Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 DOI: 10. 33477 http://dx. org/alt. E-ISSN: 2614-3860 Strengthening Social. Moral, and Religious Character Values in Congregational Prayer Activities at Muhammadiyah Elementary School. Bantul City Maya Kartika SariA. BudiyonoA A2Universitas PGRI Madiun. Indonesia Article History: Received: 20/3/2025 Revised: 19/4/2025 Accepted: 21/5/2025 Published: 10/7/2025 Abstract: This study aims to analyze the social, moral and religious character values in the implementation of congregational prayers at SD Muhammadiyah Bantul Kota. The type of research is descriptive qualitative research. This research was conducted in January - February The subjects of the study were 6 teachers, 20 students, and 5 Keywords: social values, morals. Data collection techniques in this study were observation, religious character, semi-structured interviews, and documentation. Data analysis techniques congregational prayer in the study refer to Miles Huberman's theory, namely data reduction, data display and data conclusion. The results of the study show that congregational prayers at SD Muhammadiyah Bantul Kota have been Kata Kunci: nilai sosial, moral, implemented well and run optimally. The implementation of karakter Religius, sholat congregational prayers at SD Muhammadiyah Bantul Kota can strengthen social, moral and character values in students, namely the values of social concern and social solidarity between students. values of tolerance and cooperation between students. values of Correspondence Address: discipline, fostering deep obedience and compliance when performing mayakartika@unipma. congregational prayers. Cultivating religious values, namely as a center for social preaching and increasing faith and devotion to God Almighty and instilling the values of akhlakul kharimah in students. The implementation of congregational prayers at Muhammadiyah Elementary School Bantul City must be maintained and implemented optimally in order to continue to improve the quality of students who are intelligent, religious, and have noble character. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai sosial, moral dan karakter Religius pada pelaksanaan sholat berjamaah di Sekolah Dasar Muhammadiyah Bantul Kota. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang menggunakan metode penelitian lapangan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari - Februari 2025. Subjek penelitian yakni guru sejumlah 6 orang, siswa sejumlah 20, dan wali murid sejumlah 5 orang. Dalam pengumpulan data pada penelitian ini yakni observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian mengacu pada teori Miles Huberman yaitu data reduction, data display dan data conclusion. Hasil penelitian menunjukan bahwa sholat bersama di Sekolah Dasar Muhammadiyah Bantul Kota telah terimplementasi dengan baik dan berjalan dengan optimal. Implementasu sholat berjamaah di Sekolah Dasar Muhammadiyah Bantul Kota dapat menguatkan nilai sosial, moral dan karakter pada siswa yakni nilai kepedulisan sosial dan solidaritas sosial antar siswa. menumbuhkan nilai toleransi dan kerjasama antar siswa. nilai kedisiplinan, menumbuhkan ketaatan dan kepatuhan yang mendalam ketika melaksanakan sholat berjamaah. meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menanamkan nilai akhlakul kharimah pada diri siswa. Menumbuhkan nilai religius yakni sebagai pusat dakwah sosial. Pelaksanaan sholat berjamaah di Sekolah Dasar Muhammadiyah Bantul Kota harus tetap dipertahankan dan dilaksanakan dengan Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 DOI: 10. 33477 http://dx. org/alt. E-ISSN: 2614-3860 optimal agar dapat terus meningkatkan kualitas siswa yang cerdas, agamis, dan berbudi pekerti PENDAHULUAN Kemajuan teknologi informasi di era society 5. 0 membawa perubahan yang cukup signifikan terhadap kehidupan sosial masyarakat. Kemajuan teknologi dan informasi membawa transformasi perubahan sosial dari pola tradisional menjadi modern. Modernisasi dapat meningkatkan kemajuan, keunggulan, dan kualitas suatu masyarakat. Modernisasi membawa perubahan tatanan sosial, budaya, dan struktur masyarakat menjadi lebih inovatif dan kreatif yang berakibat sosialisasi antar masyarakat menjadi lebih baik sehingga dapat meningkatkan penghidupan masyarakat (Hatuwe, 2. Modernisasi membawa dampak baik dan buruk bagi kualitas sumber daya manusia terutama generasi muda. Dampak positif yang dapat dimanfaatkan oleh generasi muda yakni semakin mudahnya akses informasi dan pengetahuan, semakin memudahkan generasi muda untuk menambah relasi dan koneksi, dan memudahkan akses semua orang untuk mendapatkan informasi melalui platfom Modernisasi mempengaruhi kualitas pembelajaran di sekolah, yakni memudahkan guru dalam memberikan pengajaran melalui bantuan media pembelajaran online dan interaktif, menjadikan siswa mudah dalam mengakses pengetahuan melalui platfom yang disediakan oleh internet, dan memudahkan orangtua dan sekolah dalam mengontrol serta mengevaluasi pembelajaran (Wulandari, 2. Selain dampak positif yang ditimbulkan, modernisasi membawa pengaruh negatif bagi pengguna terutama generasi muda yang masih labil dan mudah terpengaruh. Dampak negatif yang ditimbulkan dengan adanya modernisasi dan kemajuan teknologi yang pesat yakni degradasi moral dan Dari sudut pandang agama. Degradasi moral terjadi sebagai indikasi bahwa makin jauhnya manusia dari nilai-nilai syariat Islam. Manusia yang rusak moralnya adalah manusia yang jauh dari pengamalan syariat Islam. Makin jauh seseorang dari pengamalan syariat Islam maka makin rusak moralnya, sebaliknya makin dekat manusia dengan pengamalan syariat Islam maka makin dekat baik akhlaknya (Zikry Septoyodi. Vita Lastrian Candrawati, 2. Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 DOI: 10. 33477 http://dx. org/alt. E-ISSN: 2614-3860 Modernisasi dapat menimbulkan degradasi moral dan agama karena anak dapat secara leluasa mengakses internet tanpa filter, sehingga konten-konten negatif dapat dengan mudah diakses oleh anak. Hal ini menyebabkan pengikisan moral dan akhlak anak. Internet dapat menyebabkan siswa kecanduan, baik itu bermain game online yang banyak berkonten kriminal, media sosial, chatting dengan teman yang tidak dikenal, dan mengakses situs-situs negatif, sehingga dapat menimbulkan sikap dan perilaku siswa menjadi negatif (Fadhila, 2. Selain itu kecanggihan teknologi di sera modernisasi menjadikan anak memiliki dunianya sendiri, egoisme, dan individualisme sehingga mengikis rasa kepedulian sosial, menimbulkan budaya konsumtif dan menggeser nilai sosial, moral, religius dan mengarah pada pola hedonisme yang negatif. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu adanya pondasi agama yang kuat untuk memfilter dan menangkal pengaruh buruk adanya modernisasi kemajuan Pendidikan agama dapat meningkatkan iman siswa dan membuat mereka menjadi orang yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, beretika, berbudi pekerti luhur, dan bermoral sesuai dengan ajaran agama. (Febria Saputra, 2. Pendidikan agama dapat diperkuat dengan kegiatan keagamaan yang diadakan di lingkungan sekolah, salah satunya sekolah Sekolah Muhammadiyah, yang memberikan pendidikan berdasarkan nilai-nilai Islam, memiliki tanggung jawab besar untuk membangun karakter dan moral siswa. Kegiatan keagamaan yang rutin dilakukan di sekolah ini tidak hanya sekedar menjalankan ibadah, namun juga menjadi sarana efektif dalam menanamkan nilai-nilai sosial dan moral yang luhur. Muhamadiyah Bantul Kota Muhammadiyah yang melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan yang mendukung perubahan sikap, perilaku dan moral para siswa. Berdasarkan hasil obeservasi dan wawancara dengan guru Gl pada tanggal 10 Januari 2025 yang menyatakan bahwa Kegiatan keagamaan yang dilakukan di SD Muhamadiyah Bantul Kota mulai dari pagi hari ketika bel masuk, yakni kegiatan murojaah juzAoama, membaca dan menghafalkan surat-surat pendek, hafalan doa-doa dan Setelah itu literasi buku cerita keagamaan. Pukul 09. 00, persiapan dan Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 DOI: 10. 33477 http://dx. org/alt. E-ISSN: 2614-3860 sholat dhuha berjamaah. Pukul 11. 20 persiapan sholat dhuhur berjamaah dilanjutkan dengan mengaji surat-surat pendek dalam juzAoama. Setiap hari jumat. SD Muhamadiyah Bantul Kota mengadakan infaq kelas dan sholat jumat berjamaah di masjid sekolah. Selain itu kegiatan keagamaan yang yang lain diadakan kajian islami dengan mengundang narasumber yang kompeten menceritakan amal sholeh dan akhlak mulia. Kegiatan lainnya yakni Cerita teladan tentang para nabi dan rosul yang dapat menginspirasi dan memotiavsi siswa untuk meneladani sifat-sifat terpuji. Kegiatan sholat berjamaah dapat membentuk kemampuan sosial dna toleransi. Kemampuan sosial keagamaan menjadi faktor penting dalam pengembangan sosial, moral dan karakter pada diri siswa, karena pengembangan sosial keagamaan menjadikan siswa menjadi lebih percaya diri, sabar, mampu mengontrol emosi, dapat berinteraksi dan bersosialisasi dengan baik dengan lingkungan, serta dapat membentuk karakter disiplin dan tanggungjawab dalam diri siswa (Sukamto, 2. Pelaksanaan sholat berjamaah SD Muhamadiyah Bantul Kota telah menjadi program utama yang digalakkan oleh sekolah, dan menjadi pondasi yang kuat bagi siswa untuk melaksanakan kewajiban utamanya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sekolah mendukung penuh program sholat berjamaah di sekolah, dan guru mendukung dan mencontohkan dalam melakukan sholat berjamaah di masjid dan waktu dhuha, dhuhur, dan jumat bersama. Program kegiatan sholat berjamaah ini diharapkan dapat terinternalisasi dalam diri siswa sehingga terbentuklah karakter relgius, karakter sosial, moral dan akhlakul kharimah pada siswa. Kegiatan dilaksanakan di SD Muhamadiyah Bantul Kota relevan dengan terdahulu dari Arif Budiman dan kawan-kawan yang menyatakan bahwa Saat anak-anak terlibat dalam kegiatan sehari-hari di lingkungan masyarakat mereka, pendidikan keagamaan membantu mereka mengembangkan prinsip sosial, moral, dan etika. Nilai sosial, moral dan Etika yang terlihat yakni siswa dapat berdisiplin dalam melaksanakan tgas dan kewajibannya, siswa senantiasa mentaati aturan yang diberlakukan, siswa taat ketika dipanggil oleh guru atau orangtua untuk melaksanakan perintah yang ditugaskan kepadanya, siswa selalu menghargai dan Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 DOI: 10. 33477 http://dx. org/alt. E-ISSN: 2614-3860 memelihara hak orang lain, siswa senantiasa menjaga kebersihan dan keamanan, serta siswa melaksanakan amar maAoruf nahi munkar (Arip Budiman. Mariyah QurrotuAoainii. Maya kharisma, 2. Berdasarkan hal tersebut, maka peneliti ingin menganalisis bagaimana kegiatan sholat berjamaah dapat berkonstribusi positif terhadap nilai sosial, moral dan karakter keagamaan siswa di SD Muhamadiyah Bantul Kota. METODE Dengan menggunakan pendekatan penelitian deskriptif dan kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman tentang penguatan nilai sosial, moral, dan karakter agama pada kegiatan sholat bersama di SD Muhammadiyah Bantul Kota. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari Februari 2025. Lokasi penelitian ini adalah SD Muhammadiyah Bantul Kota. Subjek penelitian yakni guru sejumlah 6 orang, siswa sejumlah 20, dan wali murid sejumlah 5 orang. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yakni observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Validasi dalam penelitian ini yakni menggunakan triangulasi teknik dan member check terhadap hasil wawancara dan Teknik analisis data dalam penelitian mengacu pada teori Miles Huberman yaitu data reduction, data display dan data conclusion. HASIL DAN PEMBAHASAN Salah satu cara untuk beribadah kepada Allah SWT adalah dengan melakukan shalat, mengingat-Nya, mengagungkan-Nya, dan memperkuat hubungan batin kita dengan-Nya(Syamsul Muqorrobin. Rivaldo Kurniawan Iryanto, 2. Sholat bukan hanya rutinitas sebagai seorang muslim namun bagaimana seorang muslim tersebut mampu melaksanakan sholat dengan baik, konsisten dan penuh dengan hikmat. Sholat yang dilakukan harus memahami makna sholat dan makna dari ayat-ayat yang dibaca, namun menjadi ibadah yang dan meningkatkan kesadaran tentang Allah SWT (Mahmudiyah, 2. Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 DOI: 10. 33477 http://dx. org/alt. E-ISSN: 2614-3860 Hasil observasi di SD Muhammadiyah Bantul Kota menunjukkan bahwa siswa dan guru sholat berjamaah di masjid sekolah, dan beberapa siswa sholat bersama di kelas masing-masing. Sholat dhuha, dhuhur, dan Jumat adalah contoh dari sholat berjamaah ini. Berdasarkan informasi dari Pr yang menyatakan bahwa: AuSetiap hari, siswa melakukan sholat dhuha bersama di kelas dan ada beberapa siswa yang dimasjid, pelaksanaan sholat dhuha pukul 08. 00 Sholat dhuha sangat penting untuk pengembangan karakter sosial, moral dan religius siswa, terutama Selain itu siswa juga melaksanakan sholat dhuhur berjamaah di masjid sebelum istirahat ke dua (HW. Pr. Ay. Menurut sumber lain Ri, kebiasaan sholat bersama di SD Muhammadiyah Bantul Kota sudah lama dilakukan. Kebiasaan ini memiliki dampak positif bagi siswa, terutama dalam meningkatkan akhlakul kharimah dan kepedulian sosial mereka, serta meningkatkan kesadaran akan tanggung jawab dan tanggung jawab mereka(HW. Ri. Hasil wawancara tersebut diperkuat dengan hasil observasi yang dilaksanakan oleh peneliti, bahwa setiap hari-siswa-siswa melakukan sholat dhuha bersama, ada yang di masjid dan ada yang di kelas. Anak-anak tidak perlu diminta untuk melakukan sholat dhuha, tetapi mereka secara otomatis bertanggung jawab untuk melakukannya bersama ketika waktunya tiba. Begitu juga dengan pelaksanaan sholat dhuhur berjamaah, sebelum azan, anak-anak telah antri untuk melaksanakan sholat dhuhur berjamaah di masjid. (HO. CL. Sholat Berjamaah dapat menumbuhkan karakter religius pada siswa, hal ini dikarenakan pelaksanaan sholat berjamaah secara kontinue dapat membentuk pembiasaan pada diri siswa. Karakter religius terlihat dari perilaku yang memahami kewajibannya terhadap agamanya, memiliki keyaknian dan kataatan kepada ajaran agama yang termanifestasi dalam pikiran, perbuatan dan perkataan keseharian siswa dilingkungan sekolah maupun dilingkungan rumah, bukan hanya sekedar ritual untuk melaksanakan kewajiban sholat atau ibadah lainnya, namun lebih kepada penghayatan nilai-nilai agama yang konsisten dan mendalam. Karakter religius (Kusuma, 2. merupakan pengamalan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan yang melekat pada diri seseorang yang akan membimbing Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 DOI: 10. 33477 http://dx. org/alt. E-ISSN: 2614-3860 seseorang kejalan agamanya menjadi lebih baik. Hal ini sejalan dengan pelaksanaan sholat berjamaah di Sekolah Dasar Muhammadiyah Bantul Kota. Kegiatan sholat bersama yang dilakukan di lingkungan sekolah sangat baik untuk penguatan nilai moral, nilai sosial, dan karakter religius siswa. Kegiatan sholat dhuha yang dilaksanakan ketika pembelajaran akan dimulai yang dilanjutkan dengan murojaah Al-quran dapat membentuk nilai moral pada anak yakni siswa didik untuk menghargai temannya saat melaksanakan kewajibannya, membantu teman nya, dispilin dalam melaksanakan sholat, dan bertanggungjawab terhadap pelaksanaan sholat berjamaah. Ketika sholat dhuhur, anak-anak bersegera kemasjid untuk melaksanakan sholat berjamaah, pembiasaan ini telah membentuk karakter religius pada siswa. Nilai sosial, moral, dan sifat agama siswa dapat diperkuat melalui sholat bersama yang dilakukan siswa di Sekolah Dasar Muhammadiyah Bantul Kota, antara lain: Menumbuhkan nilai kepedulisan sosial dan solidaritas sosial antar siswa, hal ini dikarenakan ketika pelaksanaan sholat berjamaah, setiap siswa harus memiliki rasa kepedulian sosial yakni siswa saling peduli satu sama lainnya dan berupaya membantu temannya yang kesulitan dalam proses pelaksanaan sholat berjamaah. Nilai kepedulian sosial sangat bagus diajarkan kepada anak sejak dini agar memiliki kepekaan yang tinggi dan rasa simpati terhadap orang lain (Mochamad Azis Kurniawan. Soegeng, 2. pelaksanaan sholat berjamaah, setiap siswa harus memiliki rasa kepedulian sosial yakni siswa saling peduli satu sama lainnya dan berupaya membantu temannya yang kesulitan dalam proses pelaksanaan sholat berjamaah, siswa akan saling menghargai perbedaan dan memperkuat kebersamaan, disiplin dalam melaksanakan sholat berjamaah dengan tepat waktu, siswa belajar menjadi pemimpin . dan pengikut . , melatih ketertiban siswa dalam pelaksanaan sholat berjamaah, bersabar dalam menunggu teman ketika akan melaksanakan sholat berjamaah, dan menciptakan lingkungan sosial yang agamis, saling menghargai, penuh keiklasan, kesabaran, dan cinta damai. Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 DOI: 10. 33477 http://dx. org/alt. E-ISSN: 2614-3860 Menumbuhkan nilai toleransi, dan kerjasama antar siswa, dalam hal ini siswa didik untuk saling menghargai dan sabar dalam menunggu temannya ketika akan melaksanakan sholat berjamaah. Dalam shalat berjamaah, nilai-nilai moral seperti rasa saling menghargai dan keinginan untuk membantu dan membantu orang lain adalah aktual. (Fahrurrazi, 2. Menumbuhkan nilai kedisiplinan, dengan melaksanakan sholat berjamaah siswa diajarkan untuk berdisplin waktu dan bertanggungjawab terhadap Perilaku yang mengikuti peraturan dan sanksi yang berlaku dikenal sebagai disiplin(Rusni, 2. Shalat dapat membentuk nilai kedisiplinan karena dalam mengerjakan sholat setiap orang tebiasa mengerjakannya sehari 5 waktu sehingga individu secara tidak langsung akan menjadi disiplin serta teratur dalam mengerjakannya. Menumbuhkan nilai moral dengan ketaatan dan kepatuhan yang Mendalam ketika melaksanakan sholat berjamaah, setiap siswa yag melaksanakan sholat berjamaah mengikuti aturan dan pedoman sholat yang benar dan menahan diri untuk tidak melakukan gerakan-gerakan yang mengganggu ketika sholat. Hal ini melatih moral siswa untuk selalu patuh pada nilai dan norma yang berlaku, mengagungkan Allah SWT, dan mengendalikan diri. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan pada Tuhan Yang Maha Esa. Pelaksanaan sholat berjamaah dapat meningkatkan kedekatan siswa dengan Tuhan Yang Maha Esa, dengan melaksanakan sholat tepat waktu, melaksanakan sholat dengan khusuk dan tertib. Sholat berjamaah yang dilaksanakan di SD Muhammadiyah Bantul Kota dilaksanakn secara teratur dan tepat waktu, sebelum azan berkumandang siswa segera menuju masjid untuk mengambil wudhu dan bersiap di barisan shaf untuk melaksanakan sholat berjamaah ((HW. Fz. Karakter Religius akan meningkatkan keimanan sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain (Bastiana. Salmah Islamiati. Muhammad Zaki Izzulhaq. Nurul Indri Wahdaniyah. Titin Wulandari. Chusnul Muhammad, 2. Pelaksanaan sholat bersama yang dilakukan dengan Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 DOI: 10. 33477 http://dx. org/alt. E-ISSN: 2614-3860 ikhlas dan tepat waktu akan memberikan kebarokahan dan ketaatan pada Tuhan Yang Maha Esa secara optimal, meningkatkan nilai ibadah dan nilai ruhul Jihad yakni memaksimalkan diri untuk melaksanakan perintah Allah SWT serta menjaga kebaikan diri sendiri dan kebaikan orang lain (Febria Saputra, 2. Menumbuhkan nilai religius yakni sebagai pusat dakwah sosial Sholat berjamaah yang dilaksanakan di sekolah bukan hanya melaksanakan sholat saja namun terdapat kajian-kajian ilmu yang dapat memperdalam pengetahuan, wawasan, dan kepekaan sosial siswa di masyarakat. Badrah menyatakan bahwa Nabi Saw. memanfaatkan shalat berjamaah sebagai sarana untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan masyarakat Islam, sehingga Masjid Nabawi di masa itu berfungsi sebagai pusat dakwah, ekonomi, politik, sosial, dan Pendidikan (Badrah Uyuni, 2. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru Dn yang menyatakan bahwa sholat dhuhur dan sholat dhuha berjamaah yang dilakukan disekolah diwajibkan untuk semua siswa, setelah sholat berjamaah siswa mendengarkan tausyiyah atau kajian yang dilakukan oleh guru agama, tujuannya gara memperkuat ketaatan dan keteguhan iman siswaAy (HW. Dn. Melakukan sholat dhuha dan sholat dhuhur berjamaah bermanfaat untuk menyejukkan hati, dan mencerahkan hati ataupun jiwa setiap muslim yang melaksanakannya (Amran, 2. Sehingga pelaksanaan sholat berjamaah baik sholat shuhur, sholat dhuha dan sholat jumat, perlu ditingkatan agar dapat membentuk akhlakul kharimah pada diri siswa (Hayati, 2. Pembiasaan sholat berjamaah sering dipandang sebagai serangkaian gerakan dan bacaan doa yang bersifat pribadi antara seorang hamba dengan Tuhannya saja, namun sebenarnya sholat berjamaah merupakan kegiatan kelompok yang sarat akan nilai-nilai positifHal ini dikarenakan dalam sholat berjamaah terdapat interaksi social dengan teman sebayanya, disiplin kolektif dalam pelaksanaan sholat berjamaah, dan pembentukan karakter sosial yang Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 DOI: 10. 33477 http://dx. org/alt. E-ISSN: 2614-3860 diperkuat oleh kehadiran orang lain ketika melaksanakan sholat berjamaah. Teori pendidikan Nilai yang mendasari dalam sholat berjamaah yakni: Teori pembiasaan atau Teori Behaviorisme, dalam sholat berjamaah yang dilaksanakan di SD Muhammadiyah Bantul Kota menekankan kedisplinan waktu dalam beribadah, artinya siswa harus segera melaksanakan sholat berjamaah ketika azan dan iqomah telah berkumandang. Selain itu ketika melaksanakan sholat, keteraturan gerakan sholat yang sama, konsisten dan bersama-sama, akan membiasakan anak terhadap pola konsistensi dalam Teori Kognitif Sosial atau Keteladanan, yakni pelaksanaan sholat berjamaah yang dilakukan di SD Muhammadiyah Bantul Kota, guru PAI memberi contoh teladan sebagai imam dalam sholat, memberikan contoh sholat yang khusyuk dan tenang agar tidak menganggu jamaah holat lain, sehingga keteladanan ini ditiru dan dicontoh oleh siswa agar melaksanakan sholat berjamaah dengan tertib, dan khusyuk Teori Perkembangan Moral Kohlberg dalam penanaman nilai moral dan nilai Pelaksanaan Muhammadiyah Bantul Kota mengandung banyak nilai moral dan nilai social, yaitu pelaksanaan sholat berjamaah mengandung nilai solidaritas dan mengganggu teman lain yang melaksanakan sholat berjamaah, mengajarkan kerendahan hati di hadapan Tuhan Yang Maha Esa yang tercermin dalam sosialisasi dan interaksi sosial dengan teman, mengajarkan kesetaraan dan keadilan dalam pelaksanaan sholat berjamaah karena semua makhluk sama di hadapan Tuhan, serta melatih kesabaran dalam mengikuti gerakan sholat. Pengembangan Karakter Religius (Teori Pembentukan Karakte. Sholat berjamaah yang dilaksanakan di SD Muhammadiyah Bantul Kota dapat melatih kekhusyukan dan ketenangan hati para siswa, dan memperkuat identitas diri sebagai seorang muslim. Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 DOI: 10. 33477 http://dx. org/alt. E-ISSN: 2614-3860 Sholat berjamaah memiliki nilai pendidikan agama yang kuat karena sholat berjamaah baik sholat fardu maupun sholat sunah merupakan tuntunan dalam beragama. Dalam Islam, salat berjamaah bukan hanya mengenai ibadah secara fisik, tetapi juga mengenai pemeliharaan nilai-nilai spiritual dan moral. Dengan melakukan sholat berjamaah secara teratur, umat Muslim dapat memperkokoh keimanan dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta (Muhammad Yunus. Ahmad Taufik. Wisnu Adi Witjoro, 2. Sholat yang dilakukan sebaiknya dilaksanakan secara berjamaah, agar pahala yang didapatkan menjadi 27 kali lipat dari sholat sendirian, sehingga sholat berjamaah. Keutamaan sholat fardu berjamaah tertuang dalam Hadis HR. Ahmd. Abu Daud. An-Nasai dan lainnya. Hadist Hasan eaea AANacOeNe aNaOA a eAeeAe a aIe eNe ae eNO aeaIIA:eAeCa aeEAUeAeeAaOaIeea aOeIacaeAee a a aeOeNeaNeeNA e A eE eNCa eNI e aAO aeN eNI eI acA aEN e aceuE eCaAUe eA e aO aeE eaOAUe eA . e aI e aIIe eaEae e aAO eCaOA:e A eOaCNOe eNIAUe AeeAaO aNac aeIA eAeAauIac aIeOae eNE eNIeIae eNe aI aeIeIa aN aeIeICa aAOa. a aONNAUeAeaNaOe eNEIee aI a aIa aeA. eAa aO eae aNaO aNIeIacOa eNIA eANOea eNO aeea au aNe a aIA Dari Abu DardaAo R. A, ia berkata Auaku mendengar rasulullah SAW. Bersabda : tidaklah berkumpul tiga orang, baik disuatu desa maupun Kemudian disana tidak dilaksanakan sholat berjamaah, terkecuali syaitan telah menguasai mereka. Maka hendaklah kamu senantiasa bersama jamAoah . olongan yang banya. , karena sesungguhnya serigala hanya akan memangsa domba yang jauh terpisah . ari rombonganny. Ay (Rohim, 2. Pelaksanaan sholat berjamaah di SD Muhammadiyah Bantul Kota tidak hanya bagian dari program dan kurikulum pendidikan agama saja, namun menjadi inti dari proses pendidikan agama itu sendiri, hal ini karena dalam pelaksanaan Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 DOI: 10. 33477 http://dx. org/alt. E-ISSN: 2614-3860 sholat berjamaah siswa diupayakan benar-benar menghayati ketika sholat dengan khusyuk, menguatkan nilai-nilai agama, dan pembentukan karakter secara menyeluruh, mengubah pengetahuan agama menjadi tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. KESIMPULAN Sholat Muhammadiyah Bantul Kota terimplementasi dengan baik dan berjalan dengan optimal. Sholat berjamaah yang dilaksanakan diantaranya yakni sholat dhuha berjamaah, sholat dhuhur berjamaah Implementasi Muhammadiyah Bantul Kota dapat menguatkan nilai sosial, moral dan karakter pada siswa. Nilai sosial yang muncul dalam pelaksanaan sholat bersama adalah menumbuhkan rasa peduli sosial dan solidaritas sosial antar siswa serta meningkatkan nilai toleransi, dan kerjasama dalam siswa. Nilai moral dalam menumbuhkan ketaatan dan kepatuhan yang mendalam ketika melaksanakan sholat berjamaah. Karakter keagamaan yang terlihat dalam pelaksanaan sholat berjamaah adalah pelaksanaan sholat berjamaah dapat menjadi pusat dakwah sosial, meningkatkan nilai iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menanamkan nilai akhlakul kharimah pada diri siswa. Pelaksanaan sholat bersama di SD Muhammadiyah Bantul Kota harus tetap dipertahankan dan dilaksanakan dengan optimal agar dapat terus meningkatkan kualitas siswa yang cerdas, agamis, dan berbudi pekerti luhur REFERENSI