Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 592-602 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. PENERAPAN PEMBELAJARAN PAI BERBASIS VIDEO LEARNING BAGI PESERTA DIDIK DISABILITAS TUNARUNGU DI SMPLB NEGERI TAMANWINANGUN Kunti Nailal Muna. Ahmad Murtajib Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Kebumen E-mail: nellanaila77@gmail. Abstract This research aim to know the design and application of video learning in Islamic Religious Education (PAI) learning, to analyze the response of deaf students to video learning-based PAI, and to identify supporting and inhibiting factors for its implementation at SMPLB Negeri Tamanwinangun Kebumen. This study uses a descriptive qualitative approach. The research site is at SMPLB Negeri Tamanwinangun Kebumen. The research subjects included PAI maple teachers and deaf students in grade IX B. The data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. Data analysis is carried out through data reduction, data presentation, and drawing to conclusions. The results of the study show that the application of video learning is specifically designed as a solution to verbal communication barriers in deaf Video design must include Indonesian Sign Language (BISINDO), text/subtitles, and interesting visualizations so that the material is easy to understand. The response of deaf students to this media was positive, shown by increased learning motivation and understanding of PAI concepts. The main supporting factors are the activeness and creativity of students and school support, while obstacles include limited facilities and infrastructure and difficulty finding video teaching materials that are in accordance with the material and needs of learners. Keywords: PAI. Video Learning. Deaf. SMPLB Tamanwinangun. Abstrak Hasil penelitian ini bertujuan untuk mengetahui desain dan penerapan video learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), menganalisis respon peserta didik tunarungu terhadap pembelajaran PAI berbasis video learning, dan mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat penerapannya di SMPLB Negeri Tamanwinangun Kebumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Tempat penelitian di SMPLB Negeri Tamanwinangun Kebumen. Subjek penelitian meliputi guru maple PAI dan peserta didik tunarungu kelas IX B. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan ke simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan video learning dirancang khusus sebagai solusi atas hambatan komunikasi verbal pada peserta didik tunarungu. Desain video wajib menyertakan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO), teks/subtitel, serta visualisasi menarik agar materi mudah dipahami. Respon peserta didik tunarungu terhadap media ini Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 592-602 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. positif, ditunjukkan dengan peningkatan motivasi belajar dan pemahaman konsep PAI. Faktor pendukung utamanya adalah keaktifan dan kreativitas peserta didik dan dukungan sekolah, sementara penghambat mencakup keterbatasan sarana dan prasarana serta kesulitan mencari bahan ajar video yang sesuai dengan materi dan kebutuhan perserta didik. Kata Kunci : PAI. Video Learning. Tunarungu. SMPLB Tamanwinangun. PENDAHULUAN Pendidikan sangat penting bagi manusia. Pendidikan telah lama menjadi bagian dari kehidupan mereka. Sesuai hakikatnya pendidikan bertujuan untuk menggali, mengembangkan serta meningkatkan potensi kognitif, afektif dan psikomotorik tiap individu. Diharapkan, setelah mengenyam pendidikan, setiap individu dapat terhindar dari kebodohan. Sehingga penting bagi setiap insan untuk mendapat pendidikan yang layak dan memenuhi kapasitas. Salah satu lembaga pendidikan yang memberi proses pembelajaran adalah sekolah. Sekolah yang bertanggung jawab untuk menyediakan pendidikan yang layak bagi seluruh umat manusia, tidak terkecuali bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus . Salah satu sekolah yang melayani peserta didik yang memiliki kebutuhan khusus adalah Sekolah Luar Biasa (SLB). Sekolah Luar Biasa (SLB) adalah lembaga pendidikan formal yang menyediakan pendidikan bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus. Sekolah Luar Biasa, sekolah yang secara khusus menyediakan pendidikan bagi anak-anak yang mengalami keterbatasan fisik atau mental berdasarkan klasifikasi yang telah ditentukan sebelumnya. Pada pertemuan internasional hak para penyandang disabilitas Indonesia, ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2011. Tertuang dalam Pasal 28A UUD 1945: Ausetiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannyaAy. Hak manusia untuk hidup merupakan hak asasi manusia, karena tanpa hidup manusia tidak ada hak-hak asasi manusia yang ada pada dirinya. Hal tersebut merupakan dasar konstitusional perlindungan penyandang disabilitas di Indonesia bersumber dari hukum1 mengatur berbagai hak yang harus dipenuhi oleh negara. Hak-hak tersebut meliputi hak untuk hidup dan hak atas Nur Hikma. AuPemenuhan Hak Bekerja Bagi Penyandang Disabilitas Menurut Uu N0 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas (Studi: TUNARUNGU A,Ay Repository. Uinjkt. Ac. Id, no. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 592-602 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. pendidikan, hak atas perlindungan dalam situasi berisiko dan darurat, untuk tidak menderita sakit, perlakuan tidak adil, hak atas pekerjaan, kemandirian, partisipasi, hak politik, kebebasan berpendapat, hak memperoleh jaminan kesehatan dan hak memperoleh jaminan Pendidikan. Pendidikan yang berkualitas sangat penting bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi mereka, meningkatkan kualitas hidup, dan menjadi bagian dari masyarakat yang setara. Khususnya pendidikan agama, pentingnya belajar agama bagi seluruh umat manusia tidak terkecuali bagi umat muslim yang menyandang disabilitas. Sebagai hamba Tuhan, seluruh umat muslim dituntut untuk mampu dan paham mengenai kaidah - kaidah dalam keagamaan. Dalam konteks ini. Pendidikan Agama Islam (PAI) memegang peranan krusial sebagai fondasi moral dan spiritual. Namun, pembelajaran PAI di Sekolah Luar Biasa (SLB) menghadapi tantangan besar, tidak terkecuali pada peserta didik Hambatan utama terletak pada keterbatasan komunikasi verbal dan kesulitan mereka dalam menginternalisasi konsep-konsep agama yang bersifat abstrak. Peserta didik tunarungu sangat mengandalkan indra penglihatan dan memerlukan media yang mampu mengkonkretkan materi secara visual. Kondisi tersebut menuntut adanya inovasi dalam metode dan media pembelajaran. Media Video Learning muncul sebagai solusi yang sangat relevan. Video memiliki keunggulan karena sifatnya yang dinamis, menarik, dan mampu mengakomodasi kebutuhan visual peserta didik tunarungu, terutama jika dilengkapi dengan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dan teks . Pemanfaatan teknologi ini diharapkan dapat menjembatani kesulitan komunikasi guru dan meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi PAI, seperti tata cara ibadah atau kisah-kisah keagamaan. Guru PAI dapat menggunakan strategi pembelajaran yang efektif di dalam proses KBM dengan memeperhatikan kebutuhan khusus peserta didiknya. Termasuk penggunaan teknik dan lingkungan pembelajaran yang dirancang untuk mencapai pendidikan yang setara. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi calon tenaga pengajar PAI, khususnya yang mengampu di Sekolah Luar Biasa. Fatimah. Fauziah. Sukataman. , & Najitama. Exploring The Challenges And Strategies Of Inclusive Education For Sustainable Development: A Mixed Method Of Inclusive Elementary Schools In Indonesia. Kyzylorda Scholarly Review, 1. , 1-14. Malakh Joy Barak Sucipto and Ahmad Sholikhin Ruslie. AuTinjauan Ham Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus Dalam Kesetaraan Pendidikan,Ay Jurnal Res Justitia: Jurnal Ilmu Hukum 4, no. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 592-602 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Meskipun efektivitas media visual telah banyak diteliti, studi yang secara spesifik mengkaji penerapan, desain kurasi, respon peserta didik tunarungu, serta faktor-faktor determinan di tingkat satuan pendidikan seperti SMPLB Negeri Tamanwinangun Kebumen masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi celah tersebut dengan mendeskripsikan secara mendalam bagaimana penerapan video learning dilakukan, bagaimana dampaknya terhadap motivasi dan pemahaman siswa, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat praktis dalam konteks sekolah khusus. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi empiris dan rekomendasi praktis bagi pengembangan strategi pembelajaran PAI yang inklusif dan efektif bagi peserta didik Menurut Rafikayati, dkk. , dari berbagai jenis media visual yang tersedia, video learning atau pembelajaran berbasis video terbukti lebih efektif dibandingkan dengan media gambar Media visual bergerak seperti video dan animasi memiliki kemampuan untuk menyampaikan pesan secara lebih jelas, konkret, dan menarik. Keunggulan media ini terletak pada kemampuannya menjelaskan materi secara visual dan dinamis, sehingga mengurangi risiko multitafsir yang kerap terjadi pada gambar statis. 4 Dengan demikian, video learning dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang tepat bagi peserta didik tunarungu untuk meningkatkan pemahaman konsep serta keterlibatan aktif dalam proses belajar. Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan, penelitian ini berfokus pada tiga aspek fundamental. Pertama, desain dan penerapan video learning dalam pembelajaran PAI bagi peserta didik tunarungu di SMPLB Negeri Tamanwinangun Kebumen akan dianalisis untuk mendeskripsikan strategi yang digunakan guru. Kedua, respons peserta didik tunarungu terhadap penerapan video learning tersebut akan dieksplorasi guna memahami dampak efektivitas dan motivasi belajar. Ketiga, faktor pendukung dan penghambat implementasi pembelajaran PAI berbasis video learning akan diidentifikasi. Secara koheren, ketiga rumusan masalah tersebut menjadi tujuan utama yang hendak dicapai dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berarti. Secara . : 186Ae202. Ana Rafikayati. Susi Hermin, and Eko Cahyo. AuPENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN INTERAKTIF BAGI MAHASISWA TUNARUNGU DI PERGURUAN TINGGI,Ay DEVOSI Jurnal Teknologi Pembelajaran 13, no. : 13Ae26. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 592-602 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. teoretis, temuan ini akan memperkaya khazanah keilmuan dan menjadi referensi untuk studi sejenis mengenai penerapan pembelajaran PAI berbasis video learning bagi peserta didik Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat menginspirasi dan mendorong para pendidik untuk menerapkan metode pengajaran yang efektif dan menjadi sumber informasi terkait media pembelajaran yang tepat bagi peserta didik disabilitas. Bagi peserta didik tunarungu, penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar dan mendorong kemandirian mereka dalam proses pembelajaran. Terakhir, bagi sekolah, temuan ini dapat diterapkan sebagai solusi untuk memecahkan masalah terkait pemenuhan kebutuhan visualgestural setiap peserta didik secara optimal. METODE PENELITIAN Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif deskriptif. Pemilihan pendekatan kualitatif bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan secara mendalam fenomena yang terjadi secara natural, khususnya terkait implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis video learning dalam lingkungan Sekolah Luar Biasa. Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif peneliti bertindak sebagai instrument kunci . ey instrumen. , yaitu peneliti sebagai pengumpul data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dengan metode deskriptif, penelitian ini berfokus pada penggalian data mengenai proses penerapan, desain media, respon peserta didik, serta faktor pendukung dan penghambat di lokasi penelitian tanpa melakukan intervensi atau pengujian hipotesis numerik. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan . ield researc. Penelitian lapangan bertujuan mendeskripsikan secara sistematis fakta-fakta yang ditemukan di lapangan. Fakta tersebut berupa verbal, kalimat, dan fenomena, bukan berupa angka-angka. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam menjawab rumusan masalah dan pertanyaan-pertanyaan penelitian, hasil penelitian harus disimpulkan secara eksplisit. Penafsiran terhadap temuan dilakukan dengan Almanshur Fauzan Ghony Djunaidi. Metodologi Penelitian Kualitatif (Yogyakarta: Ar Ruzz Media, 2. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 592-602 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. menggunakan logika dan teori-teori yang ada. Temuan berupa kenyataan di lapangan diintegrasikan/ dikaitkan dengan hasil-hasil penelitian sebelumnya atau dengan teori yang sudah ada. Untuk keperluan ini harus ada rujukan. Dalam memunculkan teori-teori baru, teoriteori lama bisa dikonfirmasi atau ditolak, sebagian mungkin perlu memodifikasi teori dari teori Dalam suatu artikel, kadang-kadang tidak bisa dihindari pengorganisasian penulisan hasil penelitian ke dalam Auanak subjudulAy. Berikut ini adalah cara menuliskan format pengorganisasian tersebut, yang di dalamnya menunjukkan cara penulisan hal-hal khusus yang tidak dapat dipisahkan dari sebuah artikel. Desain dan Penerapan Video Learning PAI Penerapan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMPLB Negeri Tamanwinangun Kebumen bagi peserta didik tunarungu menunjukkan adaptasi metode yang berorientasi kuat pada kebutuhan visual dan gestural siswa. Berdasarkan keterangan dari Ibu Megi Hapsari. Pd. I, selaku Guru PAI, metode pengajaran yang digunakan bersifat eklektik dan terintegrasi. Meskipun metode ceramah tetap menjadi dasar penyampaian materi, pelaksanaannya selalu diiringi dengan Bahasa Isyarat dan penjabaran visual di papan tulis, sesuai dengan penekanan bahwa "ceramah selalu menggunakan bahasa isyarat, menjabarkan di papan tulis, menonton video, demonstrasi dan praktik," dengan dominasi pada metode ceramah yang diperkuat oleh gestur tangan. Penggunaan media video learning dilakukan secara selektif dan strategis. Guru PAI menjelaskan bahwa video dimanfaatkan secara khusus untuk materi yang dinilai sulit diilustrasikan atau bersifat abstrak, seperti konsep Iman kepada Hari Akhir. Iman kepada Malaikat, dan materi tentang Bersuci (Thahara. Pemilihan media video didasarkan pada tiga pertimbangan utama: pertama, adanya keterbatasan kemahiran guru dalam menguasai Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) secara optimal. kedua, sifat konseptual materi tertentu yang tidak efektif jika hanya disampaikan melalui ceramah. dan ketiga, upaya untuk mempermudah daya serap peserta didik tunarungu terhadap materi yang kompleks. Terkait dengan kurasi dan kriteria desain video, guru PAI menerapkan standar aksesibilitas yang ketat. Kriteria ideal video yang digunakan harus mencakup tiga unsur wajib: penyediaan subtitel . dilengkapi dengan juru bahasa isyarat. atau memiliki visualisasi yang sangat jelas dan deskriptif. Guru menyadari adanya keterbatasan ketersediaan video PAI Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 592-602 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. yang secara penuh memenuhi kriteria tersebut dari sumber eksternal . erutama platform YouTub. Oleh karena itu, diterapkan kebijakan bahwa video yang dipilih minimal harus memenuhi salah satu dari tiga unsur aksesibilitas tersebut untuk memastikan materi tetap dapat diterima secara efektif oleh siswa tunarungu. Adapun mengenai sumber media dan strategi penyesuaian durasi, video yang digunakan dalam proses pembelajaran PAI sebagian besar berasal dari platform YouTube dan sumber eksternal lainnya. Pengambilan dari sumber luar didasari oleh minimnya produksi video PAI yang dirancang khusus untuk tunarungu di lingkungan internal. Sementara itu, dalam memilih video, relevansi dan kualitas isi konten dianggap lebih utama dibandingkan durasi. Guru berpandangan bahwa fokus peserta didik lebih dikelola melalui teknik penyampaian dan interaksi saat video ditayangkan, bukan melalui pembatasan durasi video itu sendiri, guna menjamin penyampaian informasi yang utuh dan esensial. Secara keseluruhan, guru PAI berupaya memadukan berbagai metode dan media pembelajaran yang berlandaskan visualgestural dan praktik langsung demi mendukung pemahaman holistik peserta didik terhadap materi PAI. Respon Peserta Didik Tunarungu Berdasarkan hasil wawancara mendalam dengan peserta didik tunarungu, ditemukan adanya preferensi yang signifikan terhadap penggunaan media video learning dalam mata pelajaran PAI. Para peserta didik secara eksplisit menyatakan bahwa proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan materi mudah dipahami ketika penjelasan guru dilengkapi dengan penayangan visual. Respon positif ini didasari oleh karakteristik alami peserta didik tunarungu sebagai pembelajar visual . isual learne. Pernyataan ini dikuatkan oleh Andis Irawan, salah satu responden, yang mengutarakan persetujuannya melalui bahasa isyarat, "lebih suka pembelajaran dilengkapi video, lebih paham dilengkapi video. " Preferensi ini menunjukkan bahwa video learning berhasil memenuhi kebutuhan sensorik utama mereka, yaitu penglihatan. Dampak penting dari penggunaan media video terletak pada kemampuannya untuk mengkonkretkan materi PAI yang bersifat abstrak dan sulit diakses hanya melalui bahasa isyarat dan kosakata terbatas. Materi-materi seperti konsep keimanan, khususnya Iman kepada Hari Akhir, dapat ditransformasi melalui visualisasi yang kaya. Melalui tayangan video, peserta didik mendapatkan detail visual yang memungkinkan mereka tidak hanya memahami konsep secara garis besar, tetapi juga mampu mereproduksi dan mendeskripsikan detail peristiwa yang Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 592-602 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Dengan kata lain, video berfungsi sebagai jembatan yang mentransfer konsep abstrak ke dalam rangkaian pengalaman visual yang nyata bagi peserta didik. Dampak positif penggunaan video learning meluas hingga pada peningkatan kreativitas dan kemampuan peserta didik dalam mendeskripsikan materi. Observasi pasca-penayangan video yang menggambarkan peristiwa Hari Kiamat menunjukkan bukti empiris bahwa peserta didik mampu secara mandiri menuliskan dan menyampaikan daftar detail yang mereka serap dari visualisasi tersebut. Contohnya. Rosdiana, peserta didik kelas IX B, dengan antusias menuliskan deskripsi visualnya mengenai kiamat, dengan menyebutkan "hujan petir, tanah longsor, bumi gempa . empa bum. dan tsraumi . " Kemampuan peserta didik untuk menyebutkan detail spesifik ini menegaskan bahwa media video berhasil mengaktifkan memori visual mereka dan membantu menginternalisasi materi yang sulit dijangkau melalui metode komunikasi tradisional. Hal ini menunjukkan bahwa metode visualisasi efektif dalam mengembangkan literasi visual mereka dan mendorong peserta didik untuk lebih aktif merekonstruksi pemahaman. Faktor Pendukung dan Penghambat Keberhasilan penggunaan video learning dalam pembelajaran PAI didukung oleh tiga faktor utama yang berakar pada karakteristik peserta didik tunarungu. Faktor pendukung terbesar adalah sifat peserta didik sebagai pembelajar visual . isual learne. , di mana media videoAiterutama yang menampilkan demonstrasi praktik atau kisah IslamiAidapat langsung ditangkap oleh indra penglihatan mereka dan terekam lebih efektif dalam memori jangka Selain itu, video terbukti memiliki efektivitas tinggi dalam penguatan konsep abstrak PAI yang mustahil dijelaskan secara memadai melalui ceramah atau gambar statis, seperti materi Iman kepada Hari Akhir atau sifat-sifat Allah. Secara pedagogis, variasi media video yang interaktif dan dinamis mampu memicu peningkatan motivasi dan fokus belajar, menjadikan proses pembelajaran PAI jauh lebih menarik dan antusias Optimalisasi penerapan video learning dalam pembelajaran PAI di SMPLB Negeri Tamanwinangun Kebumen menghadapi kendala yang bersifat teknis, infrastruktur, dan Kendala utama yang paling sering dihadapi adalah kesenjangan kualitas antara video PAI yang ideal dan ketersediaan media di ranah publik. Sebagian besar materi video yang bersumber dari platform umum, seperti YouTube, tidak dirancang secara inklusif bagi disabilitas tunarungu. Video-video tersebut jarang sekali memenuhi tiga kriteria aksesibilitas Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 592-602 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. penuh secara simultan, yaitu subtitel yang akurat. Juru Bahasa Isyarat (JBI) di layar, dan visualisasi konten yang sangat jelas. Akibatnya, guru seringkali terpaksa menggunakan video yang hanya berisi gambar bergerak tanpa JBI. Kondisi ini menuntut guru untuk menghentikan penayangan berulang kali guna menerjemahkan informasi secara langsung menggunakan bahasa isyarat, yang secara signifikan mengganggu alur dan efektivitas pembelajaran. Selain itu, aspek teknis berupa kualitas video yang tidak High Definition juga menambah hambatan dalam proses visualisasi yang krusial bagi siswa tunarungu. Kendala kedua keterbatasan infrastruktur sekolah juga menjadi penghambat serius. Meskipun sekolah telah memiliki beberapa peralatan penunjang, namun terdapat kendala pada kualitas proyektor yang buram dan keterbatasan perangkat akses individu . eperti tablet atau laptop keci. bagi setiap peserta didik. Keterbatasan ini membuat pengalaman menonton video secara klasikal menjadi kurang optimal, terutama ketika video harus ditonton berulang kali untuk memastikan pemahaman. Kendala lain yang bersifat lingkungan adalah minimnya fasilitas penghalau cahaya . pada jendela. Hal ini menyebabkan cahaya masuk secara berlebihan sehingga tampilan video pada layar LCD menjadi tidak begitu tampak jelas, padahal kejelasan visual adalah kunci utama bagi pemahaman peserta didik tunarungu. Faktor penghambat yang ketiga adalah ketidakaktifan MGMP PAI SLB di Kabupaten Kebumen. Ketidakaktifan ini menciptakan isolasi profesional di kalangan guru dan sangat memengaruhi kualitas serta ketersediaan media pembelajaran. Tidak berjalannya MGMP mengakibatkan minimnya bank video PAI inklusif yang terstandar, karena guru bekerja secara individual dalam kurasi dan seleksi media, menyebabkan terjadinya duplikasi upaya pencarian. Lebih lanjut. MGMP yang tidak aktif gagal berfungsi sebagai pusat peningkatan kompetensi guru, sehingga kompetensi teknis guru dalam memproduksi atau memodifikasi video . isalnya penambahan subtitel atau JBI virtua. menjadi stagnan. Dampak akumulatifnya adalah ketidakseragaman mutu pembelajaran dan semakin parahnya masalah minimnya media yang mengakomodasi kebutuhan visual-gestural peserta didik tunarungu. Prospek Pengembangan dan Dukungan Krusial Untuk mengatasi hambatan dan mengoptimalkan faktor pendukung, diperlukan beberapa dukungan krusial serta prospek pengembangan video learning PAI di masa depan. Dukungan yang dibutuhkan mencakup pengadaan perangkat akses individual bagi siswa untuk memfasilitasi self-paced learning, pelatihan intensif produksi video inklusif bagi guru PAI Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 592-602 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. dengan standar aksesibilitas penuh, dan pengembangan bank video PAI inklusif secara Reaktivasi MGMP juga mutlak diperlukan sebagai wadah resource sharing dan peningkatan kompetensi kolektif. Prospek pengembangan ke depan diarahkan agar video learning bertransformasi dari media pendukung menjadi metode inti pembelajaran PAI, berfungsi sebagai visual dictionary yang terpercaya. Pengembangan ini perlu diarahkan pada format video interaktif dan adaptif, bahkan eksplorasi teknologi imersif . eperti Augmented Realit. untuk memvisualisasikan tempat-tempat ibadah atau peristiwa sejarah Islam yang sulit digambarkan secara dua dimensi. KESIMPULAN Simpulan menyajikan ringkasan dari uraian mengenai hasil dan pembahasan, mengacu pada tujuan penelitian. Berdasarkan kedua hal tersebut dikembangkan pokok-pokok pikiran baru yang merupakan esensi dari temuan penelitian. Penerapan pembelajaran PAI berbasis video learning di SMPLB Negeri Tamanwinangun Kebumen merupakan strategi adaptif yang efektif dalam mengatasi hambatan komunikasi verbal peserta didik tunarungu. Guru memilih untuk memanfaatkan video yang telah tersedia di platform , tanpa melalui proses produksi Keberhasilan metode ini sangat bergantung pada kurasi video yang memenuhi unsur aksesibilitas (BISINDO, teks/subtitel, dan visualisasi yang jela. Respon positif dari peserta didik, ditandai dengan peningkatan motivasi dan pemahaman, menunjukkan efektivitas media visual ini. Namun, optimalisasi penerapan membutuhkan dukungan perbaikan sarana prasarana sekolah dan peningkatan kompetensi guru dalam kurasi atau produksi media yang sepenuhnya DAFTAR PUSTAKA