AGREGAT Vol. No. November 2017 ISSN : 2541 - 0318 [ Online ] ISSN : 2541 - 2884 [ Print ] Pengaruh Biaya Pekerjaan Dan Waktu Terhadap Struktur Konstruksi Dan Kinerja Proyek Pembetonan Jalan Di Kota Makassar Ahmad AC Prodi Teknik Sipil Pengairan. Fakultas Teknik. Universitas Muhammadiyah Makassar Jl. Sultan Alauddin No. 259 Makassar 90221. Telp: . 866 972 Email: sangkala62@gmail. Abstract The existing of the road conditions in Makassar City show that some road conditions have been on the asphalt often experience damage, soil pressure decreases, uneven road surface, and no buffer drainage of groundwater absorption. This condition becomes a consideration of the need to do the road concretion. Entrusting the concrete work done so far shows that contractors doing the road repair work have low project performance. This study aims to determine the direct effects of the cost of work and time on construction structures and the performance of the road concreting projects, the direct impact of construction structures and the performance of road concreting projects, also the indirect effect of the cost of work and time through the construction structures on the performance of road concreting projects. The study was conducted in Makassar. Types of data are quantitative and qualitative data. Sources of data in this study consist by primary and secondary data. The population in this research is all road construction worker for Makassar area. The sample was determined by purposive sampling by assigning 321 respondents. Data analysis technique used in this research is descriptive statistical analysis technique and Structural Equation Modeling (SEM) analysis. The result of this study found that the cost of work directly has a positive and significant effect on the construction structure of road The time directly affects positively and significantly to the construction structure of road concretions. Employment costs directly have a positive and significant impact on the performance of the road concreting project. The time directly affects negatively and insignificantly on the performance of the road concreting project. The structure of the construction directly effects positively and significantly to the performance of the road concreting project. The employment cost indirectly through the construction structure has a positive and significant impact on the performance of the road concreting project. The time indirectly through the structure of the construction has a positive and insignificant effect on the performance of the road concreting project. Keywords: Employment Cost. Time. Construction Structure and Project Performance Abstrak Kondisi jalan yang ada di Kota Makassar dewasa ini memperlihatkan ada beberapa kondisi jalan yang sudah di aspal sering mengalami kerusakan, tekanan tanah yang menurun, permukaan jalan yang tidak merata, dan tidak memiliki drainase penyangga penyerapan air tanah. Kondisi inilah menjadi pertimbangan perlunya melakukan pembetonan jalan. Mempercayakan pekerjaan pembetonan yang dilakukan selama ini memperlihatkan bahwa para kontraktor yang melakukan pekerjaan perbaikan jalan memiliki kinerja proyek yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara langsung biaya pekerjaan dan waktu terhadap struktur konstruksi dan kinerja proyek pembentonan jalan, pengaruh secara langsung struktur konstruksi dan kinerja proyek pembetonan jalan, serta pengaruh tidak langsung biaya pekerjaan dan waktu melalui struktur konstruksi terhadap kinerja proyek pembetonan jalan. Penelitian dilaksanakan di Kota Makassar. Jenis data yaitu kuantitatif dan data kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja pembetonan jalan untuk wilayah Makassar. Penentuan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan menetapkan 321 responden. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis statistik deskriptif dan analisis Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menemukan biaya pekerjaan secara langsung berpengaruh positif dan signifikan terhadap struktur konstruksi pembetonan jalan. Waktu secara langsung berpengaruh positif dan signifikan terhadap struktur konstruksi pembetonan jalan. Biaya pekerjaan secara langsung berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja proyek pembetonan jalan. Waktu secara langsung berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kinerja proyek pembetonan jalan. Struktur konstruksi secara langsung berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja proyek pembetonan jalan. Biaya pekerjaan secara tidak langsung melalui struktur konstruksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja proyek pembetonan jalan. Waktu secara tidak langsung melalui struktur konstruksi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja proyek pembetonan jalan. Kata Kunci: Biaya Pekerjaan. Waktu. Struktur Konstruksi dan Kinerja Proyek Pengaruh biaya pekerjaanA/Ahmad AC /hal. AGREGAT Vol. No. November 2017 PENDAHULUAN Kota Makassar mempunyai misi sebagai kota dunia, sehingga infrastruktur jalan menjadi perhatian Pemerintah Kota Makassar untuk senantiasa melakukan perbaikan kondisi jalan khususnya melakukan pembetonan di sepanjang jalan protokol yang ada di Kota Makassar. Hal ini dimaksudkan agar memberikan aspek aksesibilitas dan kenyamanan dari pengguna jalan yang ada di Kota Makassar. Menurut Budianto . perbaikan konstruksi jalan utama atau protokol di daerah perkotaan merupakan sebuah bentuk pelayanan yang diberikan oleh pihak pemerintah kota untuk menjamin aksesibilitas dan kenamanan pengguna jalan. Ini menjadi penting mengingat keberadaan jalan merupakan urat nadi aktivitas kehidupan masyarakat untuk melakukan berbagai kegiatannya dari satu tempat ke tempat yang lain. Penyediaan infrastruktur jalan merupakan wujud kebijakan dari pemerintah untuk memberikan kesejahtearan kepada masyarakat. Atas dasar itu maka dilakukan berbagai kegiatan pembetonan jalan yang ada berbagai wilayah Kota Makassar. Pekerjaan pembetonan ini ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pehubungan dalam hal ini Bina Marga untuk menetapkan dan menentukan jalan-jalan yang mendapat prioritas untuk dilakukan pembetonan. Fenomena kondisi jalan yang ada di Kota Makassar dewasa ini memperlihatkan ada beberapa kondisi jalan yang sudah di aspal sering mengalami kerusakan, tekanan tanah yang menurun, permukaan jalan yang tidak merata, dan tidak memiliki drainase penyangga penyerapan air tanah. Kondisi inilah menjadi pertimbangan perlunya melakukan pembetonan jalan. Mempercayakan pekerjaan pembetonan yang dilakukan selama ini memperlihatkan bahwa para kontraktor yang melakukan pekerjaan perbaikan jalan memiliki kinerja proyek yang rendah. Karena selama ini kegiatan pekerjaan perbaikan jalan hanya dilakukan dengan pengaspalan ulang atau melakukan penempelan atau penebalan permukaan aspal jalan, yang konsekuensinya setiap tahun kondisi jalan juga selalu mengalami kerusakan, apalagi setelah musim hujan. Atas dasar ini maka pemerintah melakukan perbaikan jalan dengan pembetonan jalan yang dianggap representatif untuk diperbaiki sesuai kondisi struktur jalan, aktivitas jalan dan akses jalan. Menilai kinerja proyek dari beberapa kontraktor yang belum layak baik dilihat secara kuantitas panjang jalan yang telah diperbaiki, kualitas jalan, alokasi anggaran pekerjaan yang efisiensi dan efektivitas pemanfaatan jalan. Tentu ini menjadi pertimbangan untuk menilai kinerja proyek pembetonan yang ada di Kota Makassar. Norton . menyatakan bahwa kinerja proyek konstruksi jalan seharusnya dinilai dari penilaian kuantitas, kualitas, efisien dan efektivitas konstruksi jalan. ISSN : 2541 - 0318 [ Online ] ISSN : 2541 - 2884 [ Print ] Kenyataan penyebab dari kinerja proyek pembetonan secara langsung sangat dipengaruhi oleh kondisi struktur konstruksi. Pembuatan jalan beton tidak terlepas dari struktur konstruksi dalam bentuk struktur konstruksi padat, struktur konstruksi beban dan struktur konstruksi ekonomis. Ketiga bentuk konstruksi ini sangat mempengaruhi kinerja proyek konstruksi pembetonan yang Schodek . menyatakan bahwa struktur konstruksi berupa struktur padat, beban dan ekonomis sangat mempengaruhi kinerja proyek konstruksi pengadaan Pembangunan jalan beton yang ada di Kota Makassar masih belum mempertimbangkan aspek struktur konstruksi dan kinerja proyek. Karena itu perbaikan jalan beton belum seluruhnya dapat dikerjakan. Hal ini tidak terlepas dari pertimbangan biaya pekerjaan dan waktu pekerjaan sebagai variabel bebas yang memberikan pengaruh terhadap struktur konstruksi dan kinerja proyek. Heln . menyatakan bahwa banyak kegiatan proyek pembangunan pembetonan jalan mandek atau berhenti dikarenakan pertimbangan biaya dan waktu pekerjaan. Karena itu perlu ada suatu analisis tentang perhitungan biaya dan pemanfaatan waktu dalam melakukan suatu kegiatan proyek pembangunan konstruksi. Biaya pekerjaan proyek pengadaan pembetonan jalan, tentu membutuhkan biaya yang cukup besar dalam satu kali pengadaan proyek. Bisa menggunakan anggaran milyaran sampai triliunan. Hal yang menjadi penilaian dari setiap pembiayaan pekerjaan proyek ditentukan oleh empat alokasi pembiayaan yaitu alokasi pembiayaan material, pembiayaan upah pekerja, pembiayaan alat/perlengkapan kerja dan pembiayaan operasional. Unsur-unsur pembiayaan ini membutuhkan alokasi anggaran yang mempengaruhi struktur konstruksi dan kinerja proyek. Selain biaya, waktu juga merupakan variabel yang secara langsung memberikan pengaruh terhadap struktur konstruksi dan kinerja proyek pengadaan pembetonan jalan. Alonso . menyatakan bahwa kegiatan pembangunan pengadaan konstruksi jalan membutuhkan waktu penyelesaian yang harus terencana secara matang khususnya dalam mempertimbangkan penggunaan alokasi waktu kerja. Menilai penggunaan waktu kerja pembangunan pembetonan jalan tidak terlepas dari penentuan waktu persiapan pekerjaan, menentukan jadwal waktu kerja, menentukan lama pekerjaan dan memperhatikan kondisi waktu pekerjaan. Pengaruh biaya pekerjaanA/Ahmad AC /hal. AGREGAT Vol. No. November 2017 Armando . menyatakan penilaian waktu dalam menyelesaikan proyek pembangunan sangat ditentukan oleh penggunaan waktu persiapan kerja, penentuan jadwal waktu kerja penyelesaian proyek, menentukan lama pekerjaan dalam setiap periode proyek dan menentukan kondisi pekerjaan. Ini merupakan penilaian penting yang berkaitan dengan penggunaan waktu Penggunaan biaya pekerjaan dan waktu pekerjaan dari suatu kegiatan proyek pembetonan jalanan berperan penting dalam memberikan pengaruh secara langsung dan tidak langsung terhadap penentuan struktur konstruksi dan penilaian kinerja proyek. Karena itu menjadi pertimbangan untuk melakukan penelitian mengenai pengaruh biaya dan waktu terhadap struktur konstruksi dan kinerja proyek pembetonan jalan di Kota Makassar. TINJAUAN PUSTAKA Penelitian ini didasari oleh beberapa teori dan konsep yang berkaitan dengan manajemen konstruksi, konsep biaya pekerjaan pembangunan, konsep waktu pekerjaan pembangunan, konsep struktur konstruksi dan konsep kinerja proyek, sebagai rujukan ilmiah untuk mengkaji pengaruh secara langsung dan tidak langsung variabel biaya terhadap struktur konstruksi, waktu terhadap struktur konstruksi, biaya terhadap kinerja proyek, waktu terhadap kinerja proyek, struktur konstruksi terhadap kinerja proyek. Menurut Stoner dan Wankel . manajemen konstruksi adalah suatu proses dalam merencanakan, mengorganisir, melaksanakan dan mengawasi setiap pekerjaan konstruksi bangunan agar dapat memanfaatkan sumber daya yang ada dalam organisasi untuk mencapai Pengertian manajemen konstruksi ini biasanya digunakan berkaitan dengan adanya proyek pembangunan, yang didesain sesuai dengan manajemen konstruksi agar menghasilkan proyek pembangunan yang sesuai dengan Teori manajemen merupakan dasar dalam menerapkan manajemen konstruksi. Teori manajemen yang diperkenalkan oleh Terry . bahwa manajemen adalah suatu tata kerja yang tersusun sesuai tujuan organisasi dengan menerapkan fungsi manajemen. Aktivitas manajemen konstruksi meliputi penataan waktu pekerjaan suatu proyek, penataan biaya pekerjaan suatu proyek, penataan struktur konstruksi fisik suatu proyek dan melakukan penilaian kinerja proyek, sehingga manajemen konstruksi merupakan hal yang sangat pembangunan pembetonan seperti pembetonan jalan. Pengaruh biaya pekerjaanA/Ahmad AC /hal. ISSN : 2541 - 0318 [ Online ] ISSN : 2541 - 2884 [ Print ] Tujuan dari manajemen konstruksi adalah mengelola fungsi manajemen sedemikian rupa agar menghasilkan proyek pembangunan konstruksi yang pelaksanaannya memanfaatkan biaya, waktu, struktur dan kinerja secara optimal dalam menghasilkan pembangunan yang berkualitas. Arvendor . \ menyatakan bahwa biaya pekerjaan pembangunan selalu mempertimbangkan manfaat penggunaan anggaran. Teori utility dikemukakan oleh Davis . bahwa penggunaan biaya pekerjaan penggunaan harus memiliki nilai utility. Semakin besar tingkat utility maka semakin efektif penggunaan biaya. Teori ini yang mendasari pentingnya penilaian biaya pekerjaan pembangunan dalam mempengaruhi struktur konstruksi dan penilaian kinerja proyek. Selain pertimbangan penggunaan waktu pekerjaan juga hal yang berperan penting dari kegiatan pembangunan konstruksi. Roger . menyatakan bahwa waktu dalam pekerjaan konstruksi sangat berperan penting di dalam menentukan keberhasilan pembangunan struktur konstruksi dan penilaian kinerja proyek. Teori efisiensi kerja dari Dekker . menyatakan bahwa efisiensi waktu kerja pembangunan proyek sangat ditentukan oleh persiapan, jadwal, lama pekerjaan dan kondisi pekerjaan. Semakin diminimalkan waktu kerja tersebut maka semakin efisien hasil kerja yang dicapai. Hendrawan . menyatakan bahwa terjadi efisiensi dan efektivitas biaya dan waktu dalam menjamin mutu konstruksi dan peningkatan kinerja proyek pembetonan jalan bila dilakukan dengan berpedoman pada manajemen konstruksi. Berarti kegiatan pembangunan pembetonan jalan harus dilakukan secara terencana, terlaksana, terorganisir, terarah dan terawasi khususnya pada pengalokasian biaya anggaran pekerjaan, penggunaan waktu kerja yang efisien, struktur konstruksi yang tahan dan penilaian kinerja proyek yang layak. Gulmen . menegaskan bahwa kegiatan pembetonan jalan selalu mempertimbangkan biaya kerja, waktu pekerjaan, struktur konstruksi dan kinerja proyek. Variabel-variabel ini secara langsung maupun tidak langsung selalu menjadi pertimbangan untuk dilihat seberapa besar pengaruhnya dalam melakukan kegiatan pembangunan proyek pembetonan jalan. Norton . menyatakan bahwa biaya kerja suatu proyek pembetonan dapat dilihat dari alokasi anggaran yang dilakukan untuk pembiayaan material, pembiayaan upah, pembiayaan pengadaan alat dan pembiayaan operasional. Wujud dari pembiayaan ini sangat menentukan struktur konstruksi. AGREGAT Vol. No. November 2017 Struktur konstruksi merupakan pertimbangan yang sangat menentukan dalam menilai kualitas konstruksi. Struktur konstruksi tidak terlepas dari penilaian tingakt kepadatan material, pemberatan material dan penilaian ekonomis dari struktur yang digunakan. Bagus tidaknya sebuah struktur konstruksi sangat tergantung pada material yang digunakan. Karena itu biaya dan waktu memberikan pengaruh yang besar terhadap nilai struktur konstruksi Antonio . mengemukakan teori ketahanan . bahwa ketahanan struktur konstruksi ditentukan oleh nilai kepadatan, tingkat bobot . bahan dan nilai ekonomis bahan yang digunakan. Penilaian tentang biaya, waktu dan struktur konstruksi ini secara langsung mempengaruhi penilaian kinerja proyek. Teori hasil yang dikemukakan oleh Furtwengler . menyatakan bahwa kinerja proyek adalah pencapaian hasil kerja dari aktivitas pembangunan prooyek yang memberikan manfaat dan keuntungan. Menilai hasil kerja sebagai penilaian kinerja proyek dapat dinilai dari hasil kerja pembangunan secara kuantitas, kualitas, efisien dan efektif. METODE PENELITIAN Lokasi penelitian dilaksanakan di Kota Makassar sebagai obyek penelitian untuk melihat pengaruh biaya pekerjaan dan waktu terhadap struktur konstruksi dan kinerja proyek pembetonan jalan. Waktu penelitian telah dilaksanakan selama 6 bulan Februari sampai Juli 2017. Jenis data ada dua yaitu data kuantitatif dan data Dalam penelitian ini menggunakan data penelitian kuantitatif yaitu penelitian ilmiah yang sistematis terhadap hubungan atau pengaruh yang dikembangkan menggunakan model statistik. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer yaitu data yang diperoleh dari hasil observasi, penyebaran kuesioner dan wawancara. Data sekunder yaitu data yang diperoleh Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perhubungan (Bina Marg. Teknik pengumpulan data . yang digunakan adalah observasi, kuesioner dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja pembetonan jalan untuk wilayah Makassar. Penentuan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan menetapkan 321 responden. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis statistik deskriptif dan analisis Structural Equation Modeling (SEM). ISSN : 2541 - 0318 [ Online ] ISSN : 2541 - 2884 [ Print ] Hasil dan Pembahasan Berdasarkan hasil analisis uji validity dan reliability variabel penelitian menggunakan program SPSS 0 menunjukkan bahwa pengujian validitas dan reliabilitas terhadap instrumen kuesioner dilakukan untuk menjamin bahwa instrumen penelitian yang digunakan tersebut akurat dan dapat dipercaya, serta dapat diandalkan apabila digunakan sebagai alat dalam pengumpulan data. Melakukan pengujian validitas suatu instrumen kuesioner dapat digunakan metode statistik SPSS. Hasil pengolahan data, maka diperoleh hasil bahwa pada umumnya rata-rata instrumen kuesioner sangat valid. Hal ini ditunjukkan oleh nilai Standar Deviasi lebih besar dari 0,6 . Ketentuan validitas suatu instrumen telah memenuhi syarat minimal sebesar 0,6 sebagai suatu instrumen yang dianggap valid. Untuk jelasnya, ringkasan hasil uji validitas dapat dilihat dalam tabel uji validitas. Tabel 1. Ringkasan Hasil Uji Validitas r Product Instrumen Pearson Moment Penelitian Correlation r tabel X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. Sumber: Data setelah diolah Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Untuk menguji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan Koefisien Reliabilitas (Cronbach Alph. Hasil uji reliabilitas instrumen kuesioner sebagaimana yang terdapat dalam lampiran dapat disimpulkan dalam Tabel 2 berikut ini: Pengaruh biaya pekerjaanA/Ahmad AC /hal. AGREGAT Vol. No. November 2017 ISSN : 2541 - 0318 [ Online ] ISSN : 2541 - 2884 [ Print ] Tabel 2. Ringkasan Hasil Uji Reliabilitas Kriteria yang digunakan untuk menguji apakah Scale Mean if Scale Corrected Cronbach's model yang diusulkan memiliki kesesuaian dengan data Item Deleted Variance if Item-Total Alpha if atau tidak. Adapun kriteria model fit terdiri dari: . derajat bebas . egree of freedo. harus positif dan . non Item Deleted Correlation Item Deleted signifikan Chi-square yang disyaratkan . Ou 0,. dan di atas konservatif yang diterima . = 0,. (Hair et al. , 2. X1. 56,64 28,839 0,112 0,671 incremental fit di atas 0,90 yaitu GFI . oodness of fit X1. 57,04 27,026 0,279 0,649 Adjusted GFI (AGFI). Tucker Lewis Index (TLI). X1. 57,07 26,660 0,376 0,636 The Minimum Sample Discrepancy Function (CMIN) X1. 56,68 27,870 0,208 0,659 dibagi dengan degree of freedomnya (DF) dan Comparative X2. 56,72 26,895 0,278 0,649 Fit Index (CFI), dan . RMSEA (Root Mean Square Error X2. 56,92 26,962 0,284 0,648 of Approximatio. yang rendah. X2. 56,81 26,521 0,316 0,643 Confirmatory Factor Analysis digunakan untuk X2. 56,75 28,125 0,174 0,664 variabel yang mendefinisikan sebuah konstruk 56,60 26,997 0,279 0,649 dapat diukur secara langsung. Analisis atas 56,58 25,982 0,380 0,633 digunakan itu memberi makna atas label 56,84 26,669 0,352 0,639 variabel-variabel laten atau konstrukZ1 56,33 28,473 0,279 0,651 56,39 27,164 0,387 0,637 Berdasarkan cara penentuan nilai dalam model, 56,47 27,700 0,267 0,650 maka variabel pengujian model pertama ini dikelompokkan 56,31 28,529 0,208 0,657 menjadi variabel eksogen . xogenous variabe. dan Sumber: Data setelah diolah variabel endogen . ndogenous variabl. Variabel eksogen adalah variabel yang nilainya ditentukan di luar model. Berdasarkan Tabel 2 di atas, menunjukkan bahwa Sedangkan variabel endogen adalah variabel yang nilainya nilai alpha instrumen penelitian pada masing-masing ditentukan melalui persamaan atau dari model hubungan variabel lebih besar dari nilai yang diisyaratkan, yaitu yang dibentuk. Termasuk dalam kelompok variabel 60 atau lebih besar dari 0. Dengan demikian, eksogen adalah pengukuran biaya pekerjaan dan waktu, keseluruhan instrumen kuesioner dalam penelitian ini sedangkan yang tergolong variabel endogen adalah struktur adalah reliable . apat dipercay. karena telah memenuhi konstruksi dan kinerja proyek. syarat minimal. Model dikatakan baik bilamana pengembangan Berikut analisis hasil penelitian yang dianalisis model hipotetik secara teoritis didukung oleh data empirik. menggunakan model persamaan struktural (Structural Hasil analisis SEM secara lengkap dapat dilihat pada Equation Model/SEM) dengan Confirmatory Factor gambar berikut: Analysis (CFA) program AMOS 18. 0 (Analysis of Moment Structure. Arbukle, 1. Kekuatan prediksi variabel observasi baik pada tingkat individual maupun pada tingkat konstruk dilihat melalui critical ratio (CR). Apabila critical ratio tersebut signifikan maka dimensi tersebut akan dikatakan bermanfaat untuk memprediksi konstruk atau variabel laten. Variabel laten . penelitian ini terdiri dari biaya pekerjaan, waktu, struktur konstruksi dan kinerja proyek. Penggunaan model persamaan struktural AMOS akan diperoleh indikator model yang cocok . Tolok ukur yang digunakan dalam menguji masing-masing hipotesis adalah nilai critical ratio (CR) pada regression weight dengan nilai minimum 2,0 secara absolut. Gambar 1. Pengukuran Model Hubungan Variabel untuk SEM Awal. Pengaruh biaya pekerjaanA/Ahmad AC /hal. AGREGAT Vol. No. November 2017 ISSN : 2541 - 0318 [ Online ] ISSN : 2541 - 2884 [ Print ] Hasil uji model disajikan pada gambar 1 di atas dievaluasi berdasarkan goodness of fit indices pada Tabel 3 berikut dengan disajikan kriteria model serta nilai kritisnya yang memiliki kesesuaian data. Tabel 3. Evaluasi kriteria Goodness of Fit Indices Overall Model Tahap Awal Goodness Cut-off Hasil Model Ket. Value Tahap Awal fit index Diharapkan Chi_Square Marginal Probability Ou 0. Marginal CMIN/DF O 2. Marginal RMSEA O 0. Baik GFI Ou 0. Baik AGFI Ou 0. TLI Ou 0. CFI Ou 0. Hasil uji model disajikan pada gambar 2 di atas dievaluasi berdasarkan goodness of fit indices pada Tabel 4 berikut dengan disajikan kriteria model serta nilai kritisnya yang memiliki kesesuaian data. Tabel 4. Evaluasi kriteria Goodness of Fit Indices Overall Model Tahap Akhir Hasil Model Goodness of Cut-off Tahap Ket. fit index Value Akhir Diharapkan Chi_Square Baik Probability Ou 0. Baik CMIN/DF O 2. Baik RMSEA O 0. Baik GFI Ou 0. Baik Baik AGFI Ou 0. Baik Marginal TLI Ou 0. Baik Marginal CFI Ou 0. Baik Sumber : Data setelah diolah Sumber : Data setelah diolah Dari evaluasi model menunjukkan dari delapan kriteria goodness of fit indices terlihat nilai chi-squarenya masih besar dan telihat beberapa kriteria tidak sesuai dengan nilai cut off yang ditentukan, sehingga dilakukan modifikasi model dengan melakukan korelasi antar error indikator sesuai dengan petunjuk dari modification indices. Hasil analisis setelah model akhir yang didapatkan adalah sebagai berikut: Hasil evaluasi model untuk tahap awal menunjukkan dari kedelapan kriteria goodness of fit indices ada lima kriteria yang tidak memenuhi kriteria cut off value, sehingga dilakukan modifikasi model sesuai dengan petunjuk dari modification indices, sebagaimana dijelaskan Setelah dilakukan modifikasi model, maka pada tahap akhir menunjukkan seluruh kriteria goodness of fit indices telah memenuhi kriteria atau sesuai kriteria cut off value, sehingga model dapat dikatakan telah sesuai dengan kriteria goodness of fit indices untuk di analisis. Secara keseluruhan berdasarkan model empirik ditunjukkan pada tabel berikut mengenai pengaruh langsung . irect effec. dan pengaruh tidak langsung . ndirect effec. dari variabel yang diteliti. Hasil pengujian disajikan pada tabel berikut: Gambar 2. Pengukuran Model Hubungan Variabel un SEM Akhir Pengaruh biaya pekerjaanA/Ahmad AC /hal. AGREGAT Vol. No. November 2017 Tabel 5. Pengujian Hipotesis Direct Effect. Indirect Effect. Total Effect Varia Varia Varia Standardized Endo Endo Indi HI Eksog P (Inde (Inter gen Direct rect Total p- Keteran Effect Effe Effect Value gan pende venin (Depe Strukt Positif Konst 0. 155 - 0. 048 Signifi (Y) Strukt Positif Wakt Konst 0. 210 - 0. 012 Signifi (X. (Y) Kiner Biaya Positif Peker 3 jaan Proye 0. 198 - 0. 023 Signifi (X. (Z) Kiner Negatif Wakt Proye 0. - 0. 631 Tidak (X. Signifi (Z) Strukt Kiner Positif 5 Konst Proye 0. 296 - 0. 001 Signifi (Y) (Z) Kiner Biaya Strukt Positif Peker 6 jaan Konst Proye 0. 198 6 0. 023 Signifi (X. (Y) (Z) Strukt Kiner Positif Wakt ur - 0. 631 Tidak u Konst Proye 0. (X. ruksi Signifi (Y) (Z) Sumber: Data setelah diolah. Biaya 1 Peker (X. Dari keseluruhan model terlihat ada empat jalur memberikan pengaruh langsung yang positif dan signifikan, satu jalur pengaruh langsung yang negatif dan tidak Selanjutnya pada pengaruh tidak langsung ada satu jalur yang positif dan signifikan, sementara jalur lainnya positif dan tidak signifikan. Adapun interpretasi dari Tabel 23 untuk direct effect dapat dijelaskan sebagai berikut: Biaya pekerjaan secara langsung berpengaruh positif 155 dan signifikan 0. 048 terhadap struktur konstruksi pembetonan jalan. Waktu secara langsung berpengaruh positif sebesar 210 dan signifikan 0. 012 terhadap struktur konstruksi pembetonan jalan. Pengaruh biaya pekerjaanA/Ahmad AC /hal. ISSN : 2541 - 0318 [ Online ] ISSN : 2541 - 2884 [ Print ] Biaya pekerjaan secara langsung berpengaruh positif 198 dan signifikan 0. 023 terhadap kinerja proyek pembetonan jalan. Waktu secara langsung berpengaruh negatif sebesar 0. 040 dan tidak signifikan 0. 631 terhadap kinerja proyek pembetonan jalan. Struktur konstruksi secara langsung berpengaruh positif 296 dan signifikan 0. 001 terhadap kinerja proyek pembetonan jalan. Biaya pekerjaan secara tidak langsung melalui struktur konstruksi berpengaruh positif sebesar 0. 176 dan 023 terhadap kinerja proyek pembetonan Waktu secara tidak langsung melalui struktur konstruksi berpengaruh positif sebesar 0. 062 dan tidak signifikan 631 terhadap kinerja proyek pembetonan jalan. PENUTUP Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas, maka Biaya pekerjaan secara langsung berpengaruh positif pembetonan jalan. Waktu secara langsung berpengaruh positif dan signifikan terhadap struktur konstruksi pembetonan Biaya pekerjaan secara langsung berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja proyek pembetonan Waktu secara langsung berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kinerja proyek pembetonan jalan. Struktur konstruksi secara langsung berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja proyek pembetonan jalan. Biaya pekerjaan secara tidak langsung melalui struktur konstruksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja proyek pembetonan jalan. Waktu secara tidak langsung melalui struktur konstruksi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja proyek pembetonan jalan. AGREGAT Vol. No. November 2017 ISSN : 2541 - 0318 [ Online ] ISSN : 2541 - 2884 [ Print ] DAFTAR PUSTAKA