COMPLETE Journal of Computer. Electronic, and Telecomunication ISSN ISSN 2723-4371. E-ISSN 2723-5912 Artikel Analisis Tekno-Ekonomi Pada Perencanaan Jaringan 5G New Radio Frekuensi 2300 MHz di Kota Surabaya Faria Utami1*. Hamzah Ulinuha Mustakim2, dan Arrizky Ayu Faradila Purnama3 Fakultas Teknik Elektro. Telkom University Surabaya. Surabaya. Indonesia * Korespondensi : fariautmi@student. Received: 11 Februari 2024. Revised: 15 Maret 2024. Accepted: 29 Juli 2024 Abstrak: Surabaya yakni ibu kota dari Provinsi Jawa Timur yang dikenal dengan sebutan Kota Pahlawan. Sebagai kota kedua terbesar di Indonesia. Surabaya memiliki wilayah yang luas dengan populasi penduduk yang banyak. Perencanaan jaringan 5G New Radio dengan frekuensi sebesar 2300 MHz, mencakup teknis coverage dan capacity. supaya mengetahui kelayakan perencanaan jaringan 5G New Radio di Kota Surabaya, maka guna analisis ekonominya menggunakan skala Capital Expenditure (CAPEX). Operational Expenditure (OPEX), dan Revenue kemudian analisis ekonominya menggunakan Net Present Value (NPV). IRR. ROI. Payback Period (PP). Gross B/C dan Net B/C. Studi ini pada perencanaan coverage menghasilkan 325 site dan pada perencanaan capacity menghasilkan 88 site. Dari temuan simulasi perencanaan coverage kemudian diimplementasikan optimasi agar temuan yang didapatkan sesuai dengan standar 5G. temuan dari optimasi tersebut menghasilkan 119 site dengan hasil SS- RSRP sebesar -56,64 dBm. SS-SINR sebesar 24,43, dan throughput sebesar 280,307. 82 kbps, pada perencanaan capacity dengan menggunakan 88 site, hasil sinyal SS-RSRP sebesar -58,01 dBm, rata-rata sinyal SINR sebesar 24,91 dB, dan throughput yang dihasilkan sebesar 283,966. 91 kbps. Sedangkan temuan dari analisis ekonomi investasi CAPEX diperlukan sebesar -Rp. 480, dan revenue yang didapat pada setiap tahun selalu mengalami peningkatan sehingga NPV yang didapatkan bernilai positif, dan IRR. ROI. Net B/C. Gross B/C serta payback period dari pembangunan jejaring 5G di Kota Surabaya mampu kembali modal dalam waktu 3 tahun. Kata Kunci: 5G New Radio. Non Stand Alone. Tekno-Ekonomi Pendahuluan Surabaya sebagai Kota Pahlawan adalah ibu kota dari Provinsi Jawa Timur dengan penggunaan data internet sebesar 47,10% pada tahun 2019 . Sebagai salah satu kota kedua terbesar di Indonesia. Surabaya memiliki wilayah yang luas sebesar 52. 087 Hektar, dengan populasi penduduk 3. 126 Jiwa . Karena wilayah yang luas dan strategis. Surabaya dijadikan sebagai kota dagang dan pelabuhan. Dengan kemajuan yang pesat, maka teknologi di Kota Surabaya juga sangat dibutuhkan khususnya pada koneksi jaringan Salah satunya jaringan 5G, yang memiliki kecepatan lebih tinggi 20 kali lebih cepat dari jaringan generasi sebelumnya. Terdapat perbedaan antara jaringan 5G dengan jaringan-jaringan sebelumnya, seperti pada jaringan 1G. Pada jaringan 1G sinyal radio ditransmisikan secara analog sehingga jangkauan jaringan sangat terbatas. Untuk kecepatan jaringan 1G hanya mencapai 14,4 kbps. Selanjutnya ada jaringan 2G yang mulai beralih ke teknologi digital, dengan kecepatan jaringan rendah-menengah sekitar 9- 14,4 kbps, contohnya GSM dan CDMA2000. Pada jaringan 2G ini dijadikan standar komersial digital. Jaringan 3G atau biasa disebut WCDMA/UMTS memiliki kecepatan jaringan satu tingkat dari jaringan EDGE. Untuk kecepatan pada jaringan ini mencapai 480 kbps, sehingga dapat melakukan video streaming dan video Sementara 4G merupakan penerus dari jaringan 3G yang memiliki kualitas jaringan yang lebih Untuk 5G merupakan generasi kelima dari teknologi seluler nirkabel, menawarkan kecepatan unggah dan unduh yang tinggi . Sehinga pada jaringan 5G dapat memberikan kemudahan layanan khususnya pada bidang komunikasi di area perkotaan. Complete 2024, 8. Vol. No. 1, doi: 10. 52435/complete. ittelkom-sby. Complete 2024, 8. Vol. No. 1, doi: 10. 52435/complete. 2 of 12 5G New Radio merupakan bagian dari perkembangan broadband seluler berkelanjutan untuk memenuhi persyaratan dari jaringan 5G, seperti yang dikeluarkan oleh 3rd Generation Partnership Project . GPP) teknologi 5G dapat memberikan perubahan yang signifikan sehingga mampu mengubah peran teknologi telekomunikasi dan dapat melayani kebutuhan digitalisasi masyarakat. Terdapat tiga kategori utama use cases pada 5G yaitu Massive Machine Type Communication (MMTC). Ultra-Reliable Low Latency Communication (URLLC) dan Enhanced Mobile Broadband (EMBB) . Perencanaan jaringan 5G di Surabaya dengan menggunakan model propagasi 3GPP TR38. dengan jenis site Urban Macro (UMA) dilakukan supaya mengetahui dan dapat menganalisis level sinyal yang ada di area Kota Surabaya. Karena di area Kota Surabaya banyak penghalang seperti bangunan yang tinggi dan banyak kawasan industri, maka pada penelitian ini menggunakan frekuensi 2300 MHz Selain itu, untuk analisis Tekno-ekonomi dengan menggunakan tiga unsur biaya utama seperti Capital Expenditure (CAPEX). Operational Expenditure (OPEX) dan Revenue Serta Net Present Value (NPV) membantu untuk menilai peluang keuntungan pada perencanaan jaringan 5G di kota Surabaya. Selain itu penelitian ini juga menggunakan perhitungan Payback Period (PP). IRR. ROI. Net B/C. Gross B/C untuk memperkirakan kelayakan perencanaan jaringan 5G New Radio di Kota Surabaya. Sehingga hasil dari penelitian yang akan dilakukan nanti dapat dijadikan rekomendasi baik dari segi teknis maupun dari segi ekonomi untuk penyelenggaraan jaringan 5G New Radio di Kota Surabaya. Bahan dan Metode Terdapat beberapa kegiatan utama pada penelitian ini diantara nya yaitu studi literatur, pada studi literatur ini dilakukan agar peneliti dapat memahami konteks dan latar belakang dari topik yang akan diteliti, dengan meninjau beberapa literatur yang ada, peneliti dapat menemukan beberapa kekurangan pada penelitian sebelumnya. Setelah dilakukan studi literatur maka selanjutnya akan dilakukan penentuan lokasi. Setelah lokasi penelitian telah dilakukan maka selanjutnya dapat dilakukan kalkulasi data dengan mengambil beberapa data dari BPS kota Apabila kalkulasi data telah diperoleh maka selanjutnya dapat dilakukan perencanaan coverage dan capacity yang nantinya akan menghasilkan jumlah gNodeB yang sesuai dengan kebutuhan di lokasi penelitian. Pada perencanaan penelitian ini menggunakan simulasi data dari software planning and optimization atoll. Setelah perancangan sudah dilakukan dan telah mendapatkan hasil yang maksimal, maka selanjutnya akan dilakukan kalkulasi ekonomi, pada penelitian ini menggunakan 3 unsur biaya utama dalam perhitungan ekonomi diantaranya yaitu capital expanditure, operational expanditure, dan Selanjutnya untuk menganalisis kelayakan dari perancangan menggunakan beberapa analisis ekonomi diantaranya yaitu terdapat net present value, internal rate of return, payback period, net B/C, gross B/C, dan return of investment. Apabila kalkukasi ekonomi dan analisis ekonomi yang dilakukan sudah sesuai dengan standar kelayakan ekonomi maka selanjutnya akan dilakukan pembuatan laporan akhir. Arsitektur 5G Pada arsitektur 5G ini terdapat dua model arsitektur yaitu stand alone, dan non stand alone. Pada arsitektur stand alone merupakan arsitektur 5G layaknya yang berdiri sendiri atau tidak bergantung pada infrastruktur sebelumnya sehingga kecepatan dan kinerja yang diberikan lebih baik dari pada arsitektur non stand alone. Untuk menyediakan layanan 5G, teknologi yang digunakan disebut New Radio (NR) . Berbeda dengan stand alone yang menggunakan infrastruktur mandiri, arsitektur non stand alone tersebut masih menggunakan infrastruktur dari layanan jaringan 4G guna mendukung layanan 5G. Complete 2024, 8. Vol. No. 1, doi: 10. 52435/complete. 3 of 12 Keadaan Geografis Surabaya Surabaya yang dikenal sebagai Kota Pahlawan dan juga kota dagang memiliki letak antara 07A 9Ao s. d 07A 21Ao Lintang Selatan dan 112A 36Ao s. d 112A 54AoBujur Timur. Sebagai Ibu Kota dari Jawa Timur. Surabaya memiliki luas wilayah keseluruhan kurang lebih 326,81 km2 yang terbagi dalam 31 Kecamatan dan 154 Kelurahan . Tekno-Ekonomi 1 Coverage Planning Coverage planning merupakan suatu perencanaan guna membangun layanan jaringan pada area tertentu, serta objek yang digunakan berupa area yang nantinya dicakup bersama jejaring tersebut. Dalam perencanaan yang nantinya diimplementasikan ada sejumlah proses kalkulasi serta perhitungan link budget. Adanya coverage planning ini bertujuan untuk menentukan frekuensi site sesuai dengan lokasi luas wilayah studi . Perancangan jaringan secara coverage dapat digunakan untuk memperkirakan saat terjadi pelemahan sinyal maksimal yang terjadi anatara user equipment dengan gNodeB, maka dari itu dapat diketahui pada radius tertentu perangkat dapat bekerja dengan maksimal dan bisa melayani user, pada jenis pelemahan sinyal ini biasa disebut dengan Maximal Allowable Path Loss (MAPL). Pada MAPL ini biasa diperhitungkan secara uplink atau downlink . Dengan persamaan 1. Path Loss . B) = . ca Oe 10ycuycoycuyci10. ycc Oe yce Oe yce Oe yci Oe Ea Oe ycn Oe yc Oe yco Oe yco Oe yco Oe ycu Oe yc. Keterangan : : gNodeB Transmitter Power . : Subcarrier Quantity : gNodeB antenna gain . : gNodeB cable loss . B) : Penetration loss . B) : Folliage loss . B) : Body block loss . B) : Interference margin : Rain/ice margin : Slow fading margin : UE antenna gain m : UT noise figure : Demodulation thersold SINR . B) Dalam perencanaan coverage perhitungan Theremal Noise juga di butuhkan. Sehingga dapat menggunakan persamaan rumus 2. ycNEayceycycoycayco ycAycuycnycyce = 10 ycu ycoycuyci10 ycu ya ycu ycN ycu yaA Keterangan : K : Konstanta Blotzman . ,38 x 10!"# ) : Temperature Kelvin . A ) : Bandwith . MH. Setelah didapatkan nilai Thermal Noise, selanjutnya menghitung nilai Subcarrier Quantity dengan persamaan rumus 3. ycIycycaycaycaycycycnyceyc ycEycycaycuycycnycyc = ycIyceycycuycycycayce yaAycoycuycayco ycu ycIycycaycaycaycycycnyceyc ycEycer ycIyceycycuycycycayce yaAycoycuycayco Untuk mencari nilai dari cell radius dibutuhkan jarak antara pemancar dengan penerima . Complete 2024, 8. Vol. No. 1, doi: 10. 52435/complete. 4 of 12 dan frekuensi center . Sehingga persamaan rumus cell radius seperti 4 dibawah ini . ycIycayccycnycyc yayceycoyco . = Oo. 2 Oe (EayaAycI Oe EaycOycN)2 . Keterangan : Ea%& : Tinggi antenna base station ( 10 m < ycc%& < 150 meter Ea'( : Tinggi antenna user terminal ( 1,5 m O Ea'( O 22,5 meter ) 2 Capacity Planning Perencanaan Capacity planning yakni suatu perencanaan kapasitas yang dimana merupakan suatu proses guna merencanakan kapasitas sistem supaya mampu memenuhi kebutuhan pada saat ini serta mampu memperhitungkan laju pertumbuhan ekonomi di masa depan . Dengan adanya coverage planning dalam perancangan layanan 5G bisa menentukan banyaknya pelanggan, penetrasi pengaksesan layanan 5G pada kapasitas jaringan tersebut. 3 CAPEX Capital expanditure atau CAPEX yakni suatu anggaran atau investasi yang merujuk pada pengeluaran kas modal agar memperoleh atau meningkatkan aset tetap. Pengeluaran CAPEX dilangsungkan guna pengadaan atau pembelian aset yang bisa digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Capital Expanditure memberi manfaat jangka panjang untuk perusahaan dan mampu meningkatkan kapasitas penghasilan atau meminimalisir tarif bisnis, akan tetapi tidak untuk barang yang nantinya dijual dengan laba . Dalam perhitungan CAPEX akan dilakukan perhitungan keseluruhan dari biaya pembangunan base station (BS Cos. Instalasi base station (BS ins. , biaya pembangunan backhaul transmisi (BHL) dan biaya lisensi (SP Licens. yang terdapat seperti persamaan rumus 5. Dibawah: yayaycEyaycUycycuycycayco = yaAycIycaycuycyc yaAycIyaycAycIycN yaAyaya ycIycEyaycnycayceycuycayce . Keterangan : yaAycIycaycuycyc yaAycIyaycAycIycN : Biaya pembangunan Base Station : Biaya Instalasi Base Station yaAyaya : Biaya pembangunan backhaul transmisi ycIycEyaycnycayceycuycayce : Biaya hak lisensi 4 OPEX OPEX atau Operational Expanditure yakni kebutuhan belanja operasional yang dimana terdapat pengeluaran tarif operasional untuk memenuhi kebutuhan operasional serta menjaga kelangsungan perencanaan jaringan telekomunikasi agar mampu beroperasi dengan baik dalam satu periode akuntasi. Adanya belanja operasioanal (OPEX) dalam perencanaan jaringan telekomunikasi terdapat sejumlah tarif pengeluaran meliputi yang pertama terdapat beban . yang terdiri dari tarif operasi dan perawatan, kedua beban . administrasi dan umum, ketiga beban . dalam hal pemasaran, keempat beban . telekomunikasi dan tarif lainnya. ycCycEyaycUycaycuycuycycayco = ycCyaycAyaycuycyc ycAya Keterangan : ycCycEyaycU* ,*- : Operational Expendicture ycCyaycA. /01 : Biaya operasional dan maintenance ycAya : Marketing and Advertisement 5 Revenue Revenue yakni banyaknya pendapatan yang hanya memberi manfaat dalam satu periode berjalan, sehingga pendapatan ini nantinya dikeluarkan dan tidak akan dinvestasikan akan tetapi sebagai aset tetap di neraca, serta langsung dibebankan dalam laporan untung rugi saat periode berjalan, dimana pendapatan tersebut dapat dikeluarkan. Pada revenue pengeluaran ditujukanuntuk Complete 2024, 8. Vol. No. 1, doi: 10. 52435/complete. 5 of 12 biaya perbaikan dan perawatan aset tetap dalam menjaga manfaat keekonomisan pada waktu yang akan datang dan diharapkan pada sebuah perusahaan atau proyek yang sedang berjalan mampu mempertahankan standar kinerja awal atas suatu aset tetap yang diakui sebagai beban pada saat terjadi pengeluaran . 4 Analisis Ekonomi Penelitian ini menggunakan beberapa analisis ekonomi untuk mengetahui kelayakan dari penelitian yang nantinya akan dilakukan. Penelitian ini menggunakan bebrapa analisis struktur kelayakan ekonomi seperti net present value, internal rate of return, payback period, profit cost ratio, dan gross profit cost ratio. Dari setiap analisis ekonomi yang digunakan memiliki ketentuan kelayakan yang berbeda-beda. Pada NPV jika NPV bernilai positif maka proyek tersebut mampu diimplementasikan karena memberi keuntungan, akan tetapi jika NPV bernilai negatif maka hal itu berkebalikan dengan angka positif. NPV yang memiliki angka negatif akan merugikan dan proyek tersebut tidak mampu Internal Rate Of Return (IRR) mampu dikatakan layak apabila angka IRR melebihi dari tingkat suku bunga yang berlaku, dan sebaliknya bila IRR lebih kecil dari angka suku bunga yang berlaku maka investasi dikatakan tidak Payback period merupakan suatu periode yang mengacu pada seberapa lama waktu modal yang diinvestasikan dalam suatu proyek yang ingin diimplementasikan mampu kembali atau seberapa lama waktu yang dibutuhkan agar dana investasi yang masuk dalam kegiatan investasi bisa didadapatkan kembali dalam keadaan utuh. Semakin pendek rentan waktu pengembalian, maka suatu investasi akan semakin diminati. Sebab memiliki keuntungan modal yang lebih tinggi. Net B/C yakni perbandingan dari frekuensi PV net profit yang positif dengan yang negative. Dengan frekuensi present value positif sebagai pembilang dan negative sebagai penyebut. Bila net B/ > 1, maka proyek mampu diimplementasikan, dan bila net B/C < 1 maka proyektidak layak untuk Gross Profit Cost Ratio yakni perbandingan antara frekuensi present value profit dengan present value cost. Bila gross B/C > 1, proyek layak untuk diimplementasikan, dan bila gross B/C <1 maka proyek tidak layak untuk diimplementasikan. Hasil dan Pembahasan 1 Hasil Perancangam Coverage SS-RSRP Berdasarkan perhitungan coverage yang telah diimplementasikan didapatkan jumlah site sebanyak 325 site dengan menggunakan propagasi Urban Macro dan parameter yang digunakan sesuai dengan 3GPP TR. 900 untuk temuan simulasi coverage signal level SS- RSRP ditunjukan layaknya gambar 2. Berdasarkan hasil simulasi perencanaan coverage yang telah diimplementasikan. Didapatkan angka rata-rata SS-RSRP -50,73 dBm berdasarkan klasifikasi dari ketentuan tabel parameter SSRSRP menunjukan bahwasanya perencanaan coverage di Kota Surabaya termasuk kedalam klasifikasi excellent, dengan level sinyal tertinggi nya yakni -43 dBm seluas 0,99% dari keseluruhan area, dan level sinyal terendah nya yakni -80 dBm seluas 0,01% dari keseluruhan wilayah Kota Surabaya. Complete 2024, 8. Vol. No. 1, doi: 10. 52435/complete. 6 of 12 Gambar 1 Simulasi Signal Level SS-RSRP SS-SINR Berdasarkan perhitungan coverage yang telah diimplementasikan didapatkan jumlah site sebanyak 325 site dengan menggunakan propagasi Urban Macro dan parameter yang digunakan sesuai dengan 3GPP TR. 900 untuk temuan simulasi coverage signal level SS- RSRP ditunjukan layaknya gambar 3. Gambar 3. diatas ini merupaka grafik dari signal level SS-SINR. Berdasarkan Gambar 2. Simulasi Signal Level SS-SINR simulasi perencanaan coverage yang telah diimplementasikan, didapatkan angka rata- rata SS-SINR 21,53 dB berdasarkan klasifikasi dari ketentuan tabel parameter SS-SINR menunjukan bahwasanya perencanaan coverage di Kota Surabaya termasuk kedalam klasifikasi sangat baik, dengan level sinyal tertingginya yakni 31 dB sekitar 8,337% dari keseluruhan area, dan level sinyal terendahnya yakni -2 dB sekitar 0,014% dari kesuluruhan wilayah Kota Surabaya. Throughput Gambar 3. Simulasi Signal Level Throughput Gambar 4. yakni grafik dari signal level throughput. Berdasarkan simulasi perencanaan coverage yang telah diimplementasikan, didapatkan angka rata-rata throughput 82,297. 61 kbps dengan level sinyal tertingginya yakni 51. 000 kbps sekitar 60,36% dari keseluruhan area, dan level sinyal terendahnya yakni 14. 000 kbps sekitar 1,35% dari kesuluruhan wilayah Kota Surabaya. Hasil Perencanaan Capacity SS-RSRP Berdasarkan analisis dari perhitungan capacity di Kota Surabaya yang memiliki jumlah 223 jiwa, dari perhitungan capacity diperoleh jumlah site sebanyak 88 site pada Complete 2024, 8. Vol. No. 1, doi: 10. 52435/complete. 7 of 12 perencanaan capacity ini. Gambar 4 Simulasi Capacity Signal Level SS-RSRP Gambar 5. diatas ini yakni grafik dari signal level SS-RSRP. Berdasarkan simulasi perencanaan capacity yang telah diimplementasikan, didapatkan angka rata-rata SS- RSRP -58,01 dBm berdasarkan klasifikasi dari ketentuan tabel parameter SS-RSRP menunjukan bahwasanya perencanaan coverage di Kota Surabaya termasuk kedalam klasifikasi excellent, dengan level sinyal tertingginya yakni - 43 dBm sekitar 0,273% dari keseluruhan area, dan level sinyal terendahnya yakni -95 dB sekitar 0,001% dari keseluruhan wilayah Kota Surabaya. SS-SINR Gambar 5 Simulasi Capacity Signal Level SS-SINR Gambar 6 diatas ini yakni grafik dari signal level SS-SINR. Berdasarkan simulasi perencanaan capacity yang telah diimplementasikan, didapatkan angka rata-rata SS- SINR 24,93 dB berdasarkan klasifikasi dari kententuan tabel parameter SS-SINR menunjukan bahwasanya perencanaan capacity di Kota Surabaya termasuk kedalam klasifikasi sangat baik. Pada perencanaan SINR level sinyal tertingginya yakni 31 dB sekitar 24,16% dari keseluruhan area, dan level sinyal terendahnya yakni 9 dBsekiat0,01% dari keseluruhan wilayah kota Surabaya. Throughput Gambar 6 Simulasi Capacity Signal Level Throughput Complete 2024, 8. Vol. No. 1, doi: 10. 52435/complete. 8 of 12 Gambar 7 diatas ini yakni grafik dari signal level throughput. Berdasarkan temuan simulasi perencanaan capacity yang telah diimplementasikan, didapatkan angka rata-rata throughput 283,872. 76 kbps dengan level sinyal tertingginya yakni 338. 000 kbps sekitar 12,99% dari keseluruhan area dan sinyal terendahnya yakni 106. 000 kbps sekitar 0,01% dari keseluruhan area Kota Surabaya. 3 Optimasi Coverage Berdasarkan hasil yang didapat dari simulasi perencanaan coverage sebanyak 325 site, diperlukan optimasi agar mendapatkan jumlah site yang lebih maksimal. Berikut hasil dari optimasi perencanaan coverage. SS-RSRP Setelah perencanaan optimasi diimplementasikan, site yang didapatkan dari optimasi coverage sebanyak 119 site. Gambar 2 Optimasi SS-RSRP Gambar 8 diatas ini yakni grafik dari signal level SS-RSRP. Berdasarkan optimasi menggunakan 119 site didapatkan angka SS-RSRP sebesar -56,64 dBm berdasarkan klasifikasi dari tabel parameter SS-RSRP menunjukan bahwasanya sinyal yang dihasilkan tergolong kedalam klasifikasi excellent. Dengan level sinyal tertingginya yakni -43 dBm seluas 0,181 % dari keseluruhan area dan level sinyal terendahnya yakni -94 dBm seluas 0,001% dari keseluruh area Kota Surabaya. SS-SINR Gambar 8 Optimasi SS-SINR Gambar 9 diatas ini merupakan grafik dari signal level SS-SINR. Berdasarkan hasil optimasi menggunakan 119 site didapatkan nilai SS-SINR sebesar 24,43 dB berdasarkan klasifikasi dari tabel parameter SS-SINR menunjukan bahwa sinyal yang dihasilkan masuk ke dalam klasifikasi sangat baik. Dengan level sinyal tertingginya adalah 31dB seluas 22,35 % dari keseluruhan area dan untuk level sinyal terendahnya adalah 8 dB seluas 0,01% dari keseluruh Complete 2024, 8. Vol. No. 1, doi: 10. 52435/complete. 9 of 12 area Kota Surabaya. Throughput Gambar 3 Optimasi Throughput Gambar 10 berikut ini yakni grafik dari signal level throughput berdasarkan optimasi menggunakan 119 site didapatkan angka throughput sebesar 280,307. 82 kbps. Dengan level sinyal tertingginya yakni 338. 000 seluas 11,14 % dari keseluruhan area dan level sinyal terendahnya 000 seluas 0,01% dari keseluruh area Kota Surabaya. Demand Traffic Perhitungan demand traffic ini akan dilakukan perhitungan kepadatan pengguna pada jaringan per kilometer dalam area yang ditentukan untuk menentukan kebutuhan lalu lintas seperti pada gambar grafik 11 dibawah: Gambar 4 Grafik Demand Traffic 4 Kalkulasi Ekonomi Kalkulasi CAPEX Dalam pembangunan layanan jaringan 5G perlu dilakukan kalkulasi dalam beberapa tahun mendatang, hal ini dikarenakan pada perencanaan infrastruktur jejaring 5G membutuhkan biaya modal (CAPEX) yang besar, sehingga dengan melakukan kalkulasi biaya mampu mengetahui apakah implementasi jejaring 5G di Kota Surabaya dapat memberi keuntungan atau kerugian di tahun- tahun berikutnya. Biaya CAPEX yang dibutuhkan guna merancang layanan 5G di Kota Surabaya sebesar Rp. Kalkulasi OPEX Dalam perhitungan OPEX (Operational Expenditur. mencakup tarif operasional keseluruhan yang dikeluarkan untuk menjalankan serta memelihara jaringan 5G yang sudah dibangun pada lokasi penelitian. total biaya OPEX dari tahun 2022-2027 terdapat layaknya gambar grafik 12 Dari grafik diatas mampu diketahui bahwasanya pada biaya OPEX terdapat pengeluaran pada setiap tahunnya. Hal ini dikarenakan pada OPEX terdiri dari biaya operasional dan perawatan pada suatu layanan jaringan yang memang terdiri dari biaya yang berulang serta terkait dengan operasi sehari-hari. Complete 2024, 8. Vol. No. 1, doi: 10. 52435/complete. 10 of 12 Kalkulasi Revenue Revenue yakni pendapatan rata-rata pengakses atau ARPU, pendapatan tersebut mampu dihasilkan dari pengakses seluler. Dari perhitungan yang sudah diimplementasikan terdapat layaknya gambar 13 yakni biaya Revenue yang didapatkan dari tahun 2022-2027. Gambar 5 Grafik OPEX 2022-2027 Gambar 6 Grafik Revenue 2022-2027 5 Analis Ekonomi Setelah melakukan perhitungan ekonomi dari perencanaan jaringan 5G di Kota Surabaya, selanjutnya yakni menganalisis kelayakan dari pembangunan jejaring 5G termasuk tarif pendapatan, tarif modal, pengembalian modal, serta dampak ekonomi yang dihasilkan. Net Present Value Net present value per year pada perhitungan ekonomi perancangan jaringan 5G diimplementasikan untuk mengetahui banyaknya keseluruhan pendapatan arus kas yang didapatkan dari investasi pembangunan 5G yang dikurangi dengan tarif operasional. Pada gambar 14 Yakni grafik dari NPV Per Year dari tahun 2022-2027. Complete 2024, 8. Vol. No. 1, doi: 10. 52435/complete. 11 of 12 Gambar 7 NPV 2022-2027 Dari grafik diatas diketahui bahwasanya, pada pembangunan jaringan 5G di Kota Surabaya di tahun 2027 keuntungan yang diperoleh mencapai Rp. 532,83. Maka profit yang didapatkan dari pembangunan layanan jaringan 5G tersebut mampu memberi keuntungan dalam jangka waktu panjang. NPV yang tinggi ini menunjukan bahwasanya pembangunan jaringan 5G di Kota Surabaya bisa dikatakan layak karena menghasilkan keuntungan yang melebihi dari pada biaya modal awal dan biaya operasional yang dikeluarkan. Internal Rate Of Return Perhitungan IRR diimplementasikan untuk mengevaluasi profitabilitas dari proyek pembangunan layanan 5G di Kota Surabaya, dan setelah diimplementasikan kalkulasi biaya didapatkan IRR sebesar 28%. Hal ini menunjukan bahwasanya pembangunan layanan jaringan 5G di Kota Surabaya mampu dikatakan layak karena IRR yang didapatkan melebihi dari pada suku bunga yang telah ditetapkan. Return Of Investment Return On Investment (ROI) yakni suatu kalkulasi ekonomi pada pembangunan layananjaringan 5G di Kota Surabaya, kalkulasi ini digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan proyek infrastruktur jaringan 5G. dari kalkulasi yang telah diimplementasikan ROI 2022-2027 didapatkan layaknya pada gambar grafik 15 berikut: Meskipun dari perhitungan menunjukan bahwasanya di setiap tahun ROI memiliki presentase yang tidak pasti akan tetapi pembangunan jaringan 5G di Kota Surabaya mampu dikatakan layak, sebab selain memperhitungkan ROI dari tiap tahun penulis juga melakukan kalkulasi ROI dari tahun pembangunan hingga tahun proyeksi, yang dimana temuan ROI dari tahun pembangunan hingga tahun proyeksi didapatkan sebesar 2,98. Kalkulasi yang telah didapatkan menunjukan bahwasanya angka ROI yang sudah didapatkan melebihi indikator yang sudah ditentukan, maka proyek infrastruktur dari pembangunan jejaring 5G di Kota Surabaya mampu dikatakan layak. Tingginya ROI ini dikarenakan Surabaya merupakan kota besar dengan populasi penduduk yang begitu padat serta memiliki ekonomi yang dinamis. Dengan tingginya jumlah pengguna dan permintaan akan layanan 5G dapat memberikan pendapatan yang cukup tinggi sehingga bisa meningkatan ROI. Gambar 8 Grafik ROI 2022-2027 Complete 2024, 8. Vol. No. 1, doi: 10. 52435/complete. 12 of 12 Payback period Dalam perhitungan payback period ini mencakup layaknya biaya awal modal (CAPEX), biaya operational (OPEX), serta biaya pendapatan. aspek tersebut sudah diperhitungkan layaknya diatas, sehingga payback period dalam pembangunan jaringan 5G di Kota Surabaya mampu kembali modal dalam kurun waktu 3 tahun. Hal ini menunjukan bahwasanya pembangunan jaringan 5G termasuk dalam klasifikasi layak, sebab payback period yang didapatkan tidak lebih dari 5 tahun. Net Profit Cost Ratio Net Profit Cost Ratio yakni suatu metrik yang digunakan guna mengevaluasi kelayakan dari proyek pembangunan jejaring 5G. Net B/C didapatkan dari membagi total pendapatan proyek dengan total tarif proyek. Bila Net B/C melebihi dari 1 maka proyek mampu diimplementasikan atau dikatakan layak. Dari kalkulasi yang sudah diimplementasikan Net B/C didapatkan sebesar 2,77, sehingga proyek pembangunan jaringan 5G di Kota Surabaya mampu dikatakan layak, sebab kalkulasi yang sudah diimplementasikan melebihi angka indikator yang ditentukan. Gross Profit Ratio Gross Profit Ratio pada pembangunan jaringan 5G di Kota Surabaya adalah komparasi kelayakan antara biaya PV profit dengan PV cost, yang dimana pada kalkulasi yang telah diimplementasikan didapatkan. Gross B/C sebesar 1,07. Hal ini menunjukan bahwasanya pembangunan jejaring 5G di Kota Surabaya mampu dikatakan layak sebab Gross B/C bernilai lebih Kesimpulan Penelitian jejaring 5G New Radio diimplementasikan di Kota Surabaya dengan luas wilayah keseluruhan Kota Surabaya sebesar 334,45 km2 dengan menggunakan frekuensi 2300 MHz dan menggunakan propagasi Urban Macro untuk menganalisis dan mengetahui site coverage dan capacity dari layanan jaringan 5G di Kota Surabaya. Dengan rata-rata sinyal RSRP yang didapatkan sebesar -50,73 dBm rata-rata sinyal tersebut termasuk kedalam klasifikasi excellent, rata-rata sinyal SINR sebesar 21,53 dB klasifikasi sinyal tersebut termasuk kedalam kategori sangat baik menurut KPI, dan throughput sebesar 259,954. 22 kbps. Perencanaan berdasarkan capacity menghasilkan 88 site dengan rata-rata sinyal SS-RSRP sebesar -58,01 dBm klasifikasi sinyal tersebut termasuk kedalam kategori excellent, rata-rata sinyal SINR sebesar 24,93 dB klasifikasi sinyal tersebut termasuk kedalam kategori sangat baik menurut KPI,dan throughput yang dihasilkan sebesar 283,872. 76 kbps. Setelah diimplementasikan optimasi coverage, site yang didapatkan berkurang menjadi 119 site dengan angka SS-RSRP -56,64 dBm. SS-SINR sebesar 24,43, dan throughput sebesar 280,307. 82 kbps. Modal awal (CAPEX) yang digunakan dalam pembangunan jaringan 5G di Kota Surabaya sebesar -Rp. Sehingga nilai IRR yang didapatkan sebesar 28%. Hal ini menunjukan bahwasanya proyek pembangunan jejaring 5G mampu dikatakan layak, sebab angka IRR yang didapatkan melebihi dari angka suku bunga yang telah ditetapkan. Return On Investment 2022-2027 didapatkan sebesar 2,98. hal ini menunjukan bahwasanya kalkulasi ROI yang sudah diimplementasikan melebihi indikator yang sudah ditentukan, sehingga proyek pembangunan jaringan 5G di Kota Surabaya mampu dikatakan layak. Dari sisi ekonomi pembangunan jaringan 5G di Kota Surabaya layak untuk diimplementasikan sebab periode pengembalian modal mampu kembali dalam 3 tahun serta NPV yang didapatkan bernilai positif. Dari kalkulasi yang sudah diimplementasikan Net B/C diperoleh sebesar 2,77, sehingga dari kalkulasi tersebut mampu diketahui bahwasanya pembangunan jaringan 5g di Kota Surabaya mampu dikatakan layak, sebab kalkulasi yang sudah didapatkan melebihi dari angka indikator yang ditentukan. Gross Profit Ratio pada pembangunan jejaring 5G di Kota Surabaya adalah komparasikelayakan antara biaya PV profit dengan PV cost, yang dimana pada kalkulasi yang telah diimplementasikan didapatkan. Gross B/C sebesar 1,07. Hal ini menunjukan bahwasanya pembangunan jaringan 5G di Kota Surabaya mampu dikatakan layak sebab Gross B/C bernilai lebih 13 of 12 Complete 2024, 8. Vol. No. 1, doi: 10. 52435/complete. Referensi