Al-Liqo: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM P-ISSN: 2461-033X | E-ISSN: 2715-4556 Implementasi Kurikulum Merdeka Pendidikan Agama Islam untuk Mengasah Keterampilan Berpikir Kritis Siswa *Indana Zulfa. Bustanul Ulum. Email: 2144012876@inaifas. id1, 2106058102@uas. Universitas Al-Falah Assunniyyah Jember. Jawa Timur. Indonesia Abstract This study aims to provide a clear and in-depth picture of how the independent curriculum of Islamic Religious Education (PAI) can be a strategic means to form vocational high school graduates who are not only noble, but also think critically, adaptively, and ready to face global challenges. In this study, the data sources used were primary and secondary data sources. Data collection techniques used observation, interviews, documentation and descriptive analysis. The results of the study showed that the implementation of the independent learning curriculum showed a positive impact. Learning is centered on students with various approaches and innovations, such as project-based learning such as ppt, and other applications so that it can strengthen students' critical thinking. This is evident from the increase in students' critical thinking skills from the 2013 curriculum with a comparison of the independent curriculum carried out by teachers with an average of 80 to 85. The contribution of the independent curriculum is very significant, even though it started from some students who had minimal ability to think critically. In addition, it also improves teaching skills for Islamic Religious Education (PAI) teachers at Al-Mujahidi Plus Vocational School. Keywords: Independent learning. Critical Thinking. Islamic Religious Education Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas dan mendalam tentang bagaimana kurikulum merdeka Pendidikan Agama Islam(PAI) dapat menjadi sarana strategis untuk membentuk lulusan SMK yang tidak hanya berakhlak mulia, tetapi juga berpikir kritis, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global. Pada penelitian ini sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, interview, dokumentasi dan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian bahwa implementasi kurikulum merdeka belajar menunjukkan dampak positif. Pembelajaran berpusat kepada peserta didik dengan berbagai macam pendekatan dan inovatif, seperti pembelajaran berbasis project seperti ppt, dan aplikasi lainnya sehingga mampu memperkuat berpikir kritis siswa. Hal ini terbukti peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dari kurikulum 2013 dengan perbandingan kurikulum merdeka dilakukan guru dengan rata-rata 80 menjadi 85. Kontribusi kurikulum merdeka sangat signifikan, meskipun berawal dari sebagian siswa yang kemampuannya minim untuk berpikir kritis. Selain itu juga meningkatkan keterampilan mengajar bagi guru Pendidikan Agama Islam(PAI) di SMK Plus Al-Mujahidi. Kata Kunci: Merdeka belajar. Berpikir Kritis. Pendidikan Agama Islam. Cara Mensitasi Artikel: Zulfa. , & Ulum. Implementasi kurikulum merdeka pendidikan agama Islam untuk mengasah keterampilan berpikir kritis siswa. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam, 10. , 78-93. https://doi. org/10. 46963/alliqo. *Corresponding Author: 2144012876@inaifas. Histori Artikel: Diterima Direvisi Diterbitkan Editorial Address: Kampus Parit Enam. STAI Auliaurrasyidin Tembilahan. Jl. Gerilya No. Tembilahan Barat. Riau Indonesia 29213. : 29/04/2025 : 15/06/2025 : 30/06/2025 DOI: https://doi. org/10. 46963/alliqo. AAuthors . Licensed under (CC-BY-SA) Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Indana Zulfa. Bustanul Ulum Implementasi Kurikulum Merdeka Pendidikan Agama Islam Keterampilan Berpikir Kritis Siswa untuk Mengasah PENDAHULUAN Pergantian kurikulum 2013 menjadi kurikulum merdeka adalah upaya pembelajarannya (Gumilar et al. Namun pergantian kurikulum menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan (Ningsi et al. Dalam konteks ini, guru mempunyai peran penting dalam mengimplementasikan dan mengembangkan kurikulum merdeka (Yulianti et al. Salah satu mata pelajaran yang turut terdampak oleh perubahan ini adalah Pendidikan Agama Islam(PAI), yang selama ini cenderung berfokus pada aspek kognitif, seperti hafalan dan pemahaman normatif (Saputra 2023:. , pendekatan ini kurang memberi ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi nilai-nilai keislaman secara kontekstual dan reflektif (Widyatama. H, dan Ambarwati 2024:. Kurikulum merdeka hadir sebagai solusi untuk menerapkan pembelajaran yang lebih interaktif, dan reflektif di mana siswa diberikan kebebasan untuk bertanya, menganalisis, serta mengaitkan ajaran agama dengan realitas kehidupan sehari-hari (Fauzi et al. 2025:3. Perkembangan pendidikan di Indonesia terus mengalami perubahan dengan berbagai konsep pembelajaran, baik dari segi strategi, metode, maupun dari segi administratif atau desain implementasi pembelajarannya(Ilmiah et al. Kurikulum merupakan AuruhAy pendidikan yang harus di evaluasi secara inovatif, dinamis, dan berkala sesuai IPTEKS, kebutuhan masyarakat, serta dunia kerja (Suryaman 2020:. Hal ini juga merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa (SujaAoi, 2. Oleh karena itu, setiap pengembangan kurikulum harus menerapkan prinsip-prinsip tertentu selain harus berpijak pada sejumlah landasan (Wafa. Sahri, dan Fajrin 2023:. Dan semua pengembangan kurikulum terikat oleh peraturan atau hukum (Qolbiyah 2022:. Salah satu sekolah yang telah menerapkan kurikulum merdeka adalah SMK Plus Al-Mujahidi. Sekolah ini menekankan pembelajaran yang mendalam, relevan, dan berbasis pada kebutuhan peserta didik, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam(PAI). Agar sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Indana Zulfa. Bustanul Ulum Implementasi Kurikulum Merdeka Pendidikan Agama Islam untuk Mengasah Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Tahun 2003 yang menegaskan pentingnya Pendidikan Agama Islam(PAI) dalam membentuk akhlak mulia dan karakter moral siswa (Nur. Adillah, dan Urva 2024:. Di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pendidikan Agama tidak hanya berfungsi sebagai penguatan aspek spiritual dan moralitas, tetapi juga berpotensi besar dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa (Aji , 2. Berpikir kritis adalah kemampuan berpikir yang reflektif fokus pada keputusan yang harus diyakini dan dipertanggung jawabkan (Septi. Nugroho, dan Saputra 2022:. Keterampilan berpikir kritis juga sangat penting karena seseorang yang mampu berpikir kritis pasti mampu berpikir secara logis (Susilawati et al. Mengingat peserta didik SMK dipersiapkan menjadi tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing tinggi. Sehingga meningkatkan kemampuan berpikir kritis sangat perlu untuk siswa SMK (Rahmadani. Arthur, dan Maulana 2023:. Bertujuan agar siswa SMK memiliki keterampilan yang cukup untuk membuat keputusan dan memecahkan masalah yang baik sebagai langkah strategis untuk menghadapi dinamika kehidupan abad 21 (Kurniawan. Hidayah, dan Rahman 2021:. Penelitian ini memiliki distingsi dengan penelitian lain, diantaranya adalah, implementasi kurikulum merdeka pada pembelajaran PAI: studi kasus di SMK Pesantren Al-Kautsar Purwokerto (SyafiAoah dan Hanif 2024:. , implementasi kurikulum merdeka dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (Ilmiah et al. , penerapan kurikulum merdeka dalam evaluasi Pendidikan Agama Islam di SMA Batik 2 Surakarta (Sulis et al. Penelitian ini memiliki perbedaan dengan penelitian yang fokusnya pada hal yang memang belum banyak diteliti. Kajian ini memang masih jarang diteliti, namun bukan berarti kajian ini menjadi tidak penting karena implementasi kurikulum ini masih sangat baru dan berjalan 2 tahun dalam pelaksanaannya di SMK Plus Al-Mujahidi sehingga memang perlu dikembangkan dalam pelaksanaannya. Berdasarkan permasalahan di atas fokus dari penelitian ini adalah . implementasi kurikulum merdeka Pendidikan Agama Islam(PAI) untuk mengasah keterampilan berpikir kritis siswa di SMK Plus Al-Mujahidi, . kontribusi Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Indana Zulfa. Bustanul Ulum Implementasi Kurikulum Merdeka Pendidikan Agama Islam Keterampilan Berpikir Kritis Siswa untuk Mengasah kurikulum merdeka Pendidikan Agama Islam(PAI) untuk mengasah keterampilan berpikir kritis siswa di SMK Plus Al-Mujahidi, . upaya kurikulum merdeka Pendidikan Agama Islam(PAI) untuk mengasah keterampilan berpikir kritis siswa di SMK Plus Al-Mujahidi. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas dan mendalam tentang bagaimana kurikulum merdeka dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam(PAI) dapat menjadi sarana strategis untuk membentuk lulusan SMK yang tidak hanya berakhlak mulia, tetapi juga berpikir kritis, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global. METODE Penelitian ini dilaksanakan di SMK Plus Al-Mujahidi Tembokrejo. Subjek dalam penelitian ini adalah guru Pendidikan Agama Islam(PAI), siswa kelas XI yang berjumlah 38 siswa dan juga didukung oleh kepala sekolah SMK Plus AlMujahidi Tembokrejo. Sedangkan objeknya adalah proses implementasi kurikulum merdeka dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam(PAI) yang bertujuan mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan mendapatkan sebuah informasi untuk memahami implementasi kurikulum merdeka Pendidikan Agama Islam(PAI) untuk mengasah kemampuan berpikir kritis siswa dan menganalisisnya. Peneliti juga melakukan studi pendahuluan, merancang pedoman wawancara, observasi serta mengajukan izin ke sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berlandaskan pada kondisi obyek alamiah, di mana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data secara gabungan, dan analisis data bersifat kualitatif (Sugiyono 2008:. Tujuannya untuk mengidentifikasi bagaimana kurikulum merdeka diterapkan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam serta mengkaji bagaimana guru Pendidikan Agama Islam(PAI) membimbing siswa dalam mengasah keterampilan berpikir kritis melalui pembelajaran interaktif dan reflektif. Pada penelitian ini sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Data primer adalah sumber data yang digunakan adalah sumber data yang dikumpulkan langsung dari bahan kajian atau sumber pertama (Media. Dalam, dan Literasi 2024:. Sumber data primer ini didapat dari hasil wawancara dengan guru Pendidikan Agama Islam(PAI) dan beberapa siswa di Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Indana Zulfa. Bustanul Ulum Implementasi Kurikulum Merdeka Pendidikan Agama Islam untuk Mengasah Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMK Plus Al-Mujahidi. Melalui wawancara, peneliti dapat memperoleh perspektif langsung mengenai implementasi kurikulum Pendidikan Agama Islam(PAI), kontribusi kurikulum merdeka Pendidikan Agama Islam(PAI), serta upaya kurikulum merdeka Pendidikan Agama Islam(PAI) untuk mengasah pemikiran kritis siswa di SMK Plus Al-Mujahidi. Observasi juga dilakukan pada proses pembelajaran, sehingga analisis yang dihasilkan lebih komprehensif dan valid, serta menjadi penguat data primer. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari artikel atau dokumen yang sesuai dengan penelitian ini (Basten dan Jannah 2024:. Data ini bertujuan untuk memvalidasi penelitian yang relevan, sehingga hasil penelitian menjadi lebih akurat dan terpercaya. Pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis data dengan mendeskripsikan atau mengilustrasikan data yang telah terkumpul tanpa bermaksud mengubah dan memanipulasi data (Tahir et al. 2024:2. Dengan analisis deskriptif bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di SMK Plus Al-Mujahidi. HASIL DAN PEMBAHASAN Kurikulum merdeka belajar sudah diterapkan di SMK Plus Al-Mujahidi sejak tahun 2022/2023 dalam mata pelajaran pendidikan agama Islam, dan baru diterapkan pada kelas X & XI. Proses implementasi kurikulum merdeka di SMK Plus Al-Mujahidi dilakukan melalui beberapa tahap: Perencanaan pembelajaran yang disusun guru Pendidikan Agama Islam (PAI) berdasarkan Capaian Pembelajaran(CP) dan profil pelajar Pancasila. Capaian Pembelajaran(CP) Pendidikan Agama Islam(PAI) dikelompokkan menjadi 5 elemen yaitu Al-Quran Hadits. Aqidah. Akhlak. Fiqih dan Sejarah Kebudayaan Islam (Mahmudi 2023:. Dalam Pendidikan perencanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam(PAI) yang mampu membentuk peserta didik berakhlak mulia, taat beragama, berpengetahuan, toleran dan disiplin (SujaAoi Pelaksanaan pembelajaran interaktif, menggunakan model seperti diskusi, studi kasus, proyek mini dan refleksi keagamaan. Terbukti efektif dalam Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Indana Zulfa. Bustanul Ulum Implementasi Kurikulum Merdeka Pendidikan Agama Islam Keterampilan Berpikir Kritis Siswa untuk Mengasah meningkatkan keterlibatan siswa dengan menggunakan metode diskusi dan proyek kolaboratif (Shah dan Oviyanti 2025:2. Penilaian formatif dan sumatif yang menekankan pada proses berpikir siswa, bukan hanya hasil akhir. Perkembangan pengetahuan dan keterampilan peserta didik dapat dipantau oleh guru sesuai dengan materi yang telah diajarkan (Akbar et al. :5. Menurut teori kontruktivisme, pembelajaran yang efektif peserta didik membangun sendiri pengetahuannya melalui interaksi aktif, berpikir secara kreatif dan memahami materi (Azizah Siti Lathifah et al. Dalam konteks ini, kurikulum merdeka sejalan dengan prinsip tersebut karena mendorong siswa untuk belajar aktif, eksploratif, dan reflektif (Nabila dan Septiani 2025:. Meskipun demikian, dalam pelaksanaannya terdapat sejumlah kendala yang signifikan sehingga dalam pergantian kurikulum ini peserta didik minim untuk menunjukkan hasil yang maksimal dalam aspek keterampilan berpikir kritis. Beberapa faktor penghambat yang ditemukan antara lain: Kesiapan guru yang masih terbatas, khususnya dalam Menyusun modul ajar dan merancang pembelajaran yang mendorong berpikir kritis. Keterbatasan pemahaman siswa terhadap metode baru, yang berbeda dari pembelajaran konvensional, sehingga mereka cenderung pasif dan belum terbiasa mengutarakan pendapat kritis. Namun demikian, terdapat pula faktor pendukung yang memberikan harapan positif bagi keberhasilan kurikulum ini: Komitmen guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mencoba pendekatan baru yang lebih dialogis dan kontekstual. Guru tidak hanya memberikan pengetahuan, melainkan fasilitator bagi siswa untuk berpikir kritis dan menghubungkan pembelajaran dengan pengalaman realisasi mereka (Yusuf 2024:. Dukungan dari kepala sekolah dan tim kurikulum, yang mulai menyediakan ruang kreativitas dan otonomi bagi guru. Sehingga lingkungan belajar yang positif dan menyenangkan akan membuat siswa termotivasi dalam Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Indana Zulfa. Bustanul Ulum Implementasi Kurikulum Merdeka Pendidikan Agama Islam untuk Mengasah Keterampilan Berpikir Kritis Siswa pembelajaran berlangsung serta mampu memecahkan masalah dengan baik (Kusuma dan Winanto 2022:. Respon awal dari sebagian siswa yang menunjukkan antusiasme dalam kegiatan diskusi dan refleksi nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan nyata. Fleksibilitas kurikulum merdeka, yang memberi ruang diferensiasi dan personalisasi pembelajaran. Kurikulum memberi ruang inovasi dan kreativitas dalam merancang pembelajaran yang kontekstual dan bermakna (Usia et al. 2025:1. , termasuk mendorong kegiatan reflektif yang sangat relevan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam(PAI) (Vygotsky dan Gagny n. Melalui analisis ini, dapat dilihat bahwa meskipun implementasi kurikulum merdeka masih menghadapi tantangan struktural dan kultural, potensi penguatan keterampilan berpikir kritis tetap terbuka, khususnya jika didukung dengan pelatihan guru, penguatan literasi siswa, serta strategi pembelajaran yang lebih kolaboratif, kontekstual, dan berbasis nilai. Sebagaimana yang dijelaskan pada bagian pendahuluan bahwa penelitian ini akan membahas tentang implementasi kurikulum merdeka belajar di SMK Plus AlMujahidi tahun Pelajaran 2025/2026 berkaitan dengan mengasah keterampilan berpikir kritis siswa. Adapun penelitiannya sebagai berikut. Implementasi Kurikulum Merdeka Pendidikan Agama Islam Untuk Mengasah Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMK Plus Al-Mujahidi Tembokrejo mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Kurikulum merdeka belajar adalah kurikulum yang dirancang untuk membebaskan dan memberikan banyak ruang untuk guru dan siswa dalam proses pembelajaran dengan berbagai macam model pembelajaran yang menyenangkan dilakukan di dalam kelas maupun di luar kelas guna untuk menguatkan kompetensi peserta didik serta mendorong peserta didik untuk mendalami sebuah ide atau potensi yang Untuk menambah kreativitas peserta didik dalam membuat projec, guru menyiapkan media pembelajaran seperti ppt. Sebelum melakukan pembelajaran, di SMK Plus Al-Mujahidi dalam pembelajaran pendidikan agama Islam melakukan pembacaan Al-Quran juz 30 Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Indana Zulfa. Bustanul Ulum Implementasi Kurikulum Merdeka Pendidikan Agama Islam Keterampilan Berpikir Kritis Siswa untuk Mengasah bersama, kemudian setelah selesai membaca Al-Quran juz 30 guru bertanya dan mengingatkan kembali pelajaran dan bab yang dipelajari pada minggu lalu, dan mengaitkan pembahasan kemarin dengan pelajaran yang akan dibahas setelah itu, seperti contoh yaitu tentang akhlak mazmumah, kemudian siswa diberikan waktu untuk bertanya dan aktif dalam materi yang akan dibahas tersebut. Dari pertanyaan tersebut seorang guru akan melempar pertanyaan yang diberikan siswa ke yang lainnya sehingga seorang guru bisa menambahkan jawaban dan memperkuat jawaban sekaligus menilai kemampuan peserta didik. Setelah itu guru memaparkan materi secara singkat materi tersebut, kemudian seorang guru membagi kelompok untuk memberikan tugas Project berupa drama video yang berdurasi 15 menit. Peserta didik diberi kebebasan untuk berkreasi, mengembangkan potensi yang Hasil pekerjaan peserta didik berupa Project membuat video berdurasi minimal 15 menit dinilai oleh pendidik. Hasil penilaian ini dijadikan dasar bagi guru untuk memberi reward dan menentukan tindak lanjutannya. Tujuan kurikulum ini adalah sebuah perbaikan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Tidak hanya itu, kurikulum merdeka ini juga diterapkan di pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi. Oleh karena itu, peran setiap jenjang sangat dibutuhkan untuk kesuksesan program-program ini. Implementasi kurikulum merdeka di Indonesia ini bertujuan untuk memberikan kebebasan seorang guru sesuai kebutuhan peserta didik. Dalam kurikulum ini juga menekankan pada pembelajaran berbagai proyek, diferensiasi, dan pengembangan karakter melalui profil pelajar Pancasila (Vhalery. Setyastanto, dan Leksono 2022:. Dengan pendekatan ini peserta didik tidak hanya dituntut untuk menguasai materi akademis, tetapi juga mengembangkan kompetensi sosial, emosional dan berpikir kritis. Semuanya tercermin dalam profil Pancasila. Kebijakan peraturan kementerian Pendidikan dan kebudayaan nomor 22 tahun 2020 tentang rencana strategis kementerian pendidikan tahun 2020-2024, menyebutkan: pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila (Susilawati. Sarifudin, dan Muslim 2021:. Dengan enam ciri utama yaitu: . Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang maha Esa, dan berakhlak mulia. Peserta Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Indana Zulfa. Bustanul Ulum Implementasi Kurikulum Merdeka Pendidikan Agama Islam untuk Mengasah Keterampilan Berpikir Kritis Siswa didik yang beriman, menjalankan ajaran agama yang baik dan menjauhi larangannya, bertoleransi terhadap keimanan yang lain, serta mempunyai perilaku yang bermoral baik untuk kehidupan sehari-hari. Berkebinekaan Global. Peserta didik mampu memahami dan toleransi terhadap berbagai budaya, agama, serta mempertahankan identitas nasional dan bersikap terbuka dalam pergaulan dunia. Bergotong royong. Peserta didik mampu bekerja sama, bergotong royong, suka rela mengerjakan kegiatan untuk mencapai bersama, serta mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Dan manfaat dari gotong royong, adalah rasa kepedulian terhadap sesama, berkolaborasi dan berbagi. Mandiri. Peserta didik mampu bertanggung jawab atas kesadaran diri sendiri, bertanggung jawab atas keputusannya, serta proses dan hasilnya, mampu mengambil risiko dan tidak bergantung kepada orang lain. Bernalar Kritis. Peserta didik mampu berpikir logis, objektif, analitis, mengevaluasi informasi, menyimpulkannya dan mengajukan solusi berdasarkan data atau sumber yang akurat. Kreatif. Peserta didik mampu memiliki kemampuan kreativitas yang tinggi, mampu menghasilkan gagasan dan karya orisinal, inovatif, serta mampu menerapkan ide-ide baru dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Gambar 1. Kegiatan Proses Pembelajaran Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Indana Zulfa. Bustanul Ulum Implementasi Kurikulum Merdeka Pendidikan Agama Islam Keterampilan Berpikir Kritis Siswa untuk Mengasah Profil pelajar Pancasila yang mencakup pada mata pelajaran pendidikan agama Islam adalah adanya setoran hafalan dan juga praktik sesuai materi seperti fasholatan, memandikan jenazah, thaharoh dan masih banyak lainnya. Di SMK Plus Al-Mujahidi menerapkan adanya hafalan QurAoan juz 30 dan juga berbagai macam praktik yang mana hafalan dan praktik tersebut menjadi ujian praktik pada waktu kelas 12 nantinya. Dalam proses pembelajaran guru menggunakan berbagai macam model pembelajaran dengan gaya belajar masing-masing, sehingga lebih menarik dan mudah dipahami. Kurikulum merdeka belajar menekankan peran aktif siswa mengembangkan media pembelajaran dan meningkatkan proses pembelajaran agar sesuai dengan perkembangan zaman. Kontribusi Kurikulum Merdeka Pendidikan Agama Islam Untuk Mengasah Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Penerapan kurikulum merdeka belajar dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK Plus Al-Mujahidi Tembokrejo berkontribusi terhadap mengasah keterampilan berpikir kritis. Sebagian kecil siswa siswi di SMK Plus AlMujahidi masih kurang terlihat akan kemampuan berpikir kritis, karena memang dari dahulu mereka hanya mengandalkan sebuah buku saja atau hanya menulis. Pada proses belajar banyak juga siswa siswi yang cenderung diam, tidak percaya diri, rasa keingintahuannya kurang dan tidak percaya diri dalam menganalisis sebuah masalah. Namun semua permasalahan tersebut bisa ditangani oleh guru yang mana melakukan sebuah pendekatan, strategi dan juga model pembelajaran yang menarik dan menyenangkan sehingga semua siswa senang tidak bosan dan Semenjak adanya perubahan tersebut, siswa-siswi menjadi aktif, tumbuh semangat, lebih kreatif dan juga berpikir kritis dalam melaksanakan pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan yang esensial, dan berfungsi efektif dalam semua kehidupan (Hendrayadi. Syafrudin, dan Rehani 2023:2. Oleh karena itu kemampuan berpikir kritis ini sangat penting ditanamkan sejak berada disekolah, baik di rumah maupun masyarakat. Dunia Pendidikan sangat erat dengan pencapaian atau tujuan, sehingga sangat penting Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Indana Zulfa. Bustanul Ulum Implementasi Kurikulum Merdeka Pendidikan Agama Islam untuk Mengasah Keterampilan Berpikir Kritis Siswa untuk memiliki kemampuan berpikir kritis. Karena dengan adanya berpikir kritis ini siswa dapat menalar, menganalisis, mampu mengambil keputusan dan bertanggung jawab serta mampu mengambil risiko. Sehingga mampu memecahkan masalah dan mengambil solusi yang tepat. Penerapan kurikulum merdeka ini dapat memberikan kontribusi siswa-siswi untuk mengembangkan keterampilan berpikir Kontribusi dalam mengembangkan kurikulum merdeka yakni guru menyiapkan modul ajar yang sesuai dengan kurikulum merdeka, bahan ajar untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa, membuka pertanyaan serta boleh untuk menjawabnya. Kurikulum merdeka memberikan pengalaman baru bagi seorang guru untuk mengelola kelas pada waktu pembelajaran agar lebih aktif tidak pasif dan menyenangkan dan memberikan materi yang representative sehingga secara tidak langsung seorang guru dapat meningkatkan skill dalam mengajar, dan bagi siswa juga diberikan kebebasan sehingga tidak terpacu pada buku saja, melainkan dengan mengakses internet, mengoperasikan media seperti proyektor ketika ada Project yang membutuhkan adanya proyektor dan lain sebagainya. Kurikulum merdeka ini juga melatih siswa-siswi mengembangkan keterampilan berpikir kritis di bawah pengawasan guru agar tidak salah dalam mengambil keputusan (Hasanah dan Haryadi 2022:. Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pendidikan Agama Islam Cara untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMK Plus Al-Mujahidi dengan menerapkan sebuah metode pembelajaran yang bermacam-macam variasi, sehingga tidak monoton, sehingga siswa-siswi tidak merasakan bosan dan tidak hanya terpacu dengan buku cetak saja. Oleh karena itu metode yang digunakan yaitu problembased learning, inquiry learning dan lain sebagainya selain itu juga menerapkan pembaruan kurikulum dan memberikan pedoman bagi siswa-siswi agar pada waktu kegiatan belajar menjadi menarik. Pembelajaran yang menarik juga sangat penting dalam meningkatkan minat belajar siswa sekaligus kemampuan berpikir kritis. Sebab model pembelajaran memiliki orientasi yang berbeda-beda dalam mencapai Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Indana Zulfa. Bustanul Ulum Implementasi Kurikulum Merdeka Pendidikan Agama Islam Keterampilan Berpikir Kritis Siswa untuk Mengasah Strategi pembelajaran yang berorientasi kognitif tentu mengarah kepada kemampuan berpikir kritis siswa. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMK Plus Al-Mujahidi Tembokrejo, selalu berupaya untuk meningkatkan berpikir kritis siswa melalui pelatihanpelatihan yang selalu dilaksanakan dilembaga maupun lewat kampus merdeka Dan keterampilan tersebut memang sangat diharapkan siswa-siswi memiliki keterampilan belajar yang khas di abad ke-21. Melalui berbagai cara tersebut, pembelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas XI SMK Plus Al-Mujahidi meningkat. Peningkatan ini bisa dilihat dari perbandingan kemampuan daya kritis siswa pada kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka sebagai berikut: Table 1. Perbandingan Kemampuan Berfikir Kritis Siswa Antara Kurikulum 2013 Dengan Kurikulum Merdeka Belajar Di SMK Plus Al-Mujahidi Skor Kemampuan Berfikir Kritis K-13 KMB Nilai tertinggi Nilai terendah Rata-rata Berdasarkan hasil penilaian peserta didik kelas XI di SMK Plus Al-Mujahidi Tembokrejo di atas menunjukkan bahwasanya kemampuan daya kritis siswa mengalami peningkatan. Pada kurikulum 2013 nilai rata-ratanya yakni 80, dan pada kurikulum merdeka nilai rata-ratanya menjadi 85. Dengan demikian, penerapan kurikulum merdeka memberikan kontribusi bagi peningkatan kemampuan berpikir kritis bagi siswa-siswi maupun guru. KESIMPULAN SMK Plus Al-Mujahidi Tembokrejo mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Kurikulum merdeka belajar adalah kurikulum yang dirancang untuk membebaskan dan memberikan banyak ruang untuk guru dan siswa dalam proses pembelajaran dengan berbagai macam model pembelajaran yang menyenangkan dilakukan di Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Indana Zulfa. Bustanul Ulum Implementasi Kurikulum Merdeka Pendidikan Agama Islam untuk Mengasah Keterampilan Berpikir Kritis Siswa dalam kelas maupun di luar kelas berbasis Project, menguatkan kompetensi, serta mendorong peserta didik untuk mendalami sebuah konsep. Kontribusi dalam mengembangkan kurikulum merdeka guru di SMK Plus AlMujahidi menyiapkan modul ajar yang sesuai dengan kurikulum merdeka, bahan ajar untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa, membuka pertanyaan serta boleh untuk menjawabnya. Kurikulum merdeka memberikan pengalaman baru bagi seorang guru untuk mengelola kelas pada waktu pembelajaran agar lebih aktif tidak pasif dan menyenangkan dan memberikan materi yang representative sehingga secara tidak langsung seorang guru dapat meningkatkan skill dalam mengajar, dan bagi siswa juga diberikan kebebasan sehingga tidak terpacu pada buku saja, melainkan dengan mengakses internet, mengoperasikan media seperti proyektor ketika ada Project yang membutuhkan adanya proyektor dan lain sebagainya. Guru Pendidikan Agama Islam(PAI) di SMK Plus Al-Mujahidi Tembokrejo, selalu berupaya untuk meningkatkan berpikir kritis siswa melalui pelatihanpelatihan yang selalu dilaksanakan dilembaga maupun lewat kampus merdeka Cara untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMK Plus Al-Mujahidi dengan menerapkan sebuah metode pembelajaran yang bermacam-macam variasi, sehingga tidak monoton, sehingga siswa-siswi tidak merasakan bosan dan tidak hanya terpacu dengan buku cetak saja. Oleh karena itu metode yang digunakan yaitu problem based learning, inquiry learning dan lain sebagainya selain itu juga menerapkan pembaruan kurikulum dan memberikan pedoman bagi siswa-siswi agar pada waktu kegiatan belajar menjadi menarik. Berdasarkan temuan dalam implementasi kurikulum merdeka di SMK Plus Al-Mujahidi Tembokrejo, disarankan untuk mengeksplorasi lebih dalam aspek evaluasi pembelajaran yang mampu mengukur keterampilan berpikir kritis secara konkret dan terstruktur, serta menganalisis dampak pemanfaatan teknologi digital terhadap peningkatan kualitas berpikir siswa. Kontribusi penelitian dianjurkan untuk mengkaji peran pelatihan guru secara berkelanjutan dalam memperkuat Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Indana Zulfa. Bustanul Ulum Implementasi Kurikulum Merdeka Pendidikan Agama Islam Keterampilan Berpikir Kritis Siswa untuk Mengasah kompetensi pedagogic berbasis kurikulum merdeka, agar inovasi pembelajaran yang dilakukan guru semakin efektif dan berkelanjutan. REFERENSI