ISSN : 2808-9774 E-ISSN : 2807-2782 Vol. 7 No. 1 Tahun 2023 Modal Sosial Pengrajin Tahu Dalam Mempertahankan Eksistensi Usaha Di Dusun Bapang Kabupaten Jombang Erda WandasariA. Khudrotun NafisahA. Muhammad Nur Hidayat A 1,2,3Program Studi Ilmu Sosiatri. Fakultas Ilmu Sosial dan Imu Politik Universitas DarulAo Ulum Deercraft12@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran modal sosial dalam mempertahankan eksistensi usaha pengrajin tahu di dusun Kabupaten Jombang. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendeketan studi kasus, melakukan observasi, wawancara secara mendalam, dan menganalisis dokumen. Hasil Penelitian ini modal sosial berperan penting dalam membangun kepercayaan, jaringan sosial, nilai dan norma. Kepercayaan yang diterapkan oleh pengrajin tahu dengan cara mempertahankan kualitasnya, memberikan reward tahunan kepada karyawan dan pelangganya. Jaringan sosial yang berpengaruh terhadap mempertahankan eksistensinya dan untuk mempermudah dalam berinteraksi dengan karyawan dan pelanggannya. Nilai dan norma yang diterapkan oleh pengrajin tahu untuk pelanggan dan karyawannya dengan cara melakukan pelayanan dengan baik, sopan, ramah dan jujur dalam memberikan harga. Pemilik pabrik tahu yang menjalankan eksistensi dengan memberikan kepuasan pelanggannya dengan cara memberikan reward yang berupa imbuhan . ambahan jumlah tah. atau sebagai pelanggan setia yang dapat meningkatkan kepercayaan kepada pelanggan dan reward tahunan yang diberikan kepada Serta memilih bahan baku yang memiliki standar konsisten untuk mempertahaknkan rasa dan kualitas. Kata Kunci: Modal Sosial. Pengrajin Tahu. Kepercayaan. Jaringan Sosial. Nilai dan Norma Abstract This research aims to understand the role of social capital in maintaining the existence of tofu craftsmen's businesses in Bapang hamlet. Jombang Regency. This research method uses a qualitative method with a case study approach, conducting observations, in-depth interviews, and analyzing documents. The results of this research are that social capital plays an important role in building trust, social networks, values and norms. Trust is implemented by tofu craftsmen by maintaining quality, providing annual rewards to employees and customers. A social network that has an influence on maintaining its existence and making it easier to interact with employees and customers. The values and norms applied by craftsmen know for their customers and employees by providing good service, being polite, friendly and honest in providing prices. Tofu factory owners who carry out their existence by providing customer satisfaction by giving rewards in the form of bonuses . n additional amount of tof. or as loyal customers who can increase trust in customers and annual rewards given to their customers. And choose raw materials that have consistent standards to maintain taste and quality. Keywords : Social Capital. Tofu Craftsmen. Trus. Social Networks. Values and Norms JOURNAL OF PUBLIC POWER ISSN : 2808-9774 E-ISSN : 2807-2782 Vol. 7 No. 1 Tahun 2023 PENDAHULUAN Di dalam suatu daerah atau negara pembangunan ekonomi merupakan interaksi berbagai variabel termasuk modal, teknologi, sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sebagainya. Indonesia adalah negara dimana hanya memiliki suatu tujuan pembangunan nasionalnya yaitu untuk kemajuan kesejahteraan universal. satu sisi masyarakat lokal menjadi tujuan atau sebagai sumber kekuatan produsen dan di sisi lain mereka menjadi konsumen produk yang dihasilkan. Demografi sangat membantu untuk mempertimbangkan jumlah tenaga kerja yang akan dikonsumsi serta mempunyai kredensial tertentu yag diperlukan dan jenis teknologi yang akan digunakan untuk menghasilkan komoditas atau fasilitas. (Halim, 2. Salah satu pendorong utama pertumbuhan ekomoni Indonesia adalah sektor industri dan salah satu faktor yang dapat membantu menstrabilkan perekonomian negara. Sektor pengolahan hasil pertanian, pengolahan pangan yang baik,dan pengelolahan pangan yang berasal dari tumbuhan atau hewan yang diolah menjadi produk kuliner. Serta diproduksi dengan menggunakan sumber daya alam yang ada di daerah dan menggunakan teknik pengolahan konvensional. Dari perkembangannya barang lokal hingga kuantitas dan variasi bahan pangan bertambah banyak jumlahnya. Saat ini hampir semua produk pertanian dapat diolah dengan cara yang sama seperti kedelai. Di Indonesia kedelai merupakan salah satu bahan makanan yang umum dan digemari banyak orang. Di dalam lingkungan sekitar banyak konsumen yang hampir setiap hari makan dengan olahan kedelai salah satu jenisnya adalah tahu. Didalam tahu yang mengandung banyak protein dan mengandung banyak nutrisi serta kandungan gizinya lengkap seperti halnya dengan kacang Ae kacangan. Yang dimana kacang kedelai merupakan bahan utama bagi pembuatan tahu. Jika dilihat dari sudut pandang ekonomi tahu sangat diperlukan karena tahu merupakan makanan yang enak dan dapat membantu banyak orang karena tahu baik dari segi kesehatan dan juga Usaha pembuatan tahu juga memberikan kontribusi pendapatan yang cukup besar bagi produsen karena selalu ada kebutuhan yang menggunakan tahu sehingga hal ini dapat memungkinkan untuk meningkatkan strandart hidup bagi pengusaha dan banyak yang ingin berkembang dengan pengusaha tahu yang dapat menerapkan pemasaran sebaik mungkin. (Widjayanti, 2. Dalam suatu organisasi, modal sosial berperan besar dalam memajukan usaha guna meningkatkan jiwa kewirausahaan agar usaha tetap berjalan. Oleh karena itu, modal utama yang perlu dimiliki pelaku UMKM adalah modal sosial. Jika dilihat secara holistik dalam konteks bisnis, modal sosial diartikan sebagai modal yang berfungsi sebagai jembatan antara pemerintah, konsumen, distributor, dan masyarakat. Agar pengusaha mikro bisa berkembang serta modal sosial berperan penting bertujuan untuk bertahan hidup. Karena jaringan adalah komponen sangat penting untuk meningkatkan inovasi dan membuat usaha yang berdaya saing diberbagai industri. Mereka juga memiliki kemampuan untuk menggerakan sumber daya manusia, fisik, keuangan dan modal sosial yang terlihat dampaknya pada kegiatan produktivitas dan daya saing dalam meningkatkan kinerja UMK. (Pratiwi, 2. JOURNAL OF PUBLIC POWER ISSN : 2808-9774 E-ISSN : 2807-2782 Vol. 7 No. 1 Tahun 2023 Modal sosial yang pernah ditulis oleh Fitrotun Nikmah dan Farida Rahmawati adalah terdapat modal sosial yang dimiliki kelompok industry keripik tempe sanan berupa kepercayaan, jaringan sosial, dan norma. Kepercayaan dan norma hal yang paling besar didalam mempengaruhi UMK adanya kepercayaan dan norma dengan pelaku usaha lainya dan pihak eksternal seperti pelanggan, supaliyer dan masyaraat sekitar serta pelaku usaha memiliki jaringan sosial yang bagus dan luas untuk mendukung kegiatan usahanya namun masih ada hambatan dan keterbatasan bagi pelaku baik secara internal maupun eksternal. (Nikmah & Rahmawati, 2. Sedangkan modal sosial yang ditulis oleh Nugroho Adi Saputro. Pudjo Saharso dan Wiwin Hartanto adalah modal utama atau modal alternatif orang untuk organisasi yang dapat menggunakan interaksi sosial, seperti norma, nilai, jaringan sosial, dan kepercayaan, untuk menciptakan dan mempertahankan usaha mereka sambil memperoleh manfaat sosial dan ekonomi. Hal ini dikenal sebagai modal sosial. Komponen modal sosial dan kerja sama yang diciptakan pengusaha batik dalam kegiatan keberlangsungan usaha seperti berkembangnya kepercayaan yang menumbuhkan rasa harapan yang diinginkan di kalangan pengusaha, pengrajin, dan pelanggan adalah yang menghubungkan modal sosial dengan keberlangsungan usaha. Dalam industri batik, norma-norma bersama dapat menumbuhkan kepercayaan dan jaringan meskipun tidak ada norma tertulis. (Adi Saputro et al. , 2. Modal sosial menjadi faktor kunci dalam mempertahankan eksistensi usaha Modal sosial yang merujuk kepada jaringan sosial, norma, dan kepercayaan yang ada didalam masyarakat. Dalam konteks ini pengrajin tahu, modal sosial mencakup kerja sama antar pengrajin, dukungan dari komunitas lokal, akses ke informasi dan sumber daya, hubungan pemasok bahan dan konsumen. Penelitian ini ingin mengambil industri usaha tahu untuk obyek penelitian karena berkait dengan historisnya pada tahu 1980-an Desa Sumbermulyo mulai dikenal oleh masyarakat luas sebagai sentra penghasil tahu di kota jombang yang hampir 80% masyarakat sekitar menjalankan industri rumah tangga yang memproduksi tahu dari mulai pemilik pabrik atau 11 yang masih usaha rumahan. Sebagian besar pengusaha tahu ini ada yang membangun sendiri dan ada juga yang meneruskan usaha dari turun menurun entah dari orang tua atau mertua dan lain-lain. Peneliti ingin mencari tahu bagaimana bentuk modal sosial dalam keberlangsungan usaha tahu di Dusun Bapang Desa Sumbermulyo Kecamatan Jogoroto dan bagaimana pemilik pabrik tahu menjalankan eksistensi kepuasan pelanggan untuk mempertahankan usahanya. Serta tujuan yang ingin dicapai oleh peneliti adalah untuk mengetahui modal sosial dan keberlangsungan usaha dalam sentra industri tahu pada Dusun Bapang Desa Sumbermulyo Kecamatan Jogoroto, ntuk mengetahui nilai dan norma apa yang diterapkan oleh pengrajin tahu di Dusun Bapang Desa Sumbermulyo Kecamatan Jogoroto serta ingin mengetahui eksistensi kepuasan terhadap pelanggan dalam mempertahankan usahnya. Dengan tujuan diatas manfaat teoritis dari peneliti ialah Peneliti berharap dapat memberikan gambaran mengenai tentang modal sosial dan keberlangsungan usaha industri tahu pada payupan JOURNAL OF PUBLIC POWER ISSN : 2808-9774 E-ISSN : 2807-2782 Vol. 7 No. 1 Tahun 2023 pengrajin tahun di dusun Bapang desa sumbermulyo kecamatan Jogoroto sedangkan manfaat praktisnya adalah Digunakan untuk melihat pemanfaatan modal sosial yang dimiliki pengusaha dalam melakukan kegiatan ekonomi yang berhubungan dengan berlangsungnya usaha industri tahu dan mengenali perilaku pengusaha didalam kegiatan ekonomi yang berhubungan dengan industri tahu yang dapat dilihat dari aspek sumber daya manusia, permodalan, produksi, dan pemasaran. Uniknya banyaknya pabrik tahu yang berkembang di Dusun Bapang desa sumbermulyo sehingga membuat saya tertarik untuk meneliti ini dengan adanya jiwa sosialnya, nilai yang diterapkan, dan norma yang di anut sehingga bisa semakin berkembang dan berjaya dari dulu hingga sekarang, yang memilik jariangan luas. Sehingga saat ini ada beberapa pabrik yang pemiliknya dari warga dusun bapang yang pabriknya berada didesa sebelah yang dikarenakan tempat untuk membuat pabrik di bapang sudah hampir penuh. Latar belakang kehidupan sosial dari pengusaha tahu dan kondisi yang mendorong untuk peneliti mengkaji lebih dalam lagi tentang modal sosial dan keberlangsungan usaha. Dimana hubungan ini berdasarkan perilaku ekonomi pengusaha yang didasari oleh perilaku sosial yang berlaku pada masyarakat tersebut sehingga menjadikan bahkan lebih menarik dan dipelajari lagi lebih detail. METODE Pendekatan yang dipilih dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif Penelitian yang menggunakan teknik kualitatif bertujuan untuk memahami berbagai fenomena yang ditemui partisipan penelitian, antara lain perilaku, motivasi, persepsi tindakan, dan sebagainya. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan studi kasus yang berguna untuk mengumpulkan informasi rinci tentang fenomena yang terjadi pada suatu lingkungan tertentu, seperti kelangsungan usaha tahu di Dusun Bapang. Desa Sumbermulyo. Kecamatan Jogoroto. Teknik penentuan informan sebagaimana dijelaskan Sugiyono dalam buku pengertian penelitian kualitatif, merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengidentifikasi informan. Pengumpulan data secara purposif melibatkan pemilihan partisipan penelitian secara cermat berdasarkan kriteria yang telah Seperti Pemilik usaha pabrik tahu yang ada di Dusun Bapang Desa Sumbermulyo Kecamatan Jogoroto merupakan orang yang terlibat dalam menjalankan modal sosial untuk mempertahankan eksistensi usaha. Adapun kriteria pendukung yang ditetapkan oleh peneliti adalah Salah satu perangkat yang menjabat sebagai sekertaris Desa di Sumbermulyo yang bernama Bapak Lukman, pemilik pabrik tahu di Dusun Bapang Desa Sumbermulyo karena sebagai pelaku usaha tahu, salah satu karyawan pabrik tahu yang dibagian packing Di Dusun Bapang Desa Sumbermulyo karena dapat mendukung dengan berjalannya produksi tahu, konsumen tahu karena sebagai penikmat tahu dan dapat menilai pelayanan yang diberikan oleh pemilik tahu. Teknik yang digunkan oleh peneliti dalam melakukan pengumpulan data ialah menggunakan tenik wawancara serta melakukan observasi dan studi pustaka. Peneliti juga menggunkan dokumentasi yang digunakan sebagai penunjang informasi yag relevan bagi peneliti. Sumber data yang digunakan oleh peneliti menggunkan sumnber data primer dan data sekunder. Teknik menulis yang digunakan peneliti reduksi data yang dimana proses menyederhanakan atau merangkum dan mestrasformasi data yang telah dikumpulkan, penyajian data yang dihgunkan utuk menyajikan temuan JOURNAL OF PUBLIC POWER ISSN : 2808-9774 E-ISSN : 2807-2782 Vol. 7 No. 1 Tahun 2023 secara terstruktur agar pembaca dapat memahami hasil penelitian dengan mudah, yang terakhir membuat kesimpulan dari hasil yang di teliti. HASIL DAN PEMBAHASAN Bentuk Kepercayaan dalam keberlangsungan usaha tahu yang diuraikan dengan Teori Fukuyama Dengan adanya keberlangsungan usaha yang berkembang pasti ada yang namanya antar kerja sama dengan penyetok bahan, karyawan, pembeli, masyarakat. Asumsi yang utama bagi teori modal sosial dalam masyarakat merupakan factor yang penting bagi keberhasilan ekonomi, politik, dan sosial suatu negara. Nilai dan norma yang mencakup nilai kejujuran, solidaritas, dan tanggung jawab sosial . Pentinya jaringa sosial . Kepercayaan (Trus. yang sebagi pondasi utama. Karena adanya kepercayaan yang dapat melangsungkan usaha tahu di Dusun Bapang Desa Sumbermulyo tidak lain dengan adanya nilai dan norma yang diterapkan oleh pemilik usaha kepada karyawannya dan ke pelanggannya serta jaringan sosial yang rekat dengan pelanggan ataupun dengan pemasok bahan. Modal sosial menurut Francis Fukuyama serangkaian nilai atau norma yang dibagai bersama dengan anggota dalam suatu kelompok. Modal sosial sangat penting didalam masyarakat karena dapat meningkatkan efisien dan produktivitas dengan memfasilitasi koordinasi dan Kerjasama untuk mencapai tujuan bersaama. Nilai dan norma sendiri bisa dibagi menjadi tiga yakni kepercayaan (Trus. Kejujuran (Honest. dan Saling Menghargai (Reciprocit. Kepercayaan (Trus. menjadi inti dari modal sosial karena tanpa kepercayaan, kerja sama itu akan menjadi sulit jadi didalam masyarakat dengan adanya modal sosial yang tinggi dapat membangun kerja sama. Pemilik pabrik tahu menjalankan eksistensi kepuasan pelanggan Reward untuk pelanggan Reward yang diberikan pemilik tahu kepada pelanggan dapat meningkatkan rasa kepercayaan . kepada pemilik tahu. Pelanggan akan merasakan lebih dihargai dan cenderung akan kembali merekomendasikan usahanya kepada orang lain. Contohnya seperti memberikan imbuhan . emberikan lebihan tahu dari biasany. atau bisa disebut sebagai pelanggan setia, serta menambah kepercayaan kepada pelanggan terhadap produk serta layanan yang diberikan. Dalam memberikan reward kepada pelanggan juga dapat membentuk nilai dan norma dalam berinteraksi dengan pelanggan yang dapat menekankan dalam penghargaan dan perhatian yang dapat meningkatkan loyalitas pelanggan contonya seperti program reward yang trasparan yang diadakan setiap tahunnya dan sangat mudah diakses menjadi norma yang diharapakan ke pelanggan setianya. Reward juga dapat menambah jaringan (Networ. ke pelanggan yang dapat menambah relasi dari pelanggan dan pemilik tahu yang dimana dapat memperkuat jaringan sosial mereka dengan adanya acara grebeg tahu yang dilakukan acara setiap tahunnya dapat meningkatkan rasa kepemilikan dan loyalitas terhadap produk yang dimiliki setiap masing masing usaha. Pemilik usaha JOURNAL OF PUBLIC POWER ISSN : 2808-9774 E-ISSN : 2807-2782 Vol. 7 No. 1 Tahun 2023 yang memberikan reward setiap tahunnya ke pelanggan karena telah berlangganan di pabriknya meskipun reward yang diberikan dengan harga yang tidak mahal namun pelanggan sudah merasakan puas dengan kebutuhan mereka terpenuhi selama menjadi pelanggan. Kualitas Bahan Kualitas bahan yang memiliki standart dengan konsistensi untuk pengusaha tahu yang harus menggunakan bahan yang konsisten dalam menerapkan kualitasnya. Yang mencakup kedelai bebas dari pestisida berbahaya yang berdampak pada kesehatan manusia seperti keracunan akut, efek kesehatan jangka panjang, residu pestisida dalam makanan dan bahan lainya seperti minyak yang sesuai standar kesehatan yang sangat penting memastikan produk yang dihasilkan enak namun juga sehat bagi konsumen. Serta pemilihan bahan bakar yang digunakan oleh pemilik pabrik tahu yang ramah lingkungan agar tidak menggangu masyarakat sekitar pabrik karena polusi udaranya dan konsumen juga tidak terganggu dalam proses pembelian Strategi Eksistensi Pabrik Strategi penjualan Strategi penjualan yang benar dan tepat dapat mempertahankan eksistensi tahu dan berkembangnya usaha tahu adanya kepercayaan hubungan antara produsen dan reseller yang dimana kepercayaan itu sangat penting. Produsen juga harus memastikan kualitas yang tetap terjaga karena reseller hanya menjualkan tahu tersebut dengan adil dan trasparan karena reseller harus membangun kepercayaan dengan konsumen menggunkan kualitas produk yang konsisten, pelayanan yang baik dan memiliki komunikasi yang jujur. Dalam mempertahankan eksistensi tahu dengan cara adanya reseller pemilik tahu juga menerapkan beberapa nilai dan norma yang terjalin dalam dietika usaha seperti kejujuran, integritas, keterbukaan. Semua pengusaha tahu pasti memastikan bahwa semua pihak reseller yang beroprasi dengan standar yang sama seperti harga yang konsisten, promosi yang etis dan tidak merusak harga pasar. Dengan adanya reseller dalam mempertahan eksistensi tahu pemilik tahu dapat menambah jaringan sosial (Networ. dengan cara Kerjasama atau juga bisa disebut juga kaloborasi antara pengrajin tahu dengan reseller yang bisa membantu dalam pertukaran informasi dan strategi penjualannya. Akses pasar yang lebih luas bisa juga melalui jaringan sosial (Networ. reseller bisa memperluas pasar mereka dengan menghubungan produsen tahu kepasar yang lebih luas, termasuk pasar dalam kota maupun luar kota. Reward tahunan karyawan Reward yang dilakukan oleh pemilik tahu ke karyawan dan pelanggan dapat meningkatkan kepercayaan . terhadap mereka. Karyawan akan merasa lebih dihargai dan makin mempercayai pemilik usaha tahu tersebut dan memiliki komitmen JOURNAL OF PUBLIC POWER ISSN : 2808-9774 E-ISSN : 2807-2782 Vol. 7 No. 1 Tahun 2023 lebih tinggi terhadap usahnya yang sedang berjalan. Contohnya bonus kerja bulanan atau tahunan, memiliki program karyawan terbaik, dan acara sosial atau rekreasi Memberikan reward meningkatakan nilai dan norma yang dapat mendorong kerjasama dan penghargaan terhadap karyawan yang bisa membentuk budaya kerja yang positif. Seperti mengadakan acara tahunan atau memberi insentif untuk kerja tim yang dapat memperkuat norma bahwa kinerja baik dan agar merasa kerja keras itu Adanya reward dapat digunakan untuk memperluas jaringan (Networ. sosial dengan karyawan. Semisal dengan cara mengadakan kegiatan sosial yang dilakukan bersama agar dapat memperkuat hubungan karyawan dan bisa meningkatkan kerja sama tim yang bagus. Analisis Teoritik Modal sosial dapat diwujudkan dengan hubungan yang sedang berlangsung antara pelaku usaha dengan pembeli, sehingga dapat menjadi kunci dari aktivitas ekonomi dari usaha tahu yang ada di Dusun Bapang ini. Modal sosial memiliki tiga unsur yaitu kepercayaan, jaringan sosial, dan norma. Menurut Fukuyama . , modal sosial adalah norma informal yang didalamnya memiliki kerjasama antara individu atau kelompok. Kepercayaan merupakan sikap saling mempercayai di tengah masyarakat yang dapat memberikan kontribusi pada peningkatan modal sosial serta saling percaya bentuk keinginan individu atau kelompok untuk mengambil resiko didalam hubungan sosialnya yang dapat didasari perasaan yakin bahwa pihak lain akan melakukan sesuatu seperti yang diharapkan (Mubarrok, 2. Kepercayaan yang digunakan oleh pemilik pabrik tahu yang ada di dusun bapang dengan cara menjaga kualitasnya dengan cara pemilihan bahan yang bagus seperti kedelai, kayu, minyak serta bahan bakar yang digunakan. Dampak bagi pemilik pabrik tahu yang diberikan dengan menerapkan kepercayaan adalah memiliki kualitas produk yang terjamin, kepuasan dan kenyamanan, loyalitas pelanggan, komunikasi yang terbuka, tidak ada resiko dalam penurunan pelanggan. Disaat pandemi covid-19 kepercaan juga sangat penting sekali untuk pengusaha pabrik tahu yang ada di Dusun Bapang untuk menjaga keprcayaan kepada pengusaha lain, karyawan, dan konsumen. Pengusaha pabrik tahu juga harus memastikan bahwa trasparnsi dalam hal kesehatan serta keselamatn di tempat kerja beliau. Dan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat serta tetap menjaga kualitas tahu. Nilai dan norma yang diterapkan oleh pengusaha dapat berdampak di usahanya seperti kepercayaan masyarakat untuk mempertahankan hubungan baik dan loyalitas pelanggan, cenderung lebih adaptif terhadap perubahan sosial yang ada disekitanya, menciptakan reputasi yang positif, dapat berkontribusi untuk keharmonisan sosial di sekitar lingkungannya. Disaat adanya pandemi covid-19 nilai dan norma juga sangat penting karena yang dilakukan oleh pemilik pabrik tahu dapat memanfaat nilai gotong royongnya serta saling membantu antar pengusaha tahu seperti untuk mengatasi masalah yang muncul masalah pandemi dengan memberikan solusi, dan juga kendala dalam distribusi bahan bakau atau pun juga dengan pemasaran tahu serta para JOURNAL OF PUBLIC POWER ISSN : 2808-9774 E-ISSN : 2807-2782 Vol. 7 No. 1 Tahun 2023 pengraji juga bisa lebih mudah dalam beradaptasi dengan situasi yang mendadadk berubah seperti covid -19. Serta jaringan sosial yang merupakan salah satu kegiatan yang mendukung untuk kegiatan antara pemilik tahu, karyawan, pelanggan pemasok bahan dan pelanggan Dampak pemilik tahu menerapkan jaringan sosial diusahanya dapat membuka peluang kerja sama dengan pemasok bahan dan pelanggan, meningkatkan kepercayaan dan reputasi, mempermudah dalam beradaptasi dengan prubahan pasar dan kebutuhan konsumen. Jaringan sosial juga sangat berperan penting disaat covid19 karena dengan adanya jaringan sosial pengusaha tahu dapat memanfaatkan untuk mencari solusi di masa pandemi. Seperti mereka bisa berkaloborasi dengan pengusaha tahu lain atau dengan pemasok bahan untuk mendapatkan harga yang lebih murah. Jaringan sosial juga dapat membantu dalam pemasaran online untuk memperluas jangkauan pasar yang dapat membantu untuk tetap mempertahankan eksistensi dengan cara membagikan informasi, ide-ide dan sumber daya yang ada. Di setiap usaha pasti ada naik turunnya usaha dari beberapa usaha yang berdiri saat ini yang berjumlah 31 pengusaha tahu yang sekarang masih produktif. Salah satu pengusaha tahu yang tidak dapat memanfaatkan modal sosial dengan baik sehingga kesulitan untuk mempertahakan usaha mereka yang dapat menyebabkan pengusaha gulung tikar. Jika pengusaha gagal dalam membangun kepercayaan dengan karyawan, pemasok bahan, serta dengan konsumen bisa menyebabkan kurangnnya dukungan dan loyalitas seperti karyawan akan memilih meninggalkan pabrik tahu tersebut dan memilih pabrik tahu yang lain yang data dipercaya. Disaat pengusaha tahu tidak memanfaatkan jaringan sosial atau tidak menjalin relasi dengan pengusaha lain, paguyupan yang ada di Dusun Bapang. Institusi keuangan, mereka akan kesulitan untuk mendapatkan akses informasi, modal dan dukungan untuk mempertahakan pabrik tersebut. Pengusaha yang tidak memperhatikan nilai dan norma atau tidak mengikuti ada istiada yang ada di sekitar Dusun Bapang akan mengalami tidak ada keharmonisan lagi dengan masyarakat sekitar dapat merusak hubungan bisnis dengan pengusaha atau pemasuk bahan dan menyebabkan usaha tidak berjalan dengan lancar sehingga dapat mengalami gulung tikar. PENUTUP Simpulan Peran modal sosial dalam keberlangsungan usaha pengrajin tahu sangat berperan penting dalam membangun sebuah kepercayaan, jaringan sosial, nilai dan norma yang di terapkan yang bisa membuat mempertahankan eksistensi usaha tahu di Dusun Bapang Desa Sumber Mulyo Kecamatan Jogoroto ini berkambang hingga saat Kepercayaan antara pengrajin tahu juga memiliki kerjasama yang baik untuk meningkatkan produktifitas usahanya. Kepercayaan (Trus. yang tinggi antara pengrajin tahu kepada konsumen dalam bentuk kualitasnya dengan cara memilih JOURNAL OF PUBLIC POWER ISSN : 2808-9774 E-ISSN : 2807-2782 Vol. 7 No. 1 Tahun 2023 bahan baku yang bagus agar rasa tahu tetap enak dan memilih alat yang bagus untuk menjaga kebersihanya. Serta pemilik tahu memberikan reward kepada pelangganya yang dilakukan setiap tahunya agar pelanggan itu merasa puas karena suda berlangganan membeli tahu di pabriknya. Membangun kepercayaan kepada karyawan yang dilakukan oleh pemilik usaha memberika reward tahunan atau apresiasi terhadap karyawannya yang telah memberikan perilaku dan layanan yang baik dengan cara memberikan reward berupa makan Ae makan bersama, jalan Ae jalan, dan ziarah. Nilai dan norma yang diterapkan kepada pengrajin tahu ke pelanggan ataupun karyawannya dengan cara melakukan pelayanan yang baik, sopan, ramah dan jujur dalam memberikan trasparansi harga tahu. Jaringan sosial sangat berpengaruh terhadap mempertahankan eksisensinya dan mempermudah untuk menjalin hubungan dengan karyawannya dan pelanggannya untuk membantu stabilitas Pemilik pabrik tahu yang menjalankan eksistensi dengan memberikan kepuasan pelanggannya dengan cara memberikan reward yang berupa imbuhan . ambahan jumlah tah. atau sebagai pelanggan setia yang dapat meningkatkan kepercayaan kepada pelanggan dan reward tahunan yang diberikan kepada Serta memilih bahan baku yang memiliki standat konsisten untuk mempertahaknkan rasa dan kualitas. Saran Saran dari peneliti pengrajin tahu di Dusun Bapang untuk memperluas jaringan sosial mereka jangan hanya di komunitas lokal saja tetapi dengan komunistas yang ada di daerah lain agar dapat membantu dalam berbagi informasi. Untuk selalu mempertahankan dalam membangun kepercayaan antara pengrajin tahu dengan karyawan bisa menambah kegiatan seperti arisan yang dapat membantu mempererat hubungan dan meningkatkan rasa saling percaya. DAFTAR PUSTAKA