Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6. p-ISSN : 2655-657X http://jurnal. id/index. php/IJEC Strategi Guru dalam Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Berkebutuhan Khusus Melalui Bermain Sensorimotorik (Studi TK Islam Bintang Juara. Semaran. Nurul Setiariksa1. Diana2 PG PAUD Universitas Negeri Semarang. Indonesia Email Korespondensi : nurulsetiariksa@students. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam meningkatkan keterampilan motorik halus anak berkebutuhan khusus di TK Islam Bintang Juara melalui kegiatan bermain Strategi yang digunakan guru dalam proses stimulasi meliputi penyusunan rencana pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anak, serta pemilihan ragam main yang menarik untuk meningkatkan motivasi belajar. Tahap awal penelitian, peneliti melakukan wawancara terhadap Kepala Sekolah dan Guru terkait strategi yang sudah diterapkan dalam meningkatkan keterampilan motorik halus anak. Pada tahap observasi atau pengamatan terdiri dari dua tahap yaitu tahap observasi terhadap anak dan tahap observasi terhadap pembelajaran guru. Metode penelitian yang digunakan kualitatif dengan pendekatan Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara serta Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan keterampilan motorik halus anak melalui bermain sensorimotorik. Strategi pembelajaran sensorimotorik yang diterapkan membawa dampak positif yang signifikan. Hal tersebut ditunjukkan dengan kemandirian anak dalam melakukan berbagai kegiatan yang melibatkan keterampilan motorik halus. Selain itu anak menunjukkan kemampuan kontrol diri pada kegiatan seperti mengambil atau mengatur benda, dapat mengendalikan dan mengkoordinasikan gerakan tubuh serta terampil dalam menggunakan spesifik peralatan yang digunakan anak-anak dalam kegiatan bermain mereka. Kata kunci: Motorik Halus. Sensori Motorik. Anak Berkebutuhan Khusus. Anak Usia Dini. Teacher Strategies for Improving Fine Motor Skills in Children with Special Needs Through Sensory-Motor Play (Study at Bintang Juara Islamic Kindergarten. Semaran. ABSTRACT This study aims to analyze the strategies employed by teachers to enhance the fine motor skills of children with special needs at Islamic Bintang Juara Kindergarten through sensorimotor play activities. The strategies used by the teachers in the stimulation process include designing lesson plans tailored to the needs and abilities of the children, as well as selecting engaging play activities to increase studentsAo learning motivation. In the first phase of the research, the researcher conducted interviews with the principal and teachers regarding the strategies that had been implemented to improve the children's fine motor skills. The observation phase consisted of two stages: one focused on observing the children and the other on observing the teacher's instructional practices. The results of the study indicated a significant improvement in the children's fine motor skills through sensorimotor play. The sensorimotor learning strategies applied have a positive impact, as shown by the children's increased independence in performing various activities that involved fine motor skills. Additionally, the children demonstrated self-regulation abilities in activities such as picking up or arranging objects. Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X controlling and coordinating body movements, and skillfully using specific tools during their play activities. Keywords: Fine Motor Skills. Sensorimotor. Children with Special Needs. Early Childhood. Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini is licensed under a Creative Commons AttributionShareAlike 4. 0 International License. A Tahun Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini PENDAHULUAN Menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 angka 14 menyatakan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Merujuk pada STPPA (Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Ana. yang termuat dalam Permendikbud No 5 Tahun 2022, mencakup 6 aspek perkembangan utama yang menjadi fokus dalam pembelajaran anak usia dini. Aspek-aspek tersebut mencakup. Nilai Agama dan Moral. Nilai Pancasila. Fisik Motorik. Kognitif. Bahasa, serta Sosial-Emosional. Salah satu keterampilan yang perlu dikembangkan di lembaga pendidikan anak usia dini, khususnya di taman kanak-kanak, adalah keterampilan motorik. Keterampilan motorik adalah kemampuan individu untuk bergerak secara efektif dan efisien sesuai dengan situasi dan tujuan (L. Gallahue & Ozmun, 2. Keterampilan motorik memiliki hubungan erat dengan pendidikan, terutama dalam konteksnya pendidikan jasmani dan pengembangan keterampilan jasmani. Oleh karena itu, kemampuan motorik anak perlu dikembangkan dari usia dini. Mengembangkan keterampilan motorik anak-anak adalah bagian penting dari perkembangan dan pertumbuhan Keterampilan motorik terdiri dari kemampuan untuk menggerakkan tubuh secara keseluruhan, yang dikenal sebagai keterampilan motorik kasar, dan kemampuan untuk mengontrol gerakan halus atau mengkoordinasikan jari-jari, seperti mengambil atau mengatur benda, yang dikenal sebagai keterampilan motorik halus (Amirah, et al, 2. Perkembangan motorik halus berhubungan dengan kemampuan anak untuk menggunakan anggota badan. Proses motorik melibatkan sistem yang terkoordinasi pola gerakan . tak, saraf, otot, dan kerangk. dengan proses mental yang kompleks, disebut sebagai proses penciptaan gerak. Keempat elemen tersebut tidak dapat bekerja secara individual, tetapi selalu terkoordinasi (Cameron et al. , 2. Masa kanak-kanak, penting untuk dikembangkan dan dirangsang dengan tepat. Menurut Resi . Keterampilan motorik menjadi jembatan bagi anak untuk membangun aspek kecerdasan yang berkaitan dengan kecerdasan kinestetik, yang meliputi kemampuan anak dalam kepekaan dan keterampilan dalam mengendalikan dan mengkoordinasikan gerakan tubuh dan terampil dalam menggunakan spesifik peralatan yang digunakan anak-anak dalam kegiatan bermain mereka. Berdasarkan penelitian Amirah et al . menyatakan bahwa perkembangan motorik sangat penting bagi pendidikan usia sekolah dasar anak. Hasil analisis literatur menunjukkan bahwa kemampuan motorik yang baik memberikan dampak positif bagi anak dalam prestasi akademik, termasuk kemampuan mereka untuk berhitung, menulis dan membaca. Oleh karena itu di taman kanak-kanak membutuhkan peran pendidik dan orang tua untuk menstimulasi perkembangan motorik guna memaksimalkan potensi belajar mereka, sebagai bekal di jenjang pendidikan berikutnya. Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X Perkembangan keterampilan motorik menurut Masniwati . dipengaruhi oleh beberapa faktor yang mencakup kesiapan belajar, kesempatan belajar, kesempatan berpraktik, model yang baik, bimbingan, motivasi, harus dipelajari secara individu dan sebaiknya keterampilan dipelajari satu demi satu. Apabila salah satu faktor tersebut tidak ada maka keterampilan jasmani anak akan mengalami hambatan. Keterampilan motorik halus anak dilakukan melalui tangan dengan menggunakan alat atau media kreatif seperti kuas, pensil, kertas, gunting, tanah liat, plastisin, busa dan lain-lain. Dengan menggunakan media kreatif tersebut anak dapat melaksanakan kegiatan yang dapat melatih otot-otot tangan dan koordinasi mata, pikiran, dan tangannya. Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan motorik seseorang diantaranya adalah nutrisi dan pola asuh, kesehatan dan makanan bergizi . sangat penting untuk memberikan energi pada anak yang sangat aktif di usia dini, begitu pula dengan pemberian kesempatan untuk bermain dan melatih kemampuan motorik anak. Kita dapat melakukan upaya untuk melihat perkembangan dan pertumbuhan anak usia dini dengan cara mendeteksi perkembangannya, sehingga kita dapat melihat hambatan-hambatan perkembangan dan pertumbuhan anak (Ninda et al. , 2. Mendeteksi hambatan perkembangan dan pertumbuhan pada anak usia dini menjadi sangat penting dalam mengidentifikasi anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus dan dukungan dalam pendidikan mereka (Setiawati Feby, 2. Beberapa cara untuk mendeteksi hambatan perkembangan dan pertumbuhan anak menjadi anak berkebutuhan adalah dengan melakukan observasi terhadap perkembangan anak secara menyeluruh (Lafiana et al. , 2. Selain itu, melakukan konsultasi dengan profesional kesehatan, seperti dokter anak, psikolog, atau terapis, juga merupakan langkah penting dalam mendeteksi hambatan Ahli ini dapat melakukan penilaian lebih mendalam dan menggunakan alat penilaian yang terstandar untuk mengidentifikasi masalah perkembangan yang mungkin ada (Pratiwi & Romadonika, 2. Ada berbagai jenis anak berkebutuhan khusus, yaitu anak yang memiliki kekurangan baik secara fisik maupun psikis yang disebut juga sebagai anak disabilitas. Disabilitas dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu gangguan fungsi ekstremitas ortopedi . rthopedic disabilit. dan gangguan fungsi ekstremitas saraf . acat neurologi. Ortopedi Disabilitas adalah anak yang mengalami disabilitas, kecacatan, dan ketidaksempurnaan tertentu dalam tubuh motoriknya, terutama di tulang, otot tubuh dan area sendi, misalnya: Poliomielitis. TBC tulang, osteomielitis dan radang sendi. Sementara itu, neurologis disabilitas adalah kelainan pada fungsi anggota badan . angguan motorik tangan atau kak. yang disebabkan oleh gangguan pada sistem saraf (Dina et al, 2. Proses stimulasi perkembangan anak dilakukan melalui bermain. Menurut Sutapa . bermain adalah proses yang terhubung dengan alat sensorik yang membantu perkembangan pada anak secara fisik dan psikologis. Bermain aktif adalah sarana melatih anak-anak untuk memperkuat otot mereka sehingga mereka bisa menjadi lebih kuat, lebih cepat, dan lebih gesit serta menjadi lebih baik dalam mengontrol gerak. Manfaat bermain untuk anak-anak tidak hanya membuat mereka berkeringat tetapi juga memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan, mengembangkan kecerdasan, meningkatkan ketajaman, dan memacu Bermain dapat mendukung ekspresi anak-anak yang menyenangkan dan berpikir kreatif, menawarkan mereka pengalaman baru dalam eksplorasi. Bermain secara aktif memberikan kesempatan untuk beradaptasi dengan orang lain dan lingkungan serta dapat memperkuat otot. Bermain aktif memiliki efek paradoks meningkatkan rentang perhatian dan meningkatkan efisiensi berpikir dan pemecahan masalah. Hasil dari observasi di lapangan yang telah dilakukan oleh peneliti, di sekolah TK Islam Bintang Juara memiliki lima anak yang menunjukkan perilaku berkebutuhan khusus. Dalam Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X penelitian ini penulis akan melakukan penelitian dikarenakan sampai saat ini peserta didik yang mengalami kebutuhan khusus tersebut masih ada sebagian yang kurang mampu dalam gerakangerakan motorik halus. Hasil wawancara yang dilakukan dengan kepala TK Islam Bintang Juara diinformasikan bahwa kelima anak berkebutuhan khusus tersebut telah mendapat diagnosa dari ahli yang berkompeten seperti dokter anak dan psikolog. Berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Damai Yanti . menyatakan bahwa penerapan bermain sensorimotor pada anak usia dini di kelompok A dapat meningkatkan motorik halus anak. Dari fakta dan pernyataan di atas maka peneliti tertarik melakukan penelitian strategi guru dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak berkebutuhan khusus melalui bermain sensorimotorik dengan observasi yang mendalam. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan strategi guru dalam meningkatkan keterampilan motorik halus anak berkebutuhan khusus melalui bermain sensorimotorik. METODE Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, alasan menggunakan penelitian kualitatif karena peneliti melakukan penelitian pada kondisi nyata dan obyek yang alamiah. Menurut Budiwanto (Pradana, dkk. , 2. Pendekatan dari penelitian kualitatif yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dimana rancangan penelitian yang disusun bertujuan untuk mendeskripsikan atau memaparkan secara sistematis, faktual dan akurat secara objektif tentang suatu objek amatan yang terjadi pada masa kini. Pendekatan deskriptif digunakan untuk menjawab dan memecahkan masalah yang dihadapi saat dilakukannya penelitian. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara serta Sumber data dalam penelitian ini meliputi sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer mencakup wawancara terhadap Guru dan Kepala sekolah, observasi langsung pada 5 anak berkebutuhan khusus di TK Islam Bintang Juara, serta wawancara terhadap orang tua selaku wali murid dari 5 anak tersebut. Sumber data sekunder diambil dari dokumentasi selama kegiatan pembelajaran berlangsung, rencana pembelajaran dan laporan perkembangan anak yang dibuat oleh guru kelas. Penelitian ini menggunakan teknik analisis Miles dan Huberman (Sugiyono, 2. mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah terpenuhi dengan jelas dan baik. Aktivitas dalam analisis data tersebut meliputi analisis data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Peneliti merangkum dan memilih hal pokok yang difokuskan pada temuan data di lapangan tentang masalah keterampilan motorik halus anak berkebutuhan khusus di TK Islam Bintang Juara. Bentuk penyajian data berupa uraian singkat dan bagan sederhana sebagai bentuk kumpulan informasi yang tersusun untuk mempermudah upaya pemaparan dan penegasan kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Strategi guru dalam mengembangkan motorik halus Berdasarkan penelitian yang dilakukan di TK Islam Bintang Juara, pembelajaran yang diterapkan dalam meningkatkan kemampuan motorik halus melalui permainan sensorimotorik mencakup banyak hal, dimana guru memulai dengan membuat perencanaan pembelajaran yang memperhatikan tingkat capaian perkembangan anak. Guru menyediakan beberapa alternatif densitas main yang disesuaikan dengan tema pembelajaran serta tahap perkembangan anak. Hasil penelitian ini dimaksudkan untuk menggambarkan strategi guru, serta menggambarkan seberapa besar pengaruh kegiatan bermain sensorimotorik terhadap keterampilan motorik halus anak berkebutuhan khusus. Selaras dengan pemaparan Prosiding Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X Seminar Nasional Pendidikan . Pembelajaran sensorimotor merupakan bagian dari terapi sensori integrasi. Jenis-jenis permainan pembelajaran sensorimotor yang dapat diberikan adalah: jenis permainan tactile . , meliputi: memasukkan benda-benda ke kotak maupun wadah, melukis dengan jari, bermain pasir, menyebut nama-nama benda dan bermain Jenis permainan vestibular . , meliputi: titian tali dan balok kayu, dan bermain bola. Jenis permainan proprioseptif . osisi tubu. : menyusun benda bundar, menggunting dan menempel, dan bermain puzzle. Dalam mengelola kegiatan pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, dan partisipatif. TK Islam Bintang Juara Semarang menerapkan metode pembelajaran sentra. Setiap kelompok dalam satu hari bermain dalam satu sentra. Sentra yang terdapat di TK Islam Bintang Juara Semarang adalah sentra bahan alam, sentra main peran besar, sentra main peran kecil, sentra balok, sentra persiapan, sentra seni, dan sentra imtaq. Kegiatan pembelajaran pada sentra melibatkan anak yang aktif dan bebas menentukan pilihan sesuai dengan minat anak, guru bergerak bebas pada setiap densitas main dengan memberikan pijakan saat main. Setiap anak akan berpindah secara berkala pada setiap densitas main yang disediakan. Gambar 1. Anak bermain Playdough Pada gambar, terlihat anak sedang bermain di densitas bermain playdough di sentra bahan alam. Anak mengkoordinasikan mata dan tangannya untuk membuat bentuk melalui media playdough. Pada gambar, terlihat anak sedang menekan serta menggulung playdough. Hal ini menunjukkan bahwa anak membutuhkan banyak kesempatan bermain playdough supaya lebih terampil untuk membuat berbagai bentuk yang nyata. Selaras dengan penelitian yang dilakukan Wiwik Widiyati pada tahun 2015, tentang pembelajaran sensorimotor untuk anak Autis di PAUD Inklusi. Pembelajaran sensorimotor merupakan bagian dari terapi okupasi . ensori integras. dengan merencanakan pembelajaran individu yang menyangkut perkembangan taktil, vestibular dan proprioseptif. Salah satu jenis permainan yang diberikan adalah bermain playdough, permainan ini dapat merangsang rabaan anak autis, anak diajak untuk membentuk sesuai dengan kemampuan. Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X Gambar 2. Anak Bermain Mengupas Kulit Bawang Gambar 3. Anak Bermain Tuang Isi Pada gambar, terlihat anak mengkoordinasikan mata dan tangannya untuk mengupas kulit bawang serta memasukkan biji mutiara ke dalam botol. Anak menunjukkan kemampuan mengupas kulit bawang menggunakan jari-jemarinya. Anak menunjukkan kemampuan menuang biji mutiara ke dalam botol dengan banyak tumpahan. Hal ini menunjukkan anak membutuhkan kesempatan bermain sensorimotorik untuk lebih terampil dalam mengkoordinasikan mata dengan tangan. Peneliti melakukan beberapa tahapan dalam proses pengumpulan data salah satunya yaitu Wawancara yang dilakukan oleh peneliti pada bulan April Ae Juni 2024 melibatkan Kepala Sekolah. Guru Kelas serta Orang Tua Siswa sebagai informan. Berdasarkan wawancara dengan Kepala Sekolah mengenai strategi pembelajaran yang diterapkan di sekolah yaitu menyusun materi pembelajaran di kelas atau yang biasa disebut dengan RPP atau modul ajar mulai dari melihat refleksi pembelajaran sebelumnya di masing-masing kelompok, menentukan topik-sub topik, tujuan pembelajaran yang akan dicapai, menentukan kegiatan yang dapat mencapai tujuan pembelajaran tersebut, hingga menentukan evaluasi atau asesmen yang akan dipakai saat guru mengamati perkembangan anak. Selain itu Kepala Sekolah juga membimbing proses penyelenggaraan pembelajaran dengan memanfaatkan KOMBEL (Komunitas Belaja. satuan pendidikan sekolah setiap 2 pekan sekali di hari Sabtu yang mana di dalam forum tersebut membahas tentang pembelajaran yang berdampak pada peserta didik. Seperti penguatan kembali tentang metode sentra, pemberian pijakan atau kalimat pemantik, serta prinsip dalam pembelajaran bahwa guru harus dapat mengaktifkan kelas. Selain itu adanya pendampingan khusus dari kepala sekolah ke setiap guru setelah adanya supervisi kelas. Peneliti melibatkan guru kelas sebagai narasumber dalam kegiatan wawancara untuk menggambarkan pemilihan ragam main dalam menstimulus kemampuan motorik halus anak berkebutuhan khusus. Miss N selaku guru kelas menjelaskan pemilihan ragam main dalam proses pembelajaran untuk anak berkebutuhan khusus yaitu mempersiapkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menarik sehingga dapat mengoptimalkan perkembangannya. AuSaya melakukan pendampingan pada setiap anak berkebutuhan khusus saat anak bermain, supaya anak dapat mencapai tujuan pembelajaran melalui ragam main yang telah disediakan dengan adanya pijakan atau kalimat pemantik dari pendampingan khusus secara individu. Ay ujar Miss N pada kegiatan wawancara, 2024. Keterlibatan orang tua dalam memahami kegiatan main di sekolah diperlukan untuk melanjutkan proses stimulasi keterampilan motorik halus anak saat di rumah. Salah satu Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X strategi guru dalam meningkatkan keterampilan anak adalah dengan melibatkan orang tua. Setiap hari Jumat guru akan menyampaikan perkembangan anak melalui buku komunikasi, atau dapat juga disebut sebagai buku penghubung. Buku tersebut berisikan kegiatan anak selama proses pembelajaran di kelas. Melalui buku tersebut guru mengharapkan orang tua dapat mengetahui semua kegiatan yang dilakukan oleh anak ketika di sekolah. Orang tua juga terlibat aktif dalam memberikan tanggapan atas pelaporan kegiatan yang telah disampaikan oleh wali kelas. Keterampilan motorik halus anak berkebutuhan khusus di TK Islam Bintang Juara Peneliti melakukan kegiatan observasi terhadap anak berkebutuhan khusus di TK Islam Bintang Juara menggunakan media main kolase. Pada tahap awal observasi peneliti mengajak anak untuk bermain kolase menggunakan biji-bijian. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengetahui kondisi awal tingkat keterampilan motorik dalam menggunakan jari tangannya. Gambar 4. Kegiatan Observasi Keterampilan Motorik Halus Anak Dengan Kolase Kondisi Awal Anak kesulitan saat memegang pensil, gunting baju, membuka botol minum. Anak dibanding tangan Tabel 1. Pengaruh Bermain Sensorimotorik Strategi Kondisi Akhir Guru menyiapkan ragam main berupa Anak mampu menggunting bermain membuat bentuk dari tetapi belum tepat pada playdough, bermain finger painting, garisnya. serta bermain tuang isi biji-bijian. Anak mampu memegang Ragam main tersebut bertujuan untuk pensil dinamis tapi belum memperkuat jari-jari anak dalam menulis dengan jelas. memegang benda. Anak mengancingkan tapi masih membutuhkan waktu . Guru mnyediakan ragam main Anak mampu menggunakan bermain memotong sayur dengan tangan pisau plastik, bermain menjepit melakukan aktivitas secara kerupuk, bermain mengupas kulit mandiri dengan bimbingan bawang serta bermain menyumpit. dan pengawasan dari guru Ragam main ini memfokuskan anak yang untuk melakukan aktifitas dengan mengingatkan. tangan kanan. Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X Kondisi Awal Anak memegang alat . ering barang hingga Strategi Ragam main yang dipilih guru yaitu bermain tuang isi air, menali sepatu, menumbuk, membuat kolase. Ragam main ini ditujukan untuk melatih kontrol diri anak. Kondisi Akhir Anak mampu mengisi air ke dalam wadah dengan sedikit menunjukkan peningkatan kontrol diri dalam melakukan Selain itu anak mampu menggunakan alat sesuai dengan fungsinya. Pada tabel pengaruh bermain sensorimotorik menggambarkan bagaimana strategi yang diterapkan guru dalam mengembangkan keterampilan motorik halus anak berkebutuhan khusus di TK Islam Bintang Juara. Peneliti menyimpulkan bahwa setiap kegiatan bermain sensorimotorik yang dipilih oleh guru disesuaikan dengan kebutuhan anak. Pada proses pemilihan ragam main guru memfokuskan pada keterampilan anak yang membutuhkan penguatan dan stimulasi untuk mencapai tingkat perkembangan yang optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam pemilihan ragam main dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dan orang tua mengenai keterampilan motorik halus lima anak berkebutuhan khusus, orang tua menyatakan anak mengalami banyak perubahan. AuBanyak sekali perubahan yang terjadi pada Anak . Awalnya Anak enggan memegang makanan, enggan menggunting, enggan melakukan kegiatan yang melatih motorik halus. Setelah sekolah di TK Islam Binatang Juara. Anak secara mandiri bisa melakukan kegiatan tersebut. Ay ujar Ibu S pada kegiatan wawancara, 2024. Kegiatan sensorimotorik yang dilakukan di sekolah sangat menunjang keterampilan motorik halus anak. Upaya yang dilakukan orang tua adalah melanjutkan kegiatan motorik yang dilakukan di sekolah seperti menggambar, mewarnai, menggunting, menempel, membuka dan memasang kembali resleting dan kancing baju dengan pengawasan. Orang tua menyatakan bahwa kegiatan bermain sensorimotorik di sekolah memberikan dampak positif terhadap keseharian anak saat di rumah. Antara lain, dapat membantu kontrol emosi anak ketika di rumah, anak menunjukkan perkembangan dengan mencoba memakai sepatu dan kaos kaki sendiri, belajar mandi sendiri dengan melepas baju sendiri ketika mau mandi, meskipun harus mendapat kesempatan lebih banyak lagi untuk melakukan kegiatan motorik halus. Ketika minta dibuatkan susu, anak mampu mengambil gelas, air dan menuang susu sendiri dan masih dalam pengawasan. PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam meningkatkan keterampilan motorik halus anak berkebutuhan khusus di TK Islam Bintang Juara melalui kegiatan bermain sensorimotorik. Strategi guru dalam mengembangkan keterampilan motorik halus anak harus selaras dengan program yang tercantum dalam rencana yang telah disusun Perencanaan menentukan materi apa yang dibutuhkan anak-anak, media yang dibutuhkan, waktu yang dialokasikan, dan teknik evaluasi apa yang tepat (Saridewi, 2. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Fitria . strategi guru dalam mengelola kelas dapat membantu pencapaian pembelajaran yang optimal, menciptakan kondisi kelas optimal dengan mengoptimalkan berbagai sumber . otensi diri guru, sarana serta lingkungan belajar di kela. yang bertujuan supaya proses belajar mengajar dapat sesuai dengan perencanaan dan juga tujuan yang ingin dicapai. Upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi kendala dalam menstimulasi motorik halus adalah memberikan kesempatan dan kebebasan bagi anak didik Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X untuk melakukan kegiatan sesuai keinginannya. Hal ini dilakukan untuk menambah kreativitas anak dalam menuangkan segala gagasannya ke dalam gambar. Kegiatan tersebut juga dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak karena kegiatan kreativitas yang dilakukan anak, sarat akan muatan yang menghubungkan koordinasi ketelitian, keluwesan, dan kelincahan otot-otot halusnya. Kegiatan bermain sensorimotorik anak berkebutuhan dirancang oleh guru dengan mempertimbangkan kemampuan dan tingkat perkembangan anak. Setiap permainan yang dilakukan anak di sekolah, membutuhkan media permainan. Menurut Landung . dalam penelitiannya media merupakan semua hal yang dapat digunakan sebagai penyalur pesan dari pengirim ke penerima untuk merangsang pikiran, perhatian dan minat sehingga proses belajar Melalui media permainan anak merasa tertarik untuk menyelesaikan setiap aktivitas yang ada, sehingga berpengaruh terhadap kemampuan motorik halus anak. Peran bermain akan memberikan banyak manfaat untuk perkembangan anak. Menurut Agustin . , dalam pengajaran anak usia dini maka tidak dapat terlepas dari yang namanya media. Dengan media berbagai hal yang disampaikan pada anak akan dapat dengan mudah dipahami, dan anak pun akan merasakan kesenangan dan tertarik mengikuti pembelajaran. Guru memiliki peran penting dalam memilih media main yang sesuai dengan kebutuhan anak. Selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh Pradana . menyatakan media Finger Painting dapat mengoptimalkan keterampilan motorik halus pada anak-anak. Anak menjadi lebih kreatif dan inovatif. Pada penelitian lain yang dilakukan oleh Darizal . Ada efek signifikan dari bermain playdough pada perbaikan motorik halus anak usia Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bermain playdough adalah metode efektif yang digunakan untuk anak usia dini. Melalui bermain playdough anak merasa senang dan termotivasi untuk mengikuti proses pembelajaran, sehingga tujuan pembelajaran akan tercapai. Swart (Sari, 2. mengatakan bahwa: adonan playdough memungkinkan anak-anak melatih kemampuan motorik halus. Anak-Anak menggunakan tangan untuk menumbuk, menekan, membentuk dan meratakan. Lewat pengalaman tersebut anak-anak mengembangkan koordinasi mata tangan dan kontrol ketangkasan dan kekuatan kemampuan ini yang mereka akan butuhkan kelak. Oleh karena itu adonan playdough dapat mengembangkan motorik halus anak dimana anak bermain langsung dan dilibatkan langsung dalam pembuatan playdough. Kegiatan main yang dipilih guru selanjutnya adalah Tuang-Isi, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Badriyah . latihan ini sangat penting untuk mengembangkan fokus dan kontrol gerakan tangan. Pada permainan tuang-isi air dan biji-bijian anak-anak akan belajar banyak melalui kegiatan menuangkan yaitu mengontrol gerakan tangan yang merupakan bagian dari kemampuan motorik halus. Saat menuang, anak harus memperhatikan berbagai faktor, termasuk berapa banyak air atau beras yang harus dituangkan agar tidak tumpah atau Selain itu guru juga memilih permainan memotong sayur menggunakan pisau plastik. Menurut Wati & Rakhmawati (Badriyah, 2. memotong merupakan termasuk ke dalam kegiatan memasak yang dapat melatih motorik halus anak, seperti mengembangkan koordinasi kecepatan tangan dengan gerakan mata dan melatih penguasaan emosi. Kegiatan sehari-hari yang dapat dilakukan untuk merangsang otot-otot halus anak adalah gerakan membuka dan menutup botol (Badriyah, 2. Perkembangan motorik halus merupakan salah satu perkembangan yang memiliki keterampilan yang membutuhkan kontrol dan otot serta koordinasi tangan dan mata, serta keterampilan yang membutuhkan presisi tinggi seperti penebalan, menulis, mencocokkan, menggambar, memotong, dan memasang kancing pakaian (Suryani, 2. Berdasarkan tabel keterampilan motorik halus yang disajikan oleh peneliti, strategi yang diterapkan oleh guru dalam memilih ragam main sensorimotorik dapat meningkatkan kemampuan motorik halus Hal tersebut dibuktikan dengan adanya perbedaan kondisi awal dan kondisi akhir anak Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X setelah bermain sensorimotorik. Salah satu strategi guru untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak adalah dengan bermain kolase. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Pradana. , menyatakan bahwa kolase merupakan kegiatan pembelajaran anak yang dapat meningkatkan perkembangan motorik halus anak, sehingga dengan kegiatan kolase ini anak-anak dapat melatih kesabaran, ketelitian, kejelian, kebersamaan, dan terutama melatih koordinasi gerak tangan. Kolase dapat digunakan sebagai media melatih anak untuk kontrol diri serta membiasakan anak menggunakan alat sesuai dengan fungsinya. Strategi guru yang diterapkan dalam proses pengembangan keterampilan anak adalah melibatkan orang tua dalam pembelajaran. Selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh Agustin, orang tua berperan sebagai tokoh penting dalam tumbuh kembang dan pengenalan fondasi dasar kehidupan bagi anak tidak akan pernah tergantikan. Begitu pula dalam pengenalan dan pembelajaran untuk mengembangkan kecerdasan. Keterampilan motorik yang distimulasi di sekolah dapat dilanjutkan pada kegiatan sehari-hari di rumah, supaya hasil capaian anak menunjukkan berkembang sesuai harapan. Setiap akhir pekan, guru akan melaporkan hasil perkembangan anak kepada orang tua melalui buku komunikasi, sebagai media penghubung guru dan orang tua guna menyelaraskan stimulasi keterampilan anak. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa strategi guru dalam mengembangkan keterampilan motorik halus anak berkebutuhan khusus yaitu merencanakan kegiatan kelas meliputi tema, tujuan, alokasi waktu dan media Pemilihan media main disesuaikan dengan tingkat capaian dan perkembangan anak. Guru menyiapkan media main yang beragam untuk memotivasi anak dalam kegiatan stimulasi keterampilan motorik halusnya. Guru melibatkan orang tua dalam proses stimulasi anak guna mencapai keterampilan motorik halus yang optimal. Orang tua dapat melanjutkan proses stimulasi di rumah sesuai dengan arahan yang diberikan guru. DAFTAR PUSTAKA