448 Jurnal Pahlawan | Vol. No. 2: Oktober Tahun 2025 e-mail: pahlawanjurnal@gmail. com | P-ISSN: 2338-0853 | E-ISSN: 2685-9920 Hal. 448-456 | DOI: https://doi. org/10. 57216/pah. PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SMA MUHAMMADIYAH 8 PALEMBANG Vitriniwati1*. Faiz Dzulkhairi2, & Salman Al Farisi3 *1-3 UIN Raden Fatah Palembang *Koresponden e-mail: vitriniwati286@gmail. Submit Tgl: 06-Februari-2025 Diterima Tgl: 15-Maret-2025 Diterbitkan Tgl: 01-Oktober-2025 Abstract: This study examines the role of Islamic Religious Education (PAI) teachers in the implementation of the Merdeka Curriculum at SMA Muhammadiyah 8 Palembang. The Merdeka Curriculum, designed by the Ministry of Education. Culture. Research, and Technology (Kemendikbudriste. , emphasizes flexibility, independence, and the development of students' Islamic Religious Education (PAI) teachers play a crucial role in integrating Islamic values with the principles of the curriculum, particularly in shaping the Profile of Pancasila Students with noble character. A qualitative research method with a case study approach reveals that PAI teachers act as facilitators, motivators, and innovators, utilizing project-based learning and technology. Challenges include limited resources and the need for further training. Therefore, it can be concluded that the role of PAI teachers is crucial in shaping students who are academically intelligent, ethical, and globally minded. Keywords: PAI Teachers. Merdeka Curriculum. Project-Based Learning. Profile of Pancasila Students. Abstrak: Penelitian ini mengkaji peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Muhammadiyah 8 Palembang. Kurikulum Merdeka, yang dirancang Kemendikbudristek, menekankan fleksibilitas, kemandirian, dan pengembangan karakter siswa. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) berperan penting dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan prinsip kurikulum, khususnya membentuk Profil Pelajar Pancasila yang berakhlak Metode penelitian kualitatif dengan studi kasus mengungkap bahwa guru Pendidikan Agama Islam (PAI) berperan sebagai fasilitator, motivator, dan inovator, menggunakan pembelajaran berbasis proyek dan teknologi. Tantangan meliputi keterbatasan sarana dan kebutuhan pelatihan lebih lanjut. Jadi, dapat disimpulakan bahwa peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) krusial dalam membentuk siswa yang cerdas akademis, berkarakter, dan berwawasan global. Kata kunci: Guru PAI. Kurikulum Merdeka. Pembelajaran Berbasis Proyek. Profil Pelajar Pancasila. Lisensi CC-BY | https://ojs. id/index. php/pahlawan/index Cara mengutip Vitriniwati. Dzulkhairi. , & Al Farisi. Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Muhammadiyah 8 Palembang. Pahlawan Jurnal PendidikanSosial-Budaya, 21. , 448Ae456. https://doi. org/10. 57216/pah. PENDAHULUAN Pendidikan dan pelajaran merupakan dua aspek yang saling berhubungan dan memiliki peran penting dalam kehidupan. Keduanya membantu kita memahami perbedaan antara yang benar dan yang salah (Fuad et al. , 2. Sejak awal peradaban manusia, pendidikan telah berperan besar dalam kemajuan dan perkembangan masyarakat. Terlebih lagi, di era digital Vitriniwati, dkk. Peran Guru Pendidikan Agama Islam A Copyright A 2025: Vitriniwati. Faiz Dzulkhairi, & Salman Al Farisi dengan pesatnya perkembangan komputer dan internet, peran pendidikan menjadi semakin krusial (Jaya. Hambali, and Fakhrurrozi, 2. Untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang gemilang, sistem pendidikan di Indonesia telah mengalami berbagai perubahan yang membawa manfaat. Seiring dengan kemajuan teknologi dan perkembangan zaman yang semakin pesat, masyarakat dituntut untuk terus beradaptasi. Tantangan bagi para pendidik pun semakin besar dalam menyampaikan ilmu kepada siswa guna mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan (Hayat Destya Putra Tama. Muslimin, and Hidayat, 2. Pendidikan harus terus berkembang agar dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan masyarakat yang semakin kompleks seiring dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu, perubahan dalam sistem pendidikan suatu negara menjadi hal yang sangat Salah satu langkah besar dalam meningkatkan sistem pendidikan di Indonesia adalah penerapan Kurikulum Merdeka (Fatimatuzzahrah. Lulu Sakinah, and Siti Alikha Alyasari. Kurikulum Merdeka dirancang untuk memberikan fleksibilitas lebih dalam proses pembelajaran, memungkinkan guru dan sekolah menyesuaikan strategi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa (Rosa. Destian, and Agustian, 2. Kurikulum ini bertujuan untuk menciptakan sistem pembelajaran yang lebih adaptif dan berpusat pada siswa. Namun, seperti halnya perubahan besar lainnya, penerapannya di sekolah masih menghadapi berbagai Oleh karena itu, kepala sekolah dan guru memiliki peran penting dalam mengatasi kendala tersebut dengan mencari solusi yang tepat. Guru memiliki peran penting dalam membimbing siswa menuju pencapaian tujuan hidup yang optimal (Judrah. Arjum. Haeruddin, and Mustabsyirah, 2. Oleh karena itu, guru perlu memiliki keterampilan dalam memilih serta mengombinasikan metode yang efektif untuk mengelola kelas dengan baik. Dengan diterapkannya Kurikulum Merdeka, tanggung jawab guru menjadi semakin kompleks dan menantang, termasuk bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak hanya berperan dalam mengajarkan materi ajaran Islam, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk membentuk moral dan akhlak siswa berdasarkan nilai-nilai Islami. Dengan pendekatan yang lebih fleksibel, mereka menghadapi tantangan dalam menyesuaikan metode pembelajaran, terutama dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learnin. , serta asesmen formatif, yang menjadi karakteristik utama Kurikulum Merdeka. Sebagai sekolah yang berlandaskan nilai-nilai Islam. SMA Muhammadiyah 8 juga menerapkan Kurikulum Merdeka. Namun, dalam penerapannya, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) menghadapi berbagai tantangan, seperti kesiapan dalam memahami serta mengaplikasikan metode pembelajaran baru, keterbatasan sumber daya, dan integrasi nilai-nilai Islam dengan pendekatan yang lebih fleksibel. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, peran sekolah menjadi krusial dalam mendukung keberhasilan pengajaran PAI. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam bagi guru, sekolah, dan pemangku kebijakan mengenai upaya peningkatan pembelajaran PAI dalam penerapan kurikulum merdeka di SMA Muhammadiyah 8. Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis peran guru PAI dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka, khususnya terkait strategi pengajaran yang diterapkan, tantangan yang dihadapi, serta solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. METODE Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan fenomena yang terjadi dalam penerapan Kurikulum Merdeka oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini menekankan pada eksplorasi mendalam terhadap pengalaman, persepsi, dan praktik yang diterapkan oleh guru dalam proses Vitriniwati, dkk. Peran Guru Pendidikan Agama Islam A https://ojs. id/index. php/pahlawan/ Jurnal Pahlawan | Vol. 21 No. 2: Oktober Tahun 2025 Data utama dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan dengan guru PAI sebagai subjek utama, serta kepala sekolah dan siswa sebagai informan pendukung. Sementara itu, observasi dilakukan untuk mengamati secara langsung bagaimana penerapan kurikulum berlangsung di lingkungan sekolah. Selain data lapangan, penelitian ini juga mengandalkan studi kepustakaan sebagai landasan teoretis. Berbagai artikel ilmiah, buku, dan referensi relevan digunakan untuk mendukung analisis data serta memberikan konteks akademik terhadap temuan penelitian. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif, dengan cara mengidentifikasi pola dan hubungan yang muncul dari wawancara serta observasi, sehingga menghasilkan kesimpulan yang lebih komprehensif mengenai peran guru PAI dalam penerapan Kurikulum Merdeka. HASIL Dalam penelitian ini kami lakukan wawancara kepada beberapa narasumber, salah satunya guru PAI SMA Muhammadiyah 8 Palembang. AuPenerapan kurikulum merdeka ini menjadi tantangan bagi saya, terutama sebagai guru mata pelajaran PAI. Guru PAI harus lebih kreatif dan inovatif untuk meningkatkan minat belajar siswa, supaya mereka lebih aktif dalam pembelajaran dan dapat memaksimalkan hasil belajar. Meskipun pembekalan serta ketersediaan sarana dan prasana yang terbilang cukup, insyaallah model kurikulum akan berhasil kedepannyaAy. Ungkapan tersebut sesuai dengan sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa banyak guru mengalami kesulitan dalam menyusun strategi pembelajaran yang efektif karena kurangnya pelatihan dan sarana yang memadai, sehingga implementasi Kurikulum Merdeka menjadi tidak optimal. Di sisi lain, keterbatasan waktu dan fasilitas di sekolah juga memperumit proses adaptasi metode pembelajaran yang lebih partisipatif dan kontekstual (Khoirin NisaAo. Yoenanto. Ainy, and Nawangsari, 2. Oleh karena itu, kesiapan guru dalam menghadapi tantangan ini menjadi faktor kunci dalam keberhasilan penerapan Kurikulum Merdeka di lingkungan pendidikan Islam. Untuk memperjelas gambaran tentang peran tersebut, berikut ini disajikan hasil penelitian yang mengkaji peran guru PAI dalam implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah SMA Muhammadiyah 8 Palembang. Dalam kesempatan wawancara kami menanyakan apa tanggapan ibu terhadap diberlakukannya kurikulum merdeka saat ini, khususnya pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), beliau pun menjawab Aukurikulum merdeka ini sangat baik bila dapat dimaksimalkan. Model pembelajaran yang variatif dapat meningkatkan kualitas belajar. Meskipun selama saya mengajar materi PAI terkadang masih ada materi yang perlu disesuaikan atau bahkan masih menggunakan metode lama. Tapi tetap menurut saya tujuan kurikulum ini bagus dan akan saya maksimalkan dalam penerapannya saat Ay Dari ungkapan tersebut tergambar bahwasanya, guru PAI di sekolah SMA Muhammadiyah 8 Palembang sangat antusias dengan diberlakukannya kurikulum merdeka dan beliau yakin keberhasilan belajar dapat diraih melalui kurikulum ini. Kami bertanya kepada beliau, dari skala 1-10 seberapa mungkin kurikulum merdeka akan berhasil pada pembelajaran, kemudian beliau menjawab dengan yakin Ausembilan, saya yakin ini akan berhasil, karena baru diterapkan saja sudah terlihat peningkatan pada pembelajaranAy. Dalam rangka menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam penerapan Kurikulum Merdeka, telah dilakukan wawancara dengan beberapa siswa SMA Muhammadiyah Berikut adalah hasil dari wawancara tersebut. Kami mengajukan pertanyaan yang pertama AuApa pendapat kalian tentang Kurikulum Merdeka?Ay Salah satu siswa menjelaskan bahwa AuKurikulum Merdeka merupakan kurikulum yang menekankan peran aktif peserta didik dalam Dalam kurikulum ini, guru lebih berperan sebagai fasilitator yang membimbing dan mengarahkan siswa dalam proses belajarAy. Pertanyaan kedua AuBagaimana guru PAI mengajar kalian dengan penerapan Kurikulum Merdeka?Ay, beberapa siswa mengungkapkan Vitriniwati, dkk. Peran Guru Pendidikan Agama Islam A Copyright A 2025: Vitriniwati. Faiz Dzulkhairi, & Salman Al Farisi bahwa metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru PAI cukup menyenangkan meskipun belum sepenuhnya optimal. Guru kami tidak hanya menggunakan metode ceramah saja, tetapi menerapkan juga metode diskusi, penggunaan Lembar Kerja Siswa (LKS), serta praktik dalam Namun, metode yang lebih dominan digunakan adalah diskusi dan penggunaan LKS. Pertanyaan ketiga yang kami tanyakan ialah AuApa kekurangan guru PAI dalam metode pembelajaran?Ay beberapa siswa menyampaikan bahwa Auterkadang kami merasa bosan dengan metode diskusi yang terlalu sering digunakan. Selain itu, ada beberapa guru yang terkesan kiler, sehingga kami merasa segan atau takut untuk bertanya selama pembelajaran berlangsungAy. Dari tiga pertanyaan yang sudah kami ajukan, ada satu pertanyaan lagi yang kami ajukan kepada mereka, yaitu sebagai closing statement. AuApa saran atau pesan kalian untuk guru PAI agar pembelajaran lebih mudah dipahami dan nyaman?Ay, sebagai masukan, siswa menyarankan agar guru PAI lebih sering menggunakan metode praktik dalam pembelajaran, seperti memanfaatkan media pembelajaran berupa presentasi Power Point (PPT) dan proyektor. Meskipun demikian, secara keseluruhan, mereka merasa senang dengan pembelajaran menggunakan Kurikulum Merdeka saat ini. Dari hasil wawancara tersebut, mengungkapkan bahwa kurikulum yang fleksibel memberikan kesempatan bagi guru untuk membimbing siswa dengan lebih efektif, sehingga meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran. Dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), berbagai metode telah diterapkan, seperti praktik, ceramah, diskusi, dan penggunaan Lembar Kerja Siswa (LKS). Namun, metode yang paling sering digunakan masih berpusat pada diskusi dan LKS. Meski demikian, beberapa tantangan masih perlu diperhatikan, seperti kejenuhan siswa akibat dominasi metode diskusi dan lain sebagainya. Oleh karena itu, siswa mengusulkan agar guru PAI menerapkan metode berbasis praktik dengan memanfaatkan media pembelajaran interaktif, seperti proyektor dan presentasi PowerPoint. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik pembelajaran serta membantu siswa lebih mudah memahami materi. Dengan demikian, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dapat terus berinovasi dalam metode pengajaran mereka, dengan tujuan menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif, interaktif, dan menyenangkan. PEMBAHASAN Peran Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), peran merujuk pada serangkaian tindakan yang mencerminkan keterlibatan seseorang. Semua aktivitas dan rangkaian tindakan yang menandakan partisipasi seseorang dalam berhubungan dengan orang lain disebut sebagai "peran" (Ikhlas and Murniati, 2. Secara etimologis, kata "guru" berasal dari bahasa Sanskerta dan memiliki makna sebagai seseorang yang memberikan ilmu. Menurut UndangUndang Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, guru adalah pendidik profesional yang memiliki tanggung jawab utama dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, serta mengevaluasi peserta didik dalam pendidikan formal, mulai dari pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, hingga pendidikan menengah. (Ahmad Sulaiman. Menurut Peraturan Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. AuMutu pendidikan dikatakan berkualitas apabila proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang dan memotivasi peserta didik untuk berprestasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagai prakarsa, kreatifitas dan kemandirian sesuai bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Dalam hal ini, guru memiliki peran penting sebagai pendidik dalam membentuk generasi penerus bangsa (Alfath and Azizah, 2. Vitriniwati, dkk. Peran Guru Pendidikan Agama Islam A https://ojs. id/index. php/pahlawan/ Jurnal Pahlawan | Vol. 21 No. 2: Oktober Tahun 2025 Pendidikan Agama Islam ialah sebuah mata pelajaran yang wajib ada di sekolah-sekolah (Nurrizqi, 2. Pendidikan Islam memiliki tujuan untuk menjaga dan mengembangkan potensi serta sumber daya manusia sesuai dengan prinsip-prinsip ajaran Islam. Tujuannya adalah membentuk insan yang utuh dan selaras dengan nilai-nilai serta standar yang ditetapkan dalam Islam (Romli. Idi, and Abdurrahmansyah, 2. Oleh karena itu, pembelajaran PAI perlu terus berkembang seiring dengan perubahan zaman serta disesuaikan dengan metode pembelajaran yang lebih relevan dan efektif bagi siswa. Dalam kurikulum Merdeka. PAI harus lebih menekankan pada penerapan praktis dalam kehidupan sehari-hari. Agar siswa dapat lebih mudah memahami dan mengamalkan nilai-nilai Islam, guru PAI perlu menerapkan metode pengajaran yang interaktif, relevan dengan konteks, dan berbasis pengalaman nyata. Jika Kurikulum Merdeka diterapkan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, beberapa aspek yang perlu diperhatikan meliputi: pengembangan kemampuan berpikir kritis peserta didik, mendorong kreativitas mereka, meningkatkan keterampilan, serta mengasah kemampuan mereka secara keseluruhan (Noor. Izzati, and Azani, 2. Oleh karena itu, guru sebagai garda terdepan dalam dunia pendidikan memiliki peran dalam mencerdaskan generasi bangsa. Peran guru adalah serangkaian tingkah laku yang saling berkaitan yang dilakukan dalam suatu situasi tertentu secara berhubungan dengan kemajuan perubahan tingkah laku dan perkembangan siswa yang menjadi tujuannya. (NurAoasiah. Sholeh, and Maryati, 2. Guru tidak hanya bertanggung jawab dalam transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki peran dalam membentuk karakter dan moral peserta didik (Judrah et al. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran yang lebih luas dalam pendidikan. Mereka tidak hanya bertugas mengajar materi, tetapi juga membimbing siswa dalam memahami dan menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) berperan sebagai pendidik, pembimbing, dan teladan bagi siswa dalam menanamkan nilai-nilai Islam secara holistik. Selain itu, guru juga berfungsi sebagai fasilitator dan penggerak dalam proses pembelajaran, kemudian guru juga membantu siswa mengembangkan pemikiran kritis dan kemandirian dalam memahami ajaran Islam secara kontekstual (Hadi, 2. Mereka memiliki peran penting dalam mengidentifikasi serta mengembangkan potensi dan bakat siswa, sehingga dapat membantu mereka tumbuh menjadi individu yang berperan dalam memanusiakan sesama (Cahaya, 2. Dalam era Kurikulum Merdeka, peran ini semakin diperkuat melalui pendekatan pembelajaran yang lebih fleksibel. Sebagai seorang pendidik, guru memiliki peran penting sebagai panutan yang dipercaya dan dicontoh oleh siswa serta masyarakat. Kepercayaan yang diberikan siswa menunjukkan bahwa mereka meyakini segala ilmu dan nasihat yang disampaikan oleh guru. Selain itu, guru juga harus menjadi teladan dalam hal moral, akhlak, dan kesopanan, sehingga dapat dijadikan contoh bagi peserta didik (Arviansyah and Shagena, 2. Oleh karena itu, tanggung jawab seorang guru tidak hanya terbatas pada penyampaian ilmu pengetahuan, tetapi juga mencakup pembimbingan dan pembentukan karakter peserta didik agar menjadi individu yang berakhlak baik dan berguna bagi lingkungan sekitar. Hal ini sejalan dengan tujuan implementasi Kurikulum Merdeka. Setelah perencanaan selesai dan siap dijalankan, maka tahap implementasi dapat dimulai (Jannah. Irtifa, and Zahra, 2. Tidak asing lagi ketika kita mendengar kalimat AuKurikulum MerdekaAu, kurikulum yang di cetuskan pasca pandemi Covid-19. Kurikulum ini hadir sebagai langkah pemerintah dalam mengatasi berbagai tantangan pendidikan, khususnya di era new normal pasca pandemi. Setiap perubahan tentu akan membawa sesuatu yang baru, baik dalam bentuk inovasi maupun pengembangan dari konsep yang sudah ada sebelumnya. Perubahan dalam kurikulum adalah salah satu contohnya(Mulyasa, 2. Kurikulum Merdeka dirancang dengan tujuan menciptakan generasi penerus yang tangguh, mampu berdikari atau mandiri, serta memiliki daya kreativitas dan inovasi yang tinggi (Nurjanah. Abdurrahmansyah, and Fauzi, 2. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Nadiem Anwar Makarim, telah mereformasi kurikulum Vitriniwati, dkk. Peran Guru Pendidikan Agama Islam A Copyright A 2025: Vitriniwati. Faiz Dzulkhairi, & Salman Al Farisi terbaru, yaitu "Merdeka Belajar", sebagai respons terhadap dampak krisis Covid-19 terhadap dunia pendidikan, kurikulum merdeka adalah penyederhana dari kurikulum nasional (Zaeni. Sari. Syukron. Fahmy, and Probowo, 2. Kurikulum Merdeka dirancang dengan mengacu pada Profil Pelajar Pancasila . , yang menjadi acuan dalam menetapkan standar isi, prosedur, serta sistem penilaian di sekolah. Pendidikan Agama Islam (PAI) juga perlu beradaptasi dan mempersiapkan diri untuk mendukung keberhasilan penerapan kurikulum ini. Sebagai mata pelajaran yang bertujuan membimbing peserta didik menjadi muslim sejati, yang beriman, beramal sholeh, berakhlak mulia, serta bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam sistem pendidikan yang lebih fleksibel dan inovatif (RifaAoi. Kurnia Asih, and Fatmawati, 2. Tantangan dan Strategi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Penerapan Kurikulum Merdeka Pendidikan merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan yang berperan dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas. Karena pendidikan bersifat konkret, prosesnya harus dimulai dari kondisi nyata dan lingkungan belajar yang mendukung(Sukirman. Aziza. Abdurrahmansyah, and Syarnubi, 2. Dalam penerapan Kurikulum Merdeka pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) menghadirkan berbagai tantangan bagi guru dalam menjalankan proses belajar mengajar. Terutama dalam hal kesiapan guru, kesiapan siswa, dan keterbatasan sarana pendukung. Kurangnya pelatihan dan pendampingan yang memadai membuat guru kesulitan dalam memahami dan mengaplikasikan metode pembelajaran berbasis proyek serta pendekatan diferensiasi yang menjadi inti dari Kurikulum Merdeka. Selain itu, kesiapan siswa dalam mengikuti metode pembelajaran yang lebih aktif dan mandiri juga menjadi kendala. Sebagian siswa mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan metode ini karena sebelumnya terbiasa dengan model pembelajaran yang lebih konvensional dan berpusat pada guru (Nurhayati. Ulum, and Nurhuda, 2. Di sisi lain, keterbatasan sarana seperti fasilitas teknologi dan bahan ajar yang belum memadai juga memperlambat proses adaptasi guru dan siswa terhadap metode pembelajaran yang diharapkan dalam Kurikulum Merdeka. Untuk menghadapi tantangan yang dihadapi, guru PAI perlu dibekali dengan pelatihan yang intensif dan berkelanjutan, terutama dalam menyusun strategi pembelajaran berbasis proyek dan pendekatan diferensiasi agar lebih mudah diaplikasikan di dalam kelas. Kesiapan siswa juga perlu didukung melalui bimbingan yang berkesinambungan, seperti pemberian penguatan konsep dan penerapan metode pembelajaran yang adaptif agar siswa dapat beradaptasi dengan pola belajar yang lebih mandiri. Selain itu, peningkatan sarana dan prasarana seperti pengadaan perangkat teknologi dan ketersediaan bahan ajar yang memadai perlu dioptimalkan untuk menunjang proses pembelajaran yang efektif. Pendampingan dalam pengembangan materi yang tetap memperkuat nilai-nilai Islam juga harus menjadi perhatian utama, sehingga materi pembelajaran tidak hanya relevan dengan Kurikulum Merdeka, tetapi juga mempertahankan esensi keislaman. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang menyatakan bahwa guru Pendidikan Agama Islam (PAI) berperan secara signifikan dalam keberhasilan penerapan Kurikulum Merdeka di SMA Muhammadiyah 8 Palembang terbukti benar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru PAI dalam implementasi Kurikulum Merdeka, terutama dalam hal strategi pengajaran, tantangan yang dihadapi, dan solusi yang diterapkan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menjalankan peran sebagai fasilitator. Vitriniwati, dkk. Peran Guru Pendidikan Agama Islam A https://ojs. id/index. php/pahlawan/ Jurnal Pahlawan | Vol. 21 No. 2: Oktober Tahun 2025 motivator, dan inovator dalam pembelajaran dengan menerapkan metode pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learnin. dan pendekatan yang lebih fleksibel sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Meski demikian, tantangan seperti keterbatasan sarana dan prasarana, serta kurangnya pelatihan terkait metode pembelajaran berbasis proyek, masih menjadi kendala dalam penerapannya. Guru PAI di SMA Muhammadiyah 8 Palembang menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyesuaikan metode pembelajaran agar lebih menarik dan efektif, meskipun masih terdapat kekurangan dalam variasi metode dan ketersediaan sarana Sebagai tindak lanjut, disarankan agar pihak sekolah dan pemangku kebijakan meningkatkan dukungan dalam penyediaan sarana pembelajaran, pelatihan intensif bagi guru dalam pengembangan metode pengajaran berbasis proyek, serta penguatan kolaborasi antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran untuk memaksimalkan potensi Kurikulum Merdeka. Saran