Jurnal Aplikasi Manajemen. Ekonomi dan Bisnis Vol. No. October 2024 ISSN 2541-1438. E-ISSN 2550-0783 Published by STIM Lasharan Jaya Analisis Kontribusi Sektor Pertanian terhadap Perekonomian Serta Permasalahan dalam Pengembangannya di Kabupaten Gowa Andi Muh Dayan Pananrangi Darius1. Diah Retno Dwi Hastuti2 Universitas Negeri Makassar andimuhammaddayan@gmail. retno@unm. ARTICLE DETAILS ABSTRACTS History Received : August Revised Format : September Accepted : October This research analyzes the contribution of the agricultural sector to the economy in Gowa Regency and the problems of developing the agricultural The analysis technique used is qualitative analysis with a case study The results of the analysis show that . The contribution of the agricultural sector shows a downward trend to the economy of Gowa Regency, . The main obstacles faced in the development of the agricultural sector in Gowa Regency are land conversion, and farmer regeneration, . The role of government policies in supporting the development of the agricultural sector in Gowa Regency is in the form of agricultural subsidies, counseling & training, agricultural infrastructure development, access to finance, market price control and research & Keywords : farmers, farmer regeneration, land conversion, food security, agricultural policy, productivity, urban farming, sustainable A2024 STIM Lasharan Jaya Makassar Introduction Sektor pertanian merupakan salah satu sektor strategis yang berpengaruh terhadap perekonomian di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Kontribusi sektor ini tidak hanya tercermin dalam penyediaan bahan pangan bagi populasi, tetapi juga dalam pemberian lapangan kerja, pemenuhan kebutuhan bahan baku industri, serta pendorong pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Kabupaten Gowa yang terletak di Provinsi Sulawesi Selatan merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi pertanian yang cukup besar. Melalui upaya pengembangan sektor pertanian, kabupaten Gowa memiliki peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya dan mengurangi ketimpangan ekonomi dalam konteks global yang terus berubah, di mana tantangan seperti perubahan iklim, urbanisasi, dan perubahan pola konsumsi masyarakat semakin tampak, sektor pertanian perlu mengalami transformasi agar tetap relevan dan berkelanjutan. Produk Domestik Bruto (PDRB) menurut Todaro dalam Putri . PDRB adalah nilai total atas segenap output akhir yang dihasilkan oleh suatu perekonomian di tingkat daerah. Berdasarkan BPS Kabupaten Gowa . , terlihat bahwa data kontribusi lapangan usaha pertanian menunjukkan suatu kecenderungan penurunan, terlihat adanya pola perlahan namun konsisten dalam menurunnya kontribusi sektor pertanian terhadap ekonomi. Tingkat kontribusi tertinggi pada tahun 2010 sebesar 36,38 persen kemudian pada tahun selanjutnya menunjukkan penurunan hingga pada tahun 2023 sudah mencapai 27,79 persen. Sektor pertanian awalnya memiliki pengaruh yang signifikan dalam membentuk ekonomi. Namun, dari waktu ke waktu, terjadi penurunan bertahap dalam andil kontribusinya. Angka-angka ini terus mengalami penyusutan, mencerminkan perubahan dalam peran sektor pertanian dalam struktur ekonomi. *Corresponding Author Email Address: andimuhammaddayan@gmail. A 2024 STIM Lasharan Jaya Makassar Darius et. , . / Jurnal Aplikasi Manajemen. Ekonomi dan Bisnis 9 . 88-98 Gambar 1. PDRB Sektor Pertanian. Kehutanan. Perikanan Kabupaten Gowa 40,00% 36,38% 35,00% 35,51% 34,10% 32,162,07% 31,140,46% 30,00% 29,70(,92% 27,22',47% 28,51(,17',79% 25,00% 20,00% 15,00% 10,00% 5,00% 0,00% 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 Sumber: https://gowakab. Dimulai dari tingkat kontribusi tertinggi pada tahun 2010 sebesar 36,38 persen kemudian pada tahun selanjutnya menunjukkan penurunan hingga pada tahun 2023 sudah mencapai 27,79 Sektor pertanian awalnya memiliki pengaruh yang signifikan dalam membentuk Akan tetapi, dari waktu ke waktu, terjadi penurunan bertahap dalam andil Angka-angka ini terus mengalami penyusutan, mencerminkan perubahan dalam peran sektor pertanian dalam struktur ekonomi. Kabupaten Gowa memiliki potensi pertanian yang besar, dengan luas lahan yang cukup luas sebagai daerah yang mempunyai potensi pertanian cukup besar. Oleh sebab itu, demi kelancaran pelaksanaan pembangunan pertanian, khususnya dalam memberdayakan petani atau kelompok tani agar mampu mengelola sumber daya yang ada, pemerintah Kabupaten Gowa mendirikan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) (Hamid, 2. Akan tetapi, petani kecil sering menghadapi tantangan serius dalam mencapai ketahanan pangan dan kehidupan yang Faktor-faktor seperti keterbatasan lahan, air, dan modal, serta kurangnya akses terhadap teknologi dan informasi menjadi penyebab terhambatnya produktivitas pertanian mereka. Selain itu, fluktuasi harga pasar dan dampak perubahan iklim yang tidak terduga berakibat perekonomian petani kecil tidak stabil, yang berdampak pada kemampuan mereka untuk mempertahankan ketahanan pangan dan kehidupan yang berkelanjutan (Tambunan & Yassir. Dari latar belakang di atas telah yang sudah dipaparkan, terlihat masalah pokok seperti kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian di Kabupaten Gowa, adanya hambatan dalam pengembangan sektor pertanian serta bagaimana kebijakan pemerintah dalam mendukung pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Gowa. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk: Mengetahui kontribusi sektor pertanian dalam perekonomian Kabupaten Gowa beberapa tahun terakhir Mengetahui pelaksanaan penyelesaian masalah dan pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Gowa Mengetahui seperti apa kegiatan yang dilakukan untuk memastikan bahwa kegiatan sektor pertanian dapat terus berkelanjutan di Kabupaten Gowa. Darius et. , . / Jurnal Aplikasi Manajemen. Ekonomi dan Bisnis 9 . 88-98 Literature Review and Theoretical Background Bagian ini memuat literatur yang relevan dengan penelitian serta alur kerangka pikir yang memperlihatkan gambaran kondisi topik penelitian. Kontribusi Pertanian dalam Perekonomian Albetris . dalam penelitiannya menggunakan metode analisis data sekunder. Dari hasil penelitiannya, bahwa potensi sektor pertanian di Provinsi Jambi sangat besar. Sebagian besar wilayah Provinsi Jambi adalah lahan dengan kultur pertanian dalam bentuk perkebunan, sehingga sangatlah wajar bila sektor pertanian berkembang cukup pesat di Provinsi Jambi, bahkan menjadi penyumbang cukup besar dalam struktur perekonomian di Provinsi Jambi. Hal ini dibuktikan dengan besarnya sumbangan sektor pertanian terhadap perekonomian Provinsi Jambi yang mampu mencapai rata-rata 26. 19% per tahun, periode tahun 2006 - 2018. Artinya aktivitas ekonomi di Provinsi Jambi di sumbang oleh sektor pertanian sebesar 19%yang berarti selama periode 2006 - 2018 PDRB sektor pertanian Provinsi Jambi selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun sehingga perlu kiranya mendapat perhatian untuk meningkatkan sektor pertanian dalam bentuk pengelolaan yang lebih memadai. Penelitiannya menguatkan bahwa: H1 : Sektor pertanian di Provinsi Jambi sangat besar bahkan menjadi penyumbang cukup besar dalam struktur perekonomian. Kontribusi Sektor Pertanian dalam PDRB Nur Arifah et al. dalam penelitiannya menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan teknik analisis LQ dan analisis SS (Shift Shar. Dari hasil penelitiannya diperoleh hasil bahwa kontribusi Sub Sektor Pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Bener Meriah pada tahun 2020 tertinggi adalah sub sektor perkebunan sebesar 20,39 % senilai dengan Rp. 741,50 miliar dari total jumlah PDRB sektor pertanian Kabupaten Bener Meriah. Dengan membandingkan antara net change dan daya saing dengan mempertimbangkan keterbatasan APBD, maka pembangunan pertanian di Kabupaten Bener Meriah dapat dirumuskan sesuai dengan prioritasnya. Rumusan prioritasnya adalah: sub sektor tanaman pangan menjadi prioritas pertama, sub sektor perikanan menjadi prioritas kedua, sub sektor peternakan menjadi prioritas ketiga, sub sektor kehutanan menjadi prioritas keempat. Penelitiannya menguatkan bahwa: H2: Kontribusi Sub Sektor Pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Bener Meriah pada tahun 2020 yang tertinggi adalah sub tanaman pangan. Pertanian Termasuk Ke Dalam Sektor Basis Efendi et al. dalam penelitiannya menggunakan studi pustaka dan dokumentasi. Hasil penelitiannya mengatakan bahwa di Kabupaten Gowa terdapat delapan sektor basis yaitu sektor pengadaan listrik, gas, sektor real estate, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum, sektor informasi dan komunikasi, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, sektor pengadaan air, dan sektor jasa lainnya. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan Kabupaten Gowa masih mengandalkan hasil dari pertanian, kehutanan, dan perikanan karena masih banyaknya lahan tersedia yang dapat dijadikan sebagai lahan pertanian maupun perkebunan dan mayoritas penduduk di Kabupaten Gowa bekerja pada sektor tersebut sebanyak 100. 022 orang. Penelitiannya menguatkan bahwa: H3: Pertanian merupakan salah satu dari sektor basis di Kabupaten Gowa Darius et. , . / Jurnal Aplikasi Manajemen. Ekonomi dan Bisnis 9 . 88-98 Theoretical Framework Menurut Haryoko dalam Dahuri et al. , kerangka berpikir adalah sintesa tentang hubungan antar variabel yang disusun dari berbagai teori yang telah dideskripsikan. Sektor pertanian salah satu sektor yang berkontribusi dalam PDRB, sektor ini terdiri dari beberapa sub sektor seperti tanaman bahan makanan, tanaman Perkebunan, peternakan dan hasil-hasilnya, kehutanan dan perkebunan, dan perikanan. Gambar 2. Kerangka Berpikir Permasalahan yang ada pada masing-masing sub sektor tentunya akan berpengaruh terhadap output yang dihasilkan pada sub sektor tersebut dan selanjutnya akan berpengaruh terhadap sektor pertanian secara keseluruhan. Kontribusi sektor pertanian merupakan yang terbesar di antara sektor lainnya, namun besar kontribusinya semakin menurun. Hal ini menandakan terdapat permasalahan baik internal maupun eksternal yang cukup signifikan di dalamnya. Konsep pertanian berkelanjutan dapat terlaksana apabila permasalahan ini dapat diatasi dengan baik, apabila tidak dapat diatasi maka permasalahan ini bisa saja akan menjadi bertambah parah di waktu yang akan datang dan untuk mengatasinya membutuhkan upaya yang lebih berat. Methodology Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Studi kasus berdasarkan pendapat dari Rahardjo dalam Ridlo . ialah suatu serangkaian kegiatan ilmiah yang dilakukan secara intensif, terinci dan mendalam tentang suatu program, peristiwa, dan aktivitas, baik pada tingkat perorangan, sekelompok orang, lembaga, atau organisasi untuk memperoleh pengetahuan mendalam tentang peristiwa tersebut. Penelitian ini dilakukan di Pemerintah Kabupaten Gowa. Data dalam penelitian ini terbagi atas data primer dan data Data primer diperoleh melalui interview, laporan atau rekap data dari instansi terkait. Data sekunder diperoleh dari buku atau literatur maupun penelitian lain yang terkait dengan topik pembahasan. Darius et. , . / Jurnal Aplikasi Manajemen. Ekonomi dan Bisnis 9 . 88-98 Penelitian kualitatif memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam pendekatan serta metode pengumpulan data, memungkinkan eksplorasi yang mendalam terhadap fenomena yang masih kurang untuk dipahami. Dari wawancara atau interview dengan pemerintah Kabupaten Gowa . alam hal ini pihak Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa. Bappeda Kabupaten Gowa Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gow. , peneliti dapat mengidentifikasi dan mendapatkan informasi yang komprehensif. Result And Discussion Produksi Padi Pada tabel 1, terlihat bahwa sebagian besar . 370,57 ha atau 58,87%) sawah di Kabupaten Gowa ditanami padi sebanyak 2 kali dalam setahun, sedangkan yang ditanami padi 1 kali dalam setahun sebanyak 8. 735,05 ha atau26,55% dan 4. 797,38 atau 14,58% ditanami padi 3 kali dalam setahun. Tabel 1. Luas Lahan Sawah . & Jenis Pengairan di Kabupaten Gowa Sumber: BPS, 2024. Tabel 2. Kontribusi Luas Panen. Produksi Padi, dan Produksi Beras Pada 5 Kabupaten Luas Panen Terbesar di Sulawesi Selatan Tahun 2023 Ae 2024 Sumber: BPS Provinsi Sulawesi Selatan, 2024. Terlihat pada Tabel 2 bahwa di Kabupaten Gowa luas panen tahun 2023 seluas 48. 550 hektar tetapi ketika di tahun 2024 bulan Januari sampai April menjadi seluas 15. 306 hektar. Dari sisi produksi, pada padi ditahun 2023 terproduksi 231. 656 ton sedangkan ditahun 2024 bulan Januari Ae April sekitar 68. 809 ton lalu dari produksi beras di tahun 2023 sebanyak 132. 932 ton dan di tahun 2024 terproduksi berkisar 39. 485 ton. Berdasarkan penjelasan dari Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Gowa terjadinya penurunan indeks ketahanan pangan disebabkan oleh hal-hal seperti perubahan iklim /El Nino. Degradasi lahan / turunnya kesuburan lahan. Darius et. , . / Jurnal Aplikasi Manajemen. Ekonomi dan Bisnis 9 . 88-98 Gambar 3. Indeks Ketahanan Pangan di Kabupaten Gowa Sumber: Badan Pangan Nasional (BPN), 2023. Gambar 4. Produktivitas & Produksi Padi Kabupaten Gowa Sumber: BPS, 2024. Kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian di Kabupaten Gowa Kontribusi sektor pertanian terus mengalami penurunan dari 36,38% . ada tahun 2. menjadi 27,79% . ada tahun 2. Pada saat kontribusi sektor pertanian menurun tetapi beberapa sektor lainnya justru menunjukan peningkatan dalam kurun waktu 2010-2023 seperti sektor pertambangan & penggalian . ,32% menjadi 3,42%), industri pengolahan . ,81% menjadi 7,12%), konstruksi . ,81% menjadi 9,72%), perdagangan . ,5% menjadi 12,27%), informasi . ,71% menjadi 12,56%), real estate . ,33% menjadi 7,36%). Listrik . ,17% menjadi 0,19%), transportasi . ,38% menjadi 1,65%), akomodasi . ,39% menjadi 2,79%), jasa keuangan . ,92% menjadi 2%), jasa Kesehatan . ,78% menjadi 2,32%) dan jasa lainnya . ,42% menjadi 1,53%). Jadi dapat dikatakan penurunan pertanian tersebar ke beberapa sektor lainnya, beberapa sektor meningkat yang besar namun beberapa sektor mengalami peningkatan yang kecil. Darius et. , . / Jurnal Aplikasi Manajemen. Ekonomi dan Bisnis 9 . 88-98 Gambar 5. Kontribusi 4 Sektor Terbesar PDRB Kabupaten Gowa Sumber: https://gowakab. Trend kontribusi 4 sektor terbesar dalam perekonomian di Kabupaten Gowa menunjukan kecenderungan bahwa dominasi sektor pertanian akan segera bergeser ke sektor informasi, perdagangan dan konstruksi. Idealnya transformasi struktural ekonomi umumnya dari pertanian tradisional ke sektor agroindustri dan sektor non-pertanian . yang menciptakan nilai tambah . alue adde. , namun transformasi ekonomi di Kabupaten Gowa tidak berubah dari pertanian ke agroindustri ataupun agribisnis tetapi ke sektor informasi. Gambar 6. Gini Rasio & NTP Kabupaten Gowa Sumber: BPS, 2024 Menarik untuk dicermati bahwa apabila transformasi perekonomian tidak berjalan secara umum, apakah akan berdampak tidak baik terhadap kesejahteraan masyarakat? Namun sebagaimana disebutkan terdahulu bahwa data gini ratio menunjukan kondisi yang baik, dari 0,402 . menjadi 0,376 . , data persentase penduduk miskin menunjukan penurunan dari 8% . mejadi 7,42% . namun angka pertumbuhan ekonomi menunjukan kecenderungan penurunan dari 7,17% . menjadi 5,82% . Perlu dicermati bahwa perekonomian mengalami penurunan saat pandemi Corona mewabah sejak tahun 2020 di mana pada saat itu angka pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gowa menyentuh titik yang sangat rendah yaitu 1,76%. Ditengah-tengah penurunan laju perekonomian namun justru pemerataan pendapatan terjadi lebih baik begitu pula dengan kesejahteraan petani. Sehingga, kecenderungan penurunan kontribusi pertanian dalam perekonomian Kabupaten Gowa dan terlihat bahwa sektor informasi, konstruksi dan perdagangan tumbuh untuk Darius et. , . / Jurnal Aplikasi Manajemen. Ekonomi dan Bisnis 9 . 88-98 menggantikannya, dan ternyata hal tersebut tidak membuat dampak yang negatif bagi masyarakat karena angka persentase penduduk kemiskinan menurun, gini ratio menurun serta angka Nilai Tukar Petani (NTP) meningkat. Hambatan utama pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Gowa Dalam pengembangan sektor pertanian perlu untuk melindungi dan menjaga eksistensi input dan output hasil pertanian. Permasalahan / isu yang mengemuka dalam mengembangkan pertanian di Kabupaten Gowa sebagaimana tercantum dalam Dinas Peternakan Dan Perkebunan Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan . sebagai berikut: A Alih Fungsi Lahan Secara perlahan namun pasti luas sawah di Kabupaten Gowa mengalami perubahan fungsi, dalam kurun waktu 1998-2016 telah terjadi alih fungsi lahan pertanian menjadi non pertanian 840 atau 3,23% (Munawir et al. , 2. dari total luas wilayah Kabupaten Gowa. Peralihan penggunaan lahan ini terjadi dari lahan pertanian menjadi wilayah permukiman maupun area bisnis. Peneliti mengamati bahwa saat ini kondisi lahan di Kecamatan Palangga terutama daerah setelah jembatan Kembar ke arah Kabupaten Takalar pada jalan poros antar kabupaten sudah dipenuhi dengan ruko / tempat bisnis. Padahal area ini 20 tahun yang lalu adalah persawahan, tetapi saat ini sulit menemukan sawah di sepanjang jalan poros ini. Gambar 7. Kondisi Jalan Poros Di Kecamatan Palangga Sumber: Google Maps, 2024 Kondisi yang serupa terjadi di Kecamatan Pattallassang, khususnya di sepanjang jalan menuju ke arah Padivaley Golf Club sudah banyak dibangun ruko maupun perumahan. Hal ini disebabkan lokasinya yang tidak jauh dari Kota Makassar sehingga cocok dijadikan daerah hunian bagi orang yang mempunyai pekerjaan di Makassar. Hal ini mudah dilihat pada pagi hari ruas jalan ini dipenuhi orang-orang yang akan pergi kerja maupun sekolah, dan sore hari dipenuhi orang-orang yang pulang kerja. Darius et. , . / Jurnal Aplikasi Manajemen. Ekonomi dan Bisnis 9 . 88-98 Gambar 8. Kondisi Jalan Poros Di Kecamatan Pattallassang Sumber: Google Maps, 2024 A Regenerasi Petani NTP mengalami peningkatan dari 104,42 . menjadi 114,25 . di sini terlihat bahwa kesejahteraan petani meningkat, meskipun demikian para generasi muda tidak tertarik dengan bertani karena terkesan dengan berlumpur, kotor, panas dan penghasilan kecil. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara yang dilakukan dengan Koordinator Penyuluh Pertanian Kabupaten Gowa pada Agustus 2024 yang menyebutkan bahwa dalam kegiatan penyuluhan lebih banyak didominasi oleh petani yang berusia di atas 40 tahun begitu pula pada kegiatan Keengganan pemuda terjun ke bidang pertanian selain karena kesan yang kurang baik tentang bertani juga karena faktor risiko. Apabila terjadi gagal panen maka petani akan menderita kerugian atas semua biaya yang telah dikeluarkan , sementara pada bidang lain pendapatan dapat diperoleh bulanan ataupun mingguan. Peneliti mengamati bahwa di sini terjadi masalah dalam regenerasi petani, tetapi sesungguhnya yang terjadi lebih besar dari lagi, yaitu ketahanan Banyak aktivitas pertanian di Kabupaten Gowa dilakukan secara manual . enggunaan tenaga manusi. , seiring dengan usia petani yang bertambah tua maka kinerjanya juga akan Penurunan kinerja menyebabkan hasil panen yang diperoleh juga menurun, dalam skala yang besar maka terjadi penurunan produksi pangan yang berarti mengancam ketahanan Peran kebijakan pemerintah dalam mendukung pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Gowa Pemerintah harus hadir dalam menciptakan kondisi yang kondusif pada semua sektor, terlebih sektor pertanian yang hingga saat ini menjadi pemberi kontribusi yang terbesar dalam perekonomian di Kabupaten Gowa. Peneliti mencoba untuk mengidentifikasikan peran kebijakan pemerintah dalam sektor pertanian sebagai berikut: Subsidi Pertanian: Pemerintah memberikan subsidi pupuk sementara bibit dan alat pertanian diberikan dalam bentuk bantuan. Besarnya alokasi pupuk subsidi setiap tahun bervariasi tergantung keuangan pemerintah pusat, sehingga jumlah pupuk subsidi yang Darius et. , . / Jurnal Aplikasi Manajemen. Ekonomi dan Bisnis 9 . 88-98 diberikan bisa lebih rendah ataupun lebih besar dari yang diminta/diusulkan. Penyuluhan dan Pelatihan: Dinas Tanaman Pangan & Hortikultura setiap tahun menyelenggarakan penyuluhan atau pelatihan kepada petani untuk mengadopsi teknik pertanian modern, teknologi, dan praktik berkelanjutan. Infrastruktur Pertanian: Investasi dalam pembangunan infrastruktur seperti irigasi, jalan tani dan embung. Akses Pembiayaan: Petani dapat mengakses Kredir Usaha Rakyat (KUR) pada bank Pengendalian Harga dan Pasar: Memantau harga produk pertanian agar petani mendapatkan keuntungan yang layak, serta membuka akses ke pasar yang lebih luas melalui kebijakan perdagangan yang mendukung. Dalam hal ini melibatkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Gowa. Riset dan Inovasi: Mendukung riset di bidang pertanian, dalam hal ini lebih banyak dilakukan oleh pemerintah pusat (Kementerian Pertania. dengan melibatkan Akademisi. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) maupun Badan Tenaga Nuklir (BATAN). Program Youth Entrepreneurship And Employment Support Services (YESS) dari Kementerian Pertanian belum didukung secara optimal oleh pemerintah daerah. Program ini bertujuan untuk menghasilkan wirausahawan muda pedesaan serta menghasilkan tenaga kerja yang kompeten di bidang pertanian. Program YESS hanya berlangsung 20192025 namun belum terlihat langkah signifikan dari pemerintah daerah untuk mendukung program tersebut terlebih saat akan berakhir pada tahun 2025 nanti. Di Kabupaten Gowa hingga saat ini sebanyak 10. 000 penerima manfaat pelatihan . enerasi mud. telah dilatih, jenis pelatihan yang diberikan selain teknis pertanian juga pelatihan lain seperti motivasi bisnis, pelatihan manajemen bisnis bagi pemula, pelatihan literasi keuangan, pelatihan rencana usaha dan Workshop Business Motivation Pathway (BMP). Dari uraian di atas terlihat bahwa peran pemerintah cukup banyak dan turut melibatkan akademisi dan perbankan. Dari sekian peran kebijakan pemerintah, penulis melihat ada permasalahan terkait peran riset dan inovasi. Dalam hal ini penerapan teknologi pertanian, di mana penyuluh mengeluh dalam meyakinkan penggunaan teknologi kepada petani. Penyuluh berada dalam posisi sekedar membimbing, melayani konsultasi, transfer teknologi, penyebarluasan informasi pasar, penghubung antara petani dan pemerintah. Para petani sulit menerima penerapan teknologi baru karena tidak ada jaminan besarnya hasil yang diperoleh selain itu jika terjadi gagal panen resiko sepenuhnya ditanggung oleh petani sendiri. Hal ini yang membuat petani hanya mempercayai cara bertani yang selama ini mereka lakukan, karena petani dapat mengukur resiko terburuk yang mungkin terjadi serta cara mengatasinya. Conclusion Berdasarkan hasil penelitian terhadap kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian serta permasalahan dalam pengembangannya di Kabupaten Gowa dapat disimpulkan sebagai Kontribusi sektor pertanian menunjukkan kecenderungan menurun terhadap perekonomian Kabupaten Gowa. Hambatan utama yang dihadapi dalam pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Gowa adalah: . Alih fungsi lahan, dan . Regenerasi petani. Darius et. , . / Jurnal Aplikasi Manajemen. Ekonomi dan Bisnis 9 . 88-98 Peran kebijakan pemerintah dalam mendukung pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Gowa adalah: . Subsidi pertanian, . Penyuluhan & pelatihan, . Pembangunan infrastruktur pertanian, . Akses pembiayaan, . Pengendalian harga pasar dan . Riset & inovasi. Reference