Jurnal Pengabdian West Science Vol. No. Oktober, 2024, pp. Pentingnya Akses Keuangan Inklusif untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Kepulauan Mar'atun Shalihah1. Afdhal Yaman2. Salma Saimima3. Ismail Tuanany4. Musrifa Hamid5 1,2,3,4,5 Institut Agama Islam Negeri Ambon *Corresponding author E-mail: afdhalyaman@iainambon. Article History: Received: Oct, 2024 Revised: Oct, 2024 Accepted: Oct, 2024 Abstract: Seminar dengan tema AuSosialisasi Manfaat Perluasan Akses Keuangan untuk Kesejahteraan Masyarakat KepulauanAy meningkatkan pemahaman masyarakat terkait literasi keuangan dan pentingnya akses ke layanan keuangan formal, khususnya di wilayah kepulauan. Masyarakat di daerah terpencil seperti Kepulauan Banda Besar sering kali menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur dan akses yang minim terhadap lembaga keuangan. Seminar ini membahas tiga sub tema utama: karakteristik sosial peningkatan literasi keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, serta memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah. Hasil dari seminar menunjukkan bahwa peningkatan literasi keuangan dapat membantu masyarakat mengelola keuangan mereka dengan lebih baik, terutama dalam memanfaatkan produk-produk keuangan yang tersedia untuk meningkatkan taraf hidup dan mendukung usaha kecil dan menengah. Selain itu, inklusi keuangan syariah juga dipandang sebagai solusi yang relevan bagi masyarakat yang menginginkan layanan keuangan yang sesuai dengan nilai-nilai agama. Peserta seminar, yang terdiri dari mahasiswa, pelaku UMKM, dan masyarakat umum, memberikan tanggapan positif terhadap materi yang disampaikan dan menegaskan pentingnya kolaborasi dengan lembaga keuangan untuk memperluas akses layanan keuangan di wilayah Kepulauan Banda Besar. Seminar ini kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan keuangan yang lebih baik dan inklusif, sekaligus menciptakan stabilitas finansial jangka panjang. Keywords: Akses Keuangan. Literasi Keuangan. Masyarakat Kepulauan Pendahuluan Negara Indonesia memiliki karakteristik geografis yang didominasi oleh lautan sehingga terkadang disebut juga sebagai negara kepulauan. Tantangan dalam Vol. No. Oktober, 2024, pp. menjangkau berbagai wilayah melalui jalur darat menjadi kendala tersendiri dalam mencapai target literasi keuangan di seluruh negeri. Keterbatasan infrastruktur di daerah terpencil dan kepulauan seringkali menghalangi akses masyarakat terhadap layanan keuangan (Holle, 2. Wilayah timur Indonesia, yang dikenal dengan kekayaan alam dan budaya yang melimpah, terdiri dari banyak daerah kepulauan yang terpencil dan terisolasi. Meskipun memiliki potensi ekonomi yang besar, masyarakat di daerah ini seringkali menghadapi tantangan signifikan dalam mengakses layanan keuangan formal. Jarak yang jauh dari pusat ekonomi, keterbatasan infrastruktur, serta rendahnya tingkat literasi keuangan menjadi hambatan utama dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat (Pellu, 2. Akses keuangan yang inklusif, yaitu kemampuan seluruh lapisan masyarakat untuk memperoleh layanan keuangan yang memadai, seperti perbankan, asuransi, dan pembiayaan, merupakan kunci penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di wilayah ini (Bhegawati & Novarini, 2. Ketersediaan akses ke layanan keuangan tidak hanya memungkinkan masyarakat untuk menyimpan uang dengan aman dan mendapatkan kredit usaha, tetapi juga membantu mengurangi risiko ekonomi dan meningkatkan taraf hidup (Pellu, 2. Namun, di daerah kepulauan timur Indonesia, tingkat inklusi keuangan masih tergolong rendah. Sebagian besar penduduk di wilayah kepulauan masih bergantung pada sistem keuangan informal yang kurang aman dan tidak memberikan perlindungan yang memadai (Susilo, 2. Kurangnya akses ini mengakibatkan banyak penduduk kesulitan dalam memanfaatkan peluang ekonomi yang ada, seperti pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM), perdagangan hasil laut, dan pariwisata (Riana et al. , 2. Banyak masyarakat masih melihat lembaga keuangan hanya sebagai sarana untuk menyimpan dan meminjam uang. Mereka belum sepenuhnya memahami beragam produk dan layanan keuangan lainnya, seperti investasi, asuransi, dan (Kesa. Keterbatasan mengakibatkan pengambilan keputusan keuangan yang kurang tepat, termasuk kesulitan memanfaatkan produk yang dapat meningkatkan kesejahteraan. Dengan tingkat literasi keuangan yang rendah dan tingginya kebutuhan akan inklusi, tidak mengherankan jika masyarakat rentan menghadapi berbagai masalah keuangan (Yuni, 2. Seminar yang ditargetkan kepada masyarakat kepulauan Banda Besar ini Vol. No. Oktober, 2024, pp. dapat membantu mereka memahami manfaat layanan keuangan, seperti tabungan, pinjaman, asuransi, dan investasi. Program ini juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian lokal, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan. Dalam konteks pertumbuhan populasi yang terus peningkatan literasi keuangan khususnya di wilayah kepulauan Banda Besar menjadi sangat krusial untuk memastikan akses keuangan yang merata. Oleh karena itu, perluasan akses keuangan inklusif melalui program-program seminar dan literasi keuangan menjadi langkah penting untuk menjembatani kesenjangan ini. Pemahaman yang kuat mengenai literasi keuangan serta kesadaran akan pentingnya lembaga, produk, dan layanan keuangan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Meningkatkan literasi keuangan di wilayah kepulauan Banda Besar tidak hanya sebatas memberikan edukasi, tetapi juga mencakup penciptaan akses yang lebih luas dan penguatan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan. Dengan pendekatan yang tepat, masyarakat diharapkan mampu menjadi lebih mandiri secara finansial dan turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan demikian, artikel pengabdian ini akan membahas pentingnya akses keuangan inklusif bagi masyarakat kepulauan di wilayah timur Indonesia khususnya di pulau Banda Besar, serta upaya yang dapat dilakukan untuk memperluas akses tersebut guna mencapai kesejahteraan yang berkelanjutan. Metode Kegiatan literasi keuangan bagi masyarakat di daerah kepulauan Banda Besar, yang diselenggarakan dalam bentuk seminar, bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang pengelolaan dan perencanaan keuangan, serta pentingnya inklusi keuangan. Program ini juga memberikan edukasi mengenai produk-produk keuangan syariah, seperti tabungan, investasi, dan asuransi syariah, sehingga masyarakat dapat memanfaatkannya dengan lebih optimal. Seminar ini meliputi diskusi interaktif, pendampingan langsung, serta pelatihan keterampilan dasar dalam mengatur keuangan rumah tangga. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat literasi keuangan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah yang masih terbatas akses terhadap lembaga keuangan formal. Seminar ini diselenggarakan pada hari Senin, 4 Maret 2024, bertempat di Universitas Banda Neira. Banda Besar. Banda Neira. Kegiatan ini ditujukan kepada Vol. No. Oktober, 2024, pp. 150 peserta yang mencakup mahasiswa, pelaku UMKM, mitra kampus, serta masyarakat umum. Registrasi Peserta . 00 Ae 09. 10 WIT) Pada tahap ini, peserta yang meliputi mahasiswa, pelaku UMKM, mitra kampus, serta masyarakat umum di wilayah Banda Besar melakukan pendaftaran untuk mengikuti kegiatan literasi keuangan. Registrasi ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi mengenai latar belakang peserta, termasuk tingkat pemahaman mereka tentang keuangan, agar materi sosialisasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Pembukaan . 10 Ae 09. 20 WIT) Sesi pembukaan ini mengenalkan konsep literasi keuangan, tujuan dari kegiatan ini, serta pentingnya pengelolaan keuangan yang baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pada kesempatan ini, juga disampaikan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat di daerah kepulauan, khususnya di Banda Besar. Banda Neira, seperti keterbatasan akses terhadap layanan keuangan, serta bagaimana kegiatan ini berupaya mengatasi tantangan tersebut. Sambutan-Sambutan . 20 Ae 09. 50 WIT) Sambutan dari Ketua Tim IAIN Ambon, pihak OJK, dan Rektor Universitas Banda Neira menekankan pentingnya peran literasi keuangan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Dalam sambutan tersebut, sering kali ditekankan bahwa literasi keuangan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui perencanaan keuangan yang lebih baik dan terstruktur. Doa . 50 Ae 10. 00 WIT) Sesi doa dilakukan untuk memohon keberkahan dan kelancaran dalam pelaksanaan seminar. Doa ini diharapkan dapat menguatkan semangat peserta dan panitia dalam mengikuti setiap rangkaian acara. Melalui sesi ini, peserta juga diingatkan untuk mengedepankan nilai-nilai spiritual dan etika dalam pengelolaan keuangan serta dalam interaksi sehari-hari. Foto Bersama . 00 Ae 10. 10 WIT) Sesi foto bersama merupakan momen untuk mengabadikan kenangan dan kebersamaan seluruh peserta seminar, termasuk narasumber, panitia, dan tamu undangan. Foto ini menjadi simbol kolaborasi dan sinergi dalam upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan. Selain itu, sesi ini juga dapat digunakan untuk publikasi dan dokumentasi kegiatan seminar. Vol. No. Oktober, 2024, pp. Materi Seminar . 10 Ae 11. 10 WIT) Pada sesi ini, peserta akan menerima materi sosialisasi dengan tema AuManfaat Perluasan Akses Keuangan untuk Kesejahteraan Masyarakat KepulauanAy yang membahas secara mendalam mengenai manfaat perluasan akses keuangan bagi masyarakat kepulauan. Materi mencakup beberapa sub-topik, antara lain: Karakteristik Sosial Ekonomi Masyarakat Kepulauan. Menganalisis kondisi sosial ekonomi masyarakat di daerah kepulauan, termasuk tantangan dan potensi yang ada. Materi ini disampaikan oleh Abdul Rahim Lestaluhu. Si dari Universitas Banda Neira. Peningkatan Literasi Keuangan untuk Pertumbuhan Ekonomi Daerah Menjelaskan bagaimana literasi keuangan dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal, serta langkah-langkah yang dapat diambil untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan keuangan. Materi ini disampaikan oleh Stella Mattitaputty dari pihak OJK Provinsi Maluku. Memperkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah Mengupas pentingnya literasi keuangan syariah dalam konteks masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai agama, serta cara-cara untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap produk keuangan Materi ini disampaikan oleh Dr. MarAoatun Shalihah. dari Prodi Manajemen Keuangan Syariah IAIN Ambon. Tanya Jawab . 30 Ae 12. 00 WIT) Setelah penyampaian materi, peserta akan diajak untuk berinteraksi dan mendiskusikan materi yang telah disampaikan, sehingga diharapkan pemahaman dan kesadaran mereka tentang akses keuangan dapat meningkat secara signifikan. Penutup . 00 WIT Ae selesa. Sesi ini adalah refleksi dari seluruh rangkaian kegiatan yang telah Penyelenggara menyampaikan kesimpulan mengenai pentingnya literasi keuangan bagi masyarakat serta cara mereka dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Tahapan-tahapan tersebut disusun untuk memberikan pengetahuan yang menyeluruh dan praktis kepada peserta, sehingga mereka dapat mengaplikasikan Vol. No. Oktober, 2024, pp. literasi keuangan dalam kehidupan sehari-hari, dengan harapan dapat menciptakan stabilitas dan kesejahteraan finansial yang berkelanjutan. Hasil Seminar yang mengusung tema AuSosialisasi Manfaat Perluasan Akses Keuangan untuk Kesejahteraan Masyarakat KepulauanAy berhasil memberikan wawasan yang signifikan bagi para peserta terkait pentingnya literasi dan inklusi keuangan, khususnya di daerah kepulauan Banda Besar yang memiliki karakteristik ekonomi tersendiri. Gambar 1. Para Pemateri Seminar Materi kepulauan, yang dikenal sebagai wilayah dengan akses terbatas terhadap layanan keuangan formal. Dalam diskusi ini, peserta seminar memahami bahwa masyarakat di Banda Besar, yang sebagian besar bergantung pada sektor perikanan, pertanian, dan pariwisata, membutuhkan akses yang lebih luas ke layanan keuangan untuk mendukung kegiatan ekonomi mereka. Kurangnya infrastruktur dan keterbatasan layanan lembaga keuangan formal juga disoroti sebagai salah satu tantangan utama dalam peningkatan kesejahteraan ekonomi. Dalam pembahasan pada materi kedua, ditekankan bahwa peningkatan literasi keuangan dapat menjadi motor utama dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Masyarakat yang memiliki pemahaman lebih baik mengenai pengelolaan keuangan, seperti pengaturan anggaran rumah tangga, tabungan, dan investasi, akan mampu mengelola pendapatan mereka dengan lebih bijak. Materi ini Vol. No. Oktober, 2024, pp. juga menggarisbawahi pentingnya akses terhadap produk-produk keuangan seperti kredit mikro yang dapat membantu usaha kecil dan menengah (UMKM) di Banda Besar berkembang, sehingga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal. Gambar 2. Antusiasme Peserta Dalam Kegiatan Seminar Sub tema pada materi ketiga membahas bagaimana literasi dan inklusi keuangan syariah dapat diperkuat di wilayah kepulauan seperti Banda Besar. Peserta seminar dikenalkan dengan produk-produk keuangan syariah, seperti tabungan dan pembiayaan syariah, yang tidak hanya sesuai dengan nilai-nilai agama tetapi juga dapat menjadi solusi keuangan yang lebih terjangkau dan fleksibel bagi masyarakat. Selain itu, diperjelas bagaimana inklusi keuangan syariah dapat memperluas akses masyarakat ke layanan keuangan yang sebelumnya sulit dijangkau, terutama di wilayah terpencil. Antusiasme peserta yang terdiri dari mahasiswa. UMKM, dan masyarakat umum terlihat dari diskusi interaktif dan tanya jawab yang terjadi sepanjang seminar. Peserta banyak menyampaikan ketertarikan untuk lebih memahami produk-produk keuangan, baik konvensional maupun syariah, yang dapat mereka manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga menyadari bahwa peningkatan literasi keuangan akan membantu dalam pengelolaan keuangan pribadi dan usaha yang lebih baik, serta membuka peluang ekonomi baru di daerah mereka. Secara keseluruhan, kegiatan ini sukses memberikan dampak positif dengan meningkatkan pemahaman dan kesadaran peserta akan pentingnya literasi dan inklusi keuangan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Seminar ini juga membuka jalan bagi kolaborasi lebih lanjut dengan lembaga keuangan dan Vol. No. Oktober, 2024, pp. pemerintah daerah untuk memperluas akses layanan keuangan di Kepulauan Banda Besar. Gambar 3. Foto Bersama di Akhir Sesi Kesimpulan Seminar AuSosialisasi Manfaat Perluasan Akses Keuangan untuk Kesejahteraan Masyarakat KepulauanAy berhasil memberikan penting mengenai pentingnya literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat di wilayah terpencil. Masyarakat Kepulauan Banda Besar, yang menghadapi tantangan berupa akses terbatas ke layanan keuangan formal dan keterbatasan infrastruktur, kini lebih memahami peran literasi keuangan dalam mendukung pengelolaan keuangan pribadi dan usaha secara lebih bijak. Seminar ini juga menekankan bahwa peningkatan literasi keuangan dapat menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi lokal, terutama dengan adanya akses ke produk keuangan seperti tabungan, investasi, dan kredit mikro. Selain itu, inklusi keuangan syariah dipandang sebagai pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, memberikan solusi keuangan yang lebih adil dan sesuai dengan nilai-nilai agama. Secara keseluruhan, seminar ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya layanan keuangan yang inklusif dan aksesibel. Diharapkan, pengetahuan yang diperoleh dari seminar ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mendorong kesejahteraan ekonomi yang lebih baik, dan berkontribusi pada stabilitas finansial jangka panjang di wilayah Kepulauan Banda. Vol. No. Oktober, 2024, pp. Pengakuan/Acknowledgements Kami menyampaikan penghargaan yang tulus kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku. Universitas Banda Neira, dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon atas dukungan serta kerjasama yang luar biasa dalam pelaksanaan seminar ini. Kontribusi dan dedikasi yang diberikan dalam upaya meningkatkan literasi keuangan di wilayah kepulauan Banda Besar sangatlah berarti, dan semoga memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat. Daftar Referensi Bhegawati. , & Novarini. Percepatan inklusi keuangan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, lebih terinklusif, dan merata di era presidensi G20. Jurnal Akuntansi. Manajemen. Bisnis Dan Teknologi, 3. , 14Ae31. Holle. Inklusi keuangan. solusi pengentasan kemiskinan guna daya saing perekonomian bangsa. Amal: Jurnal Ekonomi Syariah, 1. http://jurnal. id/index. php/amal/article/view/1257 Kesa. Realisasi literasi keuangan masyarakat dan kearifan lokal: Studi kasus inklusi keuangan di Desa Teluk Jambe. Karawang. Jawa Barat. Jurnal Sosial Humaniora Terapan, 1. , 34Ae43. Pellu. Model Ingklusi Keuangan Pada Pedagang Pasar Tradisional Berbasis Pedesaan. Investi: Jurnal Investasi Islam, 4. , 514Ae528. Pellu. Peningkatan Akses Keuangan: Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif. Currency: Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah, 2. , 279Ae295. Riana. Wiagustini. , & Meydianawathi. Master Plan UMKM berbasis perikanan untuk meningkatkan pengolahan produk ikan yang memiliki nilai tambah tinggi. Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan, 7. , 102Ae119. Susilo. Mengentaskan Kemiskinan Dan Kebodohan Ummat Melalui Inklusi Keuangan Syariah (Sharia Financial Inclusio. Membangun Indonesia Berbasis Nilai-Nilai Agama, 1Ae18. Yuni. Pengaruh Inklusi Keuangan Syariah Terhadap Pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Bank Aceh Syariah Sutomo KCP Kota Medan [PhD Thesis. Fakultas Agama Islam. Universitas Islam Sumatera Utar. https://repository. id/handle/123456789/1940