Journal of Banking and Financial Innovation (JBFI) Volume 05 Nomor 01 Tahun 2026 (Hal: 61-. https://ojs. id/index. php/jbfi ISSN 2828-1411 (Onlin. ANALYSIS OF FACTORS AFFECTING THE USE OF QRIS AS A DIGITAL PAYMENT TOOL AMONG UNIVERSITY STUDENT IN SUBANG REGENCY Muhammad Nur Baharudin1 1Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sutaatmadja. Subang. Indonesia Email: Mbaharudin@stiesa. INFO ARTIKEL Histori Artikel : Tgl. Masuk : 09-07-2025 Tgl. Diterima : 09-07-2025 Tersedia Online : 30-04-2026 ABSTRACT The purpose of this study was to determine the effect of Capital Adequacy ratio (CAR), public ownership structure, and firm size on the profitability of banks listed on the Malaysian Stock Exchange for the 2017-2021 period. The number of samples in this study were 10 banks using purposive sampling technique. The data analysis technique used in this study is multiple regression analysis with the help of the SPSS version 26 program. The results of this study indicate that the Capital Adequacy ratio (CAR) has a negative effect on profitability, public ownership structure has a positive effect on profitability, while company size has no effect on profitability. at banks listed on the Malaysia Stock Exchange for the 2017-2021 period. Simultaneously the Capital Adequacy ratio (CAR), public ownership structure, and company size have a simultan effect on the profitability of banks listed on the Malaysia Stock Exchange for the 2017-2021 period. PENDAHULUAN Perbankan merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam keseimbangan, kemajuan, dan kesatuan ekonomi nasional. Pada era globalisasi ini perkembangan perbankan semakin pesat dan modern baik dari segi ragam produk yang ditawarkan kepada masyarakat, kualitas pelayanan yang diberikan, hingga Perbankan merupakan salah satu lembaga keuangan yang mempunyai fungsi dalam perantara keuangan yang diantaranya menyalurkan dana dari pihak yang berkelebihan dana kepada pihak yang kekurangan dana (Ismail, 2. Dana yang dimiliki perbankan berasal dari dana bank itu sendiri . odal sendir. , dana dari masyarakat dan dana pinjaman. Perbankan juga dibebani suatu misi dalam Misi tersebut diantaranya adalah meningkatkan taraf hidup rakyat banyak dengan menyalurkan dana kepada masyarakat dalam bentuk kredit agar daya beli atau usaha masyarakat dapat meningkat, sehingga akan meningkatkan pembangunan ekonomi di suatu negara. Salah satu hal yang harus di perhatikan oleh perbankan untuk mampu perolehannya yaitu dengan memperbaiki dan meningkatkan kinerja keuangan. Dalam tentunya suatu perusahaan mengharapkan Journal of Banking and Financial Innovation (JBFI) adanya suatu keuntungan atas apa yang telah mereka lakukan. Seperti halnya perbankan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya mengharapkan adanya profit yang di hasilkan. Profitabilitas merupakan indikator yang penting dalam mengukur kinerja keuangan suatu bank. Return on assets (ROA) perusahaan untuk memperoleh earning dalam kegiatan operasional (Nuryanto et , 2. Tentunya dalam memperoleh suatu laba atau keuntungan ada beberapa Data profitabilitas tahun 2017-2020 dalam penelitian Yasarah . menunjukan bahwa profitabilitas yang di diperoleh Publik Bank mengalami Penurunan profitabiliatas pada tahun 2019 dan 2020 juga di sebabkan karena munculnya wabah covid 19 yang membuat perekonomian memburuk dan segala aktiviatas di batasi. Tentunya dengan adanya wabah covid 19 ini juga berdampak negatif terhadap perbankan. Gubernur bank sentral Malaysia Nor Shamsiah Yunus mengatakan negaranya mengalami tekanan ekonomi cukup berat saat pandemi . Tentunya meningkatnya perlambatan ekonomi yang dapat menantang profitabilitas perbankan. profitabilitas industri perbankan. Ada mempengaruhi profitabilitas, di antaranya Capital Adequacy ratio (CAR), struktur CAR merupakan indikator dari perbankan untuk mendeteksi terhadap kemampuan bank dalam menutupi penurunan aktivanya sebagai akibat dari kerugian-kerugian bank yang disebabkan oleh aktiva yang berisiko (Dendawijaya. Jika nilai CAR tinggi berarti bank tersebut mampu membiayai operasi bank, keadaan yang menguntungkan bank tersebut akan memberikan kontribusi yang cukup besar bagi profitabilitas (Suryani. Capital adequacy ratio (CAR) adalah rasio keuangan yang berkaitan dengan permodalan perbankan di mana pada rasio tersebut besarnya modal suatu bank akan berpengaruh pada mampu atau tidaknya suatu bank secara efisien menjalankan kegiatannya (Hutagalung, dkk, 2. Suatu perusahaan berada pada posisi dipengaruhi oleh struktur kepemilikan perusahaan tersebut. Struktur kepemilikan tersebut menjelaskan komitmen dari perusahaan (Wardhani, 2. Menurut Wahyudi dan Pawesti . struktur kepemilikan oleh beberapa peneliti dipercaya mampu mempengaruhi jalannya berpengaruh pada kinerja perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan yaitu memaksimalkan nilai perusahaan. Ukuran perusahaan juga akan memiliki pengaruh terhadap pangsa pasar perusahaan yang akan meluas, sehingga produk yang dipasarkan akan berguna untuk meningkatkan besarnya profitabilitas yang dihasilkan perusahaan. Profitabilitas perusahaan karena tingkat keberhasilan dan keberlangsungan perusahaan dapat diukur dengan profitabilitasnya (Maulana. Perusahaan yang lebih besar memiliki variasi layanan, kapasitas produksi dan strategi manajemen yang lebih baik, serta dapat memanfaatkan keuntungan dari skala dan cakupan ekonomi yang mewakili pengurangan biaya perusahaan karena adanya peningkatan skala produksi (Zenger, 1994. BeckerBlease dkk. , 2010. Leal Rodryguez dkk. Ambrose dkk. , 2. Hal ini menyebabkan perusahaan berskala besar akan lebih mudah memperoleh akses usahanya dan menarik kepercayaan dari Volume 05. No. investor maupun kreditor. Hadirnya peluang-peluang tersebut harus mampu diimbangi dengan pengelolaan aset dan perusahaan dapat semakin memperbesar tingkat keuntungannya. Sementara itu, perusahaan dengan skala kecil akan dihadapkan dengan beberapa persoalan mendasar, seperti kesulitan mengakses sumber daya, integrasi yang terbatas pada kemampuan pemasaran dan inovasi, serta mengalami kesulitan untuk mengakses pendanaan (Arend, 2014. Jeng & Pak. Sheppard. Hal mengindikasikan perusahaan kecil akan mengahadapi bahaya liability of smallnes kelangsungan hidup perusahaan. Berdasarkan beberapa hal di atas maka penulis mengacu pada penelitian terdahulu dalam melakukan penelitian sebagai referensi dan bahan kajian pada peneliti penulis. Penelitaian yang dilakukan oleh Pamela . berdasarkan hasil penelitian adanya pengaruh CAR terhadap kenaikan dan penurunan ROA Tingkat pengaruh CAR terhadap ROA berdasarkan nilai r sebesar 0,373 yang dibandingkan dengan tabel interpretasi koefisien korelasi memiliki tingkat pengaruh dalam taraf Wiranata . berdasarkan hasil penelitian menunjukan kepemilikan asing berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan akan tetapi kepemilikan manajerial,institusional, keluarga tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Penelitian yang dilakukan rivan, dkk . berdasarkan hasil penelitian menunjukkan ukuran berpengaruh negatif signifikan terhadap Return on Asset (ROA) dan Return on Investment (ROI). Perbedaan penelitian sebelumnya dengan penelitian yang penulis teliti yaitu penelitian yang dilakukan oleh Yasarah . dengan penelitian ini yaitu penelitian ini menggunakan variabel independen Pengaruh Capital Adequacy ratio (CAR), struktur kepemilikan publik, dan ukuran perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh Pamela, . yaitu penelitian ini menambahkan variabel struktur kepemilikan publik dan ukuran Penelitian yang dilakukan Wiranata . yaitu penelitian ini menambahkan variabel CAR dan ukuran Penelitian yang dilakukan rivan,dkk . yaitu penelitian ini CAR kepemilikan perusahaan. Alasan dilakukan penelitian ini agar mengetahui bagaimana pengaruh Capital Adequacy ratio (CAR), struktur kepemilikan publik, dan ukuran perusahaan terhadap profitabilitas di perbankan malaysia. Berdasarkan fenomena, uraian dan perbedaan hasil penelitian, maka penulis tertarik untuk mengambil judul mengenai Pengaruh Capital Adequacy ratio (CAR), struktur kepemilikan publik, dan ukuran perusahaan terhadap Profitabilitas (Studi Kasus Pada Perbankan Yang Terdaftar di Bursa Efek Malaysi. IDENTIFIKASI MASALAH Apakah Capital Adequacy ratio (CAR) berpengaruh terhadap profitabilitas ? Apakah struktur kepemilikan publik berpengaruh terhadap profitabilitas ? Apakah ukuran perusahaan berpengaruh terhadap profitabilitas ? Apakah Capital Adequacy ratio (CAR), struktur kepemilikan publik, dan ukuran perusahaan berpengaruh secara simultan terhadap profitabilitas ? TUJUAN PENELITIAN Untuk mengetahui pengaruh Capital Adequacy ratio (CAR) Untuk mengetahui pengaruh struktur Journal of Banking and Financial Innovation (JBFI) Untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan terhadap profitabilitas. Untuk mengetahui pengaruh Capital Adequacy ratio (CAR), struktur kepemilikan publik, dan ukuran perusahaan secara simultan terhadap KERANGKA TEORITIS PENGEMBANGAN HIPOTESIS DAN CAR (Capital Adequancy Rati. Rasio CAR (Capital Adequancy Rati. merupakan rasio yang mengukur seberapa mengandung resiko . redit, penyertaan, surat berharga, tagihan pada bank lai. dan ikut di biayai oleh dana modal sendiri bank, dan juga bank memperoleh danadana dari sumber-sumber di luar bank, ada dana masyarakat, pinjaman . , dan lain-lain. CAR adalah rasio kecukupan modal yang menanggung risiko dari setiap kredit / aktiva produktif yang berisiko. Dengan kata lain CAR merupakan rasio untuk mengukur aktiva yang mengandung atau menghasilkan resiko serta mengukur kinerja bank untuk kecupukan modal yang Menurut Lukman Dendawijaya . CAR merupakan indikator pada kemampuan bank untuk menutupi penurunan aktivanya sebagai akibat kerugian-kerugian bank yang disebabkan oleh aktiva yang berisiko. Standar besar CAR ada dalam peraturan Bank Indonesia Nomor 10/15/PBI/2008 tanggal 24 September 2008 tentang Kewajiban Modal Minimum Bank pada pasal 2 bahwa AuBank wajib menyediakan modal minimum sebesar 8% . elapan perse. dari Aset Tertimbang Menurut Resiko (ATMR)Ay. Capital Adequacy Ratio (CAR) digunakan sebagai pedoman bank dalam melakukan ekspansi di bidang perkreditan. Rasio CAR menurut (SE BI No 3/30DPNP tgl 14 Desember 2001, dalam Hesti, 2. dirumuskan sebagai berikut: CAR Modal Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) y 100% Baik modal bank maupun ATMR membutuhkan suatu rincian dan kesamaan pengertian apa saja komponen yang mask ke dalam komponen untuk menghitung ATMR Modal sendiri merupakan modal inti ditambah dengan pelengkap. Sedangkan ATMR dihitung berdasarkan aktiva yang terdapat pada neraca maupun aktva yang berasal dari luar neraca (Hesti. Bobot risiko diberikan pada setiap masing-masing pos dalam aktiva yang besarnya didasarkan pada kadar risiko yang terkandung pada aktiva tersebut atau golongan nasabah atau sifat agunan (Z. Dunil, dalam Hesti, 2. Ukuran Perusahaan Besar perusahaan dapat dilihat dari total aktiva (Hesti, 2. Menurut Astohar . AuKenaikan profitabilitas suatu perusahaan . dipengaruhi oleh total asset dari perusahaan tersebut. Perusahaan besar dan mapan memiliki nilai lebih untuk menarik minat investor karena mudah masuk dalam pasar modal di bandingkan Jumlah perusahaan akan berpengaruh pada nilai Semakin besar asset yang dimiliki maka semakin besar kemungkinan pihak manajemen untuk mengoptimalkan kemudahan dalam pengendalian asset yang dimiliki akan berdampak dalam Sedangkan kapitalisasi pasar dapat memberikan sinyal bahwa perusahaan tersebut telah dikenal masyarakat. Berdasarkan pendapat tersebut, maka peneliti mendasarkan perhitungan ukuran perusahaan pada kapitalisasi pasar (Market Capitalizatio. Kapitalisasi pasar merupakan nilai sebuah perusahaan yang didasarkan pada jumlah nilai saham yang Oleh karena itu, keberhasilan dan kegagalan bagi perusahaan terbuka Volume 05. No. dipengaruhi oleh pertumbuhan dari suatu kapitalisasi pasar suatu perusahaan. ycAyaycIyayaycE = yaycycoycoycaEa ycycaEaycayco ycayceycyceyccycayc y Eaycaycyciyca ycycaEaycayco ycyyceycycycycaEaycaycaycu ycycaycayc ycnycuycn Struktur Kepemilikan Publik Kepemilikan publik merupakan saham kepemilikannya bisa oleh sebuah grup yang besar yang tidak ada hubungannya antara individu dan atau lembaga investasi (Sundjaja, 2. Kepemilikan publik dapat diukur dengan rasio antara jumlah lembar saham yang dimiliki oleh publik terhadap jumlah lembar saham yang beredar secara keseluruhan. Kepemilikan Publik= Jumlah saham pihak publik/ Total Saham Beredar x 100 Profitabilitas Profitabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan dalam mencari laba dari periode tertentu. Rasio profitabilitas adalah bagaimana tingkat efektifitas perbankan semakin tinggi tingkat profitabilitas maka semakin baik kinerja perbankan. Dengan adanya pengukuran terhadap rasio profitabilitas ini investor maupun nasabah bisa menilai bagaimana kinerja perbankan dalam memperoleh laba. Semakin tinggi tingkat profitabilitas maka semakin baik kinerja perusahaan yang menyebabkan banyaknya investor atau nasabah yang menanamkan modalnya. Tentunya dalam mendapatkan laba ada beberapa faktor memperoleh laba. (Hidayati & Yudowati. Pada pengukuran profitabilitas ini, dilakukan dengan pendekatan Return on Aset (ROA) rasio yang didalamnya mengukur kemampuan manajemen dalam pengelolaan aktiva produktif bank dalam kemampuan manajemen semakin optimal dalam peningkata Produktivitas bank ketika semakin besar presentase yang di tunjukan oleh rasio ROA (Dendawijaya. Berdasarkan uraian diatas dalam penentuan kerangka pemikiran dari penelitian ini terdapat perusahaan jasa keuangan yang menjadi objek penelitian. Dapa disimpulkan bahwa CAR, ukuran perusahaan, struktur kepemilikan publik perolehannya yaitu dengan memperbaiki dan meningkatkan kinerja keuangan. Faktor pertama yang di duga mempengaruhi profitabilitas adalah Capital Adequacy ratio (CAR) di mana pada rasio tersebut besarnya modal suatu bank akan berpengaruh pada mampu atau tidaknya suatu bank secara efisien menjalankan Faktor kedua yang di duga mempengaruhi profitabilitas yaitu struktur kepemilikan publik mengenai struktur kepemilikan saham yang terkait dengan peningkatan kinerja perusahaan. Faktor ketiga yaitu ukuran perusahaan, ukuran perusahaan juga akan memiliki pengaruh terhadap pangsa pasar perusahaan yang akan meluas, sehingga produk yang meningkatkan besarnya profitabilitas yang dihasilkan perusahaan. Kerangka pemikiran dari masalah dalam penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut: Gambar 2. Kerangka Pemikiran CAR Ukuran Perusahaan Profitabilitas Jasa Keuangan Struktur Kepemilikan Publik Journal of Banking and Financial Innovation (JBFI) sebagai akibat dari kerugian-kerugian bank yang disebabkan oleh aktiva yang berisiko (Dendawijaya, 2. Jika nilai CAR tinggi berarti bank tersebut mampu membiayai menguntungkan bank tersebut akan memberikan kontribusi yang cukup besar bagi profitabilitas (Suryani, 2. Kerangka hipotesis Gambar 2. Kerangka Hipotesis CAR (X. Struktur Kepemilika n Publik (X. Ukuran Perusahaan (X. Penelitian yang dilakukan oleh Pamela . menunjukan hasil bahwa Adanya pengaruh negatif CAR terhadap penurunan dan kenaikkan ROA. H1: CAR berpengaruh terhadap profitabilitas. Profitabilitas Jasa Keuangan (Y) H3 - Pengembangan Hipotesis Hipotesis adalah suatu pendapat atau kesimpulan yang sifatnya masih Hipotesis merupakan suatu kemungkinan jawaban dari masalah yang Hipotesis timbul sebagai dugaan yang bijaksana dari peneliti atau diturunkan dari teori yang ada. Adapun hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut Pengaruh Struktur Kepemilikan Publik Terhadap Profitabilitas Suatu perusahaan berada pada posisi dipengaruhi oleh struktur kepemilikan perusahaan tersebut. Struktur kepemilikan tersebut menjelaskan komitmen dari perusahaan (Wardhani, 2. Menurut Wahyudi dan Pawesti . struktur kepemilikan oleh beberapa peneliti dipercaya mampu mempengaruhi jalannya berpengaruh pada kinerja perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan yaitu memaksimalkan nilai perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh Agustina dan Soelistya . menunjukan Kepemilikan berpengaruh positif terhadap ROA. Penelitian Wati . menunjukkan hasil bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kepemilikan publik dan ROA. Pengaruh Capital adequacy ratio (CAR) Terhadap Profitabilitas Capital adequacy ratio (CAR) adalah rasio keuangan yang berkaitan dengan permodalan perbankan di mana pada rasio tersebut besarnya modal suatu bank akan berpengaruh pada mampu atau tidaknya suatu bank secara efisien menjalankan kegiatannya (Hutagalung, dkk, 2. CAR merupakan indikator dari perbankan untuk mendeteksi terhadap kemampuan bank dalam menutupi penurunan aktivanya H2: Struktur kepemilikan publik Pengaruh Ukuran Terhadap Profitabilitas Perusahaan Besar dan kecilnya perusahaan dapat diukur menggunakan tingkat penjualan Volume 05. No. yang diperoleh. Saat tingkat penjualan naik maka akan memberikan efek terhadap meningkatnya profitabilitas perusahaan. Ukuran perusahaan juga akan memiliki perusahaan yang akan meluas, sehingga produk yang dipasarkan akan berguna untuk meningkatkan. Pengujian hipotesis dilakukan untuk menguji pengaruh ukuran profitabilitas yang dihasilkan perusahaan. (Maulana, 2. Perusahaan yang lebih besar memiliki variasi layanan, kapasitas produksi dan strategi manajemen yang lebih baik, serta dapat memanfaatkan keuntungan dari skala dan cakupan ekonomi yang mewakili pengurangan biaya perusahaan karena adanya peningkatan skala produksi (Zenger, 1994. BeckerBlease dkk. , 2010. Leal Rodryguez dkk. Ambrose dkk. , 2. Penelitian yang dilakukan oleh Agnitama. D, dkk . menunjukan hasil bahwa ukuran perusahaan berupa market capital berpengaruh negatif signifikan terhadap Return on Asset (ROA) dan Return on Investment (ROI), berpengaruh terhadap Return on Equity (ROE). H3: Ukuran Perusahaan METODOLOGI PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode Metode Korelasional merupakan salah satu dari macam-macam metode penelitian kuantitatif yang digunakan dalam Terutama untuk mendeteksi sejauh mana variasi pada suatu faktor berkaitan dengan variasi pada satu atau lebih faktor lain berdasarkan koefesian Menurut Sugiyono . , metode penelitian kuantitatif yang digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu dengan menggunakan data instrumen kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk Metode Pengumpulan data Penelitian ini menggunakan data Menurut Riswan . , data sekunder merupakan Audata yang diperoleh dari perusahaan sebagai objek yang sudah diolah dan terdokumentasi di perusahaan, misalnya sejarah perusahaan, struktur Tujuan metode analisis data sekunder antara lain untuk, menerapkan data dari penelitian terlebih dahulu dengan tujuan yang berbeda, untuk memunculkan ide atau gagasan baru berdasarkan data lama tersebut, melakukan pengujian atas ketidakbenaran dengan bukti yang benar, melakukan pengujian kebenaran dengan bukti ketidakbenaran, dan mengekspor data dari perspektif yang berbeda. Langkah-langkah dari proses analisis menetapkan/menentukan sumber data yang digunakan. Selanjutnya melakukan pengumpulan data-data tersebut kedalam bentuk dokumen atau format tertentu. Kemudian melakukan normalisasi data guna menyetarakan data menjadi satu bentuk yang sama agar data yang berbeda sumber tersebut bisa saling kompatibel satu sama lain. Yang terakhir adalah sumber data, memetakan data serta Penelitian ini memperoleh data laporan keuangan dari website resmi Bursa Malaysia. Data yang digunakan merupakan laporan keuangan perbankan di Malaysia tahun 2017-2021. Populasi dan sampe Populasi dalam penelitian ini, yakni perusahaan perbankan yang terdaftar di Journal of Banking and Financial Innovation (JBFI) Bursa Malaysia periode 2017-2021 sebanyak 27 perusahaan (Murshidi, et al. , dan sebanyak 10 perusahaan dipilih berdasarkan kemudahan mengakses laporan keuangan mereka. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel sampling purposive. Menurut Sugiyono . purposive sampling adalah teknik penentuan sampel penelitian dengan beberapa pertimbangan tertentu yang bertujuan untuk memperoleh data yang lebih representatif. Kriteria dalam penelitian ini meliputi: Perusahaan yang terdaftar dan mempublikasikan laporan keuangan secara berturut-turut selama tahun 2017-2021. Sehingga total sampel penelitian berjumlah 50. Variabel Struktur Kepemi Publik Operasionalisasi Variabel Definisi Pengukuran Skala Operasional Profitab Profitabilitas ROA=Laba merupakan sebelum resiko untukpajak/ total Varia aset x 100 Rasio Depe Capital Rasio CAR= Adequa kecukupan Modal/ cy Ratio modal yangActiva (CAR)) menanggung tertimbang Rasio Varia /aktiva Indep yang berisiko Ukuran Tingkatan Perusa identifikasi haan besar Ukuran Perusahaan = LN (Total Kepemili kan Publik= Jumlah saham pihak publik/ Total asio Saham Beredar Analisis Data Tabel 1 Definisi Pengukuran Skala Operasional Aktiv. Operasionalisasi Variabel Variabel Analisis data digunakan untuk memudahkan pengungkapan informasi dari data yang sudah didapatkan. Alat anlisis data yang digunakan meliputi analisis statistic deskriptif, uji asumsi klasik heteroskedastisitas, serta uji regresi Statistik Deskriptif Statistik Deskriptif merupakan statistik yang memberikan deskripsi data yang dapat dilihat dari nilai minimun, nilai maksimum, rata-rata (Averag. dan standar deviasi. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam modal regresi variabel pengguna atau residual memiliki distribusi normal (Ghozali, 2. Pada uji normalitas ini dapat dilakuakan dengan uji one sampel kolmogorov smirnov. Dimana pengujian ini dilakukan untuk mengetahui nilai signifikan Jika signifikan data di atas 0,05 maka dikatakan berdistribusi normal. Uji Multikolienaritas Volume 05. No. Pengujian ini dilakukan bertujuan hubungan antara variabel atau semua variabel independen dalam model regresi (Ghozali,2. Pengambilan keputusan dalam uji ini dilihat dari nilai tolerance dan variance inflation factor (VIF). Uji Heteroskedastisitas Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah terjadi ketidaksamaan varian pada residual . dari satu pengamatan ke pengamatan lain (Wijaya. Erric, 2. Uji heteroskedastisitas ini menggunakan grafik scatterplot. Jika titik-titik membentuk heteroskedastisitas sebaliknya jika tidak membentuk pola tertentu tidak terjadi Uji Hipotesis Hipotesis adalah dugaan sementara. Pengujian hipotesis dilakukan untuk menguji apakah terdapat pengaruh antara variabel independent terhadap variabel Analisis Regresi Berganda Analisis regresi berganda ini bertujuan untuk meprediksi hubungan antara dua variabel atau lebih dan menunjukan hubungan antara variabel dependen dan Perhitungan model regresi berganda sebagai berikut : ycU = yca yu1ycU1 yu2ycU2 yu3ycU3 yce Analisis Koefisien Determinasi Digunakan untuk mengukur seberapa menerangkan variabel-variabel dependen (Dewi & Zakaria, 2. Jika R2 = 1 maka artinya variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen sebaliknya jika R2 = 0 berrati variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel dependen. Uji Parsial (Uji . Uji ini digunakan untuk mengetahui seberapa signifikan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. (Dewi & Zakaria, 2. Jika nilai sig lebih kecil dari 0,05 maka hipotesis di terima. Uji Simultan (Uji . Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen secara simultan berpengaruh terhadap variabel dependen (Dewi & Zakaria, 2. Jika nilai sig lebih kecil dari 0,05 maka hipotesis di terima. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis pengumpulan data Penelitian ini dilakukan diperbankan yang terdaftar di bursa Malaysia pada periode Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan sampel dengan metode purposive sampling sehingga diperoleh sampel data 10 perbankan dengan periode 5 tahun, sehingga data yang diolah sebanyak 50 data Keterangan : = Profitabilitas = kontanta = koefisien regresi = eror = Dana Pihak Ketiga = Efisiensi Biaya = Risiko Kredit Statistika Deskriptif Hasil pengolahan pada tabel di atas menunjukan jumlah sampel sebanyak 50. Variable Capital Adequacy ratio diperoleh nilai minimum 7,06 nilai maksimum 22,35 Journal of Banking and Financial Innovation (JBFI) dan rata-ratanya 16,7911. Untuk struktur kepemilikan publik diperoleh nilai minimum 5,11 maksimumnya 87,64 dan rata-ratanya sebesar 38,9257. Untuk ukuran perusahaan nilai minimum sebesar 2,94, nilai maksimum 8072 dan nilai ratanya 229,5754. maka dikatakan data memenuhi asumsi Gambar p-plot di atas menunjukan bahwa sebaran titik-titik mengikuti garis diagonal dan di katakan data berdistribusi normal. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Sumber: data diolah,2022 Uji normalitas ini dapat dikatakan normal jika sebaran data mempunyai kurva yang membentuk lonceng maka dikatakan data berdistribusi normal. Gambar grafik di atas menunjukan bahwa kurva berbentuk seperti lonceng yang artinya data berdistribusi normal. Selain menggunakan uji normalitas dengan menggunakan grafik histogram dan grafik p-p. Uji normalitas ini juga bisa menggunakan uji kolmogorov-smirnov. Pengukuran dalam uji kolmogorovsmirnov ini di lihat dari hasil asymp. Sig nya apabila nilainya sig nya melebihi 0,05 maka dikatakan data berdistribusi normal. Dari gambar di tabel di atas hasil uji kolmogorov-smirnov untuk niai Asymp. Sig nya 0,200 melebihi 0,05 maka di katakan data berdistribusi normal. Uji multikolinearitas Hasil Uji Normalitas . -plo. Sumber: data diolah,2022 Uji normalitas menggunakan grafik pplot ini pengambilan keputusannya dilihat dari bagaimana sebaran titik-titik dalam Apabila sebaran titik-titik mengikuti garis diagonal dan mengikuuti arah garis Dalam uji multikolinearitas pengambilan keputusannya di lihat dari nilai torenasi dan VIFnya. Apabila nilai toleransi mendekati 1 maka di katakan bebas multiko dan apabila nilai VIF melebihi 1 maka di katakan bebas Pada tabel di atas di ketahui nilai untuk variabel CAR untuk nilai toleransi mendekati 1 dan nilai VIFnya melebihi 1 maka di katakan bebas multiko. Untuk variabel struktur kepemilikan publik nilai toleransinya mendekati 1 dan nilai VIF melebihi 1 maka di katakan bebas multiko dan untuk variabel ukuran perusahaan nilai toleransinya mendekati 1 dan nilai VIFnya Gambar 3 Hasil Uji Normalitas (Hitogra. Sumber: data diolah,2022 Volume 05. No. melebihi satu maka di katakan bebas Maka layak pakai dalam Uji Heteroskedastisitas Dalam pengukurannya apabila titik-titik dalam grafik scatterplot menyebar dan tidak membentuk pola tertentu maka tidak terjadi hetereskedasitisitas dan sebaliknya jika titik-titik membentuk pola tertentu maka terjadi hetereskedasitisitas. Bisa dilihat dari gambar di atas terlihat bahwa titi-titik menyebar dan tidak membentuk pola tertentu maka di katakan tidak terjadi hetereskedasitisitas sehingga layak untuk di pakai penelitian. Uji Hipotesis Analisis Regresi Berganda Regresi Berganda publik, dan ukuran perusahaan maka profitabilitas akan mencapai sebesar 3,008. Nilai regresi untuk variabel CAR sebesar 0,145 yang artinya setiap ada penambahan 1% maka akan menurunkan tingkat profitabilitas sebesar 0,145 dengan asumsi pengaruh faktor lain dianggap konstan atau sama dengan nol. Nilai regresi untuk variabel struktur kepemilikan publik sebesar 0,03 yang artinya setiap ada kenaikan 1% maka akan menaikkan profitabilitas sebesar 0,03 dengan asumsi pengaruh faktor lain dianggap konstan atau sama dengan Nilai regresi untuk variabel ukuran perusahaan sebesar 2,704 yang artinya setiap ada kenaikan 1% maka akan menaikkan tingkat profitabiliatas sebesar 2,704 dengan asumsi pengaruh faktor lain dianggap konstan atau sama dengan nol. Analisis Koefisien Determinasi Dapat di lihat dalam tabel di atas menunjukan nilai Adjusted R square sebesar 0,621 yang artinya variasi profitabilitas bisa di jelaskan oleh 3 variabel independen sebesar 62,1% . ,621 x . dan sisanya sebesar 37,9% . %-62,1 %) di sebabkan oleh hal-hal lain. Semakin besar nilai Adjusted R Squared maka semakin bisa memprediksi sebuah variabel dependen dengan variabel independen. Uiji Parsial (Uji . Uji Berdasarkan analisis regresi bergandi di atas maka di dapatkan: Y = 3,008 -0,145 X1 Ae 0,03 X2 2,704 X3 Model regresi tersebut dapat diinpretasikan sebagai berikut Nilai kostanta menunjukan sebesar 3,008 yang menunjukan jika tidak ada pengaruh dari variabel CAR, struktur kepemilikan Berdasarkan K . dan N . dengan signifikan sebesar 5% di dapat hasil uji parsial untuk CAR nilai t hitung sebesar 4,444 sedangkan t tabel memiliki nilai Journal of Banking and Financial Innovation (JBFI) 1,677 sehingga nilai t hitung -4,444 > t tabel 1,677 dan signifikan 0,000 < 0,05 sehingga H1 di terima dan disimpulkan CAR berpengaruh negatif terhadap profitabilitas. Untuk struktur kepemilikan publik, t hitung sebesar 7,266 > t tabel 1,677 dan nilai signifikan 0,000 < 0,05 sehingga H2 Sehingga di simpulkan bahwa struktur kepemilikan publik berpengaruh positif terhadap profitabilitas. Untuk ukuran perusahaan t hitung sebesar 0, 276 < 1,677 dan nilai signifikan 0,783 > 0,05 maka H3 di tolak dan di simpulkan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Uji Simultan (Uji . a Uji Dari hasil uji anova di atas bisa di lihat f hitung sebesar 27,777 dengan tingkat signifikan 0,000 lebih kecil dari 0,05 maka bisa digunakan untuk memprediksi Nilai f hitung 27,777 > f tabel 2,807 dan nilai signifikan 0,000 < 0,05 maka H1 di terima. Yang artinya terdapat pengaruh secara simultan antara variabel CAR, struktur kepemilikan publik dan PEMBAHASAN Pengaruh capital adequacy ratio (CAR), terhadap profitabilitas Berdasarkan hasil uji hipotesis pertama H1 di terima. Hal ini dapat di lihat dari nilai nilai t hitung sebesar -4,444 sedangkan t tabel memiliki nilai 1,677 sehingga nilai t hitung -4,444 > t tabel 1,677 dan signifikan 0,000 < 0,05 sehingga H1 di terima dan dapat disimpulkan CAR berpengaruh negatif terhadap profitabilitas. Hal ini menunjukan CAR dan profitabilitas memiliki nilai koefisiensi regresi sebesar 4,444 bernilai negatif. Hasil pengujian hipotesis 1 mendapatkan bahwa CAR memiliki pengaruh terhadap ROA dengan arah negatif. Selain itu nilai regresi untuk variabel efisiensi biaya sebesar -0,145 yang artinya setiap ada penambahan 1% profitabilitas sebesar 0,145 dengan asumsi pengaruh faktor lain dianggap konstan atau sama dengan nol dan nilai Adjusted R square sebesar 0,621 atau 62,1% dan sisanya sebesar 37,9% . i sebabkan oleh hal-hal CAR mempengaruhi profitabilitas. Hal ini menunjukan jika nilai CAR rendah berarti bank tersebut tidak mampu membiayai operasi bank, keadaan yang merugikan bank tersebut akan memberikan kontribusi yang cukup besar bagi profitabilitas. CAR merupakan rasio untuk mengukur aktiva yang mengandung atau menghasilkan resiko serta mengukur kinerja bank untuk kecupukan modal yang dimiliki bank. Menurut Lukman Dendawijaya . CAR merupakan indikator pada penurunan aktivanya sebagai akibat kerugian-kerugian bank yang disebabkan oleh aktiva yang berisiko. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan Penelitian yang dilakukan oleh Pamela . menunjukan hasil bahwa Adanya pengaruh negatif CAR terhadap profitabilitas. Pengaruh struktur kepemilikan publik terhadap profitabilitas Berdasarkan hasil uji hipotesis kedua. H2 diterima. Hal ini di dapat dari nilai t hitung 7,266 > t tabel 1,677 dan nilai signifikan 0,000 < 0,05 sehingga di katakan struktur kepemilikan publik berpengaruh positif terhadap profitabilitas. Nilai regresi untuk variabel struktur kepemilikan publik dan profitabilitas menunjukkan angka sebesar sebesar 7,266 bernilai positif. Hasil pengujian hipotesis 2 mendapatkan bahwa struktur kepemilikan publik memiliki pengaruh terhadap ROA dengan arah Selain itu nilai regresi untuk variabel kepemilikan publik sebesar 0,03 yang artinya setiap ada kenaikan 1% maka akan menaikkan profitabilitas sebesar 0,03. Nilai Adjusted R square sebesar 0,621 atau 62,1% dan sisanya sebesar 37,9% . i sebabkan oleh hal-hal lain selain kepemilikan publik yang mempengaruhi Hal ini menunjukkan semakin mempengaruhi jalannya perusahaan yang pada akhirnya berpengaruh pada kinerja perusahaan dalam mencapai tujuan Volume 05. No. perusahaan yaitu memaksimalkan nilai Suatu perusahaan berada pada posisi tekanan keuangan juga banyak dipengaruhi oleh struktur kepemilikan perusahaan tersebut. Struktur kepemilikan tersebut menjelaskan komitmen dari Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Agustina dan Soelistya . menunjukan hasil bahwa Kepemilikan publik berpengaruh positif terhadap ROA. Penelitian Wati . menunjukkan hasil bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kepemilikan publik dan ROA. Pengaruh ukuran perusahaan terhadap Berdasarkan hasil uji hipotesis H3 ditolak. Hal ini dapat di lihat dari nilai nilai t hitung sebesar 0,276 sedangkan t tabel memiliki nilai 1,677 sehingga nilai t hitung 0,276 < t tabel 1,677 dan nilai signifikan 0,783 > 0,05 sehingga H3 ditolak dan dapat disimpulkan ukuran Perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Hal ini menunjukan bahwa ketika terjadi kenaikan maupun penurunan ukuran profitabilitas yang di peroleh perbankan. Hal ini terjadi bisa di karenakan perbankan kesulitan mengakses sumber daya, integrasi yang terbatas pada kemampuan pemasaran dan inovasi, serta mengalami kesulitan untuk mengakses pendanaan (Arend, 2014. Jeng & Pak, 2016. Sheppard, 2. Penurunan profitabiliats saat munculnya wabah covid 19 yang membuat perekonomian memburuk dan segala aktivitas di batasi. Tentunya dengan adanya wabah covid 19 ini juga berdampak negatif terhadap perbankan baik ukuran perusahaan besar maupun kecil. Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Agnitama. D, dkk . berpengaruh negatif signifikan terhadap Return on Asset (ROA) dan Return on Investment (ROI), sementara market capital tidak berpengaruh terhadap Return on Equity (ROE). Pengaruh capital adequacy ratio . , struktur kepemilikan publik, dan ukuran perusahaan berpengaruh terhadap Dari hasil uji f yang telah dilakukan diketahui bahwa Capital Adequacy ratio (CAR), struktur kepemilikan publik, dan ukuran perusahaan berpengaruh terhadap Hal tersebut dapat di lihat dari hasil f hitung sebesar 27,777 dengan tingkat signifikan 0,000 lebih kecil dari 0,05 maka bisa digunakan untuk memprediksi Nilai f hitung 27,777 > f tabel 2,807 dan nilai signifikan 0,000 < 0,05 maka terdapat pengaruh secara simultan antara variabel CAR, struktur kepemilikan publik dan ukuran perusahaan terhadap Berdasarkan hasil olah spss nilai Adjusted R square sebesar 0,621 yang artinya variasi profitabilitas bisa di jelaskan oleh Capital Adequacy ratio (CAR), struktur kepemilikan publik, dan ukuran perusahaan sebesar 62,1% . ,621 x . dan sisanya sebesar 37,9% . b,1 %) di sebabkan oleh hal-hal lain. Dapat di tarik kesimpulan bahwa H4 diterima maka CAR, struktur kepemilikan KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan dalam penelitian ini, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Journal of Banking and Financial Innovation (JBFI) Variabel CAR berpengaruh negatif Ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap profitabilitas di perbankan signifikan terhadap profitabilitas. Hal yang terdaftar di bursa Malaysia ini menunjukan bahwa ketika terjadi kenaikan maupun penurunan ukuran Hal menunjukan bahwa jika nilai CAR rendah berarti bank tersebut tidak Hal ini terjadi bisa di tersebut akan memberikan kontribusi mengakses sumber daya, integrasi yang cukup besar bagi profitabilitas. Variabel terhadap profitabilitas perbankan yang terdaftar di bursa Malaysia Hal mengakses pendanaan. Variabel CAR, struktur kepemilikan terdaptar di bursa Malaysia periode perusahaan yang pada akhirnya Yang artinya profitabilitas Adequacy Capital (CAR), memaksimalkan nilai perusahaan. perusahaan sebesar 62,1% . ,621 x Suatu perusahaan berada pada . dan sisanya sebesar 37,9% posisi tekanan . %-62,1 %) di sebabkan oleh hal- banyak dipengaruhi oleh struktur kepemilikan perusahaan tersebut. Struktur hal lain. IMPLIKASI DAN KETERBATASAN Penelitian pemiliknya untuk menyelamatkan keterbatasan yang bisa di jadikan bahan pertimbagan bagi penelitian selanjutnya. Berikut penelitian ini sebagai berikut. Penelitian ini menggunakan pengambilan perusahaan dari Bursa Efek Malaysia yang masih Volume 05. No. kurang lengkap, dan jumlah perusahaan Dendawijaya. Manajemen yang tidak banyak. Perbankan. Jakarta: Ghalia Indonesia. Hesti. Diah Aristya. Analisis SARAN Bagi mempengaruhi profitabilitas di perbankan. Seperti penambahan variabel penelitian. Pengaruh Ukuran Perusahaan. Kecukupan Modal. Kualitas Aktiva Produktif (KAP), Likuiditas Terhadap Kinerja Keuangan (Studi Pada Bank Umum Syariah Indonesia Periode 2005-2009. Skripsi. REFERENCES