SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. : 211-226 Copyright @ SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi pISSN: 20888236. eISSN: 27220079 DOI: 10. 46495/sdjt. Submitted: 10 July 2025 / Accepted: 3 December 2025 Makna Kasih dalam Imamat 19:18 menurut Tinjauan Etika Deontologis Immanuel Kant Tabitha Laras Wasti Septaningrum Universitas Kristen Satya Wacana. Salatiga 712023134@student. Merry Kristina Rungkat Universitas Kristen Satya Wacana. Salatiga rungkat@uksw. Abstract This article aims to interpret the meaning of love in Leviticus 19:18 through the lens of Immanuel KantAos deontological ethics, a moral principle emphasizing responsibility toward others without self-interest. KantAos deontological approach highlights the moral duty inherent in this command, in which moral actions are judged not by their consequences but by the motivation grounded in respect for the moral law. Through textual analysis and philosophical reflection, this study reveals that love in Leviticus 19:18 is not merely an interpersonal emotion but an ethical obedience rooted in the awareness of GodAos will as the source of morality. Thus, the biblical concept of love aligns with Kantian principles of moral action performed out of duty rather than personal gain. This article seeks to enrich the dialogue between biblical theology and modern moral philosophy, offering a deeper ethical understanding of love as the foundation of religious and social life. Keywords: Love. Leviticus 19:18. Deontological Ethics. Immanuel Kant. Moral Duty Abstrak Artikel ini bertujuan untuk menafsirkan makna kasih dalam Imamat 19:18 melalui perspektif etika deontologis Immanuel Kant, sebuah prinsip moral yang menekankan tanggung jawab terhadap sesama tanpa pamrih. Pendekatan etika deontologis Kant digunakan untuk menyoroti dimensi kewajiban moral dalam perintah kasih tersebut, di mana tindakan moral dinilai bukan dari akibatnya, melainkan dari motivasi yang bersumber pada rasa hormat terhadap hukum moral. Melalui analisis tekstual dan refleksi filosofis, penelitian ini menunjukkan bahwa kasih dalam Imamat 19:18 tidak sekadar merupakan emosi interpersonal, melainkan suatu bentuk ketaatan etis yang berakar pada kesadaran akan kehendak Allah sebagai sumber moralitas. Dengan demikian, konsep kasih Alkitabiah sejalan dengan prinsip Kantian tentang tindakan moral yang dilakukan demi kewajiban, bukan demi keuntungan Artikel ini diharapkan memperkaya dialog antara teologi biblika dan filsafat moral modern, serta menawarkan pemahaman etis yang lebih mendalam tentang kasih sebagai dasar kehidupan religius dan sosial. Kata Kunci: Kasih. Imamat 19:18. Etika Deontologis. Immanuel Kant. Kewajiban Moral 212 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. PENDAHULUAN perasaan emosional yang muncul dari kepedulian dan keterikatan terhadap orang mengalami krisis kasih yang ditandai oleh meningkatnya individualisme, dominasi teknologi digital, budaya kompetitif, dan Individualisme modern yang menekankan otonomi dan pencapaian diri membuat relasi sosial semakin bersifat utilitarian dan dangkal. Dari perspektif teologis, hilangnya ketaatan pada kehendak Allah, sebab kasih dalam Alkitab bukan sekadar perasaan, tetapi komitmen moral terhadap kebaikan sesama (Im. 19:18. Mat. Pada akhirnya, krisis kasih di era modern dari Tuhan, sesama, dan dirinya sendiri, berakar pada relasi dan komunitas yang mempraktikkan kasih secara nyata. Kasih merupakan salah satu tema utama dalam teologi, khususnya dalam tradisi keagamaan dan pemikiran moral. Kasih tidak hanya dipahami sebagai lain, tetapi juga sebagai sikap aktif yang mendorong seseorang untuk melakukan kebaikan tanpa pamrih. 3 Dalam Alkitab, kasih memiliki makna yang mendalam dan Kalis Stevanus Budi Kartika. AoMenggagas Kasih Allah Sebagai Dasar Penginjilan Gereja Masa Kini Menurut Roma 5:811Ao. Fidei: Jurnal Teologi Sistematika Dan Praktika. Vol. No 1 . , 130Ae33. Lastri Djone Georges. NicolasTirza Manaroinsong. Lasino J. Putro and Yustisia Siregar Hutagalung. AoThe Irony of the Crisis of Love in TodayAos Christ FollowersAo. Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA). Vol. No. , 2488Ae92. Ilahi. Alkitab mengajarkan bahwa kasih bukan sekadar perasaan, melainkan tindakan nyata yang mengekspresikan perhatian dan kebaikan terhadap sesama (Lihat dan bandingkan: Im. 19:18. Ul. 10:18-19. Hos. 6:6. Mat. 22:37-40. Yoh. 13: 34-35 dan Yak. Kasih menjadi aturan moral utama yang menuntun manusia untuk hidup selaras dengan kehendak Allah dan membangun relasi yang harmonis dengan sesama. Kasih juga tidak hanya dimaknai sebagai tindakan baik, tetapi sebagai keharusan etis yang lahir dari kesadaran bahwa Allah telah lebih dahulu mengasihi manusia. Karena telah menerima kasih, anugerah, pertolongan Allah, manusia dipanggil untuk mengasihi sesama tanpa syarat. Perjanjian Lama Ibrani . ekitar 97%) menggunakan kata AaicA Azam Syukur Rahmatullah. AoPendidikan Cinta Kasih Anak Dalam Perspektif Filsafat IlmuAo. Jurnal Filsafat Indonesia. Vol 4. No 1 . , 76. Sadrakh Sugiono Efesus Suratman. AoImplementasi Ajaran Kasih dalam Mewujudkan Sila Persatuan Indonesia Ditengah-tengah KemajemukanAo. Phronesis: Jurnal Teologi Dan Misi. Vol 6. No 1 . , 18Ae22. Makna Kasih dalam Imamat 19:18 menurut Tinjauan Etika D e o n t o l o g i s I m m a n u e l K a n t | 213 (Aoaha. untuk mengungkapkan konsep panduan bagi para imam dan umat Israel Kata ini mencakup kasih dalam dalam menjaga kekudusan melalui tata berbagai bentuk, baik kasih manusia cara ibadah dan perilaku hidup. kepada Allah, kasih Allah kepada umat- Tema utama Kitab Imamat adalah Nya, maupun kasih antar manusia. 5 Ahav mencerminkan hubungan yang bersifat AudipisahkanAy atau AudikhususkanAy. 8 Dalam konteks Israel kuno, istilah ini tidak selalu . , menunjuk pada sesuatu atau seseorang perjanjian antara Allah dan umat Israel, yang disucikan untuk tujuan religius, seperti imam atau perlengkapan ibadah. Allah kasih-Nya melalui pemilihan Israel sebagai umat-Nya. Namun, pembebasan mereka dari perbudakan di kekudusan Allah mencakup kesempurnaan Mesir, serta pemberian hukum Taurat moral dan keterpisahan-Nya dari dosa. sebagai pedoman hidup. Kitab Imamat Allah memanggil umat-Nya untuk hidup merupakan bagian dari Torah, yang berarti kudus, yaitu menjalani kehidupan yang AuhukumAy atau AupengajaranAy, dan berfungsi benar dan baik sesuai dengan hukum sebagai pedoman bagi bangsa Israel untuk moral-Nya (Lihat dan Bandingkan: Im. hidup sesuai dengan kehendak Allah. 20:26. Ul. 7:6. Yes. 6:3. Rm. 12:1-2. Ef. Istilah 1:4, dan I Tes. Dengan demikian. AuhukumAy Dalam konteks Perjanjian Lama, kasih mencakup berbagai aspek: peraturan yang harus dipatuhi, keputusan pengadilan, antara kehidupan etis manusia dengan perintah Allah, serta ajaran moral yang kehendak Allah. membimbing umat dalam relasi dengan Alkitab. Imamat 19:18 Allah dan sesama. Kitab Imamat sebagai AuKasihilah sesamamu manusia seperti salah satu kitab Taurat dipandang sebagai dirimu sendiri. Ay Perintah ini merupakan inti dari hukum kasih yang menekankan Antonius Denny Firmanto Adon. Mathias Jebaru. AoMakna Belas Kasih Allah Dalam Hidup Manusia Menurut Henri J. NouwenAo. Dunamis: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. , 587. Harris. Archer. , & Waltke. Theological Wordbook of the Old Testament (Chocago: Moody Press. , 1. Remi Karmiati & Ayang Emiyati Diana Kristanti. Magdalena. AoProfesionalitas Yesus Dalam Mengajar Tentang KasihAo. Didachy: Journal of Christian Education. Vol 1. No. , 35Ae48. pentingnya kasih sebagai dasar moral dan etis dalam hubungan antar manusia. Israel Knohl. The Sanctuary of Silence: The Priestly Torah and the Holiness School (Indiana: Eisenbrauns, 2. Iwan Setiawan Tarigan. Maria Widiastuti, and Warseto Freddy Sihombing. AoHukum Kasih Sebagai Fondasi Hidup Kristen SejatiAo. Jurnal Teologi Cultivation. Vol 6. No. , 143Ae60. 214 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. Imamat 19:18 memuat perintah etis yang sangat fundamental dalam tradisi Israel deontologi Immanuel Kant. AuKasihilah Etika Kant menegaskan bahwa seperti dirimu sendiri. Ay Ayat ini bukan tindakan moral harus didasarkan pada sekadar seruan moral, tetapi menjadi inti kewajiban . , bukan pada konsekuensi dari etika sosial dan spiritual yang atau emosi. Prinsip imperatif kategoris menandai relasi umat dengan sesama dan Kant dengan Allah. Dalam konteks teologi didorong oleh penghormatan terhadap Perjanjian Lama, kasih . tidak hukum moral yang universal dan rasional, bukan karena keinginan dan kepentingan sentimental, melainkan sebagai tindakan Kerangka konkret yang berpijak pada kesetiaan kepada Allah dan komitmen terhadap kembali perintah kasih dalam Imamat keadilan sosial. 19:18, bukan semata sebagai dorongan Dengan demikian, kasih dalam teks afektif, melainkan sebagai panggilan moral ini memiliki dimensi teologis sekaligus yang bersifat universal dan mengikat. etis yang menuntun umat untuk hidup Dengan dalam keselarasan dengan kehendak Ilahi. Kantian dapat membantu menafsirkan Namun, dalam pemahaman modern, kembali kasih dalam teks biblika sebagai konsep kasih sering kali mengalami prinsip moral yang berdiri atas dasar Kasih dipersempit menjadi ekspresi emosional, terhadap sesama. transaksional, atau bahkan utilitarian, di Berdasarkan mana tindakan kasih diukur berdasarkan penelitian ini berangkat dari persoalan mengenai bagaimana makna kasih dalam Pergeseran ini menimbulkan Imamat 19:18 dipahami dalam konteks teologi Perjanjian Lama serta bagaimana dipahami sebagai perasaan yang berubah- ubah, atau sebagai kewajiban moral yang Immanuel Kant. Selain itu, penelitian ini melekat pada martabat manusia sebagai juga berupaya menelusuri sejauh mana makhluk rasional dan moral? Di sinilah terdapat kesesuaian antara perintah kasih Allen W. Wood. Kantian Ethics (United Kingdom: Cambridge University Press, 2. Makna Kasih dalam Imamat 19:18 menurut Tinjauan Etika D e o n t o l o g i s I m m a n u e l K a n t | 215 dalam Imamat 19:18 dengan konsep imperatif kategoris dalam etika Kant yang kajian ini berupaya menafsirkan teks dan menekankan kewajiban moral universal. ide melalui penelusuran literatur serta Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menafsirkan makna kasih dalam teologis-filosofis, pengukuran empiris. Imamat 19:18 berdasarkan konteks teologi Sumber data dalam penelitian ini Perjanjian Lama, menganalisisnya melalui terdiri atas dua jenis, yaitu data primer dan pendekatan etika deontologis Kant, serta data sekunder. Data primer mencakup teks mengidentifikasi relevansi dan titik temu Alkitab, khususnya Imamat 19:18 dalam antara kasih sebagai kewajiban moral bahasa Ibrani beserta terjemahannya, yang dalam tradisi biblika dengan prinsip menjadi dasar utama dalam penelusuran moralitas rasional yang diajukan Kant. makna kasih. Sementara itu, data sekunder Selanjutnya, penelitian ini diharapkan meliputi berbagai sumber literatur seperti dapat memperkaya dialog antara teologi tafsir-tafsir Alkitab, karya teologis tentang kasih dan etika, tulisan-tulisan Immanuel khususnya dalam memahami kasih sebagai Kant, khususnya Groundwork of the dasar etika universal dan tanggung jawab Metaphysics of Morals, serta artikel dan moral manusia terhadap sesamanya. jurnal ilmiah yang membahas hubungan antara etika deontologis dan teologi moral. METODE PENELITIAN Pengumpulan kajian literatur yang sistematis. Penulis Penelitian menelusuri sumber-sumber teologis dan pendekatan kualitatif dengan metode studi filosofis yang relevan untuk memperoleh kepustakaan . ibrary researc. , 11 karena pemahaman yang mendalam mengenai fokus utamanya adalah analisis terhadap konsep kasih dalam konteks Perjanjian teks Alkitab dan gagasan etika filosofis. Lama dan prinsip moral dalam pemikiran Pendekatan ini dipilih untuk menjawab Kant. Literatur yang dipilih kemudian pertanyaan penelitian yang berpusat pada dianalisis dengan memperhatikan konteks makna kasih dalam Imamat 19:18 serta historis, linguistik, dan teologis dari teks, serta landasan rasional dan moral dari etika Immanuel Kant. Sebagai Kantian. Proses penelitian ini dilakukan Mestika Zed. Metode Penelitian Kepustakaan (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Pertama, 216 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. penulis melakukan analisis terhadap teks etis yang menuntut tindakan nyata, 12 Imamat 19:18 dengan menelusuri makna bukan sentimen emosional. Istilah A( AreAo. kata ahavah . dalam bahasa Ibrani menunjuk pada sesama dalam komunitas serta konteks historis dan teologisnya perjanjian, sehingga kasih di sini berfungsi dalam tradisi Israel kuno. Kedua, penulis untuk memelihara keadilan intrakomunitas, prinsip-prinsip Kant, imperatif kategoris yang menekankan menyimpan dendam (Im. 19:17Ae. Frasa tindakan moral berdasarkan kewajiban pembanding mA( UAkamokh. menetapkan standar etis berdasarkan penghargaan diri komparatif antara perintah kasih dalam yang menjadi tolok ukur memperlakukan Imamat 19:18 dan prinsip moral Kant orang lain, sedangkan klausa otoritatif Aa oA untuk menemukan kesesuaian, perbedaan. AAo( oiAani YHWH) menegaskan bahwa serta titik temu antara keduanya. Keempat, dasar dan motivasi kasih bersumber dari hasil analisis ini disintesiskan untuk karakter Allah sendiri. Dengan demikian, menarik kesimpulan mengenai makna Imamat 19:18 menghadirkan kasih sebagai kasih sebagai kewajiban moral yang komitmen moral yang teosentris dan bersifat universal dan aplikatif. berakar pada kesetiaan perjanjian, di mana Ketiga. HASIL DAN PEMBAHASAN konkret dari kekudusan Allah dalam kehidupan sosial Israel. Analisis Teks Imamat 19:18 Dalam konteks teologi Perjanjian Lama, kasih tidak hanya dipahami sebagai Makna kasih dalam Imamat 19:18 harus dibaca dalam kerangka tekstual, linguistik, dan teologis dari Holiness Code perjanjian antara Allah dan umat-Nya. (Im 17Ae. yang menuntut bahwa etika sosial Israel bersumber dari kekudusan dalam teks ini mengandung arti tindakan Allah. Secara tekstual, perintah Aukasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiriAy diterjemahkan dari frasa Ibrani mAiaic uAA mA( UAveAoahavta lereAoakha kamokh. , di mana kata kerja AAo( aicAaha. dalam bentuk Qal perfect berfungsi sebagai imperatif Kata Ibrani ahavah yang digunakan James Strong, entri kata A( aicAAhe. , dalam StrongAos Exhaustive Concordance of the Bible, dianalisis menggunakan BibleWorks, versi 8 (Norfolk. VA: BibleWorks. LLC, 2. Eddis Sagala. AoMakna Memenuhi Hukum Taurat menurut Rasul Paulus Ao. Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen. Vol. No. , 7-13. Makna Kasih dalam Imamat 19:18 menurut Tinjauan Etika D e o n t o l o g i s I m m a n u e l K a n t | 217 terhadap kebaikan dan keadilan. Kasih dijelaskan secara sederhana, salah satunya kehidupan sosial Israel, sehingga setiap adalah etika ulitiarianisme. Aliran ini Aliran-aliran dalam etika dapat didasarkan pada pandangan John Stuart Mill, yang menekankan bahwa tindakan martabat manusia sebagai ciptaan Allah. dinilai baik jika memberikan manfaat atau Filsafat Manusia Etika menekankan pentingnya manfaat atau Filsafat bahwa manusia adalah makhluk yang menghasilkan kebahagiaan. Pandangan ini memiliki kemampuan untuk mengetahui menunjukkan bahwa dalam aliran etika ini, kebaikan diartikan sebagai hasil dari tindakan yang memberikan manfaat bagi Manusia hanya dapat banyak orang. Selanjutnya, aliran etika bertindak berdasarkan pemahaman tentang Aristoteles adalah tokoh yang keberadaannya, situasi yang dihadapinya, terkenal dalam etika keutamaan. Etika ini kemampuannya, serta berbagai faktor yang berfokus pada tindakan yang secara penuh perlu diperhitungkan agar rencana yang dibuatnya dapat diwujudkan. Dalam situasi keutamaan tertentu, yang dipahami sebagai ini, etika berperan dalam membantu kita sifat-sifat menemukan arah hidup. 15 Tujuannya tercapainya kebaikan dalam kehidupan adalah agar kita tidak sekedar mengikuti 17 Etika deontologi merupakan aliran berbagai pihak yang menentukan cara etika yang berlandaskan pada keberadaan hidup kita, melainkan memahami sendiri hukum yang bersifat a priori, yaitu aturan alasan dibalik sikap yang kita ambil. Etika yang kebenarannya tidak bergantung pada bertujuan mendukung kita untuk lebih pembuktian melalui pengalaman. Aliran Dengan kehidupan yang kita jalani. ini dipengaruhi oleh pemikiran filsafat Christopher J. Wright. Old Testament Ethics for the People of God (Downers Grove. IL: IVP Academic, 2. Tabah Sulistyono. Ao Filsafat Manusia menurut MuhammadiyahAo. PROFETIKA: Jurnal Studi Islam. Vol. No. , 50Ae58. Franz Magnis Suseno. Etika Dasar Masalah-Masalah Pokok Filsafat Moral (Yogyakarta: PT. Kanisius, 2. Robet C. Solomon. Etika: Suatu Pengantar. , ed. by A Brief Introduction. Diterjemahkan oleh Ethics ( Jakarta: Penerbit Erlangga, 1. 218 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. moral Immanuel Kant, yang dianggap kritisisme sebagai penolakan terhadap memberikan landasan paling fundamental dalam memahami konsep moralitas. Prinsip-Prinsip Etika Deontologis Immanuel Kant Kata AuetikaAy berasal dari bahasa Immanuel Kant lahir di Konisberg Yunani, yaitu ethos atau ta etika. Kata . , sebuah kota kecil di Prussia Timur. sementara ethos dan ethikos merujuk pada Protestan yang saleh, dan latar belakang kesusilaan, perasaan dalam hati, atau dorongan batin yang memotivasi seseorang pengaruh pada pemikiran moralnya. Sejak untuk melakukan suatu tindakan. Dalam bahasa Latin, istilah ethos dan ethikos matematik, dan teologi di Konisberg. Kant diterjemahkan menjadi mos atau moralitas. menjadi dosen di Universitas dan pada Itulah sebabnya kata AuetikaAy sering kali tahun 1770 diangkat menjadi guru besar digunakan secara bergantian dengan kata Konisberg. AumoralAy. 20 Etika bukan sekadar tambahan Selanjutnya, kehidupan Kant sebagai filsuf bagi ajaran moral, melainkan merupakan dibagi menjadi dua periode. Periode bentuk pemikiran filosofis yang mendalam pertama, dikenal sebagai masa pra-kritis, dan kritis terhadap berbagai ajaran serta pandangan moral. Etika memiliki tingkat mengikuti pendekatan rasionalitas yang yang berbeda dan tidak dapat disamakan dipopulerkan oleh Wolff. Periode kedua, dengan ajaran moral. Etika berkaitan yaitu masa kritis, merupakan fase di mana dengan ajaran tentang nilai-nilai dan Kant norma-norma, sedangkan moral bertujuan Kant perlahan-lahan pemikiran David Hume. Pada periode ini. Kant mulai merevolusi dunia filsafat John Abraham Ziswan Suryosumunar dan Fuad Noorzeha. AoKirab Pusaka Keraton Kasunanan Surakarta Dalam Perspektif Etika Deontologi Immanuel KantAo. Sanjiwani: Jurnal Filsafat. Vol 5. No. , 144Ae45. pada kualitas baik dan buruknya suatu Perbuatan Morris Ayaa Mensah Bismark OwusuSekyere Adu. AoExamination of Aspects of Deontological and Teleological Theories That Promote Professional PracticeAo. International Journal Academic in Accounting. Finance, and Management Science. Vo. No. , 40Ae43. Verkuyl. Etika Kristen: Bagian Umum, by Ed. Soegiarto (Jakarta: BPK Gunung Mulia. Makna Kasih dalam Imamat 19:18 menurut Tinjauan Etika D e o n t o l o g i s I m m a n u e l K a n t | 219 tindakan yang dilakukan dengan kesadaran keutamaan yang seharusnya diutamakan dibandingkan aspek lain, termasuk hak. tindakan moral pada dasarnya didorong Kewajiban adalah suatu keharusan yang oleh berbagai alasan, yang mengacu pada tidak bergantung pada konsekuensi dari pertimbangan mengenai kebaikan atau keburukan dari tindakan tersebut. Konsep sesuatu bukan karena ingin mendapatkan kebaikan sering kali memiliki berbagai pengertian, yang menyebabkan adanya keragaman dalam memahami apa yang mengarahkan pada aliran etika deontologi, dianggap sebagai tindakan baik atau cara yang menekankan bahwa tindakan yang hidup yang baik. 21 Pandangan mengenai benar dilakukan karena kewajiban moral, kebaikan ini tercermin dalam tiga aliran bukan karena hasil atau keuntungan yang pemikiran moralitas, yaitu utillitarianisme. Seseorang . Saya Pemikiran Etika deontologi adalah ilmu yang mempelajari tentang ajaran moral yang Etika deontologi berasal dari kata berhubungan dengan kewajiban disebut Yunani AudeonAy yang berarti kewajiban. Pemikiran Immanuel Kant dalam Teori ini menekankan bahwa tindakan bidang etika sangat berpengaruh karena ia moral dinilai berdasarkan kewajiban dan . dalam moralitas. Menurut berdasarkan konsekuensi dari tindakan Kant, kita memiliki tanggung jawab moral Dalam pandangan Kant, moralitas untuk bertindak sesuai dengan kewajiban, suatu tindakan tergantung pada niat dan dan kebebasan untuk memilih ini adalah maksud di balik tindakan itu, bukan hasil bagian penting dari moralitas itu sendiri. Kewajiban seringkali dibahas Etika Kant didasarkan pada konsep akal bersamaan dengan konsep hak dalam berbagai kajian. Namun, dalam masyarakat kemampuan untuk bertindak tanpa terikat modern yang cenderung berpikir serba oleh hukum alam, melainkan berdasarkan instan, hak sering kali mendapat prioritas kebebasan, kehendak, dan prinsip-prinsip yang bersifat murni a priori serta memiliki Secara prinsip, kewajiban adalah sebuah Helfra Durasa. AoTelaah Filsafat Moral Imanuel Kant Dan Urgensinya Dalam PendidikanAo. Jurnal Filsafat Indonesia. Vol 6. No 2 . , 231Ae37. Teori Kant Simon Lili. Hukum Moral Tjahjadi. Ajaran Immanuel Kant Tentang Etika Dan Imperatif Kategoris (Yogyakarta: PT. Kanisius, 220 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. dirumuskan melalui tiga tugas utama yaitu yang memiliki nilai tersendiri. Ketiga, tindakan itu harus berdasarkan pada kebebasan memilih, atau disebut juga mengembangkan imperatif kategoris, serta bertindak dengan kesadaran penuh dan melalui akal budi. Ini kebebasan, bukan karena paksaan atau Menurut Kant, isi dari ucapan, tekanan dari luar. aturan, dan tindakan etis tidak bergantung Karya Kant yang berjudul Kritik pada konsekuensi yang dihasilkannya. der reinen Vernunft . ritik atas Budi Sebuah tindakan harus dilakukan bukan Murn. tentang berbagai jenis putusan dalam penyelidikan terhadap kebenaran. Kant membagi putusan menjadi tiga jenis. tersebut memiliki nilai instrinsik yang Pertama, putusan analitis, di mana predikat tidak menambahkan informasi baru pada tindakan dianggap bermoral jika dilakukan Kedua, putusan a-posteriori, di berdasarkan dengan imperatif kategoris, mana predikat dikaitkan dengan subjek yaitu kewajiban moral yang bersifat berdasarkan pengalaman indrawi. Ketiga, putusan a priori adalah keputusan yang Bagi Kant, melaksanakan sesuatu tanpa bergantung pada keinginan pribadi tertentu. Kant pengalaman indera secara bersamaan. mengatakan bahwa ada tiga syarat yang Artinya, pengetahuan ini didasarkan pada harus dipenuhi oleh imperatif kategoris, yaitu perintah moral yang harus diikuti Meskipun merupakan hasil gabungan, tanpa syarat. Pertama, tindakan itu harus putusan ini tetap dianggap sebagai sesuatu bisa diterapkan kepada semua orang, yang berlaku sebelum pengalaman tertentu artinya itu harus menjadi aturan yang bisa . Jenis putusan ini memiliki sifat diterima secara universal. Kedua, setiap yang berlaku untuk semua orang dan tidak orang harus diperlakukan sebagai tujuan, dapat diubah . , sehingga menjadi bukan hanya sebagai alat untuk mencapai tujuan orang lain. Artinya, kita harus menghargai setiap orang sebagai individu Kant Franz Magnis-Suseno, 13 Tokoh Etika (Yogyakarta: PT. Kanisius, 2. James. Rachels. Filsafat (Yogyakarta: PT. Kanisius, 2. Moral Makna Kasih dalam Imamat 19:18 menurut Tinjauan Etika D e o n t o l o g i s I m m a n u e l K a n t | 221 kewajiban adalah hal yang sangat penting. Menurutnya. Kewajiban Moral Sebagai Dasar Tindakan Kasih dilakukan karena kita menyadari bahwa itu adalah kewajiban moral, yang berlaku Dalam perspektif etika doentologis tanpa bergantung pada pengalaman atau menurut Immanuel Kant, kasih kepada akibat dari tindakan tersebut. 25 Dengan kata lain, tindakan yang baik memiliki sebagai ekspresi emosional, melainkan nilai yang melekat pada dirinya sendiri, sebagai tindakan yang dilandasi oleh tanpa memikirkan apa yang akan terjadi kesadaran moral dan kewajiban yang Tindakan itu dianggap baik bersifat universal. karena memang harus dilakukan, bukan karena hasil yang diharapkan. Ini dikenal seperti dirimu sendiriAy 26 menekankan sebagai imperatif kategoris, yaitu prinsip bahwa kasih bukan sekadar pilihan pribadi untuk bertindak jujur, menepati janji, dan atau emosi, tetapi merupakan tuntutan menunjukkan kasih, semata-mata karena moral yang harus dijalankan oleh setiap hal-hal tersebut memang harus dilakukan, semata-mata Imamat 19:18 yang Aukasihilah Kant menegaskan bahwa suatu tindakan dikatakan bermoral bukan karena Kewajiban, menurut Kant, merupakan hasil atau konsekuensinya, tetapi karena tindakan tersebut dilakukan berdasarkan universal dan berlaku bagi semua orang. prinsip yang benar, yang dapat diterima Dengan demikian, kewajiban menjadi secara universal. Ini dikenal sebagai imperatif kategoris, yaitu prinsip yang dipengaruhi oleh faktor eksternal, tetapi muncul dari dalam diri manusia yang bertindak hanya menurut maksim yang dapat diinginkan menjadi hukum universal. kebaikan dan kasih karena kesadaran Dalam konteks kasih, ini berarti setiap individu wajib mengasihi sesama tanpa syarat,27 karena itu adalah kewajiban moral Immanuel Kant. Groundwork of the Metaphysics of Morals, ed. by ed. dan terj. Mary Gregor & Jens Timmermann (Cambridge: Cambridge University Press, 2. Hendrik L. Bosman. AoLoving the Neighbour and the Resident Alien in Leviticus 19 as Ethical Redefinition of HolinessAo. Old Testament Essays. Vol. No. , 571Ae90. Angelo Luciani Moa Dosi Woda. AoMakna Kasih Persaudaraan Kristiani (Refleksi Teologis - Spiritual - Prakti. Ao. Jurnal Riset 222 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. yang melekat pada eksistensinya sebagai Kontribusi Etika Deontologis Terhadap makhluk rasional. Pemaknaan Kasih dalam Era Modern Tindakan kasih dalam kerangka ini harus lahir dari kesadaran penuh, bukan Di era modern yang ditandai oleh dari paksaan eksternal atau motivasi 28 Dengan kata lain, seseorang mengasihi karena menyadari bahwa kasih adalah tindakan yang benar, adil, dan disederhanakan menjadi perasaan sesaat atau tindakan yang dipengaruhi oleh sebagai sesama ciptaan Tuhan. Dalam hal kepentingan pribadi dan sosial. Kasih pun ini, kasih mencerminkan nilai instrinsik sering dipandang bersyarat, tergantung dari moralitas itu sendiri, yaitu bertindak pada emosi atau manfaat yang diperoleh. Dalam konteks ini, etika deontologis menawarkan koreksi dan panduan, dengan Pandangan Kant ini menguatkan menekankan kewajiban moral dan prinsip makna kasih dalam Imamat 19:18 sebagai perintah yang tidak bergantung pada tindakan kasih harus dilakukan demi kondisi atau timbal balik. Kasih kepada kewajiban moral itu sendiri, bukan karena sesama tidak hanya menjadi ekspresi dari hasil atau keuntungan yang mungkin hubungan antar manusia, tetapi juga muncul, sehingga kasih tidak bersyarat, tetapi dijalankan karena memang benar. Allah Maka. Pandangan ini relevan untuk membentuk tindakan kasih sejati akan lahir ketika karakter manusia modern agar bertindak manusia menyadari kewajiban moralnya bukan semata karena tekanan sosial atau yakni, untuk hidup dalam kasih sebagai cerminan dari kehidupan yang kudus dan kesadaran akan nilai dan martabat sesama. etis di hadapan Tuhan dan sesama. Dalam kehidupan sosial dan keagamaan Menurut Immanuel untung-rugi. Kant, membantu mengembalikan kasih sebagai Rumpun Agama Dan Filsafat (JURRAFI). Vol. No. , 176Ae95. Siprianus Soleman Senda Mikhael Valens Boy Yosefino Rhiti Reda. Ao Spirit Cinta Kasih Yesus sebagai Prinsip Utama Komunitas Umat Basis menurut Teks Markus 12:28-34Ao. CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. , 1309Ae16. komitmen moral yang konsisten, tidak Mawarnis. AoMoralitas Imanuel Kant dalam Kasus Body Shaming di Media SosialAo. JURNAL PEMIKIRAN ISLAM. Vol 3. No 3 . Makna Kasih dalam Imamat 19:18 menurut Tinjauan Etika D e o n t o l o g i s I m m a n u e l K a n t | 223 Kasih sebagai prinsip moral sebagai bentuk ketaatan dan kesetiaan kepada kehendak Tuhan serta penghargaan berlaku adil, menghormati orang lain, dan terhadap martabat manusia. menolak diskriminasi, yang sangat penting di tengah masyarakat yang rentan terpecah KESIMPULAN DAN SARAN kepentingan kelompok. Lebih Analisis ini menunjukkan bahwa perintah kasih dalam Imamat 19:18 tidak berdasarkan etika deontologis mendorong terciptanya ruang-ruang sosial yang lebih ajaran religius atau spiritual, melainkan etis, inklusif, dan bermartabat. 30 Dalam juga sebagai suatu kewajiban moral yang resonan dengan prinsip etika deontologis pelayanan gereja, kasih yang dijalankan Immanuel Kant. Dalam kerangka Kant, tindakan kasih yang autentik dilandasi oleh keterlibatan yang tulus, pelayanan yang kesadaran moral dan kewajiban itu sendiri, otentik, dan relasi yang setara. Dengan bukan oleh pertimbangan keuntungan atau semata-mata Perintah menjadi nilai rohani, tetapi juga konsep Aumengasihi sesama seperti diri sendiriAy tantangan moral di tengah masyarakat imperatif kategoris, yakni prinsip moral universal yang bersifat normatif dan harus Etika deontologis membantu kita ditaati tanpa syarat. Dengan demikian, untuk memahami bahwa kasih bukan kasih bukan sekadar ekspresi emosional, hanya sebuah pilihan, tetapi juga tanggung jawab moral yang harus diwujudkan, bahkan ketika itu tidak populer, tidak Allah dibalas, atau tidak menguntungkan. Prinsip ini memperkuat ajaran Kitab Suci dan menghidupi kasih dalam tindakan nyata Akira Riofuku. AoEtika Pemadam Kebakaran: Ditinjau Dari Etika Deontologis Immanuel Kant Dan Etika Tanggung Jawab Emmanuel LevinasAo. Jurnal Dekonstruksi. Vol. No. , 114Ae21. Dalam masyarakat modern yang sarat dengan menegaskan pentingnya konsistensi dan 224 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. ketidakbersyaratan dalam praktik kasih. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat menekankan relevansi moralitas sebagai landasan hubungan antarindividu yang adil, setara, dan bertanggung jawab, sekaligus kecenderungan masyarakat modern yang manfaat atau kepentingan pribadi. Saran