Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a. ANALISIS UJI PREFERENSI PIZZA MEAT LOVER SEBAGAI MENU A LA CARTE DI IJEN RESTO yL HOTEL BANYUWANGI Oleh Kharisma Maharani1. Eka Afrida Ermawati2*. Rudi Tri Handoko3 1,2,3Progam Studi Diploma IV. Manajemen Bisnis Pariwisata. Politeknik Negeri Banyuwangi Email: 1kharismaamaharani@gmail. com, 2*ekaafrida22@poliwangi. Abstrak yL hotel Banyuwangi adalah salah satu hotel ataupun akomodasi penginapan bintang 4 yang ada di Banyuwangi yang kini terus meningkatkan usahanya agar lebih dikenal oleh banyak orang untuk dapat bertahan dalam persaingan dunia bisnis. Salah satu upaya yakni dengan cara perlu mengetahui dengan pasti dan jelas apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh seorang konsumen dalam memilih makanan contohnya, penting untuk mengetahui tingkat kesukaan konsumen terhadap sebuah makanan. Terciptanya tingkat kepuasan konsumen yang optimal akan mendorong terciptanya loyalitas di benak konsumen yang merasa puas. Dalam memenangkan persaingan antar kompetitor selalu menampilkan produk terbaik dan dapat memenuhi selera konsumen yang selalu berkembang dan berubah Ae ubah. Konsumen cenderung memilih produk dengan kualitas yang tinggi, baik dari segi rasa, tampilan, maupun kebersihan atau hygienitas produk. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari preferensi konsumen terhadap menu pizza meat lover di Ijen Resto yL Hotel Banyuwangi. Teknik analisis yang digunakan adalah uji hedonik yang meliputi empat aspek yaitu, warna, aroma, rasa dan tekstur. Untuk menilai 4 aspek tekstur dengan nilai 83% kemudian aroma dengan nilai 74% lalu warna dengan 88% serta rasa 88% dapat ditarik kesimpulan bahwasanya produk Pizza Meat Lover termasuk ke dalam kriteria sangat disukai oleh konsumen. Dan pada penilaian secara menyeluruh dengan mendapatkan hasil 83% juga termasuk kedalam kriteria sangat disukai oleh konsumen. Kata Kunci : Preferensi. Tingkat Kesukaan. Pizza PENDAHULUAN Industri pariwisata saat ini menjadi salah satu industri yang mempunyai peran cukup penting dalam pembangunan nasional berbagai negara. Kondisi yang sama juga terjadi di Indonesia di mana sektor pariwisata pada tahun 2016 menunjukkan perkembangan dan kontribusi yang terus meningkat dan Product Domestic Brutto (PDB) nasional sebesar 4,03% atau senilai Rp. 500,19 triliun, dengan peningkatan devisa yang dihasilkan mencapai Rp. 176-184 triliun dan tenaga kerja pariwisata sebanyak 12 juta orang (Rusyidi, 2. Secara eksternal pariwisata dipengaruhi oleh situasi politik dan keamanan negara, kota, wilayah daya tarik wisata, biro perjalanan, industri wisata . akanan, akomodasi, cindera mata, dan lain-lai. Secara internal pariwisata dipengaruhi oleh pengelolaan yang baik terhadap daya tarik wisata itu sendiri seperti kebersihan, kerapihan, sumber daya manusia yang baik, dan lainnya. Hotel merupakan suatu perusahaan dikelola oleh pemiliknya dengan menyediakan pelayanan makanan, minuman dan fasilitas kamar untuk tidur kepada orang yang sedang melakukan perjalanan dan mampu membayar dengan jumlah wajar sesuai dengan pelayanan yang diterima. Berdasarkan SK. Menteri Pariwisata. Pos. Telkomunikasi No. KM 37/PW 340/ MPPT-86 dinyatakan hotel merupakan suatu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau seluruh a. ISSN 2798-6489 (Ceta. Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a penginapan, makanan dan minuman serta jasa pengunjung lainnya bagi umum dikelola secara komersial (Ruslang, 2. Sektor perhotelan merupakan salah satu sektor andalan berbasis ekonomi yang diupayakan untuk bertahan dan dapat mempertahankan kontribusi pada perekonomian. yL Hotel Banyuwangi merupakan hotel berbintang di Banyuwangi yang berdiri sejak tahun 2017 yL Hotel Banyuwangi adalah salah satu dari Five Property Brand dibawah manajemen yL Internasional Hotel. yL hotel Banyuwangi berada dalam persaingan ketat dikalangan hotel bintang empat di Banyuwangi seperti Illira Hotel. Aston Banyuwangi Hotel & Conference Center. Kokoon Hotel. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan strategi untuk meningkatkan loyalitas pelanggan. Untuk menunjang operasional hotel, yL hotel Banyuwangi dilengkapi dengan berbagai Salah satunya yakni Food & Beverage Departement. Departement ini bertanggung jawab untuk menyediakan makanan dan minuman yang terdapat di hotel. Operasional kerja food and beverage product terdiri dua bagian yakni food and beverage product . itchen/dapu. , dan food and beverage service . oom service dan restora. Food and beverage product bertanggung jawab atas pengelohan bahan mentah menjadi makanan yang siap saji untuk mengundang selera tamu untuk membeli produk tersebut (A la Cart. Product yang dihasilkan oleh food and beverage departement adalah totalitas dari makanan dan minuman dan seperangkat atribut lainnya, termasuk di dalamnya adalah rasa, warna, aroma makanan, harga, dll. (Yusnita, 2. Untuk menunjang kelancaran operasional hotel, food and beverage product di yL Hotel Banyuwangi dibagi menjadi cool kitchen, hot kitchen, pastry, dan butcher. Kemudian menu yang dihasilkan oleh food and beverage product dapat dihidangkan pada restoran yang terdapat di yL hotel Banyuwangi. Semua menu yang dihidangkan di restoran memiliki tujuan untuk memberi kepuasan pada konsumen yang mengkonsumsi hidangan yang disediakan. Pada hal ini yL Hotel Banyuwangi selalu meningkatkan kualitas produk atau jasanya karena peningkatan kualitas produk bisa membuat konsumen merasa puas dengan produk atau jasa yang diberikan dan akan mempengaruhi konsumen untuk membeli kembali produk yL Hotel Banyuwangi memenangkan persaingan antar kompetitor selalu menampilkan produk terbaik dan dapat memenuhi selera konsumen yang selalu berkembang dan berubah Ae ubah. Pada industri makanan, kualitas produk merupakan salah satu unsur yang terpenting. Seiring dengan perkembangan zaman, konsumen akan lebih peka terhadap kualitas dari produk yang ditawarkan oleh produsen. Konsumen cenderung memilih produk dengan kualitas yang tinggi, baik dari segi rasa, tampilan, maupun kebersihan atau hygienitas produk. Pengembangan sebuah makanan, kitchen yL Hotel Banyuwangi perlu mengetahui dengan pasti dan jelas apa yang di butuhkan dan diinginkan oleh seorang konsumen dalam memilih makanan contohnya penting untuk tingkat kesukaan konsumen terhadap sebuah makanan. Salah satu produk yang dimiliki food and beverage product yL hotel Banyuwangi adalah pizza. Pizza merupakan salah satu produk dan merupakan menu main course yang ada di yL Hotel Banyuwangi dan juga salah satu menu A la Carte. Pizza secara umum adalah sejenis olahan makanan roti yang memiliki bentuk bundar, pipih yang dimasak dengan cara dipanggang di oven dan biasanya dilumuri saus tomat serta keju dengan menggunakan bahan makanan tambahan lainnya yang bisa dipilih (Novitasari, 2. Jenis bahan lainnya juga dapat ditaruh diatas pizza biasanya daging seperti smoke beef, sausage, mushroom. Sedangkan condiment lainnya seperti onion, paprika, dan lain lain. Terdapat a Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6489 (Ceta. ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a. beberapa jenis pizza yang ada di yL Hotel Banyuwangi salah satunya yakni pizza meat Data Penjualan Pertahun 2023 Nilai Penjualan Gambar 3. Guest Comment Pembelian Pizza Sumber : yL Hotel Banyuwangi Pizza Meat Pizza Pizza Pizza Toro Lover Margarita Marinara Berdasarkan latar belakang masalah diatas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di Jenis Pizza Gambar 1. Bagan Data Penjualan Pertahun Sumber : yL Hotel Banyuwangi yL Hotel Banyuwangi AuANALISIS UJI PREFERENSI PIZZA MEAT LOVER SEBAGAI MENU A ALA CARTE DI IJEN RESTO yL HOTEL Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus SeptemA Oktober NovemA Desember Nilai Penjualan Pizza Meat Lover Data Penjualan Perbulan 2023 Gambar 2. Bagan Data Penjualan Perbulan Sumber : yL Hotel Banyuwangi Untuk konsumen seperti kualitas produk yang terdiri dari rasa, warna, aroma, dan tekstur faktor pendorong untuk dilakukan penelitian lebih BANYUWANGIAy dengan adanya penelitian ini diharapkan peneliti mengetahui mengenai preferensi konsumen terhadap produk, dan juga penelitian ini akan membantu pihak hotel untuk kedepannya saat hendak melakukan evaluasi terhadap produk yang ditawarkan. Berdasarkan latar belakang di atas diperoleh perumusan masalah dari penelitian ini yakni sebagai berikut : Bagaimana proses pembuatan pizza meat lover sesuai standard receipe hot kitchen yL hotel Banyuwangi? Bagaimana uji preferensi produk pizza meat lover sebagai menu a la carte di Ijen resto yL hotel Banyuwangi? mendalam yakni mengenai faktor kualitas produk yang ditawarkan yang berubah-ubah. Informasi ini diperoleh dari beberapa keluhan konsumen yang berkunjung di Ijen resto yL Hotel Banyuwangi. ISSN 2798-6489 (Ceta. Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a LANDASAN TEORI Hotel Dalam industri pariwisata terdapat keterkaitannya dengan sarana pendukung yaitu akomodasi. Menurut Ismayanti . menyediakan jasa pelayanan penginapan, serta dilengkapi dengan pelayanan makanan dan Jenis-jenis akomodasi itu sendiri ada beberapa yaitu: Hotel. Motel. Cottages. Guest House. Sedangkan Menteri Kesehatan RI No. 304/Menkes/Per/89 tentang dimaksud rumah makan adalah satu jenis usaha jasa pangan yang bertempat di sebagian dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan untuk proses pembuatan, penyimpanan dan penjualan makanan dan minuman bagi umum di tempat usahanya. Bungalow. Mess. Home Stay. Losmen. INN. Kitchen Secara umum, kitchen dapat diartikan Pesatnya perkembangan industri dibidang sebagai suatu tempat yang khusus digunakan pariwisata ini tentu para wisatawan banyak membutuhkan sarana akomodasi. disajikan dengan penampilan yang menarik. Restoran Restoran adalah suatu tempat atau bangunan yang diorganisir secara komersil, yang menyelenggarakan pelayanan dengan baik kepada semua konsumen baik berupa makanan ataupun minuman (Khusnul, 2. Pengertian menurut Keputusan Menteri Pariwisata. Pos Telekomunikasi No. KN. 73/PVVI05/MPPT-85 Peraturan Rumah Makan, pengusaha Jasa Pangan adalah : AuSuatu usaha yang menyediakan jasa pelayanan makanan dan minuman yang dikelola secara komersialAy. Menurut Minantyo . dapur merupakan suatu tempat untuk menyimpan, menyiapkan sebagaimana makanan tersebut dapat disajikan sesuai dengan standart yang dapat dikonsumsi. Kitchen di hotel, merupakan tempat khusus untuk menyiapkan makanan dan minuman yang khususnya disajikan atau dijual kepada tamu hotel serta untuk mengolah makanan Untuk terhadap kebersihan dan kualitas makanan . roduk hote. yang diolah ada beberapa faktor yang dapat mempergaruhi rasa percaya konsumen akan mutu dan pelayanan di a Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6489 (Ceta. ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a. Karena baik dan buruknya suatu hotel (Novitasari, 2. Terdapat dua jenis pizza ditentukan dari mutu dan kualitas makanan yakni Italian pizza dan American pizza. Italian yang disajikan. pizza memiliki karakter thin- crust . oti yang Menu A la Carte Menurut Gisslen . menu adalah Italia mengutamakan seni dan rasa, bukan bertujuan masakan yang akan disajikan atau tersedia untuk kenyang. Sedangkan American pizza untuk dinikmati dan dimakan. Hampir dalam memiliki karakter roti yang tebal karena setiap segmen bisnis maknaan, menu adalah hal yang paling penting. Mulai dari peralatan. Perbedaan jenis base roti yang digunakan pada umumnya menggunakan Amerika penjualan, biaya akuntasi, tata letak dapur dan fasilitas semua didasarkkan pada menu. perbedaannya hanya terletak pada jenis lemak Terdapat beberapa menu salah satunya yakni yang digunakan. Penggunaan minyak zaitun menu a la carte yang memiliki arti pemilihan yang sering digunakan pada pembuatan Italian menu yang terdaftar dengan keterangan harga pizza, menghasilkan tekstur yang lebih renyah. masing-masing yang sudah ditentukan dimana Sedangkan kita bisa memilih lauk atau apapun yang kita menggunakan shortening sebagai lemak pada pembuatan base roti pizza menghasilkan American tekstur yang soft. Dan perlu dipahami juga Pizza Pizza merupakan salah satu jenis makanan siap saji yang digemari oleh segala usia. Selain rasanya yang enak, basic roti pizza yang lembut dan tipis, pilihan terhadap varian topping dan bentuk juga memegang handle diminatinya menu cepat saji yang satu ini. penggunaan dan pencampuran tepung protein tinggi dan rendah. Untuk pizza meat lover yang ada di Ijen Resto yL hotel Banyuwangi termasuk jenis American pizza berdasarkan penggunaan bahan pada pembuatan base roti. Pizza secara umum adalah sejenis olahan Preferensi Menurut Sumarwan . pilihan makanan roti yang memiliki bentuk bundar, suka ataupun tidak suka seseorang dalam pipih yang dimasak dengan cara dipanggang di oven dan biasanya dilumuri saus tomat serta ataupun jas. disebut sebagai" preferensi keju dengan menggunakan bahan makanan Sedangkan menurut Hoetoro enda a. ISSN 2798-6489 (Ceta. Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a membandingkan bermacam kelompok barang yang tersedia untuk dibeli disebut sebagai" Tekstur : Tampak luar kering dan tekstur dalam pizza yang preferensi konsumen". Preferensi adalah suatu dari berbagai macam pilihan yang tersedia. METODE PENELITIAN Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di yL hotel Dengan memahami preferensi konsumen. Banyuwangi yang berlokasi beralamat di Jalan perusahaan dapat merancang strategi yang Raya Jember KM 7. Dusun Krajan. Dadapan, tepat untuk merespon ekspektasi konsumen Kabat. Kabupaten Banyuwangi. Jawa Timur dan menjadikan strategi diferensiasi sebuah Telepon: . 3382999 dan Fax: perusahaan tersebut dengan pesaingnya. Penelitian ini dimulai dari pilihan yang diambil dan dipilih konsumen Preferensi konsumen dari berbagai pilihan produk jasa Preferensi seseorang terhadap sesuatu terutama terhadap suatu hal atau makanan. Tingkat kesukaan atau preferensi konsumen terdapat beberapa faktor untuk menilai tingkat kesukaan seperti warna, rasa, tekstur, aroma yang disajikan. Menurut Fitria . karakteristik umum pizza dapat dilihat dari aspek warna, rasa, aroma dan tekstur yang akan dijelaskan sebagai berikut : Warna : Kuning kecoklatan dan warna kemerahan dari topping saus yang Rasa : Unsur rasa gurih hal yang dapat memberikan rasa gurih adalah topping yaitu keju mozarella. Aroma : Harum khas saus tomat, topping dan keju. pengajuan judul, pembahasan masing-masing bab pada penelitian hingga tahap akhir penyelesaian laporan tugas akhir. Pendekatan Penelitian Penelitian merupakan salah satu langkah atau solusi untuk mendapatkan hasil yang diinginkan melalui sebuah metode memahami, memecahkan dan mengantisipasi sebuah masalah yang membutuhkan solusi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan model analisis uji hedonik. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data merupakan teknik utama bagi peneliti untuk mencapai tujuan dilaksanakan penelitian ini yakni mendapatkan data. Terdapat dua jenis data yang digunakan pada penelitian ini, yaitu data primer dan data sekunder. a Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6489 (Ceta. ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a. Pengumpulan Data sekelompok orang mengenai potensi dan permasalahan suatu objek, rancangan suatu produk. Data primer proses pembuatan produk dan Data primer adalah data yang produk yang di kembangkan diperoleh secara langsung dari (Sugiyono. Setiap Adapun data primer yang pernyataan yang menggunakan digunakan pada penelitian ini didapat skala likert mempunyai skor yang melalui teknik yakni : berbeda terhitung dari poin paling Observasi besar untuk kategori sangat Menurut Sugiyono . positif dan poin paling kecil untuk observasi merupakan teknik Berdasarkan mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang Observasi juga tidak terbatas Tabel 3. Jawaban Instrumen pada orang, tetapi juga objekobjek alam yang lain. Melalui Penilaian Skor kegiatan observasi peneliti dapat Sangat Suka (SS) belajar tentang perilaku dan Suka (S) makna dari perilaku tersebut. Cukup Suka (CS) Observasi dalam penelitian ini Tidak Suka (TS) Sangat Tidak Suka (STS) pengamatan langsung di lapangan Sumber : (Arikunto, 2. untuk mengetahui kondisi yang Data sekunder yL Data Banyuwangi. Kuesioner pengumpulan data yang dilakukan secara tidak Menurut Sugiyono . langsung dan data ini diperoleh dari pihak lain merupakan teknik kepada peneliti atau juga dapat melalui dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau Studi Literatur Kuesioner Menurut Sugiyono . peneliti sebagai data primer atau Studi Literatur adalah kajian data yang langsung diperoleh dari teoritis dan referensi lain yang responden untuk mendapatkan berkaitan dengan nilai, budaya dan informasi yang benar atau real norma yang berkembang pada mengenai preferensi konsumen situasi sosial yang diteliti. Dalam yang ada di Ijen Resto yL hotel penelitian ini penulis memilih Banyuwangi. Selain itu kuesioner studi kepustakaan atau studi diukur dengan menggunakan literatur dengan mengumpulkan Skala referensi buku Ae buku yang digunakan untuk mengukur sikap, berkaitan dengan pengelolaan surat dan penyimpanan surat. ISSN 2798-6489 (Ceta. Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a Dokumentasi Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditunjukan pada subjek Dokumen yang dapat digunakan adalah seperti gambar, data jumlah konsumen, dan juga penelitian berlangsung di Ijen Resto yL hotel Banyuwangi. 1 Instrumen Penelitian Instrumen pengumpulan data penelitian merupakan sebuah alat ukur seperti yang digunakan pada kuesioner yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data dalam suatu penelitian. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data ini adalah sebagai Kuesioner Dalam melakukan instrumen ini peneliti harus membuat pernyataan yang selinier dengan topik penelitian yang diambil dan disusun rapi dalam bentuk kuesioner. Pembagian kuesioner dilakukan secara langsung terhadap konsumen di lokasi penelitian yakni di Ijen Resto yL hotel Banyuwangi. Selain itu juga kuesioner yang telah dibuat dicetak dan digandakan. Dan bisa dibagikan kepada responden yang menerima dan merasa terbuka dengan adanya pembagian kuesioner ini. Populasi dan Sampel Populasi Populasi merupakan suatu wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditentukan oleh peneliti untuk kesimpulannya (Sugiyono, 2. Dalam penelitian ini populasi yang ditentukan adalah konsumen yang datang berkunjung menikmati makanan dan minuman di Ijen Resto yL hotel Banyuwangi sejumlah 1. 901 konsumen yang diambil dari data penjualan dalam 1 tahun Sampel Sampel merupakan bagian dari populasi yang menjadi sumber data dalam penelitian, dimana populasi merupakan bagian dari jumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi. (Sugiyono, 2. Dengan adanya sampel ini akan memberikan batasan terhadap populasi atau jangkauan pengambilan data seluruh dari konsumen yang datang di Ijen Resto yL hotel Banyuwangi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini ialah sampel non probability, yang itu berarti tidak semua elemen populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dimasukkan dalam sampel. Penentuan jumlah sampel ini menggunakan teknik purposive sampling yang merupakan pengambilan sampel dengan menggunakan beberapa pertimbangan tertentu sesuai dengan kriteria yang diinginkan untuk dapat menentukan jumlah sampel yang akan diteliti (Sugiyono, 2. Untuk menentukan jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin sebagai berikut: yu ycu= 1 yu . 2 Keterangan : ycu = besaran sampel yu = besaran populasi yce = 10% nilai kritis . atas ketelitia. ersen ketidaktelitian karena kesalahan penarikan Penelitian ini menggunakan batas . Adapun perhitungan sebagai berikut: ycu= 1 1901 . 2 ycu= 1 1901 . ycu = 95,00 a Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6489 (Ceta. ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a. Berdasarkan perhitungan diatas maka data tiap variabel yang diteliti, melakukan diperoleh jumlah sampel sebanyak 95 perhitungan untuk menjawab rumusan masalah (Sugiyono, 2. Penelitian ini Panelis tidak terlatih menggunakan progam pengolahan data yakni Panelis tidak terlatih merupakan panelis microsoft excel. yang terdiri lebih dari 25 orang yang dapat Uji Organoleptik dipilih berdasarkan jenis kelamin, suku Menurut Waysima dan Adawiyah bangsa, tingkat sosial, dan pendidikan. uji organoleptik atau evaluasi sensoris Panelis tidak terlatih hanya diperbolehkan merupakan suatu pengukuran ilmiah dalam menilai sifat-sifat organoleptik yang mengukur dan menganalisa karakteristik suatu sederhana, seperti sifat kesukaan, tetapi bahan pangan yang diterima oleh indera tidak boleh digunakan data uji pembedaan. Panelis tidak terlatih hanya terdiri dari perabaan, dan menginterpretasikan reaksi dari orang dewasa dengan komposisi jumlah akibat proses penginderaan yang dilakukan panelis pria sama dengan jumlah panelis oleh manusia yang juga bisa disebut panelis wanita (Badan Standardisasi Nasional, sebagai alat ukur. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan uji kesukaan yang merupakan Dalam bagian dari uji organoleptik. menggunakan panelis tidak terlatih, dimana Uji Hedonik panelis tidak terlatih ini seseorang yang sebelumnya pernah mencoba atau yang Uji hedonik merupakan sebuah belum pernah mencoba produk yang akan pengujian dalam analisa sensori organoleptik diuji dan panelis tidak terlatih ini hanya yang digunakan untuk mengetahui besarnya digunakan untuk menguji sifat sensorik perbedaan kualitas diantara beberapa produk yang sangat sederhana, seperti uji sejenis dengan memberikan penilaian atau Peneliti skor terhadap sifat tertentu dari suatu produk pengambilan panelis tidak terlatih dengan dan untuk mengetahui tingkat kesukaan dari teknik purposive sampling dikarenakan suatu produk. Tingkat kesukaan ini disebut masih belum adanya jumlah kunjungan skala hedonik, misalnya sangat suka, suka, yang real, sehingga dalam hal ini agak suka, agak tidak suka, tidak suka, sangat dibutuhkan data yang akurat untuk tidak suka dan lain-lain (Stone. Joel, 2. Uji menunjang penelitian mengenai tingkat hedonik pada penelitian ini digunakan untuk kesukaan konsumen yang nantinya akan menilai mengenai tingkat kesukaan konsumen menargetkan konsumen dari seluruh terhadap produk pizza meat lover sebagai Oleh karena itu, adanya jumlah menu a la carte di Ijen Resto yL hotel konsumen yang real untuk setiap Banyuwangi. Tingkat kesukaan dalam uji periodenya maka dibutuhkan penentuan hedonik diukur dari sangat tidak suka, tidak kapasitas dari panelis tidak terlatih dalam suka, cukup suka, suka, dan sangat suka. Dalam menentukan tingkat kesukaan Teknik Analisis Data ditentukan menggunakan skala angka dari 1 Ae Dalam penelitian kuantitatif, analisis 5, semakin kecil angka maka menunjukan data adalah kegiatan mengolah data setelah ketidaksukaan panelis terhadap produk pizza data dari seluruh responden atau sumber data meat lover, sebaliknya jika angka yang yang lain berkumpul. Analisis data merupakan ditunjukan semakin besar maka menunjukan kegiatan mengelompokkan data berdasarkan bahwa tingkat kesukaan panelis terhadap variabel dari seluruh responden, menyajikan produk pizza meat lover memiliki tingkat yang a. ISSN 2798-6489 (Ceta. Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a Pada uji hedonik ini dilakukan oleh 95 panelis tidak terlatih yang telah memenuhi kriteria sebagai panelis. Tabel 1 Parameneter Uji Hedonik Pizza merupakan salah satu jenis makanan siap saji yang digemari oleh segala usia. Selain rasanya yang enak, basic roti pizza yang lembut dan tipis, pilihan terhadap varian Aspek Klasifikasi Hedonik Tekstur Aroma Warna Rasa Sangat Tidak Suka Sangat Tidak Suka Sangat Tidak Suka Sangat Tidak Suka topping dan bentuk juga memegang handle Tidak Suka Cukup Suka Suka Sangat Suka Tidak Suka Cukup Suka Suka Sangat Suka Tidak Suka Cukup Suka Suka Sangat Suka pipih yang dimasak dengan cara dipanggang di Tidak Suka Cukup Suka Suka Sangat Suka oven dan biasanya dilumuri saus tomat serta Sumber: (Peneliti, 2. Penentuan Presentase Jawaban Perhitungan hasil kuesioner uji hedonik diminatinya menu cepat saji yang satu ini. Pizza secara umum adalah sejenis olahan makanan roti yang memiliki bentuk bundar, keju dengan menggunakan bahan makanan (Novitasari, 2. yang menggunakan skala likert akan diukur dan dijabarkan berdasarkan 4 aspek klasifikasi dan menggunakan skala penilaian angka 1-5 diantaranya rasa, aroma, warna dan tekstur. Hasil dari penilaian berdasarkan kuesioner uji hedonik akan dihitung berdasarkan rata-rata dari jumlah penilaian yang diperoleh sebagai Standard menu merupakan formula tertulis yang dijadikan sebagai acuan dasar pembuatan suatu makanan dalam jumlah dan rasa yang telah ditentukan (Irianto,2. Hal ini biasanya untuk ukuran satu porsinya, nama bahan, peralatan yang di gunakan, waktu persiapan hingga waktu untuk memasak serta cara penyajiannya. Setiap restaurant sangat Nilai Indeks = ycNycuycycayco ycycoycuyc ycycaycuyci yccycnycyyceycycuycoyceEa ycIycoycuyc ycyceycycycnycuyciyciycn ycu yaycycoycoycaEa ycyycaycuyceycoycnyc x 100% Sumber: (Atmaja, 2. Skor Dalam Persen (%) < 21% 21 Ae 40% 41 Ae 60% 61 Ae 80% 81 Ae 100% digunakan sebagai dasar produksi makanan Kategori Kelayakan Sangat Tidak Suka Tidak Suka Cukup Suka Suka Sangat Suka Sumber: (Arikunto, 2. HASIL DAN PEMBAHASANBagaimana proses pembuatan pizza meat lover sesuai standard receipe hot kitchen yL hotel Banyuwangi? maupun minuman yang dijual. Bahan Ae Bahan yang Digunakan Untuk Membuat Dough Pizza Dough pizza memiliki beberapa tahap persiapan bahan, tahan persiapan alat Ae alat dan tahap memasak pizza itu sendiri. a Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6489 (Ceta. ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a. Salad Oil Bahan ini diperlukan Tahap Persiapan Bahan untuk membuat adonan Persiapan bahan merupakan langkah awal dough pizza dengan tekstur lebih lembut sebelum proses pembuatan dough pizza. Bahan dan tidak hancur saat yang dipersiapkan yaitu tepung cakra, gula, yeast, garam, salad oil, air. Standard ukuran dan seleksi bahan harus diperhatikan pada saat proses persiapan untuk mendapatkan cita rasa dan kualitas makanan yang sempurna. Tabel 4. 1 Bahan Peranan Dough Pizza Nama Tepung Cakra Gambar Peranan Tepung ini cocok membuat kue kering. Hal ini dimaksudkan struktur adonan kue yang lebih kokoh saat sudah matang Gula Bahan ini memberikan rasa manis alami pada dough pizza Garam Bahan ini memberikan rasa gurih alami pada dough pizza Air Dingin Air dingin berfungsi untuk mencampurkan bahan dan agar adonan dough pizza cepat panas saat mesin (Sumber : Penulis, 2. Standard receipe dough pizza Ingredients Tepung Cakra 1 kg Garam 15 gr Gula 25 gr Yeast 15 gr Salad Oil 25 gr Air Dingin 600 ml Tahap Persiapan Alat-alat Alat yang digunakan untuk proses menjadi 2 yaitu utensil dan equipment. Utensil Yeast Bahan yang nantinya akan membuat dough pizza adalah peralatan kecil di dapur yang tidak bermesin dan dapat dipindahkan antara lain roll, insert, dan stainless bowl. Equipment yaitu peralatan dapur pendukung utama seperti mixer, dan oven. Standard Receipe Tomato Concase Pizza Tomato Concase Pizza beberapa tahapan mulai dari tahap persiapan a. ISSN 2798-6489 (Ceta. Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a bahan, persiapan alat Ae alat, dan tahap Tomato Paste Bahan rasa tomat pada Tomato Concase Pizza Bay Leaves Thyme Bahan Tomato Concase Pizza Bahan Tomato Concase Pizza Oregano Blackpap Gula Garam Tahap Persiapan Bahan Persiapan bahan merupakan langkah awal sebelum proses pembuatan Tomato Concase Pizza. Bahan yang disiapkan yaitu Tomato red big, italian basil, tomato paste, bay leaves, oregano, thyme, salt, blackpaper, sugar, onion, olive oil. Tabel 4. 2 Bahan Peranan Tomato Concase Pizza Nama Tomato Basil Onion Olive Oil Barang Peranan Untuk tomat pada Tomato Concase Pizza Bahan masakan ini Bahan Tomato Concase Pizza Bahan onion agar Bahan Tomato Concase Pizza Bahan rasa sedikit pedas alami pada Tomato Concase Pizza Bahan rasa manis alami pada Tomato Concase Pizza Bahan alami pada Tomato Concase Pizza a Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6489 (Ceta. ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a. (Sumber : Penulis, 2. Tahap Persiapan Alat Standard Receipe Tomato Alat yang digunakan untuk proses Concase Pizza Ingredients dikelompokan menjadi 2 yaitu utensil dan Tomato Red Big 1 kg Onion /2 kg Utensil adalah peralatan kecil di Olive Oil 2 ml dapur yang tidak bermesin dan dapat Tomato Paste 100 gr Italian Basil 5 gr dipindahkan antara lain spatula, knife, short Bay Leaves 5 gr Equipment yaitu peralatan dapur Thyme 5 gr Oregano 5 gr pendukung utama seperti stove. Blackpaper 25 gr Garam 25 gr Standard Receipe Pizza Meat Lover Gula 35 gr (Sumber : Penulis, 2. Standard receipe merupakan kunci yang Methode Of Cooking bermanfaat untuk menghasilkan makanan Rebus tomat kurang lebih 15 menit, tunggu hingga dingin, buang biji, yang cocok, enak, komplit dan hasilnya dapat dan kulitnya lalu blender hingga Saute chop onion hingga harum menghasilkan sesuatu yang dapat memuaskan menggunakan olive oil para pelanggan (Susilowati, 2. Receipe Masukan tomat yang sudah di blender dan tomato paste panaskan yang standard merupakan salah satu hal yang dengan slow fire penting untuk menjamin bahwa makanan yang Tambahkan bay leaves, oregano, basil, thyme, salt, sugar, blackpaper dihasilkan memiliki kualitas yang baik. Hal Aduk hingga merata sampai lain yang perlu diperhatikan bahwa receipe mendidih kurang lebih 30 menit sambil sering diaduk. standard sudah mempertimbangkan peralatan Methode Of Cooking Campurkan semua bahan ke dalam mesin mixer secara berurutan Khusus gula, yeast dan air dingin dicampur secara bersamaan Aduk dengan kecepatan satu hingga adonan sedikit tercampur Masukkan garam dan tambah kecepatan 2 hingga adonan kalis Roll adonan dan cetak di piring sampai berbentuk bundar Oven selama A 6 menit yang tersedia, keterampilan orang-orang yang melayani dan anggaran belanja. Hasilnya telah berdasarkan perkiraan jumlah porsi yang Hal ini biasanya untuk ukuran satu porsinya, nama bahan, peralatan yang di gunakan, waktu persiapan hingga waktu untuk memasak serta cara penyajiannya. (Sumber : Penulis, 2. ISSN 2798-6489 (Ceta. Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a Penyajian makanan merupakan step perkembangan zaman, konsumen akan lebih Meskipun makanan diolah dengan peka terhadap kualitas dari produk yang satu unsur yang terpenting. Seiring dengan Konsumen penyajiannya tidak dilakukan dengan baik, cenderung memilih produk dengan kualitas maka nilai makanan tersebut tidak akan yang tinggi, baik dari segi rasa, tampilan, berarti, karena makanan yang ditampilkan maupun kebersihan atau hygienitas produk. pada saat disajikan akan merangsang indra Pizza Meat Lover merupakan salah satu menu penglihatan sehingga menimbulkan selera main course yang ada di yL Hotel Banyuwangi yang berkaitan dengan cita rasa. dan juga salah satu menu A la Carte. Ada beberapa jenis pizza yang ada di yL Hotel Banyuwangi, salah satunya yakni pizza meat lover. Jenis pizza yang ada dapat dibedakan melalui condiment untuk pizza meat lover sendiri memiliki beberapa condiment Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka didapatkan hasil dari uji hedonik oleh 95 panelis tidak terlatih yang ditinjau dari 4 aspek yaitu warna, rasa, tekstur dan aroma. Tingkat Kesukaan Konsumen seperti dough pizza, tomato concase pizza, beef sausage, smoke beef, onion, green capsicum, dan keju mozarela. Untuk menguji tingkat kesukaan produk Pizza Meat Lover ini peneliti menggunakan 95 panelis tidak terlatih yaitu beberapa orang 2 Bagaimana uji preferensi produk pizza meat lover sebagai menu a la carte di Ijen resto yL Hotel Banyuwangi? Dalam mendukung potensi pariwisata yang ada. bebas penyakit dari THT, tidak buta warna Dimana sebuah produk kuliner dapat menjadi serta gangguan psikologis, tidak menolak salah satu daya tarik wisata karena kuliner terhadap makanan yang akan diuji . idak memiliki potensi. yL Hotel Banyuwangi dalam alerg. , tidak melakukan uji 1 jam sesudah memenangkan persaingan antar kompetitor makan, menunggu minimal 20 menit setelah selalu menampilkan produk terbaik dan dapat merokok, makan permen karet, makanan dan memenuhi selera konsumen yang selalu minuman ringan, tidak melakukan uji pada berkembang dan berubah Ae ubah. Pada industri saat sakit influenza dan sakit mata, dan tidak makanan, kualitas produk merupakan salah menggunakan kosmetik seperti parfum dan sensoris dan mau berpartisipasi, konsisten dalam mengambil keputusan, berbadan sehat, a Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6489 (Ceta. ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a. lipstik serta mencuci tangan dengan sabun = 74% Warna yang tidak berbau pada saat dilakukan uji ycAycnycoycaycn yaycuyccyceycoyc = 5 x 95 x 100% = 475 x 100% = 88% Panelis tidak terlatih menilai 4 aspek Rasa dari tekstur, aroma, warna dan rasa terhadap ycAycnycoycaycn yaycuyccyceycoyc = 5 x 95 x 100% produk Pizza Meat Lover. Tujuan dari x 100% mengetahui kesukaan terhadap produk Pizza Meat Lover yang terkesan berubah ubah terkait tekstur, aroma, warna, dan rasa Adapun data yang dihasilkan dari uji organoleptik hedonik sebagai berikut : Nilai Data Hasil Uji Hedonik Tekst Nilai 83% = 88% Berikut merupakan uji kesukaan atau uji organoleptik hedonik apabila dihitung dari keseluruhan panelis semi Tabel 3 Hasil Uji Hedonik Keseluruhan No Jumlah Jenis Total Kelamin Nilai Laki Ae laki Perempuan Total Sumber: Peneliti,2024 ycAycnycoycaycn yaycuyccyceycoyc = 20 x 95 x 100% Arom Warn Aspek Rasa Gambar 4. 3 Data Hasil Uji Hedonik Sumber: Peneliti,2024 Dapat dilihat pada gambar diagram di atas terdapat 4 indikator penilaian terhadap produk Pizza Meat Lover yaitu pada aspek tekstur, aroma, warna dan rasa. Berikut adalah penialain dari 4 indikator tersebut: Tekstur ycAycnycoycaycn yaycuyccyceycoyc = 5 x 95 x 100% = 475 x 100% = 83% = 1900 x 100% = 83% Dari perhitungan yang dilakukan untuk menilai 4 aspek tekstur dengan nilai 83% kemudian aroma dengan nilai 74% lalu warna dengan 88% serta rasa 88% dapat ditarik kesimpulan bahwasanya produk Pizza Meat Lover termasuk ke dalam kriteria sangat disukai oleh konsumen. Dan pada penilaian secara menyeluruh dengan mendapatkan hasil 83% juga termasuk kedalam kriteria sangat disukai oleh konsumen. Hal tersebut menunjukan bahwa Pizza Meat Lover memiliki tingkat kesukaan yang tinggi, sehingga dibutuhkan konsistensi terhadap 4 aspek tersebut. Aroma ycAycnycoycaycn yaycuyccyceycoyc = 5 x 95 x 100% = 475 x 100% a. ISSN 2798-6489 (Ceta. Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan terkait analisis uji preferensi pizza meat lover sebagai menu a la carte di yL Hotel Banyuwangi dapat peneliti sampaikan sebagai berikut: Standard menu merupakan formula tertulis yang dijadikan sebagai acuan dasar pembuatan suatu makanan dalam jumlah dan rasa yang telah ditentukan. Hal ini biasanya untuk ukuran satu porsinya, nama bahan, peralatan yang di gunakan, waktu persiapan hingga waktu untuk memasak serta cara Setiap restaurant produksi makanan maupun minuman yang dijual. bahwasannya perhitungan yang dilakukan untuk menilai 4 aspek tekstur dengan nilai 83% kemudian aroma dengan nilai 74% lalu warna dengan 88% serta rasa 88% dapat ditarik produk pizza meat lover termasuk ke dalam kriteria sangat disukai oleh konsumen. Pada mendapatkan hasil 83% juga termasuk kedalam kriteria sangat disukai oleh konsumen. Hal tersebut menunjukan bahwa pizza meat lover memiliki tingkat kesukaan terhadap 4 aspek tersebut. Saran Berdasarkan uraian diatas dari analisis data dalam penelitian ini. Adapun saran-saran yang dapat peneliti sampaikan sebagai berikut: Dari hasil penelitian yang diperoleh bahwasannya untuk produk pizza meat lover ini masih perlu konsistensi terkait rasa, warna, tekstur, maupun Perlunya menambahkan variasi menu pizza untuk menarik konsumen dan peningkatan strategi untuk meningkatkan loyalitas pelanggan. DAFTAR PUSTAKA