Jurnal Pengabdian Masyarakat https://ojs. id/index. php/jukeshum/index E-ISSN: 2774-4698 Vol. 5 No. Januari 2025 Hal. IMPROVING PUBLIC UNDERSTANDING OF DRUG AND COSMETIC SAFETY THROUGH DEPINKA-KO COUNSELING IN SUKATANI VILLAGE PENINGKATAN PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG KEAMANAN OBAT DAN KOSMETIK MELALUI PENYULUHAN DEPINKA-KO DI DESA SUKATANI Maria Steffi Noviana1. Ovie Rosary Marbun2. HidyatusAosabilah3. Ernie Halimatushadyah4. Frida Octavia Purnomo5. Aji Humaedi6 1,2,3,4,5,6 Universitas Binawan. Jakarta. Indonesia E-mail Author: ernie@binawan. Submitted: 25/12/2024 Reviewed: 30/12/2024 Accepted: 31/01/2025 ABSTRACT Drug and cosmetic safety is an important aspect of public health, especially in rural areas. This program aims to improve the understanding of the Sukatani Village community, especially PKK members, about health product safety symbols through participatory-based counseling. This community service activity uses an educational method through counseling accompanied by measuring the results using a questionnaire. To determine the effectiveness of the counseling, a pre-test and post-test were The pre-test results showed that the average level of public understanding of this topic was After the counseling, there was an increase in the average public understanding to 75. Thus, this method has proven effective in supporting efforts to improve the quality of public health. Keywords: Education. Pharmacy. Cosmetics. Medicine. Health education. Symbols ABSTRAK Keamanan obat dan kosmetik adalah aspek penting dalam kesehatan masyarakat, terutama di pedesaan. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Sukatani khususnya anggota PKK tentang simbol keamanan produk kesehatan melalui penyuluhan berbasis partisipatif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode edukasi melalui penyuluhan yang disertai pengukuran hasil menggunakan kuesioner. Untuk mengetahui efektivitas penyuluhan, dilakukan pre-test dan posttest. Hasil pre-test menunjukan bahwa tingkat pemahaman masyarakat terhadap topik ini rata-rata adalah 43,6%. Setelah dilakukan penyuluhan, terdapat peningkatan rata-rata pemahaman masyarakat menjadi sebesar 75,2%. Dengan demikian, metode ini terbukti efektif dalam mendukung upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Kata Kunci: Edukasi. Farmasi. Kosmetik. Obat. Penyuluhan kesehatan. Simbol PENDAHULUAN Kesehatan masyarakat merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan berkelanjutan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup (Nurdin, 2. Keamanan obat * Noviana. S . , dkk, . JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan kosmetik menjadi salah satu isu penting yang kerap diangkat dalam program pengabdian kepada masyarakat (Rachmawati, 2. Berdasarkan data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), banyak produk obat dan kosmetik ilegal yang beredar tanpa izin resmi atau tidak memenuhi standar keamanan. Produk-produk tersebut berisiko membahayakan kesehatan masyarakat karena kandungannya tidak terjamin (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2. Edukasi masyarakat mengenai cara memilih produk yang aman, legal, dan sesuai standar menjadi langkah krusial untuk mencegah dampak negatif dari penggunaan produk ilegal (Permata Hati et al. , 2. Program pengabdian kepada masyarakat berperan sebagai wadah untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan produk yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Obat merupakan bagian penting dari pelayanan kesehatan yang penggunaannya harus sesuai petunjuk medis atau aturan yang berlaku (Farida et al. , 2. Ketidaktahuan masyarakat terhadap simbol keamanan, seperti logo obat bebas, obat bebas terbatas, dan obat keras, meningkatkan risiko penyalahgunaan obat (Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, 2. Edukasi tentang cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar sangat diperlukan untuk mencegah dampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan. Informasi penting pada kemasan obat, seperti komposisi, dosis, efek samping, kontraindikasi, nomor registrasi, dan tanggal kedaluwarsa, seringkali kurang dipahami oleh masyarakat (Anita Fajriyani & Ihsan nasihin, 2. Pada kemasan obat bebas terbatas, terdapat pula enam tanda perhatian sebagai panduan penggunaan (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2. Di sisi lain, kosmetik menjadi kebutuhan yang tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, maraknya peredaran kosmetik ilegal atau tidak aman dapat menimbulkan risiko kesehatan serius, mulai dari iritasi kulit hingga efek jangka panjang seperti gangguan hormon atau kanker kulit (World Health Organization. Masyarakat perlu memahami cara memilih kosmetik yang aman, termasuk memeriksa izin edar dan kandungan yang sesuai dengan standar keamana. (Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, 2. Desa Sukatani dipilih sebagai lokasi pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat karena tingginya ketergantungan masyarakat terhadap produk obat dan kosmetik tanpa pemahaman yang memadai mengenai legalitas dan keamanan produk tersebut. Survei awal menunjukkan banyak warga yang menggunakan obat dan kosmetik tanpa memperhatikan izin edar BPOM yang berisiko membahayakan kesehatan. Selain itu. Desa Sukatani memiliki potensi untuk pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kesadaran akan pentingnya memilih produk yang aman dan legal. Di RT 02 dan RT 03, ibu rumah tangga yang tergabung dalam kelompok PKK berperan penting dalam pengelolaan kebutuhan keluarga termasuk pemilihan produk obat dan kosmetik. Sebagai bentuk kontribusi nyata untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, program "DEPINKA-KO: Desa Pintar Keamanan Obat-Kosmetik" dirancang sebagai upaya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai simbol-simbol keamanan pada obat dan kosmetik. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada Pengenalan Simbol Keamanan Obat dan Kosmetik, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami arti dari setiap simbol tersebut sehingga mampu mengambil keputusan yang tepat dalam memilih dan menggunakan produk kesehatan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong kesadaran kritis masyarakat dalam memeriksa legalitas dan keamanan produk sebelum Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat digunakan guna mendukung upaya preventif terhadap risiko kesehatan. METODE Kegiatan DEPINKA-KO (Desa Pintar Keamanan Obat-Kosmeti. dilaksanakan pada 15 November 2024 di Posyandu Mekar Sari. Desa Sukatani. Program ini dihadiri oleh 50 orang para ibu PKK yang aktif dalam sesi edukasi dan diskusi. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya anggota PKK di RT 02 dan RT 03 Desa Sukatani mengenai penggunaan obat dan kosmetik yang aman. Program ini memanfaatkan beberapa bahan utama untuk menunjang pelaksanaan kegiatan, antara lain: Materi edukasi Brosur yang dilengkapi ilustrasi simbol keamanan obat dan kosmetik untuk mempermudah masyarakat memahami materi. Selain itu, presentasi interaktif juga digunakan untuk penyampaian informasi secara langsung. Instrumen evaluasi Lembar pre-test dan post-test dirancang guna menilai peningkatan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah edukasi. Bantuan Sosial (Banso. Paket sembako berisi kebutuhan pokok yang diberikan kepada peserta sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka. Program diawali dengan pengisian lembar absensi oleh peserta kemudian dilanjutkan dengan prosedur pelaksanaan program sebagai berikut : Tahap 1 : Pre-test Peserta mengisi lembar pre-test. Tahap 2 : Penyuluhan dengan Media Brosur dan Presentasi Penyuluhan ini disampaikan dengan menggunakan materi edukasi yang dibagi menjadi dua sesi yaitu : Pengenalan simbol keamanan obat Edukasi mengenai berbagai macam logo obat, golongan obat, cara membaca label obat, memahami efek samping, cara milih obat, cara menyimpan obat, dan cara membuang obat yang aman. Keamanan kosmetik Penyampaian informasi terkait produk kosmetik yang aman dan legal serta cara mengenali tanda-tanda produk ilegal. Tahap 3 : Post-test dan Pembagian Bantuan Sosial Setelah penyuluhan, peserta mengisi lembar post-test kemudian dibagikan paket sembako yang berisi kebutuhan pokok kepada para peserta. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan di Desa Sukatani merupakan salah satu wujud realisasi observasi yang telah dilakukan oleh sekelompok Mahasiswa Universitas Binawan. Jakarta. Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan di Ruang Posyandu Mekar Sari Desa Sukatani dengan peserta yang terdiri dari 50 orang ibu PKK. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat meliputi kegiatan Pengenalan Simbol Keamanan Obat dan Keamanan Kosmetik. Kegiatan diawali dengan pemberian kuesioner sebagai pre-test kepada peserta sebelum Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat pemberian materi oleh narasumber sedangkan kuesioner sebagai post-test diberikan setelah pemberian materi oleh narasumber kepada peserta. Kuesioner terdiri atas 5 pertanyaan pre-test dan 5 pertanyaan post-test, baik mengenai pengenalan simbol keamanan obat maupun keamanan kosmetik. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode yang terdiri dari pendekatan kuantitatif pada peserta dan penyampaian materi dengan dua arah tentang pengenalan simbol keamanan obat maupun kosmetik. Penyampaian materi menggunakan media proyektor dan interaktif serta memberikan waktu untuk peserta bertanya. Pendekatan ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perlakuan atau tindakan tertentu terhadap perubahan perilaku peserta melalui pengujian hipotesis (Dhianti Putri et al. , 2. Dalam metode eksperimen, peneliti berupaya mengidentifikasi dampak perlakuan terhadap variabel lain di bawah kondisi yang terkontrol (Kencana, 2. Desain penelitian yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah one group pre-test post-test design. Desain ini memungkinkan pengukuran yang lebih akurat dengan cara membandingkan kondisi sebelum dan sesudah perlakuan diberikan. Gambar 1. Penyuluhan Kesehatan Bersama Para Ibu PKK Desa Sukatani Gambar 2. Pembagian Pre-test dan Post-test Gambar 3. Pemaparan Materi Oleh Dosen Farmasi Universitas Binawan Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Hasil sosialisasi dapat dilihat pada Tabel 1 berdasarkan perbandingan hasil tes sebelum dan sesudah kegiatan oleh peserta . Kegiatan ini dianggap berhasil jika sosialisasi yang dilakukan terbukti efektif atau memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan pemahaman peserta mengenai simbol keamanan obat dan kosmetik. Tabel 1. Tabel Pre-Test dan Post-Test DEPINKA & DEPINKO Pertanyaan DEPINKA Apakah obat yang disimpan di tempat yang terkena sinar matahari langsung tetap aman Saat obat sudah tidak terpakai, apakah Anda bisa membuangnya ke tempat sampah tanpa langkah tambahan? Apakah Anda perlu memastikan bahwa indikasi yang tertera pada kemasan obat sesuai dengan gejala yang Anda alami? Apakah logo lingkaran hijau dengan garis tepi hitam menandakan obat bebas yang dapat dibeli tanpa resep dokter? Apakah obat dengan logo lingkaran merah bergaris tepi hitam dan tanda AuKAy di dalamnya hanya boleh dibeli dengan resep Pertanyaan DEPINKO Apakah kosmetik yang tidak aman dapat menyebabkan kanker? Apakah kosmetik yang digunakan untuk wajah dapat menyebabkan iritasi pada kulit jika tidak cocok dengan jenis kulit? Apakah kosmetik dapat menyebabkan reaksi alergi pada sebagian orang? Apakah merkuri termasuk bahan yang dilarang digunakan dalam kosmetik? Apakah merkuri termasuk bahan yang dilarang digunakan dalam kosmetik? Pre-test Tidak . %) . %) Post-test Tidak . %) . %) . %) . %) . %) . %) . %) . %) . %) . Pre-test Post-test Tidak . %) . %) . %) . %) Tidak . %) . %) . %) . %) . %) . %) . %) . %) . %) . Tabel 2. Tabel Desain One Group Pre-test dan Post-test Pre-test Perlakuan Post-test Keterangan: O1 = Nilai Pre-test sebelum diberi perlakuan O2 = Nilai Post-test setelah mendapat perlakuan Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat X = Perlakuan dengan melakukan sosialisasi Kegiatan pengabdian masyarakat ini diawali dengan pemberian pre-test kepada peserta untuk mengukur pemahaman awal mereka mengenai simbol keamanan obat dan kosmetik. Setelah itu, dilakukan sesi sosialisasi sebagai treatment (X) kepada Ibu PKK di Kelurahan Sukatani. Selanjutnya, peserta mengerjakan post-test untuk mengevaluasi apakah terjadi peningkatan, stabilitas atau penurunan pemahaman setelah sosialisasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik inferensial yang mencakup metode statistik parametrik dan nonparametrik. Statistik inferensial yang juga dikenal sebagai statistik induktif atau probabilitas, digunakan untuk menganalisis data sampel dan menggeneralisasikan hasilnya ke Hasil pengolahan data pre-test dan post-test disajikan dalam Tabel 3 yang menunjukkan perbandingan pemahaman peserta sebelum dan sesudah sosialisasi. Tabel 3. Penilaian Peserta Terhadap Pretest dan Postest (Data Diolah Menggunakan SPSS) Pada Tabel 3 memberikan gambaran hasil penilaian peserta sebelum dan setelah evaluasi, yaitu melalui pre-test dan post-test pada dua materi : DEPINKA dan DEPINKO. Kedua materi terdiri dari jumlah peserta yang sama yaitu 50 orang sehingga dapat dilakukan perbandingan hasil yang adil. Jumlah soal pada pre-test dan post-test pada masing masing materi ada 5 soal pre-test dan 5 soal post-test. Data yang dicari meliputi nilai terendah dan nilai tertinggi, mean, median dan modus. Berdasarkan data pada Tabel 3, dari 50 responden diperoleh hasil bahwa skor pre-test DEPINKA adalah 43,60, sementara skor post-test meningkat menjadi 75,20, dengan selisih sebesar 31,60. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan. Sementara itu, skor pre-test DEPINKO tercatat sebesar 54,00 yang kemudian meningkat menjadi 76,00 pada post-test dengan selisih sebesar 22,00. Dengan demikian, hasil tersebut menunjukkan adanya perbedaan selisih yang signifikan. Selanjutnya, pengolahan data dilakukan menggunakan Paired-Samples T-Test atau Wilcoxon Signed Rank Test bergantung pada apakah data berdistribusi normal atau tidak. Sebelum menentukan teknik analisis yang akan digunakan atau melakukan uji Paired-Samples T-Test, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas terhadap data pre-test dan post-test. Uji ini bertujuan untuk menentukan apakah metode analisis yang digunakan termasuk statistik parametrik atau nonparametrik. Hipotesis yang dirumuskan : Hipotesis Nol (H. : Data terdistribusi normal Hipotesis Alternatif (H. : Data tidak terdistribusi normal Kriteria pengambilan keputusan : Ha diterima atau H0 gagal diterima artinya data tidak terdistribusi secara normal jika sig. O 0,05 . %). Uji normalitas data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak IBM SPSS 27. 0 untuk Windows. Hasil dari pengujian tersebut dapat dilihat pada tabel 6. Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Tabel 6. Uji Normalitas Data DEPINKA dan DEPINKO Pada hasil uji normalitas DEPINKA, diperoleh nilai Sig. dari KolmogorovSmirnov sebesar 0,00 < 0,05 dan dari Shapiro-Wilk sebesar 0,00 < 0,05, yang menunjukkan bahwa H0 ditolak (Ha diterim. yang berarti data terdistribusi normal. Begitu pula pada uji normalitas DEPINKO, nilai Sig. dari Kolmogorov-Smirnov adalah 0,00 < 0,05 dan dari Shapiro-Wilk adalah 0,00 < 0,05, sehingga H0 juga ditolak (Ha diterim. yang menunjukkan bahwa data juga terdistribusi normal. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah: H0 : Kedua rata-rata populasi adalah identik . ata-rata nilai pre-test dan post-test tidak menunjukkan perbedaan yang signifika. Ha : Kedua rata-rata populasi tidak identik . ata-rata nilai pre-test dan post-test menunjukkan perbedaan yang signifika. Keputusan diambil berdasarkan tingkat signifikansi, yaitu: AuJika tingkat signifikansi > 0,05, maka H0 diterima. Ay AuJika tingkat signifikansi O 0,05, maka Ha diterima. Ay Tabel 7. Output Wicoloxon Signed Rank Test DEPINKA dan DEPINKO Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berdasarkan output yang diperoleh, rata-rata peningkatan nilai dari pre-test ke post-test pada DEPINKA ditunjukkan oleh Positive Ranks sebesar 22,50, sedangkan tidak terdapat penurunan nilai yang ditunjukkan oleh Negative Ranks sebesar 0. Jumlah total peringkat positif pada DEPINKA mencapai 990, sementara jumlah peringkat negatif adalah 0. Demikian pula, pada DEPINKO, rata-rata peningkatan nilai dari pre-test ke post-test yang diwakili oleh Positive Ranks sebesar 19,00 dengan tidak ada penurunan nilai (Negative Ranks sebesar . Total jumlah peringkat positif pada DEPINKO adalah 703 dan jumlah peringkat negatif tetap Data ini menunjukkan bahwa kedua kelompok mengalami peningkatan nilai secara konsisten tanpa adanya penurunan. Tabel 8. Statistik Signifikan Wilcoxon Signed Rank Test DEPINKA dan DEPINKO Tingkat signifikansi 0,000 . value O 0,. diperoleh pada hasil DEPINKA dan DEPINKO maka H0 ditolak atau ada perbedaan nilai pre-test dan post-test para Ibu PKK sebelum dan setelah diberikan sosialisasi. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata nilai pre-test dan post-test sebelum dan sesudah diterapkannya sosialisasi pengenalan simbol keamanan obat maupun keamanan kosmetik bagi para Ibu PKK maka strategi dengan memberikan sosialisasi untuk menambah pengetahuan dan pemahaman berhasil. Melalui kegiatan sosialisasi secara langsung, pemahaman peserta dapat terbangun karena mereka mendengarkan dengan saksama, memperhatikan penjelasan, serta terlibat dalam komunikasi dua arah. Peserta juga aktif berpartisipasi dalam diskusi sehingga pola pikir dan daya ingat mereka terlatih dengan lebih efektif. KESIMPULAN Pada hasil yang didapatkan pada Program DEPINKA-KO yang dilaksanakan di Desa Sukatani berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, mengenai keamanan penggunaan obat dan kosmetik. Hal ini dapat di lihat dari peningkatan skor dari ratarata dari pre-test ke post-test. Edukasi yang diberikan mencakup simbol keamanan, cara membaca label produk, dan pemilihan obat dan kosmetik yang aman. Dengan metode ini partisipasi masyarakat dalam program ini sangat mendorong warga untuk lebih kritis dalam memeriksa legalitas dan keamanan produk, sehingga dapat meminimalkan risiko kesehatan dari penggunaan produk yang tidak aman. UCAPAN TERIMA KASIH Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada warga Desa Sukatani. Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat terutama para anggota PKK atas partisipasi dan antusiasme mereka yang sangat mendukung keberhasilan program ini serta kepada Program Studi Farmasi Binawan. Terima kasih juga kepada semua pihak yang berkontribusi langsung maupun tidak langsung. REFERENSI