Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Dampak Pelatihan Eco Enzim terhadap Pengurangan Sampah Organik dan Peningkatan Literasi Ekologi Siswa (Implementasi P5 di SMAN 3 Kota Seran. Muhammad Oka Mahendra1*. Khoirunnajwa2. Melanie Febrianty3. Erica Aprilia4. Lutfia Rahmawati5 1,2Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Serang Raya. Kota Serang. Indonesia 3Program Studi Ilmu Hukum. Fakultas Ilmu Sosial. Politik Dan Ilmu Hukum. Universitas Serang Raya. Kota Serang. Indonesia 4Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis. Universitas Serang Raya. Kota Serang. Indonesia 5Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis. Universitas Serang Raya. Kota Serang. Indonesia Email penulis korespondensi: muhammadoka81@gmail. ABSTRAK Pemotongan distribusi sampah organik menuju TPA melalui konversi menjadi produk bernilai menjadi solusi berkelanjutan bagi SMAN 3 Kota Serang. Eco enzim sebagai produk ramah lingkungan dihasilkan dari fermentasi limbah organik . ulit buah, sisa sayura. dengan gula merah dan air . asio 3:1:. Observasi menunjukkan 65% sampah sekolah berupa limbah organik yang belum dimanfaatkan dan langsung dibuang. Kegiatan pengabdian ini mengintegrasikan program P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasil. melalui lima tahapan: . perencanaan pengelolaan sampah berbasis partisipasi siswa, . koordinasi dengan pihak sekolah, . sosialisasi dan pelatihan pembuatan eco enzim, . pendampingan praktik selama 1 minggu, dan . evaluasi dampak. Hasilnya menunjukkan 88% siswa dari 30 kelas sangat tertarik mempraktikkan eco enzim, 92% berkomitmen membuatnya di rumah, 76% berminat mengembangkan produk turunan, dan 94% akan memanfaatkannya untuk pembersih alami ruang kelas serta penghilang bau toilet. Tingkat kepuasan mencapai 90% dengan estimasi pengurangan 40 kg/bulan sampah organik. Kegiatan ini membuktikan integrasi P5 dan pengelolaan sampah organik efektif membangun kesadaran ekologis pelajar. Kata kunci: eco enzim. P5 sekolah, pengelolaan sampah, pelajar. Kota Serang ABSTRACT Diverting organic waste from landfills through value-added conversion offers sustainable solutions for SMAN 3 Serang City. Eco enzyme, an eco-friendly product derived from fermenting organic waste . ruit peels, vegetable scrap. with palm sugar and water . :1:10 rati. , addresses the schoolAos unutilized organic waste . % of total wast. This community service integrates the P5 program (Strengthening Pancasila Student Profile. through five stages: . student-participatory waste management planning, . school coordination, . eco enzyme socialization and training, . 1-week practical mentoring, and . impact evaluation. Results show 88% of students from 30 classes were highly engaged, 92% committed to home production, 76% interested in product development, and 94% will use it for classroom cleaners and toilet deodorizers. Satisfaction reached 90% with 40 kg/month organic waste reduction. This demonstrates how P5 integration effectively builds ecological awareness through waste innovation. Keywords: eco enzyme. P5 program. Serang City, students, waste management. SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS SERANG RAYA Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 PENDAHULUAN Permasalahan sampah organik di lingkungan sekolah menjadi tantangan serius bagi SMAN 3 Kota Serang. Observasi awal menunjukkan bahwa 65% total sampah di sekolah ini terdiri atas limbah organik seperti sisa makanan, kulit buah, dan sayuran yang belum termanfaatkan. Sampah tersebut langsung dibuang ke tempat pembuangan (TPA), penumpukan limbah, emisi gas metana, dan pencemaran lingkungan (Kurniawan et al. , 2. Minimnya kesadaran ekologis serta kurangnya inisiatif daur ulang di kalangan siswa memperparah kondisi ini. Sekolah sebagai mitra membutuhkan solusi berbasis partisipasi aktif warga sekolah untuk mengubah sampah menjadi sumber daya bernilai. Secara global, konversi sampah mengurangi beban TPA. Penelitian Febriani et al. menyatakan bahwa fermentasi limbah organik dapat menekan volume sampah hingga 40% sekaligus menghasilkan produk multiguna. Namun, pendidikan masih terbatas. Studi oleh Sari & Pratama . mengungkap bahwa pendampingan berkelanjutan menjadi kendala utama adopsi teknik daur ulang di Diperlukan pendekatan edukatif yang tidak hanya menangani sampah, tetapi juga membangun literasi ekologi siswa secara holistik. Eco enzim muncul sebagai solusi inovatif berbasis IPTEKS yang relevan. Produk ini dihasilkan dari fermentasi limbah organik . ulit buah/sayura. , gula merah, dan air dengan rasio 3:1:10 selama 90 hari (Winarti & Nugroho, 2. Hasilnya berupa cairan serbaguna untuk pembersih alami, pupuk cair, atau penghilang bau. Penelitian Damayanti et . membuktikan eco enzim mengurangi polutan udara dan air, sementara aplikasinya di SMK N 2 Yogyakarta (Rahmawati et al. , 2. berhasil menurunkan 35% sampah kesadaran lingkungan siswa. Temuan ini menjadi dasar ilmiah untuk replikasi di SMAN 3 Serang. Integrasi program ini dengan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasil. menciptakan sinergi strategis. karakter pelajar berkomitmen terhadap keberlanjutan lingkungan, sesuai dimensi "Bergotong Royong" dan "Berkebinekaan Global" (Kemendikbud, 2. Melalui pendekatan partisipatoris, siswa tidak hanya menjadi objek, tetapi pelaku aktif pengelolaan sampah. Praktik pembuatan eco enzim sejalan dengan prinsip P5 yang menekankan pembelajaran kontekstual dan kolaboratif (Hidayah et al. , 2. sehingga potensial memperkuat profil ekologis pelajar. Berdasarkan analisis situasi dan tinjauan pustaka tersebut, program pengabdian ini bertujuan untuk: . mengurangi volume sampah organik di SMAN 3 Serang melalui pelatihan . meningkatkan literasi ekologi siswa P5. Manfaatnya mencakup tiga aspek: bagi sekolah . engurangan 40 kg/bulan sampah . eningkatan keterampilan daur ulang dan kesadaran lingkunga. , serta bagi lingkungan . inimalisasi dampak negatif limba. METODE PELAKSANAAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini mengikuti lima tahap terstruktur yang terintegrasi dengan prinsip P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasil. Tahapan partisipatif hingga evaluasi dampak, dengan melibatkan 650 siswa dari 30 kelas di SMAN 3 Kota Serang sebagai subjek Kerangka metodologi dirancang berbasis panduan Kemendikbud . dan modul pelatihan eco enzim dari Winarti & Nugroho . , memastikan solusi ilmiah dapat diadaptasi secara Diagram alir kegiatan disajikan secara visual pada Gambar 1 untuk memetakan proses secara holistik, dimulai dari identifikasi masalah hingga pelaporan hasil. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Tahap 1 (Perencanaan Partisipati. melibatkan observasi lapangan dan diskusi kelompok terfokus dengan perwakilan siswa, guru, serta tim kebersihan sekolah. Tim pengabdi melakukan audit sampah selama 2 hari untuk memvalidasi komposisi limbah . % organi. dan mengidentifikasi titik kumpul strategis. Bersamaan dengan itu, disusun modul pelatihan berbasis studi Rahmawati et al. karakteristik sekolah. Tahap 2 (Koordinasi Institusiona. mencakup penyelarasan program dengan agenda P5 sekolah melalui workshop dengan 15 guru Nota mencakup alokasi waktu praktik . jam/mingg. , penggunaan laboratorium IPA, dan penyediaan sarana fermentasi . otol plastik kedap udara, timbangan Tahap 3 (Sosialisasi dan Pelatiha. learning: ceramah interaktif tentang prinsip Eco Enzim . diikuti demonstrasi pembuatan eco enzim sesuai rasio 3:1:10 . imbah organik : gula merah : Setiap orang/kelompo. mempraktikkan teknik fermentasi dasar menggunakan peralatan dan bahan eco enzim. Tahap 4 (Pendampingan Prakti. berlangsung intensif selama 1 minggu dengan mekanisme coaching clinic. Tim pengabdi memantau parameter kunci . arna, pH, tanda kontaminas. dan pemijaran gas setiap 3 hari, sekaligus mengintegrasikan refleksi nilai P5 . otong royong, tanggung jawab ekologi. dalam sesi diskusi. Tahap (Evaluasi Dampa. menggunakan metode campuran . : kuantitatif . imbangan sampah digital untuk mengukur reduksi limba. dan kualitatif . ngket literasi ekologi dengan skala Likert serta wawancara Data dianalisis secara statistik . ersentase kepuasa. dan uji korelasi antara intensitas praktik dengan peningkatan Seluruh . oto, diverifikasi oleh pihak sekolah sebagai bukti implementasi. Gambar 1. Diagram Alir HASIL DAN PEMBAHASAN Tahap Perencanaan Partisipatif Proses diawali dengan audit sampah komprehensif selama 2 hari kerja di seluruh area sekolah . antin, kelas. Pengukuran mengonfirmasi komposisi limbah: 65% sampah organik . ata-rata 40 kg/har. , didominasi kulit buah . %) dan sisa sayuran . %). Temuan ini memperkuat laporan awal sekolah tentang ketiadaan pemilahan sampah dan akumulasi limbah TPA. Analisis "hotspot" sampah tertinggi: kantin . %), koperasi . %), dan laboratorium IPA . %), yang Focus Group Discussion (FGD) melibatkan 30 perwakilan OSIS, 10 guru, dan 5 staf kebersihan menghasilkan dua solusi kunci: . pembentukan EcoEnzyme Student Task Force beranggotakan 60 siswa . per kela. , dan . desain drop point organik berbasis Eco Enzim di 5 lokasi strategis partisipasi aktif menunjukkan respons positif terhadap pendekatan bottom-up. Hasil voting memprioritaskan kantin sebagai titik utama, dengan alasan aksesibilitas bahan baku harian. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Pelatihan disusun secara kolaboratif dengan mengadaptasi kebutuhan siswa. Sebanyak 89% dari 60 responden menyatakan minat tinggi pada pelatihan praktis berbasis proyek, sementara 78% menginginkan panduan visual sederhana. Modul akhir terintegrasi infografis rasio 3:1:10 dan checklist harian fermentasi, diujicobakan kepada perwakilan kelas sebelum disahkan. Proses ini memastikan relevansi materi dengan konteks lokal sekaligus menumbuhkan rasa kepemilikan . peserta terhadap program. Tahap Koordinasi Institusional Workshop melibatkan kepala sekolah, 15 guru pendamping P5. Dokumen ini secara khusus mengatur: . integrasi kegiatan ke dalam kurikulum P5 dengan alokasi 120 jam projek selama semester genap, . penggunaan eksklusif laboratorium IPA sebagai eco-enzyme hub, dan . penyediaan sarana oleh sekolah untuk pengadaan fermentasi. Kit tersebut mencakup botol plastik mineral kedap udara, timbangan digital 0,1g presisi, pH strip, dan termometer analog. Poin krusial adalah penetapan sistem insentif bagi guru melalui pengakuan 25 jam pelatihan dalam portofolio kinerja. Implementasi kerjasama diwujudkan melalui pembagian peran terstruktur: tim laboratorium sekolah bertanggung jawab atas sterilisasi peralatan, guru P5 mengawasi jadwal praktik siswa . jam/mingg. , sedangkan tim pengabdi menyediakan modul kontrol kualitas. Terdapat penyesuaian signifikan ketika pihak sekolah mengusulkan penambahan 20 titik drop point setelah simulasi alur sampah menunjukkan bottleneck di Solusi mengalihkan dana cadangan Rp 750. untuk pengadaan botol plastik tambahan, menunjukkan fleksibilitas kolaborasi. Dampak tersedianya infrastruktur terpadu sebelum pelatihan dimulai. Gambar 2. Pelatihan Eco Enzim Tahap Sosialisasi dan Pelatihan Kegiatan dilaksanakan secara luring selama tiga hari berturut-turut di IPA rotational class system. Setiap sesi . menit/kela. diikuti rata-rata 22 siswa per kelas . otal 650 pesert. dan dibagi dalam tiga fase: . pemaparan interaktif prinsip bioremediasi menggunakan infografis dampak lingkungan TPA (Gambar 4. , . demonstrasi langkah demi langkah pembuatan eco enzim oleh tim ahli, dan . praktik mandiri kelompok dengan panduan pictorial manual. Tingkat kehadiran mencapai 95%, dengan 12 siswa kompetisi sekolah. Praktik langsung melibatkan 130 orang/kelompo. menggunakan kit standar. Analisis catatan lapangan menunjukkan 87% kelompok berhasil mencapai rasio 3:1:10 dengan deviasi O5%, diukur melalui timbangan digital presisi 0,1g. Sebanyak 24 kelompok . %) mengalami kesalahan pada fase pengadukan awal yang terkoreksi melalui intervensi real-time asisten laboratorium. Dokumentasi kompetisi sehat antar-kelompok dalam mengukur pH awal . entang 3,8-4,. dan menyusun logbook fermentasi. Hasil kuis singkat pascapelatihan membuktikan peningkatan pemahaman: 89% peserta mikroorganisme dalam fermentasi, naik dari baseline 35%. Integrasi nilai P5 terimplementasi melalui mekanisme peer assessment: setiap kelompok menilai kinerja kelompok lain berdasarkan indikator "Gotong Royong" . erjasama ti. dan "Kreatif" Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 . novasi penyelesaian masala. Sebanyak 92% kelompok mencapai skor Ou4 dari skala 5 pada aspek kolaborasi, ditunjukkan . enimbang, pencatat, pengadu. Luaran kunci berupa 130 wadah fermentasi starter dengan label identifikasi yang siap dipantau pada tahap pendampingan. Gambar 3. Dokumentasi Proses Pendampingan Praktik Tahap Pendampingan Praktik Pendampingan intensif dilaksanakan selama 7 hari berturut-turut . esuai abstra. melalui sistem rolling monitoring dengan jadwal harian pukul 07. WIB. Tim yang terdiri dari 5 asisten ahli dan 15 guru pendamping membagi zona eco-enzyme laboratorium IPA. Setiap kelompok mendapat kunjungan harian untuk mencatat tiga parameter kritis: . frekuensi pengadukan . tandar: 1x/har. , . pH cairan . , dan . produksi gas . ndikator aktivitas mikrob. Pengukuran menggunakan digital pH . mencapai kondisi optimal pada hari ke-3 dengan pH stabil 3. 5A0. 3 dan tekanan gas 2 kPa. Temuan krusial teridentifikasi pada 10 wadah . 7%) yang menunjukkan kontaminasi jamur Aspergillus niger pada hari ke-5, ditandai bercak hitam dan pH melonjak ke 5. 8 (Gambar 5. Analisis akar masalah mengungkapkan dua penyebab utama: 70% akibat tutup tidak rapat . arena botol overfil. dan 30% karena fluktuasi suhu malam hari . AC Ie 19AC). Melalui troubleshooting clinic, tim menerapkan protokol darurat: isolasi larutan gula 10% untuk reaktivasi mikroba, dan instalasi insulation blanket dari kain bekas. Intervensi ini berhasil menyelamatkan 6 dari 10 wadah, sementara 4 wadah harus dimusnahkan demi keamanan biologi. Integrasi nilai P5 dimaterialisasi melalui reflective journaling setiap akhir Siswa mencatat tantangan teknis dalam buku log disertai refleksi penerapan "Bernalar Kritis" . nalisis masalah fermentas. dan "Bergotong Royong" . istem rotasi pengadukan Data 130 jurnal menunjukkan mengaitkan praktik teknis dengan prinsip "Pemantauan pH mengajarkan kami sebagaimana ekosistem butuh pH optimal, kehidupan butuh harmoni". Pembelajaran kontekstual ini memperkuat temuan Hidayah et al. tentang efektivitas pendekatan STEAM dalam pendidikan Luaran tak terduga muncul dalam bentuk inovasi siswa: 15 kelompok mengembangkan varian eco enzim berbasis bahan lokal seperti kulit pisang . sam tinggi untuk pembersi. dan daun sirih . ntiseptik alam. Laboratorium sekolah menyediakan fasilitas uji kualitas sederhana, mengkonfirmasi pH 3. 2 pada varian kulit pisang yang memenuhi standar pembersih alami. Tingkat retensi pengetahuan mencapai 91% berdasarkan post-test teknis, dengan 94% kelompok Capaian ini membuktikan efektivitas model pendampingan singkat namun terstruktur. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Gambar Dokumentasi Pendampingan P5 . Proses Pendekatan kolaboratif melalui refleksi nilai P5 (Gotong Royong. Bernalar Kriti. terbukti memperkuat literasi ekologi, ditunjukkan pengetahuan pengelolaan sampah . dan keterampilan daur ulang . 8 menjadi 4. Inovasi varian lokal seperti eco enzim kulit pisang . H 3. membuktikan adaptasi kreatif siswa, sementara reduksi kontaminasi jamur dari 7% menjadi 3. 1% pasca intervensi teknis pendampingan singkat. Secara holistik, integrasi P5 dan eco enzim tidak hanya menciptakan solusi limbah berkelanjutan, tetapi juga membentuk profil pelajar Pancasila tantangan lingkungan. UCAPAN TERIMAKASIH