Vol. 6, No. 1, Juni 2025, pp 1-8 https://doi.org/10.36590/jagri.v6i1.1548 http://salnesia.id/index.php/jagri jagri@salnesia.id, e-ISSN: 2746-802X Penerbit: Sarana Ilmu Indonesia (salnesia) ARTIKEL PENGABDIAN Pelatihan Kader Posyandu dalam Pembuatan MP-ASI Berbasis Pangan Lokal untuk Pencegahan Stunting di Kampung Nolokla Sentani Timur Training of Posyandu Cadres in the Preparation of Local Food-Based MP-ASI for Stunting Prevention in Nolokla Village, East Sentani Dorci Nuburi1, Sanya Anda Lusiana1*, Margaretha Oktofina Deda2 1 2 Program Studi Gizi, Poltekkes Kemenkes Jayapura, Jayapura, Indonesia Program Studi Terapan Gizi dan Dietetika, Poltekkes Kemenkes Jayapura, Jayapura, Indonesia Abstract Based on the 2022 Indonesian Nutritional Status Survey, the prevalence of stunted toddlers in Papua remained high at 34,6%, with Jayapura Regency specifically recording a rate of 20,2%. This issue needed to be addressed seriously in order to accelerate the reduction of stunting. Providing an appropriate modified MP-ASI (complementary feeding) formula was associated with improving the nutritional status of toddlers. MP-ASI could also be subsidized with local food sources, supporting the government’s efforts in diversifying food consumption. Posyandu cadres required training in preparing MP-ASI using local food ingredients to assist mothers of toddlers in providing balanced and nutritious meals. The purpose of this community service activity was to conduct training and mentoring for Posyandu cadres in Nolokla Village, East Sentani District, on how to produce MP-ASI. The community service design employed a community-based participatory approach using lectures, group discussions, and hands-on practice. The training was conducted over the course of one day, using tilapia fish and kepok bananas as main ingredients, processed into biscuits. A total of seven cadres from Posyandu Maleo 1 participated in the activity. This activity was implemented from May to November 2024. The results demonstrated an improvement in both the knowledge and skills of the cadres, with pre-test scores increasing by 15 points after the intervention. The training effectively enhanced the cadres’ ability to process MP-ASI from local food ingredients and is expected to become a sustainable, community-based intervention for stunting prevention. Keywords: local food, MP-ASI, posyandu cadres Article history: PUBLISHED BY: Sarana Ilmu Indonesia (salnesia) Address: Jl. Dr. Ratulangi No. 75A, Baju Bodoa, Maros Baru, Kab. Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia Email: Submitted 20 Mei 2025 Revised 22 Juni 2025 Accepted 22 Juni 2025 info@salnesia.id, jagri@salnesia.id Phone: +62 85255155883 1 Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 6, No. 1, Juni 2025 Abstrak Hasil Survei Status Gizi Indonesia tahun 2022 prevalensi balita stunting di Papua masih tinggi yaitu sebesar 34,6% dan khususnya kabupaten Jayapura sebesar 20,2%. Hal ini menjadi masalah yang perlu ditangani secara serius dalam rangka percepatan penurunan stunting. Pemberian formula modifikasi MP-ASI yang tepat berhubungan dengan peningkatan status gizi balita. MPASI juga dapat disubsidi dengan pangan lokal, sehingga membantu pemerintah dalam penganekaragaman konsumsi pangan. Kader sangat membutuhkan pelatihan pembuatan MPASI dengan pemanfaatan pangan lokal untuk membantu ibu-ibu balita dalam memberikan makanan yang bergizi seimbang. Tujuan pengabmas adalah melakukan pelatihan dan pendampingan kader posyandu dalam pembuatan MP-ASI kepada kader posyandu di kampung Nolokla Distrik Sentani Timur. Desain pengabdian ini adalah pendekatan partisipatif berbasis masyarakat dengan metode ceramah, diskusi, dan praktik pembuatan makanan pendamping ASI yang dilakukan selama satu hari dengan bahan dasar dari ikan mujair dan pisang kepok dalam bentuk biskuit kepada 7 kader dari posyandu Maleo 1. Kegiatan ini dilakukan mulai bulan Mei hingga November 2024. Hasil kegiatan yaitu adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dari hasil pre-test sebanyak 15 poin. Kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mengolah MP-ASI dengan bahan lokal dan diharapkan menjadi intervensi stunting berbasis masyarakat yang berkelanjutan. Kata Kunci: pangan lokal, MP-ASI, kader posyandu *Penulis Korespondensi: Sanya Anda Lusiana, email: sanyalusiana@gmail.com This is an open access article under the CC–BY license Highlight: • • Pengetahuan dan keterampilan kader meningkat sebesar 15 poin setelah pelatihan pembuatan MP-ASI berbasis pangan lokal. Inovasi pembuatan MP-ASI berbentuk biskuit dari bahan lokal tidak hanya meningkatkan keterampilan kader, tetapi juga mendukung program pemerintah dalam penganekaragaman konsumsi pangan. PENDAHULUAN Usia balita merupakan periode emas pertumbuhan dan perkembangan, karena pemenuhan zat gizinya membantu pembentukan sistem kekebalan tubuh, organ-organ dalam menjalankan fungsi juga perkembangan neurologis dan kognitif. Apabila terjadi kerusakan pada periode ini, maka sulit untuk memperbaiki pada fase kehidupan selanjutnya (irreversible) serta akan berdampak pada outcome kesehatan di masa anakanak dan dewasa. Defisiensi gizi yang terjadi di awal kehidupan dapat mengakibatkan terjadinya gagal tumbuh (growth faltering) yang mempengaruhi perkembangan kognitif, morbiditas, dan mortalitas. Pertumbuhan dan perkembangan yang optimal memerlukan asupan gizi, pola asuh, dan stimulus yang tepat dan memadai (Bakker et al., 2023). Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia tahun 2022 balita stunting mengalami penurunan 2,8% menjadi 21,6%. Trend balita stunting menurun namun perlu percepatan untuk mencapai target 14% di tahun 2024. Papua berada di urutan ketiga setelah Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Barat, dengan prevalensi 34,6% 2 Nuburi1 et al. Vol. 6, No. 1, Juni 2025 meningkat 5,1% dari tahun sebelumnya, sedangkan di Kabupaten Jayapura prevalensi balita stunting adalah 20,2% (Kemenkes, 2021). Kampung Nolokla adalah salah satu kampung yang berada di Kabupaten Jayapura dan merupakan salah satu wilayah kerja Puskesmas Sentani Timur. Berdasarkan data puskesmas ada 6 posyandu yang terdapat di Kampung Nolokla dan menghasilkan pangan lokal pisang kapok serta ikan mujair. Pemanfaatan pangan lokal sebagai bahan PMT harus sesuai dengan Permenkes No.51 tahun 2016, mengenai standar produk suplementasi gizi adalah dibuat oleh masyarakat setempat dan tepat sasaran (Ramadhan et al., 2019). Peran makanan dengan kandungan gizi yang tinggi dapat mendukung tumbuh kembang pada masa balita. Asupan makanan yang memenuhi gizi seimbang akan membuat generasi yang sehat, kuat dan cerdas. Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) adalah makanan atau minuman mengandung zat gizi yang diberikan kepada bayi atau anak usia 6-24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi dan peningkatan status gizi. MP-ASI harusnya disukai dan dapat diterima oleh balita, tidak asin dan tidak pedas, mudah dimakan, mudah diperoleh dan terjangkau. MP-ASI juga dapat disubsidi dengan pangan lokal sehingga masyarakat ikut membantu pemerintah dalam penganekaragaman konsumsi pangan. Kader sangat membutuhkan pelatihan pembuatan MP-ASI dengan pemanfaatan pangan lokal untuk membantu ibu-ibu balita dalam memberikan makanan yang bergizi seimbang sehingga menjadi program keberlanjutan di masyarakat. Adapun tujuan penelitian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam pengolahan MP-ASI. Dengan melihat potensi pangan lokal di Kampung Nolokla yaitu pisang kepok dan ikan mujair maka dilakukan inovasi produk berbentuk biskuit MPASI melalui kegiatan pengabdian masyarakat. METODE Desain pengabdian ini adalah pendekatan partisipatif berbasis masyarakat dengan metode ceramah, diskusi, dan praktik pembuatan makanan pendamping ASI yang dilakukan selama satu hari kepada 7 kader dari Posyandu Maleo 1 dengan bahan dasar dari ikan mujair dan pisang kepok dalam bentuk biskuit. Kegiatan pengabmas bertempat di Posyandu Maleo 1 Kampung Nolokla Distrik Sentani Timur. Waktu kegiatan selama 7 bulan (bulan Mei-November 2024). Tahapan kegiatan meliputi koordinasi dengan Kepala Desa setempat dan kader untuk menyusun jadwal kegiatan pelatihan dan pendampingan, kemudian pelaksanaan kegiatan yang meliputi pemberian materi serta praktik pembuatan biskuit, terakhir adalah evaluasi kegiatan yang bertujuan agar kader dapat mempraktikkan secara langsung pengetahuan yang telah diberikan. Kegiatan diawali dengan pemberian materi kepada kader mengenai Stunting dan dampaknya, ANC dan Tablet Tambah Darah, persiapan, pengolahan dan penyajian menu makanan bergizi. Metode yang digunakan adalah, penyuluhan, diskusi dan praktik. Materi ini disampaikan dosen dari Poltekkes Kemenkes Jayapura kemudian dibantu oleh PLP serta mahasiswa. Sebelum pemberian materi diberikan pre-test sebanyak 15 pertanyaan dan setelahnya diberikan post-test dengan pertanyaan yang sama. Kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan biskuit. Praktik ini dilakukan bersama-sama dengan kader agar nantinya kader dapat melatih ibu balita dalam membuat biskuit sebagai salah satu MP-ASI yang dapat diberikan kepada balita. Evaluasi dilaksanakan seminggu kemudian yaitu kader mempraktikkan sendiri membuat biskuit bersama ibu balita. 3 Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 6, No. 1, Juni 2025 HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian masyarakat (pengabmas) dilakukan di Kampung Nolokla Distrik Sentani Timur, mulai dari bulan Mei hingga November 2024, dimulai dari koordinasi sampai penyelesaian kegiatan. Untuk kegiatan pelatihan hanya dilakukan selama satu hari yaitu pada tanggal 10 Juli 2024. Kegiatan yang sedianya dibuka oleh Kepala Kampung Nolokla dan Kepala Puskesmas, namun tidak dapat hadir sehingga diwakili oleh ketua kader. Selain itu kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan tim litbang Poltekkes Kemenkes Jayapura untuk melihat kegiatan pengabmas. Peserta pelatihan berjumlah 7 orang yang merupakan kader dari posyandu Maleo 1. Kegiatan berlangsung dari pukul 08.30-16.00 WIT. Kegiatan pelatihan dan pendampingan kader posyandu ini bertujuan menambah pengetahuan kader serta meningkatkan keterampilan kader dalam membuat MP-ASI pangan lokal karena selanjutnya kader diharapkan dapat menyampaikan kepada ibu-ibu balita agar dapat memanfaatkan pangan lokal yang tersedia dan mengolahnya menjadi MP-ASI. Pemberian MP-ASI lokal mempunyai dampak positif antara lain ibu balita akan lebih memahami serta terampil dalam mengolah bahan makanan dari pangan lokal untuk M-ASI serta program ini sejalan dengan program pemerintah yang menggunakan bahan pangan lokal dalam membuat MP-ASI. Pemanfaatan pangan lokal masih kurang dimanfaatkan karena ibu dan kader masih sering tidak menyadari potensi bahan pangan lokal untuk MP-ASI dan stunting (Nurbaya et al., 2022). Pelatihan kader adalah salah satu upaya untuk mengatasi masalah stunting dan meningkatkan pemahaman dan praktik kesehatan ibu dan anak di tingkat komunitas. Pelatihan kader adalah pendekatan di mana individu atau kelompok di komunitas diberi pelatihan dan wawasan khusus untuk membantu meningkatkan pengetahuan dan praktik kesehatan dalam komunitasnya (Prihandini et al., 2023). Kegiatan pengabdian masyarakat ini diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi. Sebelum pemberian materi diberikan pre-test mengenai materi yang akan disampaikan. Adapun materi yang akan disampaikan yaitu stunting dan dampaknya, ANC dan Tablet Tambah Darah, serta persiapan, pengolahan dan penyajian menu makanan bergizi. Setelah penyampaian materi dilanjutkan sesi diskusi dan tanya jawab dan diakhiri dengan post-test. Gambar 1. Kegiatan pemberian materi, pre-test dan post-test Untuk mengukur pengetahuan kader dalam penerimaan materi yang diberikan maka sebelum dan setelah materi diberikan pre-test dan post-test. Adapun hasil nya dapat dilihat di Tabel 1 berikut. Pengetahuan kader meningkat sebanyak 15 poin dari pre-test dari 79 menjadi 94 saat post-test. Kader posyandu mempunyai peran penting dalam kegiatan pemantauan status gizi balita. Pengetahuan yang baik tentang gizi dan upaya pencegahan stunting akan membantu kader dalam memberikan penyuluhan 4 Nuburi1 et al. Vol. 6, No. 1, Juni 2025 kepada masyarakat (Prihandini et al., 2023). Kegiatan pengabdian masyarakat ini membantu kader meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan stunting (Sipasulta et al., 2024). Tabel 1. Hasil pre-test dan post-test pengetahuan kader posyandu Kegiatan χ±SD Pre-test 79 ± 10,4 Post-test 94 ± 10,8 Keterangan: χ±SD adalah rata-rata ± simpangan baku dimana post-test memiliki nilai rata-rata yang lebih tinggi dari pre-test dan sebaran dan juga lebih besar Kegiatan selanjutnya adalah praktik pembuatan biskuit untuk MP-ASI menggunakan pangan lokal ikan mujair dan pisang kepok. Semua alat dan bahan disediakan oleh tim pengabdian masyarakat. Pada kegiatan ini juga tim membuatkan leaflet dan buku saku yang diberikan kepada kader untuk digunakan nantinya ketika penyuluhan ataupun praktik kepada ibu balita. Kader sangat antusias mengikuti kegiatan praktik bersama. Kegiatan ini juga dihadiri oleh tim dari Litbang Poltekkes Kemenkes Jayapura yang memonitor kegiatan pengabdian masyarakat. Gambar 2. Kegiatan praktik membuat biskuit MP-ASI dari pangan lokal Stunting merupakan salah satu masalah yang masih dihadapi saat ini. Salah satu upaya pemerintah dalam mengupayakan penurunan angka stunting adalah memberikan MP-ASI yang tepat agar mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 6-24 bulan erat kaitannya dengan pemberian nutrisi melalui MP-ASI. Kurangnya pengetahuan ibu menjadi faktor utama ketidaktepatan pemberian MP-ASI (Putrie et al., 2025). Pemberian MP-ASI dikatakan baik jika memenuhi persyaratan tepat waktu, bergizi, cukup dan seimbang, aman dan digunakan dengan baik. Klaim MP-ASI mencakup kepadatan energi, protein dan nutrisi, tanpa bumbu, tanpa gula atau garam, tanpa perasa, pewarna atau pengawet buatan (Andriani et al., 2022). Variasi pembuatan MP-ASI dari pangan lokal yang mengandung gizi seimbang masih menjadi masalah, sehingga untuk menjawab masalah tersebut perlu adanya pelatihan kader dalam pembuatan MP-ASI dengan memanfaatkan pangan lokal yang bergizi untuk balita (Indriyani et al., 2022). Pelatihan berbasis webinar untuk ibu-ibu meningkatkan pemahaman tentang cara memproduksi MP-ASI yang bergizi dan higienis dan pelatihan ibu-ibu bersama kader posyandu dalam membuat MP-ASI untuk mencegah stunting (Purnasari et al., 2022; Indriyani et al., 2022). Selain itu dapat meningkatkan pengetahuan secara signifikan dan 5 Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 6, No. 1, Juni 2025 keterampilan langsung di rumah (Maulani dan Rismayani, 2024). Salah satu MP-ASI yang dapat dibuat adalah yang terbuat dari pangan lokal setempat. Selain bahan yang mudah didapatkan harganya tentu lebih terjangkau atau bahkan bisa ditanam sendiri. Namun karena kurangnya contoh pembuatan MP-ASI yang praktik dari pangan lokal sehingga ibu-ibu terkadang tidak mau membuat sendiri dan lebih memilih produk MPASI pabrikan. Untuk hal tersebut maka perlu dilakukan upaya peningkatan pengetahuan serta keterampilan kader mengenai pengolahan pangan lokal untuk MP-ASI (Indriyani et al., 2022; Sumardilah et al., 2023). Pelatihan kader merupakan salah satu kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam melakukan perannya di masyarakat. Para kader posyandu selaku agen perubahan memiliki kontribusi yang besar dalam membantu peningkatan pengetahuan gizi ibu bayi, diharapkan dapat membantu menurunkan masalah gizi (Rizkiriani et al., 2023). Upaya pelatihan kader perlu dilakukan untuk menyegarkan kembali ataupun memberikan informasi baru kepada kader. Kader membutuhkan pelatihan pembuatan MP-ASI berbasis pangan lokal untuk membantu ibu-ibu yang memiliki balita dalam memberikan makan untuk anaknya. Kader posyandu merupakan ujung tombak dalam membantu meningkatkan kesehatan masyarakat. Kader berada dalam lingkungan masyarakat sehingga lebih paham dengan karakteristik masyarakat, lebih dekat, serta dapat membantu masyarakat dalam peningkatan kesehatan. Kader dilatih untuk menjadi fasilitator perubahan, menghubungkan masyarakat dengan layanan primer, serta mendorong transformasi pelayanan kesehatan (Yulyuswarni et al., 2023). Selain itu, kader juga membangun kepercayaan masyarakat mensosialisasikan fungsi posyandu serta menjelaskan kepada orang tua agar lebih berpartisipasi secara aktif ke posyandu (Dian, 2023). Pelatihan kader Posyandu dalam mengolah MP-ASI anti stunting dengan bahan baku pangan lokal merupakan langkah efektif dalam meningkatkan kualitas gizi anak balita dan mengurangi prevalensi stunting (Subratha et al., 2023). Kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan satu bulan kemudian yaitu pada tanggal 26 Agustus 2024. Kegiatan ini untuk melihat keterampilan kader dalam mengolah produk MP-ASI berbahan dasar pangan lokal yang telah diajarkan sebelumnya. Kader yang melakukan semua pembuatan biskuit MP-ASI tersebut. Kader juga sangat antusias membuat biskuit tersebut. Tim pengabdian melihat apakah ada yang masih belum sesuai cara pembuatannya. Biskuit yang dibuat kemudian akan dibagikan saat kegiatan posyandu. Kader juga sangat antusias dengan kegiatan ini dan berharap kader-kader di posyandu lain dapat juga diberikan pelatihan yang sama seperti ini. Selain kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan juga penyerahan bantuan mitra berupa oven, blender dan mixer yang dapat digunakan untuk membantu kader dalam keberlanjutan program pembuatan MP-ASI menggunakan pangan lokal setempat. Edukasi kepada kader mengenai stunting dan dilanjutkan praktik pembuatan MP-ASI yang nantinya akan diberikan kepada ibu balita harus menjadi prioritas seluruh bagian dalam program kesehatan masyarakat. Pemberian MP-ASI memadai menjadi sangat penting agar memastikan kebutuhan gizi bayi dan balita dapat terpenuhi dengan baik (Sipasulta et al., 2024). KESIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan pengetahuan serta keterampilan kepada kader untuk dapat membuat biskuit MP-ASI menggunakan pangan lokal. Terjadi peningkatan pengetahuan kader sebelum materi dan setelah materi sebanyak 15 6 Nuburi1 et al. Vol. 6, No. 1, Juni 2025 poin. Pemberian MP-ASI berbahan pangan lokal diharapkan menjadi program yang berkelanjutan yang diajarkan kader kepada ibu-ibu agar balita mendapatkan makanan yang bergizi. Perlu adanya kerjasama berbagai pihak dalam mengatasi masalah stunting salah satunya dengan pemanfaatan pangan lokal untuk MP-ASI tidak hanya di wilayah setempat namun juga dapat dikembangkan di wilayah lain yang memiliki pangan lokal beragam jenis. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kepada Direktur Poltekkes Kemenkes Jayapura, Tim Litbang Poltekkes Kemenkes Jayapura, mahasiswa yang turut membantu serta seluruh mitra khususnya kader di Maleo 1, Kampung Nolokla Distrik Sentani Timur. DAFTAR PUSTAKA Andriani, R., Anggarini, I.A., Valencia, F.V., 2022. Efektivitas Edukasi melalui Aplikasi MP-ASI terhadap Pengetahuan Ibu. Jurnal Delima Harapan 9(1), 59-70. https://doi.org/10.31935/delima.v9i1.151. Bakker, S.R., Utami, T.A., Nigsih, P.W., 2023. Hubungan Karakteristik dan Pengetahuan Ibu dengan Keberhasilan Menyusui Eksklusif pada Masa Pandemi Covid-19 di Puskesmas Alak Kupang. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia 6(3), 482-489. https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/MPPKI/article/view/2969. Dian, S., 2023. Peranan Kader Posyandu sebagai Upaya Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Kegiatan Posyandu: (Studi Kasus Posyandu Melati 2 Kelurahan Gunungsari Kecamatan Dukuh Pakis Kota Surabaya Jawa Timur). Jurnal Penelitian Administrasi Publik 3(6), 49-57. https://aksiologi.org/index.php/praja/article/view/1028. Indriyani, R., Bertalina, B., Putri, N.I., 2022. Pemberdayaan MP-ASI Lokal untuk Meningkatkan Status Gizi Balita di Desa Cipadang Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran. Jurnal Pengabdian Masyarakat 1(3), 151-156. https://doi.org/10.57218/jompaabdi.v1i3.294. (Kemenkes) Kementerian Kesehatan., 2021. Buku Saku Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tingkat Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/Kota Tahun 2021, Kemenkes RI, Jakarta. Maulani, N., Rismayani, R., 2024. Cooking Class MP-ASI: Meningkatkan Gizi Anak dan Mencegah Stunting di Kelurahan Kandang Mas melalui Mentoring Kader dan Ibu MP-ASI. Jurnal Pengabdian Kesehatan 2(2), 99-106. https://doi.org/10.58222/jupengkes.v2i2.975. Nurbaya, S., Hamdiyah, H., Laela, N., Rosmawaty, R., Resmawati, R., 2022. Pemanfaatan Bahan Lokal dalam Pembuatan MP-ASI sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Cenrana Kabupaten Sidrap. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi 1(4), 436-441. https://doi.org/10.55123/abdikan.v1i4.900. Prihandini, Y.A., Watu, H., Mithia, R., Santoso, U., Soedarwo, V.S., Nursandi, F., 2023. Program Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kader Posyandu sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Sari Gadung Tanah Bumbu. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat 6(10), 4183-4190. https://doi.org/10.33024/jkpm.v6i10.12165. 7 Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 6, No. 1, Juni 2025 Purnasari, G., Susindra, Y., Arum, P., 2022. Peningkatan Pengetahuan Mengenai Pembuatan MP-ASI bagi Ibu-ibu Anggota Komunitas MP-ASI Homemade (KMHM) Jember. Journal of Community Development 3(1), 58-63. https://doi.org/10.47134/comdev.v3i1.65. Putrie, A., Wirakhmi, I.N., Triana, N.Y., 2025. Edukasi Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) untuk Meningkatkan Pengetahuan Kader dan Ibu Bayi Usia 6-24 Bulan serta Keterampilan Kader. Jurnal Peduli Masyarakat 7(3), 25-32. https://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPM/article/view/5798 Ramadhan, R., Nuryanto, N., Wijayanti, H.S., 2019. Kandungan Gizi dan Daya Terima Cookies Berbasis Tepung Ikan Teri (Stolephorus sp) sebagai PMT-P untuk Balita Gizi Kurang. Journal of Nutrition College 8(4), 264-273. https://doi.org/10.14710/jnc.v8i4.25840. Rizkiriani, A., Dianah, R., Kartinawati, A., 2023. Pelatihan Pembuatan MP-ASI dengan Memanfaatkan Aplikasi Baby Meal Planner pada Kader Posyandu di Babakan, Bogor Tengah. Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat 9(1), 112-118. https://doi.org/10.29244/agrokreatif.9.1.112-118 Sipasulta, G.C., Andraini, R., Wijayanti, E., Tanihatu, G.E., 2024. Edukasi dan Pelatihan Skrining Stunting pada Ibu Memiliki Bayi dan Balita Melalui Pemberdayaan Kader dan Tenaga Kesehatan di kelurahan Muara Rapak Balikpapan Utara. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 4(7), 847-858. https://bajangjournal.com/index.php/J-ABDI/article/view/9011 Subratha, H.F.H., Giri, K.E., Khoiroh, N., Putri, N.A.H., Widiarta, M.B.O., 2023. Optimalisasi Keterampilan Kader Posyandu dalam Mengolah MP-ASI Anti Stunting Berbahan Baku Pangan Lokal di Desa Wisata Panji. Jurnal Abdimas ITEKES Bali 3(1), 70-78. https://doi.org/10.37294/jai.v3i1.532. Sumardilah, D.S., Muliani, U., Indrayani, R., Prianto, N., Sutrio, S., 2023. Pelatihan Pembuatan MP-ASI Berbasis Pangan Lokal bagi Kader Posyandu di Desa Cabang Empat Kabupaten Lampung Utara. Jurnal Pengabdian Masyarakat 2(3), 48-51. https://doi.org/10.57218/jompaabdi.v2i3.847. Yulyuswarni, Y., Mugiati, M., Isnenia, I., 2023. Penguatan Peran Kader sebagai Agen Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat dan Rintisan Posyandu Prima dalam Mendukung Transformasi Kesehatan Pelayanan Primer di Kampung Untoro Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah Provinsi Lampung. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia 3(6), 1761-1770. https://doi.org/10.54082/jamsi.1003. 8