Education Achievment: Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Journal Homepage: http://pusdikra-publishing. com/index. php/jsr Komunikasi dalam Organisasi Pendidikan Aflah Husnaini Matondang1. Fadhilah Hilmy Nasution2. Fadillah Annisak3. Khoiriah Marta Parapat4. Putri Puspitasari5 1,2,3,4,5 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan. Indonesia Corresponding Author: aflah6453@gmail. ABSTRACT Key Word Communication is a crucial aspect of organizational success, including in the educational sector. As the primary means of social interaction, communication facilitates coordination, information management, and the achievement of organizational goals. In educational organizations, communication serves several key functions: informative, regulatory, persuasive, and integrative. These functions enable management and employees to adapt, share information, and perform tasks effectively. This study employs a qualitative approach using a literature review method to explore and analyze the functions of communication in educational organizations. Organizational communication can be categorized into vertical, horizontal, and diagonal communication, each playing a specific role in sustaining organizational activities. the context of education, communication is vital for cultural transmission, adaptation, and institutional management. Without effective communication, educational organizations cannot achieve their objectives. Communication. Organization. Education. How to cite https://pusdikra-publishing. com/index. php/jsr ARTICLE INFO Article history: Received 10 November 2024 Revised 21 December 2024 Accepted 01 January 2025 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License PENDAHULUAN Kemampuan organisasi dan komunikasi tidak hanya diperlukan dalam mengurusi lembaga pendidikan saja, akan tetapi dalam setiap aspek kehidupan. Sesungguhnya setiap hari, individu selalu memakai komunikasi dan organisasi dalam berbagai aktivitasnya. Sekali lagi, keberhasilan dalam melakukan aktivitas sehari-hari juga sangat dipengaruhi oleh kemapuan komunikasi dan organisasi. Organisasi dan komunikasi merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Dimanaantara satu dengan yang lainnya saling berkaitan. Organisasi merupakan seni mengatur sesuatu,sedangkan komunikasi merupakan sarana untuk menyapaikan makmsud dari organisasi tadi. Agaknya kemampuan kepala sekolah/madrasah perlu memperhatikan dua aspek ini sehinggasebagai pimpinan, para manajer . epala madrasa. mampu mengantarkan lembaga pendidikanIslam menjadi lembaga pendidikan yang unggul. Jikahari ini, lembaga pendidikan Islam Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Page 159-164 agaktertinggal dari lembaga pendidikan lainnya, penulisberani tidak hanya berspekulasiakan tetapisampai padatataramn mkesimpulan bahwa penyebab utama dari ketertinggalan tersebut adalahketidakmampuan mengorganisasi dan melakukan komunikasi yang efektif (Furqon, 2. Kemampuan organisasi mencapai tujuan mereka dapat dipengaruhi oleh seberapa Hal ini tentang bagaimana orang-orang di dalam organisasi bergerak menujupencapaian tujuan organisasi. Organisasi yang terdiri dari individu dengan berbagai latarbelakang, kepribadian, dan potensi memerlukan komunikasi untuk mencegah kesalahpahamanyang bisa menyebabkan konflik. Interaksi antar individu dalam kelompok organisasi biasanyamenimbulkan harapan-harapan. Harapan yang muncul akan menciptakan peranan yang harusdipenuhi oleh setiap individu untuk mencapai visi, misi, dan tujuan organisasi. Organisasidibentuk sebagai tempat berkumpulnya beberapa orang yang melakukan berbagai aktivitassecara teratur untuk mencapai tujuan bersama yang telah disepakati (Furqon, 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Studi pustaka merupakan teknik pengumpulan data yang berasal dari berbagai sumber, baik yang bersifat tertulis maupun non-tertulis. Contoh sumber data meliputi jurnal dan buku, baik yang tersedia secara online maupun offline, yang dinilai relevan serta sesuai dengan topik yang sedang dibahas oleh peneliti. Setelah data terkumpul, peneliti menganalisisnya secara mendalam untuk memahami topik yang dibahas. Dalam penelitian ini, fokus pembahasan adalah tentang kepemimpinan dalam organisasi pendidikan. Topik yang diangkat meliputi definisi gaya kepemimpinan, karakteristik gaya kepemimpinan, berbagai jenis gaya kepemimpinan, faktor-faktor yang memengaruhi gaya kepemimpinan, dan proses pengambilan keputusan dalam HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian Komunikasi Organisasi Pendidikan Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak dapat terlepas dari proses komunikasi, karena interaksi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari berbagai aspek kehidupan. Oleh karena itu, memahami gaya komunikasi yang efektif dan menyenangkan menjadi sangat penting, terutama dalam konteks pengelolaan Keberhasilan sebuah lembaga pendidikan sering kali memiliki kaitan erat dengan kecakapan pemimpin dalam menggunakan gaya komunikasi yang tepat serta kemampuannya dalam mengelola bawahan. Keterkaitan yang erat antara organisasi dan komunikasi dapat dipahami baik dari sudut pandang operasional maupun konseptual. Secara operasional, hal ini mencakup Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Page 159-164 prinsip-prinsip kerja organisasi, seperti pencapaian tujuan organisasi, peran manajemen dalam memengaruhi perilaku karyawan melalui koordinasi, pengintegrasian, dan pengarahan aktivitas internal organisasi, serta penyesuaian aktivitas eksternal agar selaras dengan perubahan lingkungan demi mencapai efektivitas dan efisiensi tujuan organisasi (Napitupulu, 2. Komunikasi berasal dari kata Latin communicatio, yang memiliki arti pemberitahuan atau pertukaran informasi. Sarah Trenholm dan Arthur Jensen mendefinisikan komunikasi sebagai berikut: AuA process by which a source transmits a message to a receiver through some channel. Ay Definisi ini berarti bahwa komunikasi merupakan proses di mana sebuah sumber menyampaikan pesan kepada penerima melalui berbagai saluran. Sementara itu, organisasi dapat diartikan sebagai sebuah sistem kerja sama yang melibatkan sejumlah orang untuk mencapai tujuan yang telah disepakati bersama. Organisasi juga didefinisikan sebagai sistem kegiatan atau kekuatan yang melibatkan dua orang atau lebih dan dikoordinasikan secara sadar. Istilah "organisasi" juga mengacu pada pembentukan sebuah keseluruhan yang terdiri dari bagian-bagian yang saling bergantung dan terkoordinasi (Juni Iswanto. Nuril Lailiyah. , 2. Organisasi, yang pada dasarnya adalah sistem kerja sama untuk mencapai tujuan bersama, diwujudkan dan berfungsi melalui proses komunikasi. Istilah "komunikasi organisasi" digunakan untuk menggambarkan cakupan, prinsip kerja, dan karakteristik komunikasi dalam konteks organisasi. Oleh karena itu, untuk memahami organisasi secara konseptual maupun praktis, diperlukan pemahaman mendalam tentang Setiap organisasi membutuhkan koordinasi agar setiap bagiannya dapat berfungsi sebagaimana mestinya tanpa mengganggu bagian lainnya. Tanpa koordinasi, organisasi akan sulit berjalan dengan efektif. Untuk memastikan koordinasi berjalan lancar, diperlukan alat atau media tertentu, dan komunikasi menjadi sarana utama dalam proses tersebut. Tanpa komunikasi, sebuah organisasi tidak akan dapat bertahan atau berfungsi (Armin Naway, 2. Fungsi Komunikasi Organisasi dalam Pendidikan Dalam dunia pendidikan, komunikasi memiliki beragam fungsi penting. Sebagai cabang ilmu, komunikasi memainkan peran krusial dalam setiap aktivitas pendidikan. Beberapa perannya meliputi: Fungsi Informatif Organisasi dapat dilihat sebagai sistem pengelolaan informasi. Seluruh anggota organisasi mengharapkan informasi yang lebih lengkap, akurat, dan tepat Informasi ini membantu anggota organisasi menjalankan tugasnya dengan lebih pasti. Bagi manajemen, informasi diperlukan untuk merumuskan kebijakan dan menyelesaikan konflik yang muncul dalam organisasi. Sementara itu, karyawan memerlukan informasi untuk melaksanakan pekerjaannya. Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Page 159-164 termasuk informasi tentang keamanan kerja, jaminan sosial, kesehatan, izin cuti, dan lain sebagainya. Fungsi Regulatif Fungsi ini berkaitan dengan penerapan peraturan dalam organisasi. Dua faktor yang memengaruhi fungsi regulatif adalah: pertama, peran manajemen yang memiliki wewenang untuk mengontrol dan menyampaikan informasi, serta memberikan perintah atau instruksi yang harus dilaksanakan dengan benar. Kedua, pesan regulatif yang fokus pada pelaksanaan pekerjaan. Karyawan membutuhkan kejelasan mengenai aturan pekerjaan yang diperbolehkan dan yang tidak. Fungsi Persuasif Dalam mengelola organisasi, kekuasaan dan wewenang tidak selalu menjamin hasil yang optimal. Pekerjaan yang dilakukan secara sukarela oleh karyawan cenderung menghasilkan tingkat kepedulian yang lebih tinggi dibandingkan jika pimpinan terlalu sering menunjukkan kekuasaan atau wewenangnya. Fungsi Integratif Setiap organisasi berupaya menyediakan jalur komunikasi yang memudahkan karyawan untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka dengan baik (Muhammad, 2. Komunikasi dalam organisasi pada dasarnya dibagi menjadi tiga jenis: Komunikasi Vertikal Komunikasi vertikal adalah komunikasi yang berlangsung antara atasan dan bawahan, baik dari atas ke bawah maupun sebaliknya. Fungsi komunikasi ke bawah: Menyampaikan kebijakan, prosedur kerja, peraturan, dan instruksi. Memberikan pengarahan, evaluasi, doktrinasi, atau teguran terkait pelaksanaan kerja bawahan. Memberikan informasi mengenai tujuan organisasi, kebijakan organisasi, serta insentif. Pimpinan perlu menjalin komunikasi yang baik dengan bawahannya dan memahami cara mengambil kebijakan yang sesuai. Keberhasilan organisasi bergantung pada perencanaan yang matang dan kemampuan kepemimpinan seorang pemimpin, yang merupakan kunci utama kemajuan organisasi. Fungsi komunikasi ke atas: Menyampaikan laporan kerja, saran, usulan, opini, permohonan bantuan, atau keluhan. Mengumpulkan informasi dari bawahan mengenai kegiatan dan pelaksanaan pekerjaan di tingkat yang lebih rendah. Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Page 159-164 Komunikasi Horizontal Komunikasi horizontal terjadi antara individu-individu yang setara dalam organisasi, seperti sesama karyawan. Jenis komunikasi ini sering berlangsung secara informal. Fungsi komunikasi horizontal itu biasanya dilakukan melalui pertemuan langsung, media elektronik seperti telepon, atau pesan tertulis. Komunikasi Diagonal Komunikasi diagonal, atau dikenal juga sebagai komunikasi silang, terjadi antara individu yang berada pada level berbeda tetapi tidak memiliki hubungan langsung dalam struktur organisasi. Fungsi komunikasi diagonal itu digunakan untuk berkomunikasi antara dua pihak dengan posisi berbeda dalam organisasi yang tidak saling memiliki wewenang langsung (Deddy, 2. Pentingnya Komunikasi dalam Proses Pendidikan Komunikasi adalah kebutuhan mendasar bagi setiap individu dan menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia untuk bertahan serta meningkatkan kualitas hidup, termasuk dalam dunia pendidikan. Menurut pakar komunikasi Harold D. Lasswell, terdapat tiga alasan utama mengapa manusia membutuhkan komunikasi dalam Keinginan untuk mengontrol lingkungan Melalui komunikasi, manusia dapat mempelajari, memanfaatkan, dan menjaga segala hal di sekitarnya, sekaligus menghindari berbagai ancaman yang dapat membahayakan kehidupannya. Kemampuan Beradaptasi dengan Lingkungan Kelangsungan hidup manusia di bumi sangat bergantung pada kemampuannya untuk bertahan dan beradaptasi dengan lingkungan. Adaptasi ini mencakup aspek fisik seperti cuaca, iklim, topografi, serta bencana alam, maupun adaptasi dalam menghadapi persaingan dengan sesama manusia. Pewarisan Budaya dan Sosialisasi Kelangsungan suatu masyarakat dari satu generasi ke generasi berikutnya bergantung pada proses pewarisan dan pertukaran pengetahuan, budaya, nilainilai, norma, perilaku, dan peran melalui berbagai saluran, baik formal, informal, maupun nonformal. Dalam pendidikan, pewarisan budaya . ultural transmissio. di sekolah akan sulit dilakukan tanpa adanya komunikasi antar pihak yang terlibat. Sebagai alat interaksi sosial yang penting dalam menjaga keseimbangan, komunikasi juga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari proses pendidikan dan organisasi di dalamnya (Nofrion, 2. Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Page 159-164 KESIMPULAN Komunikasi merupakan elemen yang sangat penting dalam organisasi, termasuk dalam konteks pendidikan. Sebagai alat utama dalam interaksi sosial, komunikasi mendukung tercapainya tujuan organisasi melalui koordinasi, pengelolaan informasi, dan pembentukan hubungan yang efektif antar anggota organisasi. Terdapat beberapa fungsi komunikasi dalam organisasi Pendidikan yaitu. Fungsi informatif memberikan informasi yang jelas dan akurat untuk mendukung tugas anggota organisasi. Fungsi regulative mengatur jalannya organisasi melalui penerapan kebijakan, aturan, dan Fungsi persuasive meningkatkan keterlibatan anggota organisasi melalui pendekatan sukarela, bukan hanya kekuasaan. Fungsi integrative menyediakan saluran komunikasi yang mempermudah karyawan dalam menjalankan tugas mereka. Komunikasi dalam organisasi terbagi menjadi tiga bentuk utama yaitu. Vertikal atau komunikasi antara atasan dan bawahan, baik dari atas ke bawah maupun Horizontal atau komunikasi antar individu setara, sering terjadi secara Diagonal atau komunikasi antara pihak dari level yang berbeda tanpa hubungan struktural langsung. Dalam konteks pendidikan, komunikasi menjadi krusial untuk mendukung pengelolaan, adaptasi, dan pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi berikutnya. Tanpa komunikasi yang efektif, organisasi pendidikan akan sulit mencapai tujuan yang telah ditetapkan. DAFTAR PUSTAKA