Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . Agustus 2025 Page 178-196 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X Transformasi Layanan Bimbingan Klasikal Untuk Penguatan Kesiapan Menikah Remaja di Sekolah Kejuruan Ade Firman Cahya Husain1*. Maryam Rahim 2. Mohammad Awal Lakadjo 3. Ryan Hidayat Rafiola 4. Mohammad Rizal Pautina 5 1,2,3,4,5 Bimbingan dan Konseling. Universitas Negeri Gorontalo. Coresponden Email: adefirmanhusain18@gmail. Received: June-2025. Reviewed: July-2025. Accepted: July-2025. Published: August-2025. Abstract. This study aims to examine the effectiveness of classical guidance services in enhancing vocational high school student's understanding of marital readiness. quantitative approach was employed using a one-group pretest-posttest preexperimental design. Data were collected using a marital readiness questionnaire that encompassed four main dimensions: moral-spiritual, physical, psychological, and financial. Data analysis was conducted using both descriptive and inferential methods, including pre-and post-intervention score comparisons, proportional NGain analysis to assess the level of improvement and intervention effectiveness, and evaluation of the classical guidance service outcomes. The findings revealed a significant improvement in students' understanding following the intervention, although the proportional effectiveness varied among individuals, with the overall success rate categorized as "ineffective. " Evaluation of the service implementation revealed achievement across all dimensions despite session-to-session fluctuations that indicated inconsistent outcomes. This study significantly contributes to the development of developmental task-based guidance services within premarital education in vocational schools, enlightening the field with its findings. Limitations include the absence of a control group, short intervention duration, and potential bias from self-reported data. Future research is recommended to employ a quasiexperimental design, extend the intervention period, and incorporate digital and reflective approaches to enhance the effectiveness and sustainability of the service's Keywords: Adolescent Developmental Tasks. Classical Guidance. Marital Readiness. Premarital Education. Vocational High School Students. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas layanan bimbingan klasikal dalam meningkatkan pemahaman kesiapan menikah siswa sekolah menengah kejuruan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen tipe pretestAeposttest satu kelompok. Data dikumpulkan melalui angket pemahaman kesiapan menikah yang mencakup empat dimensi utamaAimoral spiritual, fisik, psikis, dan finansial. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji perbedaan skor sebelum dan sesudah intervensi, analisis proporsional N-Gain berdasarkan tingkat peningkatan dan efektivitas intervensi, serta evaluasi hasil layanan bimbingan klasikal. Hasil menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa setelah mengikuti layanan, meskipun efektivitas secara proporsional menunjukkan variasi antar individu dan tingkat keberhasilan intervensi Autidak efektifAy. Evaluasi pelaksanaan layanan menunjukkan keberhasilan pada seluruh dimensi, meskipun fluktuasi antar sesi menunjukkan ketidakkonsistenan capaian. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan layanan bimbingan berbasis tugas perkembangan dalam konteks pendidikan pranikah di sekolah kejuruan. Keterbatasan penelitian ini meliputi tidak adanya kelompok kontrol, durasi intervensi yang singkat, dan potensi bias pada data mandiri siswa. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain kuasi-eksperimen, memperpanjang durasi intervensi, dan mengintegrasikan pendekatan digital serta reflektif untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan dampak layanan. Kata kunci: Bimbingan Pendidikan Pranikah. Kesiapan Menikah. Siswa Sekolah Kejuruan. Tugas Perkembangan Remaja 178 | How to cite this article: Husain. Rahim. Lakadjo. Rafiola. , and Pautina. Transformasi Layanan Bimbingan Klasikal untuk Penguatan Kesiapan Menikah Remaja di Sekolah Kejuruan. Indonesian Journal of School Counseling, 5. , 178-196. https://doi. org/10. 26858/ijosc. 75372 A 2025 The Author. Journal: Indonesian Journal of School Counseling. Publisher: Guidance and Counseling Study Program. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar. Link: https://ojs. id/ijosc Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . Agustus 2025 Page 178-196 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X PENDAHULUAN Pernikahan merupakan fase penting dalam siklus kehidupan individu yang memerlukan kesiapan menyeluruh, baik secara emosional, sosial, spiritual, maupun finansial. Kesiapan menikah menjadi tugas perkembangan yang krusial bagi remaja dalam menghadapi transisi menuju kedewasaan (Kashirskaya et al. , 2015. Rahim et al. , 2. Tugas perkembangan ini menjadi bagian dari proses perubahan dalam status sosial yang memungkinkan remaja . hususnya remaja akhi. masuk keperan-peran atau aktivitas-aktivitas baru seperti bekerja atau menikah (Telaumbanua et al. , 2. Ketidaksiapan dalam menjalankan aspek tugas perkembangan berisiko menimbulkan berbagai masalah dalam pernikahan, termasuk perceraian, konflik rumah tangga, dan ketidakstabilan emosional. Dampak ketika kesiapan menikah tidak diperhatikan maka akan menimbukkan berbagai hambatan dan masalah, seperti fenomena pernikahan dini. Berdasarkan data UNICEF, akhir tahun 2022 Indonesia menempati peringkat ke-8 tertinggi di dunia dan ke-2 di ASEAN dengan total hampir 1,5 juta kasus (Masruroh, 2. Fenomena pernikahan dan perceraian di Provinsi Gorontalo menunjukkan situasi yang memprihatinkan. Data Badan Pusat Statistik . mencatat bahwa dari 8. 093 pernikahan, terdapat 2. 019 kasus perceraian, dengan cerai gugat mendominasi sebanyak 82,4%. Kabupaten dan Kota Gorontalo mencatat angka perceraian tertinggi, masing-masing 541 dan 479 kasus, menunjukkan bahwa sekitar 1 dari 4 pernikahan berakhir dengan perceraian. Tingginya angka cerai gugat yang diajukan oleh perempuan mencerminkan ketidaksiapan emosional dan sosial dalam menjalani pernikahan. Selain itu, pernikahan dini juga masih marak terjadi. Pada tahun 2023, tercatat 161 permohonan dispensasi kawin di Pengadilan Agama, sebagian besar akibat kehamilan di luar nikah (Panambang, 2. Hingga pertengahan 2025. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Kabupaten Gorontalo melaporkan 65 kasus pernikahan anak, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 119 kasus (Sanga, 2. Pernikahan dini yang tidak didukung oleh kesiapan emosional, psikologis, dan finansial berisiko menimbulkan relasi pernikahan yang disfungsional, kecemasan, hingga konflik rumah tangga (Giannotta et al. , 2024. Jiang et al. , 2024. Ji & Wang, 2. Ketidakmatangan ini diperparah oleh norma budaya, tekanan keluarga, serta rendahnya literasi pranikah yang menghambat remaja memahami hak, tanggung jawab, dan dinamika pernikahan sehat (Mastrotheodoros et al. , 2024. Saydam & Raley, 2. Hasil studi awal di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Neger 1 Kota Gorontalo melalui inventori tugas perkembangan (ITP) terungkap bahwa siswa kelas XI BR 1 memiliki tingkat kesiapan menikah yang rendah dibanding nilai rata-rata yaitu pada skor rata-rata 3,00 dari nilai rata-rata sebesar 4,535. Selain itu layanan bimbingan dengan topik kesiapan menikah juga belum pernah dilaksanakan di sekolah tersebut (Kopiti, 2. Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara kebutuhan tugas perkembangan remaja dengan realitas pemahaman siswa tentang makna dan tanggung jawab pernikahan. Berdasarkan berbagai fenomena pernikahan dini dan hasil studi awal maka urgensi perlunya intervensi edukatif sejak remaja di sekolah untuk membekali siswa dengan pemahaman menyeluruh tentang makna, tanggung jawab, dan kesiapan menjalani kehidupan pernikahan secara matang sangat diperlukan. Sejumlah studi menunjukkan bahwa intervensi berbasis bimbingan klasikal, layanan orientasi, dan psikoedukasi efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai kesiapan menikah, mencakup aspek moral spiritual, fisik, psikis, dan finansial (Anggara et al. Asih et al. , 2023. Nabilah et al. , 2. Media edukatif seperti buku saku pranikah juga 179 | Ade Firman Cahya Husain. Maryam Rahim. Mohammad Awal Lakadjo. Ryan Hidayat Rafiola. Mohammad Rizal Pautina. Transformasi Layanan Bimbingan Klasikal Untuk Penguatan Kesiapan Menikah Remaja di Sekolah Kejuruan Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . Agustus 2025 Page 178-196 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X terbukti meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang dinamika rumah tangga (Nst, 2021. Rohmatika et al. , 2. Sayangnya, kebanyakan studi masih terbatas pada siswa sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), dan dewasa awal, belum menyasar kelompok remaja ditingkat sekolah menegah kejuruan (SMK) secara sistematis. Layanan bimbingan klasikal di sekolah menjadi pendekatan strategis karena memungkinkan penyampaian informasi secara sistematis dan kontekstual terkait kesiapan menikah, termasuk nilai moral, peran suami-istri, pengelolaan emosi, dan finansial (Kawser et , 2025. Kim & Woo, 2. Hal ini sejalan dengan pendekatan edukatif yang disampaikan oleh Hawkins et al. , yang menekankan pentingnya metode intensif dan terpadu yang sesuai dengan karakteristik perkembangan peserta didik. Beberapa studi menekankan bahwa kesiapan menikah melibatkan faktor interpersonal yang kompleks, seperti manajemen stres, ekspektasi relasional, dan resolusi konflik (Lindahl et al. , 2020. Li & Wickrama, 2014. Willoughby & Egbert, 2. Namun demikian, implementasi pendidikan pranikah dalam pendidikan formal masih terbatas secara materi maupun jangkauan target kelompok usia. Intervensi pada remaja SMK dalam kerangka tugas perkembangan psikososial belum berkembang optimal. Model layanan bimbingan berbasis kelas sangat ditekankan karena dapat menyeimbangkan aspek afektif dan kognitif (Donohue et al. , 2024. Schoon et al. , 2. guna memfasilitasi kesiapan menikah siswa yang dilandasi dari kesiapan hidup berkeluarga dengan menginternalisasi pemahaman, sikap, keterampilan, dan nilai kebajikan (Lakadjo. Namun masih sedikit yang mengukur efektivitasnya secara empiris melalui instrumen pretest dan posttest. Dalam konteks inilah layanan bimbingan klasikal memiliki peran strategis dalam kurikulum sekolah abad ke-21 untuk memperkuat kompetensi, karakter, dan kemandirian psikososial siswa (Darmayasa et al. , 2025. Lakadjo, 2025. Rahim. Puluhulawa, et al. , 2. Hal ini sejalan dengan kajian Wantu & Lakadjo . yang menegaskan pentingnya integrasi kurikulum bimbingan untuk membentuk karakter siswa dalam konteks pendidikan abad ke21. Layanan bimbingan klasikal mampu membantu peserta didik mengelola emosi, mengembangkan potensi, dan membangun keputusan yang bertanggung jawab, yang semuanya penting dalam kesiapan menikah (Yusuf, 2. Pendekatan edukatif pranikah berbasis kelas yang mengintegrasikan dimensi emosional, sosial, spiritual, dan finansial terbukti mampu memperkuat kesiapan relasi jangka panjang (Hogendoorn & van den Berg. Khojasteh Mehr et al. , 2. Program yang melibatkan literasi finansial dan kesadaran budaya juga penting untuk membentuk pemahaman holistik tentang pernikahan (Neswiswa & Jacobs, 2. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan layanan bimbingan klasikal dalam meningkatkan pemahaman kesiapan menikah siswa kelas XI BR 1 di SMKN 1 Kota Gorontalo. Penelitian ini memberikan kontribusi kebaruan dengan mengintegrasikan materi kesiapan menikah ke dalam layanan klasikal di jenjang pendidikan menengah kejuruan, yang masih jarang dikaji dalam literatur. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memperluas cakupan teoritis layanan bimbingan klasikal serta menjadi dasar praktis bagi penguatan program bimbingan dan konseling berbasis tugas perkembangan remaja di Berdasarkan hal tersebut, diajukan hipotesis bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pemahaman kesiapan menikah siswa sebelum dan sesudah mengikuti layanan bimbingan klasikal. 180 | Ade Firman Cahya Husain. Maryam Rahim. Mohammad Awal Lakadjo. Ryan Hidayat Rafiola. Mohammad Rizal Pautina. Transformasi Layanan Bimbingan Klasikal Untuk Penguatan Kesiapan Menikah Remaja di Sekolah Kejuruan Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . Agustus 2025 Page 178-196 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X METODE Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental tipe one-group pretestAeposttest (Sugiyono, 2. untuk menguji efektivitas layanan bimbingan klasikal terhadap pemahaman kesiapan menikah. Satu kelompok siswa diberi pretest, intervensi layanan dalam enam sesi . , dan Meskipun tanpa kelompok kontrol, desain ini dinilai tepat untuk menggambarkan perubahan pemahaman siswa sebelum dan sesudah layanan dalam konteks bimbingan dan konseling sekolah. Dalam implementasinya, desain ini mencakup rangkaian layanan bimbingan klasikal terstruktur yang dilaksanakan dalam enam sesi, dengan total 10 kali pertemuan, sebagai berikut: Sesi 1 . : Mengukur identifikasi awal siswa terkait pemahaman kesiapan menikah melalui pretest. Sesi 2 . : Memberikan layanan pada topik kematangan moral spiritual, yang meliputi nilai moral etika, tujuan pernikahan, tugas dan peran suami-istri, serta hak dan kewajiban suami-istri. Sesi 3 . : Memberikan layanan pada topik kematangan fisik, termasuk tes kesehatan, kesiapan usia, kesehatan reproduksi, dan pola hidup sehat. Sesi 4 . : Memberikan layanan pada topik kematangan psikis, seperti pengelolaan emosi, resolusi konflik, memahami kelebihan dan kekurangan pasangan, serta tanggung jawab. Sesi 5 . : Memberikan layanan pada topik kematangan finansial, seperti kesadaran ekonomi, pengelolaan kebutuhan, pemilihan tempat tinggal, dan perencanaan masa depan. Sesi 6 . : Mengukur tingkat pemahaman kesiapan menikah setelah seluruh intervensi dilakukan melalui posttest. Dalam penelitian ini, pemahaman kesiapan menikah diartikan sebagai kemampuan siswa dalam memaknai pernikahan serta mengidentifikasi tugas dan tanggung jawab setelah menikah, yang mencerminkan kematangan pada empat aspek utama: moral spiritual, fisik, psikis, dan finansial. Aspek moral spiritual meliputi pemahaman terhadap nilai-nilai moral, tujuan menikah menurut agama, tugas dan peran suami-istri, serta hak dan kewajiban suamiistri. Aspek fisik mencakup kesiapan usia dan reproduksi, kesadaran akan pentingnya tes kesehatan, serta pola hidup sehat. Aspek psikis mencerminkan kematangan emosional, sosial, dan kognitif, termasuk kemampuan mengelola emosi, memahami pasangan, berpikir positif, menyelesaikan konflik, dan tanggungjawab. Sedangkan aspek finansial ditunjukkan melalui kesadaran akan pentingnya tabungan, kesiapan materi, prioritas kebutuhan, dan kepemilikan tempat tinggal. Siswa dikatakan memiliki pemahaman kesiapan menikah apabila menunjukkan penguasaan yang memadai terhadap keempat aspek tersebut secara Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI BR 1 SMKN 1 Kota Gorontalo yang berjumlah 28 orang. Karena jumlah populasi relatif kecil, penelitian ini menggunakan teknik total sampling, di mana seluruh populasi dijadikan sampel. Pemilihan total sampling sesuai dengan desain pre-eksperimental one-group pretestAeposttest, yang menuntut seluruh subjek menerima perlakuan dan diukur perubahan sebelum dan sesudah intervensi secara Pendekatan ini memastikan data yang komprehensif dan relevan dengan tujuan 181 | Ade Firman Cahya Husain. Maryam Rahim. Mohammad Awal Lakadjo. Ryan Hidayat Rafiola. Mohammad Rizal Pautina. Transformasi Layanan Bimbingan Klasikal Untuk Penguatan Kesiapan Menikah Remaja di Sekolah Kejuruan Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . Agustus 2025 Page 178-196 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui dua metode utama. Pertama, menggunakan angket skala Likert untuk mengukur pemahaman kesiapan menikah melalui pelaksanaan pretest dan posttest. Instrumen ini terdiri dari 38 butir pernyataan yang mencakup empat aspek utama: kematangan moral spiritual . , kematangan fisik . , kematangan psikis . , dan kematangan finansial . Setiap item disusun dalam bentuk pernyataan positif dan negatif, dengan lima kategori respons, yaitu: sangat sesuai . , sesuai . , netral . , tidak sesuai . , dan sangat tidak sesuai . Pernyataan negatif diberi skor terbalik agar seluruh respons menggambarkan arah yang sama terhadap tingkat pemahaman kesiapan menikah. Uji validitas dilakukan menggunakan korelasi Pearson dengan standar nilai Ou 0,30 (Azwar, 2. Seluruh item pada instrumen memenuhi kriteria validitas, dengan nilai korelasi berkisar antara 0,30 hingga 0,772. Sementara itu, uji reliabilitas menghasilkan nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,936, yang menunjukkan bahwa instrumen memiliki tingkat reliabilitas sangat tinggi dan layak digunakan dalam pengumpulan data. Kedua, untuk memperkuat temuan utama terkait efektivitas layanan, digunakan angket evaluasi hasil layanan bimbingan klasikal berdasarkan model dari (Rahim. Puluhulawa, et al. Instrumen ini terdiri dari 10 item yang tersebar secara merata pada lima dimensi, yaitu: interaksi guru dan siswa, pemahaman dan kesesuaian materi, metode dan proses layanan, dampak dan perubahan perilaku, serta kesiapan konseli melanjutkan perubahan dan mengikuti layanan, masing-masing terdiri dari dua item. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap utama. Pertama, untuk mengetahui adanya perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok yang sama, digunakan uji paired sample t-test. Uji ini bertujuan untuk menguji efektivitas layanan bimbingan klasikal dalam meningkatkan pemahaman kesiapan menikah. Pengolahan data dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 26. Kedua, tingkat peningkatan pemahaman siswa dianalisis menggunakan Normalized Gain (N-Gai. (Hake, 1. , yaitu perhitungan selisih antara skor posttest dan pretest yang dinormalisasi terhadap skor maksimum yang mungkin diperoleh. Hasil N-Gain kemudian diinterpretasikan berdasarkan kategori efektivitas sebagai berikut: N-Gain lebih dari 0,70 dikategorikan tinggi, antara 0,30 sampai 0,70 dikategorikan sedang, dan kurang dari 0,30 dikategorikan rendah. Interpretasi ini membantu dalam menilai sejauh mana layanan yang diberikan berdampak terhadap peningkatan pemahaman siswa. Selanjutnya, untuk menilai tingkat keefektifan intervensi layanan bimbingan klasikal menggunakan kriteria efektivitas berdasarkan proporsi siswa dalam kategori N-Gain. Kriteria ini merujuk pada klasifikasi sebagai berikut: layanan dikategorikan efektif jika lebih dari 76% siswa berada pada kategori sedang dan tinggi, cukup efektif jika 56Ae75%, kurang efektif jika 40Ae55%, dan tidak efektif jika kurang dari 40%. Pendekatan ini memberikan gambaran kuantitatif terhadap keberhasilan layanan bimbingan klasikal dalam meningkatkan pemahaman kesiapan menikah secara komprehensif pada tingkat kelompok. Ketiga, untuk mengevaluasi pelaksanaan layanan pada setiap pertemuan, digunakan analisis persentase berdasarkan tanggapan siswa terhadap angket evaluasi hasil layanan bimbingan klasikal. Hasil persentase dikategorikan ke dalam tiga tingkat keberhasilan, yaitu: 76Ae100% menunjukkan kategori berhasil, 51Ae75% cukup berhasil, dan kurang dari 50% termasuk dalam kategori kurang berhasil. Melalui kombinasi ketiga pendekatan ini, analisis data mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai efektivitas intervensi layanan bimbingan klasikal terhadap peningkatan pemahaman kesiapan menikah siswa. 182 | Ade Firman Cahya Husain. Maryam Rahim. Mohammad Awal Lakadjo. Ryan Hidayat Rafiola. Mohammad Rizal Pautina. Transformasi Layanan Bimbingan Klasikal Untuk Penguatan Kesiapan Menikah Remaja di Sekolah Kejuruan Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . Agustus 2025 Page 178-196 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas layanan bimbingan klasikal dalam meningkatkan pemahaman kesiapan menikah siswa kelas XI BR 1 SMKN 1 Kota Gorontalo. Penyajian hasil dimulai dari gambaran skor awal . dan skor akhir . yang menggambarkan perubahan pemahaman siswa sebelum dan sesudah intervensi layanan, kemudian dilanjutkan dengan analisis statistik inferensial melalui uji paired sample t-test dan N-Gain untuk menilai tingkat signifikansi dan efektivitas peningkatan. Selanjutnya, hasil evaluasi pelaksanaan layanan bimbingan klasikal ditampilkan berdasarkan lima dimensi utama, meliputi interaksi guru dan siswa, kesesuaian materi, metode layanan, dampak perilaku, serta kesiapan konseli untuk melanjutkan perubahan. Hasil rekapitulasi seluruh dimensi evaluasi juga dipaparkan untuk memberikan gambaran menyeluruh terhadap keberhasilan layanan yang diberikan. Penyusunan hasil ini disajikan secara runtut untuk menggambarkan capaian tujuan penelitian dan mendukung simpulan secara empiris. Tabel 1. Tabel Statistik Deskriptif Pretest dan Posttest Pretest Posttest Sumber: Output SPSS, 2025. Skor Minimum Skor Maksimum Rata-rata Simpangan Baku 25,73 9,97 Berdasarkan hasil deskriptif pada tabel 1 menunjukkan adanya peningkatan skor pemahaman kesiapan menikah siswa setelah mengikuti layanan bimbingan klasikal. Pada saat pretest, skor yang diperoleh siswa berada pada rentang antara 59 hingga 189, dengan nilai rata-rata sebesar 137 dan simpangan baku sebesar 25,73. Hal ini mengindikasikan bahwa sebelum diberikan layanan, pemahaman siswa berada pada tingkat yang bervariasi, dengan kecenderungan sebagian besar berada pada kategori sedang ke bawah. Setelah intervensi diberikan melalui layanan bimbingan klasikal yang terstruktur berdasarkan empat aspek kesiapan menikah . oral spiritual, fisik, psikis, dan finansia. , skor posttest menunjukkan peningkatan yang signifikan. Nilai minimum meningkat secara tajam menjadi 137, sedangkan skor maksimum berada pada angka 183, dengan nilai rata-rata sebesar 157 dan simpangan baku yang menurun menjadi 9,97. Penurunan simpangan baku ini mengindikasikan bahwa selain terjadi peningkatan pemahaman secara keseluruhan, persebaran skor antar siswa menjadi lebih merata dan homogen. Peningkatan rata-rata skor dan penurunan variasi ini memberikan indikasi awal bahwa layanan bimbingan klasikal berdampak positif terhadap peningkatan pemahaman kesiapan menikah siswa secara menyeluruh. Temuan ini kemudian diperkuat melalui analisis statistik inferensial dan evaluasi kualitas layanan yang dijabarkan pada bagian berikutnya. 183 | Ade Firman Cahya Husain. Maryam Rahim. Mohammad Awal Lakadjo. Ryan Hidayat Rafiola. Mohammad Rizal Pautina. Transformasi Layanan Bimbingan Klasikal Untuk Penguatan Kesiapan Menikah Remaja di Sekolah Kejuruan Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . Agustus 2025 Page 178-196 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X 161161 160 160159 164 R10 R11 R12 R13 R14 R15 R16 R17 R18 R19 R20 R21 R22 R23 R24 R25 R26 R27 R28 Pretes Postes Grafik 1. Skor Individu Pretest dan Posttest Berdasarkan grafik 1, menunjukkan bahwa sebanyak 23 dari 28 responden . ,14%) menunjukkan peningkatan skor, yang berarti layanan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman siswa terkait kesiapan menikah. Namun terdapat sebanyak 5 responden . ,86%) mengalami penurunan skor. Penurunan ini meskipun tidak terjadi secara masif, menunjukkan adanya faktor individual yang mungkin mempengaruhi performa saat posttest, seperti kelelahan, motivasi rendah, atau kondisi psikologis saat tes berlangsung. Perlu evaluasi mendalam secara kualitatif pada kelompok ini untuk memahami penyebab Untuk mengetahui efektivitas layanan bimbingan klasikal dalam meningkatkan pemahaman kesiapan menikah, dilakukan uji paired sample t-test antara skor pretest dan Berdasarkan output SPSS, rata-rata skor pretest sebesar 137 dengan simpangan baku 25,73, sedangkan rata-rata skor posttest meningkat menjadi 157 dengan simpangan baku 9,97. Hasil uji menunjukkan nilai t = -4,192, dengan derajat kebebasan . = 27 dan nilai signifikansi (Sig. 2-taile. = 0,000 yang lebih kecil dari = 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pemahaman kesiapan menikah siswa setelah mengikuti layanan bimbingan klasikal. Dengan demikian, hipotesis nol (H. ditolak dan hipotesis alternatif (H. Artinya layanan bimbingan klasikal dapat meningkatkan pemahaman kesiapan menikah siswa. Variable Pemahaman kesiapan menikah Sumber: Output SPSS, 2025 Tabel 2. Hasil Uji Paired sample t-test Rata-rata Rata-rata Pretest Posttest 4,192 Sig. 0,000 Selain melihat signifikansi perbedaan melalui uji paired sample t-test, penelitian ini juga menghitung nilai Normalized Gain (N-Gai. untuk mengetahui tingkat efektivitas peningkatan pemahaman siswa secara proporsional. Secara keseluruhan rata-rata N-Gain sebesar 34,09% yang menunjukkan bahwa intervensi layanan bimbingan klasikal terhadap peningkatan pemahaman kesiapan menikah siswa Autidak efektifAy (<40%). Namun berdasarkan N-Gain 184 | Ade Firman Cahya Husain. Maryam Rahim. Mohammad Awal Lakadjo. Ryan Hidayat Rafiola. Mohammad Rizal Pautina. Transformasi Layanan Bimbingan Klasikal Untuk Penguatan Kesiapan Menikah Remaja di Sekolah Kejuruan Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . Agustus 2025 Page 178-196 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X analisis individu menggunakan kriteria ternormalisasi cukup bervariasi, ditampilkan pada tabel 3 berikut. Tabel 3. Rekapitulasi Kategori N-Gain Individu Rentang N-Gain Interpretasi Jumlah Responden Persentase (%) > 0,70 Tinggi 7,14 0,30Ae0,70 Sedang 53,57 < 0,30 Rendah 21,43 Terjadi 17,86 Penurunan Total Persentase Berdasarkan Tabel 3, mayoritas responden . dari 28 sisw. berada pada kategori peningkatan sedang . entang N-Gain 0,30Ae0,. Sebanyak 2 siswa menunjukkan peningkatan pada kategori tinggi (N-Gain > 0,. , sementara 6 siswa berada pada kategori rendah (N-Gain < 0,. Selain itu, terdapat 5 siswa yang mengalami penurunan karena skor posttest lebih rendah dari pretest. Temuan ini menunjukkan bahwa secara umum layanan memberikan dampak positif, namun dengan variasi tingkat efektivitas antar siswa. Evaluasi pelaksanaan layanan bimbingan klasikal dilakukan pada setiap pertemuan untuk menilai kualitas layanan berdasarkan lima dimensi utama: interaksi guru dan siswa, kesesuaian materi, metode dan proses layanan, dampak terhadap perubahan perilaku, serta kesiapan konseli dalam melanjutkan perubahan. Hasil evaluasi ini memberikan gambaran komprehensif mengenai efektivitas layanan secara praktis. Pertemuan Grafik 2. Evaluasi Interaksi Guru dan Siswa Secara keseluruhan, evaluasi menunjukkan bahwa interaksi guru dan siswa berada dalam kategori AuBerhasilAy pada seluruh pertemuan, dengan persentase berkisar antara 91,07% hingga 93,57%, jauh di atas ambang batas minimal 76%. Nilai tertinggi dicapai pada Pertemuan ke-8 . ,57%), menandakan adanya peningkatan signifikan di akhir sesi. Sementara itu, nilai terendah tercatat pada Pertemuan ke-4 . ,07%), yang meskipun merupakan titik terendah, tetap berada dalam kategori AuBerhasil. Ay Setelah fluktuasi pada pertemuan 4 hingga 7, tren meningkat kembali pada pertemuan terakhir, menunjukkan perbaikan dan penguatan interaksi secara bertahap. Temuan ini mencerminkan bahwa layanan bimbingan klasikal berjalan efektif dalam membangun hubungan yang positif antara guru dan siswa selama rangkaian pertemuan. 185 | Ade Firman Cahya Husain. Maryam Rahim. Mohammad Awal Lakadjo. Ryan Hidayat Rafiola. Mohammad Rizal Pautina. Transformasi Layanan Bimbingan Klasikal Untuk Penguatan Kesiapan Menikah Remaja di Sekolah Kejuruan Indonesian Journal of School Counseling Persentase Volume 5 . Agustus 2025 Page 178-196 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X Pertemuan Grafik 3. Evaluasi Pemahaman dan Kesesuaian Materi Secara umum, hasil evaluasi menunjukkan bahwa pemahaman dan kesesuaian materi tergolong AuBerhasilAy pada seluruh pertemuan, dengan persentase berkisar antara 90,71% hingga 95,00%, berada jauh di atas batas minimal kategori AuBerhasilAy (Ou76%). Nilai tertinggi tercapai pada Pertemuan ke-4 . ,00%), mencerminkan puncak efektivitas penyampaian materi pada sesi tersebut. Setelahnya, terjadi penurunan cukup tajam hingga 90,71% pada Pertemuan ke-6 dan 7, yang menjadi titik terendah dalam rentang evaluasi. Namun, grafik menunjukkan pemulihan signifikan pada Pertemuan ke-8 . ,93%), menandakan adanya perbaikan dalam penyampaian atau penyesuaian materi dengan kebutuhan siswa. Fluktuasi ini mengindikasikan bahwa meskipun secara umum layanan berjalan efektif, perlu dilakukan penguatan konsistensi dalam penyampaian materi agar capaian tinggi dapat dipertahankan sepanjang sesi layanan. Persentase Pertemuan Grafik 4. Metode dan Proses Layanan per Pertemuan Seluruh pertemuan menunjukkan hasil evaluasi dalam kategori AuBerhasilAy, dengan persentase berkisar antara 90,36% hingga 94,29%, yang berarti pelaksanaan metode dan proses layanan telah berjalan dengan sangat baik. Nilai tertinggi dicapai pada Pertemuan ke4 . ,29%), menunjukkan efektivitas optimal dari metode yang digunakan pada sesi tersebut. Meskipun sempat menurun drastis pada Pertemuan ke-5 . ,36%), grafik segera kembali stabil pada pertemuan berikutnya, bahkan mencatat 93,93% secara konsisten pada Pertemuan ke-6 dan ke-8. Secara umum, fluktuasi yang terjadi masih dalam batas aman dan tidak memengaruhi status keberhasilan layanan. Hal ini menunjukkan bahwa metode dan 186 | Ade Firman Cahya Husain. Maryam Rahim. Mohammad Awal Lakadjo. Ryan Hidayat Rafiola. Mohammad Rizal Pautina. Transformasi Layanan Bimbingan Klasikal Untuk Penguatan Kesiapan Menikah Remaja di Sekolah Kejuruan Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . Agustus 2025 Page 178-196 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X Persentase proses penyampaian materi sudah sesuai dengan karakteristik peserta didik dan tetap konsisten pada sebagian besar sesi. Pertemuan Grafik 5. Dampak dan Perubahan Perilaku per Pertemuan Grafik menunjukkan bahwa seluruh pertemuan berada dalam kategori AuBerhasilAy, dengan persentase evaluasi berkisar antara 92,14% hingga 94,64%, mencerminkan bahwa layanan memiliki dampak positif terhadap perubahan perilaku siswa. Tren grafik menunjukkan kestabilan awal mulai dari pertemuan 1 hingga ke 3, diikuti sedikit penurunan pada Pertemuan ke-4 . ,14%), lalu meningkat signifikan hingga mencapai puncak tertinggi pada Pertemuan ke-6 . ,64%). Hal ini mengindikasikan bahwa materi atau metode pada sesi tengah sangat efektif dalam mendorong perubahan sikap siswa. Meskipun terjadi penurunan kembali pada Pertemuan ke-8, nilainya masih tetap dalam batas sangat baik. Secara keseluruhan, hasil ini menandakan bahwa layanan tidak hanya dipahami secara kognitif, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap perubahan perilaku siswa ke arah yang lebih positif, sesuai tujuan layanan Persentase Pertemuan Grafik 6. Kesiapan Konseli Melanjutkan Perubahan & Mengikuti Layanan per Pertemuan Seluruh pertemuan menunjukkan capaian dalam kategori AuBerhasilAy, dengan persentase antara 91,43% hingga 95,00%. Ini menandakan bahwa siswa menunjukkan kesiapan tinggi untuk melanjutkan perubahan positif dan berpartisipasi aktif dalam layanan. Puncak tertinggi terjadi pada Pertemuan ke-6 . ,00%), yang mencerminkan antusiasme dan kesiapan maksimal konseli dalam menerima dan melanjutkan proses perubahan. Penurunan yang terjadi pada beberapa sesi sebelumnya, khususnya Pertemuan ke-4 . ,43%), bersifat 187 | Ade Firman Cahya Husain. Maryam Rahim. Mohammad Awal Lakadjo. Ryan Hidayat Rafiola. Mohammad Rizal Pautina. Transformasi Layanan Bimbingan Klasikal Untuk Penguatan Kesiapan Menikah Remaja di Sekolah Kejuruan Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . Agustus 2025 Page 178-196 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X sementara dan diikuti dengan peningkatan signifikan pada sesi berikutnya. Grafik menutup dengan nilai 92,86% di Pertemuan ke-8, tetap dalam rentang sangat baik. Hasil ini menunjukkan bahwa layanan tidak hanya berdampak sesaat, tetapi juga mampu membangun komitmen berkelanjutan dari konseli untuk menginternalisasi materi dan menerapkan perubahan dalam kehidupan. Persentase Pertemuan Grafik 7. Rekapitulasi Evaluasi Layanan Bimbingan Klasikal terhadap Peningkatan Pemahaman Kesiapan Menikah Grafik menunjukkan bahwa seluruh pertemuan 1 sampai 8 berada dalam kategori AuBerhasilAy, dengan persentase evaluasi layanan bimbingan klasikal terhadap peningkatan pemahaman kesiapan menikah berkisar antara 88,50% hingga 90,10%. Meskipun nilainya tidak setinggi dimensi-dimensi sebelumnya, hasil ini tetap menunjukkan bahwa layanan berjalan dengan baik dan konsisten, serta diterima positif oleh siswa. Nilai tertinggi dicapai pada Pertemuan ke-8 . ,10%), yang mencerminkan peningkatan efektivitas layanan menjelang akhir sesi. Sementara nilai terendah terjadi pada Pertemuan ke-5 . ,50%), namun masih dalam batas keberhasilan yang sangat layak. Stabilitas skor yang tinggi ini mencerminkan bahwa penelitian telah dirancang dan disampaikan secara profesional dan relevan, serta berhasil memfasilitasi pemahaman siswa terhadap kesiapan menikah melalui pendekatan yang tepat, sistematis, dan aplikatif melalui layanan bimbingan klasikal. Pembahasan Temuan utama penelitian ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan klasikal secara signifikan meningkatkan pemahaman siswa terhadap kesiapan menikah berdasarkan uji paired sample t-test, namun efektivitas intervensi layanan bimbingan klasikal berada pada kategori tidak efektif meskipun N-Gain analisis individu menggunakan kriteria ternormalisasi cukup bervariasi. Selain itu, evaluasi hasil layanan menunjukkan fluktuasi antar dimensi dan pertemuan, yang dapat memengaruhi konsistensi hasil. Hal ini menandakan bahwa meskipun layanan memiliki dampak positif, peningkatannya belum mencapai tingkat efektivitas yang optimal secara menyeluruh. Peningkatan signifikan dalam pemahaman kesiapan menikah mencerminkan bahwa intervensi berbasis layanan bimbingan klasikal memiliki potensi kuat sebagai strategi edukatif. Hal ini sesuai dengan temuan sebelumnya yang menunjukkan bahwa layanan bimbingan klasikal mendukung perkembangan sosial dan emosional siswa secara terstruktur (Buchanan et al. , 2017. Fauzi & Suherman, 2. Dalam konteks kesiapan menikah, layanan ini memfasilitasi internalisasi nilai-nilai peran dan tanggung jawab dalam kehidupan rumah 188 | Ade Firman Cahya Husain. Maryam Rahim. Mohammad Awal Lakadjo. Ryan Hidayat Rafiola. Mohammad Rizal Pautina. Transformasi Layanan Bimbingan Klasikal Untuk Penguatan Kesiapan Menikah Remaja di Sekolah Kejuruan Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . Agustus 2025 Page 178-196 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X tangga (Fatmawati & Nurhastuti, 2021. Fattah, 2020. Hunainah, 2. Penegasan layanan bimbingan klasikal mampu mentransformasi kesiapan menikah secara signifikan sebagai pendekatan sistematik dalam meningkatkan kesadaran risiko pernikahan dini (Rahim. Hulukati, et al. , 2. Namun, nilai N-Gain rata-rata sebesar 34,09% yang tergolong Autidak efektifAy menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik, efektivitas peningkatan tersebut belum mencapai hasil maksimal. Hal ini mengisyaratkan perlunya penguatan desain dan penyampaian materi layanan secara lebih mendalam dan Hasil ini mendukung literatur yang menekankan bahwa pendidikan pranikah di sekolah dapat meningkatkan kesadaran remaja mengenai aspek relasional dan kesehatan reproduksi (Puteri & Amalia, 2024. Widyastuti, 2. , terlebih ketika layanan dirancang sesuai dengan tahapan perkembangan psikososial remaja (Hester et al. , 2024. Kertiasih et al. , 2. Layanan bimbingan yang dirancang sesuai kebutuhan perkembangan siswa akan memberi dampak positif sebagai fondasi kemandirian siswa (Lakadjo et al. , 2. Namun, efektivitas yang belum optimal juga mungkin dipengaruhi oleh durasi intervensi yang relatif singkat . anya 10 pertemua. , kedalaman cakupan materi yang masih terbatas, serta variabilitas partisipasi siswa selama sesi berlangsung. Tingkat keberhasilan intervensi pranikah sangat dipengaruhi oleh kedalaman materi, kesiapan peserta, dan kesesuaian indikator, menjadi refleksi penting bagi optimalisasi layanan bimbingan klasikal di sekolah (Lakadjo et al. , 2. Salah satu materi yang tabuh bagi siswa terkait hubungan seksual, padahal kesiapan menikah melibatkan pemahaman seksual dan kemampuan menyelesaikan masalah intimasi, yang penting dikenalkan sejak pendidikan pranikah sebagai bagian dari konseling remaja menuju kehidupan pernikahan sehat (Usman & Lakadjo, 2. Secara metodologis, penggunaan desain pretestAeposttest dan analisis N-Gain dalam penelitian ini memungkinkan evaluasi yang lebih terukur dan objektif. Seperti ditegaskan oleh Almalki & Alsuwat . dan Chotijah et al. , desain ini efektif untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap sebagai hasil intervensi edukatif. Analisis N-Gain turut memberikan gambaran proporsional dari perubahan skor siswa, yang memperkuat hasil evaluasi pelaksanaan layanan bimbingan klasikal oleh siswa pada setiap pertemuan. Dalam konteks bimbingan dan konseling, hal ini mendukung pentingnya penggunaan instrumen kuantitatif yang responsif terhadap capaian individu (Lee et al. , 2024. Setyoadi et al. , 2. khususnya pengukuran komprehensif terhadap kesiapan berkeluarga, dan relevan dengan asesmen kesiapan menikah dalam intervensi layanan (Lakadjo, 2. Hasil evaluasi layanan berdasarkan dimensi interaksi guru dan siswa, pemahaman dan kesesuaian materi, metode dan proses layanan, dampak dan perubahan perilaku, serta kesiapan konseli melanjutkan perubahan dan mengikuti layanan menunjukkan capaian kategori AuberhasilAy dengan skor fluktuatif antar pertemuan. Evaluasi program bimbingan dan konseling disekolah membuktikan relevansinya dalam menilai efektivitas layanan secara menyeluruh (Lianawati et al. , 2025. Mustofa et al. , 2. Perubahan positif dalam perilaku dan kesiapan menikah siswa menunjukkan bahwa layanan bimbingan tidak hanya memberikan pengetahuan kognitif, tetapi juga berdampak pada aspek afektif dan motivasional siswa (Hong et al. , 2024. Park & Choi, 2. Namun perlu diperhatikan juga bahwa kesiapan menikah sangat dipengaruhi oleh keterampilan regulasi diri dan kemampuan reflektif yang ada pada diri siswa (Wantu et al. , 2. Dari sisi kontribusi teoretis, penelitian ini menambah bukti empirik bahwa layanan 189 | Ade Firman Cahya Husain. Maryam Rahim. Mohammad Awal Lakadjo. Ryan Hidayat Rafiola. Mohammad Rizal Pautina. Transformasi Layanan Bimbingan Klasikal Untuk Penguatan Kesiapan Menikah Remaja di Sekolah Kejuruan Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . Agustus 2025 Page 178-196 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X bimbingan klasikal dapat diadaptasi sebagai media pendidikan pranikah yang aplikatif di sekolah kejuruan. Konteks ini penting mengingat remaja SMK lebih dekat pada masa transisi menuju dunia kerja dan pernikahan, sehingga kesiapan mereka perlu dibentuk secara simultan melalui layanan edukatif yang sistematis (Damanik et al. , 2024. Rahmi & Soiman, 2. Model integratif ini tidak hanya mencegah pernikahan dini, tetapi juga memberdayakan remaja melalui pemahaman hukum, nilai budaya, dan kemampuan manajerial relasi (Fevriasanty et , 2024. Munshorif et al. , 2. Meskipun demikian, efektivitas yang belum merata dan fluktuasi skor individu menunjukkan adanya kemungkinan penjelasan alternatif. Faktor-faktor seperti perbedaan latar belakang keluarga, kesiapan psikologis, serta tingkat literasi awal siswa terhadap topik pernikahan dapat memengaruhi hasil. Selain itu, pendekatan satu arah dalam penyampaian materi perlu dievaluasi agar lebih partisipatif dan sesuai dengan gaya belajar siswa. antar sesi yang mencerminkan ketidakkonsistenan efektivitas layanan dari waktu ke waktu. Ketidakteraturan ini perlu dianalisis lebih lanjut dari perspektif pedagogik dan psikologis. Dari sisi pedagogik, variasi efektivitas dapat mencerminkan perbedaan kualitas penyampaian materi, keterlibatan fasilitator, atau kesesuaian metode dengan gaya belajar siswa. Sesi yang menampilkan penurunan skor, misalnya, dapat disebabkan oleh kurangnya variasi aktivitas, minimnya interaksi, atau penggunaan pendekatan yang terlalu kognitif tanpa mengakomodasi aspek afektif. Sementara itu, secara psikologis, fluktuasi ini dapat dikaitkan dengan dinamika motivasi intrinsik siswa, kesiapan mental harian, atau pengaruh faktor eksternal seperti tekanan akademik dan lingkungan keluarga. Beberapa siswa mungkin mengalami kejenuhan, stres, atau kurangnya persepsi relevansi terhadap materi yang disampaikan, terutama pada topiktopik yang sensitif seperti kematangan emosional, finansial, dan pemahaman seksualitas. Selain itu layanan yang diberikan diakhir jam pelajaran sekolah membuat siswa merasa letih setelah menyelesaikan proses kegiatan pembelajaran sehingga memengaruhi hasil layanan. Oleh karena itu, diperlukan desain layanan yang lebih adaptif dan reflektif, termasuk penyesuaian strategi intervensi berdasarkan evaluasi tiap sesi untuk menjaga konsistensi dan efektivitas program secara menyeluruh. Secara implementatif, temuan ini mendukung perlunya penguatan layanan bimbingan dan konseling berbasis kurikulum, khususnya pada dimensi kesiapan menikah yang sebelumnya belum banyak disentuh di tingkat SMK. Program-program seperti ini harus menjadi bagian dari layanan pengembangan diri siswa, dengan materi yang disesuaikan dengan karakteristik budaya lokal, dukungan keluarga, dan tantangan kontemporer yang dihadapi remaja (Aleu et al. , 2024. Astika et al. , 2. Adapun keterbatasan penelitian ini mencakup tidak digunakan kelompok kontrol, penggunaan instrumen berbasis self-report yang rentan terhadap bias sosial, serta keterbatasan waktu intervensi. Oleh karena itu, penelitian lanjutan disarankan menggunakan desain quasi-experimental dengan kelompok pembanding, serta mengembangkan intervensi jangka panjang untuk menguji stabilitas hasil dalam jangka waktu yang lebih luas. Pengayaan materi berbasis teknologi digital dan pendekatan reflektif juga menjadi saran penting guna memperdalam dampak dan keterlibatan siswa dalam layanan. 190 | Ade Firman Cahya Husain. Maryam Rahim. Mohammad Awal Lakadjo. Ryan Hidayat Rafiola. Mohammad Rizal Pautina. Transformasi Layanan Bimbingan Klasikal Untuk Penguatan Kesiapan Menikah Remaja di Sekolah Kejuruan Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . Agustus 2025 Page 178-196 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Penelitian ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan klasikal dapat meningkatkan pemahaman kesiapan menikah siswa SMK berdasarkan hasil uji paired sample t-test. Intervensi yang mencakup aspek moral spiritual, fisik, psikis, dan finansial berhasil membentuk pemahaman siswa terhadap tanggung jawab dan kesiapan dalam memasuki kehidupan Namun tingkat efektivitas intervensi layanan bimbingan klasikal sebesar 34,09% yang tergolong Autidak efektifAy, meskipun N-Gain analisis individu menggunakan kriteria ternormalisasi cukup bervariasi. Evaluasi hasil layanan menunjukkan capaian rata-rata pada kategori AuberhasilAy di semua dimensi, mencerminkan implementasi yang sistematis dan diterima positif oleh siswa, meskipun terdapat fluktuasi antar sesi yang mencerminkan inkonsistensi capaian disetiap pertemuanya. Hal ini menandakan bahwa meskipun layanan memiliki dampak positif terhadap peningkatan pemahaman kesiapan menikah siswa namun belum mencapai tingkat efektivitas yang optimal secara menyeluruh dari intervensi layanan bimbingan klasikal yang diberikan. Penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan ilmu bimbingan dan konseling berbasis tugas perkembangan, khususnya dalam konteks pendidikan pranikah di sekolah menengah kejuruan yang selama ini masih jarang dijangkau. Layanan bimbingan klasikal terbukti potensial menjadi strategi edukasi pranikah yang aplikatif dan kontekstual bagi remaja SMK sebagai bagian dari strategi pencegahan pernikahan dini dan penguatan kesiapan psikososial, namun memerlukan penguatan dari sisi kedalaman materi, konsistensi metode, serta keterlibatan aktif siswa agar dampaknya lebih optimal dan merata. Saran