JURNAL COMM-EDU ISSN : 2622-5492 (Prin. 2615-1480 (Onlin. Volume 7 Nomor 1. Januari 2024 EDUCATION MARKETPLACE PENDIDIKAN MASYARAKAT Achmad Hufad1*. Purnomo2. Eko Sulistiono3. Muhammad Faizal Najmudin4 1,2,3,4 Departemen Pendidikan Masyarakat. Universitas Pendidikan Indonesia. Jawa Barat. Indonesia achmadhufad@upi. edu, 2purnomo@upi. edu, 3ekosulistiono@upi. edu, 4najmudinf@upi. Received: January, 2024. Accepted: January, 2024 Abstract Education Marketplace is an online platform that connects learners with education providers, allowing users to build profiles, upload certificates, and interact with experts. The main objective is to facilitate consultations with experts in various fields, allowing experts to discuss and exchange knowledge. Using the Education Marketplace can help students meet their learning needs, access various educational platforms, and ensure learning productivity. This research aims to: . describe the condition of learning needs in PKBM Bandung City. explain the application of the Education Marketplace model in meeting learning needs. test the effectiveness of this model in meeting learning needs. The research method used is descriptive-qualitative, including data collection through participant observation, interviews, and documentation studies. The research was conducted at 43 PKBM in Bandung City with adult participants involved in digital learning. Participants were selected based on their understanding of the PKBM program and their involvement in the program. The results of this research will provide insight into the potential for implementing the Education Marketplace to meet the learning needs of students in the PKBM environment, describe obstacles that may arise, and evaluate its effectiveness in achieving learning goals. Keywords: education marketplace, learning needs, community education Abstrak Education Marketplace adalah platform online yang menghubungkan pembelajar dengan penyedia pendidikan, memungkinkan pengguna untuk membangun profil, mengunggah sertifikat, dan berinteraksi dengan para ahli. Tujuan utamanya adalah memfasilitasi konsultasi dengan para ahli dalam berbagai bidang, memungkinkan para ahli berdiskusi untuk pertukaran pengetahuan. Penggunaan Education Marketplace dapat membantu peserta didik memenuhi kebutuhan belajar mereka, mengakses berbagai platform pendidikan, dan memastikan produktivitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk: . menggambarkan kondisi kebutuhan belajar di PKBM Kota Bandung, . menjelaskan penerapan model Education Marketplace dalam memenuhi kebutuhan belajar, . menguji efektivitas model ini dalam memenuhi kebutuhan belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, termasuk pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara, dan studi Penelitian dilakukan di 43 PKBM di Kota Bandung dengan peserta dewasa yang terlibat dalam pembelajaran digital. Partisipan dipilih berdasarkan pemahaman mereka tentang program PKBM dan keterlibatan mereka dalam program tersebut. Hasil penelitian ini akan memberikan wawasan tentang potensi penerapan Education Marketplace dalam memenuhi kebutuhan belajar peserta didik di lingkungan PKBM, menggambarkan kendala yang mungkin muncul, dan mengevaluasi efektivitasnya dalam mencapai tujuan pembelajaran. Kata Kunci: pasar pendidikan, kebutuhan belajar, pendidikan masyarakat How to Cite: Hufad. Purnomo. Sulistioni. & Najmudin. Education Marketplace Pendidikan Masyarakat. Comm-Edu (Community Education Journa. , 7 . Volume 7. No. Januari 2024 pp 170-182 PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat telah memberikan dukungan penting bagi konsep pembelajaran sepanjang hayat (Hairani, 2018. Surahman, 2. Saat ini, individu dapat terus belajar tanpa harus berada dalam lingkungan pembelajaran fisik. Mereka dapat mengakses pengetahuan dari berbagai sumber belajar, menjaga kebaruan informasi sepanjang waktu. Konsep ini sejalan dengan pendidikan masyarakat, yang bertujuan menyediakan lingkungan belajar, mengidentifikasi kebutuhan di masyarakat, dan melibatkan berbagi pengalaman dengan individu atau kelompok lain. Pendekatan pendidikan masyarakat terhadap perkembangan teknologi saat ini selaras, karena teknologi memfasilitasi interaksi, terutama bagi individu dewasa. Hal ini terutama berlaku untuk kelompok peserta pemberdayaan masyarakat yang mayoritas adalah orang dewasa dengan kebutuhan, keinginan, pengalaman, dan konsep diri yang beragam (Purnomo. Hufad. Wahyudin. Akhyadi. Sutarni, dkk. , 2. Semua faktor ini menjadi dasar dalam perancangan program pemberdayaan masyarakat (Hiryanto, 2. Pemenuhan kebutuhan belajar . earning need. , sebagai bagian dari perancangan program pemberdayaan masyarakat adalah langkah penting dalam mengarahkan perubahan pada peserta didik (Hufad dkk. , 2023. Pamungkas dkk. , 2. Proses ini melibatkan refleksi, identifikasi kekurangan dalam pengetahuan atau keterampilan, dan merumuskan rencana tindakan. Penilaian kebutuhan pembelajaran membantu menentukan tujuan pembelajaran untuk mengurangi kesenjangan antara pengetahuan saat ini dan kompetensi yang diinginkan (Thampy, 2. Memahami kebutuhan belajar peserta didik memungkinkan penyesuaian isi materi, strategi pembelajaran, dan metode yang sesuai. Kemajuan teknologi yang pesat telah merata ke berbagai lapisan masyarakat. Awalnya, teknologi hanya terbatas pada mereka yang tinggal di perkotaan, tetapi kini teknologi mudah diakses oleh semua kalangan, termasuk anak-anak dan orang dewasa. Hampir semua orang saat ini telah mengintegrasikan teknologi dalam proses belajar mereka, terutama melalui ponsel dan akses internet. Mereka memiliki akses ke beragam informasi dan terhubung dengan komunitas yang lebih luas. Ini telah mempercepat pertukaran informasi di seluruh tempat, waktu, usia, dan generasi (Rita & Handrianto, 2. Kemajuan teknologi saat ini memungkinkan pendidikan tersedia secara online, dari mana saja, kapan saja, dan sesuai dengan kenyamanan masing-masing peserta didik. Education Marketplace adalah platform online yang menghubungkan siswa dengan penyedia pendidikan Platform ini memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan para ahli, berbagi pengetahuan, dan mencari bimbingan (Plitnichenko, 2. Education Marketplace membantu peserta didik memenuhi kebutuhan belajar mereka, menjalin hubungan dengan berbagai penyedia pendidikan, dan tetap produktif. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) merupakan lembaga pendidikan nonformal yang memiliki peran penting dalam konteks pendidikan masyarakat di Indonesia. PKBM beroperasi dengan tujuan untuk memberikan akses pendidikan bagi berbagai kalangan masyarakat, termasuk mereka yang telah dewasa dan memiliki beragam kebutuhan, keterampilan, dan latar belakang (Sunaiyah, 2. PKBM menjadi wadah di mana individu dapat terus belajar sepanjang hayat, sejalan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang memungkinkan pembelajaran jarak jauh dan fleksibel (Rimbarizki & Susilo, 2. Dengan dukungan perkembangan teknologi. PKBM dapat memanfaatkan konsep Education Marketplace untuk memungkinkan peserta didik mencari sumber belajar, berinteraksi dengan 172 Hufad. Purnomo. Sulistiono & Najmudin. Education Marketplace Pendidikan Masyarakat para ahli, dan terus berkembang dalam berbagai bidang sesuai dengan kebutuhan belajar Sebagai lembaga yang terbuka dan inklusif. PKBM perlu mempertimbangkan adopsi model Education Marketplace dalam memenuhi kebutuhan belajar masyarakatnya, sehingga dapat memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan perkembangan zaman yang semakin teknologi-terintegrasi. Kebutuhan belajar menjadi tahapan penting dalam proses pembelajaran di PKBM yang mengarah pada perubahan pada peserta didik. Kebutuhan belajar dapat membantu peserta didik memilih materi pembelajaran terbaik untuk mereka. Memilih materi pembelajaran yang tepat dapat membantu peserta didik mendukung pembelajaran yang dapat diakses, menarik, efektif, bermanfaat, dan berkesan. Berkembangnya teknologi dapat dimanfaatkan untuk fasilitator dalam menyediakan layanan pembelajaran yang dapat diakses oleh peserta didik sehingga kebutuhan belajarnya dapat terpenuhi (Purnomo. Hufad. Wahyudin. Akhyadi, & Lutfiansyah. Adanya Education marketplace, peserta didik di PKBM dapat terhubung dengan penyedia pendidikan berkualitas untuk memperdalam pengetahuan mereka. Peserta didik dapat dapat memenuhi kebutuhan belajarnya dengan melakukan obrolan atau panggilan video, mengunggah file yang diperlukan yang tersedia dari mana saja, kapan saja, dan di tempat yang membuat peserta didik dapat belajar dengan nyaman. Oleh karena itu, ada kebutuhan untuk mengadopsi model Education Marketplace dalam memenuhi kebutuhan belajar di PKBM Kota Bandung. Model ini memungkinkan pengguna untuk mendalami pengetahuan mereka dalam berbagai bidang melalui kursus yang diajarkan oleh para profesional. Tujuan khusus dari mendeskripsikan penerapan model Education Marketplace dalam memenuhi kebutuhan belajar di PKBM. Education Marketplace Education Marketplace merupakan suatu platform yang memungkinkan pengguna untuk menjadi ahli di suatu bidang dengan mengunggah sertifikat, menambahkan artikel, dan mengisi profil dengan semua informasi yang diperlukan. Tujuan utamanya adalah memungkinkan pembelajar untuk berkonsultasi dengan para ahli, dan para ahli dapat mengobrol dengan orangorang dan membantu mereka mendapatkan pengetahuan yang mereka cari (Plitnichenko. Adanya education marketplace dapat membantu peserta didik untuk memenuhi kebutuhan belajarnya, bertemu di berbagai platform pendidikan, memastikan kerja peserta didik dapat belajar dan tetap produktif. Menurut (Plitnichenko, 2. fitur yang harus tersedia di Education Marketplace yaitu: Sistem Verifikasi Pihak penyelenggara pendidikan harus melakukan verifikasi terhadap individu yang mengklaim sebagai pakar untuk memastikan keabsahan mereka. Proses verifikasi secara manual mencakup peninjauan sertifikat dan pengalaman kerja yang dimiliki oleh pengguna tersebut guna mengkonfirmasi status mereka. Ini bertujuan untuk memastikan bahwa peserta didik hanya berinteraksi dengan ahli yang telah terverifikasi. Panggilan Video Interaksi dengan para pakar didukung oleh fitur panggilan video, dengan opsi untuk berbagi layar jika peserta didik memerlukan konsultasi mendalam. Volume 7. No. Januari 2024 pp 170-182 Basis Pengetahuan Peserta didik belajar untuk menggunakan platform dengan baik, menemukan jawaban atas pertanyaan umum, dan mengakses informasi tentang langkah-langkah yang diperlukan selama proses pembelajaran. Aplikasi Seluler Seiring dengan pergeseran dunia ke perangkat seluler, platform pendidikan harus menyediakan aplikasi seluler yang dapat diakses di berbagai platform. Aplikasi seluler ini memungkinkan pengguna untuk mengelola profil, menjadwalkan sesi, melakukan obrolan atau panggilan video, dan mengunggah file yang dibutuhkan, semua tanpa mengurangi kualitas layanan. Ini memberikan tingkat kenyamanan yang diperlukan bagi pengguna. Kebutuhan Belajar (Learning Need. Pendidikan masyarakat menciptakan lingkungan belajar yang berfokus pada identifikasi kebutuhan masyarakat, yang melampaui interaksi fisik dan mendorong berbagi pengalaman antarindividu atau kelompok. Dalam konteks ini, masyarakat memiliki peran sentral dalam pengambilan keputusan, dan pendekatan ini ditenagai oleh nilai-nilai emansipatoris. Pendekatan pendidikan masyarakat berawal dari pengalaman individu . dan melibatkan refleksi kritis. AONTAS (Connolly, 2. menyebutkan bahwa pendidikan masyarakat memiliki tujuan yang berhubungan erat, termasuk perolehan keterampilan, pengetahuan, dan pengembangan potensi individu, serta transformasi sosial, masyarakat, dan Penyusunan program pendidikan masyarakat berkaitan erat dengan pengumpulan data dan informasi tentang kebutuhan belajar masyarakat. Kebutuhan belajar mencakup berbagai elemen seperti keinginan, kehendak, harapan, atau kondisi yang perlu dipenuhi. Kebutuhan belajar mencerminkan kesenjangan antara apa yang individu pembelajar ingin capai dari pengalaman belajar dan tingkat pengetahuan, keterampilan, serta antusiasme yang dimiliki saat Penilaian kebutuhan pembelajaran adalah proses sistematis untuk mengumpulkan informasi yang digunakan untuk menetapkan tujuan pembelajaran guna mengatasi kesenjangan antara pengetahuan saat ini yang dimiliki pembelajar dan apa yang dibutuhkan untuk mencapai Grant (Thampy, 2. memberikan panduan untuk melakukan penilaian kebutuhan pembelajaran, yang melibatkan analisis kesenjangan atau ketidaksesuaian, refleksi berkelanjutan pada pengalaman individu, tinjauan rekan sejawat, analisis peristiwa penting, dan tinjauan praktik. Bagian integral dari proses penilaian kebutuhan pembelajaran adalah kemampuan untuk mengadopsi praktik reflektif. Pendekatan berulang ini menghasilkan pengembangan profesional yang lebih lanjut dalam hal pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional. Praktik reflektif mendorong pemikiran kritis dengan memungkinkan pembelajar untuk merenungkan pengalaman mereka dan mengaitkannya dengan teori untuk meningkatkan Kolb dalam (Thampy, 2. menguraikan model siklus praktik reflektif empat tahap yang menekankan pentingnya merenungkan pengalaman dan menghubungkannya dengan teori untuk meningkatkan pembelajaran. 174 Hufad. Purnomo. Sulistiono & Najmudin. Education Marketplace Pendidikan Masyarakat Gambar 1. Model Siklus Empat Tahap Praktik Reflektif berdasarkan Pengalaman Belajar METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan yakni menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif bertujuan untuk menjelaskan kondisi yang ada dan membuat korelasi, survei, studi kasus, studi perkembangan dan deskripsi gejala-gejala di masyarakat yang memuat fakta-fakta untuk menyelesaikan permasalahan dalam penelitian (Fitrah, 2. Pelaksanaan riset ini dilakukan di PKBM Se-Kota Bandung yang berjumlah 77 lembaga. Subjek penelitian terdiri dari pengelola dan warga belajar PKBM. Pertimbangan peneliti menentukan partisipan ini antara lain: . telah mengetahui atau mengenal program PKBM, mampu menggambarkan kondisi empiris seputar program, . terlibat dalam pembelajaran di PKBM sesuai dengan programnya, . menguasai dan memahami pengelolaan pembelajaran. Sample penelitian merupakan sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Arikunto, 2. dengan taraf kesalahan 10%, sebagai berikut: Keterangan : n = ukuran sampel N = ukuran populasi e = taraf kesalahan ( . n= , = 43 lembaga Dari 43 lembaga tersebut, sebaran jumlah peserta didik orang dewasa akan disesuaikan dengan program yang dilaksanakan oleh PKBM dengan pendekatan pembelajaran digital. Teknik pengumpulan data untuk studi awal dan pelaksanaan penelitian yang digunakan meliputi. pengamatan partisipasi, . wawancara, dan . studi dokumentasi. Observasi partisipasi . artisipation observatio. , dilakukan oleh pengamat dengan melibatkan dirinya dalam suatu Volume 7. No. Januari 2024 pp 170-182 kegiatan yang sedang dilakukan atau sedang dialami orang lain, sedangkan orang lain tidak mengetahui bahwa dia atau mereka sedang diobservasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penjelasan Toko Pintar Toko Pintar Marketplace pendidikan merupakan platform digital yang menyediakan layanan kursus atau pembelajaran online, dengan berbagai bidang, materi dan praktisi. Marketplace ini diberi nama AuToko PintarAy, sebagai Learning Management System (LMS) yang siap memberikan fasilitas masyarakat untuk belajar. Toko Pintar adalah platform pembelajaran online yang memungkinkan untuk membuat dan mengelola kursus online. Toko Pintar LMS dilengkapi dengan berbagai fitur yang berguna untuk membuat kursus online, seperti pembuat kuis, forum diskusi, modul pembelajaran, dan lain-lain. Dengan Toko Pintar LMS, dapat membuat kursus online yang menarik dan interaktif, serta melacak kemajuan peserta didik dan memonitor kinerja mereka. Toko Pintar LMS merupakan marketplace pembelajaran dan harapan kompetensi yang dibutuhkan oleh setiap orang, terdapat kursus online yang berbayar maupun gratis. Workflow pada LMS Toko Pintar adalah serangkaian langkah atau proses yang harus diikuti untuk mengelola dan menyampaikan materi pembelajaran secara efektif pada multiplatform. Berikut adalah workflow Toko Pintar LMS: Menentukan tujuan dan mengembangkan rencana pembelajaran: Langkah pertama dalam workflow Toko Pintar LMS adalah menentukan tujuan pembelajaran dan mengembangkan rencana pembelajaran yang sesuai dengan tujuan tersebut. Ini meliputi menentukan topik pembelajaran, kurikulum, jadwal dan materi pembelajaran. Membuat konten pembelajaran: Setelah rencana pembelajaran dibuat, langkah selanjutnya adalah membuat konten pembelajaran, seperti video, materi tulisan, gambar, atau audio. Konten tersebut kemudian diupload ke platform Toko Pintar LMS. Membuat kursus dan modul: Konten pembelajaran kemudian diatur menjadi kursus dan modul yang dapat diakses oleh peserta didik. Modul dapat dibuat sesuai dengan topik dan tingkat kesulitan materi. Mengelola pengguna: Admin Toko Pintar LMS dapat menambahkan peserta didik ke platform dan mengelola akses peserta didik ke konten pembelajaran yang disediakan. Melacak kemajuan dan kinerja peserta didik: Toko Pintar LMS memungkinkan admin untuk melacak kemajuan peserta didik dan memantau kinerja mereka dalam kursus. Admin juga dapat memberikan umpan balik untuk membantu peserta didik memperbaiki pemahaman mereka tentang materi pembelajaran. Mengelola forum dan komunikasi: Admin juga dapat mengelola forum diskusi dan alat komunikasi lainnya yang memungkinkan peserta didik dan pendidik untuk berinteraksi dan bertukar ide. Evaluasi dan pengembangan: Setelah kursus selesai, admin Toko Pintar LMS dapat melakukan evaluasi untuk mengevaluasi efektivitas kursus. Evaluasi ini dapat membantu admin dalam meningkatkan materi dan metode pengajaran pada kursus berikutnya. Komponen LMS Toko Pintar Berikut bebrapa komponen Toko pintar dan gambar bagan komponen Learning Management System (LMS) Toko Pintar. LMS Toko Pintar: adalah platform online yang digunakan untuk menyediakan 176 Hufad. Purnomo. Sulistiono & Najmudin. Education Marketplace Pendidikan Masyarakat Course Creation and Management: Komponen ini berisi alat yang memungkinkan admin LMS untuk membuat dan mengelola kursus, termasuk menentukan topik, struktur, jadwal dan modul. Content Creation and Management: Komponen ini berisi alat yang digunakan untuk membuat dan mengelola materi pembelajaran seperti video, materi tulisan, gambar, atau Student Management: Komponen ini berisi alat yang digunakan untuk mengelola informasi peserta didik, seperti profil, progress dan kinerja, serta memberikan akses ke materi pembelajaran yang sesuai. Assessment: Komponen ini digunakan untuk menguji kemampuan peserta didik dan menilai pemahaman mereka tentang materi pembelajaran. Communication and Collaboration: Komponen ini digunakan untuk memfasilitasi komunikasi dan interaksi antara peserta didik dan pendidik, seperti forum diskusi atau alat pengiriman pesan. Analytics and Reporting: Komponen ini berisi alat untuk memonitor kinerja peserta didik dan melaporkan hasil pembelajaran untuk mengevaluasi efektivitas kursus. Gambar 2. Komponen Learning Management System (LMS) Toko Pintar Kelebihan LMS Toko Pintar Berikut adalah beberapa kelebihan Toko-Pintar LMS: Meningkatkan aksesibilitas dan fleksibilitas pembelajaran: Dengan menggunakan TokoPintar LMS, peserta didik dapat mengakses dan belajar dari materi pembelajaran dari mana saja dan kapan saja. Hal ini memungkinkan pembelajaran yang lebih fleksibel dan dapat diakses secara online. Volume 7. No. Januari 2024 pp 170-182 Manajemen Pembelajaran yang Lebih Efisien: Toko-Pintar LMS memungkinkan pengajar untuk mengelola materi pembelajaran dan peserta didik dari satu tempat, yang membuat manajemen pembelajaran menjadi lebih efisien dan efektif. Pelacakan Kemajuan Peserta didik: Toko-Pintar LMS menyediakan alat untuk melacak kemajuan peserta didik, seperti mengukur pemahaman peserta didik tentang materi pembelajaran, serta mengetahui aktivitas peserta didik dan waktu yang dihabiskan dalam Meningkatkan Keterlibatan dan Motivasi Peserta didik: Toko-Pintar LMS dapat membantu meningkatkan keterlibatan dan motivasi peserta didik melalui fitur-fitur seperti interaktif dan menarik, video, dan kuis yang menarik. Akses ke Data dan Analisis: Toko-Pintar LMS memberikan akses ke data dan analisis tentang kinerja peserta didik dan keberhasilan pembelajaran, sehingga pengajar dapat mengambil tindakan yang tepat untuk memperbaiki dan meningkatkan proses Meningkatkan Kolaborasi dan Keterlibatan: Toko-Pintar LMS memfasilitasi kolaborasi dan keterlibatan peserta didik melalui fitur-fitur seperti forum diskusi, ruang obrolan, dan pengiriman tugas secara online. Hemat Biaya dan Lingkungan: Dengan menggunakan Toko-Pintar LMS, institusi pendidikan dapat menghemat biaya untuk cetak-mencetak materi pembelajaran, dan secara tidak langsung membantu melestarikan lingkungan dengan mengurangi limbah kertas. Penjelasan Fitur Toko Pintar Toko Pintar memiliki berbagai fitur dan informasi yang dapat diakses oleh user pengguna diantaraya sebagai berikut: Halaman Dashboard Pada halaman ini berisi inforrmasi mengenai website dan menu-menu yang ada pada website atau toko pintar. 178 Hufad. Purnomo. Sulistiono & Najmudin. Education Marketplace Pendidikan Masyarakat Halaman Marketing atau menu layanan program Pada halaman marketing atau layanan program ini berisi berbagai program atau kelas dari toko pintar yang dapat diakses user pengguna untuk memulai daftar kelas di toko pintar. Halaman Pengajar Pada halaman pengajar, berisi informasi mengenai pendidik yang mengajar di kelas atau di platform toko pintar. Volume 7. No. Januari 2024 pp 170-182 Halaman Kelas Pada halaman kelas ini berisikan berbagai program kelas yang ditawarkan oleh toko pintar diantaranya kelas kebutuhan pelatihan, kebutuhan diet dan nutrisi. Halaman Blog Halaman Pendaftaran sebagai Peserta dan Pengajar 180 Hufad. Purnomo. Sulistiono & Najmudin. Education Marketplace Pendidikan Masyarakat Pembahasan Pendidikan masyarakat memiliki peran penting dalam membuka akses pendidikan kepada kelompok masyarakat yang mungkin terbatas oleh berbagai kendala, mulai dari geografis hingga jadwal yang padat (Prasetya & Pribadi, 2021. Raharjo dkk. , 2. PKBM menjadi salah satu lembaga yang memainkan peran sentral dalam memenuhi kebutuhan belajar kelompok masyarakat yang beragam (Rimbarizki & Susilo, 2. Platform pendidikan digital seperti Toko Pintar menjadi alat yang kuat dalam mendukung PKBM untuk memberikan pendidikan yang lebih inklusif dan terjangkau. Toko Pintar adalah contoh nyata dari marketplace pendidikan yang menghadirkan layanan kursus dan pembelajaran online. Dalam platform digital ini, berbagai bidang, materi, dan praktisi bergabung untuk memberikan pengalaman belajar yang bermutu. Toko Pintar berfungsi sebagai LMS yang memberikan akses masyarakat untuk belajar secara online. Toko Pintar tidak hanya menjadi alat untuk pembelajaran, tetapi juga sebuah ekosistem yang memungkinkan pembuatan, manajemen, dan pengiriman kursus online yang interaktif. Salah satu aspek kunci dari peran Toko Pintar adalah aksesibilitas. Platform ini memungkinkan peserta didik untuk mengakses beragam program pendidikan tanpa harus terbatas oleh batasan Masyarakat di daerah terpencil atau dengan keterbatasan fisik, yang mungkin sulit menghadiri kelas fisik, dapat dengan mudah mengakses kursus online ini. Dengan demikian. Toko Pintar membantu mengatasi hambatan geografis yang seringkali menjadi kendala dalam pendidikan masyarakat (Hufad dkk. , 2023. Santoso dkk. , 2. Selain aksesibilitas. Toko Pintar juga memberikan fleksibilitas yang tinggi dalam belajar. Peserta didik dapat mengatur waktu dan tempat belajar sesuai dengan kebutuhan dan jadwal mereka sendiri. Hal ini sangat relevan dalam pendidikan masyarakat, di mana peserta didik seringkali memiliki tanggung jawab lain seperti pekerjaan atau keluarga. Fleksibilitas ini mereka dapat mencapai tujuan pendidikan mereka tanpa harus mengorbankan komitmen lain (Ghofar, 2. Keberadaan fitur-fitur interaktif seperti pembuat kuis, forum diskusi, dan modul pembelajaran memperkaya pengalaman belajar. Hal tersebut membantu peserta didik memahami dan menguasai materi dengan lebih baik. Platform ini juga memudahkan pengelolaan materi pembelajaran dan informasi peserta didik oleh lembaga pendidikan seperti PKBM. Alat-alat yang memadai akan membuat administrasi dan manajemen pembelajaran menjadi lebih efisien (Erwinsyah, 2. Namun, peran Toko Pintar tidak hanya terbatas pada pengiriman materi Platform ini juga memungkinkan pemantauan kemajuan peserta didik dan evaluasi yang sistematis. Data yang dihasilkan dari platform ini membantu dalam memahami kinerja peserta didik dan memperbaiki materi atau metode pengajaran secara berkelanjutan. Kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh Toko Pintar, seperti peningkatan keterlibatan peserta didik, akses ke data dan analisis yang mendalam, dan kolaborasi yang lebih baik, menjadikannya alat yang efektif dalam mendukung pendidikan masyarakat di PKBM. Platform ini membuka peluang bagi peserta didik untuk terus belajar, meningkatkan keterampilan, dan mencapai tujuan pendidikan mereka. Inovasi terus-menerus dalam teknologi pendidikan, peran Toko Pintar dan platform serupa menjadi semakin penting dalam menciptakan masa depan pendidikan masyarakat yang dinamis dan berdaya saing. Menghadapi perubahan zaman dan tuntutan pembelajaran yang lebih inklusif. Toko Pintar telah membuktikan diri sebagai sekutu yang andal bagi PKBM dalam memberikan pendidikan masyarakat yang berkualitas. Volume 7. No. Januari 2024 pp 170-182 KESIMPULAN Toko Pintar dalam mendukung pendidikan masyarakat memiliki beberapa keunggulan platform, termasuk peningkatan aksesibilitas dan fleksibilitas pembelajaran, pengayaan pengalaman belajar melalui fitur interaktif, manajemen pembelajaran yang efisien, penggunaan data, analisis untuk pemantauan dan perbaikan, serta kemampuan untuk memfasilitasi kolaborasi dan keterlibatan peserta didik. Dengan potensi ini. Education Marketplace membuka peluang untuk meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat, mengatasi hambatan geografis dan jadwal, serta menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif dan efektif. Dalam menghadapi perubahan zaman dan tuntutan pembelajaran yang lebih berdaya saing, integrasi model ini dalam lembaga pendidikan masyarakat, seperti PKBM, menjadi langkah yang relevan dan strategis dalam memberikan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan kepada beragam kelompok masyarakat. DAFTAR PUSTAKA