Hasil Penelitian Diserahkan: Mei 2026 / Direvisi: Juni 2026 / Diterima: Juli 2026 Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi p-ISSN: 2716-151X e-ISSN: 2722-869X Karakteristik Morfoanatomi Limnobium laevigatum (Amazon Frogbi. dan Potensinya sebagai Tumbuhan Invasif di Perairan Rawa Pangkalan Bun Morphoanatomical Characteristics of Limnobium laevigatum (Amazon Frogbi. and Its Potential as an Invasive Aquatic Plant in the Swamp Waters of Pangkalan Bun Rini Pamundhi Bekti. Alif Afri Diyana Dewi*. Sascia Rahma Putri Program Studi Budidaya Perairan. Universitas Antakusuma. Pangkalan Bun, 74112. Indonesia *Penulis Koresponden: alifafri14@gmail. Abstrak. Limnobium laevigatum merupakan tumbuhan air asing yang berpotensi invasif karena memiliki kemampuan beradaptasi dan berkembang pesat pada perairan rawa. Hal tersebut berpotensi mengganggu keseimbangan habitat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik morfologi dan anatomi Limnobium laevigatum serta menganalisis potensinya sebagai tumbuhan invasif di perairan rawa Kelurahan Baru. Pangkalan Bun. Penelitian dilaksanakan pada bulan AprilAeMei 2026 menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sebanyak 14 spesimen dikoleksi secara langsung dari lokasi penelitian, kemudian diseleksi berdasarkan kondisi morfologi yang utuh, meliputi daun, tangkai daun, dan akar yang lengkap serta tidak mengalami kerusakan. Sebanyak 8 spesimen yang memenuhi kriteria digunakan untuk pengamatan morfologi dan preparasi anatomi di Laboratorium Produksi Perikanan. Fakultas Pertanian. Peternakan, dan Ekologi Perikanan. Universitas Antakusuma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun Limnobium laevigatum berbentuk roset terapung permukaan licin berwarna hijau, sistem perakaran serabut menggantung bebas, serta mampu berkembang biak secara vegetatif dan generatif. Pengamatan anatomi menunjukkan adanya jaringan aerenkim pada tangkai daun, dan daun yang berperan dalam pertukaran gas serta daya apung tanaman. Jaringan parenkim dan berkas pengangkut mendukung transportasi air dan unsur hara. Karakteristik morfoanatomi tersebut menunjukkan kemampuan adaptasi terhadap lingkungan rawa sehingga mendukung pertumbuhan dan penyebaran yang cepat. Dengan demikian. Limnobium laevigatum berpotensi menjadi tumbuhan invasif di perairan rawa. Kata kunci: morfoanatomi. limnobium_laevigatum. tumbuhan_invasif Abstract. Limnobium laevigatum is a non-native aquatic plant with invasive potential due to its high adaptability and rapid growth in swamp waters, which may disrupt habitat balance. This study aimed to describe the morphological and anatomical characteristics of Limnobium laevigatum and to analyze its potential as an invasive aquatic plant in the swamp waters of Baru Village. Pangkalan Bun. Indonesia. The study was conducted from April to May 2026 using a qualitative descriptive method. A total of 14 specimens were collected directly from the study site and subsequently selected based on intact morphological characteristics, including complete leaves, petioles, and roots without visible damage. Eight selected specimens that met these criteria were used for morphological observations and anatomical preparations at the Fisheries Production Laboratory. Faculty of Agriculture. Animal Husbandry, and Fisheries Ecology. Universitas Antakusuma. The results showed that Limnobium laevigatum possesses floating rosette-shaped leaves with smooth green surfaces, a freely hanging fibrous root system, and reproduces through both vegetative and generative propagation. Anatomical observations revealed the presence of aerenchyma tissue in the petioles and leaves, which facilitates gas exchange and provides buoyancy. In addition, parenchyma tissue and vascular bundles support the transport of water and nutrients. These morphoanatomical characteristics indicate a capacity for adaptation to swamp environments, promoting rapid growth and dispersal. Therefore. Limnobium laevigatum has the potential to become an invasive aquatic plant in swamp ecosystems Keywords: morphoanatomy. limnobium_laevigatum. invasive_plant DOI: 10. 55241/spibio. Pendahuluan Lahan rawa merupakan bagian dari ekosistem lahan basah . yang keseimbangan lingkungan melalui fungsi hidrologis, penyimpanan air, penyaring alami, serta habitat bagi berbagai organisme akuatik . Terlepas dari peran penting tersebut, ekosistem rawa rentan terhadap berbagai gangguan, salah satunya adalah invasi tumbuhan air asing yang dapat mengubah struktur komunitas dan menurunkan kualitas habitat . Tumbuhan invasif merupakan spesies yang mampu berkembang, menyebar, dan mendominasi suatu habitat sehingga mengancam keanekaragaman hayati serta menimbulkan dampak ekologis, ekonomi, dan sosial . Di Indonesia telah dilaporkan lebih dari 1. 936 spesies tumbuhan asing yang berpotensi menjadi invasif, termasuk kelompok tumbuhan air . Salah satu tumbuhan air asing yang mulai banyak dilaporkan penyebarannya adalah Limnobium laevigatum (Amazon Frogbi. Spesies yang berasal dari Amerika Selatan ini merupakan tumbuhan mengapung bebas dengan kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap berbagai kondisi perairan. Di beberapa negara. laevigatum dilaporkan mampu membentuk hamparan padat yang menghambat penetrasi cahaya, menurunkan kadar oksigen terlarut, serta mengganggu aktivitas perikanan dan transportasi air. New South Wales. Australia, spesies ini telah diklasifikasikan sebagai StateProhibited Matter Weed karena sifat invasifnya yang mengancam tumbuhan akuatik lokal . Fenomena serupa juga dilaporkan di beberapa wilayah Eropa, di mana L. laevigatum telah membentuk populasi yang ternaturalisasi di lingkungan perairan alami . Penyebaran Limnobium laevigatum di Indonesia juga terus meningkat, terutama melalui perdagangan tanaman hias sebagai salah satu jalur introduksi . Berdasarkan survei lapangan, spesies ini telah ditemukan di perairan rawa Kelurahan Baru. Pangkalan Bun. Kalimantan Tengah. Selain itu. Rabiatul et al. melaporkan Hydrocharitaceae, termasuk Limnobium laevigatum, pada habitat rawa di Kalimantan Selatan. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa spesies ini mulai menyebar pada berbagai ekosistem rawa di Kalimantan sehingga memerlukan perhatian dalam upaya pengelolaan ekosistem perairan. Penelitian Limnobium laevigatum di Indonesia selama ini masih didominasi oleh laporan keberadaan dan persebarannya pada berbagai wilayah Sementara itu, kajian yang menghubungkan karakter morfologi dan anatomi dengan kemampuan adaptasi serta potensi invasif spesies ini pada ekosistem rawa masih sangat terbatas. Khususnya di Kalimantan Tengah, hingga saat ini belum ditemukan publikasi yang Limnobium laevigatum sebagai indikator potensi invasif pada habitat rawa. Oleh karena itu, penelitian ini menawarkan morfoanatomi sebagai dasar untuk menjelaskan kemampuan adaptasi dan potensi invasif Limnobium laevigatum pada ekosistem rawa lokal. Karakter morfologi dan anatomi merupakan salah satu aspek penting yang tumbuhan terhadap lingkungan perairan. Struktur daun, sistem perakaran, serta keberadaan jaringan aerenkim berperan dalam menunjang pertukaran gas, daya apung, dan efisiensi penyerapan unsur hara sehingga mendukung keberhasilan kolonisasi pada habitat rawa. Berdasarkan kesenjangan penelitian tersebut, penelitian karakteristik morfologi dan anatomi Limnobium laevigatum serta mengevaluasi potensinya sebagai tumbuhan invasif di perairan rawa Kelurahan Baru. Pangkalan Bun. Kalimantan Tengah. Metode Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan AprilAeMei 2026. Sampel Limnobium laevigatum dikoleksi dari perairan rawa Kelurahan Baru. Pangkalan Bun. Kalimantan Tengah, pada koordinat 2A40A01,33A LS dan 111A38A57,18A BT. Pengambilan menggunakan teknik purposive sampling. Sebanyak 14 individu dikoleksi secara langsung dari lokasi penelitian, kemudian diseleksi berdasarkan kondisi morfologi yang utuh, yaitu memiliki daun, tangkai daun, stolon dan akar yang lengkap serta tidak mengalami kerusakan. Sebanyak 8 individu yang memenuhi kriteria digunakan sebagai objek pengamatan morfologi dan preparasi anatomi. Pengamatan dilakukan di Laboratorium Produksi Perikanan. Fakultas Pertanian. Peternakan, dan Ekologi Perikanan. Universitas Antakusuma. Preparasi anatomi dilakukan dengan metode sayatan segar . resh sectio. tanpa pewarnaan pada organ daun, tangkai daun, dan akar. Sayatan melintang dibuat secara berulang hingga diperoleh preparat dengan kualitas yang memadai untuk diamati menggunakan mikroskop cahaya dengan lensa objektif 40y dan lensa okuler 10y . erbesaran total 400. Gambar 1. Peta Lokasi Pengambilan Sampel Limnobium laevigatum Keterangan: Titik hitam menunjukkan lokasi pengambilan sampel pada koordinat 2A40A01,33A LS dan 111A38A57,18A BT. Sumber: CV Citra Multi Consultan . Metode Penelitian digunakan adalah tanaman Limnobium Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Pendekatan bertujuan untuk mendeskripsikan secara rinci karakteristik morfologi dan anatomi Limnobium laevigatum sebagai indikator potensi tumbuhan invasif pada perairan rawa di Pangkalan Bun. Kalimantan Tengah. Penelitian deskriptif kualitatif dipilih karena penelitian berfokus pada sistematis dan mendalam berdasarkan kondisi alami objek penelitian tanpa adanya perlakuan atau manipulasi eksperimen. Selain itu, pendekatan grounded theory dalam penelitian kualitatif menekankan bahwa teori dibangun berdasarkan fakta dan data yang diperoleh langsung dari lapangan, bukan ditetapkan terlebih dahulu berdasarkan asumsi awal. Menurut Hasan M et al. penelitian kualitatif bersifat naturalistik dan deskriptif karena dilakukan pada kondisi alamiah untuk memahami suatu fenomena secara mendalam berdasarkan data empiris yang diperoleh di Kajian pengamatan struktur tumbuhan secara makroskopis . dan mikroskopis . untuk memperoleh informasi yang komprehensif mengenai karakteristik tumbuhan tersebut. Posedur Penelitian Pengamatan morfologi dilakukan dengan tumbuhan yang meliputi akar, batang, daun, dan bunga. Sampel Limnobium laevigatum segar dibersihkan, kemudian diamati bentuk, ukuran, warna, dan tekstur setiap organ. Hasil pengamatan kemudian dicatat dan dokumentasi dilakukan dengan Pengamatan anatomi dilakukan untuk mengkaji struktur jaringan penyusun Limnobium laevigatum. Bagian batang dan menggunakan cutter hingga diperoleh irisan tipis, kemudian diletakkan di atas kaca objek dan ditetesi air sebelum ditutup dengan kaca penutup. Preparat yang telah dibuat diamati menggunakan mikroskop cahaya dan dokumentasi dilakukan dengan foto. Analisis Data Data morfologi disajikan dalam bentuk deskripsi, foto lapangan, dan rangkuman karakter morfologi Limnobium Foto mikroskopis anatomi dianalisis untuk mengidentifikasi letak dan susunan jaringan pembuluh, aerenkim, komposisi korteks, dan karakter akar Hasil analisis morfologi dan anatomi selanjutnya dikaitkan dengan karakteristik umum tumbuhan invasif. Analisis ini bertujuan untuk menilai potensi Limnobium laevigatum sebagai tumbuhan invasive. Alat dan Bahan Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah mikroskop cahaya, object glass, cover glass, cutter, gunting, pinset, kamera dan alat tulis. Sedangkan bahan yang Hasil dan Pembahasan Gambaran umum mengapung di permukaan air tanpa melekat pada dasar perairan, sehingga pertumbuhan dan penyebarannya sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan perairan . Limnobium laevigatum merupakan tumbuhan air mengapung bebas . reefloating aquatic plan. yang termasuk ke dalam famili Hydrocharitaceae. Tumbuhan ini hidup di permukaan perairan dengan sistem perakaran yang menggantung dan tidak menancap pada substrat dasar Hidrofita terapung bebas . ree Tumbuhan ini umumnya dijumpai pada habitat perairan tawar seperti rawa, danau, kolam, saluran irigasi, serta perairan tenang Spesies ini lebih dikenal dengan nama umum Amazon frogbit. Secara geografis, tanaman ini berasal dari kawasan Amerika Tengah dan Amerika Selatan, tetapi kini telah tersebar luas di berbagai daerah tropis dan subtropis, baik sebagai tanaman introduksi maupun sebagai spesies invasif. Limnobium laevigatum lebih menyukai iklim tropis hingga subtropis. Tumbuhan ini ternaturalisasi di bendungan, danau, serta lahan basah air tawar. Keberadaannya di perairan secara bebas kemungkinan disebabkan oleh tanaman yang lepas atau sengaja dibuang dari akuarium maupun kolam/taman air . Gambar 2. Tumbuhan Limnobium laevigatum di lahan rawa Daun bunga mawar di permukaan air. Susunan roset ini membantu tumbuhan memperoleh cahaya matahari secara optimal serta mendukung kemampuan mengapung di Bagian atas daun tampak licin dan mengilap, sedangkan bagian bawahnya memiliki jaringan spons yang berfungsi membantu proses pengapungan di permukaan air. Secara morfologi, sampel daun Limnobium laevigatum yang ditemukan memiliki bentuk bulat dengan permukaan Pertulangannya berbentuk menjari. Daun tersusun membentuk roset, yaitu pola susunan daun yang melingkar dan rapat dari satu titik tumbuh sehingga menyerupai Gambar 3. Daun Limnobium laevigatum Daun Bagian Bawah. Daun yang membentuk roset Hal ini sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya oleh Garcia Murillo . Daun Limnobium dengan tangkai daun . , helaian daun . berbentuk menyerupai jantung hingga ginjal . hingga renifor. , atau membulat . , memiliki stipula, dan bersifat dimorfik. Daun yang muncul di atas permukaan air memiliki helaian datar, bertekstur agak keras seperti kulit, dengan tangkai tegak yang dapat mencapai panjang hingga 40 Sementara itu, daun yang mengapung memiliki jaringan spons tebal pada permukaan bawah daun dan tangkai yang lebih pendek, minimal sekitar 12 cm. Gambar 4. Mofologi Daun Limnobium laevigatum Keterangan: A. 1 Daun Bagian Atas. 2 Daun bagian bawah yang terdapat jaringan spons. 1 Tangkai Daun Hasil pengamatan pada saat penelitian menunjukkan bahwa daun Limnobium laevigatum memiliki lapisan kutikula tipis pada permukaan daun, epidermis atas berbentuk memanjang sebagai pelindung jaringan daun, serta jaringan aerenkim yang berkembang pada bagian bawah daun sebagai bentuk adaptasi terhadap habitat perairan. Selain itu, jaringan berkembang kurang sempurna. Hasil Sandulescu E. B et al. yang melaporkan bahwa daun L. laevigatum memiliki epidermis atas yang dilapisi kutikula serta mesofil daun yang terletak di antara epidermis atas dan epidermis bawah. Pada permukaan bawah daun ditemukan jaringan aerenkim yang tersusun atas parenkim lunak dan berspons, sedangkan sel-sel pada permukaan atas daun berbentuk memanjang dan kaya akan Karakter anatomi tersebut menunjukkan adanya adaptasi struktural tumbuhan terhadap lingkungan perairan, pertukaran gas dan daya apung tumbuhan. Gambar 5. Penampang Melintang Daun Limnobium laevigatum dengan perbesaran 400x Keterangan: A. Lapisan kutikula. Epidermis. Aerenkim. Berkas Penampang melintang tangkai daun . Limnobium menunjukkan bentuk semisirkular atau setengah lingkaran dengan jaringan parenkim berongga udara . yang mendominasi bagian dalam. Berkas pengangkut berupa xilem dan floem tersebar di antara jaringan parenkim Struktur ini berperan dalam membantu daya apung serta transportasi air dan unsur hara pada tumbuhan air. Tangkai daun dapat berukuran pendek maupun memanjang berbentuk Helaian berbentuk bulat telur terbalik hingga menyerupai ginjal . , dengan pertulangan menjari yang tidak terlalu pangkal daun berbentuk jantung hingga membulat. tepi daun rata. aerenkim pada permukaan bawah daun tampak jelas. serta memiliki pelepah dasar daun . Gambar 6. Penampang Melintang Tangkai Daun (Petiol. Limnobium laevigatum dengan perbesaran 400x Keterangan: A Epidermis. Aerenkim. Berkas pengangkut Pada penampang melintang, tangkai daun berbentuk setengah lingkaran Berkas pembuluh campuran . ilem dan floe. tersebar banyak pada massa parenkim berongga . di silinder pusat . Secara Limnobium laevigatum dilaporkan memiliki akar yang tersusun atas epidermis, korteks yang endodermis, dan silinder pusat . Keberadaan transportasi udara sehingga mendukung adaptasi tumbuhan pada habitat perairan. Selain itu. Sandulescu E. et al. melaporkan bahwa akar Limnobium laevigatum tersusun atas epidermis, parenkim korteks, dan silinder pusat yang mengandung floem, metaksilem, serta Namun, karakter anatomi tersebut belum dapat dikonfirmasi pada penelitian ini karena preparat anatomi akar belum menghasilkan struktur jaringan yang dapat diamati secara optimal. Akar Akar Limnobium laevigatum yang diamati berupa akar serabut yang panjang, halus, dan menggantung bebas ke dalam Akar penyerapan air serta unsur hara secara langsung dari perairan. Karakter morfologi tersebut merupakan salah satu bentuk adaptasi tumbuhan air terapung yang lingkungan perairan. Gambar 7. Morfologi akar Limnobium laevigatum Keterngan: A. Gambar Makroskopik tanaman beserta akar. Akar Serabut Limnobium laevigatum di bawah mikroskop perbesaran 400x uniseksual, yaitu bunga jantan dan bunga betina terpisah tetapi berada pada satu Bunga jantan tersusun dalam bentuk sima dengan jumlah hingga 11 bunga, sedangkan bunga betina umumnya berjumlah 1Ae3 kuntum. Bunga memiliki tiga sepal dan tiga petal, meskipun petal pada bunga betina bersifat rudimenter atau tidak menghasilkan buah yang mengandung banyak biji . Namun, karakter morfologi bunga tersebut belum dapat dikonfirmasi pada penelitian ini karena tidak ditemukan sampel yang sedang berbunga selama periode pengamatan. Bunga dan reproduksi Selama Limnobium laevigatum yang berada pada fase berbunga di lokasi penelitian. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan fase pertumbuhan tanaman serta pengaruh faktor lingkungan pada saat penelitian dilakukan, sehingga karakter morfologi organ reproduktif tidak dapat diamati secara langsung. Berdasarkan penelitian terdahulu. Limnobium laevigatum memiliki bunga Gambar 8. Morfologi Limnobium laevigatum Keterangan : A. Stolon Limnobium laevigatum Selain reproduksi generatif melalui bunga dan biji. Limnobium laevigatum juga diketahui lebih sering berkembang biak secara vegetatif melalui stolon, sehingga individu baru dapat terbentuk dengan cepat di permukaan perairan. Pada levigatum tidak ditemukan batang sejati seperti pada tanaman lainnya, namun ditemukan stolon sebagai modifikasi Stolon tersebut menghubungkan pertumbuhan populasi berlangsung cepat. Hal ini sejalan dengan penelitian Ncube et . yang mengemukakan bahwa tumbuhan Limnobium laevigatum dicirikan dengan batang daun yang tumbuh tegak dan memiliki stolon, dengan akar yang muncul pada setiap ruas batang . yang dapat mencapai panjang hingga 30 cm dan diameter sekitar A2 mm yang berfungsi untuk reproduksi vegetatif Karakter morfometri Limnobium laevigatum Tabel 1. Karakter Morfometri Limnobium laevigatum Karakter morfometri Panjang daun Lebar daun Panjang tangkai daun Panjang stolon Panjang akar Rata-rata A SD . 2,15 A 0,19 2,04 A 0,45 1,06 A 0,43 2,79 A 0,60 4,39 A 1,86 Rentang . 1,9Ae2,4 1,5Ae3,0 0,5Ae1,8 1,8Ae3,5 2,5Ae8,6 Hasil terhadap delapan spesimen Limnobium laevigatum menunjukkan bahwa panjang daun berkisar antara 1,9Ae2,4 cm dengan rata-rata 2,15 A 0,19 cm, sedangkan lebar daun berkisar antara 1,5Ae3,0 cm dengan rata-rata 2,04 A 0,45 cm. Panjang tangkai daun memiliki rata-rata 1,06 A 0,43 cm, sementara panjang stolon mencapai 2,79 A 0,60 cm. Akar merupakan organ dengan ukuran paling panjang dan variasi terbesar, yaitu berkisar antara 2,5Ae8,6 cm dengan rata-rata 4,39 A 1,86 cm. Keberadaan stolon dan sistem menunjukkan kemampuan Limnobium laevigatum dalam memperluas area pertumbuhan dan menyerap sumber daya pada habitat perairan. Karakter tersebut merupakan salah satu bentuk adaptasi yang mendukung pertumbuhan dan penyebaran spesies ini pada ekosistem Potensi Limnobium laevigatum sebagai Tumbuhan Invasif Invasifitas merupakan masuknya spesies asing ke suatu ekosistem yang bukan merupakan habitat aslinya, di mana spesies tersebut dapat berkembang biak keseimbangan ekosistem lokal . Limnobium laevigatum memiliki potensi sebagai tumbuhan invasif yang didukung oleh karakteristik morfoanatominya. Secara morfologi, tumbuhan ini memiliki daun berbentuk roset yang mengapung di permukaan air, akar serabut panjang dan menggantung bebas, serta kemampuan berkembang biak secara vegetatif melalui Pertumbuhan memungkinkan terbentuknya individu baru dengan cepat sehingga populasi dapat menyebar luas dan menutupi permukaan perairan dalam waktu singkat. Sistem perakaran yang rapat dan bercabang juga meningkatkan kemampuan penyerapan unsur hara secara langsung dari perairan. Secara anatomi, keberadaan jaringan aerenkim pada akar, tangkai daun, dan daun menunjukkan bentuk adaptasi terhadap habitat perairan karena berfungsi membantu pertukaran gas dan daya apung Selain itu, jaringan parenkim yang berkembang baik serta adanya berkas pengangkut mendukung proses distribusi air dan hasil fotosintesis secara Kombinasi karakter morfologi dan Limnobium laevigatum mampu tumbuh cepat, beradaptasi pada berbagai kondisi mendominasi habitat sehingga dapat mengganggu keseimbangan ekosistem Tumbuhan ini tumbuh dengan cepat membentuk hamparan padat di permukaan air yang dapat menurunkan biomassa dan keanekaragaman tumbuhan maupun hewan akuatik asli melalui penghambatan penetrasi cahaya dan kadar oksigen di perairan, serta berpotensi mengganggu navigasi dan aliran air pada sungai maupun kanal . Jika dibandingkan dengan tumbuhan air invasif lain yang telah dikenal di Indonesia, seperti Eichhornia crassipes . ceng gondo. Salvinia molesta, dan Pistia stratiotes. Limnobium laevigatum menunjukkan pola invasif yang serupa, terutama dalam kemampuan reproduksi vegetatif yang cepat dan pembentukan hamparan padat di permukaan air. Hal ini sejalan dengan karakter tumbuhan air pertumbuhan cepat dan kemampuan menutupi permukaan perairan secara luas sehingga mengganggu ekosistem perairan . Keterbatasan Penelitian Preparat anatomi akar tidak seluruhnya berhasil didokumentasikan secara optimal sehingga sebagian struktur tidak dapat ditampilkan sebagai hasil pengamatan langsung akibat kendala teknis dalam Selain itu, selama periode penelitian tidak ditemukan sampel yang sedang berbunga, sehingga data morfologi reproduktif tidak dapat diamati secara Kondisi ini menjadi keterbatasan dalam kelengkapan data morfoanatomi yang disajikan Simpulan dan Saran Limnobium laevigatum memiliki morfologi utama berupa daun terapung berbentuk roset, akar serabut panjang bercabang, serta kemampuan reproduksi vegetatif melalui stolon yang mendukung penyebaran cepat. Secara anatomi, tumbuhan ini memiliki jaringan aerenkim pada tangkai daun, dan daun yang berfungsi dalam daya apung dan pertukaran gas, serta jaringan parenkim dan berkas pengangkut yang mendukung efisiensi transportasi hara dan air. Karakter menunjukkan adaptasi yang kuat terhadap lingkungan perairan rawa. Kombinasi sifat tersebut mendukung pertumbuhan cepat dan kemampuan mendominasi habitat. Limnobium berpotensi sebagai tumbuhan invasif di ekosistem perairan rawa. Daftar Pustaka