JURNAL CAKRAWARTI. Vol. 3 No. Pebruari-Juli 2020 ISSN: 2620-5173 MUSIK INDIE SEBAGAI PRAKTIK PERLAWANAN TERHADAP RENCANA REKLAMASI TELUK BENOA. BALI I Dewa Gede Kusuma Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mahendradatta - Denpasar email: dewakusuma44@yahoo. Abstrak- Penelitian ini menganalisis gerakan musik indie sebagai gerakan antireklamasi Teluk Benoa. Kabupaten Badung, tahun 2013-2018. Ada tiga masalah yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu representasi musik indie sebagai praktik perlawanan terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa, ideologi yang melatarbelakangi musik indie dalam praktik perlawanan terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa, dan signifikansi praktik perlawanan musik indie terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data dengan wawancara, studi dokumen, dan observasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teori Kuasa Pengetahuan. Praktik, dan Semiotik. Analisis ini menghasilkan tiga simpulan. Pertama, dalam gerakannya menolak rencana reklamasi Teluk Benoa, musik indie berusaha merepresentasikan aspirasi rakyat lewat lirik-lirik lagunya yang dipentaskan dalam demo-demo antireklamasi. Lewat artikulasi pesan antireklamasi musik indie, masyarakat merasa terwakili aspirasinya dalam lagu musik indie. Kedua, ideologi yang mendasari gerakan musik indie Bali antireklamasi adalah ideologi pelestarian lingkungan dan Lirik-lirik lagu musik indie mengartikulasikan bahwa reklamasi akan merusak lingkungan dan tidak menghormati budaya Bali. Ketiga, signifikansi praktik perlawanan musik indie terlihat dari semakin intensnya aspirasi masyarakat meminta Perpres Nomor 51 Tahun 2014 segera dibatalkan sehingga rencana reklamasi bisa dibatal. Kata kunci:musik indie, perlawanan, reklamasi Teluk Benoa Abstract- This study aimed at analyzing indie music movement as an anti-reclamation movement at Benoa Bay. Badung Regency, in 2013 Ae 2018. There were three problems analyzed in this study. the representation of indie music as a resistance practice towards Benoa Bay reclamation plan, the ideology behind the music as a resistance practice towards Benoa Bay reclamation plan, and the significance of the resistance practice towards Benoa Bay reclamation This study applied qualitative method with interviews, document studies and observation as techniques of collecting data. The obtained data were analyzed by using the theories of Knowledge Power. Practice and Semiotics. There were three conclusions drawn from the analysis. Firstly, in its movement of refusing reclamation plan at Benoa Bay, the indie music made efforts to represent peopleAos aspirations through the lyrics of the songs performed in the anti-reclamation demonstrations. Through the articulation of the anti-reclamation message in music, the people felt that their aspirations were represented in the music. Secondly, the ideology behind the anti-reclamation I Dewa Gede Kusuma JURNAL CAKRAWARTI. Vol. 3 No. Pebruari-Juli 2020 ISSN: 2620-5173 movement was environmental conservation ideology and culture. The lyrics of the songs articulated that the reclamation would damage the environment and disrespectful to the Balinese Thirdly, the significance of the indie musicAos resistance practice was seen from the intense aspirations from the people to cancel Presidential Regulation 51 in 2014, so that reclamation plan could be cancelled. Keywords: indie music, resistance. Benoa Bay Reclamation Pendahuluan Gerakan Bali Tolak Reklamasi (BTR) (SBY), hingga akhir tahun 2018 ternyata tahun 2013 s. 2018 diikuti berbagai lapisan belum ada dicabut oleh Presiden RI ketujuh masyarakat Pasubayan Desa Adat, aktivis Joko Widodo. lingkungan, seniman, dan musisi musik Gerakan BTR berjalan masif antara Segera setelah isu reklamasi di Teluk tahun 2013-2018. Data diperolehdari Forum Benoa mencuat tahun 2013, orang-orang Rakyat Bali Tolak Reklamasi (ForBALI) bergerak menolak dengan menyebarluaskan terdapat 64events musik BTR yang dirilis perlawanan melalui lagu berjudul AuBali mulai tahun 2013. Gerakan BTRdidukung Tolak ReklamasiAy, lagu dimaksud dinilai kalangan musisi indie sekaligus juga cukup mampu mempengaruhi generasi muda di efektif menyebarkan pemahaman Bali Tolak Bali, untuk menolak reklamasi. Grup band Reklamasi-Batalkan yang turun ke dalam demonstrasi BTR, yaitu Tahun 2014. Superman Is Dead (S. D). Navicula. The Hydrant. Scared Bums (S. B), Nosstress. The Dissland, dan lainnya. Perpres Nomor Kerjasama antara musisi dan seluruh penggemar indie lahir spontanitas sebagai satu rasa kegelisahan bahwa kondisi alam Gerakan BTR ini meluas ke sejumlah Bali Aotidak sedang baik-baik sajaAo. Kalangan wilayah di Bali Selatan. Pihak investor investor pengembang PT TWBI, bersama pengembang PT TWBI terhalang oleh aspek kroni-kroni pendukung reklamasi terganjal sosial-budaya masyarakat Bali yang cukup Namun demikian, masyarakat penolak Adat. Dukungan reklamasi Teluk Benoa mengetahui bahwa mencapai ribuan orang dari masyarakat desa Perpres Nomor 51 Tahun 2014 yang adat di Bali Selatan dan sekitarnya. BTR Pasubayan Desa diterbitkan pada saat pemerintahan Presiden Gerakan perlawanan BTR tidak lagi RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono terkesan menoton, melalui konser mini yang I Dewa Gede Kusuma JURNAL CAKRAWARTI. Vol. 3 No. Pebruari-Juli 2020 ISSN: 2620-5173 dipadu kolaborasi band-band indie membuat Jakarta30 atmosfer gerakan BTR menjadi lebih kuat rencana reklamasi mencapai luas 700 Ha. dan menggembirakan. Konser mini yang Mei Seminggu melibatkan musisi musik indie kenamaan di eventstolak reklamasi melalui gerakan BTR Bali,dilakukanberkesinambungan didukungkalangan musisi, aktivis. Pasubayan Desa sejumlah titik wantilanbale banjar, jalan di Rencana depan Kantor Gubernur Bali pada saat demo seluas 838 Ha mampu ditekan menjadi BTR, bar umum, serta panggung-panggung seluas 700 Ha. Pentas musik indie masih kesenian lainnya di Bali. berlanjut di tahun 2019, untuk berjuang Pemprov Bali mengeluarkan dua SK. Perpres Nomor Adat. Tahun pertama. SK 2138/02-C/HK/2012 tentang 2014dicabut oleh pemerintahdi pusat. Pada Pemberian Izin dan Hak Pemanfaatan, prinsipnya, penelitian ilmiah terkait Teluk Pengembangan dan Pengelolaan Wilayah Benoa, menyatakan bahwa Teluk Benoa ini Perairan Teluk Benoa Provinsi Bali, yang Autidak layakAy untuk direklamasi berdasarkan ditetapkan di Denpasar pada 26 Desember aspek-aspek sosial-budaya. Kedua disusul dengan SK 1727/01- Masalah yang dikaji dalam penelitian B/HK/2013 tentang Izin Studi Kelayakan Rencana Pemanfaatan. Pengembangan dan pertama,bagaimana representasi musik indie Pengelolaan Wilayah Perairan Teluk Benoa, sebagai praktik perlawanan terhadap rencana yang manaditetapkan di Denpasar pada 16 reklamasi Teluk Benoa. Kedua, ideologi apa Agustus 2013. yang melatarbelakangi musik indie dalam Isu BTR tidak berhenti di sana saja, pemerintah pusat ketika era Presiden RI reklamasi Teluk Benoa. Berikutnya, ketiga, keenam SBY, lalu mengeluarkan Perpres bagaimana signifikansi praktik perlawanan Nomor 51 Tahun 2014 tentang Perubahan musik indie terhadap rencana reklamasi Atas Teluk Benoa. Peraturan Presiden Nomor Tahun2011Tentang Rencana Tata Ruang Penelitian secara umum bertujuan Kawasan Perkotaan Denpasar. Badung, agar memahami representasi musik indie Gianyar, dan Tabanan, yang ditetapkan di sebagai praktik perlawanan terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa. Memahami ideologi I Dewa Gede Kusuma JURNAL CAKRAWARTI. Vol. 3 No. Pebruari-Juli 2020 ISSN: 2620-5173 yang melatarbelakangi musik indie dalam lainnya adalah hasil rekaman suara yang dikumpulkan dari orasi aktivis lingkungan Teluk Benoa. Selanjutnya, pada saat demo BTR. Hasil dari wawancara memahami signifikansi praktik perlawanan dengan informan merupakan data primer yang dikelola dan selanjutnya digambarkan reklamasi Teluk Benoa. Gerakan BTR, secara deskriptif. Selanjutnya, studi pustaka dilakukan secara kolektif melalui kreativitas sebagai data sekunder untuk pengembangan konser mini BTR, diskusi ilmiah, beserta dan juga pemahaman terhadap objek-objek demonstrasi secara tertib. yang disajikan secara deskriptif. Penelitian kualitatif menggunakan Instrumen penelitian menggunakan . nterview masalah secara kritis. Hasil penelitian ini sedangkan teknik pengumpulan data dengan kemudian disajikan peneliti secara deskriptif . wawancara, . observasi, dan . studi interpretatif dalam bentuk kata-kata serta Penelitian informan dilakukan Lokasi objek penelitian berada di dengan sifatnya berlanjut terus . , daerah Bali Selatan. Subjek penelitian dipilih berdasarkan petunjuk dari satu informan beberapa orang musisi yang aktif di dalam hingga menemukan titik jenuh informasi. Analisis data penelitian dilakukan reklamasi Teluk Benoa. Narasumber dipilih secara deskriptif kualitatif dan interpretatif dari supra desa . uar des. yang berperan sesuai atas data-data terkumpul. Kemudian andil, mobilitas tinggi, dan kewenangan diproses melalui penyederhanaan, penyajian memonitoring persoalan di wilayah tertentu, data, dan penafsiran simpulan. khususnya terkait tesis. II. Konsep Sedangkan, jenis data-data kualitatif yang digunakan serta dituangkan ke dalam Dalam penelitian ini dikemukakan konsep yang memiliki relevansi definisi sebuah narasi. Sumber data-data penunjang lainnya hasil dari observasi lapangan musik indie, wawancara personel band, audiens musik indie, tokoh-tokoh Pasubayan Desa operasional penelitian, yaitu musik indie, praktik perlawanan, dan reklamasi Teluk Benoa yang dijelaskan ke dalam batasan Adat, aktivis lingkungan, dan pejabat terkait di tingkat Pemprov Bali. Sumber data I Dewa Gede Kusuma konsep-konsep berikut ini. JURNAL CAKRAWARTI. Vol. 3 No. Pebruari-Juli 2020 ISSN: 2620-5173 bawah label besar, dan merupakan sebuah Musik Indie Indie berasal dari kata independent, industri yang mapan. Band-band tersebut tetapi wajib dibedakan antara independent dipasarkan secara meluas yang coverage sebagai status artis, band, atau minor label promosinya juga luas, nasional maupun yang mana tidak dikuasai atau dikendalikan internasional, dan mereka mendominasi major label dan independent di dalam promosi di seluruh media massa, mulai dari konteks indie sebagai subkultur serta genre media cetak, media Musik indie merupakan aliran atau multimedia (Jube, 2008: 33-. elektronik hingga genre musik yang Aunot even existAy, karena Band-band indie mengalami suatu yang disebut musik indie itu adalah untuk segmentasi perubahan seiring perkembangan teknologi dan alat musik modern. Cukup dengan indie. Musik indie adalah istilah banyak band-band indie mengumpulkan isi untuk membedakan antara musik yang dan lirik lagu, namun karya yang mereka dimainkan oleh musisi profesional dengan luncurkan belum bisa seluruhnya digemari musisi amatir. Akan tetapi, yang pasti indie anak muda. Dengan kata lain, pendengar di adalah gerakan bermusik yang berbasis dari era tahun 2017 ke atas sudah semakin cerdas apa yang kita punyai, do it yourself, etika menilai single yang dilantunkan personel yang dimiliki dimulai dari proses merekam. Berbeda terhadap grup band yang mendistribusikan, dan selanjutnya promosi telah memiliki nama besar, seperti S. menggunakan uang sendiri. Navicula. The Hydrant. Scared of Bums Secara umum yang dimaksud dengan mainstream sebagai arus utama, tempat di (S. B). The Dissland, dan Nosstress band, mana grup band-band yang bernaung di I Dewa Gede Kusuma JURNAL CAKRAWARTI. Vol. 3 No. Pebruari-Juli 2020 ISSN: 2620-5173 kualitasisi lirik dan lagu perlawanan dibuat di atas panggung konser. Personel band terhadap gerakan BTR. sering mengenakan atribut kaos BTR dan Musisi indie mendukung gerakan juga membawa bendera ForBALI pada saat BTR Teluk Benoa, sebagai suatu simbol Baju kaos dikenakan dan bendera perlawanan masyarakat Bali Selatan atas dikibarkan merupakan simbol gerakan BTR. Perpres Nomor 51 Tahun 2014. Dukungan yang mana terus digaungkan serius musisi demi melawan rencana reklamasi. counter korporasi investor pengembang di Hal tersebut menunjukkan bahwa dalam memandang strategi sosial Pasubayan personel band indie tidak saja bicara tentang Desa Adat. Rencana untuk menimbun Teluk pentas musik, melainkan turut berperan Benoa oleh investor PT TWBI, akhirnya untuk menyebarluaskan ideologi perlawanan mendapat penolakan Pasubayan Desa Adat BTR Teluk Benoa kepada penggemarnya. secara berkesinambungan. Sampai saat ini. Gerakan BTR Teluk Benoa ini berjalan pemerintah pusat belum ada bersikap atas masif dengan dukungan penuh dari musisi konsistensi gerakan BTR. indie, melalui perlawanan kreatif musisi Praktik Perlawanan indie, mereka berupaya Perpres Nomor 51 Berada di jalur indie atau masuk ke Tahun 2014 agar dibatalkan pemerintah major label adalah mutlak pilihan musisi. Bagi investor pengembang, gerakan Namun, idealisme musisi di Bali, dalam perlawanan BTR dimaksud justru dianggap melawan investor PT TWBI, mereka lebih menghambat realisasi pulau-pulau baru di mudah bersatu terkait hal-hal menyangkut Teluk Benoa. masa depan alam di Teluk Benoa. Simbol gerakan perlawanan musik indie disisipkan I Dewa Gede Kusuma JURNAL CAKRAWARTI. Vol. 3 No. Pebruari-Juli 2020 kekhawatiran yang berlebihan, tidak mau Reklamasi Teluk Benoa Sejumlah wilayah di Bali dibangun ISSN: 2620-5173 reklamasi Teluk Benoa. Belum ada sejarah pembangunan Bandara I Gusti Ngurah Rai. yang mengatakan, sebuah pulau tenggelam Made Nariana menyebutkan bahwa kalau di dunia karena reklamasi. Negara seperti tidak demikian. Pulau Bali sudah semakin Belanda, mengecil digerus ombak yang semakin Australia. Dubai, termasuk Ibukota Jakarta Lalu mengapa sekarang orang melakukan reklamasi guna menambah objek ribut soal reklamasi Teluk Benoa, bagi wisata yang menarik (Nariana, 2015: 88-. Nariana ia melihat hanya persoalan rezeki. Nariana berpandangan bahwa isu Pertama, memandang jauh ke depan, mereka menolak Jepang. Malaysia, rencana reklamasi Teluk Benoa, dengan melakukan hal yang sama, maka perusahaan fakta reklamasi di beberapa negara bukan sebagai persoalan. Namun demikian, di Bali Singapura. Selatan rencana reklamasi banyak ditentang Kedua, ada pihak-pihak lain yang Pasubayan Desa Adat, masyarakatjustru ingin terlibat sebagai bagian terkait dalam memandang reklamasi dapat menurunkan Karena tidak terakomodasi berusaha nilai-nilai sosial-budaya, lingkungan, agama, memprovokasi orang lain supaya menolak. dan adat istiadat Bali. Ketiga, hanya ingin mengagalkan ide orang Isu rencana reklamasi Teluk Benoa lain membuat Bali lebih bersih, rapi, dan Kemudian, mencuat ke media masa WALHI Desember Hanya dengan beralasan akan merusak Bali, tidak sesuai adat budaya. ForBALI pada 26 Juni 2013. Di awali lewat I Dewa Gede Kusuma JURNAL CAKRAWARTI. Vol. 3 No. Pebruari-Juli 2020 C/HK/2012, 2138/02dan ISSN: 2620-5173 reklamasi dimaksud telah dirancang di kawasan Teluk Benoa. Situasidihadapi PT TWBI hingga pengelolaan wilayah perairan di Teluk akhir tahun 2018 belum menyelesaikan izin Benoa, lalu disusul SK bernomor 1727/01- B/HK/2013 yang terbit atas permohonan investor PT TWBI dengan isi permohonan sosial-budaya,sebab mereklamasi Teluk Benoa. Setelah itu. Teluk Benoa diterbitkan Perpres Nomor 51 Tahun 2014 tentang perubahan atas Perpres Nomor 45 Pasubayan Desa Adat. Non-Governmental Tahun 2011 tentang rencana tata ruang Organization (NGO), dan gerakan BTR tersebut didukung para musisi indie. Denpasar. Badung. Gianyar, dan Tabanan (Sarbagit. Rencana menimbun di Teluk Benoa. AMDAL. TWBI AMDAL Melalui demo BTR, masyarakat Bali melalui reklamasi baru diketahui, 26 Juni Perpres Nomor 51 Tahun 2014 tentang Pada saat itu, pesepak bola Negara Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Portugal asal dari klub Eropa raksasa Real Denpasar. Badung. Gianyar, dan Tabanan Madrid. Cristiano Ronaldo datang ke Bali (Sarbagit. demi menanam bibit mangrove bersama Dalam Perpres itu, tercantum perubahan alih Presiden keenam RI SBY. Ketika dilakukan fungsi di kawasan Teluk Benoa yang semula acara penanaman bibit mangrove dimaksud dalamPerpres Nomor 45 Tahun 2011 adalah muncullah kecurigaan dari WALHI Bali dan kawasan konservasi perairan pesisir Teluk diketahuilah informasi ternyata megaproyek Benoa menjadi zona pemanfaatan (Zona P) I Dewa Gede Kusuma . JURNAL CAKRAWARTI. Vol. 3 No. Pebruari-Juli 2020 Karena itu, perubahan alih fungsi ISSN: 2620-5173 Landasan Teori Tiga teori yang digunakan dalam kawasan lindung yang luasnya hampir 3 penelitian ini, pertama. Teori Relasi dan persen dari Pulau Bali atau sekitar 1. hektar mendapat penolakan dari masyarakat Kuasa Pengetahuan Michel Foucault, bahwa tidak ada kekuasaan yang dimiliki secara keseluruhan di tangan satu orang sehingga ia adat sekitar. dapat melakukannya sendiri terhadap orang Penolakan reklamasi bukan hanya karena ada perubahan alih fungsi kawasan, tetapi karena penyimpangan, kerusakan lain secara total. Kekuasaan bagaikan sebuah mesin di mana setiap orang bisa saja terperangkap di dalamnya. Jumlah mereka yang menjalankan kekuasaan sebanyak yang alam, serta dampak sosial. Reklamasi Teluk Benoa pemerintah terhadap masyarakat adat di Secara tidak lagi diidentifikasi sebagai hal terkait yang dimiliki atau dilakukan seseorang sebagai nasibnya sejak lahir. posisi tertentu Bali. Ketidakpatutan itu sebab pembangunan pulau-pulau reklamasi berada pada situs atau menguasai dan mengizinkan efek supremasi kekuasaan diproduksi. Kedua, lokasi yang mana disucikan umat Hindu. Teori Praktik Pierre Bourdieu, di dalam kajian budaya, konsep Secara proyek reklamasidi Teluk Benoa memang belum dilaksanakan, belum ada pengerukan Benoa, karena memang belum adanya izin pelaksanaan yang turun dari kementeriannya implisit dengan istilah bahasa, teks, atau atau penimbunan tanah di areal sekitarTeluk Pemikiran Bourdieu . memisahkan teori serta praktik. Baginya, teks harus menjadi tindakan. Bourdieu juga berupaya mengolah teks pemikirannya lebih bagi pengembang. Rencana reklamasi masih dikaji untuk pemenuhan persyaratan dan izin dari kementerian, serta kajian AMDAL. berpihak terhadap kelompok sosial yang tertindas atau terdominasi. Ketiga. Teori Semiotik dari Terry Eagleton, semiotik merupakan studi terkait I Dewa Gede Kusuma JURNAL CAKRAWARTI. Vol. 3 No. Pebruari-Juli 2020 ISSN: 2620-5173 AusainsAy tentang tanda-tanda danpenandaan reklamasi Pulau Serangan. Ketiga, musik . yang dikembangkan dari karya indie relevan memberimasukan sekaligus dan pemikiran Saussure. Semiotik dipahami media kritik secara tidak langsung terhadap Saran Hasil penelitian dilakukan terdapat perbedaan yang terstruktur di dalam bahasa. tiga saran. pertama, musik indie sebagai alat Pada teori semiotik, sistem penandaan propaganda gerakan BTR. Musik indie seperti bahasa dipahami sebagai Aupengaturan mampu melecut sekaligus tidak membuat dan penataanAy tanda-tanda yang membentuk gerakan massa menjadi terkesan menoton. makna dari dalam diri sendiri melalui Kedua, gerakan BTR secara tegas menolak rencana reklamasi Teluk Benoa. Pemerintah terkait dapat duduk bersama mengambil IV. Simpulan solusi ke depan,baik nasib dan kealamiahan Penelitian ini menyimpulkan tiga di Teluk Benoa. Ketiga, masyarakat Bali buah hal. pertama,musisi musik indie dapat Selatan diharapkan tidak merasa asing di merangkul serta mampu untuk mengedukasi wilayahnya sendiri, tidak hanya berdiam penggemar ke dalam gerakan perlawanan diri, namun juga berani melawan hegemoni BTR. Kedua, gerakan BTR mencegah dari kapitalis yang bertujuan meminimalisir generasi ke depan terkena dampak dari potensi alam dan adat istiadat budaya Bali. kerusakanlingkungan alam seperti kasus VI. Daftar Pustaka