p-ISSN : 2655-7541 e-ISSN : 2745-5823 JUSIBI (JURNAL SISTEM INFORMASI DAN E-BISNIS) Volume 8. Nomor . June 2026 Hal : 5563 Optimasi Infrastruktur Cloud Free Tier Berbasis Serverless pada Platform E-Commerce UMKM di Indonesia Fadel Muhamad Rifai1*. Vina Ayumi2 Universitas Dian Nusantara. Jakarta. Indonesia 411221027@mahasiswa. id1, vina. ayumi@dosen. *Corresponding author: 411221027@mahasiswa. AbstrakAiMarketplace membantu UMKM menjangkau pembeli, tetapi biaya komisi 2,5% sampai 10% per transaksi dapat mengurangi margin usaha kecil. Penelitian ini membangun TumbuhBersama, platform e-commerce mandiri berbasis serverless yang berjalan pada layanan cloud free-tier. Metode penelitian menggunakan prototyping, mulai dari identifikasi kebutuhan UMKM, perancangan arsitektur, implementasi bertahap, sampai pengujian fungsional. Sistem dikembangkan menggunakan SvelteKit. Supabase. Vercel. Drizzle ORM. Komerce Payment API. RajaOngkir API . ia Komerc. Gmail API, dan Fonnte API. Penelitian diarahkan pada penyediaan fitur toko online sekaligus pengendalian katalog, checkout, pembayaran, pengiriman, produk digital, lelang, flash sale, laporan bisnis, dan admin dashboard agar tetap berjalan di bawah batas layanan gratis. Optimasi dilakukan melalui server-side rendering, caching tarif pengiriman, cache in-memory berbasis LRU, cron job operasional, pelacakan kuota API, auto-expire pembayaran, retry email, keepalive database, cleanup log. Row Level Security, role-based access, payment webhook idempotent, dan update stok atomik saat checkout. Hasil implementasi memperlihatkan bahwa platform dapat menggantikan fungsi dasar marketplace untuk satu merchant UMKM tanpa biaya hosting awal dan tanpa potongan komisi marketplace. Biaya transaksi dari payment gateway dan layanan logistik tetap ada sesuai tarif penyedia, tetapi dicatat terpisah sebagai service fee dan ongkos kirim. AbstractAiMarketplaces help MSMEs reach buyers, but commission fees of 2. 5% to 10% per transaction can reduce small business margins. This study develops TumbuhBersama, a standalone e-commerce platform based on a serverless architecture and cloud free-tier services. The research uses prototyping, starting from MSME requirement identification, architecture design, staged implementation, and functional testing. The system uses SvelteKit. Supabase. Vercel. Drizzle ORM. Komerce Payment API. RajaOngkir API . ia Komerc. Gmail API, and Fonnte API. The research provides online store features while controlling catalog browsing, checkout, payment, shipping, digital products, auctions, flash sales, business reporting, and an admin dashboard so they remain usable within free-tier limits. The optimization uses server-side rendering, shipping rate caching, in-memory LRU caching, operational cron jobs. API quota tracking, payment auto-expiry, email retry, database keepalive, log cleanup. Row Level Security, role-based access, idempotent payment webhooks, and atomic stock updates during checkout. The implementation indicates that the platform can replace basic marketplace functions for a single MSME merchant without initial hosting cost and without marketplace commission deductions. Transaction costs from the payment gateway and logistics provider still apply according to each provider's tariff, but the system records them separately as service fees and shipping costs. KeywordsAicloud free-tier, standalone e-commerce, serverless. Supabase. MSMEs This is an open access article under the CC BY-SAlicense. Pendahuluan Teknologi telah mendukung pegembangan platform bisnis di Indonesia . , . , . , . , . , . Aplikasi Tokopedia dan Shopee memberi akses pasar yang luas bagi UMKM, tetapi model ini memiliki biaya komisi. Beberapa marketplace mengenakan potongan sekitar 2,5% sampai 10% per transaksi . Bagi UMKM dengan margin tipis, potongan tersebut langsung mengurangi ruang laba . Di luar marketplace, membangun kanal penjualan sendiri juga tidak sederhana . Pelaku usaha tetap membutuhkan katalog produk, checkout, pembayaran, ongkos kirim, https://jurnal. id/index. php/jusibi p-ISSN : 2655-7541 e-ISSN : 2745-5823 JUSIBI (JURNAL SISTEM INFORMASI DAN E-BISNIS) Volume 8. Nomor . June 2026 Hal : 5563 pelacakan pesanan, laporan penjualan, dan panel admin yang dapat dipakai tanpa biaya operasional yang besar . , . , . , . , . , . , . Beberapa penelitian sudah membahas marketplace, e-commerce, dan serverless dari sisi yang Penelitian oleh Saputri et al. meneliti peran marketplace dalam meningkatkan daya saing UMKM melalui studi literatur sistematis. Manurung . meneliti akses pemasaran UMKM melalui marketplace dengan fokus pada peningkatan jangkauan pasar. Ardiansyah . membangun model e-commerce untuk UMKM tanpa membahas optimasi infrastruktur. Rizky dan Zulfikar . mengembangkan sistem e-commerce dengan optimasi database tetapi tidak menggunakan pendekatan serverless. Haryadi . meneliti optimalisasi e-commerce untuk peningkatan pendapatan UMKM tanpa membahas batasan layanan cloud. Fujiyanti et al. membandingkan performa server-based dan serverless di Google Cloud Platform (GCP). Namun, penelitian-penelitian tersebut belum membahas pengendalian kuota API logistik dan mekanisme caching untuk platform e-commerce UMKM yang berjalan pada layanan free-tier. Penelitian ini mengusulkan TumbuhBersama sebagai platform e-commerce mandiri untuk satu merchant UMKM. Sistem dirancang agar UMKM dapat menjual produk fisik, produk digital, flash sale, dan lelang tanpa bergantung pada potongan komisi marketplace. Infrastruktur awal memakai layanan cloud free-tier, terutama Vercel untuk hosting serverless dan Supabase untuk database, autentikasi, storage, dan realtime. Selama penggunaan masih berada di batas free-tier, biaya hosting awal dapat ditekan sampai nol rupiah. Masalah utamanya adalah batas sumber daya. RajaOngkir API . ia Komerc. sebagai layanan ongkos kirim memiliki batas permintaan harian. Supabase free-tier dapat berhenti sementara jika tidak ada aktivitas dalam beberapa hari. Vercel serverless memiliki batas waktu eksekusi fungsi. Gmail API dan Fonnte API juga memiliki batas pengiriman notifikasi. Karena itu, platform tidak cukup hanya di-deploy ke layanan gratis. Sistem harus mengatur kapan API dipanggil, kapan data disimpan ulang, bagaimana stok divalidasi secara atomik, bagaimana pembayaran kedaluwarsa, dan bagaimana admin mengetahui kondisi layanan. Kontribusi penelitian ini adalah rancangan dan implementasi platform e-commerce mandiri berbasis serverless yang disesuaikan dengan batas layanan free-tier, mencakup caching, cron job operasional, pelacakan kuota API, keamanan akses, integritas stok, payment callback idempotent, dan fitur operasional UMKM. Metodologi Penelitian Penelitian ini menggunakan metode prototyping. Tahap penelitian meliputi identifikasi kebutuhan UMKM dan batasan layanan free-tier, perancangan arsitektur serverless, perancangan mekanisme sinkronisasi dan caching, implementasi iteratif, uji fungsional, serta evaluasi kemampuan sistem dalam menjalankan fitur e-commerce mandiri tanpa server dedicated. Metode prototyping dipilih karena kebutuhan UMKM dan batasan free-tier perlu divalidasi secara bertahap sebelum sistem final dibangun. Diagram alir metodologi penelitian ditunjukkan pada Gambar 1. https://jurnal. id/index. php/jusibi JUSIBI (JURNAL SISTEM INFORMASI DAN E-BISNIS) Volume 8. Nomor . June 2026 Hal : 5563 p-ISSN : 2655-7541 e-ISSN : 2745-5823 Gambar 1. Diagram Alir Metodologi Penelitian Sumber: Dokumentasi penelitian, dibuat dan diolah sendiri oleh peneliti Tahap pertama adalah identifikasi kebutuhan UMKM dan batasan layanan free-tier untuk menentukan fitur yang harus tersedia, seperti katalog produk, checkout, pembayaran, pengiriman, dan pengelolaan pesanan. Tahap kedua adalah perencanaan cepat, yaitu penentuan ruang lingkup fitur, teknologi, dan rancangan awal arsitektur serverless. Tahap ketiga adalah pemodelan cepat, yang mencakup desain antarmuka, model data, alur checkout, dan mekanisme caching ongkos Tahap keempat adalah konstruksi prototype menggunakan SvelteKit. Supabase. Vercel, dan Drizzle ORM. Tahap kelima adalah evaluasi dan feedback melalui pengujian fungsi utama, keamanan akses, integritas stok, pembayaran, dan kesesuaian sistem terhadap batasan free-tier. Jika hasil evaluasi belum sesuai, proses kembali ke tahap sebelumnya sampai prototype memenuhi kebutuhan penelitian. Sistem dibangun dengan SvelteKit 2 dan Svelte 5 (Rune. sebagai framework, lalu di-deploy di Vercel menggunakan pola serverless. Database PostgreSQL di-host di Supabase free-tier dan diakses melalui Drizzle ORM. Autentikasi memakai Supabase Auth dengan dukungan Google OAuth dan login email. Pembayaran terintegrasi ke Komerce Payment API untuk QRIS dan Virtual Account. Pengiriman menggunakan RajaOngkir API . ia Komerc. Sistem mengirimkan notifikasi melalui dua kanal: email menggunakan Gmail API dengan OAuth2 refresh token, dan WhatsApp melalui Fonnte API. Hasil dan Pembahasan Platform TumbuhBersama terdiri atas empat lapisan. Lapisan pertama adalah SvelteKit untuk routing dan rendering. Lapisan kedua adalah domain services yang memproses logika bisnis seperti checkout, pembayaran, pengiriman, promosi, notifikasi, dan laporan. Lapisan ketiga adalah data access layer dengan Drizzle ORM. Lapisan terakhir adalah database PostgreSQL di Supabase. Susunan ini disesuaikan dengan lingkungan serverless dan layanan free-tier. Pada implementasi ini, sistem dibuat sebagai monolith modular yang berjalan di satu platform Skema arsitektur dapat dilihat pada Gambar 2. https://jurnal. id/index. php/jusibi p-ISSN : 2655-7541 e-ISSN : 2745-5823 JUSIBI (JURNAL SISTEM INFORMASI DAN E-BISNIS) Volume 8. Nomor . June 2026 Hal : 5563 Gambar 2. Diagram Arsitektur Sistem TumbuhBersama Sumber: Dokumentasi penelitian Use case diagram menggambarkan interaksi antara aktor . dengan sistem TumbuhBersama. Terdapat tiga aktor utama: Customer . Admin . engelola tok. , dan System . roses otomati. Class diagram menunjukkan struktur data utama dalam sistem beserta relasinya. Kelas utama meliputi Profile . Product. Order. Payment, dan entitas seperti pada Gambar 3. Gambar 3. Class Diagram Platform TumbuhBersama Sumber: Dokumentasi penelitian https://jurnal. id/index. php/jusibi p-ISSN : 2655-7541 e-ISSN : 2745-5823 JUSIBI (JURNAL SISTEM INFORMASI DAN E-BISNIS) Volume 8. Nomor . June 2026 Hal : 5563 Customer dan Admin mengakses aplikasi SvelteKit yang berjalan di Vercel. Proses bisnis dijalankan melalui Server Actions dan API Routes, lalu data disimpan melalui Drizzle ORM ke Supabase PostgreSQL. Layanan eksternal seperti Komerce. RajaOngkir. Gmail, dan Fonnte hanya dipanggil saat diperlukan. Proses berulang seperti sinkronisasi ongkir, retry email, keepalive, dan cleanup dijalankan melalui Vercel Cron. Halaman login dapat dilihat pada Gambar 4. Gambar 4. Tampilan Halaman Login Sumber: Dokumentasi penelitian Sistem dikembangkan menggunakan SvelteKit 2 dan Svelte 5 sebagai framework utama dengan dukungan Tailwind CSS v4 dan DaisyUI untuk antarmuka pengguna yang responsif. Pengelolaan data dilakukan menggunakan PostgreSQL melalui Supabase dan Drizzle ORM sebagai lapisan akses data, sedangkan proses hosting dan penjadwalan tugas . ron jo. memanfaatkan layanan Vercel. Fitur pendukung sistem meliputi integrasi Komerce Payment API untuk pembayaran QRIS dan Virtual Account. RajaOngkir API untuk perhitungan ongkos kirim. Fonnte API untuk notifikasi WhatsApp, serta Gmail API untuk notifikasi email. Halaman administrator dapat dilihat pada Gambar 5. Gambar 5. Tampilan Halaman Admin Sumber: Dokumentasi penelitian https://jurnal. id/index. php/jusibi p-ISSN : 2655-7541 e-ISSN : 2745-5823 JUSIBI (JURNAL SISTEM INFORMASI DAN E-BISNIS) Volume 8. Nomor . June 2026 Hal : 5563 Katalog produk, promosi, laporan bisnis, dan data pelanggan dikelola secara mandiri melalui sistem yang dikembangkan, sementara proses checkout, pembayaran, dan perhitungan ongkos kirim diintegrasikan menggunakan SvelteKit. Komerce Payment API, dan RajaOngkir API. Berbeda dengan marketplace konvensional yang membatasi akses data dan mengenakan komisi platform. TumbuhBersama mendukung UMKM memiliki kontrol penuh terhadap data pelanggan dan strategi bisnis, dengan biaya transaksi yang dapat disesuaikan melalui layanan pembayaran yang digunakan. Optimasi free-tier dicatat dalam tiga mekanisme teknis: data yang sering dibaca disimpan sementara, proses yang dapat dijadwalkan dipindahkan ke cron job, dan proses sensitif divalidasi di sisi server. Pada TumbuhBersama, mekanisme tersebut diterapkan melalui SSR SvelteKit, cache ongkir, cache in-memory berbasis LRU, pelacakan kuota API, cron job, dan cleanup data SSR SvelteKit digunakan agar halaman seperti katalog, produk, checkout, dan admin dashboard tetap dirender dari sisi server. Data yang sering dibaca, seperti pengaturan toko, produk, kategori, dan ongkos kirim, tidak selalu diambil langsung dari database atau API Sistem memakai cache dengan TTL pendek agar data tetap segar tetapi tidak membebani free-tier. Sistem menjalankan lima cron job yang dikonfigurasi di vercel. json dan berjalan otomatis tanpa server dedicated. Jadwal cron job operasional menggambarkan berbagai proses otomatis yang dijalankan secara terjadwal untuk mendukung stabilitas, efisiensi, dan keandalan sistem TumbuhBersama. Cron job sync-shipping dijalankan setiap hari pukul 23. 59 WIB untuk melakukan pre-fetch dan penyimpanan data ongkos kirim ke dalam cache sehingga proses perhitungan ongkir pada saat pengguna melakukan checkout dapat berlangsung lebih cepat dan mengurangi jumlah permintaan ke API RajaOngkir. Cron job expire-pending-payments yang berjalan setiap pukul 07. 00 WIB bertugas memeriksa transaksi yang masih berstatus menunggu pembayaran dan telah melewati batas waktu yang ditentukan, kemudian membatalkan transaksi tersebut secara otomatis serta mengembalikan stok produk ke inventori agar dapat kembali dijual. Selanjutnya, cron job retry-emails dijalankan setiap hari pukul 13. 00 WIB untuk mengirim ulang email notifikasi yang sebelumnya gagal terkirim akibat gangguan jaringan atau keterbatasan kuota layanan email. Untuk menjaga database Supabase tetap aktif pada layanan free-tier, cron job keepalive dijalankan setiap empat hari sekali pada pukul 15. 00 WIB dengan mengirimkan permintaan ringan ke database sehingga risiko idle shutdown dapat diminimalkan. Selain itu, cron job cleanup-logs yang dijalankan setiap hari Minggu pukul 10. 00 WIB berfungsi menghapus log lama, data sementara, dan file orphan yang tidak lagi digunakan guna menghemat ruang penyimpanan serta menjaga performa sistem tetap optimal. Cron job sync-shipping menangani pre-fetch ongkir untuk rute populer dan menyimpannya di Algoritmanya: . cek sisa kuota API hari ini dari tabel api_usage_log, . bentuk kombinasi asal, tujuan, berat 1 kg, dan kurir aktif, . cari destinasi yang belum memiliki cache fresh dalam TTL 7 hari, . ambil sebanyak min. isa_kuota, jumlah_belum_cached, . destinasi, . untuk tiap destinasi, ambil ongkir melalui helper cache, dan . berhenti jika API error atau kuota habis. Batas 40 destinasi per eksekusi digunakan pada fungsi serverless. Saat pembeli meminta ongkir, sistem memeriksa cache lebih dulu. Jika data masih berada dalam TTL 7 hari. API RajaOngkir tidak dipanggil lagi. Helper cache yang sama dipakai pada empat titik: endpoint pilihan ongkir, validasi checkout, sinkronisasi manual admin, dan cron sync-shipping. Cron job expire-pending-payments berjalan tengah malam untuk membatalkan pembayaran yang kedaluwarsa dan mengembalikan stok. Cron job retry-emails mencari email berstatus pending yang jumlah percobaannya belum sampai Cron job keepalive berjalan setiap 4 hari untuk menjaga database tetap aktif pada lingkungan free-tier. Cron job cleanup-logs menghapus audit_logs dan api_usage_log lebih tua dari 90 hari serta file orphan di storage. Caching diterapkan dalam dua lapisan. Lapisan pertama adalah cache database melalui tabel shipping_rates_cache yang menyimpan hasil perhitungan ongkir dari https://jurnal. id/index. php/jusibi p-ISSN : 2655-7541 e-ISSN : 2745-5823 JUSIBI (JURNAL SISTEM INFORMASI DAN E-BISNIS) Volume 8. Nomor . June 2026 Hal : 5563 RajaOngkir API dalam format jsonb. Data dianggap fresh selama 7 hari sejak created_at. Jika cache kedaluwarsa, sistem mencoba mengambil data baru. jika API error atau kuota habis, sistem tetap mengembalikan data cache lama sebagai fallback. Lapisan kedua adalah cache in-memory menggunakan struktur LRU (Least Recently Use. Karena layanan free-tier tidak menyediakan Redis, cache ini dibuat sebagai cache lokal yang hidup selama instance serverless masih aktif. Saat cold start terjadi, cache akan kosong lagi dan database tetap menjadi sumber data utama. Tabel 9 menunjukkan konfigurasi masing-masing cache instance. TTL yang pendek . detik untuk sebagian besar cach. disengaja karena di lingkungan serverless Vercel, instance bisa hilang kapan saja saat cold start. Tabel api_usage_log mencatat berapa kali API dipanggil per hari per layanan. Sebelum memanggil RajaOngkir, sistem membaca pemakaian hari itu dan menghitung sisa request. Jika kuota habis, sistem tidak memaksa request baru dan memakai cache yang masih tersedia sebagai fallback. Implementasi yang diuji mencakup fungsi toko online dan mekanisme operasional di lingkungan serverless free-tier. Pada validasi implementasi, rancangan awal berupa tabel reservasi stok tidak digunakan lagi. Mekanisme tersebut disederhanakan menjadi update stok atomik di dalam transaksi checkout dengan syarat stock >= quantity saat stok dikurangi. Pengujian dilakukan melalui unit test dan pengujian alur aplikasi di browser. Vitest dipakai untuk modul utility dan service, sedangkan pengujian browser digunakan untuk memeriksa alur utama seperti autentikasi, checkout, dan halaman admin. Pada pengujian lokal, svelte-check menghasilkan 0 error dan 0 warning. Unit test dengan Vitest menjalankan 36 file test dengan 230 test case, seluruhnya lulus. Skenario pengujian dan metrik evaluasi implementasi dapat dilihat pada Tabel Tabel 1. Metrik Evaluasi Implementasi Metrik Hasil yang Diamati Validasi TypeScript/Svelte 0 error dan 0 warning pada svelte-check Unit test 36 file test dan 230 test case lulus pada Vitest Cron job operasional 5 cron job berjalan tanpa server dedicated TTL cache ongkir 7 hari untuk data shipping_rates_cache Batas pre-fetch ongkir Maksimal 40 destinasi per eksekusi cron sync-shipping Rate limit cek ongkir Maksimal 30 request per pengguna per menit Batas berat pengiriman Maksimal 50. 000 gram per permintaan ongkir dan checkout Retry email Email pending dicoba ulang sampai 3 kali sebelum ditandai failed Pembatasan akses RLS dan RBAC memisahkan akses customer, admin, dan superadmin Biaya marketplace Tidak ada komisi platform marketplace pada transaksi di kanal mandiri Biaya eksternal Service fee payment gateway dan ongkos kirim tetap dicatat terpisah Sumber: Hasil pengujian dan dokumentasi implementasi Kesimpulan Penelitian ini menjawab kebutuhan kanal penjualan mandiri bagi satu merchant UMKM dengan menunjukkan bahwa fungsi dasar marketplace dapat dijalankan di atas Vercel dan Supabase freetier tanpa biaya hosting awal dan tanpa komisi marketplace. Kelayakan tersebut bergantung pada mekanisme pengendalian sumber daya, yaitu cache ongkir, cache in-memory, cron job untuk pre-fetch ongkir, auto-expire pembayaran, retry email, keepalive database, cleanup log, serta validasi server-side untuk stok, pembayaran, dan akses admin. Temuan ini juga membatasi ruang klaim penelitian: platform belum diuji dengan load testing, belum memiliki failover saat kuota free-tier habis, dan beberapa fitur pendukung seperti tag produk, varian produk transaksional, serta ledger refund belum menjadi alur utama. Penelitian lanjutan perlu mengukur kapasitas pengguna simultan, menghitung biaya ketika sistem naik dari free-tier, dan menentukan prioritas fitur saat platform dipakai dalam operasi UMKM yang lebih luas. https://jurnal. id/index. php/jusibi p-ISSN : 2655-7541 e-ISSN : 2745-5823 JUSIBI (JURNAL SISTEM INFORMASI DAN E-BISNIS) Volume 8. Nomor . June 2026 Hal : 5563 Daftar Pustaka