Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 2: September 2025 Original Article FACTOR ANALYSIS OF THE IMPLEMENTATION OF VISUAL INSPECTION OF ACETIC ACID (VIA) EXAMINATION IN WOMEN OF FERTILE AGE AT UJAN MAS HEALTH CENTER Analisis Faktor Pelaksanaan Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) Pada Wanita Usia Subur di Puskesmas Ujan Mas Aldesten Ikeliya1. Ali Harokan2. Erma Gustina3 1,2,3 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Husada. Palembang. Indonesia *Corresponding Author: Aldesten Ikeliya Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Husada. Palembang. Indonesia Email: ndaabikaren@gmail. Keyword: Women Of Childbearing Age. Visual Acid Inspection Kata Kunci: Wanita Usia Subur. Inspeksi Visual Asam A The Author. 2025 Abstract Visual Inspection with Acetic Acid (VIA) is a low-cost and easy method for early detection of cervical cancer, but its implementation coverage remains low. This study aimed to analyze factors influencing VIA examination among women of reproductive age at Ujan Mas Health Center. A quantitative cross-sectional study was conducted involving 367 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using validated questionnaires and analyzed through univariate, bivariate . hi-squar. , and multivariate . ogistic regressio. Multivariate analysis revealed that age . =0. OR=0. husband support . =0. OR=1. , and health cadre support . =0. OR=10. were significantly associated with VIA examination. Cadre support emerged as the most dominant factor with a 53,9% probability contribution. Health cadre and husband support are crucial to enhancing VIA screening uptake. Knowledge, education, and access to information were not significantly associated in the final model. Strengthening the role of health cadres and involving husbands in health promotion interventions is recommended for improving early cervical cancer detection. Abstrak Article Info: Received : June 4, 2025 Revised : July 19, 2025 Accepted : July 22, 2025 Cendekia Medika: Jurnal STIKes AlMaAoarif Baturaja e-ISSN : 2620-5424 p-ISSN : 2503-1392 This is an Open Access article distributed under the terms of the Creative Commons AttributionNonCommercial 4. 0 International License. Pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) merupakan metode deteksi dini kanker serviks yang murah dan mudah dilakukan, namun cakupan pelaksanaannya masih Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaan pemeriksaan IVA pada wanita usia subur di Puskesmas Ujan Mas. Penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang ini melibatkan 367 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat, bivariat . ji chi-squar. , dan multivariat . egresi logisti. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa usia . =0,018. OR=0,. , dukungan suami . =0,013. OR=1,. , dan dukungan kader . =0,000. OR=10,. berhubungan signifikan dengan pelaksanaan pemeriksaan IVA. Dukungan kader merupakan faktor paling dominan dengan kontribusi probabilitas sebesar 53. Dukungan kader dan suami menjadi faktor penting dalam meningkatkan partisipasi pemeriksaan IVA. Pengetahuan, pendidikan, dan akses informasi tidak menunjukkan hubungan signifikan dalam model akhir. Perlu penguatan kapasitas kader dan pelibatan suami dalam intervensi promosi kesehatan untuk deteksi dini kanker serviks. PENDAHULUAN Kanker serviks merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang masih menjadi ancaman serius bagi perempuan, terutama di negara berkembang . Data WHO tahun 2023 menunjukkan bahwa sekitar 90% kematian akibat kanker serviks terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah, termasuk Indonesia. Indonesia menempati urutan kedua setelah kanker payudara dalam jumlah kasus tertinggi pada perempuan . Deteksi dini menjadi langkah kunci dalam menurunkan angka morbiditas dan mortalitas akibat kanker serviks, salah satunya melalui pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA). Pemeriksaan ini direkomendasikan karena biayanya yang murah, mudah dilakukan, dan hasilnya dapat langsung diketahui . Meskipun IVA dipromosikan secara luas oleh pemerintah https://jurnal. id/index. php/ cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 2: September 2025 melalui program deteksi dini kanker leher rahim, cakupan pelaksanaannya masih sangat rendah. Hasil Riskesdas tahun 2018 menunjukkan bahwa hanya 5,2% wanita usia subur (WUS) di Indonesia yang pernah melakukan pemeriksaan IVA . Hal ini menjadi indikasi adanya hambatan atau faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi rendahnya partisipasi perempuan dalam deteksi dini kanker serviks . Oleh karena itu, penting untuk mengidentifikasi faktorfaktor yang memengaruhi pelaksanaan IVA, kelompok wanita usia subur yang memiliki risiko tinggi terhadap kanker serviks . Salah satu faktor yang diduga memengaruhi pelaksanaan pemeriksaan IVA adalah usia. Perempuan yang berada pada rentang usia reproduktif aktif cenderung memiliki kesadaran lebih tinggi terhadap kesehatan reproduksinya . Namun, persepsi terhadap risiko penyakit serta tindakan preventif seperti pemeriksaan IVA dapat bervariasi tergantung pada usia biologis dan usia pernikahan . Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa usia di atas 30 tahun memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk melakukan deteksi dini karena adanya kekhawatiran terhadap komplikasi reproduksi . Selain usia, tingkat pendidikan dan pengetahuan juga berperan penting dalam menentukan keputusan seorang wanita untuk melakukan pemeriksaan IVA . Wanita dengan pendidikan yang lebih tinggi umumnya memiliki akses informasi kemampuan untuk memahami risiko dan manfaat dari tindakan deteksi dini . Pengetahuan yang memadai mengenai kanker serviks dan pemeriksaan IVA telah terbukti menjadi prediktor kuat perilaku kesehatan preventif. Namun, masih banyak WUS yang memiliki pengetahuan terbatas atau salah persepsi tentang kanker serviks dan prosedur pemeriksaannya . Sikap individu terhadap pemeriksaan IVA juga menjadi faktor kunci dalam menentukan partisipasi . Beberapa wanita merasa takut, malu, atau tidak nyaman untuk melakukan pemeriksaan karena anggapan negatif dan mitos yang berkembang di masyarakat . Sikap negatif ini seringkali diperkuat oleh kurangnya komunikasi efektif dari tenaga kesehatan atau kurangnya pengalaman pribadi yang positif dalam pelayanan kesehatan reproduksi . Oleh karena itu, perlu pendekatan edukatif yang mampu mengubah sikap menjadi lebih positif terhadap deteksi dini kanker serviks . Faktor eksternal lain seperti akses terhadap informasi dan pelayanan kesehatan juga turut menentukan. Ketersediaan media informasi yang relevan, keterjangkauan fasilitas kesehatan, serta keberadaan layanan IVA di tingkat primer sangat memengaruhi keputusan perempuan untuk melakukan pemeriksaan . Akses informasi yang terbatas atau fasilitas kesehatan yang jauh dan sulit dijangkau dapat menjadi penghambat signifikan, terutama bagi perempuan yang tinggal di daerah pedesaan atau terpencil . Peran dukungan sosial juga tidak dapat diabaikan dalam upaya peningkatan . IVA Dukungan suami sebagai figur penting dalam keluarga sangat menentukan keputusan perempuan dalam mengambil tindakan preventif terhadap kesehatannya . Selain itu, keberadaan kader kesehatan sebagai agen perubahan di masyarakat juga memotivasi WUS untuk melakukan Dukungan dari suami dan kader dapat menjadi penguat dalam mengatasi hambatan psikologis maupun praktis yang dihadapi perempuan . Tempat tinggal atau domisili perempuan juga berkaitan erat dengan akses terhadap layanan kesehatan dan eksposur terhadap edukasi kesehatan . Perempuan yang tinggal di wilayah perkotaan cenderung lebih mudah mengakses informasi dan layanan IVA dibandingkan dengan mereka https://jurnal. id/index. php/ cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 2: September 2025 yang tinggal di wilayah perdesaan. Ketimpangan geografis ini mengharuskan pendekatan yang berbeda dalam promosi dan pelaksanaan pemeriksaan IVA, sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan komunitas lokal . Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor usia, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, sikap, akses informasi, dukungan suami, dukungan kader, dan tempat tinggal terhadap pelaksanaan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) pada wanita usia subur. METODE Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross-sectional yang bertujuan untuk menganalisis hubungan antara beberapa variabel independen . sia, pendidikan, pengetahuan, sikap, akses informasi, dukungan suami, dukungan kader, dan jarak tempat tingga. terhadap pelaksanaan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) pada wanita usia subur (WUS). Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Ujan Mas. Kabupaten Muara Enim, pada tahun 2025. Desain cross-sectional dipilih karena memungkinkan peneliti untuk mengamati seluruh variabel secara simultan pada satu waktu tertentu, tanpa melakukan tindak lanjut terhadap responden. Pendekatan ini sesuai digunakan untuk mengidentifikasi hubungan antarvariabel secara deskriptif dan analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita usia subur . Ae50 tahu. yang berdomisili di desa-desa wilayah kerja Puskesmas Ujan Mas. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling, menggunakan rumus Slovin sehingga diperoleh jumlah responden sebanyak 367 orang. Kriteria inklusi mencakup: wanita yang pernah menikah, telah melakukan hubungan seksual, tidak sedang menstruasi atau hamil, dan bersedia menjadi responden. Sementara itu, kriteria eksklusi adalah wanita yang sedang hubungan seksual dalam 24 jam terakhir, serta wanita yang diketahui menderita kanker serviks. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner tertutup yang telah melalui proses uji validitas dan Uji validitas dilakukan pada 20 Puskesmas Lembak Kecamatan Lembak, menggunakan korelasi Pearson Product Moment dengan nilai r tabel sebesar 0,46 pada tingkat signifikansi Pertanyaan yang memiliki nilai r hitung di bawah r tabel dinyatakan tidak valid. Sebagai hasil, satu pertanyaan pada variabel dukungan suami dinyatakan tidak valid, sementara seluruh pertanyaan pada variabel dukungan kader, pengetahuan, dan sikap dinyatakan valid. Uji reliabilitas dilakukan terhadap item pertanyaan yang valid menggunakan CronbachAos Alpha, dan hasil Ou 0,7 menunjukkan bahwa instrumen tersebut reliabel. Tahapan penelitian ini dibagi ke dalam tiga fase, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan akhir. Pada tahap persiapan, peneliti melakukan studi literatur, pengajuan izin ke puskesmas, serta penyusunan dan seminar Tahap pelaksanaan mencakup pengumpulan data sekunder, uji validitas dan reliabilitas instrumen, sosialisasi kepada responden, pemberian informed consent, dan pengumpulan data melalui kuesioner yang diisi langsung oleh Peneliti juga melakukan observasi langsung terhadap proses pengisian kuesioner. Pada tahap akhir, seluruh data yang telah terkumpul diolah dan dianalisis secara statistik menggunakan perangkat lunak komputer. Data yang terkumpul dianalisis melalui tiga tahapan analisis statistik, yaitu analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan distribusi frekuensi dan proporsi masingmasing variabel, baik independen maupun Selanjutnya, analisis bivariat https://jurnal. id/index. php/ cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 2: September 2025 dilakukan untuk menguji hubungan antara masing-masing dengan variabel dependen menggunakan uji chi-square, dengan tingkat kemaknaan () = 0,05 dan tingkat kepercayaan 95%. Kriteria penerimaan hipotesis yaitu HCA ditolak jika p O 0,05 yang berarti terdapat hubungan signifikan antara variabel. odds ratio dan p-value, dengan batas signifikansi p < 0,05. Model regresi yang terbentuk diharapkan dapat menjadi dasar bagi intervensi kesehatan masyarakat yang lebih terarah dalam meningkatkan cakupan deteksi dini kanker serviks di wilayah HASIL DAN PEMBAHASAN Untuk mengetahui pengaruh variabel secara simultan, analisis multivariat menggunakan regresi logistik dilakukan. Uji ini bertujuan untuk mengetahui variabel mana yang paling dominan memengaruhi pelaksanaan pemeriksaan IVA. Analisis dilakukan dengan memperhatikan nilai Tabel 1 menunjukkan distribusi frekuensi variabel yang diteliti dalam pelaksanaan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) pada wanita usia subur. Tabel 1 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Variabel Variabel Pemeriksaan IVA Pernah Tidak Pernah Usia Muda (<30 Tahu. Tua (Ou 30 tahu. Pendidikan Tinggi (Ou SMA) Rendah (