JVK 7 . JVK JURNAL VOKASI KESEHATAN http://ejournal. poltekkes-pontianak. id/index. php/JVK FAKTOR KETIDAKPATUHAN MASYARAKAT TERHADAP PROTOKOL KESEHATAN COVID-19 Vira Diastika1. Marsaid2. Maria Diah Ciptaningtyas3. Sumirah Budi Pertami4 nC Jurusan Keperawatan. Poltekkes Kemenkes Malang. Malang. Jawa Timur . Indonesia Info Artikel Abstrak Sejarah artikel : Diterima : 06 Agustus 2024 Disetujui : 31 Januari 2025 Dipublikasi : 31 Januari 2025 Pandemi COVID-19 menuntut semua orang untuk secara disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Namun tidak semua orang mematuhi aturan tersebut dan akan berdampak pada kenaikan penularan Ketidakpatuhan masyarakat ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Tujuan penilitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan COVID-19. Desain penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian yaitu masyarakat Dusun Sanggrahan Desa Kasembon Kabupaten Malang dengan teknik pemilihan sampel probability sampling, besar sampel penelitian adalah 80 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner secara online selama 1 bulan. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini berupa analisis bivariate menggunakan uji spearman-rho untuk mencari hubungan variabel independen yaitu pengetahuan, sikap, fasilitas, sarana kesehatan dan dukungan keluarga dengan variabel dependen yaitu ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan COVID-19. Disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan pada faktor pendukung dan pendorong dengan ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan COVID-19. Hasil analisis bivariat pada indikator fasilitas dan sarana kesehatan yaitu 0. 006 < 0. 05,dan faktor dukungan keluarga nilai sig. 002 < 0. 05 Saran peneliti di masyarakat dibutuhkan kesadaran dan pemahaman yang baik pentingnya melaksanakan protokol sehingga dapat memutus rantai penularan COVID-19. Kata kunci: COVID-19, Ketidakpatuhan Protokol Kesehatan FACTORS RELATED TO COMMUNITY NON-COMPLIANCE WITH THE COVID19 HEALTH PROTOCOL Abstract The COVID-19 pandemic requires everyone to disciplinedly apply the 3M health protocols, namely wearing masks, washing hands and maintaining distance. However, not everyone complies with these rules and this will result in an increase in the transmission of Covid-19. this community's non-compliance can be influenced by various factors. The purpose of this study was to determine the factors associated with community non-compliance with the COVID-19 health protocol. The research design used is a quantitative research method with a Cross Sectional approach. The research population is the community of Sanggrahan Hamlet. Kasembon Village. Malang Regency with a probability sampling sample selection technique, the research sample size is 80 respondents. Data was collected using an online questionnaire for one month. The data analysis used in this study was in the form of bivariate analysis using the spearman-rho test to find the relationship between independent variables, namely knowledge, attitudes, health facilities and facilities, family support with the dependent variable, namely community non-compliance with the COVID-19 health protocol. was concluded that there was a significant relationship between supporting and driving factors with community non-compliance with the COVID-19 health protocol. The results of the bivariate analysis on the indicators of health facilities and facilities are 006 < 0. 05, and the family support factor is sig. 002 < 0. 05 Researcher advice in the community requires good awareness and understanding of the importance of implementing protocols so that they can break the chain of transmission of COVID-19. A 2025 Poltekkes Kemenkes Pontianak Alamat korespondensi : Poltekkes Kemenkes Malang. Malang . Indonesia Email: viradiastika52@gmail. Jurnal Vokasi Kesehatan Volume 11 Nomor 1, hlm. Pendahuluan Kejadian pandemi coronavirus disease 2019 (COVID-. yang pertama kali muncul di Wuhan China telah menjadi masalah dan perhatian seluruh negara di Pandemi COVID-19 telah merubah kehidupan manusia sebagai makhluk sosial akibat dari wabah yang penyebarannya begitu cepat dan masif (Krismaroca & Nasution, 2. Penyebaran virus ini dimasyarakat dengan mobilitas yang sangat tinggi tidak pandang status, usia, dan jenis kelamin (Priya Utama, 2. Pecahnya pandemi virus COVID-19 ini telah mempengaruhi kehidupan sosial interaksi dan menyebabkan kerugian di berbagai aspek kehidupan terutama aspek kesehatan, ekonomi, politik, dan gangguan dalam proses belajar mengajar (NnamaOkechukwu et al. , 2. Meskipun perhari kasus COVID19 dapat dikatakan meningkat atau menurun namun kasus COVID-19 terus bertambah secara global bahkan beberapa negara terkonfirmasi adanya COVID-19 varian baru. Bertambahnya jumlah kasus COVID-19 disebabkan karena penerapan protokol kesehatan COVID-19. Hal ini dapat dikatakan sebagai ancaman bagi manusia sekaligus negara dan lebih luas lagi yaitu secara global (Devi & Yunita. Pandemi COVID-19 pertama kali dilaporkan pada awal desember 2019 terus menyebabkan korban jiwa, hingga pada 15 Oktober 2020 ada lebih dari 38 juta kasus yang dikonfirmasi dengan lebih dari satu juta kematian termasuk anak-anak, jumlah kematian meningkat pada akhir Agustus dan September secara global (Africa et al. Di Indonesia sendiri mencatat kasus yang meningkat setiap harinya pertama kali dilaporkan pada tanggal 2 Maret 2020 dengan jumlah 2 kasus hingga per tanggal 1 Agustus 2021 telah menunjukkan kasus yang terkonfirmasi dengan jumlah 3. 396 orang terkonfirmasi positif COVID-19, yang sembuh 2. 538 orang dan yang meninggal dunia sebanyak 95. 723 orang (Satgascovid-19. Data dari SATGAS COVID-19 2021 Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang pada bulan Desember 2021 dengan jumlah penduduk 33. 821 orang diperoleh total kasus sebanyak 372 orang dan yang meninggal dunia sebanyak 39 orang. Situasi yang terjadi saat pandemi COVID-19 ini memang memberikan paksaan terhadap semua masyarakat untuk menyesuaikan diri sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak dengan orang lain. Serangkaian kebijakan telah ditetapkan oleh pemerintah yaitu Sosial distancing. Pembatasan sosial berskala besar,isolasi . dan penerapan lockdown dibeberapa wilayah. Selain itu himbauan untuk penerapan protokol kesehatan membuat masyarakat harus membatasi aktivitas dan berdiam diri dirumah dalam waktu yang lama (Krismaroca & Nasution, 2. Saat ini pelanggaran terhadap penerapan protokol kesehatan masih banyak terjadi. Bahkan banyak orang yang menganggap remeh dan mengabaikan pandemi COVID-19. Meskipun razia telah sering dilakukan petugas tetapi sanksi yang diberikan belum mampu membangkitkan kesadaran masyarakat. Ketidakpatuhan masyarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain pengetahuan, sikap, motivasi, persepsi keparahan masalah kesehatan, sarana dan fasilitas kesehatan, tingkat kepuasan kualitas pelayanan kesehatan yang diterima serta dukungan Ketidakpatuhan masyarakat sudah menjadi pandangan keseharian yang dianggap hal biasa terjadi di lingkungan. Padahal ketidakpatuhan masyarakat merupakan kunci kegagalan dari penanganan pandemi COVID-19. Selain itu timbul kekhawatiran gelombang baru apabila keramaian semakin meningkat tanpa penerapan protokol kesehatan. Bagaimanapun aturan dibuat jika partisipasi masyarakat sangat rendah maka kemungkinan penyebaran COVID-19 masih belum berkurang dalam waktu dekat (Apriyanti & Widoyoko. Upaya guna menanggulangi serta mencegah penularan penyakit ini yaitu dengan menerbitkan aturan protokol utama dalam penanganan kasus penyebaran virus COVID-19. Protokol kesehatan menjadi pedoman utama dalam memutus rantai penularan COVID-19 sehingga wajib dilaksanakan oleh siapapun secara disiplin yaitu terdiri dari menjaga kebersihan tangan dengan menggunakan cairan pencuci tangan atau hand sanitizer, menjaga jarak, dan memakai masker. Masyarakat harus merubah pola hidup dengan tatanan dan adaptasi yang baru (Handayani et al. , 2. Penambahan pengetahuan serta penerapan perilaku juga membutuhkan himbauan secara berulang karena kebiasaan yang baru harus diterapkan sehari-hari oleh masyarakat. Peran perawat sebagai edukator adalah memberi edukasi tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan dan menjaga imunitas tubuh. Menurut hasil penelitian Kasim . tentang kepatuhan protokol kesehatan COVID-19 sebuah studi kuantitatif yang melibatkan seluruh masyarakat di kecamatan Datuk Lima Puluh Kabupaten Batu Bara menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat tidak patuh terhadap protokol kesehatan COVID-19. Perilaku masyarakat tentang kesehatan ditentukan oleh kurangnya pengetahuan tentang kesehatan, sikap, kepercayaan, keyakinan, dan ketersediaan sarana kesehatan. Penyebab lainnya yaitu fasilitas sarana kesehatan yang tidak berada ditempat strategis sehingga hal tersebut memicu perilaku masyarakat dalam penerapan cuci tangan. Menurut teori Lawrence Green dalam Abadi . ketidakpatuhan terhadap protokol kesehatan masyarakat dapat dipengaruhi beberapa faktor, yaitu faktor predisposisi meliputi pengetahuan, sikap, tingkat pendidikan dan motivasi. Faktor pendukung meliputi sarana prasarana fasilitas kesehatan, dan faktor pendorong meliputi dukungan keluarga . ukungan instrumental, dukungan emosiona. dan kebijakkan Hasil observasi di Dusun Sanggrahan Desa Kasembon didapatkan dengan jumlah penduduk 400 orang hasil pengamatan terhadap 10 orang ditemukan 7 orang tidak memakai masker saat berkumpul dan berpergian serta tidak melakukan social distancing saat belanja, ada 3 0rang mengaku tidak menerapkan cuci tangan setelah memegang uang atau keluar rumah karena alasan lupa dan keluarga tidak mengingatkan. Berdasarkan hasil pengamatan beberapa fasilitas dan sarana cuci tangan sudah mulai tidak ada di sekitar lingkungan dan juga menurunnya sosialisasi tentang protokol kesehatan sehingga masyarakat mengabaikan Jurnal Vokasi Kesehatan Volume 11 Nomor 1, hlm. protokol kesehatan COVID-19. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu faktor-faktor apa yang berhubungan dengan ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan COVID-19 di Dusun Sanggrahan Desa Kasembon Kec. Kasembon Kabupaten Malang. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan COVID-19 di Dusun Sanggrahan Desa Kasembon Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang. Sebagai peneliti di bidang keperawatan, petugas kesehatan terutama perawat diharapkan mampu mengidentifikasi masalah penelitian, menerapkan metode dan prinsip penelitian, serta memanfaatkan hasil penelitian untuk meningkatkan pelayanan dan pendidikan keperawatan. Berdasarkan hasil studi pendahuluan masih terdapat banyak masyarakat yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan COVID-19 sehingga perlu dilakukan analisis mengenai faktor yang berhubungan dengan ketidakpatuhan masyarakat terhadap pelaksanaan protokol kesehatan COVID-19 untuk memutus rantai penularan COVID-19. Usia O 20 tahun 6,25 21 Tahun Ae 30 Tahun 31 Tahun - 40 Tahun 33,75 > 40 tahun Pendidikan Terakhir Diploma/Sarjana 36,25 SMA 58,75 Tidak Sekolah Ae SMP Berdasarkan tabel 4. 1 Distribusi frekuensi karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dapat diketahui bahwa sebagian besar 42 . ,5%) masyarakat dusun sanggrahan desa kasembon kabupaten malang berjenis kelamin laki-laki dan sisanya 38 . ,5%) responden berjenis kelamin perempuan, karakteristik responden berdasarkan umur terbanyak terdapat pada kelompok umur 21-30 tahun yaitu 34 . ,5%) responden dan karakteristik responden berdasarkan Pendidikan terakhir terbanyak terdapat pada kelompok SMA yaitu 47 responden . ,75%). Data pada responden didapatkan peneliti melalui sumber primer yaitu kuesioner karakteristik responden yang diisi oleh responden melalui link google form yang dibagikan oleh peneliti. Metode Desain dalam penelitian ini menggunakan korelasional dengan jenis penelitian cross-sectional. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data primer yang dianalisis, selanjutnya digunakan untuk mencari faktor yang berhubungan dengan ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan COVID-19 di Dusun Sanggrahan Desa Kasembon Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang. Populasi dan target dalam penelitian ini adalah masyarakat dengan usia 18-60 tahun di Dusun Sanggrahan Desa Kasembon Kabupaten Malang dengan jumlah 400 Sedangkan untuk sampel pada penelitian ini menggunakan rumus estimasi proporsi dengan jumlah sampel didapatkan 80 responden di Dusun Sanggrahan Desa Kasembon yang akan dijadikan responden penelitian sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Penelitian ini menggunakan probability sampling dengan teknik pengambilan simple random sampling. Variabel yang diteliti adalah variabel dependen . etidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan COVID-. dengan variabel independen . aktor predisposisi meliputi pengetahuan dan sika. , faktor pendukung . etersediaan fasilitas dan sarana kesehata. dan faktor pendorong . ukungan keluarg. Penelitian ini menggunakan instrumen atau alat pengumpulan data yaitu menggunakan kuesioner yang dibagikan melalui tautan google form. Data diolah melalui proses editing, coding, processing, dan cleaning data, yang selanjutnya dilakukan analisis data secara univariat . istribusi frekuens. , dan bivariat (Spearman Ran. Analisis Univariat Analisis univariat pada penelitian ini dilakukan untuk mengetahui distribusi frekuensi dari variabel dependen yaitu ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan COVID-19 dan variabel independen yaitu faktor predisposisi . engetahuan dan sika. , faktor pendukung . etersedian fasilitas dan sarana kesehata. , dan faktor pendorong . ukungan keluarg. Tabel 4. 2 Distribusi Frekuensi Berdasarkan FaktorFaktor yang Berhubungan dengan Ketidakpatuhan Terhadap Protokol Kesehatan COVID-19 Variabel Kategori Faktor Predisposisi Pengetahuan Baik Cukup Kurang Sikap Mendukung Tidak mendukung Faktor Pendukung Ketersediaan Baik fasilitas dan Cukup sarana keehatan Kurang Faktor Pendorong Dukungan Ketidakpatuhan terhadap protokol COVID-19 Total Hasil dan Pembahasan Karakteristik Responden Tabel 4. 1 Distribusi Frekuensi Karakterstik Umum Responden Karakteristik Jenis kelamin Laki-laki Perempuan Baik Cukup Kurang Buruk Patuh Tidak patuh Berdasarkan tabel 4. 2 dapat diketahui bahwa pengetahuan masyarakat tentang protokol kesehatan COVID-19 sebagian besar tergolong baik yaitu 43 Jurnal Vokasi Kesehatan Volume 11 Nomor 1, hlm. ,8%). Responden yang memiliki sikap mendukung terhadap kepatuhan protokol kesehatan COVID-19 sebanyak 47 . ,8%) responden dan 33 . ,3%) lainya memiliki sikap tidak mendukung terhadap kepatuhan protokol kesehatan COVID-19. Berdasarkan hasil indikator ketersediaan fasilitas dan sarana kesehatan mayoritas responden sebanyak 55 . ,75%) responden merasa bahwa ketersediaan fasilitas protokol kesehatan COVID-19 sebagian besar tergolong Hasil penelitian pada indikator dukungan keluarga sebagaian besar tergolong cukup sebanyak 51 . ,7%). Hasil distribusi frekuensi responden berdasarkan ketidakpatuhan masyarakat hampir seluruhnya masyarakat tidak patuh terhadap protokol kesehatan COVID-19 sebanyak 67 . ,8%). protokol kesehatan COVID-19 diketahui bahwa dari 67 masyarakat yang tidak patuh mayoritas ada 37 . ,2%) masyarakat berpengetahuan baik. Hasil pada indikator sikap diperoleh nilai p-value 0,861 maka disimpulkan bahwa sikap tidak mempengaruhi variabel ketidakpatuhan pelaksanaan protokol kesehatan COVID-19 diketahui bahwa dari 67 masyarakat yang tidak patuh mayoritas ada 41 . ,2%) masyarakat memiliki sikap yang mendukung untuk patuh. Hasil pada indikator fasilitas dan sarana kesehatan diperoleh nilai p-value 0,006 maka disimpulkan bahwa fasilitas dan sarana kesehatan mempengaruhi variabel ketidakpatuhan pelaksanaan protokol kesehatan COVID-19 diketahui bahwa dari 67 masyarakat tidak patuh mayoritas 44 . ,7%) masyarakat memiliki fasilitas yang kurang. Hasil pada indikator dukungan keluarga diperoleh nilai p-value 0,002 maka disimpulkan bahwa dukungan pelaksanaan protokol kesehatan COVID-19 diketahui bahwa dari 67 masyarakat tidak patuh mayoritas 46 . ,7%) masyarakat memiliki dukungan keluarga yang Analisis Bivariat Uji Statistik yang digunakan dalam analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat kemaknaan p < 0,05 maka ada hubungan jika p > 0,05 maka tidak ada hubungan (Sugiyono, 2. Apabila Correlation Coefficient bernilai positif maka hubungan tersebut searah dan apabila bernilai negatif hubungan tersebut tidak searah. Tabel 4. 3 Hasil Analisis Bivariat Variabel Patuh Tidak Patuh Baik Cukup Kurang Mendukung Tidak PEMBAHASAN Hubungan Faktor Predisposisi (Pengetahuan dan Sika. dengan ketidakpatuhan masyarakat terhadap Protokol Kesehatan COVID-19 Hasil analisis spearman rank menunjukkan bahwa indikator faktor predisposisi pengetahuan tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan variabel Penelitian ini bertolak belakang dengan penelitian (Kasim et al. , 2. bahwa masyarakat mayoritas memiliki pengetahuan buruk dengan nilai pvalue adalah 0,030 memiliki hubungan yang signifikan terhadap ketidakpatuhan pelaksanaan protokol kesehatan COVID-19 dimana pengetahuan yang buruk akan mempengaruhi perilaku seseorang tersebut terhadap Sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Novi Afrianti . Tingkat pengetahuan seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain tingkat pendidikan, pekerjaan, umur, faktor lingkungan dan faktor sosial budaya. Pengetahuan yang tinggi ini didukung dengan tingkat pendidikan tinggi, namun responden yang memiliki tingkat pendidikan rendah juga belum tentu memiliki pengetahuan yang rendah terkait COVID-19 dikarenakan banyaknya media - media promosi kesehatan yang semakin fokus memberikan pengetahuan bagi masyarakat terkait penyekit COVID-19 beserta pencegahan dan pengobatannya. Pengetahuan masyarakat yang buruk cenderung untuk tidak patuh terhadap pelaksanaan protokol kesehatan dibandingkan pada masyarakat yang memiliki pengetahuan baik cenderung lebih patuh terhadap pelaksanaan protokol kesehatan COVID-19, namun ketidakpatuhan masyarakat juga dipengaruhi oleh faktor lain sehingga meskipun masyarakat memiliki pengetahuan yang baik belum tentu masyarakat patuh dengan protokol kesehatan COVID-19. ketidakpatuhan warga terhadap penerapan protokol kesehatan 3M terjadi karena adanya hambatan, baik hambatan yang berasal dari dalam diri sendiri seperti tidak adanya motivasi untuk patuh maupun dari luar diri . seperti tidak tersedianya fasilitas atau fasilitas berada ditempat yang sulit dijangkau Value 0,087 Sikap 0,861 Fasilitas dan sarana kesehatan Baik Cukup Kurang 0,006 Dukungan keluarga Baik Cukup Kurang Buruk Total 0,002 Berdasarkan tabel 4. 3 indikator pengetahuan dengan hasil uji statistik spearman rank diperoleh nilai pvalue 0,087 maka disimpulkan bahwa pengetahuan tidak mempengaruhi variabel ketidakpatuhan pelaksanaan Jurnal Vokasi Kesehatan Volume 11 Nomor 1, hlm. sehingga masyarakat enggan untuk melakukan protokol kesehatan tersebut. Hasil dari pengumpulan data yang didapatkan peneliti bahwa sikap juga merupakan faktor yang tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan COVID-19. Penelitian ini juga bertolak belakang dengan penelitian (Novi Afrianti, 2. bahwa mayoritas masyarakat 76,1 % memiliki sikap positif yang lebih cenderung untuk patuh terhadap pelaksanaan protokol kesehatan COVID-19. Sejalan dengan teori yang dikemukakan (Krismaroca & Nasution, 2. apabila masyarakat memiliki pengetahuan yang baik maka juga memiliki sikap yang positif terhadap protokol kesehatan namun tidak hanya pengetahuan, sikap dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain pengalaman dan kepercayaan dimana seseorang akan memiliki sikap patuh terhadap kebijakan apabila adanya kepercayaan bahwa kebijakan tersebut efektif mengurangi penyebaran COVID-19. Sikap masyarakat tergolong baik namun banyak terjadi ketidakpatuhan hal ini disebabkan karena hal lain seperti tidak adanya dukungan dari lingkungan sekitar untuk berbuat patuh sehingga masyarakat memahami sikap yang baik dalam pencegahan COVID-19 namun masyarakat tidak menerapkan dengan baik dalam melaksanakan protokol kesehatan COVID-19 selain itu, sikap belumlah merupakan suatu tindakan atau aktivitas tetapi merupakan reaksi tertutup seseorang bukan reaksi terbuka atau tingkahlaku yang terbuka dan sikap belum bisa menunjukkan tindakan dari seseorang. Sikap bisa terwujud menjadi tindakan nyata dengan diperlukan faktor pendukung atau suatu keadaan yang juga dapat mendukung tindakan tersebut. Dengan Ketidakpatuhan Masyarakat Terhadap Protokol Kesehatan COVID-19 Penelitian ini mengambil satu indikator faktor pendorong yaitu dukungan keluarga yang terdiri dari dukungan informasional, dukungan instrumental dan Berdasarkan hasil analisis terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan COVID-19. Penelitian ini sejalan dengan penelitian (Mei & Ferawati, 2. menunjukkan bahwa responden memiliki dukungan keluarga dalam kategori cukup dengan . -taile. adalah 0,001 yang berpengaruh terhadap ketidakpatuhan pelaksanaan protokol kesehatan COVID19, hal ini bisa terjadi apabila responden telah mendapatkan perhatian, informasi kesehatan dari keluarga namun tidak dihiraukan oleh responden. Anggota keluarga sudah diingatkan namun belum memahaminya secara maksimal sehingga berdampak pada penerapan protokol Hal ini menunjukkan bahwa keluarga masih kurang baik dalam memberikan suportif kepada anggota keluarga yang lain dalam pencegahan COVID-19. Komunikasi dan interaksi keluarga dalam hal pencegahan COVID-19 juga menentukan keseriusan individu dalam melakukan protokol kesehatan, namun harus disertai dengan motivasi, keyakinan, dan persepsi yang baik agar individu lebih konsisten mematuhi protokol oleh karena itu pada masyarakat dibutuhkan kesadaran dan pemahaman yang baik sehingga dapat memenuhi kebutuhan kesehatan yang primer dalam rangka melindungi dan pencegahan terhadap penyakit yang mungkin dialami keluarga. Hubungan Faktor Pendukung (Fasilitas Dan Sarana Penutup Kesehata. Dengan Ketidakpatuhan Masyarakat Terhadap Protokol Kesehatan COVID-19 Penelitian ini mengambil satu indikator faktor pendukung yaitu ketersediaan fasilitas dan sarana kesehatan. Berdasarkan hasil penelitian terdapat hubungan yang signifikan antara ketersediaan fasilitas dan sarana kesehatan dengan ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan COVID-19. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Kasim et al. , 2. yang menunjukkan bahwa mayoritas responden tidak memiliki ketersediaan fasilitas kesehatan sebanyak 242 orang . ,6%) dengan sig. -taile. adalah 0,005 yang berpengaruh terhadap ketidakpatuhan pelaksanaan protokol kesehatan COVID-19. Hal ini dibuktikan bahwa Responden yang tidak memiliki ketersediaan fasilitas kesehatan berpeluang berkali lipat lebih besar untuk tidak mematuhi protokol kesehatan COVID-19. Tidak tersedianya fasilitas dan sarana kesehatan masyarakat dikarenakan ketidakpedulian atau acuh tak acuhnya masyarakat terhadap protokol kesehatan COVID19 menyebabkan kurangnya kesadaran masyarakat terhadap fasilitas kesehatan. Meskipun fasilitas cuci tangan tersedia, terkadang tidak semua masyarakat mau mencuci tangan. Penyebabnya antara lain westafelcuci tangan berada di tempat umum yang tidak strategis. Hal tersebut memicu perilaku masyarakat tidak patuh mencuci tangan sebelum melakukan aktivitas. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara faktor pendukung . asilitas dan sarana kesehata. dan ada hubungan antara faktor pendorong . ukungan keluarg. dengan ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan COVID-19. Ketersediaan fasilitas kesehatan dan dukungan keluarga merupakan faktor penting untuk mendorong masyarakat dalam pola hidup bersih dan sehat. Saran dari peneliti ini masyarakat dibutuhkan kesadaran dan pemahaman yang baik akan pentingnya perilaku dalam melaksanakan protokol pencegahan sehingga dapat memutus rantai penularan COVID-19. Ucapan Terima Kasih Ucapan terima kasih diberikan kepada pihak Poltekkes Kemenkes Malang. Dusun Sanggrahan Desa Kasembon Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang, tim peneliti dan pihak yang telah membantu penelitian ini hingga selesai. Daftar Pustaka