Excellent: Jurnal Manajemen. Bisnis dan Pendidikan Vol. No. Juli 2025: 150 Ae 160 Dampak CAR. LDR. NPL, dan BOPO Terhadap ROA Pada Bank Komersial yang Terdaftar pada Bursa Efek Indonesia Periode Yosephine Angelina Yulia1*. Louis Yonathan Rudianto2 Universitas Dharma AUB Surakarta 1,2 Corresponding Author: Yosephine Angelina Yulia angelina@undha-aub. ARTICLEINFO ABSTRACT Keywords: ROA. CAR. LDR. The purpose of this study was to see the impact of CAR. LDR. NPL. BOPO on ROA. The sample in this study was 10 banks. Data were analyzed using descriptive statistical tests, classical assumption tests, multiple linear regression analysis, t-tests and coefficients of determination. Based on the results of the classical assumption test, the CAR. LDR. NPL. BOPO variables are not multicollinear, not autocorrelated, not heteroscedastic and the data is The results of the study showed that the impact of CAR on ROA was negative and not significant, the impact of LDR on ROA was negative and significant, the impact of NPL was negative and significant on ROA. The impact of BOPO was positive and significant on ROA. The impact of the independent variable on the dependent variable was 4%, the remaining 29. NPL. BOPO Received : July 16, 2025 Revised : July 20, 2025 Accepted: July 25, 2025 A2025 The Author. : This is an openaccess article distributed under the terms of the Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. DOI iprefik: 10. 36587/exc. ISSN-E: 2747-2833 https://e-journal. stie-aub. id/index. php/excellent Yosephine Angelina Yulia. Louis Yonathan Rudianto PENDAHULUAN Industri perbankan Indonesia mengalami dinamika yang signifikan selama periode 2019-2023. Pandemi COVID-19 membawa tantangan besar, namun juga mendorong akselerasi digitalisasi dan transformasi industri. tengah pemulihan ekonomi, bank dihadapkan pada tantangan baru seperti inflasi global dan suku bunga yang meningkat. Namun, dengan inovasi, digitalisasi, dan kolaborasi, industri perbankan Indonesia diyakini mampu terus berkembang dan berkontribusi pada kemajuan ekonomi nasional. Tujuan fundamental bisnis perbankan adalah memperoleh keuntungan optimal dengan jalan memberikan layanan jasa keuangan kepada masyarakat. Usaha utama bank adalah menghimpun dana dalam bentuk simpanan yang merupakan sumber dana bank. Dari sisi penyaluran dana, hendaknya bank tidak semata-mata memperoleh keuntungan saja, tetapi kegiatan bank tersebut harus diarahkan pada peningkatan taraf hidup masyarakat. (Siamat, 2. menyatakan Bank Umum memiliki fungsi pokok, yaitu: menyediakan mekanisme dan alat pembayaran yang lebih efisien dalam kegiatan ekonomi, menyediakan uang dengan menghimpun dana dan menyalurkannya kepada masyarakat, dan menawarkan jasa-jasa keuangan lain. sehingga penting bagi bank untuk senantiasa menjaga kinerjanya dengan baik, terutama dalam menjaga dan mempertahankan tingkat profitabilitas yang tinggi, prospek usaha yang selalu berkembang, dan dapat memenuhi ketentuan prudential banking regulation dengan baik. Salah satu cara mengetahui keberhasilan perbankan ialah dengan melihat rasio kinerja keuangannya. Kinerja keuangan merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan manajemen dalam mengelola sumber daya secara optimal (Nuresya, 2. Bagi lembaga keuangan bank, kinerja keuangan menunjukkan bagaimana orientasi manajemen dalam menjalankan organisasinya dan mengakomodasi kepentingan manajemen . , pemegang saham . , nasabah, otoritas moneter, maupun masyarakat umum yang aktivitasnya berhubungan dengan perbankan. Salah satu indikator utama yang dijadikan dasar penilaian kinerja keuangan adalah laporan keuangan bank yang bersangkutan. Pandemi Covid-19 membawa dampak pada berbagai sektor bisnis, termasuk industri jasa keuangan. Dampak negatif memang dirasakan oleh industri jasa keuangan yang membuat kualitas kredit memburuk. Berdasarkan data OJK, sebanyak 101 bank telah memberikan restrukturisasi kepada 7,55 juta debitur dengan nilai kredit mencapai Rp 934,8 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5,85 juta debitur merupakan UMKM yang nilainya mencapai Rp 371,1 Rasio kredit macet pada Oktober 2020 mencapai 23,89%, naik dibandingkan bulan sebelumnya 23,53%. Penyaluran kredit juga masih lesu. Hingga Oktober 2020, kredit terkontraksi 0,47% menjadi Rp 5. 480 triliun. Realisasi ini memburuk dibandingkan September yang masih tumbuh 0,12% mencapai Rp 5. 531 triliun. "Kredit terkontraksi baik year to date maupun year on Bank masih wait and see dan permintaan pun belum tumbuh karena sektor riil masih terdampak,". Saat ini OJK telah memutuskan untuk memperpanjang program restrukturisasi kredit perbankan hingga Maret 2022, banyak debitur Excellent: Jurnal Manajemen. Bisnis dan Pendidikan Vol. No. Juli 2025: 150-160 bagus yang masih membutuhkan waktu untuk memulihkan bisnis (Katadata. Dalam data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) 2023 terdapat informasi mengenai rasio keuangan pada Bank Umum periode tahun 2019-2023: Tabel 1 Perkembangan Rasio kinerja dan rasio Keuangan Bank Umum Periode Tahun 2019-2023 Tahun ROA Sumber: Statistik Perbankan Indonesia (SPI) 2023 CAR LDR BOPO Berdasarkan data Tabel 1 dapat dilihat bahwa rasio-rasio keuangan pada Bank Umum periode tahun 2019Ae2023 mengalami fluktuasi setiap tahunnya. Rasio CAR pada periode 2019Ae2020 mengalami peningkatan, akan tetapi ROA justru mengalami penurunan. Fakta ini bertentangan dengan teori bahwa jika CAR mengalami peningkatan maka ROA juga akan meningkat atau sebaliknya. Rasio LDR pada tahun 2020-2021 mengalami penurunan, akan tetapi rasio ROA mengalami peningkatan. Fakta ini bertentangan dengan teori bahwa jika LDR mengalami peningkatan maka ROA juga akan meningkat atau sebaliknya. Rasio BOPO pada tahun 2022-2023 mengalami peningkatan, akan tetapi rasio ROA tetap mengalami peningkatan. Fakta ini bertentangan dengan teori bahwa jika BOPO mengalami peningkatan maka ROA menurun atau sebaliknya. Beberapa penelitian yang berkaitan dengan Return on Asset (ROA) sebagai proksi dari kinerja keuangan bank memberikan hasil yang berbeda-beda antara lain hasil penelitian (Rohimah, 2. menunjukkan bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh signifikan terhadap Return on Asset (ROA). Hasil penelitian tersebut berbeda dengan penelitian Warsa . yang menunjukkan bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh tidak signifikan terhadap Return on Asset (ROA). Hasil penelitian dari Warsa . menunjukkan bahwa loan to deposit ratio (LDR) berpengaruh signifikan terhadap Return on Asset (ROA). Hasil penelitian tersebut berbeda dengan penelitian Moorcy . yang menunjukkan bahwa loan to deposit ratio (LDR) berpengaruh tidak signifikan terhadap Return on Asset (ROA). Hasil penelitian dari Moorcy . menunjukkan bahwa Non Performing Loan (NPL) memiliki pengaruh signifikan terhadap Return on Asset (ROA). Hasil tersebut berbeda dengan penelitian dari Rohimah . yang menunjukkan bahwa Non Performing Loan (NPL) berpengaruh positif tidak signifikan terhadap Return On Asset (ROA). Hasil penelitian dari (Rohimah, 2. menunjukkan bahwa biaya operasional pendapatan operasional (BOPO) memiliki pengaruh tidak signifikan terhadap Return on Asset (ROA). Hasil tersebut berbeda dengan penelitian dari Korri . yang menunjukkan bahwa biaya operasional pendapatan operasional (BOPO) berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset (ROA). Berdasarkan dari beberapa penelitian terdahulu yang telah diuraikan menunjukkan hasil yang tidak konsisten dan dengan adanya research gap tersebut maka perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang pengaruh Capital Adequacy Yosephine Angelina Yulia. Louis Yonathan Rudianto Ratio (CAR). Loan to Deposit Ratio (LDR). Non Performing Loan (NPL) dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap Return on Asset (ROA) bank umum yang terdaftar di bursa efek indonesia, sehingga dalam penelitian ini akan dikaji ulang dengan harapan hasil penelitian nantinya akan mempertegas dan memperkuat teori yang ada. TINJAUAN PUSTAKA Bank umum adalah bank yang di dalam usahanya mengumpulkan dana terutama menerima simpanan dalam bentuk giro dan deposito, rekening koran serta memberikan kredit jangka pendek. Di Indonesia, bank umum disebut bank komersial yang terdiri dari bank pemerintah, bank swasta nasional, dan bank swasta asing. Bank umum atau bank komersial jika ruang lingkup operasinya hanya di dalam negeri saja maka disebut bank nondevisa. Jika operasinya bukan hanya di dalam negeri, tetapi mencakup antarnegara disebut bank devisa. Semua bank pemerintah yang tergolong dalam bank komersial adalah bank devisa, demikian juga halnya dengan bank swasta asing, namun tidak semua bank swasta nasional memiliki izin usaha sebagai bank devisa kecuali bila bank tersebut mengajukan izin usaha (Simorangkir, 2. Profitabilitas. Rasio profitabilitas adalah rasio yang digunakan untuk menilai atau menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba melalui semua sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan pada suatu periode tertentu dengan mengukur tingkat keuntungan perusahaan terhadap modal atau aktiva. Bank Indonesia mewajibkan bank umum melakukan penilaian Tingkat Kesehatan Bank baik secara individual maupun konsolidasi dengan menggunakan pendekatan risiko, di mana faktor-faktor penilaian tingkat Kesehatan Bank terdiri dari Profil risiko . isk profil. Good Corporate Governance (GCG). Rentabilitas . Permodalan . Bank dalam menilai faktor rentabilitas, menggunakan parameter atau indikator Tabel 2 sebagai berikut: Tabel 2. Parameter Penilaian Rentabilitas Bank Parameter/Indikator Kinerja Bank dalam menghasilkan laba (Rentabilita. Sumber-sumber yang mendukung Rentabilitas Stabilitas Komponenkomponen yang mendukung Rentabilitas Manajemen Rentabilitas Return on Asset (ROA) Net Interest Margin (NIM) Kinerja Komponen Laba (Rentabilita. Aktual terhadap Proyeksi Anggaran Kemampuan Komponen Laba . dalam meningkatkan Pendapatan Bunga Bersih / Rata-rata Total Aset Pendapatan Operasional selain Pendapatan Bunga. / Rata-rata Total Aset Beban Overhead / Rata-rata Total Aset Beban Pencadangan / Rata-rata total aset Komponen Non Core Earning Bersih / Rata-rata Total Aset Core ROA Prospek rentabilitas di masa datang Kemampuan Bank dlm mengelola Rentabilitas Dari Peraturan BI tersebut terlihat bahwa profitabilitas adalah salah satu unsur yang terutama dinilai dalam penentuan tingkat kesehatan bankdan salah Excellent: Jurnal Manajemen. Bisnis dan Pendidikan Vol. No. Juli 2025: 150-160 satu indikator yang umum digunakan dalam pengukuran daya laba perusahaan adalah rasio Return On Assets (ROA). Berdasarkan laporan-laporan keuangan dari bank dan juga literature-literatur, bunga merupakan unsur atau komponen pendapatan yang paling besar. Hasil yang diperoleh yaitu 75% dari bunga, sedangkan yang 25% berasal dari pendapatan jasa lainnya (Simorangkir, 2. , yang berarti pendapatan terbesar bank diperoleh dari usaha bank dalam menyalurkan kreditnya. Tingkat laba atau profitability yang diperoleh oleh bank ini biasanya diproksikan dengan return on asset (ROA). Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam memperoleh keuntungan atau laba Semakin besar nilai ROA suatu bank, semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai bank tersebut dan semakin baik pula posisi bank tersebut dari penggunaan aset. Rasio ini diperoleh dengan cara membagi laba bersih dengan total aktiva. Menurut (Dendawijaya, 2. , terdapat dua cara perhitungan rasio ini yaitu secara teoritis dan secara praktis . esuai perhitungan Bank Indonesi. CAR adalah rasio kinerja bank untuk mengukur kecukupan modal yang dimiliki bank untuk menunjang aktiva yang mengandung atau yang menghasilkan risiko. CAR merupakan rasio yang memperlihatkan seberapa jauh seluruh aktiva bank yang mengandung resiko . redit, penyertaan, surat berharga, tagihan pada bank lai. ikut dibiayai dari dana modal sendiri bank disamping memperoleh dana-dana dari sumber-sumber di luar bank, seperti dana dari masyarakat, pinjaman, dan lain-lain. LDR menggambarkan kemampuan bank membayar kembali penarikan yang dilakukan nasabah deposan dengan mengandalkan kredit yang diberikan sebagai sumber likuiditasnya. Semakin tinggi rasio ini, semakin rendah kemampuan likuiditas bank. Hal ini dikarenakan penyaluran kredit merupakan salah satu tujuan dari penghimpunan dana bank, yang sekaligus memberikan kontribusi pendapatan terbesar bagi bank. Semakin banyak kredit yang disalurkan, maka semakin liquid suatu bank, karena seluruh dana yang berhasil dihimpun telah disalurkan dalam bentuk kredit, sehingga tidak terdapat kelebihan dana untuk dipinjamkan lagi atau untuk diinvestasikan. Tingginya rasio LDR ini, disatu sisi menunjukkan pendapatan bank yang semakin besar tetapi menyebabkan suatu bank menjadi tidak likuid dan memberikan konsekuensi meningkatnya risiko yang harus ditanggung oleh bank, berupa meningkatnya jumlah Non Performing Loan atau Credit Risk, yang mengakibatkan bank mengalami kesulitan untuk mengembalikan dana yang telah dititipklan oleh nasabah karena kredit yang disalurkan mengalami kegagalan atau bermasalah. Namun disisi lain, rendahnya rasio LDR walaupun menunjukkan tingkat likuiditas yang semakin tinggi, tetapi menyebabkan bank memiliki banyak dana menganggur . dle fun. yang apabila tidak dimanfaatkan dapat menghilangkan kesempatan bank untuk memperoleh pendapatan sebesar-besarnya dan menunjukkan bahwa fungsi utama bank sebagai financial intermediary tidak berjalan. Kredit macet adalah kredit yang sejak jatuh tempo tidak dapat dilunasi oleh debitur sebagaimana mestinya sesuai dengan perjanjian. Pengertian jatuh tempo tersebut sesuai dengan tingkat kolektibilitas bank yang bersangkutan Yosephine Angelina Yulia. Louis Yonathan Rudianto (Hariyani, 2. Peningkatan Non Performing Loans (NPL) yang terjadi berpengaruh terhadap menurunnya likuiditas bagi sektor perbankan, karena tidak ada dana yang masuk baik berupa pembayaran pokok maupun bunga pinjaman dari kredit-kredit yang macet, sehingga bila hal ini dibiarkan maka akan berpengaruh terhadap hilangnya pendapatan dari sektor kredit dan bank kehilangan kepercayaan dari masyarakat masyarakat karena tidak mampu mengelola dana nasabah dengan aman. Bank Indonesia menetapkan kriteria rasio NPL gross kurang dari 5%. Rasio NPL sesuai dengan SE No. 6/23/DPNP tanggal 31 Mei 2004. BOPO merupakan rasio antara biaya operasional terhadap pendapatan operasional, semakin kecil BOPO maka semakin efisien biaya operasional yang dikeluarkan bank yang bersangkutan. Setiap peningkatan biaya operasional akan berakibat pada berkurangnya laba sebelum pajak yang pada akhirnya akan menurunkan laba atau profitabilitas (ROA) bank yang Berdasarkan tinjauan pustaka diatas, kerangka penelitian ini disajikan pada Gambar 1 sebagai berikut: Sumber: Warsa . Korri . Abdurrohman . Moorcy . Rohimah . Gambar 1 Kerangka Konseptual METODE iPENELITIAN Rancangan atau desain penelitian ini termasuk penelitian eksplanatori, yaitu penelitian yang bertujuan menganalisis hubungan-hubungan antara satu variabel dengan variabel lain atau bagaimana suatu mempengaruhi variabel lain. Desain Penelitian diuraikan sebagai berikut: Tujuannya untuk menguji hipotesis tentang pengaruh antar variabel penelitian yaitu CAR. LDR. NPL dan BOPO terhadap ROA. Data atau informasi yang dibutuhkan di dapat dari Dokumen dan langsung atau data sekunder yang berasal dari laporan keuangan tahunan dari tahun 2019-2023 perbankan di Bursa Efek Indonesia. Data diolah dan dianalisis menggunakan alat analisis regrresi linier berganda dengan berbagai asumsi maupun proses pengujian yang berlaku. Hasil penelitian dinteprestasikan dan diimplikasikan untuk menjawab masalah, tujuan dan kegunaan penelitian. Excellent: Jurnal Manajemen. Bisnis dan Pendidikan Vol. No. Juli 2025: 150-160 Jumlah sampel dalam penelitian ini didapat 10 bank dengan yang memenuhi kriteria-kriteria pengambilan sampel secara purposive sampling sebagai berikut: Perusahaan perbankan yang secara konsisten mempublikasikan laporan tahunan secara konsisten periode tahun 2019-2023 di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan perbankan menyajikan secara lengkap laporan keuangan yang dibutuhkan dalam penelitian ini selama periode 2019-2023. Perusahaan perbankan yang mempunyai laba positif pada periode tahun penelitian 2019-2023. Berdasarkan populasi diatas telah dihasilkan sampel bank umum pada Tabel 3 sebagai berikut: Tabel 3. Sampel Bank Umum Yang Memenuhi Kriteria No. Nama Bank PT RAYA TBK PT BANK CENTRAL ASIA TBK PT BANK MEGA TBK. PT BANK PANIN TBK PT. BANK MANDIRI (PERSERO). TBK PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) TBK. PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO). TBK PT. BANK BNI PT. BANK BTPN TBK PT. BANK OCBC NISP Sumber: Data diolah, 2024 Penelitian ini menggunakan data kuantitatif berupa data sekunder yang merupakan data yang diperoleh dalam bentuk sudah jadi berupa publikasi. Data kuantitatif adalah data yang diukur dalam skala numerik (Sugiyono, 2. Data yang diperoleh meliputi laporan keuangan perusahaan Bank Umum di Indonesia dan terdaftar dalam BEI selama periode 2019-2023. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. HASIL iPENELITIAN Hasil Analisis Regresi Berganda Data penelitian dari besarnya Capital Adequacy Ratio (CAR). Loan to Deposit Ratio (LDR). Non Performing Loan (NPL) dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap Return On Assets (ROA), setelah dianalisis dengan menggunakan uji regresi linier berganda dapat ditunjukkan dengan persamaan: Tabel 4. Hasil Uji Regresi Model Sig Kinerja CAR - 0. - 0. LDR - 0. - 4. NPL - 0. - 6. BOPO 10,193 Yosephine Angelina Yulia. Louis Yonathan Rudianto Sumber: Data diolah, 2024 Berdasarkan tabel 2 persamaan regresi linier berganda, sebagai berikut: Y= 4. 508 Ae 0. 023 (X. Ae 0. 037 (X. Ae 0. 979 (X. 056 (X. Berdasarkan persamaan tersebut di atas dapat diuraikan sebagai berikut: = 4. 508, nilai konstan menunjukkan nilai prediksi rata-rata peningkatan Return On Assets (ROA) sebesar 4. 508, apabila Capital Adequacy Ratio (CAR). Loan to Deposit Ratio (LDR). Non Performing Loan (NPL) dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) dianggap konstan. Koefesien regresi 1 sebesar 023, dengan nilai negatif, hal ini menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1% Capital Adequacy Ratio akan menurunkan Return On Assets sebesar 0. 023 dengan asumsi variabel lain konstan. Koefesien regresi 2 sebesar -0. 037 dengan nilai negatif, hal ini menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1% Loan to Deposit Ratio akan menurunkan Return On Assets sebesar 0. 037 dengan asumsi variabel lain Koefesien regresi 3 sebesar -0. 979 dengan nilai negatif, hal ini menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1% Non Performing Loan akan menurunkan Return On Assets sebesar 0. 979 dengan asumsi variabel lain konstan. Koefesien regresi 4 sebesar 0. 056, dengan nilai positif, hal ini menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1% Biaya Operasional Pendapatan Operasional akan menaikan Return On Assets sebesar 0. 056 dengan asumsi variabel lain konstan. Variabel Non Performing Loan merupakan variabel paling dominan mempengaruhi Return On Assets. Hasil Uji t Variabel Capital Adequacy Ratio mempunyai nilai signifikansi 0. 456 > 0. sehingga secara parsial Capital Adequacy Ratio berpengaruh tidak signifikan terhadap Return On Assets. Hipotesis 1 tidak terbukti sehingga Ho yang diajukan diterima dan Ha ditolak. Variabel Loan to Deposit Ratio mempunyai nilai 000 < 0. 05, sehingga secara parsial Loan to Deposit Ratio berpengaruh signifikan terhadap Return On Assets. Hipotesis 2 terbukti sehingga Ho yang diajukan ditolak dan Ha diterima. Variabel Non Performing Loan mempunyai nilai signifikansi 0. 000 < 0,05, sehingga secara parsial Non Performing Loan berpengaruh signifikan terhadap Return On Assets. Hipotesis 3 terbukti sehingga Ho yang diajukan ditolak dan Ha diterima. Variabel Biaya Operasional Pendapatan Operasional mempunyai nilai signifikansi 0. 000 < 0,05, sehingga secara parsial Biaya Operasional Pendapatan Operasional berpengaruh signifikan terhadap Return On Assets. Hipotesis 4 terbukti sehingga Ho yang diajukan ditolak dan Ha diterima. Koefisien Determinasi Tabel 5. Hasil Uji Koefisien Determinasi Model R Square 0,728 Sumber: Data diolah, 2024 Adjusted R Square 0,704 Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan program SPSS tersebut, diperoleh nilai koefisien determinasi (R. 704 berarti diketahui bahwa Excellent: Jurnal Manajemen. Bisnis dan Pendidikan Vol. No. Juli 2025: 150-160 pengaruh yang diberikan oleh variabel independen Capital Adequacy Ratio (CAR). Loan to Deposit Ratio (LDR). Non Performing Loan (NPL) dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap variabel dependen Return On Assets (ROA) sebesar 70. 4% sedangkan sisanya 29. 6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. PEMBAHASAN Berdasarkan analisis data menunjukkan bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh tidak signifikan terhadap terhadap Return on Asset (ROA). Hasil penelitian ini didukung oleh hasil penelitian dari Warsa . yang menunjukkan bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh tidak signifikan terhadap Return on Asset (ROA). Temuan hasil penelitian ini tidak konsisten dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Rohimah . menunjukkan bahwa pengaruh CAR secara parsial berpengaruh signifikan . terhadap ROA. Hal ini karena adanya peraturan Bank Indonesia tentang CAR yang menyatakan bahwa CAR pada bank minimal sebesar 8%. Kondisi ini mengakibatkan bahwa Bank selalu menjaga agar peraturan tentang Capital Adequacy Ratio (CAR) tersebut selalu dapat dipenuhi, sehingga bank menahan modalnya dan berdampak dana menganggur . dle fun. , oleh karena itu pada penelitian ini CAR yang merupakan tolok ukur rasio permodalan bank tidak memberikan pengaruh nyata dalam mengukur Return on Asset (ROA). Berdasarkan analisis data menunjukkan bahwa. Loan to Deposit Ratio (LDR) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap terhadap Return on Asset (ROA). Hal ini sejalan dengan hasil penelitian dari Warsa . yang telah diungkapkan bahwa LDR berpengaruh signifikan terhadap Return on Asset (ROA). Artinya apabila LDR meningkat, maka Return on Asset (ROA) akan mengalami penurunan. Anomali dalam LDR bisa menunjukkan bahwa bank terpaksa memberikan pinjaman kepada debitur yang kurang berkualitas untuk mencapai target pinjaman. Pinjaman dengan kualitas yang buruk dapat menyebabkan tingkat gagal bayar yang tinggi, yang berujung pada peningkatan cadangan kerugian pinjaman dan akhirnya mengurangi laba bersih, sehingga berdampak negatif pada ROA, serta anomali ini menunjukkan bahwa pihak bank menahan dana yang dimiliki untuk dapat menyesuaikan jumlah kredit yang disalurkan terhadap dana yang ada untuk menjaga tingkat likuiditasnya pada titik aman. Hal ini menunjukkan fungsi bank dalam menyalurkan kredit belum dilakukan dengan baik oleh keseluruhan bank, oleh karena itu pada penelitian ini LDR yang merupakan tolok ukur rasio likuiditas memberikan pengaruh nyata dalam mengukur Return on Asset (ROA). Berdasarkan analisis data menunjukkan Non Performing Loan (NPL) berpengaruh signifikan terhadap terhadap Return On Asset (ROA). Hal ini menunjukkan bahwa apabila Non Performing Loan (NPL) menurun maka return on asset (ROA) akan meningkat dan sebaliknya. Temuan hasil penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Moorcy . yang menyatakan bahwa NPL berpengaruh signifikan terhadap return on asset (ROA). Semakin rendah Non Performing Loan (NPL) maka memberikan indikasi bahwa tingkat risiko atas pemberian kredit pada bank cukup rendah sehingga Yosephine Angelina Yulia. Louis Yonathan Rudianto bank akan mengalami keuntungan atau ROA meningkat. NPL merupakan proksi yang digunakan untuk mengukur resiko kredit perusahaan perbankan dalam menilai kemampuan manajemen bank dalam mengelola kredit bermasalah untuk menghasilkan pendapatan bunga bersih, jadi semakin baik manajemen bank dalam mengelola kredit bermasalah maka profitabilitasnya akan semakin meningkat. Berdasarkan analisis data menunjukkan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) berpengaruh signifikan terhadap terhadap Return On Asset (ROA). Hal ini menunjukkan bahwa apabila rasio BOPO meningkat maka Return On Asset (ROA) bank juga akan meningkat. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Korri . yang menyatakan bahwa BOPO berpengaruh signifikan terhadap ROA. Hal ini menunjukkan kemampuan manajemen bank dalam mengelola biaya operasional dalam rangka menghasilkan pendapatan secara efektif dan efisien, karena BOPO itu sendiri bertujuan untuk melakukan evaluasi bank dalam mengelola biaya operasional bank, oleh karena itu pada penelitian ini BOPO yang dapat memberikan pengaruh nyata dalam mengukur Return on Asset (ROA). KESIMPULAN Hasil pengujian hipotesis sebagai berikut:Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap Return On Assets (ROA). Loan to Deposit Ratio (LDR) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Return On Assets (ROA). Non Perfoming Loan (NPL) berpengaruh negatif dan signifikansi terhadap Return On Assets (ROA). Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return On Assets (ROA). Hasil uji F diperoleh nilai signifikansi sebesar 0. 000 lebih kecil dari 0,05. Berarti variabel Capital Adequacy Ratio (CAR). Loan to Deposit Ratio (LDR). Non Performing Loan (NPL) dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Return On Assets (ROA). Hasil perhitungan koefisien determinasi (R. 704 berarti diketahui bahwa pengaruh yang diberikan oleh variabel independen terhadap variabel dependen sebesar 70. 4% sedangkan sisanya 29. 6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini, misalnya penyaluran kredit. Net Interest Margin (NIM) dan Dana Pihak Ketiga (DPK). PENELITIAN LANJUTAN Implikasi yang diwujudkan dalam saran yang bisa diberikan berdasarkan penelitian adalah penulis menyarankan agar sebaiknya Bank umum dalam meningkatkan Profitabilitas (ROA) memperhatikan atau meningkatkan rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) dengan cara seperti menambah dan memperbaiki posisi modal dengan cara meningkatkan deposito, go public dan pinjaman subordinasi jangka panjang dari pemegang saham. Penulis menyarankan sebaiknya bank meningkatkan rasio Loan Deposit to Ratio (LDR). Peningkatan LDR bank dapat dilakukan dengan cara meningkatkan penyaluran kreditnya seperti menambah produk kredit digital . aylater, pinjaman cash digita. serta menggandeng perusahaan multifinance roda dua dan roda empat serta multifinance elektronik, sehingga apabila dana yang dihimpun bank mampu Excellent: Jurnal Manajemen. Bisnis dan Pendidikan Vol. No. Juli 2025: 150-160 disalurkan dengan baik akan meningkatkan rasio Loan Deposit to Ratio (LDR). Penulis menyarankan agar sebaiknya bank mempertahankan rasio Non Performing Loan (NPL) yang rendah. Mempertahankan rasio Non Performing Loan (NPL) yang rendah dapat dilakukan dengan cara seperti analisa pengajuan kredit nasabah sebelum menyalurkan kreditnya karena sangat penting untuk mengetahui apakah calon debitur tersebut benar-benar bisa membayar kewajibannya pada bank ataukah tidak dan melakukan pengawasan terhadap kondisi ekonomi seperti terjadinya inflasi dan pengaruh kurs mata uang asing Biaya Operasional Terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) berpengaruh signifikan terhadap Return on Asset (ROA), oleh karena itu penulis menyarankan agar sebaiknya bank mempertahankan rasio BOPO yang rendah dan memperhatikan rasio ini. Semakin kecil rasio ini berarti semakin efisien biaya operasional yang dikeluarkan bank dalam menjalankan operasionalnya maupun menyalurkan pembiayaan, tentunya apabila semakin efisien biaya operasional maupun menyalurkan pembiayaan yang dikeluarkan bank maka tingkat keuntungan yang diterima bank akan lebih maksimal. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggunakan periode penelitian lebih panjang sehingga hasilnya akan lebih baik dan diharapkan dapat mengembangkan variabel penelitian maupun indikator penelitian yang lain agar penelitian semakin lengkap dan lebih baik. DAFTAR PUSTAKA