https://jurnal. id/index. php/pustakamitra DOI : https://doi. org/10. 55382/jurnalpustakamitra. Vol. No. E ISSN : 2808-2885 Peningkatan Kemampuan Teknik Tari Condong lewat Loka Karya kepada Mahasiswa di Lingkungan Program Studi Pendidikan Seni Tari. Universitas Negeri Jakarta Ni Ketut Santi Sukma Melati1. Rines Onyxi Tampubolon2. Endik Guntaris3. Ratu Sekar Kumala Gayatri4. Nazla Fahira Gunawan5 Program Studi Pendidikan Tari. FBS. Universitas Negeri Jakarta sukma@unj. Abstract A workshop in the context of dance refers to a practical training and in depth learning activity that involves direct interaction between participants and experts or practitioners in the field. The primary objective is to enhance technical skills, artistic sensitivity, and understanding of a particular dance form through hands-on practice and discussion. The lack of direct access to authentic practice and field experience has limited studentsAo comprehension of the aesthetic and philosophical values embedded in the Tari Condong (Condong Danc. an essential component of Balinese dance tradition. Condong dance possesses distinctive movements and expressions that require intensive learning to be properly understood and accurately applied. The diversity of movement patterns in Tari Condong demands that dancers master precise technical execution. Beyond being one of BaliAos iconic dances. Tari Condong also serves as the fundamental reference for female Balinese dance forms, as nearly all basic movements of Balinese womenAos dances are contained within it. Consequently, every dancer is required to complete training in Tari Condong techniques before progressing to other Balinese dance genres such as tari kekebyaran or tari palegongan. The main challenges faced by students include insufficient understanding of basic techniques and limited opportunities for direct practice under expert supervision. This community service activity employed, with the workshop implementation serving as the primary strategy. The activity involved dance practitioners as both resource persons and main instructors. The results of the workshop demonstrated a significant improvement in studentsAo technical abilities, particularly in movement precision, expression, and comprehension of choreographic structure. In conclusion, the workshop proved to be an effective alternative learning medium that optimally supports the development of technical proficiency in traditional dance. Keywords: Dance art. Condong dance, technique of dance, workshop. Abstrak Loka karya dalam konteks seni tari berarti sebuah kegiatan pelatihan praktis dan pembelajaran mendalam yang melibatkan interaksi langsung antara peserta dengan para ahli atau praktisi seni. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan teknis, penghayatan, serta pemahaman terhadap seni tari tertentu melalui praktik langsung dan diskusi. Kurangnya akses langsung terhadap praktik dan pengalaman lapangan yang autentik membuat pemahaman mahasiswa terhadap nilai estetika dan filosofi tari Condong menjadi kurang optimal. Tari Condong yang merupakan bagian penting dari tradisi tari Bali ini juga memiliki ciri khas gerak dan ekspresi yang sangat spesifik, yang memerlukan pembelajaran intensif agar dapat dipahami dan diaplikasikan dengan Keberagaman pola gerak yang terdapat pada tari condong menuntut seorang penari harus mampu melakukan tekniknya dengan tepat. Tidak hanya menjadi salah satu tarian iconic, tari Condong juga menjadi patokan tari dasar putri karena hampir seluruh gerak tari bali putri terangkum dalam tari Condong. Hal ini menyebabkan setiap penari wajib menuntaskan pemebelajaran mengenai teknik dari tari Condong sebelum berpindah pada tari Bali yang lain seperti tari kekebyaran maupun tari palegongan. Permasalahan yang dihadapi Submitted : 30-20-2025 | Reviewed : 11-11-2025 | Accepted : 28-11-2025 Ni Ketut Santi Sukma Melati1. Rines Onyxi Tampubolon2. Endik Guntaris3. Ratu Sekar Kumala Gayatri4. Nazla Fahira Gunawan5 Jurnal Pustaka Mitra Vol . 5 No. 494 Ae 500 mahasiswa antara lain kurangnya pemahaman mendalam terhadap teknik dasar, serta keterbatasan praktik langsung dengan pengajar ahli. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pelaksanaan loka karya sebagai strategi utama. Kegiatan ini melibatkan praktisi tari sebagai narasumber dan pelatih utama. Hasil dari loka karya menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan teknik mahasiswa, baik dari segi ketepatan gerak, ekspresi, maupun pemahaman terhadap struktur tari. Kesimpulannya, loka karya terbukti efektif sebagai sarana alternatif pembelajaran yang mampu mendukung pengembangan kemampuan teknis tari tradisional secara optimal. Setelah lokakarya diselenggarakan, 80% mahasiswa menunjukkan peningkatan presisi teknis dan ekspresifitas dalam pendalaman tari Condong serta telah mampu mengaplikasikan pengalamannya di masyarakat seperti sanggar tari maupun sekolah. Kata kunci: Loka karya, seni tari, tari Condong, teknik tari. A 2025 Author Creative Commons Attribution 4. 0 International License Pendahuluan Pembelajaran teknik dasar tari merupakan fondasi utama dalam pendidikan seni tari. Teknik dasar tari mencakup penguasaan gerak, postur, kelenturan, ritme, serta penghayatan yang menjadi dasar bagi koreografi dan ekspresi seni secara keseluruhan. Penguasaan teknik dasar yang baik sangat penting agar seorang penari dapat menampilkan karya yang estetis, harmonis, dan sesuai dengan karakteristik jenis tari yang dipelajari. Namun, dalam proses pembelajaran di lingkungan akademik, seringkali mendapatkan pengalaman praktik yang intensif dan bimbingan langsung dari para ahli atau praktisi Keterbatasan yang dimaksud muncul dari berbagai aspek, seperti terbatasnya jadwal belajar, terbatasnya komunikasi antar mahasiswa dengan tenaga pengajar, serta terbenturnya kegiatan mahasiswa dalam menyeimbangkan seluruh jadwal pembelajaran dari seluruh mata kuliah yang menyebabkan fokus mahasiswa menjadi terbagi. Seperti yang disampaiakn oleh Mulyani pada artikelnya yaitu AuPelatihan tari Nusantara menunjukkan bahwa proses latihan memberikan dukungan dan pengetahuan kepada pencipta gerak untuk mempertahankan karakteristik khas tiap individu sambil mengeksplorasi kreativitas. Ay . , . , . Selain permasalahan di atas, pembelajaran teknik Tari Condong di lingkungan Program Studi Pendidikan Seni Tari. Universitas Negeri Jakarta juga menghadapi berbagai tantangan yang perlu dianalisis secara menyeluruh. Secara geografis, mahasiswa berasal dari berbagai daerah dengan latar belakang budaya yang beragam, yang memengaruhi tingkat pemahaman dan kedekatan mereka terhadap tari tradisional Bali, khususnya Tari Condong. Tari Condong merupakan salah satu tari klasik Bali yang berasal dari lingkungan keraton di Bali pada abad Tari Condong sendiri merupakan tari klasik yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi dalam teknik gerak, ritme, ekspresi wajah, serta penguasaan struktur dan nilai filosofis. Tari ini muncul sebagai bagian dari struktur pembuka dalam pertunjukan tari Legong, dan berfungsi untuk memperkenalkan karakter dan suasana cerita yang akan dibawakan oleh penari legong. Nama "Condong" sendiri merujuk pada peran karakter pembantu atau abdi raja, yang dalam konteks pementasan tradisional Bali, sering digambarkan sebagai sosok perempuan muda yang cekatan, dinamis, dan penuh tata krama. Tari ini kerap ditarikan oleh satu orang penari perempuan, dan biasanya penari tersebut adalah penari yang memiliki postur tubuh lebih kecil dari postur tubuh penari Legong . , . , . Pembelajaran tari condong pada sebuah instansi akademisi adalah untuk mendukung progres dalam pembelajaran terhadap tari Bali. Mengingat tari Condong merupakan tari dasar putri yang setiap struktur geraknya manjadi acuan dalam pembelajaran tari bali putri. Penyelenggaraan pelatihan tari memiliki peran penting dalam pembinaan kemampuan teknis dan penghayatan estetik penari. Menurut Soedarsono . , pelatihan tari merupakan proses pembelajaran yang menekankan pemahaman nilai budaya. Dengan pemahaman serta penerimaan teknik tari Condong yang benar diharapakan mahasiswa lebih mampu menerima setiap materi tari bali yang diberikan. Kendatipun, sebagian besar mahasiswa belum memiliki pengalaman yang cukup dalam menari tari klasik Bali, mengingat fokus pembelajaran sebelumnya cenderung lebih umum pada tari daerah lain atau tari Pada pembelajaran pengetahuan tari repertoar yaitu tari Condong yang pernah diikuti oleh mahasiswa, memiliki hasil yang kurang maksimal. Terlihat dari kemampuan mahasiswa yang tidak mampu mendeskripsikan setiap ragam gerak dari tari Condong. Kemudian mahasiswa tidak mampu memilah setiap frase gerak pada tari Condong. Jika tidak disikapi maka akan berdampak kepada Submitted : 30-20-2025 | Reviewed : 11-11-2025 | Accepted : 28-11-2025 Ni Ketut Santi Sukma Melati1. Rines Onyxi Tampubolon2. Endik Guntaris3. Ratu Sekar Kumala Gayatri4. Nazla Fahira Gunawan5 Jurnal Pustaka Mitra Vol . 5 No. 494 Ae 500 dimasyarakat maupun siswa di sanggar. Mahasiswa yang dilibatkan kurang lebih berjumlah 20 orang, yaitu 10 orang dari semester lima . ahasiswa yang pernah mengikuti kelas tari Bal. , serta 10 orang mahasiswa baru yang akan menempuh mata kuliah tari Bali. Permasalahan utama dalam pembelajaran teknik Tari Condong antara lain: Minimnya akses terhadap sumber belajar otentik, seperti guru atau pelatih tari yang ahli dalam bidang tari Bali klasik. Terbatasnya waktu praktik langsung, sehingga mahasiswa belum dapat menguasai teknik secara optimal. Keterbatasan media pembelajaran, seperti dokumentasi gerakan yang memadai, video pembelajaran berkualitas, atau buku panduan Perbedaan tingkat dasar kemampuan menari kesenjangan dalam proses pembelajaran. Kurangnya pemahaman konteks budaya dari Tari Condong sebagai bagian dari salah satu tari kerajaan dan tradisi masyarakat Bali. Serta minimnya kebersinggungan mahasiswa dengan budaya asli, yang mempengaruhi daya tangkap serta olah rasa dari setiap penari. Situasi ini menunjukkan perlunya strategi pembelajaran alternatif yang lebih intensif dan interaktif, seperti pelaksanaan loka karya. Melalui pendekatan ini, mahasiswa dapat belajar langsung dari praktisi atau maestro tari yang berkompeten, serta memperoleh pengalaman praktik yang lebih mendalam dan terarah. Penyelenggaraan loka karya juga menjadikan mahasiswa lebih leluasa untuk menditail setiap frase gerak yang sekiranya perlu dipertegas kejelasannya. Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknik tari Condong mahasiswa melalui pelatihan intensif berbasis loka karya. mengenai tujuan, manfaat, dan rencana kegiatan pelatihan tari Condong. Pertemuan ini akan berlangsung interaktif dan memeberikan peluang tanya jawab secara bebas, untuk menjamin pemahaman mahasiswa mengenai tari Condong serta kejelasan dari tujuan dilaksanakannya kegiatan Sosialisasi dilakukan melalui pertemuan formal dengan menggunakan presentasi, diskusi interaktif, dan pemberian materi pengantar. Selain mengidentifikasi kebutuhan spesifik mitra, seperti tantangan yang dihadapi guru dalam mengajar. Hasil dari sosialisasi akan menjadi dasar dalam merancang pelatihan agar sesuai dengan kebutuhan Kegiatan dilakukan melalui pertemuan awal atau forum sosialisasi. Mahasiswa diberi penjelasan mengenai pentingnya tari Condong sebagai warisan budaya Bali serta relevansinya dalam pengembangan kompetensi tari. Pada tahap ini, juga dilakukan penyampaian jadwal, teknis pelatihan, dan pembagian kelompok peserta. Pada kegiatan ini dilakukan juga sesi tanya jawab serta berbagi pengalaman anatara perserta yang kemudian disimpulkam oleh Aktifitas ini diharapkan mampu menggali informasi dari peserta mengenai sejauh mana pengetahuannya tentang cari Metode Pengabdian Masyarakat Metode Tahapan Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat mengenai pelatihan Peningkatan Kemampuan Teknik Tari Condong Lewat Loka Karya Kepada Mahasiswa di Lingkungan Program Studi Pendidikan Tari. Universitas Negeri Jakarta akan dilaksanakan melalui empat tahapan utama, yaitu sosialisasi, pelatihan, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Setiap tahapan dirancang untuk memastikan efektivitas pelaksanaan program dan tercapainya tujuan pengabdian . 1 Sosialisasi Tahap pertama berupa penyampaian informasi kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Tari Gambar 1. Kegiatan Sosialisasi loka karya tari Condong 2 Pelatihan Tahapan kedua akan dilanjutkan ke kegiatan inti berupa lokakarya pelatihan teknik dasar gerak tari Condong. Tahap ini mahasiswa akan dihimbau menggunakan kain, sesuai dengan tatanan berkain pada tari condong untuk mendukung bonding yang dirasakan saat bergerak. Submitted : 30-20-2025 | Reviewed : 11-11-2025 | Accepted : 28-11-2025 Ni Ketut Santi Sukma Melati1. Rines Onyxi Tampubolon2. Endik Guntaris3. Ratu Sekar Kumala Gayatri4. Nazla Fahira Gunawan5 Jurnal Pustaka Mitra Vol . 5 No. 494 Ae 500 Materi mencakup pengenalan gerak dasar, karakteristik, serta filosofi tari Condong. Materi gerak akan diberikan secara bertahap sesuai struktur pertunjukan dari tari Condong. Peserta mendapat pembelajaran langsung dari narasumber atau pelatih tari berpengalaman. Proses pelatihan dilakukan secara bertahap, mulai dari teknik dasar, penguasaan gerak, hingga penghayatan ekspresi tari. Pelatihan berlangsung dalam bentuk workshop interaktif, di mana peserta dapat langsung mempraktikkan setiap gerak dasar yang diajarkan dengan pengawasan serta bimbingan dari tim Kegiatan akan dilakukan dalam sebuah ruangan studio yang dilengkapi dengan fasilitas pendukung kegiatan praktek, seperti kaca, pengeras suara, serta ukuran ruangan yang luas. 3 Pendampingan dan Evaluasi Tahap berikutnya adalah pendampingan intensif dan evaluasi kemampuan mahasiswa. pada tahap ini perserta akan dicoba untuk mendemonstrasikan tari Condong secara untuh dengan tetap memantau ketepatan Gerakan yang dilakukan oleh pereserta. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk menilai perkembangan keterampilan, baik dari segi teknik, ekspresi, maupun pemahaman makna tari. Dengan memberikan kesempatan kepada peserta untuk menguji hasil dari pelatihannya, peneliti mampu menganalisis apabila terdapat kekeliruan dalam metode pelatihan yang dilakukan, dan pada tahap ini juga pelatih dapat melanjutkan ke tahap pemantapan gerak kepada peserta yang masih keliru dalam tekniknya, sehingga penyerapan materi bisa terjadi secara maksimal. Mengingat hasil evaluasi menjadi dasar perbaikan dan penguatan kompetensi terhadap peserta dalam hal ini adalah mahasiswa Pendidikan Universitas Negeri Jakarta. Melalui pendampingan, mahasiswa didorong untuk lebih percaya diri dalam menampilkan tari Condong sesuai dengan pakemnya . 4 Keberlanjutan Program Tahap terakhir adalah keberlanjutan program. Program pelatihan ini tidak berhenti hanya pada kegiatan lokakarya, tetapi diarahkan untuk memberi dampak jangka panjang. Mahasiswa diharapkan mampu menularkan ilmu yang telah diperoleh kepada rekan sejawat maupun masyarakat melalui Keberlanjutan mengintegrasikan materi tari Condong dalam kegiatan perkuliahan praktik tari, sehingga mahasiswa tidak hanya belajar tetapi juga berkontribusi dalam upaya pelestarian budaya Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini tidak hanya meningkatkan kompetensi mahasiswa, tetapi juga memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjaga dan mengembangkan seni tari Keberlanjutan pelatihan tari Condong tidak hanya terbatas pada ruang lingkup kampus, tetapi juga mengimplementasikan hasil pelatihan di luar Hal ini bertujuan untuk memperluas dampak kegiatan, sekaligus menumbuhkan peran mahasiswa sebagai agen pelestari budaya di Beberapa bentuk keberlanjutan yang dapat diterapkan mahasiswa antara lain: Mengajar di Sanggar Tari atau Komunitas Seni Mahasiswa yang telah mengikuti pelatihan dapat membagikan keterampilan tari Condong kepada anak-anak atau remaja di sanggar tari maupun komunitas seni di lingkungan tempat Hal memperluas akses masyarakat dalam mengenal dan melestarikan tari tradisional Bali. Kegiatan Ekstrakurikuler Sekolah Mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PPL) atau kegiatan magang di sekolah dapat mengajarkan tari Condong sebagai materi tambahan dalam ekstrakurikuler seni tari. Dengan demikian, siswa di sekolah turut mendapatkan manfaat dari program pelatihan ini. Kolaborasi dengan Kegiatan Budaya Daerah Mahasiswa dapat berpartisipasi dalam acara kebudayaan daerah, festival seni, maupun menampilkan tari Condong. Hal ini akan memperkenalkan kembali seni tari klasik kepada masyarakat luas serta meningkatkan apresiasi budaya. Workshop Mandiri Kelompok Mahasiswa dapat menyelenggarakan workshop mandiri di luar kampus, baik secara individu masyarakat umum. Dengan demikian, pelatihan tari Condong dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat. Pemanfaatan Media Digital Di era digital, mahasiswa dapat membuat konten pembelajaran tari Condong dalam bentuk video tutorial, kelas daring, atau media Strategi ini tidak hanya memperluas jangkauan audiens tetapi juga menjadi cara efektif untuk melestarikan tari Condong di era Melalui bentuk-bentuk keberlanjutan tersebut, mahasiswa tidak hanya menjadi penerima manfaat dari pelatihan, tetapi juga berperan aktif sebagai pendidik, kreator, dan pelestari seni tari tradisional. Dengan demikian, pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan tari Condong memiliki dampak berkelanjutan yang nyata baik di dalam maupun di luar lingkungan kampus. Submitted : 30-20-2025 | Reviewed : 11-11-2025 | Accepted : 28-11-2025 Ni Ketut Santi Sukma Melati1. Rines Onyxi Tampubolon2. Endik Guntaris3. Ratu Sekar Kumala Gayatri4. Nazla Fahira Gunawan5 Jurnal Pustaka Mitra Vol . 5 No. 494 Ae 500 Hasil dan Pembahasan Pelatihan tari adalah suatu proses terencana untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan pemahaman penari melalui kegiatan belajar gerak, teknik, ekspresi, serta pemaknaan terhadap sebuah Pelatihan tidak sekadar mengajarkan rangkaian gerak, tetapi juga melatih kesadaran tubuh, penguasaan tenaga . , keselarasan dengan musik, serta penghayatan nilai estetis dan filosofis yang terkandung dalam tari. Pelaksanaan loka karya Tari Condong di lingkungan Program Studi Pendidikan Tari menjadi salah satu strategi efektif dalam meningkatkan keterampilan mahasiswa, khususnya pada aspek teknik gerak. Tari Condong, sebagai salah satu tari klasik Bali yang memiliki tingkat kerumitan tinggi dalam penguasaan agem, tandang, tangkis, serta ekspresi wajah, membutuhkan latihan intensif yang terstruktur. Melalui kegiatan loka karya, mahasiswa tidak hanya berlatih menghafal rangkaian gerak, tetapi juga diarahkan untuk memahami esensi teknik tari secara mengalami peningkatan yang signifikan, baik dari segi presisi gerak, keluwesan, maupun penghayatan estetis . Dengan demikian, kegiatan loka karya Tari Condong di lingkungan Program Studi Pendidikan Tari tidak hanya berfungsi sebagai wahana latihan, tetapi juga sebagai sarana pendidikan artistik dan pembentukan disiplin tubuh Hal ini menjadikan loka karya sebagai metode pembelajaran yang mampu melahirkan calon pendidik tari maupun penari yang kompeten, memahami nilai tradisi, dan siap mewariskan seni tari klasik Bali kepada generasi berikutnya. Tabel 1. Hasil capaian peserta Loka Karya Tari Condong Aspek Kemampuan Sebelum Loka Karya Sesudah Loka Karya Peserta Peserta masih terbatas Pemahaman Gerak Dasar Tari mempraktikkan gerak rangkaian gerak dasar Condong dasar dengan lebih dan tekniknya. tepat dan runtut. Kualitas teknik tubuh Teknik Kualitas Teknik meningkat, postur lebih Tubuh . ody stabil, fleksibilitas dan ketidaktepatan posisi menjadi lebih baik. Penghayatan karakter Peserta Condong Ekspresi menampilkan ekspresi Penghayatan dan karakter Condong sesuai estetika tari Bali. dengan gerakan. Gambar 2. Foto Bersama dengan Peserta Loka Karya Dalam proses loka karya, pengajar atau narasumber memberikan penekanan pada beberapa hal pokok. Pertama, ketepatan agem dan sikap tubuh agar postur penari sesuai dengan pakem tradisi Tari Condong. Kedua, penguasaan koordinasi gerak dan irama gamelan, sehingga mahasiswa mampu menari dengan ritme yang selaras. Ketiga, pengendalian tenaga dan pernapasan . gunda bay. , agar gerakan tidak hanya indah tetapi juga konsisten dan tidak menguras stamina. Selain itu, aspek ekspresi wajah . turut dilatihkan, karena menjadi ciri utama yang menonjolkan karakter kelembutan dan keanggunan Tari Condong. Loka karya ini juga mendorong mahasiswa untuk lebih aktif dalam mengeksplorasi kesadaran tubuh. Melalui praktik berulang, evaluasi langsung, serta diskusi reflektif, mahasiswa dapat mengidentifikasi kelemahan teknis mereka dan memperbaikinya secara bertahap. Hasilnya, keterampilan teknis mahasiswa dalam menguasai Tari Condong Ketepatan Kesulitan Ketepatan Irama menyesuaikan tempo mampu menyelaraskan dan Tempo gerak dengan musik secara konsisten. Meningkatnya Disiplin Latihan Motivasi dan kedisiplinan. Sikap kedisiplinan latihan serta sikap apresiatif Berkesenian belum optimal. terhadap nilai-nilai seni Peserta Kemampuan Peserta mudah lupa mengingat dan menari Menghafal urutan gerak, masih rangkaian lengkap Tari Rangkaian Gerak membutuhkan contoh Condong . emori gera. dari pelatih. Peserta Belum konteks budaya, makna Pemahaman Nilai makna, fungsi, dan simbolik, dan filosofi Filosofis Tari filosofi Tari Condong yang melandasi Tari secara mendalam. Condong. Submitted : 30-20-2025 | Reviewed : 11-11-2025 | Accepted : 28-11-2025 Ni Ketut Santi Sukma Melati1. Rines Onyxi Tampubolon2. Endik Guntaris3. Ratu Sekar Kumala Gayatri4. Nazla Fahira Gunawan5 Jurnal Pustaka Mitra Vol . 5 No. 494 Ae 500 Kesimpulan Gambar 3. Proses pelatihan Tari Condong Untuk mempermudah penyerapan materi gerak yang ditawarkan, narasumber membagi materi menjadi beberapa frase gerak yaitu . Bagian mungkah lawing, yaitu bagian awal dari struktur atau frase gerak dari tari Condong. Narasumber memaparkan step per step gerak agar mampu diterima dengan jelas oleh peserta. Bagian kedua adalah kidang rebut muring, bagian ini merupakan bagin yang memerlukan kecekatan, tenaga, serta penghayatan dari penari condong. Peserta diajarkan secara pencarian setiap motif untuk mempermudah Bagian ketiga adalah ngepik dan lasan megat yeh, bagian ini peseta akan difokuskan terlebih dahulu pada bagian gerak kaki. Hal ini disebabkan pada bagian ini gerakan lebih menekankan pada pergerakan kaki serta dinamika dari tempo iringan. Ketiga tahapan pelatihan di atas sekiranya dapat dijadikan metode pembelajaran juga Ketika peserta akan mempelajari tarian repertoar dari darah lain. Karena dengan pembagian setiap frase gerak yang dibarengi juga dengan pemahaman setiap makna yang terkandung pada gerak tersebut, peserta tidak hanyamampu melakukan tetapi mampu menghayati setiap tarian yang mereka lakukan. Disetiap kegiatan narasumber selalu memberikan peluang diskusi secara aktif berupa tanya jawab untuk menghadirkan pelatihan atau loka karya yang aktif dan interaktif. Pelatihan peningkatan kemampuan teknik tari Condong melalui lokakarya kepada mahasiswa di lingkungan Program Studi Pendidikan Tari. Universitas Negeri Jakarta, dirancang dengan Ilmu Pengetahuan. Teknologi, dan Seni (IPTEKS) secara terpadu. Dari aspek ilmu pengetahuan, mahasiswa dibekali pemahaman teoritis mengenai latar belakang historis, fungsi, dan nilai filosofis tari Condong sebagai salah satu bentuk tari klasik Bali. Pengetahuan ini mencakup pengenalan struktur gerak, pakem tari, serta makna simbolik dari setiap ragam gerakan. Dengan pemahaman tersebut, mahasiswa tidak hanya berlatih secara teknis, tetapi juga memiliki wawasan yang mendalam tentang posisi tari Condong dalam tradisi budaya Bali. Dari aspek teknologi, pelatihan ini memanfaatkan media digital dan perangkat audio-visual untuk mendukung proses pembelajaran. Rekaman video tari Condong digunakan sebagai bahan analisis gerak, sementara dokumentasi latihan melalui kamera membantu mahasiswa melakukan refleksi atas perkembangan Selain itu, teknologi digital juga dimanfaatkan untuk publikasi hasil karya, misalnya melalui media sosial atau platform pembelajaran daring, sehingga pelestarian tari Condong dapat menjangkau audiens yang lebih luas. Sementara itu, aspek seni menjadi inti dari pelatihan ini. Mahasiswa berlatih secara langsung teknik tari Condong, meliputi penguasaan wiraga . erak tubu. , wirama . , dan wirasa . Latihan intensif difokuskan pada pembentukan ekspresi artistik yang sesuai dengan karakter tari Condong. Selain teknik gerak, mahasiswa juga diperkenalkan pada aspek estetika pertunjukan, seperti tata rias, kostum, dan tata panggung, agar mereka memahami tari Condong sebagai sebuah kesatuan seni pertunjukan. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan menari mahasiswa, tetapi juga membentuk pemahaman komprehensif mengenai tari Condong. Integrasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni pembelajaran yang mendukung penguasaan teknik, pengembangan kreativitas, serta pelestarian seni budaya Bali secara berkelanjutan. Daftar Rujukan Gambar 4. Contoh kostum dan tari Legong Bandem. I Made dan Marlowe Makaradhwaja. Kaja dan Kelod Tarian Bali dalam Transisi. Jogjakarta. Institut Seni Jogjakarta. Dibia. I Wayan. Selayang Pandang. Seni Pertunjukan Bali. Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia Dibia. I Wayan. Puspasari seni Tari Bali. Institut Seni Indonesia Denpasar: UPT Penerbit Institut Seni Indonesia Denpasar. Submitted : 30-20-2025 | Reviewed : 11-11-2025 | Accepted : 28-11-2025 Ni Ketut Santi Sukma Melati1. Rines Onyxi Tampubolon2. Endik Guntaris3. Ratu Sekar Kumala Gayatri4. Nazla Fahira Gunawan5 Jurnal Pustaka Mitra Vol . 5 No. 494 Ae 500 Rota. I Ketut . AuPengantar Dasar Beberapa Tari BaliAy. Denpasar: Proyek Akademi Kesenian Bali . Sugiyono, 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung : ALFABETA, cv Yudabakti. I Made dan I Wayan Watra. AuFilsafat Seni Sakral dalam Kebudayaan BaliAy. Surabaya: PARAMITA. Titania. Gek, 2021. Video demonstrasi tari Condong, https://youtu. be/U8ZaleCSprQ?si=1WyPVOd0VfJNLHil . Mulyani. Izzati. , & Bachria. Implementasi Nusantara meningkatkan nasionalisme dan kesadaran budaya. SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, 21. , 21Ae31. https://doi. org/10. 21831/socia. Dewi. Ardini. , & Yudarta. Baris Klemat Dance In Menega Temple. Seseh Traditional Village. Badung. Bali. Lekesan: Interdisciplinary Journal Asia Pacific Arts, 8. , 43Ae50. https://doi. org/10. 31091/lksn. Neike, 2013 artikel facebook online . ited 2013 Oktober https://web. com/notes/dokter-nieke/manfaat-olah- raga-jalan-kaki-di-pagi-hari-bagikesehatan/576970839019197/?_rdc=1&_rdr . Haryati. Hartini. , & Kandiraras. Creative Process Of Janger Dance AuNusantara MahardikaAy. Lekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific Arts, 6. , 9Ae19. https://doi. org/10. 31091/lekesan. Rota. I Ketut . AuPengantar Dasar Beberapa Tari BaliAy. Denpasar: Proyek Akademi Kesenian Bali . Sudewi. Legong Keraton in the Perspective of Balinese Artists. Mudra Jurnal Seni Budaya, 38. , 100Ae https://doi. org/10. 31091/mudra. Sugiyono, 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung : ALFABETA, cv . Suryatini. , & Susanthi. Rare Kelangon The Innovation Of Gender Wayang Colosal For Children. Lekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific Arts, 2. , 68Ae79. https://doi. org/10. 31091/lekesan. Yudabakti. I Made dan I Wayan Watra. AuFilsafat Seni Sakral dalam Kebudayaan BaliAy. Surabaya: PARAMITA. Submitted : 30-20-2025 | Reviewed : 11-11-2025 | Accepted : 28-11-2025