RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 3. Nomor 1. Juni 2022. Hal 27-40 E-ISSN: 2775 - 2267 Email: ristansi@asia. https://jurnal. id/index. php/ristansi MAKNA LABA BAGI PERSPEKTIF PETANI Kiky Zulkifli Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Taruna Kikyzulkifli19@gmail. DOI: 10. 32815/ristansi. Informasi Artikel Tanggal Masuk Tanggal Revisi Tanggal diterima Keywods: Accounting Profit Farmers Perspektif Kata Kunci: Akuntansi Laba Perspektif Petani 14 April, 23 Juni, 27 Juni. Abstract: This study intends to find out how the meaning of profit for Through this research, it is expected to find a suitable concept in applying accounting knowledge in the agribusiness sector. The type of research used in this study is a qualitative research. This qualitative approach reveals a unique meaning of accounting as understood by farmers. Therefore, to be able to carry out deepening activities on an entity, namely by using phenomenology. Based on the results of research conducted, farmers actually already understand the importance of an accounting practice in determining the profit and loss of their business activities. However, farmers have difficulty in compiling a good and correct financial report so that they never know how much profit for sure in each planting period. This is due to the lack of knowledge of accounting practices and the low level of education of farmers in carrying out the process of recording financial statements properly and correctly according to applicable standards. The recording carried out by farmers is only a "simple" record, namely cash in and cash out for reminders from farmers. Abstrak: Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui bagaimana makna laba bagi para petani. Melalui penelitian ini diharapkan ditemukan sebuah konsep yang cocok dalam menerapkan ilmu akuntansi di sektor agribisnis. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan Pendekatan mengungkapkan sebuah makna yang unik tentang akuntansi sebagaimana yang dipahami oleh para petani. Oleh sebab itu, untuk bisa melakukan aktivitas pendalaman terhadap sebuah entitas yakni dengan menggunakan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, bahwa petani sebenarnya sudah mengerti akan pentingnya sebuah praktik akuntansi dalam penentuan untung rugi dari kegiatan usahanya. Akan tetapi, para petani mengalami kesulitan dalam menyusun sebuah laporan keuangan yang baik dan benar sehingga mereka tidak pernah tau berapa keuntungan secara pasti dalam RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 3. Nomor 1. Juni 2022. Hal 27-40 setiap periode tanam. Hal ini, dikarenakan masih minimnya pengetahuan terhadap praktik akuntansi dan masih rendahnya tingkat pendidikan dari para petani dalam melakukan proses pencatatan laporan keuangan secara baik dan benar menurut standar yang berlaku. Pencatatan yang dilakukan oleh para petani hanya sebatas sebuah pencatatan AusederhanaAy yaitu kas masuk dan kas keluar untuk pengingat dari para petani saja. PENDAHULUAN Laporan keuangan merupakan suatu unsur yang terpenting dalam setiap usaha. Laporan keuangan berfungsi dalam membantu para pengusaha dalam menjalankan perusahaannya dengan baik sehingga akan membantu dalam pengambilan sebuah Laporan keuangan ini tidak hanya dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan besar, namun juga sangat dibutuhkan oleh para pengusaha UMKM termasuk para petani sebagai pengusaha dibidang agribisnis. Sektor pertanian yang masih banyak peminatnya khususnya oleh masyarakat pedesaan. Namun petani di pedesaan masih sangat tradisional dan belum memahami pentingnya sebuah laporan keuangan, khususnya dalam mengembangkan usahanya. Permodalan menjadi suatu hal yang sangat penting bagi setiap usaha yang menjadi pondasi dalam membangun suatu usaha. Dengan minimnya modal yang dimiliki, perlu adanya pengembangan usaha yang membutuhkan modal. Permasalahan dari permodalan yaitu terkait jaminan dan informasi keuangan. Ketidakmampuan dalam memberikan jaminan dan informasi keuangan usaha untuk melakukan pinjaman modal, membuat pihak peminjam modal masih ragu untuk memberikan pinjaman modal kepada pemilik usaha. Keraguan itu didasari dengan tidak adanya informasi terkait dengan pendapatan dan laba bagi petani, sehingga para kreditur tidak dapat memberi keputusan dalam peminjaman modal bagi petani. Dengan adanya informasi keuangan yang dibuat oleh pemilik usaha memudahkan penyalur dana untuk melihat bagaimana perkembangan suatu usaha tersebut. Banyak petani terutama pada para petani desa yang bekerja secara tradisional seringkali mengabaikan tentang pentingnya sebuah laporan keuangan dalam usaha Para petani menganggap sebuah informasi keuangan tentang usahanya merupakan suatu hal yang tidak penting sehingga mereka mengabaikan informasi keuangan tesdebut. Dengan mempraktikan akuntansi sangat membantu untuk memudahkan para pelaku usaha dalam melihat perkembangan usahanya khususnya RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 3. Nomor 1. Juni 2022. Hal 27-40 berapa keuntungan yang didapat oleh petani. Salah satu aktivitas pada sektor agribisnis ini adalah adanya aset biologis yang bertujuan mengatur perlakuan akuntansi terhadap proses agrikultur tersebut. Menurut PSAK 69 penilaian terhadap asset biologis tidak lagi dilakukan dengan pendekatan biaya, akan tetapi dinilai dengan menggunakan pendekatan nilai wajar. Hal ini didasari dengan pandangan bahwa asset biologis yang dinilai berdasarkan historical cost tidak dapat menggambarkan nilai asset yang sebenarnya karena mengabaikan adanya perubahan nilai dari pertumbuhan dan berkembangan asset biologis tersebut. Akuntansi merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk membantu dalam pengambilan sebuah keputusan dan merupakan catatan atas fakta-fakta keuangan pada berlangsungnya suatu usaha (Auliyah dkk, 2. Akuntansi dapat digunakan untuk membantu dalam mengambil keputusan dan mengetahui bagaimana kondisi usahanya termasuk berpa profit yang diperoleh. Hal ini sejalan dengan penelitian dilakukan oleh Suwanto. Niswatin, dan Rasuli . menunjukkan bahwa pengusaha kecil memandang bahwa proses akuntansi dianggap membuang waktu dan juga biaya. Praktik akuntansi merupakan salah satu solusi dalam membantu petani dalam Penerapan dalam usaha memudahkan petani mengetahui laba yang diperoleh dalam satu kali periode tanam. Selain itu, juga untuk membantu petani dalam pengambilan keputusan. Hal tersebut didukung oleh pemerintah melalui standar keuangan yang tentunya membantu petani memudahkan dalam menyediakan informasi keuangan usahanya. Menyadari situasi dan kondisi tersebut di atas, maka diperlukan sebuah inovasi teknologi baru agar para pelaku UMKM yang sebagian dari mereka belum mengerti pencatatan akuntansi, menjadi mengerti dan mudah menerapkannya. Begitu juga halnya dengan aspek pemasaran produk dan proses usaha para petani tersebut dibutuhkan sebuah inovasi-inovasi yang dapat meningkatkan pendapatan bagi petani tersebut dan agar tidak Aujalan ditempatAu atau bahkan terlampau jauh tertinggal dari pengusaha dibidang lain. Faktor accountability mutlak diperlukan para pengusaha khususnya para petani jika menginginkan usaha tersebut lebih maju karena untuk mengajukan kredit kepada bank atau lembaga perkreditan lain yang memerlukan laporan keuangan yang dapat dipertanggung jawabkan . RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 3. Nomor 1. Juni 2022. Hal 27-40 Keadaan tersebut juga dialami oleh warga Kota Probolinggo yang mayoritas mata pencahariaan penduduknya merupakan petani khususnya pada daerah desa dan pinggiran kota. Namun, tidak dipungkiri terdapat kelemahan yang dihadapi oleh petani yakni pada aspek pengelolaan keuangan dan kualitas Sumber Daya Manusianya. Dalam usahanya para petani tidak mementingkan sebuah pencatatan keuangan usaha yang mereka jalankan sebagai acuan dalam mengetahui berapa keuntungan yang diperoleh, mereka hanya memiliki sebuah catatan sederhana dan perkiraan dalam menjalankan usahanya berdasarkan pengalaman dan hasil diskusi dengan para petani lain. Para petani lebih mementingkan menggarap sawahnya dan tidak menghiraukan pencatatan keuangan yang baik dan sesuai dengan standar keuangan yang berlaku. Mereka menganngap bahwa cukup utntuk biaya hidup sehari-hari dan untuk modal tanam lagi berarti petani sudah mendapatkan keuntungan dari hasil tanam mereka. Dengan melihat kegiatan usahanya yang sebenarnya kompleks, dimana mulai dari pembibitan sampai dengan penjualan hasil panen dan membutuhkan pencatatan yang rinci sehingga dapat diketahui berapa keuntungan yang diperoleh petani dalam satu kali periode tanam. Hal ini juga dikarenakan oleh beberapa faktor diantaranya dari kualitas sumber daya manusia yang masih rendah serta minimnya pengetahuan dan kompetensi kewirausahaan serta pelaporan keuangan yang mengakibatkan rendahnya produktivitas usaha dan tenaga kerja serta Auberjalan ditempatAy bagi pelaku UMKM termasuk pada usaha pertanian. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Zulkifli . yang menjelaskan bahwa para pelaku UMKM mayoritas belum memahami fungsi dari sebuah pencatatan keuangan termasuk dalam melihat keuntungan dari usaha yang telah Para petani memandang bahwa pencatatan pembukuan tidaklah terlalu penting untuk diterapkan dalam usahanya dan berpikir penambah beban pekerjaan. Akibatnya para petani mengalami kesulitan dalam meningkatkan kapasitas usahanya dan mengembangkan produk-produk yang mampu bersaing. Kurangnya inovasi produk karena tidak diperolehnya akses informasi mengenai peluang pasar. Sedangkan untuk memenuhi beberapa kebutuhan tersebut, tentunya memerlukan biaya yang relatif besar, apalagi jika dikelola secara mandiri. Apabila para petani menyediakan informasi keuangan tentunya sangat membawa pengaruh banyak terhadap usahanya antara lain memudahkan untuk mengembangkan usahanya dengan meminjam modal dengan menunjukkan informasi keuangan usahanya. Seperti penelitian yang telah dilakukan AsyAoari . yang menjelaskan bahwa informasi keuangan RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 3. Nomor 1. Juni 2022. Hal 27-40 menjadi sebuah informasi keuntungan usaha, tidak hanya berupa kesehatan karena aktivitas bertani tembakau merupakan kegiatan olah fisik yang membutuhkan tenaga cukup banyak. Dengan bertani tembakau aktivitas fisik dilakukan sehingga dengan aktifitas fisik itu adalah bagian dari olah raga dan efeknya adalah peredaran darah menjadi lancar. Informasi keuangan juga sebagai acuan dalam pengambilan keputusan petani mengenai keberlangsungan usaha dalam inovasi produk. Dari pembukuan yang dibuat dapat mengetahui laba maupun rugi usaha dan dapat mengetahui kondisi usahanya. Sangat menarik untuk diteliti dimana, agribisnis merupakan salah satu industri yang tidak akan mati oleh waktu serta akan menjadi sebuah pendukung ekonomi bahkan dapat dijadikan sebagai pariwisata di Probolinggo dan program pemerintah yaitu pengembangan ekonomi kreatif dan menjadi lumbung pangan. Terkait dengan keuangan petani tidak menggunakan akuntansi yang sesuai dengan standar keuangan tetapi petani tetap mampu bertahan sampai dengan saat ini. Hal ini menjadi sesuatu yang menarik untuk digali lebih mendalam, bagaimana para petani memaknai akuntansi dalam Permasalahan dalam penelitian ini sangat menarik peneliti untuk melakukan penelitian dengan judul AuMakna Laba Bagi Perspektif PetaniAy. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif. Pendekatan kualitatif ini mengungkap makna unik tentang laba usaha bagi para petani atas dasar prespektif dari pemahaman dan pemaknaan mereka tanpa adanya intervensi siapapun. Perkembangan akuntansi pada sebuah organisasi UMKM khususnya bidang agribisnis sehingga penelitian ini dilakukan berdasarkan pada dimensi subyektif dengan suatu obyek yang berkaitan dengan manusia yang memiliki sebuah meaning action. Oleh karena itu untuk melakukan aktivitas pendalaman terhadap sebuah entitas dengan menggunakan fenomenologi, jadi dalam penelitian ini dibutuhkan sebuah obyek yang memiliki karakter dan potensi yang unik sebagai sebuah alasan ketertarikan dalam pelaksanaan penelitian. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer dan data sekunder. Data primer merupakan sebuah data yang diperoleh peneliti secara langsung, data primer diperoleh dari hasil wawancara yang akan dilakukan oleh peneliti RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 3. Nomor 1. Juni 2022. Hal 27-40 kepada narasumber secara langsung. Data yang telah didapatkan dari hasil wawancara dengan para narasumber kemudian data tersebut ditranskrip dan dianalasis. Data selanjutnya yang diperoleh peneliti adalah data sekunder yang merupakan sebuah data yang dikumpulkan melalui kedua belah pihak secara langsung maupun secara tidak Metode pengumpulan data pada penelitian kualitatif memerlukan beberapa narasumber yakni para petani. Dalam penelitian ini untuk mendapatkan data yang lebih mendalam dapat menggunakan teknik lainnya seperti observasi ataupun dokumentasi. Analisis data merupakan suatu tahapan penting untuk dipertimbangkan dalam menyesuaikan dengan penelitian yang nantinya akan diteliti, karena sebuah analisis data akan menyajikan hasil penelitian dari penelitian yang nantinya dapat diterima oleh masyarakat umum. Moleong . menjelaskan bahwa kegiatan analisis data yang dapat oleh peneliti mengorganisasikan data, memilih data sesuai untuk dikelola, mensistensiskan, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan mengambil keputusan tentang apa yang akan diceritakan kepada orang lain. Analisis data dengan model interaktif yang dilakukan pada penelitian ini merujuk pada analisis data yang telah dilakukan oleh Miles dan Huberman sebagai berikut: Reduksi data. Penyajian data dan Penarikan Kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan: Ketekunan pengamatan dan Triangulasi. Dalam melaksanakan penelitian ini terdapat 3 tahapan yang dilakukan oleh peneliti mulai dari persiapan, pelaksanaan penelitian, dan tahap penyelesaian penelitian. HASIL PENELITIAN Penggalian makna sebuah akuntansi dari sudut pandang ekonomi para petani di Kota Probolinggo karena masih banyak masyarakat yang berprofesi sebagai petani baik yang muda maupun tua. Namun dalam prosesnya para petani bekerja secara tradisional dan tidak mengetahui berapa keuntungan yang didapat dari hasil usahanya dan masih tetap eksis hingga saat ini. Penelitian ini dilakukan dengan observasi langsung dan wawancara secara langsung berdasarkan pengalaman para informan. Upaya yang dilakukan dengan menggali kesadaran informan bagaimana memaknai sebuah akuntansi dalam usahanya. Peneliti berusaha untuk mengesampingkan pengalaman, teori, dan RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 3. Nomor 1. Juni 2022. Hal 27-40 pengetahuan peneliti terhadap akuntansi. Wawancara dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada informan dalam memberikan informasi tanpa adanya pengaruh dan intervensi dari peneliti, orang lain, maupun dari dirinya sendiri sehingga informan akan masuk ke dalam area kesadaran dan nantinya akan diperoleh sebuah pemahaman yang menyeluruh dan murni tentang pemaknaan tentang akuntansi itu sendiri. Dalam bab ini berisikan paparan data dan temuan di lapangan yang dilakukan oleh peneliti. Dalam penelitian ini peneliti mewawancarai sebanyak 4 petani sebagai narasumber utama. Usaha Agribisnis merupakan salah satu usaha yang selalu menjadi kebanggaan bagi setiap daerah karena akan menjadi salah satu tumpuan pada sektor pangan bahkan menjadi bisa menjadi daya tarik tersendiri pada sektor pariwasata. Tentunya setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing dalam sektor pertanian. Salah satunya di Kota Probolinggo, yang terus meningkatkan produktivitas UMKM sebagai sektor pangan dan meningkatkan perekonomian masyarakat di Probolinggo khususnya di bidang pangan dan pertanian. Akuntansi merupakan salah satu aspek pendukung dalam keberlangsungan suatu Pencatatan keuangan atau pembukuan keuangan yang dilakukan oleh pelaku usaha sebagai suatu hal penting untuk mengetahui kondisi perusahaan dalam satu periode dan sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan. Akuntansi erat hubungannya dengan laporan keuangan, tentunya memberikan dampak yang cukup efektif dalam pengembangan bisnis sebuah entitas. Kota Probolinggo merupakan salah satu daerah yang meningkatkan ekonomi masyarakat dengan menumbuhkan dan menggairahkan perekonomian pada sektor pertanian. Pada dasarnya praktik akuntansi telah dijalankan oleh para petani tanpa kesadaran namun masih belum mengacu pada landasan sebuah teori keuangan dan standar keuangan yang berlaku. Mayoritas entitas kecil tersebut melakukan praktik akuntansi pencatatan dan pembukuan yang sederhana sesuai dengan pemahamannya masing-masing. Namun, kenyataannya usaha dapat bertahan dan berkembang dari tahun ke tahun, bahkan tanpa menggunakan standar keuangan yang berlaku. Pemahaman terhadap akuntansi setiap petani berbeda-beda. Pada penelitian kali ini dilakukan pada beberapa petani di Kota Probolinggo. Pemahaman para petani terhadap pencatatan keuangan dibuktikan pada suatu kegiatan pembukuan atau pencatatan yang dilakukan setiap harinya. Walaupun tidak memahami apa akuntansi sebenarnya dan terkadang tidak berbentuk tertulis. Namun. RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 3. Nomor 1. Juni 2022. Hal 27-40 sebenarnya kegiatan akuntansi bagi mereka sangat dibutuhkan, meskipun maksud dan tujuan dari pencatatannya tidak tahu untuk apa dan memberi manfaat apa selain untuk menentukan biaya yang akan dikeluarkan. Namun proses ini butuh adanya bimbingan terhadap pencatatan keuangan yang berkelanjutan. Akuntansi merupakan pencatatan keuangan yang didukung dengan nota dan catatan kecil yang dibuat oleh para petani. Secara tidak langsung informan telah memahami dengan baik mengenai prakterk akuntansi yakni sebuah aktivitas pencatatan keuangan. Akan tetapi, kurangnya pemahaman mengenai akuntansi secara teoritis memberikan anggapan bahwa pembukuan sama dengan akuntansi yang dikenal dengan kerumitan dan membutuhkan waktu yang cukup lama dalam pelaporannya. Jika ditinjau kembali, pembukuan merupakan salah satu proses yang ada di dalam akuntansi. Dari beberapa informan menyadari bahwa akuntansi itu penting dalam menjalankan suatu usaha. Dimana sistem pencatatan yang nantinya akan memudahkan dalam mengetahui bagaimana kondisi usaha yang sedang dijalankan. Beberapa informasi yang diberikan oleh para informan menyatakan bahwa akuntansi digunakan oleh usaha yaitu pencatatan bahan baku, penjualan hasil panen. Setiap informan memandang kegiatan pencatatan keuangan berbeda-beda dalam penggunaan akuntansi. Dimana akuntansi digunakan untuk mengevaluasi terhadap kinerja produksi dan perencanaan usaha kedepannya. Selain itu digunakan bagaimana kondisi keuangan usaha. Selain itu, juga sangat dibutuhkan ketika petani perlu melakukan pengembangan dilakukan peminjaman modal. Penelitian dilakukan dengan 4 petani khususnya petani yang notabene sangat awam dengan aktifitas pembukuan sebagai objek penelitian. Pemahaman akuntansi sebagai pencatatan pembukuan yang digunakan sebagai AupedomanAy untuk pengambilan keputusan usahanya. Misalnya pengambilan keputusan untuk menentukan modal yang disediakan dan tanaman apa yang akan ditanam. Informan menyampaikan kegiatan pencatatan keuangan merupakan bagian dari akuntansi, dimana pencatatan yang dilakukan oleh petani dijadikan sebagai dasar perhitungan dalam pengambilan PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian yang menjadi pedoman para petani yaitu AuAkuntansi sederhanaAy. Para petani memaknai laporan yang dibuat bahwa akuntansi sederhana yang RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 3. Nomor 1. Juni 2022. Hal 27-40 dilakukan dalam usahanya untuk mengetahui berapa modal yang harus dikeluarkan dan berapa hasil yang akan didapat setelah panen. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Paranoan . yang menjelaskan bahwa laba yang diketahui oleh masyarakat adalah pendapatan dikurangi biaya-biaya yang dikeluarkan selama proses kegiatan operasional. Namun, praktik akuntansi yang digunakan oleh para petani sebenarnya tidak sesuai dengan standar yang berlaku saat ini. Hal ini karena mayoritas petani tidak memiliki latar belakang pendidikan yang cukup tinggi. Walaupun usahanya tergolong usaha yang sudah berjalan cukup lama, namun latar belakang pendidikan tertinggi hanya pada Sekolah Menengah Atas (SMA) bahkan ada yang sama sekali tidak mengenyam pendidikan formal dan hanya sekolah di pondok pesantren. Oleh karena itu pencatatan keuangan yang dilakukan tergolong sederhana dan bahkan tidak tercatat oleh para petani. Standar keuangan yang berlaku saat ini yaitu SAK EMKM yang mensyaratkan bahwa sebuah laporan keuangan minimum terdiri dari: Laporan posisi keuangan pada akhir periode. Laporan laba rugi selama periode. Catatan atas laporan keuangan, yang berisi tambahan dan rincian akun-akun tertentu sesuai dengan PSAK 69. Para petani disini masih belum memahami apa itu SAK EMKM. Meskipun tanpa menggunakan akuntansi yang sesuai, para petani sanggup mempertahankan usahanya sampai saat ini bahkan ada yang menjalakan usaha taninya hingga bertahun-tahun dengan hasil yang lumayan untuk menafkahi keluarganya. Penerapan akuntansi yang sesuai dengan standar yang telah ditentukan juga terkendala oleh persepsi dari pemilik usaha bahwa akuntansi itu ribet dan susah. Hal ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Suwanto dkk . menunjukkan bahwa pengusaha kecil memandang bahwa proses akuntansi dianggap membuang waktu dan juga perlu biaya. Selain itu sama halnya dengan petani 1 berikut. Auaku ngerti lek laporan keuangan iku penting dalam usaha, berhubung saya tidak mempunyai kemampuan gawe laporan keuangan, ya lebih fokus tani iki wes. Karena bagi saya akuntansi itu ribet dan membutuhkan waktu yang lama, pokoke aku ngerti modal seng arep tak tokno piro karo rego pasaran saiki piro yowes engko batine teko sisae teko modal seng ditoknoAy. RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 3. Nomor 1. Juni 2022. Hal 27-40 Fenomena praktik akuntansi yang dilakukan oleh para petani adalah sebuah praktik Auakuntansi sederhanaAy. Makna akuntansi ini terungkap bahwa akuntansi merupakan dimana petani mencatat transaksi yang terjadi selama usaha berlangsung. Hal ini didukung dengan pengumpulan bukti-bukti yaitu berupa nota dan catatan-catatan kecil serta sebuah Aureng-renganAy modal yang dikeluarkan petani. Pengumpulan buktibukti tersebut merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban yang dilakukan oleh petani dalam melakukan usahanya. Informan memaknai akuntansi sebagai sebuah informasi tentang kegiatan usahanya dan sebagai pedoman tentang apa yang harus dilakukan di esok hari. Kutipan hasil wawancara dengan petani 2: AuSaya gak paham le mbik akuntansi, soalah kan beni reng sekolahan. Aku biyen gak sampek tutuk lek sekolah gun monduk. Dadi yo dicatat ngunu wes, sederhana ngunu wes, mek oleh piro seh juel karo piro modale. Soalnya kan tani itu engga mesti, jenenge enek musim larang karo mudun yo musuhe pisan yo lek penyakitan wes repot duh. Makane pencatatane digawe sak butuhe wes kadang yo mek dihitung dek tanah ngunu tok wes. Pokok iso gawe tandur maneh, sisane yo berarti olehe iku wes. Tapi yo alhamdulillah iso digawe mangan keluarga, iku wes tak anggep keuntungankuAy. (Saya tidak begitu paham dengan akuntansi, jadi akuntansi merupakan pembukuan yang dilakukan setiap usaha. Akuntansi yang digunakan akuntansi sederhana, yang penting ada sisa dari modal untuk tanam selanjutnya dan hasil yang didapat untuk menghidupi keuangannya dianggap sebagai keuntungan usahany. Hal tersebut sejalan dengan pemahaman informan lain mengenai akuntansi. Berikut kutipan wawancara dengan petani 3: Auwah aku iku gak begitu paham sama yang koyok ngunu bro . aporan keuanga. pokoknya yo tak tulis modale terus ngerti regone pas ngedol yowis, yang penting saya tau kalau lebih banyak pasti sudah dapat untung. RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 3. Nomor 1. Juni 2022. Hal 27-40 piro duit seng tak tokno mulai tuku bibit, pupuk karo bayar wong tak tulis, terus engko pas panen oleh piro, lek enek lebih berarti iku untungkuAy Secara implisit para petani memaknai proses akuntansi merupakan sebuah interaksi antar manusia yang menggunakan angka dalam memperoleh sebuah informasi yang diinginkan dalam suatu usaha. Pada dasarnya informasi merupakan suatu data/fakta yang diorganisasi atau diolah secara tertentu sehingga mempunyai arti bagi Data yang telah diolah menjadi suatu informasi yang berguna bagi petani yang dapat memberikan keterangan dalam berjalannya suatu kegiatan bercocok tanam yang telah dilakukan. Hal ini juga sejalan dengan informasi yang diberikan oleh 4 petani. Dimana petanipetani yang sudah bertani cukup lama hanya menggunakan akuntansi sederhana dalam menjalankan usahanya. AuAkuntansi iku bagi aku yo nyatet-nyatet duit iku mas. Pokoke seng hubungane karo uang mas. masio wes diajari tapi yo sek ribet pokoke wes gae catatan gae keuangan piro seng metu piro seng mlebu dan kene wes ngerti yo wis cukupAy. (Walaupun usaha bertani sudah berlangsung cukup lama tapi pencatatannya masih sederhana dikarenakan rumit dalam membuatnya yang penting petani sudah paham maksud dari catatan tersebu. Informan berikut juga menyatakan hal sama. Berikut kutipan wawancara dengan petani 2: AuIyo mas, ribet lek gawe proses koyok ngunu iku, iso-iso aku gak nandurnandur iso mati kabeh tanduranku mek gae nyatet koyok ngunu iku . aporan keuanga. , seng penting piro modalku trus piro rego mari panaen, lek lebih yowis bati berartiAy . aya tidak paham dengan cara pembuatan laporan keuangan karena susah dan butuh waktu yang lama dalam membuatnya. RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 3. Nomor 1. Juni 2022. Hal 27-40 Berdasarkan hasil wawancara diatas bahwa akuntansi dimaknai sebagai suatu bentuk informasi laba bagi petani. Informasi yang dimaksud yaitu informasi keuntungan pemilik usaha atas pengelolaan usahanya. Hal tersebut sesuai dengan penelitian yang dilakukan Nugroho . yang menyatakan bahwa laba tidak hanya berupa keuntungan yang besar, namun cukup dengan perputaran modal yang akan digunakan lagi untuk modal produksi berikutnya demi kelangsungan usaha dan pengembangan dari usaha. Selain itu laporan hasil usaha tersebut dilakukan untuk kepentingan dengan pihak eskternal baik kepada pemerintah atas berjalannya suatu usaha maupun dengan pihak kreditur. Berdasarkan keterangan oleh dinas koperasi dan UMKM bahwa : AuSebenarnya udah ada beberapa pelatihan mas ke beberapa ke pelaku UMKM termasuk ya sama petani juga datang, cuma ya memang belum semua. ya itu kembali lagi persepsi petani itu sendiri mas. Karena kebanyakan dari petani merasa sulit jika harus buat laporan seperti itu, apalagi saya maklumi karena SDM disini juga tidak tinggi, jadi waktu ada pemeriksaan atau arep pinjam uang yo repotAy. Hal itu juga didukung oleh informan berikut. Kutipan wawancara dengan petani 2 Auiya mas, dulu sih pernah dapat sosialisasi tentang nyatet-nyatet laporan keuangan sederhana gitu tapi ya gak begitu detail, dan menurut saya juga terlalu ribet karena sudah menyiapkan bibit lalu rawat tanaman ke sawah masih diharuskan buat kayak gitu . aporan keuanga. , bisa-bisa gak jadi kerja masAy Penelitian yang sejalan dengan Suwanto . yang menghasilkan pengusaha kecil memandang bahwa sebuah proses akuntansi dianggap membuang waktu saja dan juga membutukan biaya. Berdasarkan hasil penelitian menerangkan bahwa proses akuntansi dimaknai sebagai sebuah proses pembukuan. Para petani dapat mengetahui berapa besaran atau proporsi yang keuntungan yang didapatkan melalui kegiatan pencatatan yang dilakukan. Namun, petani lebih mementingkan bagaiamana pengembangan usahanya dengan fokus kepada kegiatan bercocok tanam. Mereka beranggapan bahwa keuntungan yang didapat adalah ketanangan hati dan dapat RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 3. Nomor 1. Juni 2022. Hal 27-40 mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarganya, hal ini sejalan dengan penuturan dari petani 4: Au. iya mas, menurutku untungku itu yang penting wes mencukupi hidup keluarga, atiku wes tentrem ya sudah, gak perlu muluk-muluk cari materi, masak karena hanya pengen ngerti untungku malah digawe ruwet dewe, buktine wong tuwoku yo lancar ae kayak ngene heheh. Ay Praktik akuntansi yang telah dilakukan oleh para petani sebenarnya merupakan salah satu cara dalam memonitor keuntungan suatu usahanya. Pencatatan yang dilakukan dalam kegiatan agribisnis ini masih sangat sederhana. Hal ini ditunjukkan masih minimnya sumber daya manusia terhadap ilmu pengetahuan akuntansi. Dalam hal pencatatan yang telah dilakukan para petani masih sangat sederhana. Para petani melakukan pencatatan mengikuti dari pemilik sebelumnya yaitu orangtua dan teman yang mereka anggap pintar. Harga pasar selalu menjadi acuan para petani dalam menentukan harga hasil panen yang dijualnya, sehingga tetap mampu bersaing dalam perkembangan pasar walaupun sebenarnya keuntungan yang mereka peroleh sangatlah sedikit. Penentuan harga produk yang dilakukan sesuai dengan harga pasar yang berlaku setiap panen tiba. Pada objek yang diteliti tersebut menyatakan bahwa proses akuntansi itu penting dalam suatu usaha meskipun dalam skala kecil. Sebenarnya para petani telah memahami konsep dari sebuah proses akuntansi itu sendiri yakni mencatat kas masuk dan kas Namun, karena sumber daya manusia yang dimiliki oleh petani yang menjadikan penyusunan laporan keuangan yang dibuat oleh para petani masih jauh dari laporan yang bisa disebut laporan baik dan benar sesuai dengan standar keuangan yang berlaku. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa para petani sebenarnya telah mengetahui dan memahami konsep akuntansi, namun perlu disusun sesuai dengan Akuntansi keberlangsungan sebuah usaha. Dengan melakukan proses pencatatan akuntansi dapat memudahkan petani dalam melakukan pengambilan keputusan suatu usaha salah satunya dalam mengetahui berapa jumlah keuntungan yang diperoleh selama 1 periode. Selain itu, dengan memiliki laporan keuangan, para pelaku UMKM dapat mengambil RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 3. Nomor 1. Juni 2022. Hal 27-40 alternatif keputusan yang dapat digunakan untuk perencanaan kedepannya dalam keberlangsungan usaha. KESIMPULAN Akuntansi dimaknai sebagai sebuah proses pencatatan keuangan terkait dengan suatu kegiatan usaha, harga jual produk, gaji, serta besaran keuntungan dari hasil usaha. Akuntansi dipraktikkan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan para petani dalam penyusunan dan pembuatan laporan keuangan salah satunya dalam penentuan berapa keuntungan dalam setiap satu periode tanam. Hasil penelitian yang dilakukan pada 4 petani menunjukkan bahwa para petani sudah sadar akan pentingnya sebuah praktik akuntansi dalam kegiatan usahanya meskipun pengertian dari akuntansi itu sendiri tidak paham secara keseluruhan khususnya bagaimana mendapatkan informasi secara real berapa keuntungan yang didapat dalam setiap periode tanam. Pencatatan yang dilakukan oleh para pedagang hanya sebatas pencatatan AusederhanaAy yaitu pencatatan kas masuk dan kas keluar dan ada pula yang hanya membuat sebuah coretan kecil sebagai Aureng-renganAy dalam pengambilan keputusan saat akan memulai cocok tanam ataupun saat panen. Menurut pedagang mereka sudah mendapatkan keuntungan karena mereka mampu menghidupi keluarga dari hasil bercocok tanam. Selain itu, keuntungan dari bercocok tanam mereka mendapatkan ketenagan hati ketika pergi ke sawah dan mendapat ilmu dari temanteman mereka di sawah. REFERENSI