Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan Volume 4. Nomor 3. Desember 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. DOI: https://doi. org/10. 55606/jurrikes. Tersedia: https://prin. id/index. php/JURRIKES Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Alpukat (Persea Americana Mill. terhadap Daya Ingat Mencit Jantan dengan Metode Labirin Y-Maze Ika Meyliawati1*. Bagas Ardiyantoro2. Kharisma Jayak Pratama3 Program Studi Farmasi. Universitas Duta Bangsa Surakarta. Indonesia Email: ikameyliawati. 04@gmail. com 1* Alamat: Jalan Bhayangkara No. Tipes. Surakarta. Jawa Tengah. Indonesia 57154 *Penulis Korespondensi Abstract. Memory is a vital biological system in the body that plays a role in storing, processing, and recalling Over time, due to aging or external factors, memory function may decline. One possible effort to maintain and improve cognitive performance is through the use of bioactive compounds with antioxidant Avocado (Persea americana Mill. ) leaves contain flavonoids, which act as antioxidants and possess neuroprotective effects that may enhance cognitive function, including memory. This study aimed to determine the effect of avocado leaf extract on the memory of male mice and to identify the most effective dose in improving cognitive performance. The extract was obtained using the maceration method with 70% ethanol as the solvent. Memory activity was tested on male mice, which were divided into five groups: negative control, positive control, and three treatment groups given avocado leaf extract at doses of 50, 100, and 200 mg/kgBW. The Y-Maze method was employed to assess memory through two parameters: latency time and error numbers. The results demonstrated that avocado leaf extract significantly improved memory in the test animals. Mice induced with 10% ethanol showed an increase in latency time and error numbers, while the groups treated with avocado leaf extract experienced reductions in both parameters. The most effective dose was 200 mg/kgBW, which produced a latency time difference of 19. 5 seconds and an error number difference of 3. Therefore, avocado leaf extract shows potential as a natural agent to support and enhance cognitive function. Keywords: Avocado leaf extract. Flavonoids. Male mice. Memory. Y-Maze method. Abstrak. Daya ingat merupakan salah satu sistem biologis penting dalam tubuh yang berperan dalam menyimpan, memproses, dan mengingat informasi. Seiring dengan bertambahnya usia maupun adanya faktor eksternal, daya ingat dapat mengalami penurunan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mempertahankan dan meningkatkan fungsi kognitif adalah melalui pemanfaatan senyawa bioaktif yang bersifat antioksidan. Daun alpukat (Persea americana Mill. ) diketahui mengandung flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan dan memiliki efek neuroprotektif sehingga dapat meningkatkan fungsi kognitif, termasuk daya ingat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun alpukat terhadap daya ingat mencit jantan serta menentukan dosis paling efektif dalam meningkatkan fungsi kognitif. Ekstrak daun alpukat diperoleh melalui metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Uji aktivitas daya ingat dilakukan pada mencit jantan yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif, kontrol positif, serta kelompok perlakuan ekstrak daun alpukat dengan dosis 50, 100, dan 200 mg/kgBB. Metode pengujian yang digunakan adalah Y-Maze, yang mengukur kemampuan daya ingat melalui parameter waktu latensi dan angka kesalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun alpukat memiliki aktivitas yang dapat meningkatkan daya ingat mencit. Mencit yang diinduksi etanol 10% mengalami peningkatan waktu latensi dan angka kesalahan, sedangkan kelompok perlakuan ekstrak daun alpukat mengalami penurunan kedua parameter tersebut. Dosis yang paling efektif adalah 200 mg/kgBB dengan selisih waktu latensi sebesar 19,5 detik dan selisih angka kesalahan sebesar 3,57. Dengan demikian, ekstrak daun alpukat berpotensi dikembangkan sebagai agen alami untuk mendukung fungsi kognitif. Kata kunci: Daya ingat. Ekstrak daun alpukat. Flavonoid. Mencit jantan. Metode Y-Maze. Naskah Masuk: 04 Agustus 2025. Revisi: 22 Agustus 2025. Diterima: 16 September 2025. Tersedia: 19 September 2025 Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Alpukat (Persea Americana Mill. ) terhadap Daya Ingat Mencit Jantan dengan Metode Labirin Y-Maze LATAR BELAKANG Penyakit neurodegenerative biasanya berhubungan dengan proses penuaan/aging. Hilangnya sel-sel saraf, terutama di otak, dapat dipengaruhi oleh usia. Penurunan kualitas pembelajaran atau memori dan peningkatan stres oksidatif adalah dua efek dari kerusakan sel Stres oksidatif disebabkan oleh ketidakseimbangan antara pembentukan radikal bebas dan antioksidan, dan ini berperan pada kerusakan saraf yang mengakibatkan daya ingat seseorang menurun (Herowati et al. , 2. Daya ingat atau memory, merupakan unsur perkembangan kognitif, di dalamnya termuat semua situasi di mana individu menyimpan informasi yang diterima sepajang waktu (Ridwan. Daya ingat merupakan sistem biologis dalam tubuh yang seiring waktu, dapat mengalami penurunan (Mirza, 2. Daun Alpukat (Persea americana Mil. dapat digunakan untuk pengobatan penurunan fungsi otak. Menurut penelitian (Mulyaningsih 2. Kandungan senyawa flavonoid total ekstrak etanol Daun Alpukat adalah sejumlah 67,058 mg QE/g atau 6,7058%. Nilai IC50 antioksidan ekstrak daun alpukat termasuk kategori sangat kuat dengan nilai yaitu 49,659 ppm (Yadi & Pertiwi, 2. Flavonoid di dalam duang alpukat bukan hanya bisa dijadikan anyioksidan, nemun juga bisa memicu peningkatan pada fungsi kognitif sebagai neuroprotektif, memicu peningkatan fungsi neuron, dan melakukan stimulasi neurogenesis. Flavonoid ini bbukan hanya bisa memicu peningkatan vaskuler perifer, namun juga bisa memingkatkan aliran darah otak/cerebral blood flow (CBF) yang difungsikan sebagai pencegah neurodegenerasi (Saputra & Sitepu, 2. Metode Y-Maze merupakan metode yang terbukti efektif untuk menilai skor memori pada mencit yang bekerja melalui pengukuran skor memori pada frekuensi mencit masuk ke lengan dengan benar atau salah. Dinyatakan bahwa mencit mempuntai daya ingat lebih tinggi bila frekuensi melalui lengan secara benar lebih banyak daripada frekuensi kesalahan melalui Daya ingat mencit yang kian tinggi menandakan skor memori yang kian tinggi juga (Indrisari et al. , 2. Merujuk pada pemaparan tersebut, didapatkan konklusi bahwa ekstrak etanol daun alpukat mempunyai manfaat di dalam memicu peningkatan pada daya ingat. Maka, dilakukannya penelitian uji aktivitas ekstrak etanol daun alpukat pada peningkatan daya ingat mencit putih jantan melalui penggunaan metode Y-Maze. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan - Volume 4. Nomor 3. Desember 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. KAJIAN TEORITIS Tanaman alpukat (Persea americana Mil. bisa dipahami sebagai jenis tanaman yang mudah untuk tumbuh di wilayah tropis dan subtropis tak terkecuali di negara indonesia. Jenis tanaman ini termasuk pada family Lauraceae yang telah banyak dipakai menjadi bahan pengobatan herbal masyarakat. tanaman alpukat banyak diketahui dengan banyak nama lokal, diantaranya alpuket atau alpukat dari Jawa Barat, alpokat dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, buah pokat/jamboo pokat dari Medan, advokat/pookat dari Lampung dan apuket/jambu wolanda dari Sunda (Damayanti et al. , 2. Antioksidan yaitu suatu senyawa yang bisa memicu terhambatnya reaksi oksidasi melalui pengikatan radikal bebas yang sangat reaktif yang menjadikannya bisa memicu penghambatan kerusakan sel di dalam tubuh. Antioksidan ini mempunyai sifat yang inhibitor (Yulandari et , 2. Ketidakseimbangan pada radikal bebas dengan antioksidan pada tubuh bisa memicu timbulnya stres oksidatif, yang menyumbang kontribusi pada berbagai penyakit degeneratif (Alim et al. , 2. Antioksidan dapat diperoleh dari sumber alami, termasuk berbagai tumbuhan dengan kandungan berupa senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid, yang memiliki potensi sebagai antioksidan yang kuat dan bisa membantu meminimalkan efek negatif dari radikal bebas (Widiasriani et al. , 2. Daya ingat dimaknai sebagai kapabilitas psikis guna menerima, menyimpan dan mendapatkan lagi rangsangan atau kejadian yang pernah dilalui individu. Umumnya, hampur seluruh individu akan merasakan permasalahan daya ingat dikarenakan adanya proses penuaan. Di samping itu, hari-hari individu akan menghadapi kondisi lingkungan yang kurang sehat. Adanya polusi udara dan juga pola makan yang tidak sehat bisa memicu dampak buruk untuk kesehatan dan fungsi otak (Dafrin, 2. Mencit (Mus musculu. tergolong sebagai mamalia pengerat dengan perkembangbiakan yang cepat. Ciri mencit berupa tubuh dengan bentuk yang kecil, warna putih, mempunyai siklus yang teratur yakni 4-5 hari. Jenis mamalia ini sudah banyak dipakai sebagai hewan percobaan pada kajian ilmiah sebab siklus hidup yang pendek, anak yang banyak per kelahiran, sifatnya yang mempunyai variasi tinggi, mudah ditangani, dan sifat anatomis dan fisiologisnya bisa dideteksi secara baik. Pemilihan mencit menjadi hewan uji dikarenakan memberi berbagai keuntungan diantaraya keteraturan pada daur estrusnya, mudah untuk dilakukan deteksi, singkatnya periode kebuntingan dan memiliki anak banyak juga keselarasan pertumbuhan dengan keadaan manusia. Proses metabolisme pada tubuhnya berlagsung dengan cepat menjadikannya cocok dipakai sebagai objek penelitian (Nugroho, 2. Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Alpukat (Persea Americana Mill. ) terhadap Daya Ingat Mencit Jantan dengan Metode Labirin Y-Maze Metode Labirin Y-Maze merupakan labirin yang memiliki bentuk Y, labirin ini terdiri dari tiga lengan dengan panjang yang sama pada setiap lengannya. Labirin ini diposisikan 120 derajat setiap lengannya hal itu dapat memudahkan hewan untuk dapat fokus pada setiap tugas yang ada dan membuat hewan percobaan mudah mempelajari labirin tersebut. Keuntungan dari penggunaan metode labirin Y-Maze adalah pada metode ini hanya membutuhkan wakti sedikit untuk mencit dapat mempelajari bagian-bagian yang ada pada labirin dan hal tersebut dapat meningkatkan keberhasilan pengujian, selain itu keuntungan lainnya yaitu labirin Y berukuran cukup kecil sehingga mudah untuk dijangkau (Sharma et al. , 2. Metode Y-Maze memiliki kemiripan dengan metode T-Maze, namun metode Y-Maze lebih sering digunakan karena pada metode ini menghasilkan perubahan yang bertahap sehingga dapat mempersingkat waktu pembelajaran pada tikus yaitu sudut lengan 120 derajat pada Y-Maze dan 90 derajat pada TMaze. Tes menggunakan metode Y-Maze mampu menilai fungsi otak pada berbagai area terutama pada bagian hipotalamus, septum, basal forebrain dan korteks prefrontal (Indrisari et , 2. METODE PENELITIAN Alat dan Bahan Alat yang dimanfaatkan pada kajian ini diantaranya rotary evaporator (RE100- Pr. , labirin Y-Maze, timbangan . , tabung reaksi . dan rak tabung, cawan porselen, mortir dan stamper, erlenmeyer . , batang pengaduk, ayakan mesh 60, pipet tetes, penjepit kayu, pinset, spuit injeksi 1 ml dan 5 ml . Beaker glass . Bahan utama yang digunakan diantaranya ekstrak daun alpukat (Persea americana Mil. Bahan lain yang dipergunakan pada kajian ini yaitu pelarut etanol 70%, serbuk CMC Na, serbuk ginkgo biloba yang diperoleh dari kapsul Sido Muncul ginkgo biloba 60 mg. Hewan Uji Hewan uji yang dipakai yaitu mencit putih jantan galur BALB/c dengan berat A 20 gram sebanyak 25 ekor yang tiap-tiap kelompok mencakup 5 hewan uji secara acak (Khoerunisa. Pembuatan Ekstrak Daun Alpukat Ekstraksi daun alpukat dilangsungkan melalui penggunaan metode maserasi pada suhu ruang dan melalui penggunaa n pelarut etanol 70%. Proses ekstraksi menggunakan perbandingan 1:10 simplisia dan pelarut etanol. Proses ekstraksi dilakukan selama 5 hari dengan lakukan pengadukan sesekali. Filtrat hasil rendaman dipisahkan dengan residunya menggunakan kertas saring. Maserat daun alpukat kemudian disaring menggunakan kain Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan - Volume 4. Nomor 3. Desember 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. Kumpulkan filtrat yang sudah dihasilkan dan dilakukan proses evaporasi melalui penggunaan rotary evaporator pada temperatur 500C hingga diperoleh ekstrak kental (FHI. Identifikasi Senyawa Kimia Daun Alpukat . Uji Flavonoid Sejumlah 2 mL sampel daun alpukat yang sudah dilakukan ekstraksi melalui penggunaan pelarut air dan etanol, selanjutnya panaskan sekitar 5 menit. Jika sudah dipanaskan, berikutnya tambah dengan 0,1 gram serbuk magnesium (M. dan 5 tetes larutan asam klorida (HC. Jika larutan berubah menjadi warna kuning, orange, dan merah hal itu menandakan bahwa ekstrak tersebut mengandung senyawa flavonoid (Alvita et al. , 2. Steroid dan Terpenoid Ekstrak daun Alpukat diencerkan menggunakan aquades dan tambah Asam asetat anhidrat sejumlah 10 tetes dan asam sulfat pekat sejumlah 2 tetes. Kocok larutan secara perlahan hingga homogen dan didiamkan beberapa menit. Menunjukkan adanya steroid larutan akan berwarna biru atau hijau, dan menunjukkan adanya triterpenoid larutan akan membentuk endapan atau akan menghasilkan warna merah atau ungu. (Alvita et al. , 2. Saponin Ekstrak kental daun alpukat yang telah diencerkan dimasukkan pada tabung reaksi selanjutnya tambah dengan H2O 5 tetes. Larutan dikocok kuat sampau homogen dengan durasi 10 detik. Ditambahkan 1 tetes asam klorida. Menunjukkan positif adanya saponin larutan akan terdapat buih yang stabil dengan tinggi buih 1-10 cm selama 10 detik (Alvita et al. , 2. Tanin Ekstrak kental daun alpukat yang telah diencerkan menggunakan aquades dimasukkan kedalam tabung reaksi, selanjutnya pabaskan sekitar 5 menit. Sesudah dipanaskan kemudian tambahkan masing-masing beberapa tetes FeCl3 1%. Larutan dikocok hingga homogen, dan didiamkan selama beberapa menit. Menunjukkan adanya tanin larutan akan berubah warna menjadi hijau kehitaman (Alvita et al. , 2. Alkaloid Sejumlah 2 mL sampel daun alpukat ang sudah dilakukan ekstrasksi dengan pelarut air dan etanol masing-masing dimasukkan ke 2 buah tabung reaksi. Pada tabung pertama tambah 3 tetes asam klorida pekat dan 5 tetes reagen Mayer. Bila ada endapan berwarna putih artinya secara positif terdapat kandungan alkaloid pada sampel. Kemudian pada tabung kedua ditambah kan 3 tetes reagen dragondorff, jika larutan terbentuk warna merah bata maka secara positif terdapat kandungan alkaloid pada sampel (Alvita et al. , 2. Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Alpukat (Persea Americana Mill. ) terhadap Daya Ingat Mencit Jantan dengan Metode Labirin Y-Maze Identifikasi Senyawa Flavonoid dengan KLT Identifikasi senyawa flavonoid melalui penggunaan metode KLT (Kromatografi Lapis Tipi. dilakukan dengan memakai fase diam berupa silika gel GF254 dan fase geraknya n-butanol : asam asetat glacial : air . :1:. dan kuersetin sebagai pembanding. Kemudian dideteksi dengan menggunakan sinar UV (Raharjo, 2. Penentuan Dosis . Dosis sediaan Penentuan dosis ekstrak daun alpukat bersumber pada dosis penelitian (Indrisari 2. tentang dosis ekstrak etanol daun alpukat yang efektif terhadap daya ingat mencit, pada dosis 50 mg/kgBB. 100 mg/kgBB. 200 mg/kgBB (Indrisari et al. , 2. Dosis Ginkgo Biloba Serbuk ginkgo biloba diperoleh dari Kapsul Sido Muncul dengan dosis 60 mg/kgBB. Volume dosis ginkgo biloba yang akan diberikan pada mencit sebesar 0,26 ml/20 gramBB mencit (Septiarini et al. , 2. Dosis CMC Na Konsentrasi CMC Na yang akan digunakan dalam penelitian ini sebagai kontrol negatif adalah sebesar 1%, dan volume dosis CMC Na yang akan diberikan pada mencit sebesar 1 ml. Pemberian dosis CMC Na disesuakan dengan berat badan mencit. (Septiarini et al. , 2. Dosis Etanol 10% Etanol yang dipakai yaitu etanol 10% yang dibuat dengan cara melarutkan etanol 96% dengan aquadest. Etanol 10% dipergunakan sebaga larutan untuk penginduksi kerusakan otak mencit (Septiarini et al. , 2. Pembuatan Larutan Uji . Pembuatan Suspensi CMC Na 1% Pembuatan larutan CMC Na 1% dilakukan dengan cara ditimbang CMC Na sejumlah 1 gram, selanjutnya dimasukkan ke dalam mortir yang sudah berisi aquades panas 20 ml dan dibiarkan hingga larutan mengembang, digerus hingga memperoleh masa yang homogen, kemudian diencerkan dengan 100 ml aquadest (Indrisari et al. , 2. Pembuatan Suspensi Ginkgo Biloba Serbuk ginkgo biloba ditimbang sebanyak dosis yang telah ditentukan, kemudian ditambahkan kedalam mucilago CMC Na, di gerus hingga homogen dan ditambahkan aquades sebanyak 100 ml (Indrisari et al. , 2. Pembuatan Sediaan Ekstrak Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan - Volume 4. Nomor 3. Desember 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. Ekstrak daun alpukat ditimbang sesuai dengan dosis yang akan digunakan, kemudian ditambahkan kedalam mucilago CMC Na, di gerus hingga homogen, dan ditambahkan aquades sampai 100 ml (Septiarini et al. , 2. Pengelompokan Hewan Uji Metode yang dipergunakan pada studi ini yaitu metode labirin Y- Maze. Sebelum digunakan untuk percobaan mencit diadaptasikan dengan lingkungan selama 5 hari. Pada penelitian ini mencit yang dipakai sejumlah 25 ekor mencit jantan dengan 5 kelompok uji, dan tiap-tiap kelompok uji mencakup 5 mencit (Hamidi, 2. Kelompok 1: Mencit dengan kelompok kontrol positif diberikan Ginkgo Biloba 60 mg/kgBB Kelompok 2: Mencit dengan kelompok kontrol negatif diberi dengan CMC Na 1%. Kelompok 3: Kelompok mencit perlakuan I diberikan ekstrak daun alpukat dengan dosis 50 mg/kgBB mencit. Kelompok 4: Kelompok perlakuan II diberi ekstrak daun alpukat dosis 100 mg/kgBB mencit. Kelompok 5: Kelompok perlakuan i diberi ekstrak daun alpukat dosis 200 mg/kgBB mencit. Perlakuan Hewan Uji Prosedur uji daya ingat yang dilakukan pada studi ini yaitu uji menggunakan hewan coba mencit putih jantan, oleh karena itu perlu dilakukan konversi dosis dari manusia ke mencit. Volume pada setiap mencit berbeda-beda, hal itu disesuaikan dengan berat badan masingmasing mencit. Tahap Aklimatisasi Mencit diaklimatisasi pada lingkungan kandang selama 5 hari, pada tahap aklimatisasi mencit akan diberikan pembelajaran mengenali ruang Y-Maze tanpa diberikan perlakuan apapun terhadap mencit. Pada hari terakhir diukur parameter waktu yang dibutuhkan mencit dalam menemukan makanan [T. (Septiarini et al. , 2. Tahap Penginduksian Pada tahap ini mencit diinduksi dengan etanol 10% yang diberikan secara oral, hal ini bertujuan untuk menurunkan daya ingat pada mencit. Penginduksian dilakukan selama 7 hari, dan pada hari terakhir diukur parameter yang dibutuhkan mencit untuk menemukan makanan [T. (Septiarini et al. , 2. Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Alpukat (Persea Americana Mill. ) terhadap Daya Ingat Mencit Jantan dengan Metode Labirin Y-Maze Tahap Perlakuan Pada tahap perlakuan mencit diberikan dosis ekstrak berdasarkan kelompok selama 7 hari dan pada hari terakhir diukur parameter yang dibutuhkan mencit untuk menemukan makanan [T. (Septiarini et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Determinasi Tanaman Alpukat Determinasi tanaman sampel daun alpukat (Persea americana Mil. yang didapat dari Kabupaten Klaten. Jawa Tengah dilakukan di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmanggu. Jawa Tengah. Tujuan dilakukan determinasi yaitu mengidentifikasi tanaman uji untuk mengetahui kebenaran tanaman yang Hasil Skrining Fitokimia Tabel 1. Skrining Fitokimia Uji Fitokumia Flavonoid Tanin Saponin Steroid Terpenoid Alkaloid Dragendorff Mayer Keterangan Terbentuk warna kuning orange Terbentuknya warna hijau kehitaman Terbentuk busa Merah kehijauan Terbentuknya warna hijau kehitaman Hasil ( ) ( ) ( ) ( ) (-) Terbentuk warna merah bata Terbentuk endapan putih ( ) Uji Flavonoid, hasil pengujian flavonoid terlihat dari pembentukan warna kuning orange pada sampel, karena senyawa flavonoid akan tereduksi bersama Mg dan HCl pekat menjadikan adanya warna kuning jingga. Senyawa flavonoid akan direduksi dengan Mg dan HCl menjadikan adanya warna merah, kuning atau jingga (Sulistyarini et al. , 2. Pengujian tanin dapat dilangsungkan melalui uji reaksi penambahan FeCl3. Jika uji reaksi terjadi warna biru atau hijau kehitaman mendakakan terdapat tanin. Senyawa tanin adalah senyawa dengan sifat polar dikarenakan terdapat gugus OH, maka pada saat sampel ditambahkan FeCl3 akan terjadi pembentukan warna biru tua atau hijau kehitaman (Sulistyarini et al. , 2. Pengujian saponin, timbulnya busa pada sampel menandakan terdapat glikosida dengan kemampuan pembentukan buih dalam air yang terhidrolisis menjadi glukosa dan senyawa yang Munculnya busa diakibatkan kandungan senyawa larut pada air . dan senyawa yang larut dalam pelarut non-polar . pada senyawa saponin yang termasuk sebagai surfaktan yang bisa menurunkan tegangan permukaan (Alvita et al. , 2. Uji steroid dan terpenoid pada ekstrak daun alpukat dilaksanakan dengan cara penambahan asam asetat Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan - Volume 4. Nomor 3. Desember 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. anhidrat dan asam sulfat. Hasil pengujian dinyatakan positif terpenoid apabila pada terbentuk cincin merah berwarna kecoklatan, sedangkan untuk pengujian steroid dinyatakan positif apabila terdapat perubahan warna menjadi kehijauan. Proses terbentuknya perubahan warna sebab kemampuan senyawa steroid dalam pembentukan warna oleh H2SO4 dalam pelarut asam asetat anhidrat. Pada pengujian senyawa fitokimia steroid ekstrak daun alpukat didapatkan hasil bahwa ekstrak daun alpukat positif mempunyai kandungan senyawa kimia steroid, dan tidak memiliki kandungan senyawa kimia terpenoid (Azzahra, 2. Hasil negatif pada uji terpenoid diduga karena perbedaan lingkungan, tanah dan iklim sehingga dapat mengakibatkan perbedaan metabolit sekunder yang terkandung pada tumbuhan yang tumbuh di tempat tertentu dan di tempat lain (Rahmasiahi, 2. Uji bisa dilakukan melalui penggunaan 2 reagen yakni mayer dan dragendorff. Hasil positif senyawa alkaloid pada pereaksi mayer terlihat dari terdapat endapan berwarna jingga. Pada pereaksi dragendorff, senyawa alkaloid terlihat melalui pembentukan warna merah bata. Akan terjadi interaksi pada senyawa alkaloid dengan ion merkuri tetraiodomerkurat menjadikan terbentuknya senyawa komplek dan mengendap. Hal tersebut disebabkan ion merkuri termasuk sebagai ion logam berat yang bisa mengendapkan senyawa alkaloid dengan sifat yang basa. (Sulistyarini et al. ,2. Uji Senyawa Flavonoid Dengan Metode KLT Tabel 2. Hasil Uji Senyawa Flavonoid dengan Metode KLT Uji kandungan Flavonoid Hasil Positif Keterangan Terbentuknya bercak kuning bila dilihat secara visual, serta terbentuknya bercak kuning, biru, atau hijau dibawah sinar UV 254 dan 366 nm Nilai Rf Nilai Rf Kuersetin:0,75 Nilai Rf Ekstrak daun alpukat: 0,8 Gambar 1. Hasil Uji Senyawa Flavonoid dengan Metode KLT Pengujian senyawa flavonoid melalui penggunaan fase diam silica Gel GF254 dengan fase gerak n-butanol : asam asetat glacial : air . :1:. menunjukkan bahwa standar kuersetin memakai lampu UV 254 nm terbentuk bercak, sementara ekstrak daun alpukat tidak tampak Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Alpukat (Persea Americana Mill. ) terhadap Daya Ingat Mencit Jantan dengan Metode Labirin Y-Maze Selanjutnya pada UV 366 nm kuersetin terlihat jelas dan memperlihatkan warna fluoresen kuning. Ekstrak daun alpukat mendapat nilai Rf 0,8 dengan fluoresensi biru dan standar kuersetin mencapai nilai Rf 0,75. Warna bercak yang dihasilkan menaandakan ekstrak daun alpukat mengandung flavonoid. Hasil tersebut selaras dengan Risnata et al. , . yang menemukan bahwa ekstrak daun alpukat memperlihatkan bercak biru dan kuersetin memperlihatkan bercak kuning pada uji KLT. Nilai Rf dari standar dan sampel pada kisaran 0,2 hingga 0,8 maka dinyatakan nilai Rf yang baik. Perbedaan antara Rf sampel dan Rf standar yaitu 0,05 menandakan sampel ekstrak daun alpukat memiliki kandungan senyawa kuersetin dengan nilai Rf hampir serupa (Risnata et al. ,2. Hasil Uji Daya Ingat Waktu Latensi Tabel 3. Hasil Rata-Rata Pengamatan Waktu Latensi Kelompok uji Kontrol Negatif Kontrol Positif Ekstrak Dosis 50 mg/kgBB Ekstrak Dosis 100 mg/kgBB Ekstrak Dosis 200 mg/kgBB Waktu Latensi (Secon. 5 A 7. 2 A 8. 2 A 9. 7 A 10. 5 A 4. 5 A 1. 5 A 36. 5 A 4. 7 A 5. 5 A 18. 2 A 4. 7 A 5. 7 A 17. 77 A 9. 5 A 12. Pemberian induksi etanol yang dilakukan terjadi peningkatan waktu latensi pada mencit setelah 7 hari induksi dengan hasil rata-rata pengamatan waktu latensi setelah induksi (T. pada kelompok kontrol negatif sejumlah 72,2 sec, kelompok kontrol positif sejumlah 73,5 sec, kelompok ekstrak dosis 50 mg/kgBB sejumlah 73,5 sec, kelompok esktrak dosis 100 mg/kgBB sejumlah 76,2 sec dan kelompok 200 mg/kgBB sejumlah 77 sec. Pengamatan waktu latensi akhir setelah perlakuan uji selama 7 hari (T. menunjukkan hasil rata-rata pada kelompok kontrol negatif sejumlah 65,2 sec, kelompok kontrol positif sejumlah 51,5 sec, kelompok ekstrak dosis 50 mg/kgBB sejumlah 60,7 sec, kelompok esktrak dosis 100 mg/kgBB sejumlah 58,7 sec dan kelompok 200 mg/kgBB sejumlah 57,5 sec. Tabel 4. Selisih Waktu Latensi Kelompok hewan uji iT Kontrol Negatif (CMC N. 7 A 2. Kontrol Positif (Ginkgo Bilob. 22 A 3. Ekstrak Daun Alpukat Dosis 50 mg/kgBB 75 A 1,71 Ekstrak Daun Alpukat Dosis 100 mg/kgBB 5 A 5. Ekstrak Daun Alpukat Dosis 200 mg/kgBB 5 A 5. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan - Volume 4. Nomor 3. Desember 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. Berdasarakan tabel 4 menunjukkan selisih waktu latensi setelah di induksi (T. dengan waktu latensi setelah perlakuan (T. Pada kelompok kontrol negatif CMC 1% menunjukkan hasil selisih yang paling kecil karena CMC Na tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hewan uji mencit dibandingkan dengan kontrol positif gingko biloba. Kelompok perlakuan ekstrak daun alpukat dari ketiga dosis memiliki selisih yang berbeda pada setiap Selisih antara T1 dan T2 didapatkan bahwa kelompok ekstrak yang memiliki selisih waktu latensi paling besar adalah kelompok ekstrak dosis 200 mg/kgBB. Angka Kesalahan Tabel 5. Hasil Rata-Rata Angka Kesalahan Kelompok uji Kontrol Negatif Kontrol Positif Ekstrak Dosis 50 mg/kgBB Ekstrak Dosis 100 mg/kgBB Ekstrak Dosis 200 mg/kgBB 95 A 4. 66 A 9. 32 A 6. 15 A 5. 73 A 2. Angka Kesalahan 88 A 3. 53 A 4. 52 A 4. 89 A 3. 79 A 2. 36 A 6. 33 A 6. 71 A 4. 05 A 5. 22 A 4. Pemberian induksi etanol yang dilakukan terjadi peningkatan angka kesalahan pada mencit setelah 7 hari induksi dengan hasil rata-rata pengamatan angka kesalahan setelah induksi (T. pada kelompok kontrol negatif sejumlah 19. 88%, kelompok kontrol positif 53%, kelompok ekstrak dosis 50 mg/kgBB sejumlah 20. 52%, kelompok esktrak dosis 100 mg/kgBB sejumlah 20. 89% dan kelompok 200 mg/kgBB sejumlah 20. Pengamatan angka kesalahan setelah perlakuan uji selama 7 hari (T. menunjukkan hasil ratarata pada kelompok kontrol negatif sejumlah 17. 36%, kelompok kontrol positif sejumlah 33%, kelompok ekstrak dosis 50 mg/kgBB sejumlah 17. 71%, kelompok esktrak dosis 100 mg/kgBB sejumlah 18. 05% dan kelompok 200 mg/kgBB sejumlah 17. Tabel 6. Selisih Angka Kesalahan Kelompok hewan uji iT Kontrol Negatif (CMC N. 52 A 8. Kontrol Positif Ginkgo Bilob. 20 A 6. Ekstrak Daun Alpukat Dosis 50 mg/kgBB 81 A 6. Ekstrak Daun Alpukat Dosis 100 mg/kgBB 84 A 8. Ekstrak Daun Alpukat Dosis 200 mg/kgBB 57 A 6. Pada tabel 6 menunjukan selisih angka kesalahan pada mencit setelah dilakukannya induksi etanol 10% (T. dengan angka kesalahan mencit setelah perlakuan sesuai kelompok uji (T. didapatkan hasil bahwa pada kelompok kelompok kontrol negatif CMC-Na memiliki Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Alpukat (Persea Americana Mill. ) terhadap Daya Ingat Mencit Jantan dengan Metode Labirin Y-Maze selisih waktu yang paling sedikit. Hal itu dikarenakan CMC-Na tidak memberikan efek terhadap daya ingat mencit. Kelompok perlakuan ekstrak daun alpukat dengan dosis 200 mg/kgBB memiliki selisih angka kesalahan yang paling besar jika dibandingkan dengan ekstrak daun katuk dosis 50 mg/kgBB dan 100 mg/kgBB. Berdasarkan hasil dari pengamatan mengenai waktu latensi dan angka kesalahan mencit didapatkan bahwa ekstrak daun alpukat memiliki efektifitas dalam meningkatkan daya ingat mencit. Dari ketiga dosis yang ditentukan masing-masing dosis memiliki hasil yang berbeda dalam meningkatkan daya ingat. Pada dosis 200 mg/kgBB termasuk sebagai dosis yang paling baik untuk meningkatkan daya ingat. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan penelitian ini yaitu. Ekstrak daun alpukat (Persea americana Mil. memiliki aktivitas dalam meningkatkan daya ingat mencit ditunjukkan dengan adanya penurunan waktu latensi dan angka kesalahan setelah dilakukan perlakuan. Ekstrak daun alpukat efektif dalam meningkatkan daya ingat mencit pada dosis 100 mg/kgBB dan 200 mg/kgBB, karena secara statistik tidak terdapat perbedaan signifikan antara dosis 100 mg/kgBB dan 200 mg/kgBB. Namun secara deskriptif, dosis 200 mg/kgBB memperlihatkan hasil terbaik, karena menghasilkan waktu latensi tertinggi dan angka kesalahan paling rendah, yaitu dengan selisih waktu latensi sebesar 19,5 detik dan selisih angka kesalahan sebesar 3,57%. DAFTAR REFERENSI Alim. Hasan. , & Imrawati. Penentuan kandungan flavonoid total dan aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun beligo (Benincasa hispida (Thunb. ) Cogn. Jurnal Nuansa Mahasiswa Farmasi, 10. , 58Ae66. https://doi. org/10. 59638/junomefar. Alvita. Wardani. , & Listyani. Formulasi sediaan gel ekstrak daun alpukat (Persea americana Mill. ) sebagai terapi pengobatan luka bakar terhadap kelinci New Zealand White. Jurnal Medika Nusantara, 1. , 272Ae295. https://doi. org/10. 59680/medika. Azzahra. , & Budiati. Pengaruh metode pengeringan dan pelarut ekstraksi terhadap rendemen dan kandungan kimia ekstrak daun alpukat (Persea americana Mill. Medical Sains, 7. https://doi. org/10. 37874/ms. Dafrin. Pengaruh ekstrak n-heksan ikan bandeng (Chanos chanos F. ) terhadap memori mencit (Mus musculu. jantan dalam Eight-Arm Radial Maze. Jurnal Akuntansi, 11. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Damayanti. Ngurah. Dewantara Putra. , & Setyawan. Tablet effervescent dari ekstrak daun alpukat (Persea americana Mill. ) sebagai peluruh batu Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan - Volume 4. Nomor 3. Desember 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. ginjal pada tikus jantan galur Wistar (Rattus norvegicu. Jurnal Ilmiah Multidisiplin Humantech, 2. , 485Ae492. Hamidi. Efek pemberian ekstrak etanol pegagan (Centella asiatic. terhadap kinerja tikus (Rattus novergicu. dalam maze radial delapan lengan pasca restraint stres (Vol. Issue . Universitas Sebelas Maret. Herowati. Anas. , & Hama. Uji aktivitas peningkatan daya ingat fraksi etil asetat ekstrak etanol buah kemukus (Piper cubeba L. pada mencit jantan galur Balb/C dengan metode Radial Arm Maze (RAM). Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik, 16. , 36Ae42. https://doi. org/10. 31942/jiffk. Indrisari. Nurkhairi. Dewingsky. Muslimin. , & Rumata. Potensi peningkatan daya ingat pada tikus putih (Rattus norvegicu. menggunakan ekstrak daun kelor (Moringa oleifer. dengan metode labirin Y-Maze. Media Farmasi, 19. , 67Ae https://doi. org/10. 32382/mf. Khoerunisa. Uji efektivitas ekstrak brokoli (Brassica oleracea var. Italic. dan buah tomat (Solanum lycopersicu. terhadap peningkatan daya ingat mencit putih jantan (Mus musculu. dengan metode labirin Maze [Karya tulis ilmiah. Politeknik Harapan Bersama Tega. Mirza. Pengaruh pemberian ekstrak etanol kulit buah petai (Parkia speciosa Hassk. terhadap daya ingat mencit jantan putih (Mus musculu. galur Swiss-Webster. Universitas Sriwijaya. Mulyaningsih. Yasrifah. , & Taofik. Uji kadar flavonoid total dari ekstrak daun alpukat (Persea americana Mill. Jurnal Life Science: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam, 4. , 64Ae69. https://doi. org/10. 31980/jls. Nugroho. Pengaruh pemberian ekstrak daun sukun (Artocarpus altili. terhadap fertilitas mencit (Mus musculu. jantan [Proposal. Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampun. Rahmasiahi. Shabran. , & Tika. Skrining fitokimia ekstrak metanol daun pandan (Pandanus amaryllifolius Roxb. Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology, 1. , 32Ae39. Raharjo. Isolasi dan analisis tumbuhan obat. Universitas Duta Bangsa Surakarta. Ridwan. Uji aktivitas peningkatan daya ingat ekstrak etanol rimpang lengkuas putih (Alpinia galanga (L. ) Willd. ) terhadap mencit jantan putih [Skripsi. Universitas Sriwijay.