahap akhir, karies gigi mengakibatkan kerusakan gigi serta pembentukan gigi berlubang, karies gigi banyak dialami anak usia sekolah khususnya anak berusia awal sekolah dasar ialah Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 berusia 7-8 tahun dimana pada masa tersebut adalah masa gigi campuran dan pada usia tersebut masih kurang pengetahuan tentang cara mempraktekkan kebersihan gigi serta mulut yang baik (Prisinda et al. , 2. Sesuai dengan data Riskesdas . , perbandingan permasalahan kesehatan gigi serta mulut masyarakat Indonesia sebanyak 45,3% sedangkan prevalensi karies gigi pada anak berusia 5 hingga 9 tahun sebanyak 92,6% yang artinya hanya 7,4% saja anak kelompok usia 5-9 tahun di Indonesia yang bebas dari karies gigi. Menurut WHO, karies mempengaruhi 60 hingga 90% anak sekolah di seluruh Mengingat tingginya insiden karies. WHO dan FDI bertujuan untuk menghilangkan karies gigi pada 50% anak-anak antara berusia 5 hingga 6 tahun (Maulani & Jeddy, 2. AuKriteria dalam perhitungan rata-rata def-t berdasarkan WHO dibagi menjadi lima kategori dengan tingkat sangat rendah dengan nilai DMF-T 0,0-1,0. keparahan rendah dengan nilai DMF-T 1,2-2,6. Tingkat keparahan sedang dengan nilai DMF-T 2,7-4,4. Tingkat keparahan tinggi dengan nilai DMF-T 4,5-6,5, dan tingkat keparahan yang sangat tinggi dengan nilai DMF-T >6,6. (Mayasari, 2. Berdasarkan pemeriksaan yang sudah dilakukan siswa kelas I-II MI Sendang Drajat pada tanggal 6 September 2021 diketahui bahwa dari 33 siswa terdapat total def-t sebanyak 190 dengan jumlah d . : 147 e. : 43 dan f . : 0, dengan rata-rata jumlah def-t adalah 5,7 yang sesuai dengan nilai indeks def-t yang didapatkan berdasarkan WHO ialah kedalam kategori tinggi. Maka masalah pada studi ini adalah tingginya angka karies gigi sulung . pada siswa kelas I-II MI Sendang Drajat Kec. Jambon Kab. Ponorogo tahun 2021. Karies gigi berhubungan erat dengan kebersihan gigi serta mulut karena kebersihan gigi serta mulut yang tidak dijaga akan menimbulkan penumpukan plak yang apabila tidak dilakukan pembersihan terutama dengan menyikat gigi dikarenakan menyikat gigi ialah menghilangkan plak secara medis. Tujuan menyikat gigi ialah guna menghilangkan deposit lunak dari permukaan gigi serta dari gusi sebagai strategi pencegahan terhadap karies gigi (Huda, 2. Dampak lain yang ditimbulkan oleh karies gigi pada anak juga akan menghambat perkembangan mereka, salah satunya ialah penurunan kecerdasan yang jika berlangsung lama serta signifikan akan berdampak pada kualitas hidup mereka (Hamsar & Ramadhan, 2. Dampak yang timbul dari karies gigi sulung salah satunya adalah dapat mempengaruhi tumbuh kembang gigi permanent hal tersebut dapat dilihat dari fungsi gigi sulung yang terdapat pada rongga mulut anak-anak yang berusia 6 bulan hingga giginya berganti dengan gigi permanent. Gigi sulung berfungsi sebagai organ pengunyahan, estetik, serta fonetik selama berada di rongga mulut. Mereka juga Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 bertindak sebagai pengatur ruang, memungkinkan gigi permanen tumbuh ke posisi yang tepat hal tersebut jelas mengatakan bahwa masalah karies gigi sulung sangat mempengaruhi pertumbuhan gigi permanent . ardani et al , 2. Karies disebabkan oleh beberapa faktor ialah Unsur-unsur dalam mulut, seperti struktur gigi, morfologi gigi, penempatan gigi di rahang, serta keasaman saliva, secara langsung terkait dengan perkembangan karies gigi sedangkan faktor lain yang menyebabkan karies gigi yaitu pengetahuan, sikap, serta perilaku yang berhubungan dengan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut termasuk cara membersihkan gigi merupakan faktor predisposisi serta penghambat yang secara tidak langsung berhubungan dengan proses timbulnya karies (Zasendy R et al. Bagi anak usia sekolah dasar, sangat penting untuk memberikan pengarahan supaya mereka bisa menyikat gigi dengan cara yang baik dan akurat. Hal ini merupakan salah satu upaya praktis untuk mengurangi tingginya angka karies gigi sehingga status kesehatan giginya menjadi baik karena menyikat gigi merupakan tindakan preventif guna mengatasi terjadinya masalah kesehatan gigi serta mulut terutama karies gigi (Gerung et al. , 2. Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti berniat untuk melaksanakan penelitian tentang cara menyikat gigi pada siswa kelas I-II MI Sendang Drajat Kec. Jambon Kab. Ponorogo. METODE Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan sasaran penelitian yaitu seluruh siswa kelas I dan II yang berjumlah 33 siswa. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data yaitu dengan observasi menggunakan lembar Teknik analisis Data dalam penelitian ini yaitu dengan menghitung ratarata jawaban berdasarkan skoring setiap hasil observasi pada responden. Jumlah seluruh hasil observasi yang diperoleh pada responden dihitung rata-rata . kemudian dipersentase dan disajikan dalam bentuk tabel. HASIL DAN PEMBAHASAN Karateristik Responden Tabel 1 Karateristik siswa kelas I-II MI Sendang Drajat Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo Tahun 2022 No Karateristik responden Jumlah Presentase 7 Tahun 42,2% 8 Tahun 57,8% Umur Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 Jumlah Laki-laki 42,2% Perempuan 57,8% Kelas I 42,2% Kelas II 57,8% Jenis klamin Tingkat kelas Sesuai tabel 1 dilihat bahwa jumlah siswa mayoritas pada usia 8 tahun, jumlah siswa sesuai dengan jenis kelamin ada 14 siswa pria serta 19 siswa wanita serta jumlah siswa terbanyak ada pada tingkat 2 Hasil Pengumpulan data dan Analisis Data Tabel 2 Distribusi frekuensi hasil observasi pada responden dari pengunaan pasta gigi dan bentuk sikat gigi pada siswa kelas I-II MI Sendang Drajat Kec. Jambon Kab. Ponorogo Tahun 2022 Objek Observasi Benar Menyiapkan sikat gigi dan pasta Pengunaan pasta gigi dengan ukuran A cm / sebesar satu butir kacang tanah Ukuran kepala sikat yang cukup Panjang kepala sikat dengan ukuran 1,5 cm Bulu sikat dengan ukuran sama Bulu sikat terdiri dari 2-4 baris Bulu sikat gigi dengan kekakuan Tangkai sikat yang lurus,lebar,tebal dan fleksible Membersihkan sikat gigi setelah selesai menyikat gigi dengan air serta disimpan tegak dengan Salah 33 100% 42,2% 19 57,8% 42,2% 19 57,8% 45,5% 18 54,5% 27,7% 24 72,3% 51,2% 16 48,8% 75,6% 24,4% Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 kepala sikat di atas Jumlah total 415,6% Rata-rata 53,8% 46,2% Kategori Kurang Berdasarkan tabel 2 diketahui bahwa pemakaian pasta gigi dan sikat gigi pada sebagian besar siswa kelas I-II MI Sendang Drajat Kec. Jambon Kab. Ponorogo tahun 2022 dalam kategori kurang dengan presentase rata-rata 53. 8% siswa melakukan dengan cara yang salah dan 46,2% siswa melakukan dengan cara yang benar, dimana cara pengunaan pasta gigi dan pemilihan tekstur bulu sikat gigi mempunyai distribusi paling banyak dilakukan siswa dengan cara yang salah, dapat dilihat pada hasil observasi semua siswa tidak menggunakan pasta gigi sebesar A cm atau sebesar satu butir kacang tanah dan pengunaan tekstur bulu sikat pada saat menyikat gigi hanya 9 siswa dari 33 siswa yang mengunakan sikat gigi dengan tekstur bulu sikat yang sedang sedangkan 24 siswa lainnya mengunakan sikat dengan bulu sikat yang keras/halus. Tabel 3 Distribusi frekuensi hasil observasi pada responden dari durasi memyikat gigi pada siswa kelas I-II MI Sendang Drajat Objek observasi Menyikat gigi dengan minimal 3-5 menit Jumlah total Rata-rata Kriteria Benar durasi 9 27,7% Salah 24 72,3% 27,7% 72,3% 27,7% 72,3% Kurang Sesuai table 3 diketahui bahwa durasi menyikat gigi pada sebagian besar siswa kelas I-II MI Sendang Drajat Kec. Jambon Kab. Ponorogo tahun 2022 dalam kategori kurang dengan presentase rata-rata 27,7% siswa menyikat gigi dengan durasi yang benar dan 72,3% siswa menyikat gigi dengan durasi yang salah. Tabel 4 Distribusi frekuensi hasil observasi pada responden dari gerakan menyikat gigi pada siswa kelas I-II MI Sendang Drajat Objek observasi Berkumur sebelum menyikat Menyikat gigi bagian labial Benar Salah Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 dengan gerakan naik turun Menyikat gigi bagian bukal dengan gerakan memutar Menyikat gigi bagian palatinal dengan gerakan mencungkil Menyikat gigi pada bagian oklusal dengan gerakan maju Menyikat gigi pada bagian Menyikat lidah serta langitlangit dengan gerakan maju Menyikat gigi dengan 8x permukaan gigi Berkumur satu kali sesudah menghilangkan sisa fluor Jumlah total Rata- rata Kriteria 45,5% 33,4% 66,6% 33,4% 66,6% 412,3% 45,8% Kurang 487,7% 54,2% Berdasarkan table 4 diketahui bahwa gerakan menyikat gigi pada Sebagian besar siswa kelas I-II MI Sendang Drajat Kec. Jambon Kab. Ponorogo tahun 2021 dalam kategori kurang dengan presentase rata-rata hanya 45,8% siswa melakuakan gerakan mennyikat gigi dengan cara yang benar dan 45,2% siswa melakukan gerakan menyikat gigi dengan cara yang salah dilihat pada saat dilakukan observasi semua siswa salah dalam melakukan gerakan menyikat gigi pada bagian labial, bukal, palitanal, dan lingual serta tidak ada siswa yang menyikat gigi dengan 8X gerakan disetiap 3 permukaan gigi hanya sebagian siswa saja yang menyikat gigi dengan gerakan yang benar pada bagian lidah, langi-langit dan oklusal Hasil Rekapitulasi dan analisis data Tabel 5 Hasil Rekapitulasi dan analisis data cara menyikat gigi pada siswa kelas I-II MI Sendang Drajat Kec. Jambon Kab. Ponorogo Tahun 2022 Cara Hasil observasi benar Pengunaan pasta gigi dan bentuk 55,4% sikat gigi Durasi menyikat gigi 27,7% Gerakan menyikat gigi 45,8% Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 Jumlah total Rata-rata Kriteria penilaian 129,4% 42,6% Kurang Berdasarkan tabel 5. diketahui bahwa cara menyikat gigi pada Sebagian besar siswa kelas I-II MI Sendang Drajat Kec. Jambon Kab. Ponorogo Tahun 2022 dalam kategori kurang dengan presentase 42,6% menyikat gigi dengan cara yang benar dan presentase 57,4% menyikat gigi dengan cara yang salah PEMBAHASAN Pengunaan pasta gigi dan bentuk sikat gigi pada siswa kelas I-II MI Sendang Drajat Kec. Jambon Kab. Ponorogo tahun 2022 Berdasarkan hasil Analisa data cara menyikat gigi siswa kelas I-II MI Sendang Drajat Kec. Jambon Kab. Ponorogo tahun 2022 tentang pengunaan pasta gigi dan sikat gigi dalam kategori kurang. karena siswa tidak menggunakan sikat gigi dan pasta gigi yang sesuai Hal ini disebabkan dalah karena kurangnya,promosi kesehatan serta pengetahuan dan ketrampilan siswa dalam menyikat gigi dan juga karena peran orang tua, karena pada usia tersebut orang tua sangat berengaruh pada apa yang digunakan siswa dalam melakukan sesuatu karena peran orang tua sendiri yaitu sebagai penyedia sarana dan prasarana anak dengan demikian penting adanya peningkatan pengetahuan serta ketramilan siswa serta penyedian sarana dan rasarana yang baik dari orang tua mengenai pasta gigi dan sikat gigi yang digunakan siswa. Hasil riset ini sesuai dengan riset (KN Alif. , 2. pada siswa kelas Vi SMP Islam An-Nawah Desa Batukerbuy Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan bahwa pengunaan spasta gigi dan sikat gigi siswa masih dalam kategori kurang dengan presentase 50,4%siswa masih mengunakan pasta gigi dan sikat gigi yang salah. Responden usia sekolah tidak bisa memilih serta membeli sikat gigi terbaik untuk kebutuhan mereka, sehingga orang tua harus bertanggung jawab penuh atas keputusan ini. Tidak sama dengan hasil riset yang dilaksanakan oleh (Hikmah et al. , 2. pada santri Pondok Pesantren Madinatul Ulum Parongpong yang menunjukan bahwa pengunaan pasta gigi dan sikat gigi telah dalam kategori baik dapat dilihat dari hasil presentase didapat hasil sebesar 88,9% anak sudah menggunakan pasta gigi dan 70,4% anak sudah menggunakan jenis sikat gigi yang baik, serta para santri sebagian juga mengetahui manfaat kandungan fluor pada pasta gigi Menurut (Metha S et al. , 2. penentuan sikat gigi serta pasta gigi anak perlu diperhatikan yaitu dengan menggunakan sikat gigi dengan tangkai lurus, pengangan sikat gigi yang fleksibel, bulu sikat gigi yang sama panjang dengan kekakuan bulu sikat gigi yang medium dan kepala sikat gigi yang cukup kecil untuk pengunaan pasta gigi yaitu memakai pasta gigi yang mengandung fluor dengan penggunaan Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 sebesar biji jagung untuk sekali menyikat gigi Durasi dalam menyikat gigi pada siswa kelas I-II MI Sendang Drajat Kec. Jambon Kab. Ponorogo tahun 2022 Berdasarkan hasil Analisa data cara menyikat gigi siswa kelas I-II MI Sendang Drajat Kec. Jambon Kab. Ponorogo tahun 2021 tentang durasi menyikat gigi dalam kategori kurang. Dilihat pada saat dilakukan observasi sebagian besar responden hanya menyikat dengan durasi kurang dari 2 menit. Penyebabnya dari hal tersebut adalah kebiasaan dari siswa tersebut atau kurangnya pengetahuan mengenai durasi menyikat gigi yang tepat. Sehingga perlu adanya promosi kesehatan mengenai bagaimana durasi menyikat gigi yang tepat dari pihak guru atau tenaga kesehatan. oleh karena itu perlu adanya promosi kesehatan mengenai durasi menyikat gigi sehingga dapat menambah pengetahuan Penelitian (Ruminem et al. , 2. sejalan dengan riset ini yang menunjukkan bahwa durasi menyikat gigi pada siswa kelas V SDN 007 Sungai Pinang Samarinda dalam kategori sangat kurang dimana pada siswa hanya menggosok gigi dengan durasi < 2 menit yang mana idealnya durasi menyikat gigi yaitu 3-5 menit sehingga berdampak pada tingkat keberhasilan dalam menggosok gigi yang akan berdampak terhadap kesehatan gigi. Riset ini berbeda dengan riset (Fankari et al. , 2. yang dilakukan pada Pada Anak Kelas V Sekolah Dasar GMIT Mebung dan Sekolah Dasar GMIT Likuatang dimana pada penelitian ini menunjukan bahwa bahwa persentase gigi anak yang menggosok gigi lebih lama . hingga 5 meni. ialah 72,1 persen. serta yang menggosok gigi < 3 menit ialah 27, 58 persen. Studi tersebut mengklaim bahwa ini disebabkan oleh kecenderungan anak untuk meluangkan waktu dan menjadi lambat, yang mengakibatkan menyikat gigi dalam waktu lama. Menyikat gigi lebih dari tiga sampai lima menit merupakan hal yang normal karena ada banyak permukaan ataupun komponen gigi yang perlu dibersihkan, antara lain bagian atas dan bawah, kiri dan kanan, serta bagian dalam dan luar. Menurut (Listrianah, 2. waktu menyikat gigi yang dianjurkan ialah sekurangnya 3-5 menit hal ini dikarenakan banyak bagian ronga mulut yang harus disikat dan dibersihkan sehingga dibutuhkan waktu yang tepat dan benar agar pembersihan sisa makanan pada rongga mulut maksimal dan tidak ada lagi sisa makanan yang tersisa pada rongga mulut. Gerakan menyikat gigi pada siswa kelas I-II MI Sendang Drajat Kec. Jambon Kab. Ponorogo tahun 2022 Berdasarkan hasil Analisa data cara menyikat gigi siswa kelas I-II MI Sendang Drajat Kec. Jambon Kab. Ponorogo tahun 2021 tentang gerakan menyikat gigi dalam kategori kurang. Sebagian besar saat dilakukan observasi gerakan menyikat gigi responden masih salah dan tidak mengerti bagaimana cara yang benar dalam melakukan gerakan menyikat gigi. Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 Penyebab hal tersebut adalah masih rendahnya pengetahuan siswa mengenai gerakan menyikat gigi yang baik karena tidak adanya informasi atau promosi kesehatan mengenai gerakan menyikat gigi yang baik serta benar oleh karena itu perlu adanya promosi kesehatan sehingga siswa mengerti bagaimana gerakan menyikat gigi yang baik serta benar. Hasil riset ini sejalan dengan hasil risets (Pudyasari S et al. , 2. yang menyatakan bahwa gerakan menyikat gigi pada anak prasekolah di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo. Semarang Utara. Kota Semarang dilihat bahwa mayoritas anak memiliki praktik dalam kategori baik, ialah 55,1 dari jumlah anak. Sementara 44,9% anak memiliki praktik dalam kategori kurang baik, sehingga jika dibuat rataAoAomaka gerakan menyikat gigi masih dalam kategori kurang yaitu sebesar 4,82%. Sebagian besar responden tidak mengerti bagaimana gerakan menyikat gigi yang baik dan benar, gerakan menyikat gigi yang masih salah sangat berpengaruh pada tingkat keberhasilan orang dalam melakukan sikat gigi supaya tidak ada sisa makanan yang tersisa ndirongga mulut yang bisa mengakibtakan karies gigi. Riset ini berbeda dengan hasil riset yang dilaksanakan (Martin & Sirat, 2. pada siswa kelas IV SDN 7 Dauh Puri yang menunjukan bahwa sebagian besar siswa sudah bisa menyikat gigi yang baik dan benar dengan presentase 77,50% hal ini kemungkinan diakibatkan sebab siswa sudah memdapat informasi bagaimana gerakan menyikat gigi yang baik serta benar melalui media masa seperti televisi atauun romosi kesehtan Menurut (Santi & Khamimah, 2. gerakan menyikat gigi harus dilakukan dengan teliti dan teratur mulai berkumur sebelum dan sesudah menyikat gigi sebanyak 1 kali, gerakan menyikat gigi juga harus baik serta benar agar dapat membersihkan seluruh permukaan gigi gerakan menyikat gigi yang baik dan benar yaitu menyikat gigi bagian labial dengan gerakan naik turun, bagian bukal dengan gerakan memutar, bagian palatinal dengan gerakan mencungkil, pada bagian oklusal melalui gerakan maju mundur serta menyikat gigi dengan 8x gerakan pada setiap 3 permukaan gigi. Cara menyikat gigi pada siswa kelas I-II MI Sendang Drajat Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo tahun 2022. Berdasarkan hasil analisis data cara menyikat gigi siswa kelas I-II MI Sendang Drajat Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo Tahun 2022 diketahui bahwa ratarata cara menyikat gigi pada siswa termasuk dalam kategori kurang. Hai ini menyebabkan banyaknya angka karies pada siswa kelas I-II MI Sendang Drajat Kec. Jambon Kab. Ponorogo Hasil riset ini sesuai dengan riset (Santi & Khamimah, 2. yang menunjukkan bahwa kemungkinan penyebab karies adalah cara menyikat gigi, pada riset ini mengatakan bahwa terjadinnya karies gigi pada siswa anak kelas IV di SDN Satria Jaya 03 Bekasi sebesar 40,5% kemungkinan penyebabnya adalah karena cara menyikat gigi Hasil riset cara menyikat gigi pada siswa kelas I-II MI Sendang Drajat dalam Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 kategori kurang karena tidak adanya promosi kesehatan yang diberikan pada siswa baik itu oleh petugas kesehatan atau dari pihak guru pada siswa. Hal ini diperkuat oleh penelitian dari (NiAomatul Ulya, 2. bahwa promosi kesehatan dapat berpengaruh pada bagaimana seseorang melakukan sesuatu karena promosi kesehatan ialah aktivitas menyebarkan pesan, menanamkan keyakinan sehingga dapat berpengaruh pada seseorang. Responden dalam penelitian terdiri dari jenis kelamin pria serta wanita dengan rentang umur antara 7 tahun sampai 8 tahun yang berasal dari kelas 1 dan kelas 2. Rata-rata semua siswa melakukan sikat gigi dengan cara yang masih salah. Hasil ini sama dengan riset yang dilaksanakan (Novaria Pay M . , 2. bahwa usia dan jenis kelamin seseorang tidak mempengaruhi seseorang dalam bagaimana melakukan perilaku karena pada umumnya faktor lain seperti lingkungan yang akan mempengaruhi perilaku anak diantaranya lingkungan sekolah, teman bermain serta petugas kesehatan. Berbeda dengan hasil penelitian (Mukhbitin, 2. yang menyatakan bahwa usia dan jenis kelamin mempengaruhi seseorang dalam berperilaku Hal ini diakibatkan sebab anak perempuan lebih mudah diarahkan serta lebih terampil dalam menyikat gigi, dari pada dengan anak pria, usia juga akan mempengaruhi perilaku seseorang karena usia juga mempengaruhi tingkat pengetahuan . Hasil pemeriksaan gigi menunjukan tingginya angka karies pada siswa kelas I-II MI Sendang Drajat. Hal teresebut dikarenakan karena mereka belum tau cara menyikat gigi yang baik dan benar, sehingga cara meyikat gigi yang salah akan mempengaruhi tingkat kebersihan gigi sehingga berdampak pada tingkat kesehatan gigi karena menurut Benyamin Bloom . seorang ahli psikologi pendidikan membagi perilaku manusia itu kedalam tiga domain, sesuai dengan tujuan yakni: . , . , . Sedangkan cara menyikat gigi siswa termasuk dalam ranah psikomotor yang memiliki beberapa tingkatan ialah respon terpimpin, mekanisme serta adopsi. Penelitian (Efendi Rahayu et al. , 2. menyimpulkan bahwa faktor cara menyikat gigi memiliki hubungan bermakna dengan kejadian karies gigi pada siswa siswa kelas V SD Negeri 61 Pekanbaru. Bertentangan dengan hasil penelitan (Ayuningtyas, 2. yang menyatakan bahwa variabel kebiasaan cara menyikat gigi tidak mempunyai korelasi dengan status karies gigi pada sampel riset. Hal ini kemunginan terjadi responden telah menderita karies gigi lebih dulu sebelum mengetahui cara menjaga mencegah karies gigi terutama dengan menyikat gigi yang baik dan benar. Aksesibilitas informasi tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut melalui media cetak, elektronik, dan media lainnya. Akan tetapi bahkan memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi tidak menjamin bahwa seseorang akan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa faktor yang bisa mempengaruhi bagaimana cara siswa dalam melakukan sesuatu menurut E. Scott geller 2005 cit (Notoatmodjo, 2. yaitu adanya antesendent . egala sesuatu yang muncul sebelum suatu perilaku serta dikaitkan dengan perilaku Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 tersebu. , antesendent terdiri dari dua macam yaitu antesendent yang bersifat alami yaitu usia, jenis kelamin, pengetahuan dan sikap sedangkan antesendent yang bersifat terencana berupa promosi kesehatan dan juga hasil yang jelas dari perilaku bagi individu, yang bisa meningkatkan ataupun menurunkan kemungkinan bahwa perilaku tersebut akan diulang, serta kemudian akibatnya. Berdasarkan beberapa hal diatas dapat disimpulkan bahwa beberapa faktor dapat mempengaruhi bagaimana seseorang berperilaku yaitu berupa antesendent dan Siswa harus mempunyai pengetahuan dan sikap bagaimana cara menjaga kebersihan gigi yang baik serta perlunya adanya promosi kesehtatan mengenai cara menjaga kesehatan gigi khususnya cara menyikat gigi yang baik serta benar maka tidak menimbulkan karies gigi yang tinggi. Hal ini didukung oleh riset (Suprapto D et al. , 2. bahwa penyebab masalah kesehatan gigi khusunya karies gigi adalah dari faktor pengetahuan, sikap dan promosi kesehatan yang dapat mempengaruhi bagaimana cara menjaga kesehatan khususnya cara menyikat gigi yang baik dan benar KESIMPULAN Sesuai dengan riset cara menyikat menyikat gigi siswa kelas I-II MI Sendang Drajat Kecamatan Jambon Kabuaten Ponorogo Tahun 2022 dapat disimpulkan bahwa . Pengunaan pasta gigi dan bentuk sikat gigi pada siswa kelas I-II MI Sendang Drajat Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo termasuk dalam kategori kurang. Durasi dalam menyikat gigi pada siswa kelas I-II MI Sendang Drajat Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo termasuk dalam kategori kurang . Gerakan menyikat gigi pada siswa kelas I-II MI Sendang Drajat Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo termasuk dalam kategori kurang DAFTAR PUSTAKA