Penggunaan Media Game Anak Edukasi Hijaiyah Untuk Keterampilan Minat Baca e ISSN: 2962-2271 Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Analisis Kemampuan Komunikasi Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Materi Khutbah Menggunakan Strategi Gasing Kelas Xi SMK N 1 Bp Bangsa Raja Nur Ulya Universitas Nurul Huda. Palembang. Indonesia ulyan1698email @email. Marlina Universitas Nurul Huda. Palembang. Indonesia emailanda@email. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk : . Untuk penerapan materi khutbah siswa menggunakan strategi GASING mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas XI SMK N 1 BP Bangsa Raja. Untuk mengetahui kemampuan komunikasi khutbah siswa mata pelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti kelas XI SMK N 1 BP Bangsa Raja. Untuk mengetahui analisis kemampuan komunikasi materi khutbah siswa yang menggunakan strategi GASING mata pelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti kelas XI SMK N 1 BP Bangsa Raja. Pendekatan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif, dimana peneliti merupakan instrumen dalam pengumpulan data di lapangan. Pengumpulan data oleh peneliti menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi yang selanjutnya akan dideskripsikan dan dianalisis. Terakhir peneliti akan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : . Materi di dalamnya yang harus disampaikan dan cara menerapkan berkhutbah yang baik dan benar perlu memberi motivasi kepada peserta didik. Guru perlu memberi saran dan mengkoreksi apa yang telah disampaikan oleh peserta didik tersebut. Dari hasil obervasi yag ditunjukkan bahwa komunikasi peserta didik sudah dilaksanakan dengan baik yang mana hal ini didasari dengan penguasaan dalam aspek kebahasaan seorang peserta didik dalam pratik khutbah yang disampiakan dalam pembelajaran pendidikan agama islam. Kata kunci: Kemampuan Komunikasi Siswa. Materi Khutbah. Strategi GASING. Abstract This study aims to: . To apply the sermon material, students use the GASING strategy for the subjects of Islamic Religious Education and Morals for class XI SMK Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 01 Nomor 02 2022 Melda Yuniar. Marlina N 1 BP Bangsa Raja. To determine the communication skills of students' sermons on Islamic religious education subjects and manners in class XI SMK N 1 BP Bangsa Raja. To find out the analysis of the communication skills of students' sermon material using the GASING strategy for Islamic religious education and manners in class XI SMK N 1 BP Bangsa Raja. This approach uses a qualitative approach with a qualitative descriptive type, where the researcher is an instrument in collecting data in the field. Collecting data by researchers using interviews, observations, and documentation which will then be described and analyzed. Finally, the researcher will draw conclusions. The results of this study indicate that: . Religious Education and Morals in the sermon material has a lot of material in it that must be delivered and how to apply a good and correct sermon needs to motivate students. The communication skills of students when carrying out the practice of preaching, the teacher needs to give suggestions and correct what has been conveyed by the students. from the results of observations shown that student communication has been carried out well which is based on mastery in the linguistic aspects of a student in the practice of sermons delivered in learning Islamic religious education and character. Keywords: Students' Communication Skills. Sermon Materials, the GASING Strategy Pendahuluan Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti memiliki potensi dalam mengembangkan kemampuan berfikir peserta didik, yaitu kemampuan komunikasi dalam materi Khutbah mengharuskan peserta didik untuk melakukan penyelidikan, penemuan dan percobaan agar dapat menumbuhkan sikap, keterampilan dan pengetahuan peserta didik dengan mandiri (Safitri, 2. pemilihan strategi pembelajaran yang tepat sangatlah penting karena berpengaruh terhadap mudah atau tidaknya peserta didik menerima informasi yang tertuang dalam pembelajaran pada hakikatnya pembelajaran adalah komunikasi dan penyampaian pesan dari pengantar ke penerima (Susanti dan Ashari, 2. , dengan penggunaan strategi pembelajaran yang cocok diterapkan kepada peserta didik, maka peserta didik akan lebih mudah dalam menerima pelajaran yang disampaikan oleh guru, terlebih lagi pada pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti materi khutbah dengan melihat komunikasi dari siswa yang membawakan khutbah tersebut. Salah satu upaya yang dapat digunakan sebagai solusi untuk mengubah anggapan siswa mengenai materi khutbah pelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti dan agar siswa tidak merasa bosan dalam pembelajaran yaitu dengan menggunakan strategi pembelajaran GASING (Gampang. Asyik, dan Menyenangka. yang merupakan salah satu upaya yang dapat digunakan sebagai solusi untuk mengubah anggapan siswa mengenai pembelajaran khutbah dan agar Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 01 Nomor 01 2022 Penggunaan Media Game Anak Edukasi Hijaiyah Untuk Keterampilan Minat Baca e ISSN: 2962-2271 siswa tidak merasa bosan dalam pembelajaran yaitu dengan menggunakan strategi pembelajaran GASING. Menurut Utami . GASING merupakan akronim dari (Gampang. Asyik. Dan Menyenangka. Gampang bisa diartikan sebagai suatu proses pembelajaran, dimana siswa dikenalkan dengan logika yang mudah dipelajari serta diingat. Asyik dalam artian selama pembelajaran siswa memiliki keinginan atau kemauan tanpa adanya paksaan. Dan terakhir menyenangkan diartikan sebagai kepuasan dalam proses belajar karena penggunaan peraga dan Untuk mengetahui Penerapan Strategi GASING diharapkan peserta didik akan senang, dan merasa bahwa materi khutbah mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti itu gampang, mudah dan mengasyikkan untuk dipelajari. Untuk mengetahui lebih jelas lagi peneliti menggunakan observasi dan dokumentasi untuk mengetahui beberapa kemapuan komunikasi siswa saat praktek khutbah didalam kelas untuk melakukan penelitian dengan judul Au Analisis Kemampuan Komunikasi Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Materi Khutbah Menggunakan Strategi GASING Kelas XI SMK N 1 BP Bangsa Raja 2022Ay 1. Untuk mengetahui penerapan materi khutbah menggunakan strategi GASING mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas XI SMK N 1 BP Bangsa Raja. Untuk mengetahui kemampuan komunikasi siswa dalam materi khutbah mata pelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti kelas XI SMK N 1 BP Bangsa Raja. Untuk mengetahui kemampuan komunikasi materi khutbah siswa yang menggunakan strategi GASING mata pelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti kelas XI SMK N 1 BP Bangsa Raja. Kajian Teori Konsep Pembelajaran GASING GASING merupakan akronim dari gampang, asyik dan menyenangkan. Matematika GASING adalah suatu metode pembelajaran matematika yang diciptakan dan dikembangkan pada tahun 1996 oleh Yohanes Surya, agar matematika dapat dipelajari dan diajarkan secara gampang, asyik dan Strategi pembelajaran GASING merupakan terobosan reformasi dalam pembelajaran matematika. Strategi pembelajaran GASING mengajarkan bagaimana berfikir seperti seorang matematikawan dalam menyelesaikan soalsoal matematika dengan pendekatan logika dan hampir tanpa rumus, karena Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 01 Nomor 02 2022 Melda Yuniar. Marlina strategi pembelajaran GASING ini menggunakan metode logika biasa berdasarkan konsep dasar matematika dan kemampuan hitung dasar matematika yang meliputi tambah, kurang, bagi, dan kali, peserta didik dapat mengerjakan soal dengan cepat dan benar. Jadi, strategi pembelajaran GASING melatih bagaimana mengungkapkan atau memecahkan berbagai persoalan matematika dengan logika kata-kata, sementara rumus bisa menyesuaikan setelahnya. Strategi pembelajaran GASING dikembangkan dan diprakarsai oleh Yohanes Surya, ilmuan fisika dan matematika yang lahir di Jakarta, 6 November 1963 dan saat ini menjabat sebagai ketua TOFI (Tim Olimpiade Fisika Indonesi. , pendidik besar di Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga dan juga sebagai rektor UMN (Universitas Multimedia Nusantar. Menurut Yohanes Surya, jika peserta didik diharuskan menghafal rumus untuk belajar matematika justru akan membuat peserta didik semakin membenci pelajaran matematika. Oleh karena itu idealnya harus dimulai dari mengerti konsep, membangun logika, setelah itu baru menuangkannya dalam bentuk rumus. Dengan adanya pembelajaran GASING peserta didik diharapkan lebih menyukai pelajaran matematika dan tidak lagi menganggap bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit, membosankan dan hanya bisa dikuasai oleh orang-orang yang memiliki IQ tinggi. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Yohanes Surya, untuk membuat matematika itu gampang, asyik dan menyenangkan (GASING) beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu : Hindari matematika yang sulit, kalau perlu cari alternatif solusi yang menggunakan matematika lebih sederhana. Manfaatkan pengertian konsep matematika yang benar dan lebih menekankan pada logika dibandingkan dengan menggunakan rumus- rumus turunan. Gunakan angka-angka yang mudah dan bulat seperti1, 2 atau10 ketika sedang mengajarkan konsep melalui berbagai contoh soal. Hindari angka-angka koma atau pecahan agar konsentrasi peserta didik tidak disimpangkan dari solusi Perbanyak dialog langsung dengan peserta didik terutama tentang konsepkonsep matematika yang baru diajarkan. Meminta peserta didik mengeluarkan pendapatnya untuk menyelesaikan soal-soal yang berhubungan dengan konsep yang diberikan. Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 01 Nomor 01 2022 Penggunaan Media Game Anak Edukasi Hijaiyah Untuk Keterampilan Minat Baca e ISSN: 2962-2271 Perbanyak eksperimen dan demonstrasi matematika sehingga setiap peserta didik menikmati asyiknya matematika dan peserta didik bisa merasakan bahwa matematika itu sungguh menyenangkan. Dalam pelaksanaan strategi pembelajaran GASING dapat dibagi menjadi beberapa tahapan, yaitu: Tahap Pertama: Dialog Sederhana Dialog merupakan bentuk komunikasi dua arah, dalam hal ini yang terlibat adalah pendidik dan peserta didik. Menurut teori belajar connectionism atau bond hypothesis yang dikemukakan oleh Thorndike, belajar adalah pembentukan atau penguatan hubungan antara S . dan R . sehingga antara S dan R terjadi suatu hubungan . yang bertambah erat bila sering dilatih. Berkat latihan hubungan antara S dan R harus memberikan AysatisfactionAy atau kepuasan. Rasa kepuasan merupakan reinforcement atau penguat. Tentang hubungan S dan R. Thorndike menemukan bermacam-macam hukum atau laws. Beberapa di antaranya adalah Law of effect. Law of exercise atau law of use and law of disuse . ukum latihan atau hukum penggunaan dan penidakgunaa. Law of multiple response . ukum respon bergand. Law of assimilation atau law of analogy . ukum asimilasi atau hukum analog. Dari keempat hukum di atas, dapat disimpulkan bahwa hubungan antara S . dan R . sangat berperan penting dan saling berkaitan dalam proses pembelajaran untuk mencapai hasil belajar yang diharapkan. Tahap kedua: Berimajinasi atau berfantasi. Sebenarnya imajinasi atau fantasi dalam proses pendidikan penting untuk dimiliki peserta didik, tapi aspek ini banyak diabaikan oleh pendidik dalam kegiatan belajar mengajar. Imajinasi penting karena dengan imajinasi peserta didik akan bisa melahirkan suatu konsep, kreativitas, inovasi dan perilaku yang aktual dalam kehidupannya. Dengan kata lain, imajinasi lebih utama daripada Tahap ketiga: Menyajikan contoh-contoh soal secara relevan. Latihan atau training, merupakan suatu cara mengajar yang baik untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Cara ini dapat juga digunakan untuk memperoleh suatu ketangkasan, ketepatan, kesempatan, dan keterampilan peserta didik dengan tujuan untuk memperkuat penguasaan matematika peserta didik. Dalam latihan ini, peserta didik hanya berlatih dengan menggunakan logika Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 01 Nomor 02 2022 Melda Yuniar. Marlina matematika yang sederhana yaitu penjumlahan, pengurangan, perkalian dan Tahap keempat: Menyajikan materi secara mendalam. Dengan memberikan makna mendalam terhadap setiap materi matematika, diharapkan peserta didik mengetahui fenomena-fenomena apa saja yang dialami oleh setiap objek dalam butir soal. Tahap kelima: Memberikan variasi soal. Tugas atau resitasi, merupakan suatu cara menyajikan bahan pelajaran di mana pendidik memberikan tugas tertentu berupa variasi soal agar peserta didik melakukan kegiatan belajar, kemudian harus dipertanggungjawabkan. Tugas yang diberikan oleh pendidik dapat memperdalam bahan pelajaran, dan dapat pula mengecek bahan yang telah dipelajari. Tugas dapat merangsang peserta didik untuk aktif belajar baik secara individual maupun kelompok. Metode Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, tehnik pengumpulan data yang digunakan ialah observasi, interview dan dokumentasi serta tehnik analisis data menggunakan tehnik pengumpulan data, redukdi data, data display, penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil Pelaksanaan Pembelajaran menggunakan Strategi GASING sebagai Kemampuan Komunikasi Khutbah pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi pekerti disekolah SMK N 1 BP Bangsa Raja. Dalam pelaksanaannya bahwa kebanyakan dalam proses belajar menggunkan Strategi GASING dengan melihat bentuk komunikasi secara bersamaan baik itu secara langsung maupun tidak. Proses pembelajaran GASING dan kemampuan komunikasi khutbah dapat terjadi melalui bahasa, isyarat, atau dapat juga dilakukan melalui alat/sarana. Berdasarkan data wawancara peneliti yang dilakukan kepada 2 orang guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti serta kepada peserta didik kelas XI OTKP SMK N 1 BP Bangsa Raja, untuk mengetahui pelaksanaan Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 01 Nomor 01 2022 Penggunaan Media Game Anak Edukasi Hijaiyah Untuk Keterampilan Minat Baca e ISSN: 2962-2271 komunikasi praktek khutbah pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMK N 1 BP Bangsa Raja. Dikemukakan oleh Ibu Nurmawati,S. Pd. I dan Ibu Nur Nahariyati. Pd. selaku guru bidang mata pelajaran SMK N 1 BP Bangsa Raja kelas XI OTKP dalam Menciptakan lingkungan belajar yang baik membutuhkan kemampuan komunikasi yang bagus. Strategi-strategi pembelajaran dalam meningkatkan komunikasi sangat berguna dan merupakan alat yang sangat kuat dalam menciptakan disiplin kelas dalam cara yang positif. Komunikasi yang efektif dalam pembelajaran khutbah di kelas sangat penting diterapkan agar pembelajaran bisa berjalan secara maksimal, dalam mencapai keefektifan proses belajar praktik khutbah kemampuan komunikasi tersebut. Kemampuan komunikasi peserta didik sangat penting dipelajari untuk mencapai sebuah keefektifan komunikasi praktik Dalam proses belajar mengajar, penggunaan komunikasi dalam khutbah akan sering ditemukan pada keterampilan peserta didik. Hasil wawancara dapat disimpulkan Strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru yang biasa dilakukan dalam kegiatan belajar adalah meganyomi agar materi gampang diterima dan saling mendekatkan diri ke peserta didik agar tidak terjadi kecanggungan atau menyenangkan didalam kelas. Praktik khutbah dengan penyampaian intonasi yang sesuai agar dapat menunjukan ekspresi wajah yang sesuai dengan materi dan menyampaikan khutbah yang menarik. Peserta didik dengan adanya praktik khutbah ini memberikan wawasan baru dan juga ilmu yang Hasil obervasi yag ditunjukkan bahwa komunikasi peserta didik sudah dilaksanakan dengan baik yang mana hal ini didasari dengan penguasaan dalam aspek kebahasaan seorang peserta didik dalam pratik khutbah yang disampiakan dalam pembelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti. Salah satu upaya yang dapat digunakan sebagai solusi untuk mengubah anggapan siswa mengenai pelajaran materi khutbah dan agar siswa tidak merasa bosan dalam pembelajaran yaitu dengan menggunakan strategi pembelajaran GASING (Gampang. Asyik, dan Menyenangka. Pembahasan Berdasarkan analisis dan hasil penelitian. Strategi dalam kegiatan belajar dan mengajar merupakan salah satu hal yang penting untuk mencapai tujuan pembelajaran, karena dengan strategi suatu pembelajaran akan dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Salah satu strategi pembelajaran yang menyenangkan bagi Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 01 Nomor 02 2022 Melda Yuniar. Marlina peserta didik diterapkan untuk membantu meningkatkan pemahaman peserta didik adalah strategi GASING. Strategi ini adalah strategi pembelajaran dimana peserta didik belajar dengan asyik, menyenangkan dan dapat dengan mudah memahami materi yang disampaikan oleh Guru. Pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di kelas XI OTKP pada materi khutbah dengan menggunakan strategi GASING. Strategi dalam kegiatan belajar dan mengajar merupakan salah satu hal yang penting untuk mencapai tujuan pembelajaran, karena dengan strategi suatu pembelajaran akan dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Salah satu strategi pembelajaran yang efektif diterapkan untuk membantu meningkatkan pemahaman peserta didik adalah stretegi GASING. Kemampuan komunikasi peserta didik pada saat melaksanakan praktik berkhutbah, pembelajaran materi khutbah di kelas XI OTKP dalam penyampaian atau pratiknya dalam proses pembelajaran mengacu pada indikator kemampuan berkomunikasi dengan pembelajaran yang menarik, menyenangkan dan dapat dengan mudah dipahami, guru perlu memberi saran dan mengkoreksi apa yang telah disampaikan oleh peserta didik tersebut. Simpulan Penerapan materi khutbah menggunakan strategi GASING, melibatkan peserta didik secara utuh dengan melaksanakan praktek langsung dalam pembelajaran praktek khutbah, sehingga keaktifan belajar semakin meningkat selama proses belajar mengajar, untuk meningkatakan keaktifan dibutuhkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran sehingga pembelajaran akan terasa menyenangkan dan tidak monoton. Kemampuan komunikasi siswa materi khutbah menunjang tumbuhkembangnya ke masa dewasa, keterampilan komunikasi seperti public speaking . erbicara di depan umu. banyak dibutuhkan dalam bidang pekerjaan, bahkan bisa menjadi profesi tersendiri nantinya. Peserta didik yang mempunyai kemampuan komunikasi khutbah yang baik, dengan penerapan strategi pembelajaran GASING. Kemampuan komunikasi materi khutbah siswa yang menggunakan strategi GASING mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Berdasarkan hasil wawancara dengan peserta didik, strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru yang biasa dilakukan dalam kegiatan belajar Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 01 Nomor 01 2022 Penggunaan Media Game Anak Edukasi Hijaiyah Untuk Keterampilan Minat Baca e ISSN: 2962-2271 adalah mengajak bercanda asyik agar dalam kegiatan tidak terlalu tegang, meganyomi agar materi gampang diterima dan saling mendekatkan diri ke peserta didik agar tidak terjadi kecanggungan atau menyenangkan didalam Sedangkan berdasarkan hasil obervasi yag ditunjukkan bahwa komunikasi peserta didik sudah dilaksanakan dengan baik yang mana hal ini didasari dengan penguasaan dalam aspek kebahasaan seorang peserta didik dalam pratik khutbah yang disampiakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Referensi