JePKM Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2722-807X (Prin. ISSN: 2987-1441 (Onlin. Vol. No. 1: Juni 2026, h. Pendampingan Manasik Haji Di SDIT Al-Hikam Purwodadi Hajj Ritual Guidance And Mentoring At SDIT Al-Hikam Purwodadi Siti Mastiyah. Kholis Aniyati. Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur. Sumatera Selatan. Indonesia. Email: mastiyahs@gmail. Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur. Indonesia. Email: a@gmail. ABSTRAK Kegiatan praktik manasik haji merupakan salah satu bentuk pembelajaran pendidikan agama Islam yang bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai tata cara pelaksanaan ibadah haji secara teori maupun praktik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan praktik manasik haji di SDIT Al-Hikam Purwodadi. Hasil kegiatan praktik manasik haji menunjukkan bahwa praktik manasik haji dapat meningkatkan pemahaman siswa mengenai rukun dan wajib haji, menanamkan nilai kedisiplinan, kebersamaan, tanggung jawab, serta menumbuhkan semangat beribadah sejak dini. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui simulasi ibadah haji seperti ihram, thawaf, saAoi, wukuf, melempar jumrah, dan tahallul dengan menggunakan media pembelajaran yang menyerupai kondisi nyata. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari guru dan orang tua siswa sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif dan bermakna. Kata Kunci: Manasik Haji. Pendampingan. SDIT Al-Hikam ABSTRACT The Hajj ritual practice is a form of Islamic religious education learning that aims to provide students with an understanding of the procedures for implementing the Hajj pilgrimage in both theory and This community service initiative aims to describe the implementation of Hajj ritual mentoring at SDIT Al-Hikam Purwodadi. The results of the activity show that Hajj mentoring can improve students' understanding of the pillars and mandatory requirements of Hajj, instill values of discipline, togetherness, and responsibility, and foster a spirit of worship from an early age. The program was carried out through simulations of Hajj rituals such as ihram, tawaf, sa'i, wuquf, throwing pebbles . , and tahallul using learning media that mimic real conditions. This activity also received strong support from teachers and students' parents, making the learning process more effective and Keywords: Hajj Ritual Mentoring. Mentoring. SDIT Al-Hikam JePKM (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. Vol. No. 1, . : Juni 2026 Siti Mastiyah. Kholis Aniyati. Pendampingan Manasik Haji Di SDIT Al-Hikam Purwodadi PENDAHULUAN Pendidikan agama Islam memiliki peranan penting dalam membentuk karakter dan sikap spiritual peserta didik sejak usia dini (Busahdiar. Ummah Karimah. Farihen. Sri Wahyuni. Putri Qursiasih & Haezah Fahriah, 2. Masa keemasan anak merupakan periode penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan fisik maupun mental. Pada tahap ini, anak memiliki kemampuan yang sangat baik dalam menyerap informasi dan menerima berbagai bentuk pembelajaran dengan cepat. Pendidikan agama berperan penting dalam memperkuat keimanan anak sehingga mereka mampu memahami dan membedakan antara perbuatan yang benar dan yang salah (Hikma Yanti, 2. Oleh karena itu, pengenalan ilmu agama, termasuk pembelajaran mengenai tata cara pelaksanaan manasik haji, perlu diberikan sejak usia dini. Penanaman nilai-nilai Islam sejak kecil akan membantu membentuk karakter anak menjadi lebih baik dan berakhlak mulia (Nadila Raudatul Aisy, 2. Namun, perkembangan yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa masih banyak pembelajaran ibadah yang belum dipraktikkan secara langsung, sehingga anak kurang memahami serta mengenal nilai-nilai keagamaan secara mendalam (Latifah, 2. Salah satu materi penting dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam adalah pelaksanaan ibadah haji (Alijaya et al. , 2. Agar peserta didik tidak hanya memahami teori, sekolah perlu menghadirkan pembelajaran praktik atau pelatihan yang mampu memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik. Praktik manasik haji merupakan kegiatan simulasi pelaksanaan ibadah haji yang dirancang menyerupai kondisi sebenarnya. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan tata cara ibadah haji. Manasik haji meliputi berbagai rangkaian ibadah seperti memakai pakaian ihram, thawaf mengelilingi KaAobah, saAoi antara Shafa dan Marwah, wukuf di Arafah, melempar jumrah, hingga tahallul (Jenderal, 2. SDIT Al-Hikam Purwodadi merupakan lembaga pendidikan Islam yang berupaya mengintegrasikan pendidikan umum dan pendidikan keagamaan dalam proses pembelajaran. Sekolah ini berdiri di bawah Yayasan Al Hikam OKU Timur dan memiliki komitmen dalam membentuk peserta didik yang berakhlakul karimah. Melalui pendampingan praktik manasik haji, siswa diharapkan mampu memahami tata cara pelaksanaan ibadah haji secara lebih nyata dan menumbuhkan kecintaan terhadap syariat Islam sejak dini. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta mengevaluasi pelaksanaan pendampingan praktik manasik haji di SDIT AlHikam Purwodadi. METODE Metode yang digunakan dalam program pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan dua skema pendekatan utama yang diadaptasi demi menyelesaikan masalah keterbatasan pemahaman kontekstual siswa di lapangan. Adapun pembagian metodenya meliputi: Pendidikan Masyarakat: Diterapkan pada tahap persiapan, di mana tim pengabdi dan guru memberikan penjelasan teoretis awal secara klasikal mengenai pengertian, rukun, syarat wajib, serta tata cara pelaksanaan ibadah haji melalui bantuan media visual. Pelatihan dan Pendampingan: Diwujudkan melalui metode demonstrasi, simulasi, dan praktik langsung secara berkelompok di halaman sekolah dengan memanfaatkan media pembelajaran miniatur penunjang yang menyerupai kondisi nyata di lapangan. Secara rinci, alur operasional metode penyelesaian masalah ini dilaksanakan melalui dua tahapan pokok berikut: JePKM (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. Vol. No. 1, . : Juni 2026 Siti Mastiyah. Kholis Aniyati. Pendampingan Manasik Haji Di SDIT Al-Hikam Purwodadi Oe Tahap Persiapan: Pihak sekolah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana pendukung seperti miniatur KaAobah, area saAoi, tempat lempar jumrah, pakaian ihram, serta perlengkapan lainnya yang menunjang kegiatan praktik manasik haji. Guru memberikan penjelasan awal mengenai materi haji. Selanjutnya, siswa dipandu mengikuti alur simulasi secara berurutan mulai dari memakai pakaian ihram, membaca niat dan talbiyah, melakukan wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, melempar jumrah, tahallul, thawaf mengelilingi KaAobah, dan saAoi antara Bukit Shafa dan Marwah. Oe Tahap Pelaksanaan: Pelaksanaan praktik manasik haji dilakukan di halaman SDIT Al-Hikam Purwodadi dengan melibatkan seluruh peserta didik. Rangkaian tata cara pelaksanaan di lapangan meliputi: memakai pakaian ihram, niat haji dan talbiyah, wukuf di Arafah, melempar jumrah, tahallul, thawaf, saAoi, penutupan, dan doa bersama. HASIL DAN PEMBAHASAN Pendampingan manasik haji di SDIT Al-Hikam Purwodadi dilaksanakan sebagai bentuk pembelajaran praktik Pendidikan Agama Islam yang bertujuan mengenalkan tata cara pelaksanaan ibadah haji kepada siswa sejak dini. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dengan pendampingan guru dan panitia pelaksana. Kegiatan pendampingan manasik haji diawali dengan penyampaian materi mengenai kedudukan ibadah haji sebagai rukun Islam kelima, pentingnya memahami tata cara pelaksanaannya, sejarah pelaksanaan ibadah haji, serta keutamaan dan pahala yang diperoleh bagi umat Islam yang Selain itu, pemateri juga memberikan motivasi spiritual kepada peserta didik agar memiliki semangat dan antusias dalam mengikuti seluruh rangkaian praktik manasik haji. Pada tahap awal kegiatan, diketahui bahwa sebagian besar siswa telah mengenal istilah haji, namun masih terbatas pada pemahaman umum dan belum memahami makna, urutan, serta tata cara pelaksanaannya secara Beberapa istilah seperti ihram, thawaf, dan saAoi masih sangat asing bagi peserta didik. Gambar 1. Penyampaian Materi Haji Kegiatan praktik manasik haji berlangsung dengan baik dan memberikan pengalaman pembelajaran baik secara teori maupun praktik kepada peserta didik. Praktik dimulai dari penggunaan pakaian ihram yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan niat haji. Pada tahap ini peserta didik memperagakan bacaan niat sesuai arahan pembimbing. Setelah itu, peserta diarahkan menuju simulasi wukuf di Arafah sebagai tempat berkumpulnya jamaah haji untuk beribadah dan memperbanyak amal JePKM (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. Vol. No. 1, . : Juni 2026 Siti Mastiyah. Kholis Aniyati. Pendampingan Manasik Haji Di SDIT Al-Hikam Purwodadi Dalam kegiatan ini, peserta didik memperagakan pelaksanaan adzan dan kegiatan ibadah lainnya secara sederhana sesuai petunjuk dari pemateri. Gambar 2. Simulasi Wukuf Dipadang Arafah Rangkaian kegiatan selanjutnya adalah simulasi menuju Muzdalifah, yaitu tempat jamaah haji mengumpulkan batu kerikil yang akan digunakan untuk melontar jumrah. Setelah batu kerikil dikumpulkan, peserta melanjutkan perjalanan menuju Mina sebagai lokasi bermalam bagi jamaah haji selama beberapa hari. Pada malam pertama di Mina, peserta didik memperagakan pelaksanaan lontar jumrah Aqabah sebanyak tujuh kali lemparan sambil membaca doa yang dipandu oleh Ustad Shidik Melani. Pd. Gambar 3. Melempar Jumroh Setelah selesai melontar jumrah, kegiatan dilanjutkan dengan tahallul sughra, yaitu memotong sebagian rambut sebagai simbol berakhirnya sebagian larangan ihram. Dalam praktik ini, beberapa peserta didik memotong sedikit rambutnya dengan bantuan guru dan panitia kegiatan. JePKM (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. Vol. No. 1, . : Juni 2026 Siti Mastiyah. Kholis Aniyati. Pendampingan Manasik Haji Di SDIT Al-Hikam Purwodadi Gambar 4. Memotong Sebagian Rambut Pada simulasi malam kedua dan ketiga di Mina, peserta kembali memperagakan lontar jumrah yang dimulai dari jumrah Ula, jumrah Wustha, dan jumrah Aqabah masing-masing sebanyak tujuh kali Dalam praktik tersebut, peserta mengikuti arahan pembimbing sambil membaca doa-doa yang dianjurkan. Simulasi ini dilakukan dalam satu putaran sebagai bentuk pengenalan dasar kepada peserta didik mengenai tata cara melempar jumrah dalam ibadah haji. Gambar 5. Bermalam Di Mina Setelah rangkaian lontar jumrah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan praktik thawaf, yaitu mengelilingi miniatur KaAobah sebanyak tujuh putaran. Dalam pelaksanaannya, peserta didik mengikuti instruksi pembimbing sambil membaca doa-doa yang biasa dibaca ketika melihat Hajar Aswad, melewati Maqam Ibrahim, dan berada di antara Rukun Yamani. Selanjutnya peserta melakukan praktik saAoi, yaitu berjalan dan berlari kecil dari bukit Shafa menuju bukit Marwah sebanyak tujuh kali Peserta laki-laki memperagakan lari-lari kecil, sedangkan peserta perempuan berjalan sesuai ketentuan dalam pelaksanaan saAoi. Seluruh rangkaian dilakukan sambil mengikuti bacaan doa yang dipandu oleh bapak/ibu guru. JePKM (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. Vol. No. 1, . : Juni 2026 Siti Mastiyah. Kholis Aniyati. Pendampingan Manasik Haji Di SDIT Al-Hikam Purwodadi Gambar 6. Thawaf Kegiatan terakhir dalam praktik manasik haji adalah tahallul kubra. Tahallul kubra yaitu mencukur rambut kepala bagi laki-laki dan memotong sebagian rambut bagi perempuan sebagai tanda selesainya rangkaian ibadah haji. Seluruh tahapan kegiatan manasik haji telah dilaksanakan dan diperagakan dengan baik oleh peserta didik. Gambar 7. Memotong Sebagian Rambut Bagi Perempuan JePKM (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. Vol. No. 1, . : Juni 2026 Siti Mastiyah. Kholis Aniyati. Pendampingan Manasik Haji Di SDIT Al-Hikam Purwodadi Gambar 8. Memotong Sebagian Rambut Bagi Laki-laki Siswa terlihat sangat antusias selama mengikuti kegiatan, mulai dari pelaksanaan niat haji hingga tahallul kubra. Selain itu, peserta didik juga mampu menghafal dan mengikuti beberapa doa yang dibacakan selama praktik berlangsung, seperti doa ketika melontar jumrah, doa thawaf, doa melihat Hajar Aswad, dan doa ketika melewati Rukun Yamani. Hal tersebut menunjukkan bahwa kegiatan praktik manasik haji mampu meningkatkan pemahaman serta keterampilan peserta didik dalam mengenal tata cara ibadah haji sejak usia dini. Secara teoritis, keberhasilan peningkatan pemahaman keagamaan siswa melalui metode simulasi lapangan ini sejalan dengan prinsip dasar pengembangan kapasitas masyarakat berbasis partisipasi aktif kelompok sasaran. Pendekatan pendampingan yang intensif terbukti mampu mengoptimalkan penyerapan informasi edukatif, sebagaimana diserukan oleh Ife dan Tesoriero . bahwa proses penguatan pemahaman komunitas atau kelompok belajar harus ditekankan pada pemberian pengalaman empiris secara langsung demi memicu kesadaran internal. Aktivitas motorik yang terarah selama proses manasik haji di lingkungan sekolah dasar terbukti efektif menjembatani pemahaman konseptual Islam normatif ke bentuk aplikatif praktis. Upaya revitalisasi model pengajaran keagamaan berbasis aksi nyata ini juga bersinggungan dengan konsep yang ditawarkan Sutarni dan Mardikanto . , di mana efektivitas adopsi suatu pengetahuan baru di tingkat kelompok sasaran akan berbanding lurus dengan intensitas penyuluhan bimbingan yang bersifat demonstratif serta percontohan fisik secara langsung. SIMPULAN Pelaksanaan manasik haji di SDIT Al-Hikam Purwodadi merupakan kegiatan pembelajaran yang efektif dalam mengenalkan tata cara ibadah haji kepada siswa sejak dini. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa mengenai pelaksanaan ibadah haji, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai religius seperti kedisiplinan, tanggung jawab, kebersamaan, dan spiritualitas. Pelaksanaan kegiatan yang dilakukan melalui simulasi praktik secara langsung membuat siswa lebih mudah memahami materi dibandingkan pembelajaran teori semata. Oleh karena itu, praktik manasik haji dapat dijadikan sebagai salah satu metode pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang efektif dalam membentuk karakter religius peserta didik. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa siswa JePKM (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. Vol. No. 1, . : Juni 2026 Siti Mastiyah. Kholis Aniyati. Pendampingan Manasik Haji Di SDIT Al-Hikam Purwodadi sangat antusias dan aktif selama mengikuti praktik. Sebagian besar siswa mampu mengikuti setiap tahapan manasik haji dengan benar sesuai arahan guru. Selain itu, siswa juga mulai memahami urutan pelaksanaan ibadah haji serta makna dari setiap rangkaian ibadah yang dilakukan. DAFTAR PUSTAKA