Jurnal Kesehatan 14 . 2021, 79-86 Aplikasi Edukasi Berbasis Video Untuk Meningkatkan Dukungan Keluarga Mencegah Komplikasi Kaki Diabetes Ni Komang Teri Wicahyani1. Ni Kadek Diah Purnamayanti2* . Putu Agus Windu Yasa Bukian3 Program Studi Ilmu Keperawatan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Buleleng. Indonesia Jln. Raya Air SaninKm. 11 Bungkulan Singaraja-Bali Tlp. *Email: nikadek2019. stikes@gmail. Tanggal submisi: 1 Agustus 2020. Tanggal Penerimaan: 27 Februari 2021 ABSTRAK Diabetes merupakan penyakit kronis yang sering berujung pada komplikasi vaskular. Komplikasi mikrovaskular pada area distal paling sering terjadi ditandai dengan diabetic foot. Adapun insidensi dan morbiditas komplikasi kaki diabetes dapat cegah dengan deteksi dini. Upaya pemeriksaan kaki yang efektif perlu dilakukan oleh pasien secara mandiri disertai dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan dukungan keluarga untuk membantu pasien diabetes melakukan pencegahan komplikasi kaki. Desain penelitian ini adalah kuasi eksperimen, single group pre-post test design. Intervensi yang diberikan berupa edukasi dengan pendekatan video. Video diadaptasi dari pop up book diabetic foot screening meliputi 12 langkah pemeriksaan tanda dan gejala komplikasi kaki, interpretasi total skor, rekomendasi tindak lanjut, dan perawatan kaki mandiri. Total sample terdiri dari 40 pasang pasien DM dan anggota keluarga yang bersedia menjadi responden penelitian. Berdasarkan hasil uji analisis statistik wilcoxon test, nilai p=0. < 0,. dengan median total skor dukungan keluarga sebelum intervensi 77 dan setelah intervensi 81,6. Penelitian ini menyimpulkan edukasi berbasis video dengan konten pemeriksaan kaki untuk mencegah komplikasi kaki diabetes efektif untuk meningkatkan dukungan keluarga. Kata Kunci: Diabetes Melitus. Perawatan Kaki. Dukungan Keluarga. Pemeriksaan Kaki Diabetes ABSTRACT Diabetes is a chronic disease that often results in vascular complications. Microvascular complications in the distal area most often occur marked by diabetic foot. The incidence and morbidity of diabetic foot complications can be prevented by early detection. Effective foot examination needs to be done by the patient independently with family support. This study aims to increase family support to help diabetic patients prevent foot complications. The study design was a quasi-experimental, single group pre-post test design. The intervention given was in the form of education with a video approach. The video adapted from the diabetic foot screening pop up book includes 12 steps examining the signs and symptoms of foot complications, interpretation of the total score, follow-up recommendations, and independent foot care. The total sample consisted of 40 pairs of DM patients and family members who were willing to become research respondents. Based on the results of the Wilcoxon test statistical analysis, the value of p = 0. <0. with the median total score of family support before intervention 77 and after intervention 81. This research concludes video-based education with foot examination content to prevent diabetes foot complications effectively to increase family Keywords: Diabetes Mellitus. Foot Care. Family Support. Diabetic Foot Screening Ratnasari. I Arifah & T A I Kusumaningrum / Jurnal Kesehatan 14 . 2021, 79-86 ISSN 1979-7621 (Prin. ISSN 2620-7761 (Onlin. DOI : 10. 23917/jk. keluarga berikan seperti menyediakan alat bantu dalam perawatan kaki (Novita Setyowati, 2. Untuk meningkatkan keefektifan pemahaman keluarga pasien dalam mendeteksi tanda masalah kaki diabetes digunakan suatu media edukasi yaitu pop up book diabetic foot screening yaitu suatu media buku 2 dimensibuku yang bisa berpotensi gerak dan interaksi melalui penggunaan mekanisme kertas seperti lipatan, slide, gulungan, dan roda yang menjelaskan tentang mendekteksi tanda masalah kaki pada pasien diabetes melitus sehingga keluarga dan pasien penanganan dan perawatan. Penggunaan media pop up book memiliki kelebihan antara lain memberikan sebuah cerita yang menarik dimulai dari adanya tampilan yang berdimensi yaitu pada gambar dan ketika halaman buku dibuka bagian memberikan sebuah kejutan yang dapat mengundang ketakjuban ketika halaman buku pop up dibuka yang nantinya pembaca akan menanti kejutan pada disampaikan dalam sebuah cerita semakin seperti nyata dengan ditambahnya kejutan yang ada pada halaman berikutnya (Solichah, 2. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti tanggal 15 Januari 2020 didapatkan bahwa populasi pasien DM di STIKes Buleleng sejumlah 65 orang. Pasien DM ini merupakan keluarga dari mahasiswa STIkes Buleleng. Pada saat melakukan wawancara dengan media online kepada pasien DM, pasien mengatakantidak bisa melakukan perawatan kaki secara mandiri, dan sebagian besar keluarga tidak bisa membantu karena memiliki kesibukan masing-masing. PENDAHULUAN Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, maupun keduanya. Penyakit DM secara garis besar terjadi disebabkan adanya disfungsi Sel Beta pada Pangkreas yang menyebabkan terjadinya retensi insulin sehingga terjadi hiperglikemia World Health Organization (WHO) pada tahun 2015 memperkirakan jumlah penduduk dunia yang menderita DM pada tahun 2030 meningkat paling sedikit menjadi 366 juta. Total jumlah penderita DM pada tahun 2015 tercatat 415 juta orang dan diperkirakan pada tahun 2040 jumlah penderita DM akan menjadi 642 juta orang. Data regional International Diabetes Federation (IDF) Atlas tahun 2017 melaporkan bahwa epidemi Diabetes di Indonesia masih menunjukkan kecenderungan meningkat. Indonesia adalah negara peringkat keenam di dunia setelah Tiongkok. India. Amerika Serikat. Brazil dan Meksiko dengan jumlah penyandang Diabetes usia 20-79 tahun sekitar 10,3 juta orang (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2. Komplikasi diabetes militus salah satunya yaitu kompikasi kaki diabetes pemahaman dari pasien diabetes dalam mengenali tanda dan gejala yang dapat penanganan atau perawatan. Hal ini dapat (Permadani, 2. Dukungan memberikan dampak yang signifikan terhadap perilaku perawatan kaki pada DM. Keluarga dapat membantu secara mental dan fisik, bantuan mental yang berikan keluarga yaitu berbentuk dukungan moral dan motivasi pada perawatan kaki. Bantuan fisik yang METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian quasi-eksperimen Ratnasari. I Arifah & T A I Kusumaningrum / Jurnal Kesehatan 14 . 2021, 79-86 dengan pendekatannya onegroup prepost test design. Penelitian ini telah dilaksanakan di Stikes Buleleng pada bulan April 2020 dengan meminta persetujuan responden menggunakan Output diukur dengan insturmen dukungan keluarga 25 item dukungan informational, instrumental, penilaian dan penghargaan, dan Populasi dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa yang memiliki keluarga dengan DM di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Buleleng. Bali. Dengan pendekatan purposive sampling hanya melibatkan keluarga pasien DM terdapat 40 pasang responden yang bersedia mengikuti Teknis pengambilan data pretest dilakukan dengan media Whatsaapp. Peneliti karakteristik dan pretest. Selanjutnya peneliti mengirimkan video edukasi berdurasi 12 menit yang berisi konten pemeriksaan kaki, interpretasi total skor, dan rekomendasi perawatan. Untuk memastikan, keluarga dan pasien telah mengerti dan dapat mengirimkan video balasan berupa rekaman pemeriksaan yang dilakukan secara mandiri. Peneliti melakukan validasi hasil pemeriksaan dan melakukan validasi dan menerima feedback responden terkait prosedur Post test dilakukan secara daring 1 minggu setelah pretest dalam bentuk google form yang diisi oleh hubungan ibu dengan pasien berjumlah 29 . ,5%), hubungan bapak dengan pasien berjumlah 9 . ,5%), hubungan kakek dengan pasien berjumlah 1 . ,5%) dan hubungan nenek dengan pasien berjumlah 1 . ,5%). Keluarga pasien diketahui yang memiliki program studi Keperawatan berjumlah 40 . %). Keluarga pasien yang memiliki semester 8 berjumlah 34 . %). Semester 6 berjumlah berjumlah 2 . %). Semester 4 berjumlah 4 . %),. Keluarga pasien yang sudah mendapat pelajaran tentang Diabetes Melitus berjumlah 35 . ,5%), keluarga pasien yang belum mendapat pelajaran tentang Diabetes Melitus berjumlah 35 . ,5%). Tabel Responden Karakteristik Keluarga Umur Keluarga . Jenis Kelamin Keluarga Laki-laki Karakteristik Keluarga Responden Berdasarkan tabel 1 dapat diketahui 40 keluarga responden, umur 10-umur 16-20 sebanyak 4 . %), umur 21-25 tahun sebanyak 36 . %) dan jumlah responden keluarga pasien berjenis kelamin laki-laki yaitu 5 . ,5%) dan Perempuan berjumlah 35 . ,5%). Keluarga pasien yang memiliki Keluarga Frekuensi Persentase (%) Perempuan Hubungan dengan Pasien Ibu Bapak Kakek Nenek Program Studi Tidak Kuliah Keperawatan Semester Mendapat Pelajaran Sudah Belum HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Total Karakteristik Responden Bedasarkan tabel 2 diketahui dari 40 responden yang memiliki umur 30-35 tahun berjumlah 2 . %), umur 41-45 berjumlah 7 . ,5%), umur 46-50 . %), umur 51-56 berjumlah 5 . ,5%), umur 61-65 berjumlah Ratnasari. I Arifah & T A I Kusumaningrum / Jurnal Kesehatan 14 . 2021, 79-86 1 . ,5%), umur 66-70 berjumlah 1 . ,5%), umur 70 keatas berjumlah 1 . ,5%). responden pasien berjenis kelamin laki-laki yaitu 8 . %) dan Perempuan berjumlah 32 . %). Responden yang memiliki tingkat pendidikan perguruan tinggi berjumlah 3 ,5%). Tingkat Pendidikan SMA 21 ,5%). Tingkat Pendidikan SMP 6 ,0%). Tingkat Pendidikan SD 21 ,5%), dan Tidak Tamat SD berjumlah 1 ,5%) Responden yang memiliki pekerjaan Nelayan/Petani berjumlah 5 . ,5%), pekerjaan Wiraswasta berjumlah 7 . ,5%), pekerjaan Pegawai Swasta berjumlah 3 ,5%), Ibu Rumah Tangga/Pensiunan/Tidak Bekerja berjumlah 25 . ,5%). Responden yang memiliki 000 berjumlah 10 . %), tingkat berjumlah 16 . %), dan tingkat penghasilan 3 hari 10%), media visual (< 3 hari 72%, > 3 hari 20%), dan media audiovisual (< 3 hari 85%, > 3 hari 65%). Edukasi menggunakan media video yang mengaplikasi pemeriksaan kaki diabetes dapat merubah sikap dan dukungan keluarga dalam melakukan perawatan kaki pada pasien DM, hal ini tercermin dari hasil rata-rata dukungan keluarga sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan nilai rata-rata meningkat dari 77 menjadi 81,6. Hasil data ini didapatkan menggunakan instrument yang digunakan berupa kuesioner. Kuesioner yang digunakan dalam Kuesioner dukungan keluarga dalam pelaksanan perawatan kaki menurut Vriska Anjasari, 2018 yang sudah dimodifikasi (Zakaria. Pada saat melakukan penelitian ini terdapat banyak hambatan yang dialami oleh peneliti yaitu adanya hambatan teknologi dan koneksi internet. Peneliti berkomunikasi dengan pasien DM dikarenakan menggunakan media online sehingga ada kendala dalam hal internet maupun teknologi dalam hal durasi pengiriman video yang sangat panjang. Komunikasi dengan menggunakan media online juga membuat susah dalam membaca respon nonverbal pasien apakah pasien sudah benar mengerti saat diberikan edukasi. Pada penelitian ini juga mendapat respon atau feedback postif dari responden beserta keluarganya. Keluarga dan responden mengatakan sangat terbantu dan menjadi paham tentang pentingnya informasi kesehatan dan pentingnya dukungan keluarga dalam melakukan perawatan kaki pada pasien DM. KESIMPULAN Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi berbasis video cukup efektif meningkatkan dukungan keluarga dalam pencegahan komplikasi kaki diabetes. Distribudi media video perlu memperhatikan faktor teknis berkaitan dengan besaran data, bandwidh Penelitian selanjutnya merekomendasikan penyempurnaan item pemeriksaan dan adaptasi konten serta media edukasi syncronized approach yang memungkinkan adanya interaksi langsung dengan tenaga UCAPAN TERIMAKASIH Peneliti mengucapkan terima kasih pada mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Buleleng beserta keluarga yang menjadi responden penelitian telah berpartisipasi dalam aktif dalam melaksanakan program edukasi pencegahan komplikasi kaki Ratnasari. I Arifah & T A I Kusumaningrum / Jurnal Kesehatan 14 . 2021, 79-86 DAFTAR PUSTAKA