Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP PERSATUAN AMAL BAKTI (PAB) 5 PATUMBAK Hotni Sari Harahap1. Sri Rahayu Rezeki Br. Rambe2 Universitas Al Washliyah Medan1, 2 Email, hotnisari46@gmail. com1,srirahayurezekibrrambe@gmail. Abstrak Tujuan penelitian untuk mengetahui penguatan pendidikan karakter pada pendidikan agama islam di SMP Persatuan Amal Bakti (PAB) 5 Patumbak Deli Serdang, melalui penelitian kualitatif deskriftif yang menjelaskan fenomena dilapangan tanpa mengubah data yang ada, denga teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi, dan analisis data melalui reduksi data, klasifikasi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitan menunjukkan bahwa . Implementasi penguatan pendidikan karakter pada pembelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti di SMP PAB 5 Patumbak Deli Serdang adalah nilai Religius. Nasionalis. Kemandirian. Gotong Royong dan Integritas selama pembelajaran di kelas, kemudian dikembangkan melalui materi, metode dan media pembelajaran yang relevan dengan selalu membiasakan peserta didik untuk mempraktekkan, tersusun dan terprogram dalam penyusunan rencana pembelajaran dalam bentuk pembuatan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sebagai pedoman kegiatan pembelajaran. Problematika implementasi penguatan pendidikan karakter pada pembelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti di SMP PAB 5 Patumbak Deli Serdang adalah : . peserta didik yang latar belakangnya heterogen, . kompetensi tenaga pendidik yang perlu ditingkatkan, dan . pola asuh orangtua, eranan guru disini sangat penting dalam membentuk sebuah karakter yang berakidah dan mempunyai akhlak Islami. Kata Kunci : Penguatan. Pendidikan Karakter. Pendidikan Agama Islam PENDAHULUAN Penguatan pendidikan karakter sangat dibutuhkan, karena melihat semakin maraknya perilaku amoral yang terjadi, seperti tawuran, judi, narkoba, dll. Oleh karena itu, pendidikan karakter diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam masyarakat. menuju Bangsa yang berintegritas. Sejarah Islam menjelaskan bagaimana perjuangan Rasulullah dalam misinya berupa mebenahan akhlak yang saat itu sangat buruk. Sesuai dengan Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. tujuan diutusnya Rasulullah swa sendiri yaitu untuk menyempurnkan akhlak. Sebagaimana di dalam firman Allah Swt Q. S An-Nahl: 90 , yang berbunyi: Sesungguhnya Allah menyuruh . berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. AlqurAoan dan Hadist diatas telah mengajarkan kita bahwa karakter mulia telah diatur dalam Islam didasarkan pada AlqurAoan dan hadist. Pendidikan karakter dipahami sebagai upaya menanamkan kecerdasan berpikir, penghayatan dalam bentuk sikap, dan pengalaman dalam bentuk perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai luhur yang menjadi ciri dirinya Pendidikan karakter sangat penting diterapkan demi mengembalikan karakter bangsa indonesia yang mulai luntur (Samrin, 2016, p. Diharapkan pelaksanaan pembentukan kepribadian sekolah akan mengarah pada pemecahan masalah sosial yang terjadi di masyarakat (Aw, 2016, p. Penyelenggaraan pendidikan kepribadian di sekolah dapat dilakukan dalam bidang pembelajaran . egiatan belaja. , pengembangan budaya sekolah dan pusat kegiatan belajar, kegiatan penunjang dan/atau ekstrakurikuler, serta kegiatan sehari-hari di rumah dan di masyarakat. (Zubaedi, 2011, p. Program pendidikan karakter bertujuan menginternalisasikan caracter building sebuah Bangsa melalui implementasi nilai-nilai inti gerakan nasional revolusi spiritual. Nasionalis. Mandiri. Gotong Royong dan Integrita. yang akan menjadi fokus pada pembelajaran melalui sistem pembiasaan dan pengenalan budaya luhur yang dianut suatu Bangsa maka dipastikan seluruh masyarakat akan berkarakter mulia, yag teraktualisasi melalui ucapan, perilaku atau tindakan dalam kehidupan sehari-hari. (Modul Pelatihan Pendidikan Karakter Bagi Guru - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan, n. , p. Hal inilah yang menjadikan pendidikan agama Islam sebagai pendidikan yang mampu merealisasikan nilai-nilai karakter kepada siswa melalui sebuah proses pembelajaran, tentunya dalam konsep nilai-nilai keIslaman, sehingga apat menjaadi muslim yang cerdas dan berkarakter Hal ini dijelaskan di dalam Al QurAoan sebanyak sekitar 1504 ayat yang berbicara tentang moralitas. Dengan dasar inilah, peddikan agama Islam menjadi ujung tombak pendidikan karakter sehingga menjadi perhatian penting bagi kita untuk merealisasikannya. Diharapkan nantinya kesadaran tersebut dapat diwujudkan dalam tindakan yang sesuai dengan prinsip moral, etika dan moral yang sesuai dengan ajaran Islam. (Rusadi, 2021, p. Bagaimana menerapkan, strategi, isi atau materi yang digunakan dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam sebagai pendidikan alternatif Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. untuk mewujudkan investasi masa depan generasi bangsa, setidaknya sejak itu telah dilaksanakan akhlak mulia. (Rusmaini, 2011, p. Sebagai lembaga pendidikan. SMP PAB 5 Patumbak tanggap dengan perkembangan anak didik, peka terhadap karakter anak didik, pergeseran nilai-nilai karakter pada remaja menjadi salah satu tantangan yang dihadapi tenaga pendidik dan kependidikan di SMP PAB 5 Patumbak, dengan pelaksanaan program-program keagamaan yang dimiliki sekolah seperti program dhuha, perayaan hari-hari besar umat Islam, pembinaan dan pembiasaan, dan kegiatan intra kurikuler dan ekstra kurikuler, kemudian dukungan guru melalui pembelajaran menjadi elemen penting dalam menanamkan karakter. Mengingat pentingnya pendidikan karakter dalam mengembangkan sumber daya manusia yang tangguh, maka perlu diberikan pendidikan karakter secara tepat. Dan dalam hal ini lembaga pendidikan khususnya sekolah dianggap sebagai tempat yang strategis bagi pembentukan kepribadian khususnya dalam mata pelajaran pendidikan agama Islam. Oleh karena itu, judul penelitian ini mengenai Auimplementasi penguatan pendidikan karakter pada pembelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti di SMP Persatuan Amal Bakti 5 Patumbak Deli Serdang. METODE PENELITIAN Penelitian deskriptif untuk mendeskipsikan hasil penelitian lebih detail dengan waktu yang lumayan Sugiyono mengungkapkan bahwa metode ini berlandaskan filsafat postpositivisme, sebab peneliti instrument kunci, dimana sampel sumber data dilakukan secara Aopurposive and snowballAo, teknik pengumpulan dengan triangulasi . , analisis data bersifat induktif kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan AomaknaAo daripada Aogeneralisasi. (Sugiyono, 2013, p. Adapun instrumen penelitian yakni buku catatan, recorder, camera, dll. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Dengan teknik analisis data yang digunakan reduksi data, penyajian data sampai penarikan kesimpulan atau verifikasi yang dilakukan selama proses pengumpulan data berlangsung. Teknik pemeriksaan keabsahan data yaitu . , keteralihan . , kebergantungan . , dan kepastian . Penelitian ini menggunakan triangulasi sumber yaitu kepala sekolah, waka kurikulum, guru, dan siswa-siswi di SMP PAB 5 Patumbak. Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. HASIL DAN PEMBAHASAN Pendidikan karakter dalam kurikulum 2013 meningkatkan kualitas proses dan hasil pendidikan serta membentuk kepribadian dan kepribadian peserta didik yang berakhlak mulia secara terpadu dan seimbang sesuai standar kompetensi lulusan masing-masing satuan pendidikan, dalam penerapan pendidikan karakter, bukan tanggung jawab sekolah saja, melainkan tanggung jawab semua pihak, termasuk orang tua siswa, pemerintah dan masyarakat. Penguatan Pendidikan Kepribadian (PPK) Permendikbud ke-20 tahun 2018, dan dalam pelaksanaan program ini, pendidikan kepribadian bernilai 18 dan kemudian lima poin utama fokus Kelima nilai tersebut adalah agama, nasionalisme, kemandirian, gotong royong dan kejujuran. Nilai-nilai tersebut dirancang untuk membentuk kepribadian setiap siswa dan berperilaku baik. Nilai-nilai tersebut diintegrasikan dan diinternalisasikan di sekolah agar seluruh siswa dapat mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Pelaksanaan pendidikan karakter dalam Pendidikan Agama Islam di SMP PAB 5 Patumbak yang peneliti lihat dapat terlaksana dengan baik, yakni terintegrasi dalam setiap mata pelajaran meskipun mata pelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti menjadi induk daripada penguatan karakter yang dikembangkan oleh kemendikbud direalisasika melalui proses Guru memberikan penguatan materi PAI dengan nilai-nilai karakter meliputi: religius, nasionalis, gotong royong, tentunya dengan menunjukan bagaimana contoh nyata dari prilaku yag baik, guru PAI harus menjadi role mode bagi peserta didik, menceritakan kisah-kisah teladan dalam dunia nyata, menjadikan proses pembelajaran menjadi menyenangkan. Untuk pembelajarannya menggunakan metode yang sudah diajarkan yaitu metode ceramah, drill, suri tauladan, para guru menerapkan hal sopan santun untuk setiap pagi menyambut dan bersalaman dengan anak-anak ketika tiba di halaman sekolah, sekolah menerapkan sholat dhuha, melaksanakan memurojaah juz amma, melalui metode pembinaan dan pembiasan dengan sendirinya terbentuklah karakter anak-anak. Penguatan karakter di SMP PAB 5 patumbak ini berfokus pada 5 karakter yakni : Karakter Religius Nilai karakter religius diimplementasikan melalui pembiasaanpembiasaan yang baik di dalam kelas implementasinya memasuki kelas dengan salam, menyapa anak-anak, doa bersama kemudian membaca surah An-Asr sebelum memulai pelajaran, menilai kejujuran anak-anak dengan pemberian tugas secara mandiri, pada pukul 09. 30 menganjurkan siswasiswi untuk melakukan shalat dhuha. Melaksanakan program Tahsin QurAoan Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. sebagai bentuk menanamkan generasi qurAoan bagi siswa siswi. Membaca DoAoa setelah proses pembelajaran selesai ditutup dengan membaca surah An-Nasr. Karakter Nasionalis Karakter nasional harus dapat menekankan pada sikap toleransi dan keberagaman dalam kehidupan. Misalnya pada materi sejarah Islam, tentang dakwah Rasulullah, bagaimana profil Rasulullah Saw sebagai pemimpin yang berkharisma, karakter Rasulullah yang sabar, optimis dan menghargai pendapat para sahabat, mengkaitkan kepemimpinan Rasulullah dengan situasi sekarang ini dalam membela agama dan negaranya, kemudian pada materi perkembangan Islam di Indonesia itu belajar tentang tokoh-tokoh Indonesia, yakni kisah Wali songo yang tersohor. Teuku Umat. Cut Nyak Dien. Fatahillah dll. Karakter Integritas Nilai karakter integritas diimplementasikan dengan membiasakan peserta didik untuk tampil ke depan untuk memupuk rasa kepercayaan diri dan tanggung jawab. Pada program sekolah ada kegiatan Pidato yang ditampilkan pada hari-hari besar Islam dan perayaan kelulusan, dalam setiap kesempatan pihak sekolah melakukan rolling yang melakukan pidato, sehingga pada tiap tingkatan kelas terwakilkan dengan diberi ruang dan Karakter Mandiri Nilai kemandirian karakter diwujudkan ketika siswa menyelesaikan tugas-tugas yang ditetapkan oleh guru. Baik tugas individu maupun kelompok dapat dilakukan secara mandiri atau tidak. Salah satu indikator penerapan kepribadian mandiri di kelas ialah kelas yang mampu memberikan kesemptan kepada seluruh siswanya untuk dapat belajar secara Misalnya, ketika memberikan tugas yang berkaitan dengan materi pendidikan agama Islam, guru meminta siswa untuk mengerjakannya secara Tetapi masih ada juga yang mnyontek atau menyalin jawaban punya temannya, atau mengandalkan temannya. Karakter Gotong Royong Nilai karakter gotong royong diimplementasikan melalui kegiatan bersih-bersih, dimana dalam setiap kelas ada piket kebersihan, indikatornya yakni apakah kegiatan kebersihan dilakukan bersama kelompok piket atau Namun dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti nilai karakter ditanamkan pada saat proses mempelajaran menggunakan metode diskusi . , indikatornya apakah dalam tim ada kerjasama dalam menyelesaikan soal atau tugas yang diberikan guru, apakah peserta didik menghargai pendapat yang diberikan teman Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. Dalam arti setiap tugas atau soal yang diberikan guru dikerjakan secara bersama-sama sehigga terpupuk juga rasa tanggung jawab. Sunnah Dhuha adalah kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah yang mengajarkan nilai-nilai karakter dengan konsep dasar, seperti penerapan pembentukan karakter siswa melalui keakraban dan budaya sekolah, seperti jabat tangan, salam, dan kebiasaan sholat. Siswa memiliki cara yang berbeda dalam mempelajari karakter mereka, selalu berusaha . ecara refleksi. menghubungkan atau memasukkan materi dan tema ke dalam nilai karakter mereka. Kemudian memberikan nasehat, petunjuk, motivasi, dan tausiyah untuk selalu berbuat baik sesuai dengan nilai-nilai Islam. Ini terjadi sebelum, sesudah, atau di sekitar pemberian materi. Problematika implementasi penguatan pendidikan karakter pada pembelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti di SMP PAB 5 Patumbak Deli Serdang adalah : . peserta didik yang latar belakangnya heterogen, . kompetensi tenaga pendidik yang perlu ditingkatkan, dan . pola asuh orangtua, eranan guru disini sangat penting dalam membentuk sebuah karakter yang berakidah dan mempunyai akhlak Islami. PENUTUP Penguatan pendidikan karakter pada pembelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti di SMP PAB 5 Patumbak Deli Serdang adalah nilai Religius. Nasionalis. Kemandirian. Gotong Royong dan Integritas selama pembelajaran di kelas, kemudian dikembangkan melalui materi, metode dan media pembelajaran yang relevan dengan selalu membiasakan peserta didik untuk mempraktekkan. Problematika implementasi penguatan pendidikan karakter pada pembelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti di SMP PAB 5 Patumbak Deli Serdang adalah : . peserta didik yang latar belakangnya heterogen, . kompetensi tenaga pendidik yang perlu ditingkatkan, dan . pola asuh orangtua, eranan guru disini sangat penting dalam membentuk sebuah karakter yang berakidah dan mempunyai akhlak Penguatan pendidikan karakter (PPK) berorientasi pada kebijakan pemerintah guna mendudukun wacana presiden tentang revolusi mental karena kita sebenarnya menjalankan visi pendidikan dari pemerintah atau Negara yaitu mengacu pada lima aktivitas kegiatan penguatan karakter. Yang pertama adalah karakter religius . entang ketuhana. , yang kedua karakter tentang nasionalis . , yang ketiga karakter tentang kemandirian, yang keempat karakter tentang integritas, yang kelima karakter gotong Jadi lima aspek karakter itulah yang kita upayakan untuk diimplementasikan, bukan sekedar diwacanakan tapi diimplementasikan dalam Lembaga pendidikan. Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. Referensi