Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 19 No. 1, 31 Mei 2024 ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Adaptasi Dampak Perubahan Iklim Melalui Adopsi Pertanian Berkelanjutan The Impacts of Climate Change Adaptation Through the Adoption of Sustainable Agriculture Handika Saad*. Irwan Bempah, dan Karlena Arsyad Jurusan Agribisnis. Universitas Negeri Gorontalo. Provinsi Gorontalo. Indonesia Kayubulan. Kecamatan Limboto. Kabupaten Gorontalo. Gorontalo 96211 Email korespondensi: handikasaad1820@gmail. Diterima: 27-01-2024 Direvisi: 13-05-2024 Disetujui terbit: 28-05-2024 ABSTRACT Climate change is a temperature and weather change over the long term. It could damage the world's ecosystems and ecology, especially in agriculture. It has started with shrinking water supplies and the vulnerability to pests and diseases, thus affecting reduced agricultural output. This study aims to determine the demographic characteristics of farmers' sustainable farming adoption indices and analyze the relationship between farmers' demographical characteristics and the sustainable agricultural adoption index. The research was conducted in Bondawuna Village. South Suwawa Prefecture. Bone Bolango District, from February until May 2023. This research method uses quantitative descriptive, with accidental sampling, so that the number of samples in this study is 60 people who are corn farmers in the village. The demographic characteristics of the farmers in the study included age, gender, educational level, land size, land status, non-maize business, and off-farm business. The adoption index shows that in the nine components of sustainable farming adoption, tree planting was the highest, with an average of 3. 38, while the lowest was using organic fertilizer, with an average of 1. Land area is one of the demographic characteristics that correlates with the adoption index with a significance of This study implies that farmers with extensive land ownership tend to adopt components of sustainable agricultural innovation. Because of extensive land ownership, farmers are eager to adopt agricultural innovations and sustainable agriculture. Keywords: Adaption of sustainable agriculture, climate change, farmer ABSTRAK Perubahan iklim merupakan suatu peristiwa terjadinya perubahan suhu dan pola cuaca dalam waktu jangka panjang, sehingga dapat merusak ekosistem dan ekologi dunia khususnya dibidang pertanian. Mulai dari berkurangnya persediaan air, rentan diserang hama dan penyakit sehingga berdampak pada produksi hasil pertanian yang berkurang Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik demografi petani, indeks adopsi pertanian berkelanjutan, dan menganalisis hubungan antara karakteristik demografi petani terhadap indeks adopsi pertanian berkelanjutan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bondawuna. Kecamatan Suwawa Selatan. Kabupaten Bone Bolango dari bulan Februari sampai pada bulan Mei 2023. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif, dengan teknik pengambilan data accidental sampling sehingga jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 orang yang merupakan petani jagung di desa tersebut. Karakteristik demografi petani dalam penelitian ini meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, luas lahan, status lahan, usahatani diluar jagung, dan usaha off-farm. Indeks adopsi menunjukkan dalam sembilan komponen adopsi pertanian berkelanjutan, penanaman pohon adalah komponen yang paling tinggi adopsinya dengan nilai rata-rata 38 sedangkan yang paling rendah adalah penggunaan pupuk organik dengan nilai rata-rata 1. Luas lahan merupakan salah satu karakteristik demografi yang berkorelasi dengan indeks adopsi dengan nilai signifikansi 0. Implikasi penelitian ini adalah petani yang memiliki penguasaan lahan yang luas cenderung mengadopsi komponen inovasi pertanian berkelanjutan. Karena dengan kepemilikan lahan yang luas petani cenderung bersemangat untuk mengadopsi inovasi-inovasi pertanian khususnya pertanian berkelanjutan. Kata kunci: Adopsi pertanian berkelanjutan, perubahan iklim, petani Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 19 No. 1, 31 Mei 2024 ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 PENDAHULUAN Sumber penopang ekonomi di Indonesia salah satunya ada disektor pertanian. Karena produk pertanian adalah salah satu kebutuhan pokok masyarakat Indonesia. Survei menunjukkan bahwa masyarakat saat ini memiliki minat yang tinggi untuk bekerja mencapai 34,36%, lebih tinggi dari industri pengolahan yaitu 13,43%. Pekerjaan lainnya 30,79%, dan perdagangan yang mencapai 21,42% (Kusumaningrum, 2. Meski begitu, aktivitas pertanian ternyata cukup berdampak pada perubahan iklim, dimana sektor pertanian merupakan salah satu penyumbang gas rumah kaca (Yuliana. Menurut pendapat Anggraeni . gas rumah kaca yang disebabkan oleh peningkatan emisi karbon menyebabkan terjadinya pemanasan global. Adanya menimbulkan efek penyerapan dan pemantulan gelombang yang panjang dan bersifat panas oleh permukaan bumi dan dikembalikan ke atmosfer. Perubahan iklim ekstrim dapat berdampak negatif pada sektor pertanian, dengan adanya peningkatan suhu yang tinggi serta ketersediaan air yang berkurang dapat menyebabkan kekeringan pada lahan Disisi lain bencana alam yang muncul bergantian salah satunya yaitu banjir yang dapat mengakibatkan lahan pertanian lebih rentan terkena hama dan penyakit sehingga berdampak pada produksi hasil pertanian yang berkurang. Menurut Nuraisah et al. , . jika serangan organisme pengganggu tanaman meningkat akibat dari cuaca yang tidak meningkatnya risiko kegagalan panen serta menurunnya pendapatan petani. Dalam menghadapi perubahan iklim dan kerusakan lingkungan petani dapat pertanian berkelanjutan dengan cara memperbaiki perilaku dan kesadaran petani sehingga mampu membuat inovasi yang dapat mengolah pertanian yang ramah Selain itu, petani harus mempertahankan usahataninya dengan melakukan strategi adaptasi dalam praktek pertanian ketika perubahan iklim sedang Adaptasi merupakan salah satu cara dalam meningkatkan kemampuan menyesuaikan diri terhadap perubahan iklim, keragaman iklim serta kejadian iklim Hal tersebut mengurangi pengaruh-pengaruh negatif dari perubahan iklim. Kegiatan adaptasi yang dapat mengurangi dampak perubahan iklim yaitu mengembangkan kapasitas memperbaiki infrastruktur (Perdinan et al. Kabupaten Bone Bolango merupakan daerah yang terletak di Provinsi Gorontalo. Kabupaten ini sebagian besar daerahnya merupakan daerah pedesaan yang terdiri dari beberapa sektor, seperti perkebunan, perikanan, kehutanan serta Perekonomian di Kabupaten Bone Bolango sangat bergantung pada sektor pertanian karena masyarakat yang ada di wilayah tersebut dengan bermata pencarian petani. Kecamatan Suwawa Selatan yang memiliki luas wilayah 242,57 kmA, memiliki sektor pertanian yang luas khususnya tanaman jagung. Di Kecamatan Suwawa Selatan cukup banyak petani jagung yang tidak melakukan penerapan pertanian berkelanjutan, misalnya dengan menanam di lereng gunung sehingga rentan terhadap Petani umumnya menjual hasil panen berupa pipilan jagung ke pedagang pengumpul, tidak ke pabrik (Fatmawati dan Sirajuddin. Pentingnya dilakukan penyuluhan terhadap petani yaitu agar petani mendapatkan informasi mengenai Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 19 No. 1, 31 Mei 2024 perubahan iklim dan dapat meningkatkan kesadaran petani terhadap pertanian berkelanjutan sehingga petani dapat berinovasi untuk budidaya pertanian yang ramah lingkungan. Penyuluh pertanian bukan hanya berperan dalam pengambilan keputusan, tetapi juga sebagai lembaga yang menghubungkan petani dengan pemerintah (Addindi. Arifudin dan Cepriadi. Selain itu penyuluhan juga dapat mengubah pola pikir petani, dimana sebelumnya menggunakan pupuk kimia, kemudian beralih ke pupuk organik yang ramah lingkungan. Maka dari itu, penyuluh pertanian berperan penting sebagai pendorong petani dalam perubahan dari teknologi yang inovatif untuk membangun usahatani agar terarah (Ardita. Dian Wisika Prajanti dan Widjanarko, 2. Permasalahan yang dialami petani dapat dipecahkan melalui wawasan dan pengetahuan yang memadai. Akan tetapi, pada banyak kegiatan penyuluhan, petani tidak ada keterlibatan dan juga adanya rasa ketidakpercayaan petani pada program yang diadakan oleh para penyuluh sehingga membuat adopsi teknologi pertanian tidak begitu tinggi, meski hal itu dapat mendukung usahataninya (Sundari. Yusra dan Nurliza, 2. Agar tujuan dari penyuluh dapat dicapai, penyuluh harus mampu merubah cara berpikir petani melalui pengetahuan dan mengukur sejauh mana kesadaran petani terhadap kondisi yang terdapat dalam aktivitas pertanian. Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Marie et al. , . menunjukkan bahwa beberapa teknik yang dilakukan dalam menghadapi perubahan iklim menerapkan pertanian campuran, . penanaman campuran, . penanaman awal dan akhir . erubahan masa tana. , . penggunaan varietas tanaman tahan kekeringan, . penerapan teknik konservasi tanah dan air, . peralihan ke kegiatan pendapatan non-pertanian dan penggunaan irigasi. Juga penelitian yang dilakukan oleh Anwarudin et al. , . banhwa salah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan adalah . Memanfaatkan limbah dari pertanian untuk dijadikan pakan ternak, . Memanfaatkan kotoran hewan untuk dibuat biogas yang dapat mengurangi efek dari gas rumah kaca, serta . Mengembangkan kapasitas petani dan komoditasnya, serta memperbaiki infrastruktur. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk . mengetahui karakteristik demografi petani, . indeks adopsi pertanian berkelanjutan, serta . menganalisis hubungan antara karakteristik demografi petani terhadap indeks adopsi pertanian berkelanjutan. Penelitian berkontribusi dalam meningkatkan adopsi berdampak positif bagi pembangunan pertanian di Indonesia. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode Penelitian menggunakan wawancara terhadap petani jagung dengan berpatokan terhadap kuesioner yang telah dibuat guna mengetahui perilaku petani yang dapat berpengaruh terhadap perubahan iklim, yang tidak ataupun telah diterapkan oleh Populasi yang diambil adalah petani jagung yang merupakan masyarakat di Desa Bondawuna. Kecamatan Suwawa Selatan dengan jumlah 147 jiwa. Kemudian, sampel diambil dengan jumlah 60 Teknik dalam pengumpulan data menggunakan metode accidental Metode tersebut merupakan teknik pengambilan responden dengan cara mengambil secara kebetulan pada suatu tempat yang telah ditentukan. Pengambilan data tersebut dilakukan dari bulan Februari sampai pada bulan Mei 2023. selain petani Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 19 No. 1, 31 Mei 2024 ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 mengisi kuesioner, juga di lakukan wawancara secara langsung dengan petani. Variabel pengukuran tentang adopsi disusun dengan menggunakan skala likert, yang memiliki lima tingkatan yaitu Auselalu . Ay. Aucukup sering . Ay. Aukadang-kadang . Ay. Indeks adopsi = Aujarang . Ay, dan Autidak pernah . Ay. Pengukuran tersebut disajikan dalam bentuk mean, guna mengetahui indeks adopsi dari pertanian Perhitungan indeks adopsi menurut Suhana et al . ditunjukan pada Persamaan 1. ycycuycycayco ycnycuyccyceycoyc ycayccycuycyycycn x 100 A . ycycoycuyc ycoycaycuycnycoycyco Tabel 1. Identitas responden Desa Bondawuna Respon Demografi Usia 20 - 29 30 - 39 40 - 49 50 - 59 70 ke atas Jenis kelamin Laki - laki Tingkat pendidikan Tidak tamat SD Tamat SD Tamat SMP Tamat SMA Tamat PT Luas lahan Dibawah 1 Ha Diatas 1 Ha Status lahan Milik sendiri Bagi hasil Usahatani diluar jagung Tidak Usaha off-farm Tidak Sumber : Data primer tahun 2023 Tabel 1 menjelaskan bahwa responden yang bekerja sebagai petani jagung merupakan petani yang berusia produktif, yakni berusia 30 sampai 59 tahun dan lebih dominan petani laki-laki. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Arsyad dan Sirajuddin . yang menunjukkan bahwa usia rata-rata petani di Gorontalo adalah sekitar 40-an tahun. Usia produktif dijelaskan pada penelitian yang telah dilakukan oleh Kalamento, et al. bahwa usia kurang dari 15 tahun tergolong usia yang belum produktif dan usia 15-60 tahun adalah usia yang tergolong Mayoritas petani di Desa Bondawuna memiliki tingkat pendidikan Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 19 No. 1, 31 Mei 2024 yang rendah, dan hanya sedikit petani yang berpendidikan hingga tingkat SMA dan Perguruan tinggi. Selebihnya petani hanya menyelesaikan pendidikan sampai tamatan SD. Rendahnya pendidikan umumnya diakibatkan oleh rendahnya tingkat ekonomi keluarga (Syaefudin, 2. Padahal, pendidikan yang berjenjang dan terstruktur dapat berpengaruh terhadap cara berpikir dan menalar dalam bertindak ataupun mengambil keputusan (Nazaruddin dan Anwarudin, 2. Kemudian, di desa ini banyak petani yang memiliki lahan diatas 1 ha dengan status lahan milik sendiri. Sekitar 3 persen petani yang berusahatani di luar jagung seperti, menanam pisang dan cabai rawit. Adapula petani yang memiliki usaha lain selain bertani, seperti tukang ojek dan penambang. Penelitian yang dilakukan oleh Sirajuddin . menunjukkan bahwa banyak petani jagung di Gorontalo yang memiliki usahatani cabai rawit. Praktek Pertanian Berkelanjutan Pertanian berkelanjutan merupakan salah satu upaya mitigasi perubahan iklim. Terdapat beberapa upaya yang dapat dilakukan dalam pertanian berkelanjutan sebagaimana berikut: Penggunaan pupuk organik Pupuk organik memiliki unsur hara yang meski tidak terlalu tinggi namun dapat memperbaiki struktur tanah, tekstur, warna dan porositas tanah. Hampir seluruh petani yang menggunakan pupuk organik dapat merasakan adanya peningkatan kesuburan tanah sebesar 95% setelah menggunakan pupuk organik tersebut (Gama. Oktaviani dan Rifin, 2. Terdapat beberapa jenis pupuk organik yang dapat dipakai seperti pupuk kompos, pupuk hijau, dan pupuk Contoh lain manfaat dari penggunaan pupuk organik yaitu dapat menciptakan lingkungan yang sehat, serta dapat meningkatkan pendapatan Pengurangan penggunaan pupuk kimia Pupuk yang banyak digunakan oleh petani yaitu pupuk kimia karena dianggap lebih praktis dan mudah Akan tetapi, hal ini dapat berdampak negatif pada tanah jika menggunakan pupuk kimia secara Dampak negatif yang ditimbulkan dari penggunaan pupuk ini seperti, dapat membunuh cacing tanah sehingga menurunnya kesuburan tanah, mengganggu keseimbangan unsur hara tanah yang dapat membuat tanah tidak lagi gembur. hal ini seperti pendapat yang dikemukakan oleh Priambodo . , bahwa penggunaan pupuk kimia dapat menyebabkan tanah menjadi keras, serta menurunnya produktivitas yang disebabkan karena menggunakan pupuk kimia secara berlebihan dan tidak diimbangi dengan pupuk organik. Pengurangan penggunaan pestisida Bahan kimia seperti pestisida banyak mengendalikan hama. Produktivitas pertanian akan mengalami penurunan jika tidak digunakannya pestisida (Pangihutan dan Manalu, 2. Akan tetapi bahan kimia ini berbahaya bagi tanah karena dapat mempengaruhi keseimbangan unsur hara dalam tanah. Hal ini juga, dapat mengurangi kesuburan tanah, dapat membunuh predator sehingga hama berkembang dan sulit dikendalikan. Pestisida juga menyebabkan pencemaran lingkungan yang dapat menimbulkan berbagai Penggunaan pestisida optimal dalam peningkatan hasil pertanian. akan tetapi, menyebabkan keracunan. Pestisida bukan hanya dipakai oleh petani pria tetapi ada pula petani wanita sehingga Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 19 No. 1, 31 Mei 2024 dapat mengakibatkan terganggunya kesehatan reproduksi (Widyawati. Siswanto dan Pranowowati, 2. Pengurangan penggunaan herbisida Bahan kimia seperti herbisida digunakan untuk membunuh tanaman penggangu seperti rumput liar. Bahan kimia ini digunakan ketika akan melakukan persiapan lahan sebelum masa tanam dan sesudah panen (Widowati et al. Glifosat merupakan kandungan yang terdapat pada herbisida yang dapat mencemari tanah serta area yang dirawat (Aditiya, 2. Pengurangan menggunakan bajak. Tanah dapat diolah dengan bajak yang menggunakan tenaga hewan, manusia ataupun bantuan alat seperti traktor. Pembajakan menggemburkan dan melembekkan Akan tetapi. Pembajakan tanah yang terlalu dalam dapat mengakibatkan berkurangnya kesehatan dan kesuburan tanah, sehingga mengurangi produksi jagung, serta dapat menyebabkan tanah mudah teroresi oleh angin dan hujan. Pengolahan yang benar yaitu melakukan pembajakan dengan kedalaman 12-20 cm dari permukaan tanah, yang dilakukan sebanyak 2 kali. Dampak dari pengolahan tanah menggunakan alat modern seperti traktor secara terus menerus mengakibatkan menurunnya tingkat kesuburan tanah, kegiatan inilah yang menyebabkan perubahan sifat fisik tanah pada lahan (Alamsyah, 2. Melakukan pergiliran tanaman Rotasi tanaman merupakan penanaman yang dilakukan secara bergantian dengan tanaman yang berbeda dilahan yang sama. kegiatan ini bermanfaat bagi meningkatkan kualitas struktur tanah. Pergiliran tanaman ini dapat mengurangi berbagai serangan hama atau penyakit, kemudian dapat membantu dalam pembentukan ekosistem mikro yang stabil (Nuryanti dan Kasim, 2. Melakukan tumpang sari Tumpang pencampuran tanaman berupa dua jenis tanaman yang ditanam dilahan yang Hal ini juga dapat meningkatkan pendapatan petani. Tumpang sari banyak memiliki keuntungan seperti dapat menurunkan resiko kerugian, meminimalisir serangan hama, dan unsur hara dapat diserap oleh tanaman dengan baik. Tumpang sari tersebut berguna dalam mengurangi resiko usahatani, selain itu bisa meningkatkan produktivitas lahan, serta kelangsungan pendapatan terjamin (Warman dan Kristiana, 2. Di Gorontalo, beberapa petani jagung menanam jagungnya tumpang sari dengan kacang-kacangan, namun banyak pula yang di bawah naungan pohon kelapa (Butolo. Hasan dan Sirajuddin, 2. Pengurangan Dampak dari pembakaran limbah jagung dapat yaitu merusak lingkungan, serta Selain itu, melakukan menyebabkan kebakaran lahan, apalagi dilakukan pada musim kemarau. Limbah tongkol jagung yang biasanya dibakar atau dibuang dapat dijadikan berbagai macam produk yang memiliki nilai ekonomi, briket arang dari tongkol jagung (Kasim. Aslidayanti dan Aminah, 2. Menanam pohon Menanam pohon dapat berdampak positif bagi kehidupan, kegiatan ini dilakukan agar dapat mengurangi kerusakan lingkungan seperti bencana ditimbulkan oleh pembakaran. selain itu, pohon juga sangat bermanfaat bagi Pohon merupakan cara efektif untuk menangkal perubahan iklim (Bastin et al. , 2. Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 19 No. 1, 31 Mei 2024 Adopsi Pertanian Berkelanjutan oleh petani di Desa Bondawuna Identifikasi berkelanjutan dilakukan melalui kuesioner dengan menggunakan skala likert. Skala likert ini memiliki lima tingkatan yakni, dimulai dari Autidak pernah menerapkanAy sampai dengan Auselalu menerapkan . iberi nilai 1 sampai . Kemudian ditentukan dengan menghitung rata-rata. Nilai rata-rata adopsi pertanian berkelanjutan disajikan dalam Tabel 2. Tabel 2. Nilai rata-rata adopsi pertanian berkelanjutan di Desa Bondawuna Perlakuan Penanaman pohon Pengurangan Penggunaan pestisida Pembajakan lahan minimal Pengurangan pembakaran limbah Tumpang sari Pergiliran tanaman Pengurangan Penggunaan herbisida Pengurangan Penggunaan pupuk kimia Penggunaan pupuk organik 0,14375 0,098611111 0,083333333 Sumber : Data primer tahun 2023 Tabel 2 menjelaskan bahwa tingkat adopsi pertanian berkelanjutan di Desa Bondawuna penanaman pohon dengan nilai mean Hal ini berarti bahwa penanaman pohon merupakan salah satu adopsi pertanian berkelanjutan yang paling banyak diterapkan oleh petani. Pohon mengurangi perubahan iklim karena dapat menyerap karbon dan siklus karbon global (Ramadhani et al. , 2. Kemudian adopsi pertanian berkelanjutan yang paling sedikit diadopsi petani adalah dengan nilai mean 1. 42, pengurangan penggunaan pupuk kimia dengan mean yang bernilai 1. 32, dan penggunaan pupuk organik dengan mean yang bernilai Hal serupa ditunjukkan oleh Abdullah et al. dimana dalam penelitiannya juga terlihat bahwa adopsi pupuk organik di Gorontalo masih terbilang rendah. Padahal, menurut Sudiarta et al. , penggunaan pupuk organik pada jagung di Gorontalo dapat lebih mengefisienkan penggunaan pupuk sebab dapat mensubtitusi pupuk kimia. Secara berkelanjutan masih cukup rendah sebab hanya dua komponen yang berada di atas 3, sedangkan lainnya masih di bawah 3. Kurangnya terhadap adopsi pertanian berkelanjutan pengurangan penggunaan herbisida dapat berdampak buruk bagi lingkungan, menurut Aditiya . mengganggu keseimbangan dari patogen serta organisme yang menguntungkan karena bahan kimia tersebut membunuh jamur dan berbagai spesies bakteri, serta penyebab penyakit Sementara itu, tingginya penggunaan pupuk kimia yang diakibatkan oleh petani yang tidak mengadopsinya pengurangan penggunaan pupuk kimia, menyebabkan terganggunya kelestarian lingkungan. sebesar 93,33 persen dampak yang ditimbulkan dari penggunaan pupuk kimia, akan tetapi petani tidak melihat Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 19 No. 1, 31 Mei 2024 ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 dampak negatif dan hanya melihat dampak positifnya saja, padahal petani sadar dengan dampak yang diakibatkan oleh pupuk tersebut (Mansyur, 2. Penerapan yang tergolong paling rendah diadopsi oleh petani yaitu penggunaan pupuk organik, hal ini serupa dengan penelitian yang diteliti oleh Hasni . dimana Desa Bonto MateAone. Kecamatan Sinoa bahwa adopsi adopsinya, disebabkan karena memakan waktu kerja terlalu lama sehingga petani enggan menggunakannya, dimulai dari pengumpulan bahan baku sampai pada Hal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat petani masih banyak yang belum mengadopsi pupuk organik padahal pupuk organik bisa didapatkan penelitian yang telah dilakukan oleh Banu . bahwa limbah ampas kelapa dan kulit dari bawang merah yang merupakan limbah pertanian, dimanfaatkan dalam berdampak nyata pada pertumbuhan dari beberapa jenis tanaman. Korelasi Antara Karakteristik Demografi Petani Terhadap Indeks Adopsi Pertanian Berkelanjutan Uji korelasi adalah metode statistik yang indeks adopsi. Tabel 3 menunjukkan hasil uji korelasi. Tabel 3. Hasil uji statistik karakteristik demografi responden terhadap indeks adopsi pertanian berkelanjutan. Item Pearson Korelasi Signifikansi Ket. Usia Jumlah tanggungan keluarga Luas lahan Pengalaman usahatani Sumber : Data primer tahun 2023 Tidak berpengaruh Tidak berpengaruh Berpengaruh Tidak berpengaruh Tabel 3 menunjukkan bahwa hanya terdapat satu variabel yang signifikan di antara semua karakteristik demografi petani terhadap indeks adopsi, yaitu luas lahan. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa luas lahan merupakan karakteristik demografi petani yang siginifikan terhadap indeks adopsi dengan nilai signifikan . ignifikan pada alpha . Karakteristik demografi petani yang tidak signifikan terhadap indeks adopsi yaitu usia, jumlah tanggungan dan pengalaman usahatani karena nilai signifikannya di atas 0. Luas lahan berkorelasi terhadap tingkat adopsi petani karena seseorang yang memiliki lahan yang luas dapat melalui ujicoba di atas lahan yang lebih sempit sehingga lahan utamanya tidak Umumnya, petani yang berlahan sempit lebih ragu untuk mencoba sebab Hal ini selaras dengan penelitian yang telah diteliti oleh Sirajuddin . yang menunjukkan korelasi antara luas lahan dengan adopsi inovasi. Noviyanti et al. , . berpandangan bahwa luas meningkatnya produktivitas usahatani, sehingga pendapatan petani meningkat. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dijelaskan bahwa terdapat sembilan berkelanjutan untuk beradaptasi terhadap perubahan iklim oleh petani di Desa Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 19 No. 1, 31 Mei 2024 Bondawuna. Diantara komponen tersebut, penanaman pohon merupakan komponen yang paling tinggi diadopsi oleh petani. Komponen dengan tingkat adopsi oleh penggunaan pupuk organik, pengurangan penggunaan pupuk kimia, dan pengurangan Luas merupakan karakteristik demografi yang berkorelasi dengan adopsi petani. Petani yang memiliki penguasaan lahan yang luas cenderung mengadopsi komponen inovasi pertanian berkelanjutan. Oleh karena itu, disarankan agar organik kepada petani sehingga dapat memberikan dampak positif bagi adopsi pertanian berkelanjutan. DAFTAR PUSTAKA