Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 Hubungan Penyalahgunaan Narkoba terhadap Gejala Gangguan Jiwa Mantan Pengguna di Yayasan Sahabat Rekan Sebaya dan Tinjaunnya Menurut Pandang Islam The Relationship Between Drug Abuse and Mental Disorder Symptoms in Former Users at the Sahabat Rekan Sebaya Foundation and Its Review from an Islamic Perspective. Ghozy Akbar1. Titiek Djannatun2,Firman Arifandi3 1Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Jakarta. Indonesia 2Bagian Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Jakarta. Indonesia 3Bagian Agama Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Jakarta. Indonesia Koresponden: Ghozyakbr04@gmail. KATA KUNCI Penyalahgunaan narkoba, gangguan jiwa, dukungan sosial. Rekan sebaya ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penyalahgunaan narkoba dan gejala gangguan jiwa pada mantan pengguna yang tergabung dalam komunitas Sahabat Rekan Sebaya. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara penyalahgunaan narkoba dan munculnya gejala gangguan jiwa. Seluruh responden dalam penelitian ini adalah laki-laki dengan rentang usia terbanyak antara 24Ae29 Sebagian besar responden memiliki latar belakang pendidikan SMA/SLTA/SMK dan penghasilan di bawah UMR. Dukungan sosial dan lingkungan positif, seperti yang disediakan oleh komunitas Sahabat Rekan Sebaya, terbukti memainkan peran penting dalam mendukung pemulihan dan stabilisasi kondisi mental mantan pengguna narkoba. Studi ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan holistik, termasuk dukungan sosial, dalam proses pemulihan dari penyalahgunaan KEYWORDS Drug abuse. Mental disorders. Social support. Peer friendship. ABSTRACT This study aims to analyze the relationship between drug abuse and symptoms of mental disorders in former users who are members of the Sahabat Rekan Sebaya community. The results of the study showed a significant relationship between drug abuse and the emergence of symptoms of mental disorders. All respondents in this study were male with the largest age range between 24Ae29 years. Most respondents had a high school/vocational high school/high school education background and income below the minimum wage. Social support and a positive Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 environment, such as that provided by the Sahabat Rekan Sebaya community, have been shown to play an important role in supporting the recovery and stabilization of the mental condition of former drug This study underlines the importance of a holistic approach, including social support, in the process of recovery from drug abuse. PENDAHULUAN Narkotika merupakan zat atau obat yang dapat bersifat alamiah, sintetis, maupun semi-sintetis, yang kesadaran, halusinasi, serta daya rangsang (BNN, 2. Dalam dunia kesehatan, narkoba digunakan sebagai bahan obat-obatan bagi pasien yang penggunaannya di luar dosis dan tanpa Penyalahgunaan narkoba disebabkan oleh pengedaran yang tidak terputus dan menjadi hal yang tidak tabu di kalangan masyarakat berbagai lapisan, dari kelas atas hingga kelas bawah, serta tidak memandang usia, mulai dari remaja hingga orang tua. Hal ini menjadikan narkoba perhatian khusus pemerintah Indonesia, meski upaya menunjukkan hasil yang signifikan. Menurut Nevid dalam jurnal psikologi, penyalahgunaan dan ketergantungan narkoba merupakan pola perilaku kompleks yang melibatkan faktor biologis, psikologis, dan lingkungan. Faktor genetik dan lingkungan menghasilkan predisposisi terhadap penyalahgunaan, sementara pada masa remaja dan dewasa, ekspektasi positif terhadap penggunaan obat, tekanan sosial, dan kurangnya larangan budaya penyalahgunaan (Ananda et al. , 2. Pengguna narkoba tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga seluruh aspek kehidupan manusia seperti keluarga, pertemanan, dan hubungan sosial lainnya. Dampaknya meliputi masalah sosial, fisik, materi, ekonomi, serta kerusakan moral. Secara kejiwaan, dampak kegelisahan, kerusakan kerja otak, mental, dan kesulitan bersosialisasi. Permasalahan ini sangat diperhatikan oleh pemerintah Indonesia dan masyarakat karena berdampak pada rusaknya moral bangsa (UU Narkotika RI No. 35 Tahun 2. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini merumuskan penggunaan narkoba terhadap faktor lingkungan Sahabat Rekan Sebaya. Pertanyaan gejala gangguan kejiwaan pada mantan pengguna, penyebab penyalahgunaan narkoba, perasaan pengguna saat menggunakan narkoba, gangguan jiwa seperti depresi dan kecemasan pada mantan pemakai, persepsi mantan pemakai terhadap pengalaman mereka dengan gangguan jiwa setelah berhenti menggunakan narkoba, serta jenis-jenis disalahgunakan di Klinik Sahabat Rekan Sebaya. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan antara penyalahgunaan narkoba dengan gejala gangguan jiwa Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 pada mantan pengguna di lingkungan Sahabat Rekan Sebaya. Tujuan mengetahui penyebab penyalahgunaan narkoba, apa yang dirasakan pengguna saat menggunakan narkoba, gangguan jiwa tertentu pada mantan pemakai, persepsi mantan pemakai terhadap pengalaman mereka dengan gangguan jiwa setelah berhenti menggunakan narkoba, serta jenis-jenis narkoba yang paling sering disalahgunakan oleh mantan pemakai di Klinik Sahabat Rekan Sebaya. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam mengenai dampak penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan kejiwaan penanggulangan yang lebih efektif. METODOLOGI Penelitian ini menggunakan tujuannya adalah untuk menguji dengan pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian. Analisis kuantitatif atau statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah Pengumpulan Data yang telah terkumpul dari kuesioner yang diberikan kepada responden kemudian dianalisis untuk membuat kesimpulan. Populasi yang diteliti dalam penelitian ini terdapat 17 individu yang sudah tidak lagi menggunakan narkoba di Sahabat Rekan Sebaya. Sampel penelitian merupakan populasi yang menjadi responden dengan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi sebagai berikut: Kriteria Inklusi: Mantan pemakai narkoba di Sahabat Rekan Sebaya. Individu yang telah didiagnosis Gangguan Kepribadian Depresi. Gangguan Kecemasan Stress oleh profesional medis. Kriteria Eksklusi: Mantan pemakai narkoba yang bukan berasal dari Sahabat Rekan Sebaya. Individu yang tidak dapat memberikan informasi yang diperlukan atau tidak dapat berpartisipasi dalam penelitian dengan alasan tertentu. Dalam penelitian ini, digunakan menggunakan Teknik Total Sampling. Dalam penelitian ini. Uji chisquare digunakan sebagai uji statistik untuk mengetahui hubungan antar variabel dalam analisis bivariat. Analisis data dapat dilakukan setelah kuesioner dikumpulkan dan data yang terkumpul akan dianalisis secara univariat dan bivariat. Analisis menggambarkan penggunaan narkoba pengguna narkoba. Analisis bivariat, untuk melihat hubungan antara dua variabel yaitu hubungan pengguna narkoba terhadap kejiwaan mantan pengguna narkoba Sahabat Rekan Sebaya. HASIL Tabel 1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis kelamin Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 Karakteristik responden dalam penelitian ini, berdasarkan tabel output di atas terdapat 19 responden berjenis kelamin laki-laki. Tabel 4. Karakteristik Responden berdasarkan pendidikan Tabel 2. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Selanjutnya berdasarkan usia, pada tabel output di atas diketahui bahwa sebanyak 3 responden berusia 18 - 23tahun, sebanyak 11 responden berusia 24 - 29 tahun, sebanyak 3 responden berusia 30 - 35 tahun, sebanyak 1 responden 36 - 40 tahun, dan sebanyak 1 responden berusia lebih dari 40 tahun. Karakteristik berdasarkan pendidikan pada tabel output di atas diperoleh bahwa sebanyak 13 responden berpendidikan SMA/SLTA/SMK, responden berpendidikan diploma, berpendidikan sarjana. Tabel 6. Karakteristik Responden Berdasarkan Waktu Rehab Tabel 3. Karakteristik Responden Berdasarkan Penghasilan Karakteristik berdasarkan penghasilan pada tabel output di atas diperoleh bahwa sebanyak 7 responden berpenghasilan kurang dari UMR, sebanyak 6 responden berpenghasilan UMR, dan sebanyak 6 responden berpenghasilan lebih dari UMR. Karakteristik berdasarkan waktu rehab pada tabel output di atas, diperoleh bahwa sebanyak 3 responden memiliki waktu rehab kurang dari 1 bulan, sebanyak 9 responden memiliki waktu rehab 1 - 6 bulan, sebanyak 2 responden memiliki waktu rehab 7 - 12 bulan, dan sebanyak 12 responden memiliki waktu rehab lebih dari 12 bulan. Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 Tabel 7. Hasil Uji Normalitas Pada tabel output AuTest of NormalityAy didapatkan nilai Sig untuk variabel penyalahgunaan narkoba (X. secara Kolmogorov Smirnov yaitu 184 dan secara Shapiro-Wilk Selanjutnya, didapatkan nilai Sig untuk variabel gejala gangguan jiwa (Y) secara KolmogorovSmirnov didapatkan nilai Sig sebesar 123 dan secara Shapiro-Wilk sebesar Data dikatakan berdistribusi normal apabila nilai Sig yang didapatkan lebih besar dari 0. Berdasarkan hal tersebut, dapat digunakan dalam penelitian ini berdistribusi normal. Tabel 8. Hasil Uji Chi-Square Dari output di atas terlihat tabel tabulasi silang yang memuat informasi gejala gangguan jiwa. Sebanyak 1 responden tidak ada indikasi masalah yang dilaporkan dan mengalami gejala responden berada dalam kategori dengan 3 responden mengalami gejala gangguan berat dan 5 responden mengalami gejala gangguan sangat Selanjutnya, sebanyak 10 responden berada dalam kategori penyalahgunaan menengah dengan 1 responden mengalami gejala gangguan jiwa sedang, 6 responden mengalami gejala gangguan jiwa berat, dan 3 responden mengalami gejala gangguan sangat berat. Tabel 9. Hasil Uji Chi Square Berdasarkan tabel output AuChiSquare TestAy didapatkan nilai Asymp Sig pada uji peason Chi-Square sebesar Nilai Asymp Sig yang didapatkan lebih kecil dari 0. maka Ho ditolak dan H1 diterima. Artinya, ada hubungan penggunaan narkoba terhadap faktor kejiwaan pemakai sahabat rekan sebaya. PEMBAHASAN Penggunaan ketergantungan pada obat-obatan terlarang menunjukkan perbedaan yang signifikan berdasarkan jenis Data dari SAMHSA . menunjukkan bahwa pria dewasa lebih banyak menyalahgunakan obat-obatan meskipun persentase pria mengalami Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 penurunan sejak 2010, sementara wanita tetap konstan. Namun, tidak ada perbedaan gender untuk kelompok Studi menunjukkan perbedaan preferensi obat berdasarkan gender, seperti pria cenderung menggunakan ganja dan alkohol, sedangkan wanita lebih banyak menggunakan kokain dan obatobatan psikoterapi (Fonseca et al. Perbedaan sensitivitas terhadap obat juga ditemukan, seperti wanita dibanding pria (Quigley et al. , 2. Respons sistem saraf terhadap obat dipengaruhi oleh konsentrasi glutamat, yang berbeda antara pria dan wanita, memengaruhi perilaku pencarian obat (Becker & Chartoff, 2019. Giacometti & Barker, 2. Faktor sosial dan gender juga berperan dalam kecanduan. Gender kerentanan, dan akses terhadap Wanita menghadapi lebih banyak hambatan, termasuk stigma sosial, keterbatasan dukungan keluarga, dan kurangnya layanan yang sensitif terhadap gender (Nawi et al. , 2. Penelitian Monitoring Future Study narkoba di kalangan remaja lebih tinggi Survei Nasional Penggunaan Narkoba perbedaan metode pengukuran (Jatau et al. , 2. Data ini menunjukkan kompleksitas hubungan antara gender, faktor sosial, dan kecanduan obat. Penelitian menunjukkan pengguna narkoba berasal dari berbagai latar belakang pendidikan dan pekerjaan. Sebagian besar pengguna memiliki tingkat pendidikan menengah ke atas tetapi berpenghasilan rendah. Gangguan penggunaan zat secara signifikan berkontribusi pada perilaku bunuh diri. Ketergantungan alkohol, amfetamin, opioid, dan kokain tindakan bunuh diri. Depresi dan kecemasan menjadi faktor penghubung Penggunaan narkoba sering digunakan sebagai mekanisme koping terhadap trauma atau masalah hidup. Namun, penggunaan ini memperburuk gangguan mental dan mengurangi Pendekatan pengobatan terpadu untuk gangguan mental dan penggunaan narkoba sangat diperlukan. Gangguan Kejiwaan dalam perspektif Al-qurAoan dan tafsirnya Gangguan kejiwaan seperti kecemasan dan ketakutan yang tidak rasional adalah masalah psikologis yang memengaruhi kesejahteraan Al-Qur'an petunjuk untuk mengatasi kecemasan dan ketakutan dengan memperkuat aspek spiritual. Kecemasan, yang sering timbul karena rasa tidak aman atau ancaman, dapat diatasi dengan iman dan ketakwaan. Dalam QS. Yunus . :62. Allah menjelaskan bahwa waliwali-Nya tidak akan merasa takut atau bersedih karena mereka senantiasa beriman dan bertakwa. Hal ini menegaskan bahwa kedekatan spiritual kecemasan berlebihan. Ketakutan tidak rasional, seperti fobia, dijelaskan dalam QS. Fussilat . :30, di mana Allah menjanjikan ketenangan bagi orang yang beriman Ayat kepada Allah dan dukungan spiritual dari malaikat dapat meredakan ketakutan tanpa dasar. Selain itu, ketakutan akan kematian, yang sering Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 menjadi sumber kecemasan mendalam, dapat diminimalisir dengan keyakinan akan janji Allah tentang surga bagi hamba-Nya yang setia, sebagaimana dijelaskan dalam QS. Fussilat . :30. Al-Qur'an menawarkan prinsipprinsip untuk mengatasi kecemasan dan ketakutan, seperti memperkuat iman dan ketakwaan, berserah diri kepada Allah, serta bersabar dan QS. Ar-RaAod :28 menegaskan bahwa hati menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Doa dan dzikir adalah sarana penting untuk mendekatkan diri kepada-Nya, yang menghadapi tantangan hidup. Dengan demikian. Al-Qur'an menegaskan bahwa pendekatan spiritual dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi gangguan kejiwaan seperti kecemasan dan ketakutan. Prinsip Islam dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Islam menekankan pentingnya menjaga akal, jiwa, dan tubuh sebagai Allah SWT. Penyalahgunaan narkoba merusak keseimbangan kejiwaan, menciptakan stabilitas emosi. Abdullah Nashih Ulwan dalam Tarbiyatul Aulad fi AlIslam pendidikan akhlak dan mental sejak termasuk ancaman narkoba. Pendekatan Pencegahan Lingkungan Lingkungan Sekola Pendidikan Berbasis Tauhid: Mengintegrasikan nilai Islam ke dalam kurikulum agar siswa memahami narkoba sebagai dosa besar. Penguatan Lingkungan Islami: Menciptakan atmosfer Islami pengajian dan kampanye antinarkoba. Peran Guru: Guru berfungsi pembimbing moral. Edukasi Bahaya Narkoba: Mengajarkan bahwa menjaga maqashid syariah Lingkungan Teman Sebaya . Memilih Teman Baik: Islam menganjurkan berteman dengan individu berakhlak baik, karena teman memengaruhi perilaku. Hadis Nabi Muhammad SAW: "Seseorang kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib (HR. Abu Daud. Tirmidz. Hadis pentingnya memilih pergaulan yang baik untuk menghindari kebiasaan negatif, termasuk penyalahgunaan Dengan berakhlak mulia, individu terdorong menjalani hidup sesuai nilai Islam. Faktor Keluarga luar biasa dalam menjaga anakanak dari pengaruh buruk. Dalam Islam, doa bukan hanya bentuk ibadah tetapi juga sarana perlindungan spiritual bagi anak-anak. Orang tua dianjurkan untuk selalu mendoakan anak-anak mereka agar senantiasa mendapatkan kebaikan di dunia dan akhirat, serta terhindar dari bahaya, termasuk penyalahgunaan narkoba. Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 Allah berfirman dalam surat AnNaml ayat 19: a A aIA AE a e a A a eO a eI eaO a eI A ca a a Aa EU aII aC eO aENa aO aC aE aA AaO aOa eI a e aI aEA a AEa acO aOA a aAIa e aI aEa Eac eaO a eI a eIA ca AEa O aO aEA AAEaa OIA ca AA aE U a e aONa aO a ea eEIaO a ae aIaEa AaO aEa EA a Artinya: AuMaka dia tersenyum dengan tertawa karena . perkataan semut itu. Dan dia berdoa: AoYa Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang ibu bapakku, dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai. masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang AoAy (QS. An-Naml . Menurut Kementerian Agama Republik Indonesia. Nabi Sulaiman berdoa agar tetap diberikan ilham untuk bersyukur atas nikmat Allah dan berbuat amal saleh. Dalam konteks keluarga, doa ini menjadi teladan bagi orang tua untuk mendoakan anak-anak mereka, tidak hanya untuk keberhasilan duniawi tetapi juga keberhasilan spiritual. Doa orang tua juga menjadi wujud cinta kasih yang abadi, di mana mereka meminta perlindungan Allah atas anak-anaknya dari segala kejahatan dan bahaya duniawi. Selain itu, doa orang tua yang tulus dapat memperkuat hubungan spiritual antara anggota keluarga, menjadikan rumah tangga penuh keberkahan dan ketenangan. Doa seperti ini juga akan memberikan ketenangan batin kepada anak-anak, mengetahui bahwa mereka selalu berada dalam penjagaan Allah melalui doa orang tua mereka. Faktor Pribadi Islam menekankan pentingnya pembentukan pribadi yang tangguh, beriman, dan berakhlak mulia sebagai langkah utama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Keimanan kepada Allah SWT menjadi fondasi utama yang melindungi individu dari godaan negatif, dengan keyakinan bahwa segala ujian adalah bagian dari takdir Allah, sebagaimana dijelaskan dalam QS. Ar-RaAod . :11 dan hadis Nabi yang mengharamkan segala hal yang memabukkan. Selain itu. Islam mendorong pengembangan kesadaran diri melalui pengendalian hawa nafsu dan pengenalan kekuatan serta kelemahan pribadi. Ibadah seperti memperkuat ketahanan spiritual yang mampu menjauhkan seseorang dari pengaruh buruk. Pengetahuan tentang bahaya narkoba, baik dampak fisik, psikologis, maupun sosial, menjadi kunci penting dalam membangun kesadaran, sebagaimana disampaikan dalam hadis Nabi bahwa menuntut ilmu memudahkan jalan menuju surga. Islam juga menawarkan cara-cara halal untuk mengatasi stres, seperti ibadah, menjaga kesehatan, dan berinteraksi dengan alam, sehingga seseorang tidak tergoda mencari pelarian melalui Dengan pendekatan spiritual, intelektual, dan moral dalam Islam menjadi panduan penyalahgunaan narkoba. SIMPULAN Hasil "Hubungan Penyalahgunaan Narkoba terhadap Gejala Gangguan Jiwa Mantan Pengguna di Sahabat Rekan Sebaya" menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara munculnya gejala gangguan jiwa pada Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 mantan pengguna yang tergabung dalam komunitas tersebut. Penelitian ini melibatkan responden yang seluruhnya laki-laki, dengan mayoritas berusia antara 24Ae29 tahun. Sebagian besar responden memiliki latar SMA/SLTA/SMK dan penghasilan di bawah UMR. Selain itu, dukungan sosial dan lingkungan yang positif, seperti yang diberikan oleh komunitas Sahabat Rekan Sebaya, terbukti memainkan peran penting dalam proses pemulihan dan stabilisasi kondisi mental mantan pengguna DAFTAR PUSTAKA