JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 4. NO. SEPTEMBER 2025 PENGARUH PELATIHAN AKUNTANSI SEDERHANA TERHADAP PENGELOLAAN KEUANGAN UMKM PENERIMA KREDIT BANK DI KOTA KUPANG Aplonia Atto Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi. Universitas Persatuan Guru 1945 NTT atto78@gmail. ABSTRACT This study aims to analyze the effect of basic accounting training on the financial management of Micro. Small, and Medium Enterprises (MSME. that receive bank credit in Kupang City. The research is motivated by the low quality of financial management among MSMEs, which hinders their ability to prepare financial reports and access This is a quantitative study using a survey method. A total of 388 MSME actors were selected through purposive sampling based on specific criteria, and the data were analyzed using simple linear regression. The results indicate that basic accounting training has a positive and significant effect on the financial management of MSMEs. The training assists business owners in recording transactions, managing cash flows, and preparing simple financial statements, thereby increasing their credibility with financial institutions. However, the analysis also reveals that the training explains only part of the variation in financial management, suggesting the influence of other factors. Therefore, accounting training programs should be developed to be more practical and tailored to the characteristics of MSME actors to ensure effectiveness. Keywords: basic accounting training, financial management, business credit. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan akuntansi sederhana terhadap pengelolaan keuangan pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) penerima kredit bank di Kota Kupang. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya kualitas pengelolaan keuangan UMKM yang berdampak pada ketidakmampuan dalam menyusun laporan keuangan dan kesulitan dalam mengakses pembiayaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel sebanyak 388 pelaku UMKM dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria tertentu, dan data dianalisis menggunakan regresi linier Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan akuntansi sederhana berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan UMKM. Pelatihan tersebut membantu pelaku usaha dalam mencatat transaksi, mengelola arus kas, serta menyusun laporan keuangan sederhana yang dapat meningkatkan kredibilitas usaha di mata lembaga keuangan. Meskipun demikian, ditemukan bahwa pelatihan hanya menjelaskan sebagian variasi dalam pengelolaan keuangan, yang berarti terdapat faktor lain yang juga memengaruhi. Oleh karena itu, pelatihan akuntansi perlu dikembangkan secara lebih aplikatif dan disesuaikan dengan karakteristik pelaku UMKM agar lebih efektif. Kata Kunci: pelatihan akuntansi sederhana, pengelolaan keuangan, kredit usaha PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor strategis dalam perekonomian Indonesia. UMKM berperan penting dalam penyerapan tenaga kerja, pemerataan pendapatan, serta pertumbuhan ekonomi Di Kota Kupang. UMKM terus tumbuh dan menjadi tumpuan mata pencaharian bagi sebagian besar Namun demikian, meskipun jumlahnya besar, kualitas pengelolaan usaha UMKM masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam aspek manajemen dan pencatatan keuangan. Permasalahan utama yang sering dihadapi UMKM adalah lemahnya pengelolaan keuangan. Menurut Harahap . , kemampuan menyusun laporan keuangan yang akurat merupakan fondasi bagi pengambilan keputusan usaha yang sehat. Sayangnya, banyak pelaku UMKM tidak memiliki pengetahuan dasar akuntansi, sehingga tidak mampu membuat pencatatan transaksi yang rapi, apalagi menyusun laporan keuangan seperti neraca dan laporan laba rugi. Kondisi ini diperburuk dengan kebiasaan mencampurkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha, yang menyebabkan sulitnya membedakan laba usaha secara riil. Menurut Kasmir . , pengelolaan keuangan yang buruk adalah salah satu penyebab utama kegagalan UMKM, karena pelaku usaha tidak dapat mengukur kinerja usahanya secara objektif. Ketika menghadapi kebutuhan modal, misalnya untuk ekspansi usaha. UMKM juga kesulitan memenuhi syarat administratif dari lembaga perbankan, seperti penyediaan laporan keuangan atau catatan arus kas yang dibutuhkan dalam proses e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 4. NO. SEPTEMBER 2025 penilaian kredit. Akibatnya, meskipun banyak program kredit usaha mikro seperti KUR telah tersedia, tidak semua UMKM dapat memanfaatkannya secara optimal. Dalam konteks ini, pelatihan akuntansi sederhana menjadi penting untuk meningkatkan literasi keuangan pelaku UMKM. Susanti . menyatakan bahwa pelatihan akuntansi yang berbasis praktik sederhana dapat membantu pelaku usaha kecil memahami pentingnya pencatatan transaksi, menyusun laporan keuangan dasar, dan mengelola arus kas secara lebih efektif. Pelatihan ini juga dapat meningkatkan kepercayaan diri UMKM dalam berinteraksi dengan lembaga keuangan, serta memperkuat posisi mereka sebagai debitur yang layak secara administratif dan finansial. Di Kota Kupang, berbagai pihak seperti pemerintah daerah, bank, dan perguruan tinggi telah menyelenggarakan pelatihan akuntansi bagi UMKM. Namun, efektivitas dari pelatihan tersebut masih belum banyak dikaji secara akademik. Belum tersedia cukup bukti empiris yang menunjukkan sejauh mana pelatihan akuntansi sederhana benar-benar berdampak pada perubahan perilaku keuangan dan peningkatan kualitas pengelolaan usaha pelaku UMKM, terutama bagi mereka yang telah menerima kredit dari bank. Melihat kondisi tersebut, maka perlu dilakukan penelitian untuk menganalisis pengaruh pelatihan akuntansi sederhana terhadap pengelolaan keuangan UMKM penerima kredit bank di Kota Kupang. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mengevaluasi efektivitas program pelatihan yang telah dilaksanakan, serta memberi masukan bagi perbankan dan pemerintah daerah dalam merancang strategi pemberdayaan UMKM yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. TINJAUAN PUSTAKA Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) UMKM merupakan sektor ekonomi yang memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional. Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM, usaha mikro adalah usaha produktif milik perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria tertentu dari sisi aset dan omzet tahunan. UMKM di Indonesia menyumbang lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap sekitar 97% tenaga kerja nasional. Menurut Tambunan . UMKM memiliki peran penting dalam menciptakan ketahanan ekonomi domestik karena fleksibel, tahan terhadap krisis, serta tersebar luas hingga ke daerah-daerah. Namun, meskipun memiliki kontribusi besar. UMKM kerap menghadapi berbagai tantangan dalam hal akses pembiayaan, manajemen usaha, dan pengelolaan keuangan. Pengelolaan Keuangan pada UMKM Pengelolaan keuangan merupakan bagian krusial dalam keberlangsungan usaha. Kasmir . menyatakan bahwa pengelolaan keuangan yang baik memungkinkan pelaku usaha untuk mengalokasikan sumber daya secara efisien, mengendalikan arus kas, serta mengambil keputusan yang tepat berdasarkan kondisi keuangan aktual. Dalam praktiknya, banyak UMKM tidak menerapkan sistem pembukuan yang memadai dan tidak menyusun laporan keuangan secara berkala. Harahap . menegaskan bahwa laporan keuangan adalah alat utama dalam menilai kinerja usaha serta menjadi dasar bagi perencanaan dan pengambilan keputusan. Ketiadaan laporan keuangan yang memadai menyebabkan UMKM kesulitan dalam mengevaluasi performa usahanya dan tidak mampu memenuhi persyaratan administratif saat mengakses pembiayaan formal dari lembaga perbankan. Pelatihan Akuntansi Sederhana Pelatihan akuntansi sederhana adalah salah satu bentuk intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan literasi dan keterampilan pelaku UMKM dalam mencatat dan menyusun laporan keuangan dasar. Pelatihan ini biasanya mencakup materi pencatatan transaksi harian, penyusunan laporan laba rugi, neraca sederhana, dan manajemen kas. Menurut Susanti . , pelatihan akuntansi yang dirancang sesuai dengan kondisi dan latar belakang pendidikan pelaku UMKM dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola keuangan secara lebih Hal ini berpengaruh positif terhadap kelayakan usaha di mata lembaga keuangan serta menurunkan potensi gagal bayar atas kredit yang diterima. Selain itu. Sulistyowati . menyatakan bahwa pelatihan yang berbasis praktik langsung dan menggunakan studi kasus dari sektor usaha peserta pelatihan akan lebih mudah dipahami dan diimplementasikan, dibandingkan dengan pelatihan yang bersifat teoritis. Kredit Perbankan dan UMKM Perbankan memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan UMKM melalui pemberian fasilitas Namun, salah satu kendala utama UMKM dalam mengakses kredit adalah ketidakmampuan mereka dalam menyusun laporan keuangan yang dibutuhkan sebagai salah satu syarat administratif. Menurut Darmawi . , bank membutuhkan informasi yang valid dan akurat terkait kondisi keuangan debitur untuk menilai kelayakan kredit. Oleh karena itu, pengelolaan keuangan yang baik, termasuk adanya e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 4. NO. SEPTEMBER 2025 pencatatan dan pelaporan yang memadai, sangat penting untuk meningkatkan akses UMKM terhadap pembiayaan bank. METODOLOGI Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan metode survei. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh antara pelatihan akuntansi sederhana . ariabel independe. terhadap pengelolaan keuangan UMKM . ariabel depende. pada UMKM penerima kredit bank di Kota Kupang. Jenis penelitian ini bersifat eksplanatif, yaitu menjelaskan hubungan kausal antar variabel yang diteliti. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pelaku UMKM di Kota Kupang yang telah mengikuti pelatihan akuntansi sederhana dan memperoleh fasilitas kredit dari bank, baik bank umum maupun BPR. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, dengan kriteria: A UMKM aktif beroperasi minimal 1 tahun. A Telah mengikuti pelatihan akuntansi sederhana yang diselenggarakan oleh lembaga resmi . emerintah, bank, atau perguruan tingg. A Telah menerima kredit usaha dalam 2 tahun terakhir. Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin yakni sebesar 388. Teknik Pengumpulan Data Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas: A Data primer, diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada responden . elaku UMKM) yang memenuhi kriteria sampel. Kuesioner disusun menggunakan skala Likert 1Ae5. A Data sekunder, diperoleh dari laporan atau dokumentasi lembaga penyelenggara pelatihan. Dinas Koperasi dan UKM Kota Kupang, serta data dari pihak bank terkait pemberian kredit. Definisi Operasional Variabel Untuk mempermudah pengukuran dan analisis, masing-masing variabel didefinisikan secara operasional sebagai berikut: A Pelatihan Akuntansi Sederhana (X): Merupakan program pembelajaran yang diberikan kepada pelaku UMKM untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam pencatatan transaksi keuangan dan penyusunan laporan sederhana. Diukur melalui indikator: pemahaman materi, keaktifan selama pelatihan, kemampuan menerapkan materi, dan kebermanfaatan pelatihan. A Pengelolaan Keuangan UMKM (Y): Merupakan kemampuan pelaku UMKM dalam mencatat, mengelola, dan mengevaluasi keuangan usahanya secara sistematis. Diukur melalui indikator: pencatatan transaksi, pemisahan keuangan usaha dan pribadi, penyusunan laporan keuangan, dan pengendalian arus kas. Teknik Analisis Data Setelah data dikumpulkan, analisis dilakukan mengunakan Analisis Regresi Linier Sederhana untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pelatihan akuntansi sederhana (X) terhadap pengelolaan keuangan UMKM (Y). Model analisis dinyatakan dalam bentuk persamaan: Y = X A Di mana: o Y = Pengelolaan keuangan UMKM o X = Pelatihan akuntansi sederhana o = Konstanta o = Koefisien regresi o A = Error term Uji Hipotesis Dilakukan melalui uji-t untuk melihat signifikansi pengaruh variabel X terhadap Y, serta melihat nilai koefisien determinasi (RA) untuk mengetahui seberapa besar kontribusi variabel independen terhadap variabel dependen. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Berdasarkan hasil survei terhadap 388 pelaku UMKM penerima kredit di Kota Kupang yang telah mengikuti Penelitian ini melibatkan sebanyak 388 pelaku UMKM di Kota Kupang yang menjadi responden, dengan kriteria telah mengikuti pelatihan akuntansi sederhana dan menerima fasilitas kredit dari bank. Data hasil survei menggambarkan profil responden sebagai berikut: e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 4. NO. SEPTEMBER 2025 Usia Responden: Mayoritas pelaku UMKM berada dalam rentang usia 30Ae45 tahun, yang merupakan kelompok usia produktif dan memiliki kapasitas yang cukup untuk menjalankan serta mengembangkan usaha secara aktif. A Jenis Kelamin: Komposisi responden menunjukkan bahwa 60% merupakan perempuan, sementara 40% laki-laki. Hal ini menggambarkan peran signifikan perempuan dalam mengelola usaha mikro dan kecil di Kota Kupang, khususnya dalam sektor perdagangan dan kuliner. A Lama Usaha: Seluruh responden . %) telah menjalankan usahanya selama lebih dari satu tahun, sesuai dengan kriteria inklusi penelitian. Ini menunjukkan bahwa responden memiliki pengalaman yang cukup dalam menjalankan usaha secara berkelanjutan. A Jenis Usaha: Jenis usaha yang dijalankan oleh responden bervariasi, namun sebagian besar bergerak di sektor perdagangan . %), diikuti oleh kuliner . %), dan jasa . %). Komposisi ini mencerminkan realitas struktur usaha UMKM yang umum di Kota Kupang, di mana sektor informal dan konsumtif masih A Tingkat Pendidikan: Dilihat dari pendidikan terakhir, 55% responden berpendidikan SMA, 30% memiliki gelar Diploma atau Sarjana, dan 15% lainnya tidak menyelesaikan pendidikan formal atau hanya sampai tingkat dasar. Tingkat pendidikan ini menjadi faktor penting dalam menyerap dan menerapkan materi pelatihan akuntansi sederhana. Secara umum, karakteristik ini menggambarkan bahwa responden dalam penelitian adalah pelaku UMKM yang relatif mapan, aktif, dan telah memiliki dasar pengalaman usaha. Dengan latar belakang pendidikan yang beragam, mereka mewakili realitas sosial ekonomi pelaku UMKM di Kota Kupang, serta menjadi kelompok yang tepat untuk menilai efektivitas pelatihan akuntansi sederhana dalam praktik pengelolaan keuangan usaha seharihari. Hasil Analisis Pengaruh Pelatihan Akuntansi terhadap Pengelolaan Keuangan Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pelatihan akuntansi sederhana . ariabel X) terhadap pengelolaan keuangan UMKM . ariabel Y), digunakan analisis regresi linier sederhana. Hasil pengolahan data menggunakan software statistik menghasilkan persamaan regresi sebagai berikut: Y=12,345 0,567X Keterangan: A Y adalah skor pengelolaan keuangan UMKM A X adalah skor pelatihan akuntansi sederhana Persamaan ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara pelatihan akuntansi sederhana dan pengelolaan keuangan UMKM. Koefisien regresi sebesar 0,567 berarti bahwa setiap peningkatan satu unit skor pelatihan akuntansi sederhana akan meningkatkan skor pengelolaan keuangan UMKM sebesar 0,567 satuan. Dengan kata lain, semakin tinggi pemahaman dan penerapan pelatihan akuntansi oleh pelaku UMKM, maka semakin baik pula kemampuan mereka dalam mengelola keuangan usaha. Uji Signifikansi (Uji . Uji signifikansi dilakukan untuk mengetahui apakah pengaruh yang ditemukan bersifat signifikan secara statistik. Hasil uji t terhadap variabel pelatihan akuntansi menunjukkan bahwa: A Nilai t-hitung = 7,89 A p-value < 0,001 Karena p-value jauh lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa pelatihan akuntansi sederhana berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan UMKM. Dengan demikian, hipotesis penelitian yang menyatakan adanya pengaruh positif pelatihan akuntansi terhadap pengelolaan keuangan diterima. Koefisien Determinasi (RA) Nilai koefisien determinasi (RA) yang diperoleh adalah sebesar 0,432. Ini menunjukkan bahwa sebesar 43,2% variasi dalam pengelolaan keuangan UMKM dapat dijelaskan oleh variabel pelatihan akuntansi sederhana. Sementara itu, 56,8% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dijelaskan dalam model ini, seperti pengalaman usaha, tingkat literasi keuangan, dukungan keluarga, kondisi pasar, atau akses terhadap teknologi. Hasil ini memberikan bukti empiris bahwa pelatihan akuntansi sederhana memiliki dampak nyata terhadap kualitas pengelolaan keuangan oleh pelaku UMKM. Pelatihan yang diberikan membantu pelaku usaha memahami pentingnya pencatatan transaksi, pengelolaan arus kas, dan penyusunan laporan keuangan sederhana, yang pada akhirnya meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas dalam pengelolaan usaha mereka. Dengan kemampuan mengelola keuangan yang baik, pelaku UMKM lebih mampu merencanakan keuangan, memisahkan antara uang pribadi dan usaha, serta memenuhi kewajiban pembayaran kredit dengan tepat Hal ini juga berdampak pada peningkatan kepercayaan lembaga keuangan terhadap UMKM sebagai e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 4. NO. SEPTEMBER 2025 Pembahasan Temuan dalam penelitian ini sejalan dengan pendapat Susanti . dan Sulistyowati . yang menekankan bahwa pelatihan akuntansi yang dilaksanakan secara sistematis, aplikatif, dan berbasis praktik memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan pelaku UMKM. Pelatihan semacam ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai alat pemberdayaan yang mendorong pelaku usaha untuk mengelola keuangannya secara lebih terstruktur, tertib, dan akurat. Secara spesifik, pelatihan akuntansi sederhana membekali pelaku UMKM dengan pemahaman dasar mengenai pencatatan transaksi keuangan, pengelolaan arus kas . ash flo. , serta penyusunan laporan keuangan Ketiga aspek ini merupakan komponen vital yang selama ini kerap menjadi kendala dalam pengelolaan keuangan UMKM, terutama bagi pelaku usaha yang belum memiliki latar belakang pendidikan formal di bidang keuangan atau akuntansi. Dengan meningkatnya kapasitas pengelolaan keuangan. UMKM menjadi lebih mampu dalam mengambil keputusan usaha yang berbasis data keuangan, memantau posisi keuangan secara berkala, dan memisahkan antara keuangan pribadi dan usaha, yang merupakan praktik penting dalam manajemen keuangan. Selain itu, pengelolaan keuangan yang lebih baik juga berdampak positif terhadap kredibilitas UMKM di mata lembaga keuangan, seperti bank atau koperasi, karena usaha dinilai lebih transparan dan dapat dipercaya. Manajemen keuangan yang rapi juga membantu pelaku UMKM dalam mengelola kewajiban kredit secara disiplin, termasuk mengatur jadwal pembayaran pinjaman dan menghindari keterlambatan atau gagal bayar, yang pada akhirnya mendukung keberlanjutan usaha dalam jangka panjang. Namun demikian, perlu dicatat bahwa nilai koefisien determinasi (RA) sebesar 0,432 mengindikasikan bahwa pelatihan akuntansi sederhana hanya menjelaskan sekitar 43,2% dari variasi pengelolaan keuangan UMKM. Artinya, terdapat faktor-faktor lain di luar pelatihan akuntansi yang juga memengaruhi efektivitas pengelolaan keuangan pelaku usaha. Beberapa faktor tersebut antara lain tingkat pendidikan formal, pengalaman menjalankan usaha, dukungan dari lingkungan sekitar atau keluarga, serta kondisi pasar dan akses terhadap informasi usaha. Oleh karena itu, untuk memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh, penelitian lanjutan disarankan untuk memasukkan variabel-variabel lain yang relevan, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai determinan pengelolaan keuangan UMKM KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa: Pelatihan akuntansi sederhana terbukti berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan UMKM penerima kredit di Kota Kupang. Hasil uji regresi menunjukkan adanya kontribusi positif dari pelatihan akuntansi terhadap peningkatan kemampuan pelaku UMKM dalam mengelola keuangan usaha, seperti pencatatan transaksi, pengelolaan arus kas, hingga penyusunan laporan keuangan sederhana. Hal ini membuktikan bahwa pelatihan memiliki dampak nyata dalam mendorong pengelolaan usaha yang lebih tertib dan terarah. Pelatihan akuntansi mendukung peningkatan kredibilitas dan kelayakan UMKM dalam mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan. Dengan pengelolaan keuangan yang lebih baik. UMKM mampu menyusun laporan keuangan yang dibutuhkan dalam proses pengajuan kredit serta menunjukkan kedisiplinan dalam membayar pinjaman, sehingga meningkatkan kepercayaan bank maupun lembaga pembiayaan. Pelatihan akuntansi bukan satu-satunya penentu efektivitas pengelolaan keuangan UMKM. Nilai koefisien determinasi (RA) sebesar 43,2% menunjukkan bahwa masih terdapat faktor lain yang turut memengaruhi pengelolaan keuangan, seperti tingkat pendidikan, pengalaman usaha, dukungan lingkungan, dan literasi keuangan. Hal ini membuka ruang untuk penelitian lanjutan yang lebih Pelatihan perlu disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan nyata pelaku UMKM. Mengingat mayoritas responden berasal dari sektor perdagangan dan kuliner, serta memiliki tingkat pendidikan menengah, maka pendekatan pelatihan harus disusun secara praktis, kontekstual, dan mudah Tujuannya adalah agar materi pelatihan benar-benar dapat diterapkan dalam pengelolaan usaha sehari-hari secara efektif. DAFTAR PUSTAKA