JURNAL INOVATOR Jurnal Program Studi Teknik Mesin POLITEKNIK JAMBI Jurnal Inovator. Vol. No. 9Ae12 homepage: w. id/index/inovator Analisa Perawatan Sea Water Pump Terhadap Kebutuhan Direct Cooling System Di KMP. Salvino PT. Samudra Ferry Kurniawati Oktarinaa*. Haris Yugiantoa. Denni Saputraa. Prayudia Program Studi Teknik Perkapalan. Insitut Maritim Prasetiya Mandiri lampung. Jalan ZA Pagar Alam Pelita I No. 24 Kedaton Bandar Lampung. Indonesia INFO ARTIKEL Riwayat Artikel: Diterima 25 Januari 2025 Diterima setelah direvisi 30 Mei 2025 Disetujui 30 Mei 2025 Kata kunci: Maintenance. Sea Water Pump. Direct cooling System. Abstract- Ships are a means of transportation that is currently one of the transportation needed to support community activities so that the endurance of the ship in the main engine is needed to operate longer, a cooling system is needed that can help the main engine so that overheating does not occur. The main engine requires a system that can maintain temperature stability, so a direct cooling system is needed. To meet the needs of the direct cooling system, there needs to be a supporting component that can supply the needs of the direct cooling system, namely the sea water pump. The method used is the FTA (Fault Tree Analysi. Method to identify the cause of damage to the sea water pump that will affect the need for a direct cooling system. From the results of this study, it was concluded that to meet the needs of the direct cooling system, it is necessary to carry out more intense checks and controllers on the sea water pump to avoid damage that can cause an increase in temperature in the main engine due to the lack of need for a direct cooling system. Intisari- Kapal merupakan sarana transportasi yang saat ini menjadi salah satu transportasi yang diperlukan bagi menunjang aktivitas masyarakat sehingga diperlukan ketahanan kapal dalam main engine untuk beroperasi lebih lama maka dibutuhkan sistem pendingin yang dapat membantu main engine sehingga tidak terjadi overheat. Main engine memerlukan sistem yang dapat menjaga kestabilan suhu maka dibutuhkan direct cooling system. Untuk memenuhi kebutuhan direct cooling system perlu adanya komponen pendukung yang dapat menyuplai kebutuhan direct cooling system yaitu sea water pump. Metode yang digunakan adalah metode FTA (Fault Tree Analysi. Metode untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya kerusakan pada sea water pump yang akan mempengaruhi kebutuhan pada direct cooling system. Dari hasil penelitian ini di simpulkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan direct cooling system perlu dilakukan pemeriksaan dan pengontrol yang lebih intens pada sea water pump untuk menghindari terjadinya kerusakan yang dapat menimbulkan peningkatan suhu pada main engine akibat kurangnya kebutuhan direct cooling system. Pendahuluan Indonesia merupakan negara dengan jumlah kepulauan terbesar di Terbentang dari Sabang hingga Merauke. Indonesai memiliki 499 pulau dengan luas total wilayah indonesia sekitar 7,81 juta km2, dari wilayah tersebut 3,25 juta km2 adalah lautan dan 2,55 juta km2 adalah Zona Ekonomi Eksklusif dan hanya sekitar 2,01 juta km2 yang berupa daratan . Dengan banyaknya pulau-pulau di Indonesia menjadikan Indonesia harus menghubungkan setiap wilayahnya sehingga produktivitas setiap warga negara dapat meningkat. Dengan adanya permasalahan ini diperlukannya alat transportasi yang menghubungkan satu pulau dengan pulau yang lainnya sehingga tujuan peningkatan produktivitas dapat tercapai. Salah satu alat transportasi yang digunakan untuk menghubungkan aktivitas yaitu sarana alat transportasi berupa Menurut International Maritime Organization (IMO) mendifinisikan kapal sebagai setiap jenis kapal atau perahu yang digunakan untuk pengangkutan orang atau barang melalui laut . Kapal terdiri dari berbagai macam komponen yang saling terhubung sehingga kapal dapat berjalan denganbaik dan aman. Saat kapal beroperasi mesin utama dalam kapal akan mengalami panas yang cukup tinggi sehingga di dalam kapal terdapat komponen direct cooling system yang berfungsi mendinginkan mesin agar tetap optimal . Direct cooling system dapat berjalan dengan baik karena adanya sea water pump yang menjaga aliran pada direct cooling system dapat mengalir secara optimal. Komponen sea water pump perlu dilakukan perawatan dengan standar yang telah ditentukan . Perawatan * Corresponding Author: E-mail:. kurniawatiokta15@gmail. com (Kurniawati Oktarina. merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menjaga atau memperbaiki suatu komponen sehingga mencapai kondisiyang dapat diterima. Sehingga perawatan menjadi salah satu faktor apakah kebutuhan direct cooling system dapat berjalan dengan kondisi yang baik atau tidak . Oleh karena itu penulis tertarik untuk mengambil judul AuAnalisa perawatan sea water pump terhadap kebutuhan direct cooling system di KMP Salvino PT. Samudra FerryAy. Metode Penelitian Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di KMP. salvino di bawah naungan PT. Samudra Ferry yang berlayar dirute Pelabuhan Merak Banten-Bakauheni Lampung melayani dermaga reguler, di dermaga 2 Pelabuhan Bakauheni dan dermaga 2 pelabuhan Merak. PT. Samudera Ferry beralamt di JL> Dermaga Raya No. RT. 5/RW. Duren sawit. Kec. Duren Sawit. Kota Jakarta Timur Daerah Khusus Ibukota. Jakarta 13470. Alat dan Bahan Penelitian Sea water pump Camera hp vivo Termometer Majun Alat tulis Sofware Microsoft Office word 2021 Data perawatan sea water pump Jurnal Inovator. Vol. No. 9Ae12 Metode Hasil dan Pembahasan Penelitian yang dilakukan oleh penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode FTA (Fault Tree Analy. Data Sea water pump Studi Lapangan Dalam menulis skripsi ini untuk mendapatkan data penulis melakukan beberapa metode untuk membuktikan kebenaran isi dari laporan praktik kerja lapangan diantaranya sebagai berikut: Metode Observasi Metode ini merupakan metode pengamatan yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan secara langsung terhadap objek yang nyata, penulis mempelajari dan mengamati keterangan yang diperoleh di lapangan dengan kondisi sebenarnya di KMP. Salvino. Metode Wawancara Metode wawancara ini adalah teknik pengumpulan data untuk mendapatkan informasidi KMP. Salvino secara tanya jawab kepada crew yang ada di atas kapal, diantaranyaKKM dan Masinis II secara langsung untuk mendapatkan data yang valid. Dokumentasi Merupakan metode pengumpulan dokumen atau dokumntasi yang valid sesuai judul yang di ambil oleh penulis seperti data pada saat proses perawatan dan pemeliharaan sea water pump di KMP. Salvino. Prosedur Penelitian Berikut ini prosedur penelitian yang akan peneliti gunakan dalam penyusunan skripsi ini. Data yang eneliti dapat ini berasal dari KKM (Kepala Kamar Mesi. yang telah diberikan kepada peneliti sehingga peneliti dapat mempelajarinya lebih lanjut, data sea water pump ini merupakan objek yang digunakan kapal KMP. Salvino. Tabel 1 Data pesifik Sea Water Pump Tipe Jenis objek Nomor seri objek Capacity Head RPM Pembuat 32-CWL-4. Centrifugal 21 M3/h Guiongning Marine Pump Manufacture Co. Ltd Sumber: Inventaris KMP. Salvino Data temperature pada direct cooling system Data yang peneliti sajikan diambil pada tanggal 25-27 April 2024 dimulai hari kamis hingga jumat malam, data suhu pada table di bawah menunjukkan seberapa besar penurunan suhu yang terjadi pada direct cooling system sehingga dapat menurunkan suhu pada minyak pelumas dan air tawar yang selanjutnya akan digunakan pada main engine . Adapun data yang bisa dilihat ada pada tabel dibawah: Tabel 2 Jurnal Harian pendingin Mesin Induk WAKTU SUHU JAGA PENDINGIN 25 Ae 27 MINYAK LUMAS AIR TAWAR April INLET OUTLET INLET OUTLET Sumber: Log Book KMP. Salvino . Tabel 3 Jurnal Harian Pendingin Mesin Induk WAKTU SUHU JAGA PENDINGIN MINYAK LUMAS AIR TAWAR INLET OUTLET INLET OUTLET Sumber: Log Book KMP. Salvino . AIR LAUT AIR LAUT Gambar 1. Diagram Alir Kegiatan Penelitian ISSN 2615-5052 (Onlin. Jurnal Inovator. Vol. No. 9Ae12 Tabel 4 Jurnal Harian Pendingin Mesin Induk WAKTU SUHU JAGA PENDINGIN MINYAK LUMAS AIR TAWAR INLET OUTLET INLET OUTLET Sumber: Log Book KMP. Salvino . AIR LAUT Analisis data Penulis menggunakan metode FTA (Fault Tree Analysi. sehingga dapat mencari faktor-faktor terjadinya kerusakan pada sea water pump sehingga keperluan kebutuhan pada direct cooling system dapat terpenuhi dengan baik. Gambar 4. Grafik Perubahan Suhu Pada Fresh Water Sumber: Data Diolah 2024 Pada Gambar 3 grafik perubahan suhu pada minyak pelumas menunjukan bahwa setiap pengukuran yang dilakukan selama tiga hari mulai dari pukul 00. 59 WIB terjadi perubahan temperatur. Pada grafik Gambar 3 menunjukan penurunan suhu yang paling rendah 2 CC hingga dan yang paling tinggi 4CC. Kemudian pada gambar 4 grafik perubahan suhu pada fresh water menunjukan penurunan suhu yang paling rendah 1CC dan yang paling tinggi 5CC. Terjadinya perubahan suhu pada cooler menunjukan bahwa perawatan yang dilakukan pada sea water pump memiliki pengaruh yang cukup tinggi demi menunjang kebutuhan direct cooling system sehingga dapat bekerja dengan maksimal pada proses . Simpulan Gambar 2. Diagram FTA (Fault Tree Analysi. Sumber: Data Diolah . Pada diagram 3. 5 yaitu diagram FTA proses analisis penyebab terjadinya kerusakan pada sea water pump disebabkan oleh dua faktor, yang pertama faktor internal yang dipengaruhi oleh pekerja yang tidak maksimal, kualitas barang buruk, dan masa pakai barang yang telah melewati batasnya. Faktor kedua yaitu faktor eksternal yang dipengaruhi oleh karang masuk mengenai impeller dan karang menempel pada pipa . Pengukuran suhu Gambar 3. Grafik Perubahan Suhu Pada Minyak Pelumas Sumber: Data Diolah 2024 Kinerja direct cooling system dalam mencukupi kebutuhannya terpenuhi dengan baik oleh sea water pump, sehingga pengaruh pada perawatan sea water pump sangat berpengaruh bagi direct cooling system dalam pengambilan air laut, apabila perawatan dan pengontrolan tidak dilakukan dengan berkala maka berpengaruh pada kinerja direct cooling system. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di KMP. Salvino PT. Samudra Ferry bahwa kebutuhan direct cooling system sudah terpenehi. Namun, jika dalam keadaan lain kebutuhan direct cooling system tidak terpenuhi dengan baik maka akan mempengaruhi kinerja main engine yang menyebabkan suhu pada main engine meningkat menimbulkan overheat dan berdampak besar pada kelancaran penjadwalan keberangkatan kapal. Referensi