Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 5. No 1. March 2024. Hal 77-83 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI: https://doi. org/10. 33365/jsstcs. Pendampingan Les Membaca Untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Siswa di MI Al-Muhajir Kereng Pangi Aisyah1*. Muhammad Syabrina2. Sulistyowati3 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Tarbiyah & Ilmu Keguruan. IAIN Palangka Raya Email: 1aisahaisah3019@gmail. com, 2syabrina@iain-palangkaraya. id, 3sulistyowati@iainpalangkaraya. (Aisyah*: Corresponding Autho. Received 25-January-2024 Accepted 15-March-2024 Publish 27-March-2024 AbstrakOe Kemampuan literasi membaca merupakan komponen yang sangat penting dalam kegiatan belajar. Tetapi masih banyak siswa yang memiliki kemampuan rendah dalam membaca. Kesulitan membaca yang dialami siswa yaitu mengenali huruf yang sama, mengeja, bahkan ada yang sama sekali belum bisa mengeja. Untuk mengatasi kondisi tersebut perlu adanya kegiatan les membaca. Kegiatan les membaca ini dilaksakan di MI Al-Muhajir Kereng Pangi yang bertujuan untuk meningkatkan kemampun literasi membaca siswa. Siswa yang megikuti kegiatan les membaca ini yang kemampuan membacanya rendah mulai dari kelas II sampai dengan kelas IV di MI Al-Muhajir. Jenis penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif, untuk mengumpulkan informasi pada kegiatan les membaca. Kegiatan les membaca ini dilakukan mulai bulan awal bulan Juli sampai dengan bulan akhir bulan September 2023 sampai dengan awal bulan Kegiatan les membaca ini untuk meningktkan kemampuan literasi membaca siswa. Kata Kunci: Les. Membaca. Kemampuan. Literasi. Siswa AbstractOe Reading literacy skills are a very important component in learning activities. But there are still many students who have low ability in reading. The reading difficulties experienced by students include recognizing the same letters, spelling, some even cannot spell at all. To overcome this condition, reading tutoring activities are needed. This reading tutoring activity was carried out at MI Al-Muhajir Kereng Pangi with the aim of improving students' reading literacy skills. Students who take part in this reading tutoring activity have low reading abilities ranging from class II to class IV at MI Al-Muhajir. This type of research uses descriptive qualitative, to collect information on reading tutoring activities. This reading tutoring activity is carried out from the beginning of July to the end of September 2023 to the beginning of October. This reading tutoring activity is to improve students' reading literacy skills. Keywords: Toturing. Reading. Ability. Literacy. Student PENDAHULUAN Literasi merupakan kemampuan seorang individu dalam menggunakan keterampilan dalam mengetahui suatu makna yang didapat melalui kegiatan membaca, menulis, berhitung serta memecahkan masalah dalam kehidupan sehai-hari (Setyawan, 2. Menurut Rohim et. mengatakan bahwa literasi tidak hanya kegiatan membaca dan menulis akan tetapi terdapat kemampuan memanfaatkan sumber pengetahuan yang didapat dalam bentuk cetak maupun maupun digital secara kritis. Literasi mampu menumbuhkan motivasi peserta didik untuk belajar membaca dan menghitung. Dengan adanya motivasi dalam diri peserta didik untuk belajar membaca dan menghitung sehingga dapat meningkatkan minat memabaca peserta Salah satu kegiatan literasi yaitu kegiatan membaca. Menurut Harianto . membaca itu bagian empat keterampilan bahasa dan dikatakan sebagai kemampuan mengomunikasikan secara tulis. Secara formal, kemampuan membaca dilaksanakan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Menurut Nurjanah . dalam Harianto . mengemukakan bahwa dalam kegiatan membaca permulaan peserta didik dituntut untuk mengenal huruf, suku kata, kata, dan kalimat. Hal itu bertujuan hendaknya peserta didik mengetehaui makna tulisan dengan menyuarakan tulisan secara tepat melalui kata-kata dan kalimat sederhana. Kemampuan dalam membaca menjadi dasar utama untuk menguasai |Page 77 Copyright A 2024. Aisyah. Muhammad Syabrina. Sulistyowati. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 5. No 1. March 2024. Hal 77-83 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI: https://doi. org/10. 33365/jsstcs. berbagai pengetahuan dengan baik . Dengan demikian, peserta didik harus meningkatan keterampilan dalam membaca agar memiliki kemampuan untuk membaca sehingga dapat mendukung kegiatan pembelajaran. Kemampuan membaca dapat ditingkatkan dengan budaya membaca. Budaya membaca ini dengan membiasakan peserta didik untuk membaca. Tujuan dari pembiasaan agar tertanam dalam diri peserta didik kebiasaan untuk selalu membaca dan mengtehaui makna dari membaca. Pembiasaan budaya membaca dapat mengembangkan kemampuan berpikir peserta didik dalam memahami berbagai ilmu pengetahuan yang mereka dapatkan dalam kegiatan pembelajaran (Putro et, al. , . Literasi membaca merupakan keterampilan yang sangat penting bagi kehidupan (Widya Kusuma, 2. Kemampuan membaca menjadi hal yang mendasar dalam praktik kegiatan Kemampuan membaca diibaratkan sebagai fondasi untuk memperlajari berbagai ilmu Kemampuan dala membaca sangat penting untuk pertumbuhan intelektual siswa. Melalui membaca siswa dapat menyerap makna dari suatu pengetahuan dan akan bermanfaat bagi kehidupannya. Namun kenyataanya, kondisi dimana kurangnya kemampuan membaca masih banyak dialami siswa di sekolah dasar. Hal ini secara tidak langsung akan menghambat proses pembelajaran. Kurangnya kemampuan membaca akan membuat siswa malas membaca yang menyebabkan minimnya pengetahuan. Hal ini menjadi salah satu penyebab rendahnya prestasi siswa dalam belajar (Widya Kusuma, 2. Karena siswa yang memiliki kemampuan literasi membaca yang baik, maka akan meningkatkan prestasinya. Melihat kondisi di MI Al-Muhajir Kereng Pangi, kemampuan literasi membaca siswa masih rendah yang menyebabkan siswa kurang optimal dalam memahami materi pembelajaran. Kondisi tersebut menyebabkan suatu kegiatan pembelajaran dimana siswa tidak dapat belajar secara Upaya untuk mengatasi rendahnya kemampuan literasi membaca di MI Al-Muhajir yaitu dengan melakukan kegiatan les membaca. Melalui kegiatan les membaca pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek-aspek yang menyebabkan rendahnya kemampuan membaca dan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa di MI Al-Muhajir Kereng Pangi. Pada kegiatan les membaca dapat memperbaiki kemampuan membaca siswa sebagai salah satu uapaya untuk mengatasi rendahnya kemampuan literasi membaca siswa. Hal tersebut memotivasi peneliti untuk melakukan kegiatan pengabdian di MI Al-Muhajir Kereng Pangi yang berjudul AuPendampingan Les Membaca Untuk Meningkatkan Literasi Siswa di MI AlMuhajir Kereng PangiAy. METODE PELAKSANAAN Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas II sampai dengan kelas IV di MI Al-Muhajir Kereng Pangi. Siswa kelas II sampai dengan kelas IV yang mengikuti kegiatan les membaca ini adalah siswa yang masih rendah kemampuan literasi membacanya. Jenis penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif, untuk mengumpulkan informasi pada kegiatan les membaca. Data penelitian ini diperoleh dari teknik observasi, dokumentasi dan seleksi yang dilakukan wali kelas masingmasing. Analisis data dikumpulkan dengan pengumpulan data yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pendampingan ini dilakukan mulai bulan awal bulan Juli sampai dengan bulan akhir bulan September 2023. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam pendampingan yang dilaksanakan di MI Al-Muhajir Kerengi pangi guna meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa. Pendampingan ini merupakan pendampingan kegiatan les Banyak siswa yang mengalami rendahnya kemampuan siswa dalam membaca yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Menurut Maryani . faktor-faktor yang memperngaruhi rendahnya kemampuan siswa dalam membaca sesuai dengan permasalahan dalam penelitian |Page 78 Copyright A 2024. Aisyah. Muhammad Syabrina. Sulistyowati. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 5. No 1. March 2024. Hal 77-83 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI: https://doi. org/10. 33365/jsstcs. ini yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Berikut faktor yang mempengaruhi rendahnya kemampuan siswa dalam membaca diantaranya adalah: 1 Faktor Internal Dikatan faktor internal karena faktor yang tertanam dalam diri seseorang. Faktor internal yang mempengaruhi rendahnya kemampuan siswa dalam mebaca yaitu : 1Minat Faktor minat ini akan sangat mempengaruhi kemampuan siswa dalam membaca. Jika dalam diri siswa terdapat minat dalam membaca maka membaca akan terasa mudah dan menyenangkan bagi siswa. Tetapi jika tidak ada minat dalam diri siswa untuk membaca maka membaca akan terasa sulit dan menjadi hal yang sangat membosankan. Menurut Rohim . minat membaca ini merupakan cara untuk mendorong diri siswa Hasil pengamatan peneliti terlihat siswa yang mengalami rendahnya kemampuan membaca, siswa tersebut tidak fokus ketika sedang belajar. Selain tidak fokus, siswa tersebut juga terlihat tidak tertarik dalam kegiatan membaca. Ketika dilaksanakan kegiatan les membaca, siswa tersebut banyak mengobrol dengan temannya dan tidak serius dalam membaca. 2 Faktor Eksternal Dikatan faktor eksternal karena faktor ini terjadi dari lingkungan sekitar Faktor eksternal yang mempengaruhi rendahnya kemampuan membaca siswa yaitu: 1 Lingkungan Keluarga Keluarga adalah faktor yang sangat mempengaruhi seseorang dalam hal apapun salah satunya kemampuan siswa dalam membaca. Faktor keluarga juga menjadi suatu hal yang sangat mempengaruhi siswa. Karena lingkungan keluarga adalah tempat paling utama untuk siswa bela jar berbagai hal. Menurut Susilawati . faktor keluarga yang mempengaruhi rendahnya kemampuan siswa dalam mebaca yaitu didikan yang diberikan orang tua yang salah, kurangnya komunikasi dalam keluarga, orang tua tidak bisa mencipatkan suasana yang nyaman, dan faktor ekonomi keluarga. Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan salah satu wali kelas di MI Al-Muhajir, siswa yang memiliki rendahnya kemampuan membaca salah satunya adalah siswa yang memiliki keluarga yang kurang harmonis dan kurangnya didikan dari orang 2 Cara guru mengajar Selain faktor kelurga,faktor lainnya yang menyebabkan rendahnya kemampuan siswa dalam membaca adalah cara guru mengajar. Berdasarkan hasil pengamatan yang peneliti lakukan terlihat guru yang menghadapi jumlah siswa yang banyak di dalam kelas sehingga guru tidak bisa untuk selalu memperhatikan siswa yang berkesulitan membaca dan minimnya waktu belajar. Hal inilah yang menyebabkan masih banyak siwa yang Dalam penelitian ini, ada beberapa indikator rendahnya kemampuan siswa dalam Indikator dari hasil observasi dan seleksi yang telah dilakukan oleh masingmasing wali kelas di MI Al-Muhajir Kereng Pangi, diantaranya sebagai berikut: 1 Kemampuan Siswa dalam membedakan Huruf Vokal dan Konsonan Kemampuan siswa dalam membaca diawali dengan mengenal huruf vokal yaitu Aua, i, u, e, oAy dan huruf konsonan terdiri dari Aub, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y, z. Ay. Dari hasil pengamatan dan seleksi yang telah dilakukan banyak siswa yang masih belum bisa mengelompokkan antara huruf vokal dan huruf konsonan. Hal tersebut terjadi karena kurangnya daya tangkap siswa untuk mengingat pembelajaran. Pada saat awal kegiatan les membaca yang diikuti oleh siswa mulai kelas II hingga kelas VI yang memiliki kemampuan membaca yang rendah. Siswa yang masih belum bisa mengelompokkan huruf vocal dan konsonan adalah kelas II dan i. Bahkan ada siswa yang masih belum hafal abjad dari a-z. |Page 79 Copyright A 2024. Aisyah. Muhammad Syabrina. Sulistyowati. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 5. No 1. March 2024. Hal 77-83 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI: https://doi. org/10. 33365/jsstcs. 2 Kemampuan Siswa Menggabungkan Huruf Menjadi Sebuah Kata Kemampuan siswa dalam menggabungkan huruf menjadi suku kata pada kegiatan pendampingan les membaca di MI Al-Muhajir. Terlihat masih banyak siswa yang masih huruf-huruf Menggabungkan kata pada penelitian ini diartikan sebagai mulai menyusun kata 4 huruf seperti b-u menjadi bu,k-u menjadi ku . Menyusun kata 5 huruf seperti b-e menjadi be, s-a-r menjadi sar . Menyusun kata mulai dari huruf a sampai denga huruf z. Kemudian dilanjutkan dengan menyusun kata yang terdapat huruf ny, ng dan 3 Kemampuan Siswa Mengubah Kata Menjadi Sebuah Kalimat Kemampuan siswa dalam mengubah sebuah kata menjadi sebuah kalimat contohnya kata AuBudi makan rotiAy. Dari hasil pengamatan pada saat kegiatan les membaca siswa di MI Al-Muhajir Kereng Pangi terlihat masih banyak siswa yang kesulitan dalam menyusun kalimat tersebut. Dalam arti, kalimat tersebut masih di eja satu persatu sesuai kata. 4 Tertukarnya beberapa huruf dalam kata. Masalah tertukarnya huruf kata menjadi permasalahan yang sering ditemui pada siswa di MI Al-Muhajir Kereng Pangi. Contoh huruf yang masih tertukar adalah huruf b dan d, m dan n, f dan f dan lainnya. Masalah tersebut terjadi karena adanya kemiripan bentuk dan penyebutan pada huruf tersebut. 1 Pelaksaan Pendampingan Kegiatan Les Membaca di MI Al-Muhajir Kereng Pangi Pelaksanaan kegiatan les membaca ini merupakan salah satu progam kerja yang dilakukan oleh mahasiswa MBKM di MI Al-Muhajir Kereng Pangi. Dan progam les membaca ini sebelumnya juga sudah dilaksanakan oleh pihak sekolah MI Al-Muhajir Kereng Pangi. Tetapi karena suatu hal, maka kegiatan les membaca sempat terhenti. Kemudian mahasiswa MBKM membantu melanjutkan kegiatan les membaca tersebut. Kegiatan pendampingan les membaca oleh mahasiswa MBKM dilaksanakan mulai awal bulan Juli sampai dengan bulan Desember. Pendampingan les membaca ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi membaca pada siswa yang mengalami kesulitan membaca di MI Al-Muhajir Kereng Pangi. Yang menjadi sasaran untuk kegiatan pendampingan les membaca yaitu mulai dari kelas II sampai dengan kelas IV melalui tahap seleksi. Kegiatan pendampingan les membaca dilakukan pada pukul 09:35 WIB. Pelaksaan kegiatan pendampingan les membaca dilakukan melalui beberapa tahap diantaranya adalah sebagai berikut: 1 Tahap seleksi Tahap seleksi ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam Tahap selesksi dilakukan mulai dari kelas II sampai dengan kelas IV di MI Al-Muhajir Kereng Pangi. Pada tahap selesksi ini dilakukan oleh masing-masing wali kelas. Melalui tahap seleksi ini maka dapat mengetahui siswa yang memiliki kemampuan rendah dalam membaca. Kemudian nama-nama siswa yang memiliki kemampuan rendah membaca, dibuatkan daftar kehadiran sesuai dengan masingmasing kelas. Jadi siswa yang memiliki kemampuan rendah membaca melalui tahap seleksi ini adalah berjumlah kurang lebih 60 orang dari semua kelas II sampai dengan kelas IV. |Page 80 Copyright A 2024. Aisyah. Muhammad Syabrina. Sulistyowati. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 5. No 1. March 2024. Hal 77-83 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI: https://doi. org/10. 33365/jsstcs. Gambar 1. Seleksi Membaca 2 Tahap penjemputan siswa di dalam kelas untuk membaca Pelaksanaan kegiatan pendampingan les membaca ini dengan menjemput siswa sesuai kelas mulai dari kelas II sampai dengan kelas IV. Siswa yang dijemput adalah siswa yang telah diseleksi pada saat tahap penyeleksian oleh masing-masing wali kelas. Penjemputan siswa les membaca dengan dibagikan stick nama. Gambar 2. Stick Nama 3 Tahap pembagian stick nama Tahap pembagian stick nama ini adalah nama-nama yang ada pada daftar Karena mengingat banyaknya siswa yang mengikuti kegiatan pendampingan les membaca, maka dibagikan stick nama. Pembagian stick nama ini bertujuan agar mengetahui kehadiran siswa. Gambar 3. Pembagian Stick Nama 4 Tahap membaca Pada saat kegiatan les membaca, siswa duduk berbaris memanjang ke belakang sesuai dengan urutan siapa yang lebih dahulu datang. Sistem kegiatan les membaca ini dengan membaca secara pergantian. Masing-masing siswa dibimbing membaca menggunakan buku pintar membaca. Buku pintar membaca ini digunakan untuk siswa yang masih belajar mengeja 4 huruf, 5 huruf, kata berimbuhan ng, ny dan lain-lain. Jika siswa dilihat mulai lancar mengeja, maka siswa diarahkan untuk membaca buku tematik. Dan bag siswa yang sudah lancar membaca maka siswa tersebut akan digantikan oleh siswa yang lain. |Page 81 Copyright A 2024. Aisyah. Muhammad Syabrina. Sulistyowati. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 5. No 1. March 2024. Hal 77-83 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI: https://doi. org/10. 33365/jsstcs. Gambar 4. Kegiatan Les Membaca 5 Tahap memasukkan stick nama ke dalam papan absen Stick nama yang telah dipegang oleh masing-masing siswa, jika siswa tersebut telah selesai membaca maka stick nama diletakkan pada papan absen yang telah tertempel di dinding. Papan absen tersebut telah tersedia kantong untuk meletakkan stick nama sesuai kelas masing-masing. Gambar 5. Papan Absensi KESIMPULAN Kemampuan literasi membaca menjadi hal yang mendasar dalam praktik kegiatan Kemampuan literasi membaca diibaratkan sebagai fondasi untuk memperlajari berbagai ilmu pengetahuan. Kurangnya kemampuan membaca akan membuat siswa malas membaca yang menyebabkan minimnya pengetahuan. Hal ini menjadi salah satu penyebab rendahnya prestasi siswa dalam belajar. Faktor yang mempengaruhi rendahnya kemampuan literasi membaca adalah eksternal dan faktor internal siswa. Pada kegiatan les membaca dapat memperbaiki kemampuan membaca siswa sebagai salah satu uapaya untuk mengatasi rendahnya kemampuan literasi membaca siswa. Tahapan kegiatan les membaca pada penelitian ini yaitu dengan tahap seleksi, tahap penjemputan siswa di dalam kelas, tahap pembagian stick membaca, tahap kegiatan membaca, tahap memasukkan stick nama pada papan absensi les membca. DAFTAR PUSTAKA