AGROTECH, 7. , 2025 https://doi. org/10. 37631/agrotech. ISSN 2548-3757 (Prin. dan ISSN 2620-7508 (Onlin. Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Journal homepage: https://ejournal. id/index. php/agrotech Hubungan Gaya Hidup dan Pola Makan dengan Kejadian Hipertensi di Desa Ngadirejo Temanggung Jawa Tengah 2025 Hodiri Adi Putra STIKES Surya Global Yogyakarta. Jl. Ahmad Yani. Wirokerten. Banguntapan. Yogyakerta 5064033 *e-mail korespondensi: hodiriadiputra12@gmail. Article Info Keywords: Lifestyle. Diet. Hypertension Abstract The achievement of hypertension case discovery in Ngadirejo Village in 2024 was Based on information from the Head of Non-Communicable Disease Coordinator and the Head of Nutrition Coordinator of Ngadirejo Health Center, the main problems faced are poor diet and lifestyle. Objective: To determine the relationship between lifestyle and diet with the incidence of hypertension in Ngadirejo Village. Method: Quantitative research with a Case Control Survey The study was conducted in Ngadirejo Village with a population of 26 The sampling technique used the Total sampling technique. The sample in the study amounted to 26 cases and 26 controls with a total of 52 respondents. This research instrument used a questionnaire and the results of the study were analyzed using the Chi Square test. Results: The results of the study were obtained in the lifestyle variable, there was a significant relationship between lifestyle and the incidence of hypertension with a p-value . And in the diet variable, there was a significant relationship between diet and the incidence of hypertension with a pvalue . Conclusion: There is a relationship between lifestyle and diet with the incidence of hypertension in Ngadirejo Village. Ngadirejo District. Temanggung Regency. Central Java. Info Artikel Abstrak Kata Kunci: Gaya Hidup. Pola Makan. Hipertensi Capaian penemuan kasus hipertensi di Desa Ngadirejo di tahun 2024 ini sebanyak Berdasarkan informasi dari Kepala Koordinator Penyakit Tidak Menular dan Kepala Koordinator Gizi Puskesmas Ngadirejo secara garis besar masalah yang dihadapi yaitu pola makan dan gaya hidup yang kurang baik. Tujuan penelitian yaitu mengetahui hubungan gaya hidup dan pola makan dengan kejadian hipertensi di Desa Ngadirejo. Metode penelitian yaitu kuantitatif dengan metode pendekatan Survei Case controll. Penelitian dilakukan di Desa Ngadirejo dengan populasi 26 Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Total sampling. Sampel pada penelitian berjumlah 26 kasus dan 26 kontrol total 52 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dan hasil penelitian dianalisis dengan uji Chi Square. Hasil penelitian didapatkan pada variabel gaya hidup, terdapat hubungan yang signifikan antara gaya hidup terhadap kejadian hipertensi dengan nilai nilai p-value . Dan pada variabel pola makan, terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan terhadap kejadian hipertensi dengan nilai p-value . Kesimpulan: Terdapat hubungan antara gaya hidup dan pola makan dengan kejadian hipertensi di Desa Ngadirejo. Kecamatan Ngadirejo. Kabupaten Temanggung. Jawa Tengah. This is an open access article under the CCAeBY-SA license. Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian, 7. , 2025 Hodiri Adi Putra PENDAHULUAN Menurut data yang ada, secara global 22% penduduk dunia menderita hipertensi (Kemenkes, 2. Di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah menyumbang dua pertiga dari kasus hipertensi. Pada tahun 2015 sekitar 1,13 miliar orang di dunia hidup dengan hipertensi, artinya satu dari empat pria dan satu dari lima wanita di seluruh dunia menderita hipertensi. Prevalensi hipertensi di setiap tahun akan terus meningkat. Diperkirakan akan ada 1,5 miliar orang yang hidup dengan hipertensi pada tahun 2025, dan 9,4 juta di antaranya akan meninggal karena hipertensi dan komplikasi lainnya (WHO. Hipertensi menjadi penyebab utama kematian di Amerika Serikat pada tahun 2019 dengan jumlah lebih dari setengah juta orang. Prevalensi hipertensi di Indonesia berdasarkan hasil pengukuran menurut usia Ou18 tahun di setiap tahunnya cenderung meningkat. Menurut data Riskesdas tahun 2013 penduduk Indonesia yang mengalami hipertensi sebesar 25,8% yang kemudian meningkat pada tahun 2018 sebesar 34,11% dari keseluruhan penduduk dewasa. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018, terdapat 4 provinsi yang memiliki prevalensi hipertensi tertinggi berdasarkan hasil pengukuran pada penduduk umur Ou18 tahun yaitu Kalimantan Selatan . ,13%). Jawa Barat . ,60%). Kalimantan Timur . ,30%), dan Jawa Tengah . ,57%). Jawa Tengah sendiri berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah pada penduduk menurut usia Ou18 tahun yaitu menempati posisi tertinggi keempat dengan prevalensi rata-rata penderita hipertensi melebihi prevalensi hipertensi di Indonesia (Riskesdas, 2. Menurut Profil Kesehatan Jawa Tengah, berdasarkan hasil rekapitulasi data kasus baru Penyakit Tidak Menular (PTM), jumlah kasus baru PTM yang dilaporkan secara keseluruhan pada tahun 2021 adalah 4. 517 kasus. Penyakit hipertensi masih menempati proporsi terbesar dari seluruh PTM yang dilaporkan, yaitu sebesar 76,5 persen, sedangkan urutan kedua terbanyak adalah Diabetes Mellitus sebesar 10,7 persen. Dua penyakit tersebut menjadi prioritas utama pengendalian PTM di Jawa Tengah. Jika Hipertensi dan Diabetes Melitus tidak dikelola dengan baik maka akan menimbulkan PTM lanjutan seperti Jantung. Stroke. Gagal Ginjal, dan sebagainya. Pengendalian PTM dapat dilakukan dengan intervensi yang tepat pada setiap sasaran/ kelompok populasi tertentu sehingga peningkatan kasus baru PTM dapat ditekan. Menurut Profil Kesehatan Kabupaten Temanggung, penyakit hipertensi masih menempati posisi pertama dari seluruh PTM yang dilaporkan. Penderita hipertensi selalu meningkat setiap tahunnya yaitu pada tahun 2020 ada 43. 629, pada tahun 2021 sejumlah 107 dan tahun 2022 terdapat 177. 289 orang menderita hipertensi (Data Dinkes Kabupaten Temanggung 2. Hipertensi terjadi pada kelompok umur 31-44 tahun . ,6%), umur 45-54 tahun . ,3%), umur 55-64 tahun . ,2%). Dari prevalensi hipertensi sebesar 34,1% diketahui bahwa sebesar 8,8% terdiagnosis hipertensi dan 13,3% orang yang terdiagnosis hipertensi tidak minum obat serta 32,3% tidak rutin minum obat. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar penderita Hipertensi tidak mengetahui bahwa dirinya Hipertensi sehingga tidak mendapatkan pengobatan. Berdasarkan data pencapaian dan analisa PTM hipertensi yang diperoleh dari Puskesmas Ngadirejo pada tahun 2023 ditemukan sebanyak 6325 kasus. Prodi Teknologi Pangan Universitas Widya Mataram Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian, 7. , 2025 Hodiri Adi Putra Menurut data hipertensi yang diperoleh dari Puskesmas Ngadirejo, jika dilihat dari angka capaian penemuan kasus hipertensi di Desa Ngadirejo di tahun 2024 ini sebanyak 784 kasus hipertensi. Desa Ngadirejo merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Ngadirejo. Berdasarkan informasi dari Kepala Koordinator PTM dan Kepala Koordinator Gizi Puskesmas Ngadirejo secara garis besar masalah yang dihadapi yaitu pola makan dan gaya hidup yang kurang baik. Berdasarkan observasi yang dilakukan pada tanggal 29 September 2024 di Puskesmas Ngadirejo. Wawancara dilakukan dengan menemui Kepala Koordinator PTM dan Kepala Koordinator Gizi Puskesmas Ngadirejo didapat data bahwa di Desa Ngadirejo yang terkena hipertensi terbaru pada bulan Agustus ini sebanyak 132 orang, dari data tersebut terdapat banyak masyarakat yang mengalami kejadian hipertensi dengan pengaruh terbanyak kejadian hipertensi tersebut disebabkan oleh gaya hidup dan pola makan yang kurang baik, seperti kurangnya melakukan aktivitas fisik dan mengkonsumsi garam dan lemak berlebih. Berdasarkan latar belakang diatas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul hubungan gaya hidup dan pola makan dengan kejadian hipertensi di Desa Ngadirejo. Kecamatan Ngadirejo. Kabupaten Temanggung. Jawa Tengah. KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS Hipertensi merupakan penyakit yang sering kita jumpai di masyarakat sekitar dan penyakit ini sangat beresiko karena bisa menyebabkan komplikasi bagi penderitanya. Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah melewati batas normal sistolik 140 mmHg atau lebih dan diastolik 90 mmHg atau lebih pada 2 kali pengukuran dalam waktu selang 2 menit (Erdwin Wicaksana et al. , 2. Pola makan adalah berbagai informasi yang memberikan gambaran mengenai macam dan jumlah bahan makanan yang dimakan setiap hari oleh satu orang dan merupakan ciri khas suatu kelompok masyarakat tertentu (Anisah, 2. Gaya hidup adalah pola perilaku sehari-hari yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang. Gaya hidup juga dapat diartikan sebagai cara hidup yang diekspresikan melalui aktivitas. Gaya hidup yang kurang sehat seperti pola makan . onsumsi gara. , kurangnya aktivitas fisik, dan merokok. Penyakit Tidak Menular (PTM) disebabkan oleh gaya hidup seseorang seperti pola makan . onsumsi gara. , aktivitas fisik, dan merokok yang menimbulkan terjadinya penyakit hipertensi (Burhan, 2. Hipotesis dalam penelitian ini yaitu : Ada hubungan gaya hidup dengan kejadian hipertensi di Desa Ngadirejo Temanggung Jawa Tengah. Ada hubungan pola makan dengan kejadian hipertensi di Desa Ngadirejo Temanggung Jawa Tengah. METODE PENELITIAN Metode penelitian ini adalah kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian survei analitik. Penelitian survei analitik analisis korelasi dapat diketahui seberapa jauh kontribusi faktor risiko tertentu terhadap adanya suatu kejadian tertentu . dengan Prodi Teknologi Pangan Universitas Widya Mataram Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian, 7. , 2025 Hodiri Adi Putra pendekatan case control. Adalah suatu penelitian . analitik yang menyangkut bagaimana faktor resiko dipelajari dengan menggunakan pendekatan retrospective. Populasi sebanyak 26 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik non random sampling . on probabilit. , metode pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling yaitu pengambilan sampel dimana seluruh populasi dijadikan sampel (Sugiono 2. Sampel pada penelitian ini dengan membandingkan 1:1 yaitu 26 kelompok kasus hipertensi . dan 26 kelompok normal . Jadi sampel yang akan diteliti dalam penelitian ini sebanyak 52 responden. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Karakteristik dalam penelitian ini diklasifikasikan menjadi beberapa hal yaitu: Umur. Tingkat Pendidikan, dan Pekerjaan. Adapun gambaran distribusi frekuensi karakteristik responden dapat dilihat pada tabel berikut: Karakteristik responden berdasarkan umur Tabel 1 Karakteristik responden berdasarkan umur Presentase Tidak Umur Hipertensi Hipertensi (Tahu. 50- 59 60- 69 >70 Total 23,08 46,15 30,77 11,54 76,92 11,54 Berdasarkan hasil penelitian pada tabel 1 diatas yang dilakukan pada 52 responden didapatkan bahwa untuk responden yang mengalami hipertensi berumur antara 50-59 tahun sebanyak 6 orang . ,08 %) sedangkan yang tidak hipertensi sebanyak 3 orang . ,54%), kemudian untuk responden yang mengalami hipertensi umur 60-69 tahun sebanyak 12 orang . ,15 %) sedangkan yang tidak hipertensi sebanyak 20 orang . ,92 %), kemudian untuk responden yang mengalami hipertensi umur > 70 tahun sebanyak 8 orang. ,77%), sedangkan yang tidak hipertensi sebanyak 3 orang . ,54 %). Prodi Teknologi Pangan Universitas Widya Mataram Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian, 7. , 2025 Hodiri Adi Putra Karakteristik responden berdasarkan pendidikan Tabel 2 Karakteristik responden berdasarkan umur Presentase Tidak Pendidikan Hipertensi Hipertensi 15 57,69 16 61,54 SMP 19,23 19,23 SMA 15,38 DIPLOMA 3,85 3,85 19,23 Total Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada tabel 2 diatas dari jumlah 52 responden didapatkan hasil responden yang berpendidikan S1 responden hipertensi sebanyak 1 orang . ,85%), sedangkan untuk yang tidak hipertensi sebanyak 5 orang . ,23 %), kemudian responden hipertensi yang berpendidikan diploma sebanyak 1 orang . ,85 %), sedangkan untuk yang tidak hipertensi 0 orang . %), kemudian responden hipertensi yang berpendidikan SMA sebanyak 4 orang . ,38 %), sedangkan untuk yang tidak hipertensi 0 orang . %), kemudian responden hipertensi yang berpendidikan SMP sebanyak 5 orang . ,23 %), sedangkan untuk yang tidak hipertensi sebanyak 5 orang . ,23 %). Responden hipertensi yang berpendidikan SD sebanyak 15 orang . ,69 %), sedangkan untuk yang tidak hipertensi sebanyak 16 orang . ,54 %). Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan Tabel 3 Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan Presentase Tidak Pekerjaan Hipertensi Hipertensi 7,69 3,85 Swasta Pedagang 11,54 15,38 TidakBekerja 11,54 15,38 IRT 30,77 19,23 Buruh 11,54 11,54 11,54 Pensiunan 26,92 23,08 Petani Total Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada tabel 3 diatas dari jumlah 52 responden didapatkan hasil responden yang memiliki perkejaan swasta responden hipertensi sebanyak 2 orang . ,69 %), sedangkan untuk yang tidak hipertensi sebanyak 1 orang . ,84 Prodi Teknologi Pangan Universitas Widya Mataram Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian, 7. , 2025 Hodiri Adi Putra %), kemudian responden hipertensi yang memiliki perkerjaan sebagai pedagang sebanyak 3 orang . ,54 %), sedangkan untuk yang tidak hipertensi sebanyak 4 orang . ,38%), kemudian responden hipertensi yang tidak bekerja sebanyak 3 orang . ,54 %), sedangkan untuk yang tidak hipertensi sebanyak 3 orang . ,54 %), kemudian responden hipertensi yang sebagai IRT sebanyak 8 orang . ,77 %), sedangkan untuk yang tidak hipertensi sebanyak 6 orang, . ,08 %), kemudian responden hipertensi yang pekerjaannya sebagai buruh sebanyak 0 orang . %), sedangkan untuk yang tidak hipertensi sebanyak 3 orang . ,54 %), kemudian responden hipertensi sebagai pensiunan sebanyak 3 orang . ,54 %), sedangkan untuk yang tidakhipertensisebanyak3orang . ,54%), kemudian responden hipertensi yang memiliki perkerjaan sebagai petani sebanyak 7 orang . ,92 %), sedangkan untuk yang tidak hipertensi sebanyak 6 orang . ,08 %). Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin Tabel 4 Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan Presentase Jenis Tidak Hipertensi Kelamin Hipertensi LakiAelaki 26,92 23,08 Perempuan 19 73,08 20 76,92 Total Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada tabel 4 diatas dari jumlah 52 responden, didapatkan hasil responden dengan jenis kelamin laki - laki responden yang hipertensi sebanyak 7 orang . ,92 %), sedangkan responden yang tidak hipertensi sebanyak 6 orang . ,08 %), kemudian responden yang hipertensi dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 19 orang . ,08 %),sedangkan responden dengan jenis kelamin perempun yang tidak hipertensi sebanyak 20 orang . ,92 %) Analisis Univariat Tabel 5 Distribusi Frequensi berdasarkan gaya hidup Gaya Hidup Frequensi Tidak Hipertensi Hipertensi Baik 11 21,2% 21 Cukup 13 25,0% 5 Kurang 2 3,8% Total 26 50% 26 40,4% 9,6% Total 61,6% 34,6% 3,8% Berdasarkan tabel 5 diatas dari penelitian menggunakan kuesioner gaya hidup di Desa Ngadirejo Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Temanggung Jawa Tengah tahun 2024. Prodi Teknologi Pangan Universitas Widya Mataram Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian, 7. , 2025 Hodiri Adi Putra Dapat diketahui dari 52 responden hipertensi tingkat gaya hidup pada kategori baik sebanyak 11 responden dengan presentase 21. 2 %, sedangkan responden tidak hipertensi sebanyak 21 responden dengan presentase 40. 4 %, kemudian jumlah responden hipertensi dengan gaya hidup cukup sebanyak 13 responden dengan presentase 25. 0 %, sedangkan responden tidak hipertensi sebanyak 5 responden dengan presentase 9,6 %, diikuti dengan jumlah responden hipertensi dengan gaya hidup kurang sebanyak 2 responden dengan presentase 3,8 %, dan responden tidak hipertensi 0 responden dengan presentase 0 %. Tabel 6 Distribusi Frequensi berdasarkan pola makan Frequensi Pola Total Tidak Makan Hipertens Hipertensi N % Baik 0 0% 11,5% 11,5% Cukup 15 28,8% 13 25,0% 53,8% Kurang 11 21,2% 7 13,5% 34,7% 50% 100% Total 26 50% 26 Berdasarkan table 6 diatas dari penelitian menggunakan kuesioner pola makan di Desa Ngadirejo Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Temanggung Jawa Tengah. Dapat diketahui dari 52 responden hipertensi tingkat pola makan pada kategori baik sebanyak 0 responden dengan presentase 0 %, sedangkan responden tidak hipertensi sebanyak 6 responden dengan presentase 11,5 %, kemudian jumlah responden hipertensi dengan pola makan cukup sebanyak 15 responden dengan presentase 28,8 %, sedangkan responden tidak hipertensi sebanyak 13 responden dengan presentase 25,0 %, diikuti dengan jumlah responden hipertensi dengan pola makan kurang sebanyak 11 responden dengan presentase 21,2 %, sedangkan responden tidak hipertensi sebanyak 7 responden dengan presentase 13,5 Tabel 7 Distribusi Frequensi berdasarkan kejadian hipertensi Kejadian Hipertensi N TidakHipertensi Hipertensi Total Berdasarkan table 7 diatas dari penelitian menggunakan kuesioner dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah pada masyarakat Desa Ngadirejo yang melakukan control atau pemeriksaan di Puskesmas Ngadirejo. Temanggung. Jawa Tengah. Dapat diketahui dari 52 responden tingkat tensi pada kategori tidak hipertensi sebanyak 26 responden dengan presentase 50. 0 %, kemudian responden tingkat tensi pada kategori tidak hipertensi sebanyak 26 responden dengan presentase 50. 0 %. Analisis Bivariat Prodi Teknologi Pangan Universitas Widya Mataram Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian, 7. , 2025 Hodiri Adi Putra Hubungan gaya hidup dengan kejadian hipertensi di Desa Ngadirejo Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Temanggung Jawa Tengah Tahun 2024. Dalam penelitian ini untuk menganalisis ada tidaknya hubungan antara setiap variabel independen dengan variabel dependen. Uji yang digunakan adalah Chi Square. Data yang didapatkan setelah di uji menggunakan program SPSS16. adalah sebagai berikut: Tabel 8 Hubungan gaya hidup dengan kejadian hipertensi Gaya Hidup Kurang Cukup Baik Total Kejadian Hipertensi Tidak Total Hipertensi Hipertensi . ,8%) ,0%) ,6%) ,6%) ,2%) ,4%) ,6%) Berdasarkan tabel 8 diatas dapat kita ketahui bahwa hasil tabulasi silang . gaya hidup terhadap kejadian hipertensi, masyarakat yang memiliki gaya hidup kurang baik dan mengalami hipertensi sebanyak 2 orang . %), kemudian masyarakat yang memiliki gaya hidup kurang baik dan tidak mengalami hipertensi . sebanyak 0 orang atau 0 %, jumlah total adalah sebanyak 2 responden dengan presentase 3,8% dari total jumlah keseluruhan 52 responden. Lalu untuk responden yang memiliki gaya hidup cukup baik dan mengalami hipertensi sebanyak 13 orang atau 25,0 % kemudian masyarakat yang memiliki gaya hidup cukup baik dan tidak mengalami hipertensi . sebanyak 5 orang atau 9,6 %, jumlah total adalah sebanyak 18 responden dengan presentase 34,6 % dari total jumlah keseluruhan 52 responden. Sedangkan untuk responden yang memiliki gaya hidup baik dan mengalami hipertensi sebanyak 11 orang atau 21,2 % kemudian masyarakat yang memiliki gaya hidup baik dan tidak mengalami hipertensi . sebanyak 21 orang atau 40,4 %, jumlah total adalah sebanyak 32 responden dengan presentase 61,6 % dari total jumlah keseluruhan 52 Tabel 9 Prodi Teknologi Pangan Universitas Widya Mataram Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian, 7. , 2025 Hodiri Adi Putra Hasil Analisis Chi Square Hubungan Gaya Hidup dengan kejadian hipertensi Chi-SquareTests Value Asymptotic Significance . -side. Pearson ChiSquare Likelihood Ratio Linear-by-Linear Association Nof Valid Cases 2 cells . ,3%) have expected countless than 5. Theminimum expected count is 1. Berdasarkan tabel 9 di atas didapat nilai P value 0. 013 < . dan value 8. dari nilai table chi square dengan df 2 taraf signifikan 0. 05, sehingga dapat di tarik kesimpulan H0 di tolak dan Ha diterima, artinya terdapat hubungan yang signifikan antara gaya hidup dengan kejadian hipertensi di Desa Ngadirejo Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Temanggung Jawa Tengah. Tabel 10 Hubungan Pola Makan dengan kejadian hipertensi Pola Makan Kurang Kejadian Hipertensi Total Tidak Hipertensi Hipertensi ,2%) ,5%) . ,7%) Cukup . ,8%) . ,0%) . ,8%) Baik . %) . ,5%) . ,5%) Total Berdasarkan tabel 10 diatas dapat diketahui bahwa hasil tabulasi silang . pola makan terhadap kejadian hipertensi, masyarakat yang memiliki pola makan kurang baik dan mengalami hipertensi sebanyak 11 orang . ,2%), kemudian masyarakat yang memiliki pola makan kurang baik dan tidak mengalami hipertensi . sebanyak 7 orang atau 13,5 %, jumlah total adalah sebanyak 18 responden dengan presentase 34,7% dari total jumlah keseluruhan 52 responden. Lalu untuk responden yang memiliki pola makan cukup baik dan mengalami hipertensi sebanyak 15 orang atau 28,8 % kemudian masyarakat yang memiliki pola makan cukup baik dan tidak mengalami hipertensi . sebanyak 13 Prodi Teknologi Pangan Universitas Widya Mataram Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian, 7. , 2025 Hodiri Adi Putra orang atau 25,0 %, jumlah total adalahsebanyak 28 responden dengan presentase 53,8 % dari total jumlah keseluruhan 52 responden. Sedangkan untuk responden yang memiliki pola makan baik dan mengalami hipertensi sebanyak 0 orang atau 0 % kemudian masyarakat yang memiliki pola makan baik dan tidak mengalami hipertensi . sebanyak 6 orang atau 11,5 %, jumlah total adalah sebanyak 6 responden dengan presentase 11,5 % dari total jumlah keseluruhan 52 responden. Tabel 11 Hasil Analisis Chi Square Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Hipertensi Chi-SquareTests Asymptotic Value Significance . -side. Pearson ChiSquare Likelihood Ratio Linear-by-Linear Association NofValidCases 2 cells . ,3%) have expected countless The minimum expected countis 3,00. Berdasarkan tabel 11 di atas didapat nilai P Sig. 030 < . dan value 7. 032 > dari nilai table chi square dengan df 2 taraf signifikan 0. 05 yaitu 5. 991, sehingga dapat di tarik kesimpulan H0 di tolak dan Ha diterima, artinya terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian hipertensi di Desa Ngadirejo Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Temanggung Jawa Tengah. KESIMPULAN DAN SARAN Hasil penelitian yang telah dilakukan di Desa Ngadirejo. Kecamatan Ngadirejo. Kabupaten Temanggung. Jawa Tengah Tahun 2024 dengan 52 sampel dapat disimpulkan bahwa Terdapat hubungan antara gaya hidup dengan kejadian hipertensi di Desa Ngadirejo. Kecamatan Ngadirejo. Kabupaten Temanggung Jawa Tengah Tahun 2024. Selain itu, terdapat hubungan antara pola makan dengan kejadian hipertensi di Desa Ngadirejo. Kecamatan Ngadirejo. Kabupaten Temanggung Jawa Tengah Tahun 2024. DAFTAR PUSTAKA