Jurnal Penelitian Kesehatan Pelamonia Indonesia Volume 05. Nomor 01. Jan-Jun 2022 pISSN 2620-9683, eISSN 2654-9921 Faktor Yang Mempengaruhi Kecemasan Perawat terhadap Covid-19 di Ruang Rawat Inap Rskd Dadi Prov. Sul-Sel Factors Affecting Nurse's Anxiety On Covid-19 In The Inpatient Room Of Rskd Dadi Prov. Sul-Sel Zulkifli1. Resky Fajriah2 Department of Hospital Administration. Institut Ilmu Kesehatan PelamoniaMakassar. Indonesia E-mail: Zulkifliambo123@gmail. , reskyfajriah17@gmail. ABSTRAK Kecemasan merupakan bentuk perasaan tidak tenang, gelisah dan perasaan-perasaan lain yang kurang menyenangkan, kecemasan sering muncul pada individu manakala berhadapan dengan situasi yang tidak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang signifikan tentang Faktor yang Mempengaruhi Kecemasan Perawat Terhadap Covid-19 di Ruang Rawat Inap RSKD Dadi Prov. Sul-Sel. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional study, dengan jumlah responden sebanyak 138 perawat rumah sakit. Pengumpulan datanya dilakukan melalui pembagian kuesioner secara langsung kepada responden. Analisis data yang dilakukan adalah dengan menggunakan uji chis quare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang bermakna dengan penyebaran Covid-19 yaitu diantaranya ancaman integritas fisik p= 0,033, ancaman sistem diri p=0,035, stres p=0,023. Lingkungan p=0,001 terhadap penyebaran virus covid-19. Disarankan kepada rumah sakit agar lebih memperhatikan protokol kesehatan pada perawat untuk memberikan kenyamanan yang lebih baik. Kata Kunci:Kecemasan. Perawat. Covid-19,Rumah Sakit ABSTRACT Anxiety is a form of feeling worried, anxious and other unpleasant feelings, anxiety often arises in individuals when faced with unpleasant situations. This research aims to to find out whether there is a significant influence on the Factors Affecting Nurse Anxiety in Efforts to prevent Covid-19 in the Dadi Hospital Inpatient Room. South Sulawesi Province. The type of research used is quantitative research with a cross sectional research design, with the number of respondents as many as 138 hospital nurses. The data was collected through the distribution of questionnaires directly to the respondents. Data analysis is done by using the chis square test. The results showed that there was a significant relationship with prevention of spread, including the threat of physical integrity p= 0. 033, self-system threat p=0. 035, stress p=0. 023, environment p=0. 001 with preventing the spread of the covid-19 virus. It is recommended to hospitals to pay more attention to the protocol of Covid-19 for nurses to provide good comfort. Keywords: Anxiety, nurse. Covid-19. Hospital Zulkifli, dkk:Faktor yang mempengaruhi A JPKPI Vol 05 No 01 Januari-Juni 2022, pISSN 2620-9683,eISSN 2654-9921 PENDAHULUAN peningkatan jumlahnya, beberapa pihak justru tidak mendukung pekerjaan mereka sebab masyarakat banyak masyarakat yang justru berpikiran negatif pada petugas garis depan, gerak mereka yang terbatas akibat menggunakan alat perlindungan diri, minimnya informasi mengenai apa dampak dimasa mendatang apabila terpapar Virus Covid19, serta yang paling penting saat kembali ke rumah setelah bekerja mereka merasa takut akan menularkan Covid-19 pada teman dan keluarga. Kecemasan ialah suatu bentuk perasaan tidak tenang, gusar juga perasaan-perasaan lainnya yang kurang menyenangkan (Harlock. Perasaan cemas seringkali hadir ketika individu berada pada situasi yang kurang Pada tingkat kecemasan yang sedang, persepsi individu hanya terfokus pada hal yang penting saat itu saja serta tidak fokus pada hal Pada tingkat kecemasan berat atau tinggi, persepsi individu menjadi turun, cirinya individu akan merasa gelisah serta hanya hal kecil saja yang dipikirkan sementara banyak hal penting yang justru diabaikan. Penelitian Lai et al . tentang tenaga kesehatan dapat berisiko mengalami gangguan psikologis dalam mengobati pasien Covid-19, hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa ada 50,4% responden yang mempunyai gejala depresi dan 44,6% mempunyai gejala kecemasan karena merasa tertekan. Dalam hal ini upaya yang bisa diantaranya ialah dengan menyediakan Alat Pelindung Diri yang lengkap, sehingga dalam menjalankan tugas meminimilisir rasa kecemasan akan tertular atau menulari anggota keluarga nya. Oleh sebab itu, tujuan dari studi ini ialah untuk mengetahui faktor yang paling mempengaruhi kecemasan tenaga kesehatan dalam upaya pencegahan Covid-19 di Kabupaten Sidrap. Sulawesi Selatan. Indonesia bagian timur. Kecemasan bisa juga dirasakan oleh seorang perawat dimana tugasnya hanya terfokus pada perawatan individu, keluarga, dan masyarakat mempertahankan, atau memulihkan kesehatan yang optimal dan kualitas hidup dari lahir sampai Perawat merupakan seseorang yang telah mengikuti pendidikan formal keperawatan yang telah disahkan Pemerintah Republik Indonesia untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab keperawatan (Ali, 2. Dalam kehidupan ketika menemui hal-hal baru sudah lumrah terjadinya rasa cemas. Kecemasan ialah perasaan gusar akan sesuatu ketidakpastian, ketidakamanan, ketidakberdayaan serta merasa tersisih (Stuart, 2. Pandemi Covid-19 juga memungkinkan memunculkan rasa cemas dampaknya bisa memicu kesulitan tidur, kurang konsentrasi ketika bekerja, iritabilitas, berkurangnya produktivitas dan konflik antar pribadi (S. Brook dkk, 2. Hasil penelitian Huang et al . kesehatan mental dari 1. 257 petugas kesehatan yang merawat pasien Covid-19 di 34 rumah sakit Tiongkok didapatkan hasil tingkat kecemasan 45 %, insomnia 34 %, gejala depresi 50 %, tekanan psikologis 71,5 %. Penelitian yang dilakukan Roy et al, . di India dengan sampel 662 didapatkan tingkat kecemasan pada tenaga kesehatan laki-laki 48,6 % dan pada perempuan 51,2 %. Di Indonesia berdasarkan penelitian oleh FIK AeUI dan IPKJI . respon yang paling sering muncul pada perawat ialah perasaan cemas dan tegang sebanyak 70 %. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. tahun 2018 angka kecemasan pada usia dewasa di Indonesia mencapai 6,1% atau 689 penduduk. Semua lapisan masyarakat merasakan dampak dari pandemi Covid-19. Diantaranya berupa gangguan mental bisa saja terjadi yang meliputi adanya rasa cemas, rasa takut, stres, depresi, bingung, rasa sedih, marah frustasi serta menyangkal (Huang et al 2. Munculnya Novel Coronavirus atau dinamai oleh WHO sebagai 2019-nCoV yang juga terkenal sebagai flu Wuhan dan pneumonia Wuhan yang merupakan Virus korona RNA untai tunggal yang dilaporkan pada tahun 2019 dan telah menarik perhatian global, dan pada 30 Januari WHO telah menyatakan COVID-19 sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian Internasional (Dong et al. , 2. Penambahan jumlah kasus COVID-19 berlangsung cukup cepat dan sudah terjadi penyebaran antar negara. Sampai dengan tanggal 25 Maret 2020, dilaporkan total kasus konfirmasi 414. 179 dengan 18. kematian (CFR 4,4%) dimana kasus dilaporkan di 192 negara/wilayah. Di Antara kasus tersebut, sudah ada beberapa petugas kesehatan yang dilaporkan terinfeksi (Kemenkes RI, 2. Coronavirus Disease 2019 (COVID-. adalah merupakan penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus penyebab COVID-19 ini dinamakan Sars-CoV-2 merupakan Virus Corona yang mengakibatkan Penelitian Cheng et al. menyatakan dari 13 partisipan yang menjadi penyebab merasa kecemasan karena saat akan melakukan tindakan pada pasien namun tidak ada persediaan Sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19 Tenaga kesehatan ialah kelompok yang amat rentan terinfeksi Covid-19, oleh sebab itu agar meminimalisir kecemasan yang mereka rasakan sudah sepatutnya penyediaan APD bagi tenaga kesehatan perlu sangat menjadi Menurut IASC . beberapa hal yang menyebabkan kecemasan pada tenaga kesehatan diantaranya mereka dituntut memiliki waktu kerja yang tidak sebentar, pasien yang terus mengalami Zulkifli, dkk:Faktor yang mempengaruhi A JPKPI Vol 05 No 01 Januari-Juni 2022, pISSN 2620-9683,eISSN 2654-9921 infeksi pernapasan COVID-19. Virus Corona adalah zoonosis . itularkan antara hewan dan manusi. mental pada perawat perlu diperhatikan karena akan berdampak pada penanganan Pandemi Covid-19 ini. Indonesia merupakan negara berkembang dan terpadat keempat di dunia, dengan demikian diperkirakan akan sangat menderita dan dalam periode waktu yang lebih lama. Ketika Coronavirus Novel SARS-CoV2 melanda Cina paling parah selama bulan Desember 2019AeFebruari 2020. Presiden Joko Widodo melaporkan pertama kali menemukan dua kasus infeksi COVID-19 di Indonesia pada 2 Maret 2020 (Djalante et al. Pasien yang terkonfirmasi covid-19 di Indonesia berawal dari suatu acara di Jakarta dimana penderita tersebut berkontak langsung dengan seseorang warga Negara asing (WNA) asal Jepang yang tinggal di Malaysia. Setelah pertemuan tersebut penderita mengeluh demam, batuk dan sesak nafas (WHO, 2. Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis memilih untuk melakukan penelitian yang berjudul AuFaktor yang Mempengaruhi Kecemasan Perawat Terhadap Covid-19 di Ruang Rawat Inap RSKD Dadi Prov. Sul-SelAy. METODE Jenis penelitian yang digunakan ialah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan crosectional Study. Studi kuantitatif deskriptif merupakan metode yang digunakan untuk memecahkan atau menjawab permasalah yang terjadi pada situasi sekarang atau yang sedang terjadi (Notoatmodjo, 2. Cross-sectional Study merupakan jenis penelitian yang menekankan waktu pengukuran/ observasi data variabel independen dan hanya satu kali pada satu saat. Penelitian ini dilakukan untuk hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen (Notoatmodjo,2. WHO mengumumkan COVID-19 pada 12 Maret 2020 sebagai pandemi. Jumlah kasus di Indonesia terus meningkat dengan pesat, hingga Juni 2020 sebanyak 31. 186 kasus terkonfirmasi dan 1851 kasus yang meninggal (PHEOC Kemenkes RI, 2. Kasus tertinggi terjadi di Provinsi DKI Jakarta yakni sebanyak 7. 623 kasus terkonfirmasi dan 523 . ,9%) kasus kematian (PHEOC Kemenkes RI, 2. Dan sebuah data resmi yang dimiliki oleh info penanggulangan Covid-19 kota Makassar pada tanggal 19 Maret 2020 di Provinsi Sulawesi Selatan Dua orang dinyatakan positif terjangkit virus Corona (COVID. Ini menjadi kasus pertama di Sul-Sel. Kasus tertinggi terjadi di Biringkanaya yakni sebanyak 552 kasus terkonfirmasi dan Makassar berada di urutan ketiga yakni kasus terkonfirmasi sebanyak Dan kasus data terupdate 22 Maret 2021 pasien sembuh sebanyak 27. 417 jiwa, sedangkan pasien sembuh sebanyak 528 jiwa (Satgas Covid19 kota Makassar, 2. Penelitian ini dilakukan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Prov. Sul-Sel. Jl. Lanto Dg Pasewang No. Maricaya. Kec. Mamajang. Kota Makassar. Waktu pelaksanaan penelitian ini pada bulan Januari Ae Maret Tahun 2022. Populasi dalam penelitian ini ialah Jumlah Perawat di Ruang Rawat Inap di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Kota Makassar Sebanyak 212 Perawat. Sampel dalam penelitian ini ialah Perawat yang bertugas di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Kota Makassar sebanyak 138 responden. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan sata sekunder dengan uji validitas dan uji reliabilitas. Data diolah menggunakan SPSS dengan menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Penyajian data ditampilkan dalam bentuk tabel, narasi, distribusi dan persentase disertai penjelasan. Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Prov. Sul-Sel adalah Rumah Sakit rujukan Covid-19 dimana hingga Desember 2020, terdapat perawat yang terpapar Covid-19 yaitu ada 70 perawat yang terpapar dimana perawat tersebut merupakan orang tanpa gejala (OTG), perawat yang terpapar dipindahkan ke ruangan isolasi yang telah Perawat yang terpapar Covid-19 disebabkan karena ketersediaan alat pelindung diri (APD) yang sempat mengalami kelangkaan. Faktor lain yang mengakibat para perawat terpapar Covid19 yaitu karena kelelahan diakibatkan beban kerja yang luar biasa dan tekanan fisik dan fisiologi yang mengakibatkan para perawat terpapar Covid-19 (Hasanuddin,2. HASIL Uji Validitas Uji validitas kuesioner pada penelitian ini menggunakan uji korelasi pearson product Pertanyaan dianggap valid apabila R hitung lebih besar dari R tabel (N = 138. R tabel = 0. Untuk melakukan observasi awal pada tanggal 5 Maret 2021 kepada salah satu perawat yang bekerja di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Kota Makassar mengatakan bahwa perawat sebagai garda terdepan dan merupakan prioritas utama yang dapat mengalami kecemasan. Karena perawat berada di bawah tekanan fisik dan psikologi karena sebagai pihak yang berperan dalam penanganan Pandemi Covid-19, kesehatan Tabel 1 Hasil Uji Validitas Variabel Ancaman Integritas Fisik Item Hitung Tabel Keteranga Valid Zulkifli, dkk:Faktor yang mempengaruhi A Valid Valid Valid Valid JPKPI Vol 05 No 01 Januari-Juni 2022, pISSN 2620-9683,eISSN 2654-9921 274. P5=0. 231 dan nilai R tabel=0,176 kemudian dapat digunakan untuk melanjutkan uji reabilitas. Tabel 4 Hasil Uji Validitas Variabel Lingkungan Sumber : Data Primer Dari tabel 1 di atas dapat diketahui bahwa semua item pertanyaan untuk variabel ancaman integritas fisik bersifat valid dikatakan valid karena nilai R hitung lebih besar dari pada nilai R tabel yang dimana terdapat nilai R hitung yaitu P1=0,622 P2= 0,497,P3=0,566 ,P4= 0,597. P5=0,662 dan nilai R tabel=0,176 kemudian dapat digunakan untuk melanjutkan uji reabilitas. Valid Valid Valid Tabel 3 Hasil Uji Validitas Variabel Stress Item Hitung Tabel Keterangan Valid P10 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Hasil Uji Validitas Variabel Covid-19 Item Hitung Tabel Keterangan Tabel 5 Dari tabel 2 di atas dapat diketahui bahwa semua item pertanyaan untuk variabel ancaman sistem diri bersifat valid karena nilai R hitung lebih besar dari pada nilai R tabel yang dimana terdapat nilai R hitung yaitu P1=0. 894 P2=0. 230 ,P3=0. ,P4=0. P5=0. 775 dan nilai R tabel=0,176 kemudian dapat digunakan untuk melanjutkan uji Keterangan Valid Valid Dari tabel 4 di atas dapat diketahui bahwa semua item pertanyaan untuk variabel lingkungan bersifat valid karena nilai R hitung lebih besar dari pada nilai R tabel yang dimana terdapat nilai R hitung yaitu P1=0. 327 P2=0. 368,P3=0. ,P4=0. P5=0. 295 dan nilai R tabel=0,176 kemudian dapat digunakan untuk melanjutkan uji Sumber : Data Primer Tabel Sumber : Data Primer Tabel 2 Hasil Uji Validitas Variabel Ancaman Sistem diri Item Hitung Tabel Keterangan Valid Valid Hitung Item Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : Data Primer Dari tabel 5 di atas dapat diketahui bahwa semua item pertanyaan untuk variabel Covid-19 bersifat valid karena nilai R hitung lebih besar dari pada nilai R tabel yang dimana terdapat nilai R hitung yaitu P1=0. 324 P2=0,233. P3=0,239 ,P4=0. P5=0. P6=0. P7=0. P8=0. P9=0. P1=0. 324 dan nilai R tabel=0,176 kemudian dapat digunakan untuk melanjutkan uji reabilitas. Sumber : Data Primer Dari tabel 3 di atas dapat diketahui bahwa semua item pertanyaan untuk variabel stress bersifat valid karena nilai R hitung lebih besar dari pada nilai R tabel yang dimana terdapat nilai R hitung yaitu P1=0. 754 P2= 0. 517,P3=0. 567 ,P4= Zulkifli, dkk:Faktor yang mempengaruhi A JPKPI Vol 05 No 01 Januari-Juni 2022, pISSN 2620-9683,eISSN 2654-9921 Uji Reliabilitas Tabel 6 Hasil Uji Reliabilitas Item Reliability Statistic Sumber : Data Primer Cornbach Alpha Coefficient Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Total Berdasarkan tabel 8 di atas dapat diketahui bahwa dari 138 responden berdasarkan Usia yang terbanyak yaitu pada usia 20-30 sebanyak 60 tahun responden . ,5%) Karakteristik Responden Menurut Pendidikan Tabel 9 Distribusi Responden Berdasarkan Pendidikan di RSKD Dadi Prov Sul-Sel Sumber : Data Primer Dari tabel 6 di atas dapat diketahui bahwa hasil uji reliabilitas dengan nilai reliability statistic cornbach alpha > 0. 6 yang berarti semua item pernyataan reliabel atau handal dan bisa dilakukan analisis selanjutnya. Deskripsi Karakteristik Responden Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh karakteristik responden Perawat di RSKD Dadi Prov Sul-Sel yang menjadi responden dalam penelitian Variabel tersebut adalah sebagai berikut: Pendidikan Jumlah . Persentase (%) Keperawatan Keperawatan Ners Total Sumber : Data Primer Karakteristik Responden Menurut Umur Tabel 7 Berdasarkan tabel 9 di atas dapat ketahui dari 138 responden berdasarkan pendidikan yang terbanyak yaitu pada kategori pendidikan D3 Keperawatan sebanyak 52 responden . ,7%) Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin di RSKD Dadi Prov Sul-Sel Jenis Kelamin Perempuan Jumlah . Persentase (%) Laki-Laki Total Karakteristik Ruangan Karakteristik Responden Menurut Usia Tabel 8 Distribusi Responden Berdasarkan Usia di RSKD Dadi Prov Sul-Sel Jumlah . Persentase (%) 20-30 tahun 31-40 tahun 41-55 tahun Jenis Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Ruangan di RSKD Dadi Prov Sul-Sel Berdasarkan Tabel 7 di atas dapat diketahui bahwa dari 138 responden terdapat didominasi oleh perempuan sebanyak responden . ,5%). Usia Menurut Tabel 10 Sumber : Data Primer Responden Jenis Ruangan IGD Jumla h . Persentase (%) PHCU Meranti Palm Kenanga Mahoni Kenari Cempaka Beringin Nyiur Zulkifli, dkk:Faktor yang mempengaruhi A JPKPI Vol 05 No 01 Januari-Juni 2022, pISSN 2620-9683,eISSN 2654-9921 Ketapang Sawit Kamar Bersalin Camar Total Dari tabel 12 di atas menunjukkan bahwa dari 138 responden terdapat 127 responden . ,0%) memberi tanggapan bahwa ancaman sistem diri baik, sedangkan responden yang beranggapan ancaman sistem diri kurang baik sebanyak 11 responden . ,0%). Tanggapan Responden Mengenai Stres Tabel 13 Distribusi Responden Berdasarkan Stres di RSKD Dadi Prov Sul-Sel Sumber : Data Primer Berdasarkan tabel 10 di atas dapat diketahui bahwa dari 138 responden berdasarkan Jenis Ruangan yang terbanyak yaitu pada kategori ruangan Palm sebanyak 11 responden . ,0%), dan yang terendah ada pada kategori Kamar Bersalin sebanyak 6 responden . ,3%). Jumlah . Persentase (%) Kurang Baik Total Total Distribusi Responden Berdasarkan Lingkungan di RSKD Dadi Prov Sul-Sel Sumber : Data Primer Dari tabel 11 di atas menunjukkan bahwa dari 138 responden terdapat 121 responden . ,7%) memberi tanggapan integritas fisik yang baik, sedangkan responden yang memberi tanggapan integritas fisik kurang baik sebanyak 17 responden . %). Baik Jumlah . Persentase (%) Kurang Baik Total Lingkungan Sumber : Data Primer Dari tabel 14 di atas menunjukkan bahwa dari 138 responden terdapat 118 responden . ,7%) memberi tanggapan bahwa lingkungan baik, sedangkan responden yang memberikan tanggapan bahwa lingkungan kurang baik sebanyak 20 responden . ,3%). Tanggapan Responden Mengenai Ancaman Sistem Diri Tabel 12 Tanggapan Responden Mengenai Covid-19 Tabel 15 Distribusi Responden Berdasarkan Ancaman Sistem Diri di RSKD Dadi Prov Sul-Sel Distribusi Responden Berdasarkan Covid-19 di RSKD Dadi Prov Sul-Sel Ancaman Sistem Diri Baik Jumlah . Persentase (%) Kurang Baik Total Berat Dari tabel 13 di atas menunjukkan bahwa dari 138 responden terdapat 122 responden . ,1%) memberi tanggapan bahwa stres ringan, sedangkan responden yang memberi tanggapan stres berat sebanyak 16 responden . ,0%). Tanggapan Responden Mengenai Lingkungan Tabel 14 Distribusi Responden Berdasarkan Ancaman Integritas Fisik di RSKD Dadi Prov Sul-Sel Ancaman Integritas Fisik Baik Persentase (%) Sumber : Data Primer Analisis Univariat Tanggapan Responden Mengenai Ancaman Integritas Fisik Tabel 11 Ringan Jumlah . Stres Sumber : Data Primer Rendah Jumlah . Persentase (%) Tinggi Total Covid-19 Sumber : Data Primer Zulkifli, dkk:Faktor yang mempengaruhi A JPKPI Vol 05 No 01 Januari-Juni 2022, pISSN 2620-9683,eISSN 2654-9921 Dari tabel 15 di atas menunjukkan bahwa dari 138 responden terdapat 125 responden . ,6%) memberi tanggapan bahwa covid-19 yang rendah, sedangkan responden yang meberikan tanggapan bahwa covid-19 tinggi sebanyak 13 responden . ,4%). Analisis Bivariat Pengaruh Ancaman Integritas Fisik Terhadap Covid-19 Tabel 16 Pengaruh Ancaman Integritas Fisik Terhadap Covid-19 di RSKD Dadi Prov Sul-Sel Covid-19 Ancaman Integritas Fisik Baik Kurang Baik Total Rendah Total Tinggi p Value 0,033 Sumber : Data Primer Berdasarkan tabel 16 dapat dilihat bahwa dari 138 responden yang menyatakan ancaman integritas fisik baik terhadap covid-19 dan rendah terdapat 112 responden dengan persentase 92,6%, kemudian yang ancaman integritas fisik yang baik namun terhadap covid-19 tinggi sebanyak 9 responden dengan persentase 7,4%, sedangkan yang menyatakan ancaman integritas fisik kurang baik namun terhadap covid-19 rendah terdapat 13 responden dengan persentase 76,5% dan yang menyatakan ancaman integritas fisik kurang baik namun covid-19 tinggi terdapat 4 responden dengan persentase 23,5%. Hasil analisis dengan menggunakan uji chi square diperoleh nilai p value = 0,033 atau < 0,05. Dengan demikian Ha diterima yang berarti ada Pengaruh signifikan Ancaman Integritas Fisik terhadap Covid-19 di RSKD Dadi Prov Sul-Sel. Pengaruh Ancaman Sistem Diri Terhadap Covid-19 Tabel 17 Pengaruh Ancaman Sistem Diri Terhadap Covid-19 di RSKD Dadi Prov Sul-Sel Covid-19 Total Ancaman Sistem Diri Baik Kurang Baik Total Rendah Tinggi p Value 0,035 Sumber : Data Primer Berdasarkan tabel 17 dapat dilihat bahwa dari 138 responden yang menyatakan ancaman sistem diri yang baik dan covid-19 rendah terdapat 117 responden dengan persentase 92,1%, kemudian yang menyatakan ancaman sistem diri yang baik dan covid-19 tinggi terdapat sebanyak 10 responden dengan persentase 7,9%, sedangkan yang ancaman sistem diri kurang baik terhadap covid-19 tapi rendah terdapat 8 responden dengan persentase 72,7% dan yang ancaman sistem diri kurang baik terhadap covid-19 tinggi terdapat 3 responden dengan persentase 27,3%. Zulkifli, dkk:Faktor yang mempengaruhi A JPKPI Vol 05 No 01 Januari-Juni 2022, pISSN 2620-9683,eISSN 2654-9921 Hasil analisis dengan menggunakan uji chi square diperoleh nilai p value = 0,035 atau < 0,05. Dengan demikian Ha diterima yang berarti ada Pengaruh signifikan Ancaman sistem diri terhadap Covid-19 di RSKD Dadi Prov Sul-Sel. Pengaruh Stres Terhadap Covid-19 Tabel 18 Pengaruh Stres Terhadap Covid-19 di RSKD Dadi Prov Sul-Sel Covid-19 Stres Ringan Total Tinggi Rendah Berat Total p Value 0,023 Sumber : Data Primer Berdasarkan tabel 18 dapat dilihat bahwa dari 138 responden yang menyatakan stres yang ringan terhadap covid-19 Rendah terdapat 113 responden dengan persentase 92,6%, kemudian yang menyatakan stres yang ringan terhadap covid-19 tinggi sebanyak 9 responden dengan persentase 7,4%, sedangkan yang menyatakan stres yang berat terhadap covid-19 rendah terdapat 12 responden dengan persentase 75% dan yang menyatakan stres berat terhadap covid-19 tinggi terdapat 4 responden dengan persentase 24%. Hasil analisis dengan menggunakan uji chi square diperoleh nilai p value = 0,023 atau < 0,05. Dengan demikian Ha diterima yang berarti ada Pengaruh signifikan stres terhadap Covid-19 di RSKD Dadi Prov Sul-Sel. Pengaruh Lingkungan Terhadap Covid-19 Tabel 19 Pengaruh Lingkungan Terhadap Covid-19 di RSKD Dadi Prov Sul-Sel Covid-19 Lingkungan Baik Kurang Baik Total Total Tinggi Rendah p Value 0,001 Sumber : Data Primer Berdasarkan tabel 19 menunjukkan bahwa dari 138 responden yang menyatakan lingkungan yang menyebabkan covid-19 rendah terdapat 111 responden dengan persentase 94,1%, kemudian yang menyatakan lingkungan yang baik menyebabkan covid-19 tinggi sebanyak 7 responden dengan persentase 5,9%, sedangkan yang menyatakan lingkungan kurang baik menyebabkan covid-19 rendah terdapat 14 responden dengan persentase 70% dan yang menyatakan lingkungan kurang baik menyebabkan covid-19 tinggi terdapat 6 responden dengan persentase 30%. Hasil analisis dengan menggunakan uji chi square diperoleh nilai p value = 0,001 atau < 0,05. Dengan demikian Ha diterima yang berarti ada Pengaruh signifikan Lingkungan terhadap Covid-19 di RSKD Dadi Prov Sul-Sel. Zulkifli, dkk:Faktor yang mempengaruhi A JPKPI Vol 05 No 01 Januari-Juni 2022, pISSN 2620-9683,eISSN 2654-9921 PEMBAHASAN ancaman sistem diri baik karena perawat yang ada di RSKD Dadi Prov. Sul-Sel telah melakukan promosi kesehatan di ruang rawat inap dimana peran perawat telah mempromosikan adaptasi kebiasan baru dan mengajarkan protokol kesehatan pada pasien covid-19 sehingga kecemasan perawat pada pasien covid-19 diruang rawat inap dapat diatasi karena semua sudah melakukan yang adanya protokol Sedangkan menyatakan kategori ancaman sistem diri kurang baik dikarenakan perawat di RSKD Dadi Prov. Sul-Sel, kebiasaan baru dalam mengajarkan protokol kesehatan pada pasien covid-19 di Ruang rawat inap sehingga membuat perawat yang lain cemas dalam situasi pandemi sekarang. Namun dalam penelitian sekarang ini, untuk pengaruh Ancaman sistem diri dengan Kecemasan Perawat terhadap Covid-19 belum ada penelitian yang membahas secara khusus. Pengaruh Ancaman Integritas Fisik Dengan Kecemasan Perawat terhadap Covid-19 Ancaman Integritas Fisik yaitu adanya ketidakmampuan atau penurunan kemapuan fisiologis yang terhadap suatu kebutuhan dasar sehari-hari yang bisa disebabkan karena sakit, trauma fisik, dan juga kecelakaan. Dimana gangguan fisik dapat terjadi apabila kondisi fisik mengalami penurunan akibat penyakit maupun perubahan fungsional tubuh. Hasil penelitian dengan menggunakan analisis chi square dimana nilai P Value < 0,05 maka dapat dikatakan ada pengaruh yang signifikan antara Ancaman Integritas Fisik terhadap kecemasan Perawat terhadap Covid19. Berdasarkan diberikan oleh responden melalui kuesioner diperoleh informasi bahwa perawat menyatakan ancaman Integritas fisik baik karna Perawat yang ada di RSKD Dadi Prov. Sul-Sel yang dimana seorang perawat saat melakukan perawatan atau menyentuh pada pasien covid19 perawat mampu mengontrol diri yaitu dengan cara melakukan kebersihan tangan dan perawat juga sering melakukan cuci tangan dengan menggunakan air yang mengalir serta sabun hal ini dapat meminimalisirkan kecelakaan kerja yang disebabkan oleh covid-19. Adapun responden yang menyatakan bahwa kategori ancaman Integritas Fisik kurang baik dimana perawat saat melakukan perawatan pada pasien covid-19 dapat di lihat bahwa tidak semua perawat yang ada di RSKD Dadi Prov. Sul-Sel tidak memakai APD yang lengkap sehingga hal tersebut dapat mengganggu pada kecemasan pada perawat lain karena hal ini dapat juga menyebabkan karena sakit yang dimana dari perawat yang telah menyentuh pasien yang tidak memakai APD yang lengkap bisa terkontaminasi. Namun dalam penelitian sekarang ini, untuk pengaruh ancaman integritas fisik dengan Kecemasan Perawat terhadap Covid-19 belum ada penelitian yang membahas secara khusus. Pengaruh Ancaman Sistem Diri Dengan Kecemasan Perawat terhadap Covid-19 Pengaruh Stress Dengan Kecemasan Perawat terhadap Covid-19 Kaplan Sadock mendefinisikan stress ialah suatu tuntutan penyesuaian diri terhadap individu yang diakibatkan oleh kondisi kehidupan yang Sifat stresor secara mendadak bisa berubah serta akan mempengaruhi seseorang dalam menghadapi kecemasan, tergantung mekanisme koping seseorang, mekanisme koping adalah cara yang digunakan individu masalah,mengatasi perubahan yang terjadi dan situasi yang Hasil penelitian dengan menggunakan analisis chi square dimana nilai P Value < 0,05 maka dapat dikatakan signifikan Stress terhadap kecemasan Perawat terhadap Covid19. Berdasarkan pernyataan responden melalui kuesioner menyatakan bahwa pada kategori Stress ringan karena perawat di RSKD Dadi Prov. Sul-Sel perawat mengatakan bahwa dampak dari pandemi covid-19 ini menimbulkan banyak kerugian yaitu gangguan mental atau kecemasan akan tetapi perawat mampu mengatasi perubahan yang terjadi misalnya perawat memadai jam kerja yang panjang sehingga perawat dapat mengatasi kelelahan fisik maupun mental. Sedangkan menyatakan kategori stres berat dikarenakan perawat di RSKD Dadi memiliki pekerjaan yang berisiko tinggi di ruang rawat inap sebab dalam melakukan pelayanan perawat mengatakan bahwa dampak dari pandemi menimbulkan tanggung jawab yang sangat besar sehingga merasa cemas dalam penanganan pasien karena perawat bisa saja terpapar dan menyebabkan penyebaran kepada rekan kerja bahkan ke keluarganya. Stuart dan Laraia . ancaman sistem diri meliputi ancaman terhadap identitas diri, harga diri, hubungan interpersonal, kehilangan serta perubahan status/peran. Ancaman sistem diri yang bisa menimbulkan kecemasan pada perawat untuk menjalani pekerjaan yaitu salah satunya harga diri yang rendah yang dirasakan oleh perawat. Hasil penelitian dengan menggunakan analisis chi square dimana nilai P Value < 0,05 maka dapat dikatakan ada pengaruh yang signifikan antara Ancaman Sistem Diri terhadap kecemasan Perawat terhadap Covid-19. Berdasarkan diberikan responden melalui kuesioner diperoleh informasi bahwa responden menyatakan Zulkifli, dkk:Faktor yang mempengaruhi A JPKPI Vol 05 No 01 Januari-Juni 2022, pISSN 2620-9683,eISSN 2654-9921 Namun dalam penelitian sekarang ini, untuk pengaruh stres dengan Kecemasan Perawat terhadap Covid-19 belum ada penelitian yang membahas secara khusus. Dadi Prov. Sul-Sel. Ada pengaruh signifikan lingkungan dengan kecemasan perawat terhadap Covid-19 Di RSKD Dadi Prov. Sul-Sel. Pengaruh Lingkungan Dengan Kecemasan Perawat terhadap Covid-19 Emil Salim . menjelaskan bahwa lingkungan ialah semua hal atau situasi yang ada di suatu wilayah. Kehidupan manusia sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Definisi ini bermakna bahwa suatu peristiwa alam bisa berdampak pada organisme lainnya. Hasil penelitian dengan menggunakan analisis chi square dimana nilai P Value < 0,05 maka dapat dikatakan ada hubungan yang Lingkungan kecemasan Perawat terhadap Covid-19. Berdasarkan diberikan responden melalui kuesioner diperoleh informasi bahwa perawat menyatakan RSKD Dadi memiliki lingkungan tempat kerja suasana yang tenang sehingga dalam bekerja lebih efektif dan tidak mengganggu para perawat yang lainnya dalam bekerja serta hal ini kecemasan perawat baik sebab lingkungan rumah sakit mempunyai fasilitas yang bersih sehingga hal ini dapat terhindar terjadinya covid19 dan juga perawat telah melakukan sentrilisasi di dalam ruang perawatan. Sedangkan menyatakan kategori lingkungan kurang baik dikarenakan perawat RSKD Dadi, karena walaupun fasilitas bersih belum tentu terhindar dari covid-19 sebab lingkungan banyak pasien covid-19 hal ini membuat para perawat cemas apalagi perawat perawat tidak memperahtikan keadaan lingkungan sekitarnya yang khususnya didalam ruang rawat inap pasien covid-19 bisa saja tanpa disengaja bersin dan memenag salah salah satu fasilitas yang ada di ruang perawatan dan perawat tanpa disengaja menyentuh fasilitas dan tidak memakai sarung tangan. Namun dalam penelitian sekarang ini, untuk pengaruh lingkungan dengan Kecemasan Perawat terhadap Covid-19 belum ada penelitian yang membahas secara khusus. Saran Pihak Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Makassar agar lebih memperhatikan lagi dari segi ancaman integritas fisik yaitu dengan mengarahkan pada perawat agar lebih memperhatikan dalam pemakaian APD yang lengkap saat bekerja. Pihak RSKD Dadi Prov. Sul-Sel agar lebih memperhatikan dari segi pemakaian alat dikarenakan perawat memakai alat yang sama hal ini bisa saja rentangnya terpapar covid-19. Pihak RSKD Dadi Prov. Sul-Sel agar lebih memperhatikan dari segi stres pekerjaan pada perawat dimana tidak di beri pekerjaan yang lebih atau beban kerja yang berat. Pihak RSKD Dadi Prov. Sul-Sel agar lebih memperhatikan dari segi protokol kesehatan pada perawat saat melakukan pekerjaannya. DAFTAR PUSTAKA