Al Yazidiy : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Volume 6 Nomor 2 Bulan 2024 P-ISSN: 2964-6472. E-ISSN: 2961-7278. Hal 25-35 DOI: https://doi. org/ 10. 55606/ay. Peran Komunikasi Orang Tua Dalam Meningkatkan Kecerdasan Bahasa Anak Di RA Raiyatul Husnan Kec. Wringin Kab. Bondowoso Nurhasanah IAI Al-Qodiri Jember. Indonesia *noerh004@gmail. Alamat: Jl. Manggar No. 139-A. Gebang Poreng. Gebang. Kec. Patrang. Kabupaten Jember. Jawa Timur Abstract. Children's language intelligence development is a crucial aspect of their growth, influenced by various factors. Parental communication plays a vital role in the formation and development of children's language abilities. This research aims to explore the role of parental communication in improving children's language intelligence and identify the most effective communication strategies. This research was conducted at RA Ra'iyatul Husnan Wringin Bondowoso. The approach used in this research is descriptive Data collection techniques include interviews, observation, and The data analysis used is Miles and Huberman's data analysis. Based on the research that has been conducted, it can be concluded that parental communication increases children's language intelligence in RA Raiyatul Husnan District. Wringin District. Bondowoso is implemented through a series of strategies: Verbal Communication. Using varied Vocabulary. Reading Literacy and Discussion. Language Games and Emotional Support. The factors influencing children's language development at RA Ra'iyatul Husnan Wringin Bondowoso are health factors, family environment, social interaction and teaching methods. Keywords: Early Childhood. Language Intelligence. Parental Communication Abstrak. Perkembangan kecerdasan bahasa anak merupakan aspek krusial dalam pertumbuhan mereka, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Komunikasi orang tua memainkan peran penting dalam pembentukan dan pengembangan kemampuan bahasa Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran komunikasi orang tua dalam meningkatkan kecerdasan bahasa anak dan mengidentifikasi strategi komunikasi yang paling efektif. Penelitian ini dilakukan di RA RaAoiyatul Husnan Wringin Bondowoso. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan interview, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data Miles and Huberman. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwasanya Peran Komunikasi Orang Tua Dalam Meningkatkan Kecerdasan Bahasa Anak Di RA Raiyatul Husnan Kec. Wringin Kab. Bondowoso diterapkan melalui serangkaian strategi yakni Komunikasi Verbal. Menggunakan Kosakata yang bervariasi. Literasi Membaca dan Diskusi. Games Bahasa dan Dukungan Emosional. Adapun faktor yang mempengaruhi perkembngan bahasa anak di RA RaAoiyatul Husnan Wringin Bondowoso adalah Faktor Kesehatan. Lingkungan Keluarga. Interaksi Sosial, dan Metode Pengajaran. Received: Juni 12, 2024. Revised: Juli 18, 2024. Accepted: August 27, 2024. Online Available: August 29. Published: Oktober 30, 2024. *Nurhasanah, noerh004@gmail. Peran Komunikasi Orang Tua Dalam Meningkatkan Kecerdasan Bahasa Anak Di RA Raiyatul Husnan Kec. Wringin Kab. Bondowoso Kata kunci: Anak Usia Dini. Kecerdasan Bahasa. Komunikasi Orang Tua LATAR BELAKANG Anak menurut pandangan Islam adalah amanah sang Pencipta kepada hambanya, ibarat kertas dia masih suci dan bersih yang harus dijaga, dirawat dan dilindungi serta akan dipertanggung jawabkan kepada Allah. Anak memiliki karakteristik tertentu yang khas, mereka selalu aktif, dinamis, antusias dan memiliki rasa ingin tahu yang alamiah terhadap apa yang dilihat, didengar, dirasakan. maka dari itu kita wajib menjaga Amanah Karakteristik anak yang masih murni sehingga ia merupakan makhluk yang tak pernah berhenti sebagaimana dijelaskan pula dalam QS. An-Nahl ayat 78. Anak usia dini merupakan sosok individu yang sedang mengalami suatu proses perkembangan dengan pesat dan fundamental bagi kehidupan selanjutnya. Dari penjelasannya ini, anak-anak digambarkan sebagai spons yang cepat menyerap dan mencerna pengetahuan di sekitarnya. Pada masa ini, dapat dikatakan adalah masa emas mereka dalam mengembangkan segala hal. Anak usia dini adalah usia kritis atau usia sensitif karena pada saat-saat terebut, potensi atau kemampuan mereka sedang mengalami perkembangan yang begitu pesat, maka mereka harus mendapatkan pelajaran, pendidikan yang berkualitas. (Hasriati, 2. Salah satu kemampuan berbahasa adalah keterampilan membaca, berdasarkan Prorammer for international Student Assessment (PISA) yang merupakan program untuk mengukur prestasi bagi anak pada bidang literasi membaca, matematika, dan sains siswa. Penilaian PISA dibawah Organization for Ekonomic Co-operation and Davelopment Indonesia berada dalam peringkat 74 pada kategori keterampilan membaca Indonesia sangat rendah. Data dari Badan Pusat Statistik (BSP) menunjukkan bahwa jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2023 sebanyak 278,69 juta jiwa. Namun sangat disayangkan, hal ini berbanding terbalik dengan jumlah minat bacanya. Dilansir dari data UNESCO, hanya 0,001% masyarakat Indonesia yang memiliki minat baca. Hal itu berarti, dari 1000 orang Indonesia, hanya 1 orang yang suka dan aktif membaca (Tambusay, et. al, 2. AL YAZIDIY VOLUME 6. NO. OKTOBER 2024 P-ISSN: 2964-6472 . E-ISSN: 2961-7278. Hal 25-35 Bahasa memberikan kesempatan anak untuk menerjemahkan pengalaman ke dalam simbol-simbol yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dan berpikir. Bahasa merupakan jembatan dalam menyatakan pikiran, perasaan dan keinginan. Seorang anak dapat mempelajari bahasa dengan berbagai cara dari komunitas belajarnya . Anak dapat melihat dan membaca gambar atau tulisan maka mereka dapat memahami bahasa berdasarkan konsep pengetahuan dan pengalaman yang mereka peroleh. Pendidikan berbahasa di dalam keluarga merupakan salah satu hal yang penting bagi anak, melalui kedekatan fisik jalinan pendidikan berbahasa dapat disemai oleh orang tua ketika berinteraksi dan berkomunikasi (Qusyairi, et. al, 2. Hasil penelitian Anggraini menunjukkan bahwa pola asuh orang tua di dalam keluarga memberikan energi positif bagi perkembangan bahasa anak. Pola asuh demokratik akan membantu anak secara maksimal dalam mengembangkan kemampuan pemerolehan bahasa anak usia dini. Sejak usia dini anak telah belajar bahasa dari lingkungannya, sehingga peran orang-orang yang ada di sekitar anak akan sangat mewarnai dan membantu pemerolehan dan penguasaan bahasa anak. Lingkungan keluarga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak termasuk ibu (Anggraini, 2. KAJIAN TEORITIS Peran adalah bagian dari tugas utama yang harus dilaksanakan. Peran merupakan aspek dinamis dari kehidupan seseorang dalam melaksanakan hak-hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya. (Ardiansyah, 2. Sedangkan komunikasi adalah pertukaran berbagai pesan antara dua atau lebih. Mereka saling memberi informasi dalam kedudukan yang sama atau setara. Begitupun ketika berkomunikasi dengan anak, sangat penting artinya mendudukkan mereka selayak orang dewasa. Mereka butuh informasi dari orang tua dan orang tuapun butuh informasi dari mereka walaupun dengan banyak ada beberapa hal yang perlu dijaga dalam berkomunikasi orang tua dan anak, yakni (Mohibu, 2. Mempertahankan kontak mata dengan anak. Mengajukan pertanyaan yang dirasa mereka sanggup mengerti. Benar-benar mengarahkan perhatian kepadanya. Berkata dengan lembut dan tenang, dan. AL YAZIDIY VOLUME 6. NO. OKTOBER 2024 Peran Komunikasi Orang Tua Dalam Meningkatkan Kecerdasan Bahasa Anak Di RA Raiyatul Husnan Kec. Wringin Kab. Bondowoso Menjaga dan memerhatikan perasaan anak Peran komunikasi orang tua sangat dibutuhkan untuk merangsang dan memotivasi anak untuk meningkatkan perkembangan anak. Beberapa prinsip perencanaan pembelajaran yang secarar elatif berlaku umum, yaitu (Sagala 2. yaitu salah satunya adalah prinsip motivasi prinsip motivasi memiliki peranan yang cukup besar dalam upaya belajar, tanpa adanya motivasi hampir tidak mungkin siswa melakukan kegiatan belajar. Jadi perencanan pembelajaran untuk anak usia dini ada prinsip motivasi jadi ini bisa dari peran komunikasi orang tua untuk bisa merangsang atau menstimulasi anak usia dini agar berkembang khususnya seperti penelitian yang saya teliti yaitu meningkatkan kecerdasan Bahasa anak. Implementasi pembelajaran berbasis projek memberikan implikasi pada pengembangan penalaran dan pemahaman atas pengalaman kehidupan sehari-hari anak. Oleh karena itu, perlu adanya strategi guru untuk melaksanakan dan mengelola projek yang dapat mengoptimalkan keberhasilan pembelajaran anak sebagaimana yang dijelaskan oleh Kokotsaki dkk. , antara lain salah satunya adalah guru dapat melibatkan pihak lain untuk membantu melaksanakan projek, seperti rekan guru lain, orang tua (Lestariningrum, et. al, 2. , jadi orang tua sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran agar anak bisa berkembang dengan baik. Bahasa adalah jembatan yang memudahkan komunikasi (Gunawan, 2. , bahwa kecerdasan linguistik . adalah kemampuan menggunakan kata-kata secara efektif, baik secara lisan maupun tulisan. Kecerdasan ini mencakup kemampuan untuk menangani struktur bahasa . , suara . dan arti . Kecerdasan lisnguistik bersifat universal. Daerah Broca di otak kita bertanggung jawab terhadap kemampuan berkomunikasi, menghasilkan kalimat dengan struktur tata bahasa yang benar (SyafiAoI, 2. Jadi peran orang tua sangat dibutuhkan untuk meningkatkan meningkatkan kecerdasan bahasa anak. Menurut Depdikbud . 6: . , pengembangan bahasa anak TK atau anak usia dini ini memiliki begitu banyak fungsi yang sangat dibutuhkan, diantaranya adalah sebagai berikut: Sebagai alat komunikasi dengan lingkungan sekitar. Sebagai alat untuk mengembagkan kemampuan intelektual anak. Sebagai alat untuk mengekspresikan diri anak. Sebagai alat untuk menyatakan perasaan dan buah pikiran kepada orang lain. AL YAZIDIY VOLUME 6. NO. OKTOBER 2024 P-ISSN: 2964-6472 . E-ISSN: 2961-7278. Hal 25-35 Selanjutnya, untuk mendukung suksesnya pengembangan bahasa anak usia dini, orang tua juga harus mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan bahasa anak usia dini. Menurut Yusuf mempengaruhi perkembangan bahasa anak. Pertama yaitu kesehatan. Faktor ini sangat berpengaruh kepada perkembangan bahasa anak karena kesehatan sangatlah menentukan kondisi dan perkembangan Faktor kedua yaitu intelligence Anak yang memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi biasanya memiliki kemampuan berbahasa yang lebih baik dan lebih cepat. Rasa ingin tahu mereka tinggi sehingga mereka sering banyak bertanya. Perkembangan bahasa dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor Faktor internal meliputi faktor biologis, jenis kelamin, kecerdasan dan kesehatan anak itu sendiri. Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi perkembangan bahasa anak usia dini adalah faktor lingkungan yang meliputi kondisi sosial ekonomi keluarga dan hubungan keluarga (Suciati, 2. Selanjutnya, kaitannya dengan peran orang tua dalam pengembanga bahasa anak usia dini. Epstein . mengklasifikasikan enam jenis keterlibatan orang tua, yaitu meliputi parenting . , communication . , volunteering . , learning at home . elajar di ruma. , decision making . engambilan keputusa. , dan collaborating with the community . olaborasi dengan keluarga/masyaraka. Keterlibatan orang tua yang pertama yaitu parenting . Dalam poin ini, tujuannya adalah membentuk lingkungan keluarga ibarat sekolah, jadi orang tua harus mendukung anak - anak sebagai siswa. Jika dia membuat kesalahan, maka orang tua harus Orang tua juga harus mengajar dan mendidik anak agar menjadi anak yang baik dan berpotensi (Suciati, 2. Keterlibatan kedua yaitu communication . Tujuan dari keterlibatan ini adalah merancang bentuk komunikasi yang efektif dari sekolah ke rumah dan komunikasi dari rumah ke sekolah sehingga mengetahui program sekolah dan kemajuan anak-anak Selanjutnya, tujuan dari volunteering . adalah mengatur bantuan dan dukungan orang tua. Keterlibatan learning at home . elajar di ruma. memiliki tujuan memberikan informasi dan gagasan kepada keluarga tentang bagaimana caranya membantu anak belajar di rumah, yaitu bagaimana caranya membuat rencana kegiatan. AL YAZIDIY VOLUME 6. NO. OKTOBER 2024 Peran Komunikasi Orang Tua Dalam Meningkatkan Kecerdasan Bahasa Anak Di RA Raiyatul Husnan Kec. Wringin Kab. Bondowoso mengaplikasikan dan mengevaluasi. Dalam decision making . engambilan keputusa. , orang tua harus ikut serta atau terlibat dalam keputusan sekolah, pengembangan pemimpin dan perwakilan orang tua. Dan yang terakhir adalah collaborating with the community . olaborasi dengan keluarga/masyaraka. Dalam poin terakhir ini, orang tua harus mengidentifikasi dan mengintegrasikan sumber daya dan layanan dari masyarakat untuk memperkuat program sekolah, praktik keluarga, pembelajaran serta pengembangan siswa (Suciati, 2. METODE PENELITIAN Pendekatan penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah kualitatif. Penelitian kualitatif yaitu mengkaji objek -objek yang mengungkapkan fenomena yang ada secara kontekstual melalui pengumpulan data yang diperoleh menurut Boqdan dan Taylor dalam buku lexy J. Moleong . mendefisinikan metode penelitian kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif dalam bentuk tertulis atau lisan orang dan perilaku yang dapat di amati. Metode ini peneliti diharapkan mampu memperoleh data yang akurat dan lengkap berdasarkan fakta -fakta yang ada di lapangan dan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi lalu dari hasil tersebut maka peneliti melakukan analisis data. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang berdasarkan kejadian atau peristiwa yang benar-benar terjadi di suatu tempat yang diteliti. Oleh karena itu peneliti melakukan penelitian di RA RaAoiyatul Husnan Wringin Bondowoso tentang Peran komunikasi orang tua sangat berperan dalam Meningkatkan Kecerdasan Bahasa Anak. Data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Peneliti menggunakan teknik wawancara jenis wawancara terbuka dan semi terstruktur. Kemudian observasi dilakukan dengan jenis observasi partisipan. Sedangkan dokumentasi digunakan untuk mendapatkan data-data yang bersumber dari dokumendokumen yang memiliki keterkaitan dengan tujuan penelitian (Sugiyono, 2. Data yang telah terkumpul diuji keabsahannya dengan teknik triangulasi sumber data. Kemudian data yang telah dinyatakan valid dianalisis menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman (Miles & Saldana, 2. AL YAZIDIY VOLUME 6. NO. OKTOBER 2024 P-ISSN: 2964-6472 . E-ISSN: 2961-7278. Hal 25-35 HASIL DAN PEMBAHASAN Era digital merupakan masa dimana semua kegiatan menggunakan bantuan teknologi penggunaan terhadap media digital,penggunaan terhadap media digital serta tekhnologi tidak hanya memberikan dampak positif tetapi akan memberikan dampak negatif baik kepada anak-anak maupun remaja jika dalam penggunaanya di lakukan secara berlebihan dan tidak ada pengendalian. kehidupan di era digital tidak terlepas dengan yang namanya gadget, dampak negatif dari gadget adalah bisa menghambat kecerdasan bahasa dan sosialnya anak karena kurangnya komunikasi orang tua dengan anak karena di sibukkan oleh gadgetnya dan merupakan sebuah tantangan bagi orang tua dalam menyikapinya supaya tetap berada dalam porsinya daalm penggunaan tekhnologi seperti gadget (Pramita, 2. Faktanya adalah orang tua zaman modern seperti sekarang sangat bergantung pada gadget dan internet, jadi dengan adanya internet dan teknologi yang sangat canggih apabila orang tua tidak bisa mengkondisikannya, maka akan bisa berpengaruh terhadap kecerdasan bahasa anaknya karena kurangnya peran komunikasi orang tua dengan anak. Dari hasil wawancara dan observasi peneliti, peran orang tua/ wali murid RA RaAoiyatul Husnan Wringin Bondowoso dalam membantu meningkatkan kemampuan bahasa menerapkan beberapa strategi, diantaranya adalah: Komunikasi Verbal Orang tua/ wali murid RA RaAoiyatul Husnan Wringin Bondowoso menggunakan komunikasi verbal dalam meningkatkan bahasa anak. Dalam kegiatan sehari-hari orangtua mendorong anak untuk berbicara, orang tua mengajak berbicara pada anak secara rutin, menerangkan situasi atau kegiatan-kegiatan pada anak di setiap Anak-anak RA RaAoiyatul Husnan Wringin Bondowoso yang terlibat dalam percakapan sehari-hari dengan orang tua menunjukkan perkembangan bahasa yang lebih cepat dan lebih baik dibandingkan dengan anak-anak yang kurang mendapatkan stimulus verbal. Menggunakan Kosakata yang bervariasi Orang tua/ wali murid RA RaAoiyatul Husnan Wringin Bondowoso secara konsisten menggunakan kosakata yang variatif dan memperkenalkan kata-kata baru dalam AL YAZIDIY VOLUME 6. NO. OKTOBER 2024 Peran Komunikasi Orang Tua Dalam Meningkatkan Kecerdasan Bahasa Anak Di RA Raiyatul Husnan Kec. Wringin Kab. Bondowoso konteks yang berbeda. Dengan mengenalkan kosakata yang variatif menjadikan pemahaman anak terhadap bahasa dan struktur kalimat yang lebih kompleks. Orang tua yang secara aktif menjelaskan arti kata baru dan bagaimana kata tersebut digunakan dalam kalimat memberikan kontribusi besar terhadap pengembangan bahasa anak RA RaAoiyatul Husnan Wringin Bondowoso dibandingkan dengan orang tua yang tidak mengenalkan kosakata yang bervariatif. Literasi Membaca dan Diskusi Beberapa orang tua/ wali murid RA RaAoiyatul Husnan Wringin Bondowoso mendampingii anak dalam kegiatan membaca buku bersama-sama dan berdiskusi tentang isi buku serta topik-topik lain yang menarik bagi anak. Biasanya kegiatan ini dilakukan oleh orang tua/ wali murid RA RaAoiyatul Husnan Wringin Bondowoso pada waktu libur sekolah atau setiap malam. Dari kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan anak pada kosakata baru, tetapi juga membantu anak dalam memahami struktur bahasa dan meningkatkan keterampilan mendengarkan. Diskusi yang dilakukan setelah membaca buku atau melakukan aktivitas lain memberikan kesempatan kepada anak untuk mengungkapkan pemikirannya dan belajar menggunakan bahasa dalam konteks sosial. Games Bahasa Beberapa Orang tua/ wali murid RA RaAoiyatul Husnan Wringin Bondowoso menggunakan permainan yang melibatkan bahasa, seperti permainan kata, tebaktebakan, dan cerita bergambar. Dimana menjadikan anak lebih termotivasi untuk terlibat dan berlatih keterampilan bahasa. Dukungan Emosional Bagi siswa yang mendapatkan dukungan emosional yang positif dari orangtuanya menunjukkan peningkatan kemampuan berbahasanya. Orang tua/ wali murid RA RaAoiyatul Husnan Wringin Bondowoso memberikan pujian dan dorongan saat anak menggunakan bahasa dengan benar. Orang tua/ wali murid RA RaAoiyatul Husnan Wringin Bondowoso berperan dalam meningkatkan kepercayaan diri anak dalam Dukungan emosional dan motivasi dari orang tua orang tua/ wali murid RA RaAoiyatul Husnan Wringin Bondowoso dinayatakan bahwa dapat membantu anak RA RaAoiyatul Husnan Wringin Bondowoso merasa lebih nyaman dan terdorong untuk berbicara dan belajar bahasa. AL YAZIDIY VOLUME 6. NO. OKTOBER 2024 P-ISSN: 2964-6472 . E-ISSN: 2961-7278. Hal 25-35 Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak RA RaAoiyatul Husnan Wringin Bondowoso terlibat dalam komunikasi rutin dengan orang tua. Bagi anak-anak RA RaAoiyatul Husnan Wringin Bondowoso yang terlibat memiliki perkembangan bahasa yang lebih baik dibandingkan dengan anak-anak yang jarang terlibat dalam percakapan. Anak-anak RA RaAoiyatul Husnan Wringin Bondowoso mampu berbicara secara teratur dan menunjukkan kemampuan bahasa yang lebih maju, termasuk dalam hal kosakata, pemahaman, dan keterampilan berbicara. Hasil peneltian menunjukkan bahwa orang tua/ wali murid RA RaAoiyatul Husnan Wringin Bondowoso menerapkan strategi komunikasi yang efektif. Beberapa orang tua/ wali murid RA RaAoiyatul Husnan Wringin Bondowoso secara aktif menggunakan berbagai metode untuk merangsang perkembangan bahasa anak, namun juga ada beberapa orangtua yang kurang terampil dalam menerapkan teknik komunikasi yang Perkembangan bahasa anak merupakan proses kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berinteraksi. Memahami faktor-faktor ini penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan bahasa anak secara optimal. Adapun faktor yang mempengaruhi dari perkembangan bahasa anak yakni sebagaimana dijelaskan dalam paragraf di bawah ini, hal ini sesuai dengan penelitainnya Yusuf yang menyebutkan ada empat faktor yang memepengaruhi perkembangan bahasa anak. Adapun faktor yang mempengaruhi perkembngan abhasa anak di RA RaAoiyatul Husnan Wringin Bondowoso adalah: Faktor Kesehatan Kesehatan dan perkembangan otak anak mempengaruhi kemampuan bahasa. Gangguan perkembangan otak atau masalah kesehatan yang terjadi di RA RaAoiyatul Husnan Wringin Bondowoso salah satunya adalah gangguan Lingkungan Keluarga Orang tua RA RaAoiyatul Husnan Wringin Bondowoso sering melakukan interaksi dengan anak. Anak-anak RA RaAoiyatul Husnan Wringin Bondowoso yang terlibat dalam percakapan yang aktif dan mendapatkan paparan bahasa yang kaya. Interaksi Sosial AL YAZIDIY VOLUME 6. NO. OKTOBER 2024 Peran Komunikasi Orang Tua Dalam Meningkatkan Kecerdasan Bahasa Anak Di RA Raiyatul Husnan Kec. Wringin Kab. Bondowoso Anak RA RaAoiyatul Husnan Wringin Bondowoso mendapatkan pengalaman sosial yang beragam, seperti berpartisipasi dalam kegiatan kelompok, kunjungan ke tempat-tempat umum, dan keterlibatan dalam berbagai aktivitas Metode Pengajaran Metode pengajaran yang digunakan oleh guru RA RaAoiyatul Husnan Wringin Bondowoso antara lain adalah metode pengajaran berbasis permainan, teknik bertanya terbuka, dan aktivitas berbasis bahasa. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwasanya Peran Komunikasi Orang Tua Dalam Meningkatkan Kecerdasan Bahasa Anak Di RA Raiyatul Husnan Kec. Wringin Kab. Bondowoso diterapkan melalui serangkaian strategi yakni Komunikasi Verbal. Menggunakan Kosakata yang bervariasi. Literasi Membaca dan Diskusi.