Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Sosialisasi Pembuatan Lilin Aroma Terapi Berbahan Dasar Minyak Jelantah di Dusun 1 Pertiwi Riau Nikeu Noviani1. Alifio Satya Shafa2. Sandrina Pranata Sari 3 Ekonomi dan Bisnis. Universitas Muhammadiyah Cirebon Teknik. Universitas Muhammadiyah Riau Pendidikan . Universitas Muhammadiyah Muara Bungo email: nikeunoviani607@gmail. Abstract The community of Dusun 1 Pertiwi still faces challenges in managing household waste, especially used cooking oil, which is often discarded without treatment. This not only risks environmental pollution but also wastes opportunities to increase its economic value. To address this, a community service program was held to educate and train housewives on converting used cooking oil into value-added products, specifically aromatherapy candles. The method involved interactive socialization and handson practice. Twenty housewives participated as partners in activities that included material presentation, candle-making practice, and product evaluation. Evaluation was conducted by observing participant engagement, feedback, and candle quality. The results showed improvements in participantsAo soft skills and entrepreneurial motivation, as well as enhanced hard skills in waste processing. On average, participantsAo knowledge increased by 75% and skills by 85% in candle making. Interviews revealed that 50% of participants felt capable and motivated to start small businesses. This program successfully raised environmental awareness and provided an alternative path for community economic empowerment through innovative waste utilization, demonstrating that simple household waste like used cooking oil can be transformed into useful, marketable products that benefit both the environment and the local economy. Keywords: Socialization. Used Cooking Oil. Aromatherapy Candles. Abstrak Masyarakat Dusun 1 Pertiwi masih menghadapi tantangan dalam mengelola sampah rumah tangga, terutama minyak goreng bekas yang sering dibuang tanpa pengolahan. Hal ini tidak hanya berisiko mencemari lingkungan, tetapi juga menghilangkan peluang untuk meningkatkan nilai ekonominya. Untuk mengatasi masalah tersebut, dilakukan program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan memberikan edukasi dan pelatihan kepada ibu rumah tangga dalam mengubah minyak goreng bekas menjadi produk bernilai tambah, yaitu lilin aromaterapi. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi interaktif dan praktik langsung. Sebanyak 20 ibu rumah tangga berpartisipasi sebagai mitra dalam kegiatan yang mencakup penyampaian materi, praktik pembuatan lilin, dan evaluasi produk. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan keterlibatan peserta, tanggapan, dan kualitas lilin yang dihasilkan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan sosial dan motivasi berwirausaha, serta peningkatan keterampilan teknis dalam pengolahan limbah. Rata-rata pengetahuan peserta meningkat sebesar 75% dan keterampilan meningkat sebesar 85% dalam pembuatan lilin. Wawancara menunjukkan bahwa 50% peserta merasa mampu dan termotivasi untuk memulai usaha kecil. Program ini berhasil meningkatkan kesadaran lingkungan serta memberikan alternatif pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan limbah secara inovatif, membuktikan bahwa limbah rumah tangga seperti minyak goreng bekas dapat diubah menjadi produk berguna dan bernilai jual. Kata Kunci: Sosialisasi. Minyak Jelantah. Lilin Aroma Terapi PENDAHULUAN Masyarakat Dusun 1 Pertiwi, yang mayoritas terdiri dari keluarga dengan ekonomi menengah, menghadapi tantangan https://doi. org/10. 37859/jpumri. serius dalam pengelolaan limbah rumah tangga, terutama limbah minyak jelantah. Minyak jelantah yang telah digunakan untuk menggoreng makanan umumnya dibuang p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 begitu saja ke saluran pembuangan air, halaman rumah, diletakkan begitu saja, atau dibakar tanpa pengolahan lebih lanjut. Praktik ini tidak hanya menyebabkan pencemaran tanah dan air, tetapi juga memicu kerusakan ekosistem mikro di sekitar permukiman warga dan dapat menyebabkan bencana alam. Satu liter minyak jelantah yang dibuang sembarangan dapat mencemari hingga 1. 000 liter air tanah . Di sisi lain, rendahnya literasi lingkungan dan keterbatasan akses informasi mengenai pengelolaan limbah menjadikan masyarakat Dusun 1 Pertiwi belum memahami potensi ekonomis dari limbah tersebut . Padahal, minyak jelantah merupakan salah satu jenis limbah yang memiliki nilai tambah tinggi apabila diolah secara tepat, seperti menjadi biodiesel, sabun, atau lilin aroma terapi . Permasalahan ini menunjukkan bahwa mitra membutuhkan intervensi dalam bentuk edukasi dan pelatihan berbasis keterampilan agar mampu mengubah limbah menjadi produk kreatif yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga bernilai jual. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat mitra adalah: . belum adanya pengetahuan tentang bahaya dan dampak . rendahnya keterampilan teknis dalam pengolahan limbah menjadi produk alternatif. belum tumbuhnya semangat kewirausahaan di kalangan ibu rumah tangga sebagai potensi utama pelaku pengelolaan limbah rumah tangga. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diarahkan untuk menjawab persoalan-persoalan Dalam kegiatan ini, solusi yang ditawarkan adalah pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk lilin aroma terapi sebagai bentuk inovasi berbasis ekonomi sirkular yang berkelanjutan. Lilin aroma terapi dipilih karena proses pembuatannya relatif mudah, bahan tambahan yang digunakan mudah ditemukan di pasaran, serta memiliki nilai komersial tinggi di pasar produk Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 kerajinan dan aromaterapi . Pemanfaatan limbah menjadi lilin aroma terapi merupakan implementasi langsung dari prinsip reduce, reuse, recycle . R) dalam pengelolaan limbah rumah tangga yang berkelanjutan. Langkahlangkah solusi yang dilakukan meliputi: . sosialisasi tentang dampak lingkungan dari pembuangan minyak jelantah dan potensi . pelatihan praktik langsung pembuatan lilin aroma terapi. pendampingan dalam proses produksi dan evaluasi kualitas produk. pembekalan dasar-dasar kewirausahaan serta strategi pemasaran sederhana melalui platform Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif, dengan keterlibatan aktif 20 ibu rumah tangga yang menjadi peserta utama kegiatan ini. Partisipasi mitra dalam pelaksanaan kegiatan terpantau sangat positif. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama proses pelatihan berlangsung. Evaluasi hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan peserta sebesar 75% setelah mengikuti kegiatan sosialisasi dan pelatihan. Selain itu, keterampilan teknis peserta dalam membuat lilin aroma terapi meningkat sebesar 85% berdasarkan hasil penilaian produk dan observasi langsung. Data wawancara juga mengungkapkan bahwa 50% peserta merasa percaya diri untuk memulai usaha kecil berbasis produk lilin aroma terapi, dan bahkan beberapa di antaranya telah memproduksi secara mandiri untuk dijual di pasar lokal. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berkontribusi dalam membangun kesadaran lingkungan yang lebih baik di kalangan masyarakat Dusun 1 Pertiwi, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi baru melalui inovasi pengelolaan limbah rumah tangga. Kegiatan ini menjadi contoh penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna dan pemberdayaan masyarakat secara langsung. METODE PENGABDIAN Pelaksanaan kegiatan diawali dengan koordinasi bersama perangkat dusun untuk menentukan waktu dan teknis pelaksanaan, https://doi. org/8. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 serta pengumpulan data awal mengenai kondisi pengelolaan limbah rumah tangga di wilayah tersebut. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara singkat, diketahui bahwa sebagian besar warga belum dampak linmengetahui gkungan dari pembuangan minyak jelantah, dan belum ada upaya pengolahan limbah secara mandiri. Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang untuk memberikan solusi langsung melalui edukasi dan pelatihan berbasis praktik. Metode kegiatan yang digunakan adalah kombinasi dari beberapa pendekatan, yaitu penyadaran, pelatihan, dan pendampingan. Penyadaran dilakukan melalui penyampaian pembuangan minyak jelantah terhadap lingkungan dan potensi pemanfaatannya menjadi produk bernilai tambah. Materi disampaikan secara interaktif. Selanjutnya, dilakukan sesi pelatihan praktis, yaitu pembuatan lilin aroma terapi dari minyak jelantah. Pelatihan ini mencakup tahapan persiapan bahan, proses pemanasan dan pencampuran, pencetakan lilin, serta teknik pengemasan sederhana yang dapat menunjang aspek estetika Tahapan dalam pembuatan sabun yaitu pada tahap awal minyak jelantah dimurnikan terlebih dahulu dengan menggunakan arang aktif dari arang kayu didiamkan selama 1 malam . rang dan minyak dengan perbandingan 1:. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kecil agar lebih fokus dan mendapatkan kesempatan praktik langsung secara merata. Pendampingan intensif dilakukan oleh tim pelaksana untuk memastikan bahwa setiap peserta memahami dan mampu mengulang proses secara mandiri. Metode pelatihan yang digunakan juga mengadopsi prinsip difusi ipteks, yaitu memperkenalkan dan mentransfer teknologi sederhana yang aplikatif dalam kehidupan sehari-hari Dalam pelatihan ini juga disisipkan materi tentang dasar-dasar kewirausahaan, seperti pengenalan konsep nilai tambah, strategi pemasaran lokal, dan pemanfaatan platform digital untuk promosi https://doi. org/10. 37859/jpumri. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Gambar 1. Paktik Pembuatan Lilin Pada akhir kegiatan, dilakukan evaluasi singkat untuk menilai pemahaman dan keterampilan peserta. Evaluasi dilakukan melalui observasi proses pembuatan lilin, diskusi kelompok, serta pengisian kuesioner singkat mengenai kesan, pesan, dan rencana tindak lanjut peserta pascapelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mayoritas peserta merasa terbantu dan terdorong untuk mencoba membuat lilin secara mandiri di Beberapa peserta bahkan menyatakan minat untuk menjadikan kegiatan ini sebagai cikal bakal usaha rumah tangga yang Lilin aroma terapi apat didistribusikan kembali dalam bentuk souvenir atau oleh-oleh dihasilkan dari pengumpulam minyak jelantah acak . HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah di Dusun 1 Pertiwi memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta motivasi berwirausaha masyarakat, khususnya ibu rumah tangga. Hasil kegiatan ini dapat dianalisis melalui beberapa aspek, yaitu . , . , . otivasi dan sika. , serta dampak sosialekonomi dan lingkungan yang lebih luas. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 75% setelah mengikuti sosialisasi dan Sebelum kegiatan, sebagian besar masyarakat belum mengetahui bahaya pembuangan minyak jelantah secara sembarangan bahwa satu liter limbah minhyak jelantah dapat mencemari air tanah hingga seribu liter liter. Setelah dilakukan sosialisasi terekait memanfaatan minyak jelantah, peserta mulai menyadari bahwa minyak jelantah dapat menimbulkan dampak buruk yang serius bagi kesehatan dan lingkungan. Peningkatan literasi lingkungan sangat penting sebagai langkah awal perubahan perilaku masyarakat. Pengetahuan baru yang diperoleh peserta juga mencakup pemahaman mengenai konsep ekonomi sirkular, yakni bagaimana limbah rumah tangga dapat diolah menjadi produk bernilai tambah. Pemahaman ini penting karena mendorong pola pikir masyarakat untuk tidak hanya membuang limbah, tetapi juga mengolahnya menjadi produk kreatif. Pengetahuan ini selanjutnya dapat ditularkan kepada keluarga dan lingkungan sekitar sehingga memberikan dampak jangka panjang. Keterampilan peserta dalam mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi meningkat sebesar 85%. Peserta dilatih mulai dari tahap pemilihan bahan, proses pemurnian sederhana, pencampuran dengan pewangi, hingga pencetakan lilin. Produk yang dihasilkan cukup bervariasi dalam bentuk, warna, dan aroma. Berdasarkan penilaian dengan skala 1Ae5, rata-rata kualitas produk berada pada angka 4,1 . ategori bai. Keterampilan ini menjadi modal awal bagi masyarakat untuk memproduksi lilin secara mandiri. Pelatihan berbasis keterampilan praktis dapat keluarga karena memberikan alternatif usaha yang mudah diimplementasikan di rumah . Dengan kemampuan tersebut, para ibu rumah tangga di Dusun 1 Pertiwi tidak hanya mampu mengurangi limbah, tetapi juga berpotensi mendapatkan Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 penghasilan tambahan. Selain peningkatan pengetahuan dan keterampilan, kegiatan ini juga berdampak positif terhadap motivasi peserta untuk Sebanyak 50% peserta menyatakan minat untuk menjadikan produksi lilin aromaterapi sebagai usaha kecil-kecilan. Motivasi ini didorong oleh dua faktor utama: pertama, kesadaran bahwa produk memiliki nilai jual. kedua, dorongan untuk berkontribusi pada ekonomi keluarga. Lilin aromaterapi memiliki peluang prospek pasar yang luas karena semakin tingginya kebutuhan masyarakat akan produk-produk relaksasi dan kesehatan mental. Faktor motivasi lain yang muncul adalah keinginan peserta untuk mengembangkan keterampilan baru sebagai bentuk aktualisasi diri dan mempunyai penghasilan sendiri. Dalam konteks pembangunan masyarakat, motivasi berwirausaha yang tumbuh dari pelatihan seperti ini dapat menjadi modal sosial untuk menciptakan ekosistem ekonomi kreatif berbasis rumah tangga . Dari sisi sosial, kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga dan kepedulian terhadap Partisipasi menunjukkan adanya perubahan sikap dari sekadar konsumen pasif menjadi individu yang lebih peduli terhadap lingkungan. Pengelolaan limbah berbasis masyarakat dapat meningkatkan solidaritas sosial, kepedulian terhadap sesama dan membangun budaya ramah lingkungan. Dari sisi ekonomi, peluang usaha pembuatan meningkatkan pendapatan keluarga secara lebih sederhana. Jika dikembangkan secara konsisten, usaha ini dapat diarahkan menjadi unit usaha mikro atau UMKM yang berorientasi pada pasar lokal. Dengan harga jual lilin aromaterapi yang cukup terjangkau namun bernilai estetika tinggi, usaha ini berpotensi memberikan keuntungan yang cukup menjanjikan. Dengan bahan baku yang https://doi. org/8. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 mudah di dapat dan modal yang cukup terjangkau maka cukup mudah untuk memulai usaha lilin aroma terapi dari minyak jelantah. Tabel 1. Modal Produksi Awal untuk 20 PCS Keterangan Harga Satuan (RP) Jumlah (RP) Minyak Jelantah Pengeras Lilin Wadah Sumbu Pewarna Pewangi Total Tabel 1 menunjukan jumlah modal awal produksi sebesar 120. 000 Rupiah untuk 20 buah lilin aroma terapi. Harga jual lilin aroma terapi adalah 10. 000/buah. Hal tersebut menunjukan potensi keuntungan 000 rupiah untuk 20 buah lilin 000 rupiah untuk 1 buah lilin. Jika dikelola secara berkelanjutan, kegiatan ini dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga sekaligus mendukung kemandirian ekonomi keluarga. Pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi secara langsung juga dapat Limbah yang sebelumnya berakhir di saluran air atau tanah kini memiliki nilai guna baru. Konsep ini sejalan dengan prinsip reduce, reuse, recycle . R) yang diusung dalam ekonomi sirkular. Inovasi pengolahan limbah minyak jelantah menjadi produk kreatif merupakan salah satu cara efektif mengurangi pencemaran lingkungan, meningkagtkan kesadaran kesehatan juga sekaligus mendukung Dengan adanya pengolahsn minyak jelantah secara tepat dapat mengurangi pencemaran air tanah akibat pembuangan minyak jelantah, mengurangi emisi karbon dari pembakaran minyak jelantah yang sering dilakukan warga, memberikan edukasi kepada generasi https://doi. org/10. 37859/jpumri. muda tentang pentingnya pemanfaatan limbah secara berkelanjutan. pemanfaatan limbah rumah tangga dapat menjadi salah satu solusi alternatif. Produk kerajinan berbasis daur ulang memiliki prospek pasar yang baik karena masyarakat semakin menghargai produk yang ramah lingkungan dan estetis. Pendekatan ini sangat relevan dengan produksi lilin aromaterapi berbahan minyak jelantah, yang tidak hanya menawarkan manfaat lingkungan tetapi juga memiliki nilai komersial tinggi di pasar kerajinan lokal . Meskipun menggembirakan, terdapat beberapa kendala yang ditemui adalah keterbatasan waktu pelatihan, sehingga beberapa peserta masih membutuhkan pendampingan lanjutan. Selain itu juga adannya keterbatasan bahan tambahan, seperti pewangi dan wadah lilin, yang belum tersedia secara lokal dan masih harus didatangkan dari luar. Untuk mengatasi kendala tersebut, solusi yang dapat ditempuh adalah membentuk kelompok usaha bersama (KUB) untuk mempermudah pengadaan bahan, serta menjalin kerja sama dengan pihak eksternal seperti UMKM dan toko bahan kerajinan. Keberlanjutan program ini sangat memungkinkan apabila peserta mendapatkan pendampingan berkelanjutan, terutama dalam aspek kewirausahaan dan pemasaran digital. Pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi dapat membantu memperluas pasar. Selain itu, kegiatan ini dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik sosial-ekonomi serupa. Jika program diperluas, tidak hanya memberikan dampak lingkungan, tetapi juga dapat menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di tingkat Kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbasis minyak jelantah berhasil meningkatkan pemahaman serta keterampilan teknis peserta. Evaluasi pre-test post-test peningkatan pengetahuan rata-rata sebesar 75%, keterampilan teknis sebesar 85%, serta motivasi berwirausaha meningkat hingga Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Pemanfaatan limbah minyak jelantah sebagai produk bernilai guna berpotensi mendukung potensi pengelolaan limbah rumah tangga yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan nilai ekonomisnya. Hal Tersebut menunjukan adanya dampak positif dari hasil kegiatan yang telah Tabel 2. Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Peserta Aspek Sebelum Pelatihan Pengeta Ketera Motiva Berwir Sesudah Pelatihan Peningk Produk lilin aromaterapi yang dihasilkan memiliki variasi bentuk, aroma, dan warna yang cukup menarik. Berdasarkan observasi, lilin yang dihasilkan memiliki tekstur padat, aroma yang cukup bertahan, serta tampilan visual yang layak untuk dipasarkan. Penilaian sederhana dengan skala 1Ae5 menunjukkan bahwa rata-rata kualitas produk berada pada kategori baik . Masyarkat mulai sadar bahwa lilin aromaterapi memiliki prospek pasar yang cukup luas karena kebutuhan masyarakat akan produk-produk relaksasi dan kesehatan Selain peningkatan keterampilan teknis, kegiatan ini juga berdampak pada tumbuhnya kesadaran lingkungan serta motivasi Sebanyak 50% peserta menyatakan siap memproduksi lilin secara mandiri untuk dijual di pasar lokal. Gambar 2. Produk Lilin Aroma Terapi Berbahan dasar Minyak Jelantah Pada gambar 2. di atas merupakan produk jadi yang merupakan karya peserta sosialisasi. Hasil peningkatan keterampilan. Pelatihan dan pengembangan keterampilan berbahan dasar limbah rumah tangga cukup berkontribusi pada peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat, terutama ibu rumah tangga yang juga tercermin dalam kegiatan ini. Secara keseluruhan, hasil kegiatan ini konsisten dengan konsep circular economy yang menekankan prinsip reduce, reuse, dan Pengimplementasian pengolahan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi bukan hanya sekedar mengurangi menciptakan peluang ekonomi kreatif bagi ibu rumah tangga yang cukup mudah. Tabel 3. Kualitas Produk Lilin Aroma Terapi Aroma Estetika Lilin mampu menghasilkan wangi yang bertahan selama A4Ae5 jam, tergantung jenis minyak esensial yang digunakan. Produk memiliki variasi bentuk . etakan, wadah, warn. yang menarik perhatian. Beberapa peserta bahkan menambahkan dekorasi sederhana seperti gliter. https://doi. org/8. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 Ketaha Uji coba menunjukkan lilin dapat menyala stabil dengan waktu pembakaran 3Ae4 jam, setara dengan lilin komersial di pasaran. Jika dibandingkan dengan standar kualitas lilin aromaterapi pada pasar ritel . ilai skala 1Ae. , produk peserta memperoleh skor ratarata 4,1 . ategori bai. Lilin aromaterapi berbahan dasar alami memiliki prospek pasar karena kebutuhan konsumen terhadap produk relaksasi dan kesehatan mental terus Kegiatan ini juga mendorong partisipasi gender. Perempuan, khususnya ibu rumah tangga, memperoleh ruang untuk berperan sebagai aktor utama dalam pengelolaan limbah sekaligus sebagai calon pelaku usaha. Gambar 2. Foto Bersama Kegiatan Sosialisasi Disambut dengan hangat oleh warga. Dengan antusias tinggi warga mengikuti semua runtutan kegiatan Faktor keberhasilan kegiatan antara lain antusiasme peserta, dukungan perangkat dusun, dan metode pelatihan yang partisipatif. Kendala utama adalah keterbatasan waktu pelatihan dan ketersediaan bahan tambahan . ewangi dan wadah lili. yang belum tersedia secara Dengan perbaikan pada aspek https://doi. org/10. 37859/jpumri. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 pendukung tersebut, program serupa berpotensi direplikasi di wilayah lain, namun dikembangkan secara lebih luas di Dusun 1 Pertiwi dengan alternatif lain seperti penggunaan wewangian alami. SIMPULAN Kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah di Dusun 1 Pertiwi telah memberikan hasil yang signifikan baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap Evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata keterampilan teknis sebesar 85%, serta motivasi berwirausaha meningkat sebesar Hal ini membuktikan bahwa pendekatan sosialisasi interaktif dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan kapasitas ibu rumah tangga dalam pengelolaan limbah rumah tangga. Lilin aromaterapi yang dihasilkan memiliki variasi bentuk, warna, dan aroma dengan kualitas baik . kor rata-rata 4,1 dari . Produk ini tidak hanya layak dikonsumsi secara pribadi, tetapi juga berpotensi dipasarkan, sehingga membuka peluang ekonomi baru. Kegiatan ini mendorong terbentuknya kesadaran kolektif masyarakat mengenai bahaya minyak jelantah bagi lingkungan serta manfaat pengolahannya. Dari sisi sosial, tumbuh jejaring kolaborasi antar ibu rumah tangga yang berpotensi berkembang menjadi kelompok usaha. Dari sisi lingkungan, kegiatan ini merupakan implementasi nyata prinsip reduce, reuse, recycle dalam ekonomi Dengan modal relatif kecil, usaha keuntungan yang cukup menjanjikan. Hal ini menegaskan bahwa pemanfaatan limbah rumah tangga dapat dikembangkan menjadi produk kreatif bernilai tambah yang mendukung kemandirian ekonomi keluarga. Hasil kegiatan konsisten dengan teori community empowerment dan social innovation, di mana masyarakat menjadi Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 subjek aktif dalam memecahkan masalah lingkungan sekaligus memperoleh manfaat Secara keseluruhan, kegiatan ini tidak hanya berhasil menyelesaikan permasalahan limbah minyak jelantah di Dusun 1 Pertiwi, tetapi juga menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi lokal yang dapat direplikasi di wilayah lain. UCAPAN TERIMAKASIH Kami Mengucapkan terimakasih kepada Panitia lokal KKNMAs Umri, panitia pusat KKNMAs 2025. Konsorsium LPPM PTMA. Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, ibu Sumaiyah. I Kom. Kom selaku Dosen Pendamping Lapangan. Phamela Lawreina. Dhea Nitha Dwi Abadi. Halim Pyasetyo Rieno. Adila Arani . Muhammad Richard Ginting. Elviza Delima Putri. Sultan Rafly Ramadhan Universitas Muhammadiyah Riau dan Arel Rutama dari Universitas Muhammadiah Jambi selaku anggota KKNMAs kelompok 86 2025, serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam kesuksesan kegiatan ini. Semoga kegiatan ini bisa menjadi insprirasi di masa depan. DAFTAR PUSTAKA